Docstoc

fisiologi sistem saraf

Document Sample
fisiologi sistem saraf Powered By Docstoc
					             MAKALAH ANATOMI

                        D

                        I

                        S

                        U

                        S

                        U

                        N

                       OLEH

                  KELOMPOK 3

 1.Febri Wahyu Rizki            6.Khairu Azmi

 2.Heru Setiadi                 7.Khumaini

 3.Ikhwan Irawan                 8.Maiyogi Saifali

 4.Irwanda                      9.Maulida Zusa

 5.Juanda Akbar                10.Maulina Dewi



      DOSEN PEMBIMBING : Drs.Mawar

         KEMENTRIAN KESEHATAN RI

 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RI NAD

PROGRAN STUDI KEPERAWATAN KOTA LANGSA

         TAHUN AJARAN 2010/2011
FISIOLOGI SISTEM SARAF
Sistem saraf terbagi dua : sistem saraf pusat (SSP) dan sistem
saraf tepi (SST). SSP terdiri atas otak dan medula spinalis
sedangkan sistem saraf tepi merupakan susunan saraf diluar SSP
yang membawa pesan ke dan dari sistem saraf pusat. Sistem
persarafan berfungsi dalam mempertahankan kelangsungan
hidup melalui berbagai mekanisme sehingga tubuh tetap
mencapai keseimbangan. Stimulasi yang diterima oleh tubuh
baik yang bersumber dari lingkungan internal maupun eksternal
menyebabkan berbagai perubahan dan menuntut tubuh dapat
mengadaptasi sehingga tubuh tetap seimbang. Upaya tubuh
dalam mengadaptasi perubahan berlangsung melalui kegiatan
saraf yang dikenal sebagai kegiatan refleks. Bila tubuh tidak
mampu mengadaptasinya maka akan terjadi kondisi yang tidak
seimbang atau sakit.
Fungsi Saraf
1. Menerima informasi (rangsangan) dari dalam maupun dari
   luar tubuh melalui saraf sensori . Saraf sensori disebut juga
   Afferent Sensory Pathway.
2. Mengkomunikasikan informasi antara sistem saraf perifer dan
   sistem saraf pusat.
3. Mengolah informasi yang diterima baik ditingkat medula
   spinalis maupun di otak untuk selanjutnya menentukan
   jawaban atau respon.
4. Mengantarkan jawaban secara cepat melalui saraf motorik ke
   organ-organ tubuh sebagai kontrol atau modifikasi dari
  tindakan. Saraf motorik disebut juga Efferent Motorik
  Pathway.


A.Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan medula spinalis. SSP
dibungkus oleh selaput meningen yang berfungsi untuk
melindungi otak dan medula spinalis dari benturan atau trauma.
Meningen terdiri atas tiga lapisan yaitu durameter, arachnoid
dan piamater.
a.Rongga Epidural
Berada diantara tulang tengkorak dan durameter. Rongga ini
berisi pembuluh darah dan jaringan lemak yang berfungsi
sebagai bantalan. Bila cidera mencapai lokasi ini akan
menyebabkan perdarahan yang hebat oleh karena pada lokasi ini
banyak pembuluh darah sehingga mengakibatkan perdarahan
epidural
b.Rongga Subdural
Berada diantara durameter dan arachnoid, rongga ini berisi
berisi cairan serosa.
c.Rongga Sub Arachnoid
Terdapat diantara arachnoid dan piameter. Berisi cairan
cerebrospinalis yang salah satu fungsinya adalah menyerap
guncangan atau shock absorber. Cedera yang berat disertai
perdarahan dan memasuki ruang sub arachnoid yang akan
menambah volume CSF sehingga dapat menyebabkan kematian
sebagai akibat peningkatan tekanan intra kranial (TIK).

