askep kelompok 7 by anamaulida

VIEWS: 319 PAGES: 10

									                              Askep pada klien Tifus abdominalis



   1. Konsep dasar

   A. Definisi


Tifus abdominalis (demam tifoid, enteric fever) ialah penyakit infeksi akut yang biasanya
mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran gangguan
kesadaran (Mansjoer,2000).

Tifus abdominalis ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan
dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan pada pencernaan, dan gangguan
kesadaran. (Ngastiyah, 1997)

   B. Etiologi

Penyebab penyakit ini adalah salmonella typhoya, basil gram negatif yang bergerak dengan bulu
gerak,tidak berspora. Mempunyai sekurang-kurang 3 macam antigen yaitu antigen O (somatick,
terdiri dari zat kompleks Lipopolisakarida), antigen H (Flagella) dan antigen Vi. (Ngastiyah,
1997).

   C. Patofisiologi

Menurut Suriadi dan Rita (2001), patofisiologi penyakit Tifus abdominalis adalah :

a). Kuman masuk melalui mulut. Sebagian kuman akan di musnahkan dalam lambung oleh
asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus, ke jaringan limfoid dan berkembang biak
menyerang Vili usus halus kemudian.

b). Gangguan pada saluran pencernaan

    Pada mulut terdapat nafas berbau tidak sedap, bibir kering pecah-pecah (ragaden). Lidah
tertutup selaput putih kotor (coated tongue), ujung dan tepinya kemerahan, jarang di sertai
tremor. Pada abdomen dapat ditemukan keadaan perut kembung (meteorismus). Hati dan limpa
membesar di sertai nyeri pada perabaan. Biasanya sering terjadi konstipasi tetapi dapat diare atau
normal.

c). Gangguan kesadaran
    Umumnya kesadaran umum pasien menurun walaupun tidak berapa dalam, yaitu apatis
sampai somnolen. Jarang terjadi spoor, koma atau gelisah (kecuali penyakitnya berat dan
terlambat mendapat pengobatan). Disamping gejala-gejala tersebut terdapat gejala lainnya.


   D. Tanda dan Gejala

Menurut suriadi dan rita (2001) pada gangguan dan anggota gerak dapat di temukan roseula,
yaitu bintik-bintik kemerahan karena omboli basil dan kapiler kulit, yang dapat di temukan pada
minggu pertama demam. Kadang-kadang di temukan pula bradikardia dan epistaksis pada anak
besar.

   E. Komplikasi

Komplikasi penyakit tifus abdominalis menurut Corwin (2001) dapat terjadi:

a). Kadang-kadang suatu ulkus menembus seluruh lapisan mukosa sehingga terjadi perforasi
usus. Karena isi usus tidak steril, hal ini dapat menyebabkan infeksi rongga abdomen.

b). Obstruksi Lumen saluran GI dapat terjadi akibat peradangan. Obstruksi paling sering terjadi
di saluran sempit antara lambung dan usus halus. Obstruksi menyebabkan perasaan distensi
lambung, perasaan penuh, mual dan muntah.

c). Dapat terjadi perdarahan apabila ulkus menyebabkan erosi suatu arteri atau vena di usus.
Apabila perdarahannya hebat dan mendadak, maka dapat timbul gejala-gejala syok. Apabila
perdarahannya lambat dan samar, maka dapat terjadi anemia hipokromik mikrositik.

   F. Pemeriksaan Diagnostik

Menurut Suriadi dan Rita (2001), pemeriksaan diagnostik pada kasus Tifus abdominalis adalah :

a). Pemeriksaan darah tepi, leucopenia, limfositis, aneosinofilia, anemia dan trombositopenia.

b). Pemeriksaan sumsum tulang : menunjukkan gambaran hiperaktif sumsum tulang.

c). Biakan empedu : terdapat Basil salmonella typhosa pada urine dan tinja pada pemeriksaan
selama dua kali berturut-turut tidak di dapatkan Basil Salmonella Typhosa pada urine dan tinja,
maka pasien dinyatakan betul-betul sembuh.

d). Pemeriksaan widal : di dapatkan titer terhadap O 1/200 atau lebih, sedangkan titer terhdap
antigen H walaupun tinggi akan tetapi tidak bermakna untuk menegakkan diagnose karena titer
H dapat tetap tinggal setelah di lakukan immunisasi atau bila penderita telah lama sembuh.
   G. Penatalaksaan Medis

Secara teoritis menurut trerney (2002), penatalaksanaan medik pada kasus tifus abdominalis
mencakup:

a)isolasi pasien, desifeksi pakaian atau ekskreta.

