Docstoc

GASTRO

Document Sample
GASTRO Powered By Docstoc
					                              GASTRO ENTERITIS




APA ITU

GASTO ENTERITIS?

       gastroenteritis (GE) adalah suatu infeksi usus yang menyebabkan keadaan feses encer
dan/atau berair, dengan frekuensi lebih dari 3 kali perhari, dan kadang disertai muntah. Muntah
dapat berlangsung singkat, namun diare bisa berlanjut sampai sepuluh hari.Pada banyak kasus,
pengobatan tidak diperlukan




APA PENYEBAB

GASTRO ENTERITIS? ?

kerusakan pada usus yang menebabkan diare paling sering disebabkan oleh virus (rotavirus).
Penyebab lainnya adalah:

    Bakteri (Salmonella, Shigella, E. Colli, Campylobacter)
    Infeksi parasit (Giardia)
    Alergi makanan atau susu
    Efek samping dari penggunaan obat oral
    Keracunan makanan (dari makanan seperti jamur, kerang, makanan basi)
    Infeksi di luar saluran cerna misalnya: saluran kemih, saluran pernapasan.
    Terlalu banyak makanan yang mengiritasi lambung, seperti yang pedas, asam, minuman
       beralkohol,
GEJALA

  Mual dan sering muntah agak asam. Pada kondisi berat lambung mungkin dapat
    mengelupas sehingga mengakibatkan muntah darah
  perut terasa nyeri, pedih, kembung dan sesak (sebah) pada bagian atas perut.
  Napsu makan menurun drastis, wajah pucat, keringat dingin, pusing.
  Sering sendawa terutama bila dalam keadaan lapaR
  Sulit tidur karena gangguan rasa

     sakit pada daerah perut sebelah atas (ulu hati).




PEMERIKSAAN PENUNJANG

DAPAT MEMASTIKAN

GASTRO ENTERITIS.

  Klinis (sulit membedakan)
  Kultur faeces
  Menentukan adanya dehidrasi atau tidak.
  Gangguan elektrolit : Pemeriksaan serum elektrolit (Hipernatremia, hiponatremia,
    hipokalemia).
  Gangguan Gas Darah : Pemeriksaan gas darah.
  Test-test malabsorpsi :
         Karbohidrat (pH, Clinitest)
         Lemak : floating test ( Rosipal test )
         Kultur urine
BAGAIMANA CARA

MENCEGAH RADANG

PADA LAMBUNG? ?

  konsumsi makanan yang lunak/lembut.
  Hindari makanan yang mengiritasi lambung, seperti pedas, asam, alkohol, kafein, rokok,
    dan aspirin.
  jangan terlambat makan atau makan berlebihan,
  makan sedikit-sedikit tapi sering
  Usahakan buang air besar secara teratur




CARA

PENGOBATANNYA

  Resusitasi Cairan & Elektrolit sesuai derajat dehidrasi dan kehilangan elektrolitnya
  Makanan tetap diberikan, formula diencerkan dalam waktu singkat.
  Makanan tambahan sesuai umur dengan konsistensi yang mudah dicerna.
  Vitamin A 100.000 IU (untuk anak di atas 1 tahun); 50.000 IU (untuk anak di bawah 1
    Tahun), Vit B-compleks, Vit C
  Obat-obat diare tidak dianjurkan
  Dalam keadaan malabsorpsi berat, serta allergi protein susu sapi dapat diberikan
    elemental atau semi elemental formula.
MENGATASI LAMBUNG DENGAN HERBAL/TANAMAN OBAT

Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan gangguan lambung, diantaranya yaitu :

   1. TEMU LAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
      Khasiat: antiradang, antibakteri, memperbaiki

       pencernaan, melancarkan produksi empedu sehingga

       melancarkan pencernaan makanan di lambung &

      mengurangi gas perut.
      Dosis : 30 gram rimpang direbus, airnya diminum.

   2. KUNYIT (Curcuma domestica Val.)
      Khasiat /efek ; antiradang, antibakteri, memperlancar pengeluaran empedu sehingga
      mengurangi perut kembung, mual, dan rasa begah di perut.
      Dosis : 10-25 gram rimpang kunyit, direbus, airnya diminum.
   3. KENCUR (Kaempferia galanga L.)
      Khasiat : antiradang, mengurangi perut kembung, mual, muntah, nyeri, dan sebagai
      penghangat badan.
      Dosis : 10-25 gram rimpang kencur, direbus, airnya diminum.
   4. KAPULAGA (Amomum cardamomum)
      Khasiat : untuk radang lambung, mual, muntah-muntah, perut sebah dan kembung.
      Dosis : 3-5 buah direbus, airnya diminum
   5. DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.)
      Khasiat : antiradang, menguatkan lambung.
      Dosis : 10-15 gram kering atau 90-100 gram segar daun yang telah dikupas kulitnya,
      direbus, diminum.
   6. SAMBILOTO (Andrographis paniculata)
      Khasiat/efek : antiradang, menghilangkan sakit, menghilangkan bengkak
      Dosis : 9 -15 gram sambiloto kering, direbus, airnya diminum.
ALAT PERAGA DALAM PROMOSI KESEHATAN