1.Sirkulasi Darah pada Sistem Saraf Pusat
Sirkulasi darah pada sistem saraf terbagi atas sirkulasi pada otak
dan medula spinalis. Dalam keadaan fisiologik jumlah darah
yang dikirim ke otak sebagai blood flow cerebral adalah 20%
cardiac out put atau 1100-1200 cc/menit untuk seluruh jaringan
otak yang berat normalnya 2% dari berat badan orang dewasa.
Untuk mendukung tercukupinya suplai oksigen, otak mendapat
sirkulasi yang didukung oleh pembuluh darah besar.
Suplai Darah Otak
1. Arteri Carotis Interna kanan dan kiri
   – Arteri communicans posterior
     Arteri ini menghubungkan arteri carotis interna dengan
     arteri cerebri posterior
   – Arteri choroidea anterior, yang nantinya membentuk plexus
     choroideus di dalam ventriculus lateralis
   – Arteri cerebri anterrior
Bagian ke frontal disebelah atas nervus opticus diantara belahan
     otak kiri dan kanan. Ia kemudian akan menuju facies
     medialis lobus frontalis cortex cerebri. Daerah yang
     diperdarahi arteri ini adalah: a) facies medialis lobus
     frontalis cortex cerebro, b) facies medialis lobus parietalis,
     c) facies convexa lobus frontalis cortex cerebri, d) facies
     convexa lobus parietalis cortex cerebri, e) Arteri cerebri
     media
   – Arteri cerebri media
2. Arteri Vertebralis kanan dan kiri
Arteri Cerebri Media
Berjalan lateral melalui fossa sylvii dan kemudian bercabang-
cabang untuk selanjutnya menuju daerah insula reili. Daerah
yang disuplai darah oleh arteri ini adalah Facies convexa lobus
frontalis coretx cerebri mulai dari fissura lateralis sampai kira-
kira sulcus frontalis superior, facies convexa lobus parielatis
cortex cerebri mulai dari fissura lateralis sampai kira-kira sulcus
temporalis media dan facies lobus temporalis cortex cerebri pada
ujung frontal.
Arteri Vertebralis kanan dan kiri
Arteri vertebralis dipercabangkan oleh arteri sub clavia. Arteri
ini berjalan ke kranial melalui foramen transversus vertebrae ke
enam sampai pertama kemudian membelok ke lateral masuk ke
dalam foramen transversus magnum menuju cavum cranii.
Arteri ini kemudian berjalan ventral dari medula oblongata
dorsal dari olivus, caudal dari tepi caudal pons varolii. Arteri
vertabralis kanan dan kiri akan bersatu menjadi arteri basilaris
yang kemudian berjalan frontal untuk akhirnya bercabang
menjadi dua yaitu arteri cerebri posterior kanan dan kiri. Daerah
yang diperdarahi oleh arteri cerbri posterior ini adalah facies
convexa lobus temporalis cortex cerebri mulai dari tepi bawah
sampai setinggi sulcus temporalis media, facies convexa
parietooccipitalis, facies medialis lobus occipitalis cotex cerebri
dan lobus temporalis cortex cerebri. Anastomosis antara arteri-
arteri cerebri berfungsi utnuk menjaga agar aliran darah ke
jaringan otak tetap terjaga secara continue. Sistem carotis yang
berasal dari arteri carotis interna dengan sistem vertebrobasilaris
yang berasal dari arteri vertebralis, dihubungkan oleh circulus
arteriosus willisi membentuk Circle of willis yang terdapat pada
bagian dasar otak. Selain itu terdapat anastomosis lain yaitu
antara arteri cerebri media dengan arteri cerebri anterior, arteri
cerebri media dengan arteri cerebri posterior.