Lama, lemah, anoreksia dan lain-lain. Istirahat selama demam sampai dengan 2 minggu setelah
suhu normal kembali (istirahat total) kemudian boleh duduk, jika tidak demam boleh berdiri dan
berjalan di ruangan.



   2. Pengkajian

Nama:Ny.M

Umur:40 thn

Jenis Kelamin:Perempuan

Status perkawinan:Menikah

Agama:Islam

Suku:Aceh

Pendidikan:SLTA

Pekerjaan:Ibu RT

Diagnosa medic: Tifus abdominalis

Tgl masuk:

Tgl pengkajian:

Alamat: BTN Seringit
1. Riwayat kesehatan

a) Keluhan utama

 Pasien datang dengan keluhan badan demam suhu tubuh 39 c, badan terasa lemas, kepala
pusing, perut mual dan muntah lebih kurang 1 minggu yang lalu.

b) Riwayat penyakit

Pasien mengalami demam hilang timbul sejak 1 minggu yang lalu. Suhu tubuh pasien
meningkat akibat terlalu lelah berjalan kaki serta makan yang tidak teratur.

c) Riwayat kesehatan masa lalu

 Selamanya pasien tidak pernah menderita penyakit seperti yang di alami sekarang dan tidak
pernah menderita penyakit menular serta penyakit keturunan, hanya penyakit ringan biasa seperti
flu, demam dan batuk pilek biasa.

d) Riwayat kesehatan keluarga

 Dalam keluarga pasien tidak ada anggota keluarga yang pernah menderita atau keluhan yang
sama seperti yang diderita pasien saat ini, dan juga tidak ada yang menderita penyakit
menular/penyakit keturunan, hanya sering mengalami penyakit ringan seperti influenza, batuk-
batuk biasa, dan demam ringan.

e.Pemeriksaan fisik

1)Tanda-tanda vital:

 -keadaan umum: lemah

 -tingkat kesadaran: compos mentis

 -tekanan darah: 110/80 mmHg

 -denyut nadi: 80x/m

 -respirasi: 24x/m

 -temperatur: 39 c

2) Pengkajian system

-kepala: bentuk kepala simetris, rambut hitam, kulit kepala bersih

-mata: mata berbentuk bulat, posisi simetris antara keduanya dan pupil 1 sekor serta

 Visus normal, pasien tidak memakai alat bantu untuk melihat.
-hidung/penciuman: hidung mancung, tidak ada peradangan, atau kerusakan yang lain

 Dan fungsi penciuman baik.

-telinga/pendengaran: bentunya normal dan simetris antara sebelah kanan dan kiri

 tidak ada peradangan, pendarahan, dan cairan serta mempunyai fungsi pendengaran

 yang baik.

-mulut dan bibir: mukosa bibir kering, lidah mampu mengecap dengan baik. Karena pasien
dapat membedakan pahit, manis, asam dan asin, dan tidak berasa. Gigi masih dalam keadaan
utuh baik yang diatas maupun yang di bawah serta dalam keadaan bersih, tidak di jumpai karies
dan plak.

-leher: pada leher tidak di jumpai adanya pembengkakan kelenjar getah bening dan tiroid serta
tidak di jumpai peninggian vena jugu laris.

-thorak: bentuk dada simetris, respirasi teratur bunyi nafas vaskuler tidak di jumpai kelainan
pada sekitar dada.

-abdomen: pada pemeriksaan auskultasi di jumpai suara bising usus, dengan frekuensi peristaltic
20x/m terdengar suara pekak saat di perkusi. Pada aplikasi tidak di jumpai pembesaran pada
organ.

-genetalia: tidak terpasang kateter serta tidak ada di jumpai kelainan.

-ekstermitas atas kanan dan kiri: rentang gerak tangan kanan dan kiri dalam keadaan normal,
begitu juga fungsinya. Hanya saja tangan kanan terpasang infus sehingga mengganggu
pergantian.

