Hemoroid by anamaulida

VIEWS: 260 PAGES: 3

									HAEMOROID

Pengertian

      Terjadi pelebaran ( dilatasi ) vena pada anus maupun rectal ( fleksus
       haemorrhoidalis superior dan media : haemorrhoid interna dan fleksus
       haemorrhoidalis inferior : haemorrhoid eksterna ).
      Insiden terjadi pada usia 20 - 50 tahun.

Faktor resiko tinggi

      Kehamilan.
      Konstipasi yang lama.
      Hipertensi portal.

Pathofisiologi

      Dilatasi vena anorectal dan mengembang akibat peningkatan tekanan intra
       abdominal dan terbendungnya aliran darah vena daerah anorectal.
      Ketegangan vena yang terjadi pada jaringan lunak akan menyebabkan prolaps, ini
       dapat menyebabkan thrombus atau peradangan, serta terjadi perdarahan.

Manifestasi Klinik

      Bengkak (bendungan) di dalam atau diluar rectum
      Nyeri
      Gatal daerah rectum
      Gangguan mukosa rectum
      Perdarahan pada saat b.a.b.

Pemeriksaan Diagnostik
Riwayat

      Mengkaji nyeri, gatal, atau kemungkinan perdarahan.
      Pertanyaan kebiasaan buang air besar ; konstipasi, mengejan saat defekasi.

Pemeriksaan fisik

      Inspeksi untuk haemorrhoid eksternal ada prolaps atau internal haemorrhoid.
      Pemeriksaan rectal toucer ( colok dubur )
      Proctosigmoidoscopy –> untuk menentukan lokasi dan keadaan dari haemorrhoid.

Penatalaksanaan klinis
Tujuan –> untuk memberikan rasa nyaman dan menurunkan gejala.

Intervensi non pharmakologis

      Memberikan posisi recumben untuk mengurangi penekanan, edema dan prolaps.
      Memberikan makanan yang mengandung serat untuk memudahkan b.a.b tidak
       mengedan.
      Meningkatkan pemasukkan cairan sehingga tinja jadi lunak.
      Melakukan kompres dingin pada saat nyeri di daerah anus, dan lakukan rendam
       bokong (sitz baths) secara kontinyu untuk memberi rasa nyaman.

Intervensi pharmakologis

      Menggunakan obat pelembut tinja untuk memudahkan b.a.b.
      Laksative bila terjadi konstipasi
      Gunakan obat luar (oles), cream dan suppositoria untuk mengurangi nyeri sedang
       maupun berat atau gatal.

Prosedur khusus medikal-surgikal

      Hemorrhoidectomy : pembedahan pada hemorrhoids.
       Sclerosing pada hemorrhoid : injeksi pada jaringan sub mukosa.

KOMPILKASI

      Perdarahan yang menyebabkan anemia.
      Strangulasi (perlengketan).
      Trombosis pada hemorrhoid.

Prognosis

berulang kembali 50 % setelah pengobatan sclerosing. Yang lebih baik adalah dilakukan
ligasi dan hemorroidectomy.

								
To top