B.Sistem Saraf Tepi
Kumpulan neuron diluar jaringan otak dan medula spinalis
membentuk sistem saraf tepi (SST). Secara anatomik
digolongkan ke dalam saraf-saraf otak sebanyak 12 pasang dan
31 pasang saraf spinal. Secara fungsional, SST digolongkan ke
dalam: a) saraf sensorik (aferen) somatik : membawa informasi
dari kulit, otot rangka dan sendi, ke sistem saraf pusat, b) saraf
motorik (eferen) somatik : membawa informasi dari sistem saraf
pusat ke otot rangka, c) saraf sesnsorik (eferen) viseral :
membawa informasi dari dinding visera ke sistem saraf pusat, d)
saraf mototrik (eferen) viseral : membawa informasi dari sistem
saraf pusat ke otot polos, otot jantung dan kelenjar. Saraf eferen
viseral disebut juga sistem saraf otonom.Sistem saraf tepi
(Perifer) meliputi saraf kranial, saraf spinal, dan saraf otonom.
a.Saraf kranial
Saraf-saraf kranial merupakan saraf yang datang dari batang
otak. Jumlah saraf ini ada dua belas, sepuluh di antaranya (saraf
III-X) berasal langsung dari batang otak. Saraf-saraf ini terdiri
dari N. olfaktori (I), N. optikus (II), N. okulomotoris (III), N.
troklearis (IV), N. trigeminus (V), N. abducens (VI), N. facialis
(VII), N. vestibulokoklearis (VIII), N. glosofaringeus (IX), N.
vagus (X), N. asesorius (XI), dan N. hipoglosus (XII).
Digolongkan secara arah penghantaran impulsnya, saraf I, II,
dan VIII merupakan berkas saraf sensoris, saraf III, IV, VI, XII
merupakan saraf motoris, sedangkan saraf V, VII, IX, X, dan XI
merupakan saraf sensoris-motoris.

No Saraf           Sensoris/motoris Nuklei        Fungsi

I   Olfaktori      Sensoris          Nuklei       Mentransmisikan
                                     olfaktori    informasi
                                     anterior     penciuman
II Optikus      Sensoris         Nuklei     Mentransmisikan
                                 geniculate informasi
                                 lateral    pendengaran

III Okulomotoris Motoris         Nuklei      Mengatur
                                 okulomotor, pergerakan bola
                                 nuklei      mata
                                 Edinge-
                                 Westphal

IV Troklearis   Motoris          Nuklei     Depresi dan
                                 troklear   rotasi lateral
                                            bola mata

V Trigeminus    Sensoris-motoris Nuklei     Menerima
                                 trigeminal sensasi bagian
                                            wajah

VI Abducens     Motoris          Nuklei     Mempersarafi
                                 abducens   rektus larteral
                                            yang menjauhi
                                            mata

VII Facialis    Sensoris-motoris Nuklei     Menerima
                                 facialis   sensasi 2/3
                                            bagian lidah dan
                                            mempersarafi
                                            kelenjar saliva
VIII Akustikus    Sensoris          Nuklei      Sensitif terhadap
                                    vestibular, bunyi, rotasi dan
                                    nuklei      gravitasi
                                    koklear

IX Glosofaringeus Sensoris-motoris Nuklei        Menerima
                                   ambiguus, sensasi 1/3
                                   nuklei saliva bagian lidah,
                                   inferior,     mempersarafi
                                   nuklei        kelenjar parotis
                                   solitari

X Vagus           Sensoris-motoris Nuklei      Mempersarafi
                                   ambiguus, laringeal dan
                                   nuklei      faringeal,
                                   motor vagal mempersarafi
                                   dorsal,     secara
                                   nuklei      parasimpatis
                                   solitari    visera toraks dan
                                               abdominal

XI Asesorius      Sensoris-motoris Nuklei    Mengontrol
                                   ambiguus, pergerakan leher
                                   nuklei
                                   asesoris
                                   spinal
XII Hipoglosus     Motoris           Nuklei      Mempersarafi
                                     hipoglossal lidah, penting
                                                 untuk
                                                 mengunyah dan
                                                 artikulasi