-ekstermitas bawah kanan dan kiri: kaki kanan dan kiri dalam keadaan normal, mempunyai
fungsi yang baik tidak di jumpai lesi dan kelainan yang lain.

-integrumen: kulit pasien kelihatan kering dengan warna kulit sawo matang dan dalam keadaan
pucat. Walaupun tampak bersih dan turgor kulit pasien kurang baik.



                                            Data focus

Ds:- pasien mengatakan “badan saya demam”

   -pasien mengatakan “saya tidak nafsu makan, perut terasa mual di sertai muntah”

   -pasien mengatakan “saya buang air besar mencret”
Do: -suhu tubuh :39 c

    -gelisah

   -lidah kotor dan pecah-pecah

   -kulit hangat ketika di sentuh

   -porsi makan yang di sediakan hanya 1/3 porsi yang mampu dihabiskan

   -muntah

   -nyeri tekan pada abdomen

   -buang air besr 3 kali sehari disertai ampas



                                             Analisa data
       No. Data                                     Etiologi             Masalah
       1   Ds: pasien mengatakan “badan saya        Infeksi akut         Hiperthermi
           demam”
           Do:
           -suhu tubuh : 39C
           -gelisah
           -lidah kotor dan pecah-pecah
           -kulit hangat disentuh
       2   Ds: pasien mengatakan “saya tidak        Masukan makanan      Perubahan nutrisi
           nafsu makan, perut terasa mual           tak adekuat          kurang dari
           disertai muntah”                                              kebutuhan tubuh
           Do:
           -porsi makan yang disediakan hanya
           1/3 porsi yang mampu dihabiskan
           -muntah
           -nyeri tekan pada abdomen
       3   Ds: pasien mengatakan “saya buang        Pemasukan penyakit   Resiko terhadap
           air besar mencret”                                            kekurangan volume
           Do:                                                           cairan
           -muntah
           -buang air besar 3 kali sehari disertai
           ampas
           -turgor kulit jelek
           -membran mukosa kering
                             Rencana asuhan keperawatan


No. Diagnosa keperawatan     Tujuan            Intervensi       Rasional
1   Hipertensi               Setelah           a.pantau suhu    a.suhu tubuh 38,9 C
    berhubungan dengan       dilakukan         tubuh pasien,    menunjukkan
    infeksi akut di tandai   tindakan          perhatikan       proses penyakit
    dengan:                  keperawatan       menggigil dan    infeksi akut. Pola
                             3x24 jam          kenaikan suhu    demam dapat
     Ds: pasien mengatakan diharapkan dapat    tubuh.           membantu dalam
     “badan saya demam”      menunjukkan       b.pantau suhu    menegakkan
     Do:                     penurunan suhu    lingkungan,      diagnosis menggigil
     -suhu tubuh : 39C       tubuh dalam       batasi/tambahan  sering mendahului
     -gelisah                batas normal      linen tempat     puncak suhu.
     -lidah kotor dan pecah- dengan kriteria   tidur, sesuai    b.suhu ruangan
     pecah                   hasil:            indikasi.        selimut harus di
     -kulit hangat disentuh  suhu tubuh 37 C   c.berikan        ubah untuk
                             a.suhu tubuh 37   kompres air      mempertahankan
                             C                 hangat dan       suhu mendekati
                             b.badan tidak     menghindari      normal.
                             hangat waktu di   penggunaan       c.dapat membantu
                             sentuh dan        kompres          mengurangi demam,
                             relatif sama di   dengan alcohol   penggunaan air es
                             seluruh tubuh.                     atau alcohol
                                                                mungkin
                                                                menyebabkan
                                                                kedinginan,
                                                                peningkatan suhu
                                                                secara actual.
2    Perubahan nutrisi     Setelah             a.buat tujuan    a.malnutrisi adalah
     kurang dari kebutuhan dilakukan           berat badan      kondisi gangguan
     tubuh berhubungan     tindakan            minimum dan      minat yang
     dengan masukan        keperawatan 3 x     kebutuhan        menyebabkan
     makanan tak adekuat   24 jam              nutrisi harian.  depresi.
     ditandai dengan:      diharapkan pola     b.timbang berat b.memberikan
                           kebutuhan           badan setiap     informasi tentang
     Ds: pasien mengatakan nutrisi terpenuhi   hari.            kebutuhan
     “saya tidak nafsu     dengan kriteria     c.dorong tirah   diet/keefektifan
     makan, perut terasa   hasil:              baring dan       terapi.c.menurunkan
     mual disertai muntah” a.porsi makan       pembatasan       kebutuhan
     Do:                   yang di sediakan    aktivitas selama metabolic untuk
     -porsi makan yang     dapat di            fase sakit akut. nmencegah
     disediakan hanya 1/3  habiskan.                            penurunan kalori
     porsi yang mampu      b.muntah                             dan simpanan
     dihabiskan            c.nyeri tekan                        energy
     -muntah               abdomen.
     -nyeri tekan pada
     abdomen
3    Resiko terhadap         Setelah            a.awasi            a.memberikan
     kekurangan volume       dilakukan          masukan dan        informasi tentanng
     cairan berhubungan      tindakan           haluaran           keseimbangan
     dengan pemasukan        keperawatan 3 x    karateristik dan   cairan dan juga
     dan pengeluaran yang    24 jam             jumlah muntah      merupakan
     tidak ditandai dengan:  diharapkan dapat   pasien.            pedoman untuk
                             mempertahankan     b.observasi        mengganti cairan
     Ds: pasien mengatakan volume cairan        membrane           yang hilang.
     “saya buang air besar   yang adekuat       mukosa dan         b.menunjukkan
     mencret”                dengan kriteria    turgor kulit.      kehilangan cairan
     Do:                     hasil:             c.pertahankan      yang berlebihan.
     -muntah                 a.membran          tirah baring dan   c.kolon istirahat
     -buang air besar 3 kali mukosa lembab      hindari bekerja.   untuk
     sehari disertai ampas   dan turgor kulit                      menyembuhkan dan
     -turgor kulit jelek     normal.                               untuk menurunkan
     -membran mukosa         b.diare                               kehilangan cairan
     kering                  c.muntah                              tubuh.