       Yang dimaksud dengan peraga audio visual aid (AVA) adalah sesuatu yang dapat
dipergunakan untuk membantu dan memperagakan sesuatu dan menyalurkan pesan dari
pengirim pesan (sender) ke penerima pesan (receiver) sehingga dapat menerangkan pikiran,
perasaaan, perhatian dan minat sasaran sedemikian rupa dan akhirnya timbul pemahaman,
pengertian, serta penghayatan dari apa yang diterangkan di dalam proses pengajaran\promosi
kesehatan.

       Adapun yang menjadi tujuan sehingga alat peraga ini menjadi suatu yang penting dalam
proses kegiatan promosi kesehatan adalah sebagai berikut :

   1. Sebagai alat bantu dalam penyuluhan kesehatan.
   2. Untuk menimbulkan perhatian terhadap suatu permasalahan yang dijelaskan.
   3. Sebagai pengingat suatu pesan\informasi.
   4. Untuk menjelaskan fakta-fakta, prosedur, dan tindakan.
   5. Membuat penyajian materi ceramah lebih sistematis dan efektif.

Kegunaan alat peraga :

   1. Dapat menimbulkan minat bagi kelompok sasaran promosi kesehatan.
   2. Dapat menbantu kelompok sasaran promosi kesehatan untuk mengerti lebih baik.
   3. Dapat membantu kelompok sasaran promosi kesehatan untuk mengingat lebih baik.
   4. Membantu kelompok sasaran untuk meneruskan pesan-pesan apa yang diperoleh oleh
       orang lain.
   5. Membantu kelompok sasaran untuk menambah atau membina sikap baru.
   6. Membantu kelompok sasaran untuk melaksanakan apa yang telah dipelajarinya.
   7. Dapat membantu dalam hambatan bahasa.
   8. Dapat mencapai sasaran lebih baik dan banyak.
   9. Membantu kelompok sasaran untuk dapat belajar lebih banyak dan lebih cepat.
   10. Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh.



   Dalam hal ini, alat peraga memiliki manfaat baik bagi si pemberi promosi kesehatan maupun
bagi sipenerima atau sasaran dari kegiatan promosi kesehatan ini, berikut akan dijabarkan secara
ringkas satu persatu manfaat dari alat peraga tresebut :

   1. Manfaat bagi pemberi promosi kesehatan
       a. Memiliki bahan nyata yang ingin disampaikan.
       b. Menambah kepercayaan diri (self confidance) dalam memberikan promosi kesehatan.
       c. Menghindari kejenuhan dalam memberikan promosi kesehatan.
       d. Mengurangi kejenuhan bagi pihak-pihak yang diberikan promosi kesehatan, sehingga
             secara leluasa si pemberi materi promosi kesehatan dapat menentukan variasi dalam
             cara penyampaian.
       e. Sebagai alat yang dapat menuntun dalam penyampain materi promosi kesehatan.
   2. Manfaat bagi penerima promosi kesehatan (sasaran)
       a. Dapat melihat lebih nyata inti materi yang disampaikan sehingga akan lebih mudah
           untuk dicerna.
       b. Dapat menghindari dari kejenuhan dan kebosanan.
       c. Mudah dalam mengingat pesan yang disampaikan oleh pemberi promosi kesehatan.
       d. Dapat mempermudah pengertian sasaran dalam menangkap makna materi yang akan
           disampaikan.

Beberapa ciri-ciri alat peraga :

   1. Merupakan suatu alat yang dapat diraba, dilihat, didengar, serta dapat diamati oleh panca
       indera manusia.
   2. Tekanan utamanya terletak pada benda atau hal-hal yang dapat dilihat dan didengar.
   3. Digunakan dalam rangka hubungan komunikasi dalam ceramah.
   4. Sebagai media pendidikan yang dapat digunakan dalam kegiatan promosi kesehatan
       masyarakat.
   5. Sebagai alat teknis yang erat kaitannya dengan metode promosi kesehatan yang
       diberikan.