b.Saraf spinal
Saraf-saraf spinal merupakan saraf yang datang dari korda
spinalis. Saraf spinal secara umum terdiri dari saraf aferen dan
eferen, di mana serabut untuk saraf aferen berupa dua serabut
dorsal yang keluar dari substansi grisea, dan saraf eferen berupa
empat serabut ventral yang keluar dari substansi alba. Saraf
spinal terdiri dari 8 pasang saraf bagian servikal, 12 pasang saraf
bagian torakal, 5 pasang saraf bagian lumbal, 5 pasang saraf
bagian sakral, dan 1 pasang saraf bagian koksigeal.
c.Saraf otonom
Saraf otonom terdiri atas neuron yang terdapat pada susunan
saraf pusat dan berhubungan dengan ganglion otonom. Jalur
saraf otonom yang berjalan dari susunan saraf pusat terdiri dari
dua neuron, yaitu neuron praganglion dan neuron pascaganglion.
Saraf otonom dibagi menjadi saraf simpatis (terletak di daerah
torakolumbal) dan saraf parasimpatis (terletak di daerah kranial
dan sakral). Saraf simpatis ditujukan untuk situasi darurat dan
aktifitas yang memerlukan tenaga besar, sedangkan saraf
parasimpatis ditujukan untuk situasi yang tenang/rileks serta
aktifitas umum seperti mencerna.
C.5 MACAM PENYAKIT PADA SISTEM SARAF
Penyakit berat seperti diabetes, kanker, stroke atau jantung
sudah banyak diketahui orang. Tapi sebenarnya masih ada
penyakit lainnya yang terbilang langka. 5 penyakit paling langka
di dunia yang terbanyak berhubungan dengan saraf:

1. Progressive Multifocal Leukoencephalopathy (PML)
PML adalah gangguan saraf yang ditandai dengan penghancuran
myelin, yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut
saraf pada sistem saraf pusat dan sumsum tulang belakang.
Penyakit ini disebabkan oleh virus JC. Virus ini ditemukan pada
85 persen populasi dewasa pada umumnya, tapi virus ini tetap
tidak aktif selama orang tetap sehat dan sistem kekebalan kuat.
PML terjadi pada 1 dari 200.000 orang.

2. Paraneoplastic Neurologic Syndromes (PNS)
PNS adalah kondisi yang mempengaruhi sistem saraf, yaitu
otak, sumsum tulang belakang, saraf juga otot. Istilah
‘paraneoplastic’ berarti sindrom saraf tidak disebabkan oleh
tumor sendiri, tapi oleh reaksi kekebalan tubuh yang
menghasilkan tumor tersebut. Pada banyak pasien, respons imun
dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf yang jauh melebihi
kerusakan yang dilakukan tumor.

3. Penyakit Dercum
Penyakit dercum adalah gangguan yang jarang terjadi, ditandai
dengan beberapa pertumbuhan jaringan lemak (lipoma) yang
menyakitkan. Pertumbuhan ini biasanya terjadi di tangan, lengan
atas, kaki bagian atas, juga di bawah kulit (subkutan).
Penyakit Dercum sering menyebabkan rasa sakit yang luar
biasa. Dalam beberapa kasus, individu yang terkena mungkin
juga mengalami kenaikan berat badan, depresi, kelesuan, dan
kebingungan. Penyebab pasti dari penyakit Dercum yang tidak
diketahui.

4. Penyakit Fahr
Penyakit Fahr merupakan gangguan saraf degeneratif yang
jarang terjadi. Ini dicirikan dengan deposit kalsium abnormal
(kalsifikasi) dan hilangnya sel yang terkait di daerah tertentu
dari otak, seperti ganglia basal.
Penyakit Fahr dapat menyebabkan kerusakan kemampuan
kognitif (demensia), hilangnya kemampuan motorik, kekakuan
otot, kelumpuhan dan bahkan kebutaan.

5. Penyakit Devic
Penyakit Devic atau Neuromyelitis Optica adalah gangguan
kronis jaringan saraf ditandai oleh peradangan pada saraf optik
(optik neuritis) dan peradangan pada saraf tulang belakang
(mielitis). Pada tahap awal, gejala penyakit Devic mungkin sama
dengan multiple sclerosis.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1828
posted:5/20/2011
language:Indonesian
pages:11
mr doen mr doen mr http://bineh.com
About just a nice girl