                              Catatan perkembangan
No. Tanggal/jam     Implementasi                                   Evaluasi
1   28 juli 2010    a.memantau suhu tubuh pasien, perhatikan       S: pasien
    08.30-09.10     menggigil dan kenaikan suhu tubuh.             mengatakan “badan
    Wib             b.memantau suhu lingkungan,                    saya masih
                    batasi/tambahan linen tempat tidur, sesuai     demam”.
                    indikasi.                                      O:
                    c.memberikan kompres air hangat dan            -suhu tubuh 38,5 C
                    menghindari penggunaan kompres dengan          -gelisah
                    alcohol                                        -lidah kotor
                                                                   -suhu kulit hangat
                                                                   saat di palpasi
                                                                   A: masalah belum
                                                                   teratasi
                                                                   P: intervensi
                                                                   keperawatan di
                                                                   teruskan.
2    28 juli 2010   a.membuat tujuan berat badan minimum dan       S: pasien
     10.30-11.30    kebutuhan nutrisi harian.                      mengatakan “saya
     wib            b.menimbang berat badan setiap hari.           tiodak nafsu makan,
                    c.mendorong tirah baring dan pembatasan        dan perut saya
                    aktivitas selama fase sakit akut.              masih terasa mual
                                                               disertai muntah”.
                                                               O:
                                                               --porsi makan yang
                                                               disediakan hanya
                                                               1/3 porsi yang
                                                               mampu dihabiskan
                                                               -muntah
                                                               -nyeri tekan pada
                                                               abdomen
                                                               A: masalah belum
                                                               teratasi.
                                                               P: intervensi
                                                               keperawatan di
                                                               teruskan.
3   28 juli 2010   a.megawasi masukan dan haluaran             S: pasien
    12.30-15.00    karateristik dan jumlah muntah pasien.      mengatakan “buang
    wib            b.mengobservasi membrane mukosa dan         air besar masih
                   turgor kulit.                               mencret dan terasa
                   c.mempertahankan tirah baring dan hindari   lemah”.
                   bekerja.                                    O:
                                                               -muntah
                                                               -buang air besar 3
                                                               kali sehari disertai
                                                               ampas
                                                               -turgor kulit jelek
                                                               -membran mukosa
                                                               kering
                                                               A: masalah belum
                                                               teratasi
                                                               P: intervensi
                                                               keperawatan di
                                                               teruskan.
Daftar pustaka

								
To top