MACAM-MACAM ALAT PERAGA PROMOSI KESEHATAN

       Macam-macam alat peraga yang sering dipergunakan dalam kegiatan promosi kesehatan
adalah sebagai berikut :

   1. Papan pengumuman.
   2. OHP (over head projector).
   3. Flif chart (lembar balik) dan penyangganya.
   4. Poster.
   5. Flash card.
   6. Model.
   7. Leaflet
   8. Film.
   9. Slide projector.
   10. Video film.
   11. Bahan-bahan asli seperti bahan makanan, sayuran, oralit dan lain-lain.
Berikut ini akan dijelaskan beberapa alat peraga yang sering dipergunakan dalam kegiatan
promosi kesehatan masyarakat.

1. Papan pengumuman

            Merupakan papan yang berukuran biasa yang berisikan informasi dan dapat
   dipasang di puskesmas, rumah sakit, balai desa atau kantor kecamatan untuk
   menempelkan informasi kesehatan, biasanya papan pengumuman ini berukuran 90 x 129
   cm.

            Papan pengumuman tersebut dapat menempelkan gambar-gambar yang
   mengandung informasi kesehatan, tulisan-tulisan tentang prosedur pelayanan kesehatan
   dan lain sebagainya.




   Keuntungannya :

   a. Dapat dibuat sendiri sesuai dengan keinginan.
   b. Dapat merangsang pengunjung untuk membacanya bila pemasangan cepat.
   c. Menghemat waktu dan dapat mengarahkan pembaca untuk membaca informasi yang
         disajikan sesuai dengan urutan.
   d. Mengajak pembacanya untuk mengetahui suatu program kesehatan atau informasi
         yang dianggap perlu seperti prosedur pembuatan larutan oralit (gula garam), askes
         dan lain-lain.
   e. Sebagai salah satu alternative cara untuk mengingat kembali tentang sesuatau yang
         telah diinformasikan




2. Poster

            Adalah pesan singkat dalam bentuk gambar dengan tujuan untuk mempengaruhi
   individu atau kelompok agar tertarik pada suatu objek materi yang diinformasikan.

   Keuntungannya :

   a. Dapat diperoleh dalam jumlah yang besar.
   b. Dapat disebarluaskan ke pelosok-pelosok yang sulit dijangkau\terpencil.
   c. Dengan gambar yang bagus dan menarik akan dapat membuat orang menjadi tertarik
         dan antusias untuk melihat dan membacanya.
   d. Dapat ditempelkan di tempat-tempat umum dimana orang-orang sering berkumpul.
3. Leaflet

             Adalah selembar kertas yang berisi tulisan cetak tentang suatu masalah khususnya
   untuk suatu sasaran dengan tujuan tertentu. Isi informasi dapat dalam bentuk kalimat
   maupun gambar atau kombinasi.

   Bentuk leaflet :

   a. Tulisan terdiri dari 200-400 huruf dengan tulisan cetak dan biasanya diselingi dengan
      gambar-gambar.
   b. Harus dapat dibaca sekali pandang.
   c. Biasanya berukuran 20 x 30 cm.
   d. Dapat berupa leaflet tentang DBD, penanggulangan diare, imunisasi dan lain-lain.




   Keuntungannya :

   a. Dapat disimpan pada jangka waktu yang lama dan bila lupa akan dapat dilihat dan
      dibuka kembali.
   b. Dapat digunakan sebagai bahan rujukan.
   c. Isi informasi dapat dipercaya karena dicetak dan dikeluarkan oleh instasi yang
      berwenang.
   d. Jangkauannya jauh dan dapat membantu jangkauan media lain.
   e. Bila diperlukan dapat dilakukan pencetakan ulang.
   f. Dapat digunakan sebagai baahn diskusi untuk kesempatan yang berbeda.




   Kerugiannya :

   a. Apabila cetakannya kurang dapat menarik perhatian orang maka kemungkinan orang
      tersebut merasa enggan untuk menyimpannya.
   b. Apabila huruf tulisannya terlalu kecil dan susunannya kurang menarik, kebanyakan
      orang juga malas untuk membacanya.
   c. Tidak bisa dipergunakan oleh orang yang tidak bisa membaca dan menulis.




4. Flash card
             Adalah beberapa kertas atau kartu berukuran + 25 x 30 cm yang berisi suatu
   masalah atau program tertentu. Biasanya tulisan terletak dibaik gambar yang ada pada
   gambar depan.
       Keuntungannya :

       a. Dapat dibawa kemana saja..
       b.   Dapat dipergunakan untuk ahan-bahan penyuluhan kesehatan.
       c. Dapat membantu para penyuluh\pemberi promosi kesehatan yang kurang mampu
            berbicara karena ada materi\tulisan yang ada di halaman belakang
       d. Apabila gambarnya menarik akan dapat menarik perhatian sasaran untuk
            memperhatikan dan mendengarkannya secara tekun.


   5. Flif chart
               Adalah merupakan media penyampaian pesan atau informasi kesehatan yang
       disusun secara berurutan dan berisi tulisan dengan gambar-gambar yang telah disatukan
       dengan ikatan atau ring spiral pada bagian pinggir atas dalam bentuk lembar balik.
       Biasanya dalam bentuk buku dimana tiap lembar (halaman) berisi gambar peragaan dan
       lembar baliknya berisi kalimat sebagai pesan atau informasi yang berkaitan dengan
       gambar tersebut.




TATA CARA PENGGUNAAN ALAT PERAGA

       Dalam penggunaan alat peraga tentunya sangat bergantung pada jenis alat peraga apa
yang dipakainya. Untuk itu kita harus dapat jeli memandang situasi masyarakat dan faktor
sasaran pendidikan yang akan kita hadapi sebelum memberikan kegiatan promosi kesehatan.
Untuk masyarakat yang yang mengalami buta huruf tentunya akan mengalami perbedaan dengan
masyarakat yang mengeyam pendidikan di bangku sekolah. Yang menjadi hal terpenting dalam
kegiatan ini adalah bagaimana alat peraga yang akan kita gunakan dan tampilkan dihadapan
sasaran promosi kesehatan harus menjadi sesuatu yang menarik sehingga akan dapat
menimbulkan minat bagi para pesertanya. Dalam tata cara penggunaan alat peraga AVA
hendaknya perlu memperhatikan beberapa poin penting berikut ini :

   1. Senyum adalah lebih baik, dalam rangka mencari simpati sasaran promosi kesehatan.
   2. Tunjukkan perhatian bahwa hal yang akan dibicarakan\dipergunakan itu adalah penting
       untuk diperhatikan dan dipahami oleh sasaran.
   3. Pandangan mata hendaknya diarahkan ke seluruh pendengar agar mereka tidak
       kehilangan control pihak pendidik.
   4. Ikut sertakan para peserta\pendengar dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk
       memegang dan atau mencoba alat-alat tersebut.
   5. Bila diperlukan berilah selingan humor untuk menghidupkan suasana dan menghilangkan
       rasa kebosanan peserta dalam mendengarkan materi yang disampaikan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM PROSES PENYULUHAN
(PROMOSI KESEHATAN)

           Banyak faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatu penyuluhan
kesehatan masyarakat, apakah itu dari penyuluh, sasaran, atau dalam proses penyuluhan itu
sendiri.

    1. Faktor penyuluh
           a. Kurang persiapan
           b. Kurang menguasai materi yang dijelaskan.
           c. Penampilan kurang meyakinkan sasaran.
           d. Bahasa yang digunakan kurang dimengerti oleh sasaran karena terlalu banyak
              menggunakan istilah-istilah asing.
           e. Suara terlalu kecil dan kurang dapat didengar.
           f. Penyampaian materi penyuluhan terlalu monoton seningga membosankan.


    2. Faktor sasaran
           a. Tingkat pendidikan terlalu rendah sehingga sulit menerima pesan yang disampaikan.
           b. Tingkat social ekonomi terlalu rendah sehingga tidak begitu memperhatikan pesan-
              pesan yang disampaikan, karena lebih memikirkan kebutuhan-kebutuhan lain yang
              lebih mendesak.
           c. Kepercayaan dan dapat kebiasaan yang telah tertanam sehingga sulit untuk
              mengubah, misalnya jika seseorang memakan ikan akan dapat menimbulkan
              cacingan, memakan telur akan mengakibatkan cacingan.
           d. Kondisi lingkungan tempat tinggal sasaran yang tidak mungkin menimbulkan
              perubahan prilaku. Misalnya : masyakat yang tinggal didaerah yang tandus dan sulit
              mendapatkan air yang bersih maka akan sangat menyulitkan untuk memberikan
              penyuluhan kesehatan tentang hygien sanitasi perorangan.


    3. Faktor proses dalam penyuluhan
           a. Waktu penyuluhan tidak sesuai dengan waktu yang diinginkan sasaran.
           b. Tempat penyuluhan dilakukan dekat dengan tempat keramaian sehingga akan
              mengganggu proses penyuluhan kesehatan yang dilakukan.
           c. Jumlah sasaran yang mendengarkan penyuluhan terlalu banyak sehingga sulit untuk
              menarik perhatian dalam memberikan penyuluhan.
           d. Alat peraga dalam memberikan penyuluhan kesehatan kurang ditunjang oleh alat
              peraga yang dapat mempermudah pemahaman sasaran.
           e. Metode yang dipergunakan kurang tepat sehingga membosankan sasaran untuk
              mendengarkan penyuluhan yang disampaikan.
           f. Bahasa yang dipergunakan sulit dimengerti oleh sasaran, karena tidak menggunakan
              bahasa keseharian sasaran.

				
DOCUMENT INFO
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl