Docstoc

Tanasul Ed 01 - Ah Cuma Mitos, Jangan Salah Informasi, Saatnya Kenali Masalah Kespro Kita

Document Sample
Tanasul Ed 01 - Ah Cuma Mitos, Jangan Salah Informasi, Saatnya Kenali Masalah Kespro Kita Powered By Docstoc
					Juni - Juli 2010




            Risalah Kesehatan untuk Kemaslahatan




                     Mitos Kesehatan Reproduksi
                      dan Kedaulatan atas Tubuh



                                         Oleh Turisih Widyawati
                                                                  
    Salam sahabat TANASUL,                                                                                                Sapa Redaksi - 2
           Kami bersyukur dan sangat berbahagia, karena tiba juga                                                               Mawqifuna
    saatnya kami menjumpai sahabat TANASUL semuanya. Menjumpai                                             MENGAPA TANASUL?
    sahabat melalui bulletin mungil ini, bukan sekadar untuk berbagi                                         Memenuhi Kesehatan
    informasi seputar isu kesehatan reproduksi (Kespro). Tetapi juga                                   Reproduksi, Menyelamatkan
    mengajak sahabat untuk berbagi informasi tentang pengalaman                                            Kehidupan Manusia - 3
    seputar Kespro.                                                                                                          Kabar Santri
           Maka jangan heran kalau di dalam TANASUL ada rubrik Santri                                             Ah, Cuma Mitos!
    Bertanya. Di rubrik-rubrik tersebut, kami akan dengan senang                                   Jangan Salah Informasi, Saatnya
    hati dan setia mendengarkan kisah sahabat semuanya. Karena                                      Kenali Masalah Kespro Kita - 4
    kami ingin benar-benar menjadi salah satu sahabat dari sahabat
    TANASUL.                                                                                                 Fakta Pemahaman Santri
                                                                                                                   tentang Kespro - 7
           Untuk sebuah awal, kami berharap bulletin ini bisa
    memberikan media alternative yang memberikan informasi                                                                Pesantren Kita
    tentang pentingnya hak-hak kesehatan reproduksi (Kespro). Seperti                                            Menengok Ponpes
    di edisi perdana ini, dalam rubric Kabar Santri, kami ingin berbagi                                    “Pondok Jambu” Babakan
    tentang mitos-mitos seputar Kespro yang selama ini dipahami oleh                                                 Ciwaringin - 8
    santri puteri.
           Berangkat dari pengalaman melakukan pendampingan untuk                                                           Munadhoroh
    pendalaman isu kesehatan reproduksi remaja pada kelompok                                                      Mitos Kesehatan
    muda Bayt al Hikmah yang telah berlangsung sejak tahun 2007,                                        Reproduksi dan Kedaulatan
    Fahmina-institute Cirebon merasakan perlu melakukan perluasan                                                  atas Tubuh - 10
    wilayah dampingan kepada kelompok muda di pesantren.
                                                                                                                           Bahtsul Kitab
           Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan
    kesehatan masyarakat, khususnya remaja pesantren secara                                                           Perempuan dalam
    optimal dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan                                                      Kitab Safinah - 11
    (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan                                                                     Khazanah
    penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang
                                                                                                       Rahasia Haid Pertamaku - 12
    dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan.
           Selain Kabar Santri, kami juga berbagi tentang profil                                                     Santri Bertanya,
    Pondok Pesantren “Pondok Jambu” di Ciwaringin. Tidak lupa kami                                                  Tanasul Menjawab
    menyorot sejumlah aktifitas santri di dalamnya. Wawasan sahabat                                                Bagaimana Islam
    TANASUL akan lebih kaya dengan membaca opini salah satu                                                    Membicarakan tentang
    sahabat kita dalam rubrik Munadhoroh, Bahtsul Kitab, dan Dunia                                                  Seksualitas? - 14
    TANASUL. Jangan lupa, kita rileks sebentar melihat aksi sahabat
                                                                                                                                      Rihlah
    santri di rubrik Rihlah.
                                                                                                                    Semarak Haul:
    Selamat membaca…                                                                                 Ajang Santri Unjuk Kreasi - 15
    (Red)                                                                                                          Dunia Tanasul - 15

        PEnAnggUngJAwAb            rEDAKTUr Ahli                                              rEDAKTUr PElAKsAnA PEnErbiT
        KH. Husein Muhammad        Lies Marcoes-Natsir, MA. (fahmina-institute),             Komala Dewi, Masyithoh,
                                   Faqihuddin Abdul Kodir, MA. (fahmina-institute),           Pipih Indah Permatasari,
             PEmimPin UmUm         KH. Mufid Dahlah (PP. Istiqomah Buntet),                 Azwar Anas AS, Lili Faridah   Jl Suratno No. 37
                 Marzuki Wahid     Ny Hj Roudhoh (PP. As Sai’diyyah Gedongan),                      Turisih Widiyowati,   Cirebon Jawa Barat
                                   Ny. Hj. Thoyyibah (PP. al-Salafiyah Bode),                            Sanusi Ahmad,    Indonesia 45124
                                   Ny. Hj. Afwah Mumtazah (PP. Kempek),                                Firman Setiana,    Telp./Fax. (0231) 203789
            PEmimPin rEDAKsi
                                   Ny. Hj. Fuaidiyah (PP. Dar al-Tauhid Arjawinangun),          Ima Khusnul Khotimah,     website:
                        Alimah
                                   Ny. Hj. Masriyah Amva (PP. Jambu Babakan),                                             www.fahmina.or.id,
                                   Ny. Hj. Izzah Syatori (PP. Bappenpori Babakan),                  sETTing lAyoUT
              DEwAn rEDAKsi                                                                                               e-Mail:
                                   KH. Syakur Yasin, Lc, MA (PP. Candang Pinggan),                               an@nd
     Rozikoh, Alifatul Arifiati,                                                                                          fahmina@fahmina.or.id
                                   KH. Hidayah Tamam (PP. Al-Ghazali Rajagaluh),
          Maemunah Mudjahid,       KH. Maman Immanul Haq (PP. Al Mizan Majalengka),
            Satori, Obeng NR,                                                                                PrinTing     didukung oleh
                                   KH. Aminuddin Aziz (PP. Roudhatul Mubtadiin Majalengka),
    Nurul Huda, Ade Duryawan,      KH. Affandi Ismail (PP. Al Sakinah Indramayu),                 CV. Teguh Gumilang
                Erlinus Thahar     KH. Aziz (PP. Nurul Huda Kuningan),
                                   KH. Cucun Mansur (PP. Miftahuttholibin Kuningan)




                           MENGAPA TANASUL?
                           Memenuhi Kesehatan Reproduksi,
                           Menyelamatkan Kehidupan Manusia
Marzuki Wahid




T
          anasul (bahasa Arab) berarti reproduksi.      boleh ada kecemburuan atas kepemilikan masing-
          Umum diketahui bahwa reproduksi               masing. Ini adalah kodrat, takdir Allah SWT yang
          adalah proses biologis di mana individu       tidak bisa ditawar.
organisme baru diproduksi. Reproduksi adalah                   Akan tetapi dalam kenyataannya,
cara dasar mempertahankan diri oleh semua               pembedaan, pengucilan, pengurangan hak, dan
bentuk kehidupan. Setiap individu organisme hadir       ketidakadilan telah terjadi. Bukan dari Tuhan,
sebagai hasil dari suatu proses reproduksi generasi     pencipta kesempurnaan organ reproduksi,
sebelumnya.                                             melainkan oleh manusia sendiri atas dasar relasi
       Reproduksi manusia sebenarnya bukan              kuasa. Perempuan biasanya berada dalam pihak
sekadar organ, fungsi, dan sistem yang semata-          yang dipojokkan, direndahkan, diremehkan,
mata biologis, melainkan juga paradigma                 dijadikan obyek, dan diposisikan secara tidak
(kerangka pandang) terhadap kehidupan.                  manusiawi. Persepsi, pandangan, dan pemahaman
Reproduksi manusia bukan ‘mesin foto copy’              ini tersebar ke dalam berbagai buku pelajaran,
atau ‘mesin cetak’ yang bisa dieksploitasi dan          cerita-cerita, legenda, mitologi, hukum positif, dan
digunakan sewenang-wenang, melainkan                    pemahaman agama—di antaranya kitab kuning.
kesehatan dan kebaikannya harus selalu dijaga.                 Itulah yang dalam ilmu pengetahuan sosial
Keberadaannya menyatu dan menjadi bagian dari           kita disebut “gender”, yakni konstruksi sosial-bu-
kehidupan manusia sendiri.                              daya atas laki-laki dan perempuan, atau jenis kela-
       Reproduksi dilakukan dalam dua cara:             min sosial; suatu jenis kelamin yang didasarkan
seksual dan aseksual. Dalam reproduksi aseksual,        bukan pada kepemilikan organ seks, melainkan
suatu individu dapat melakukan reproduksi               pada persepsi, cara pandang, dan pemahaman
tanpa keterlibatan individu lain. Pembelahan sel        masyarakat. Dalam kaitan dengan seks biasa dise-
bakteri menjadi dua sel adalah contoh reproduksi        but seksualitas (sexuality, al-jinsiyyah).
aseksual. Kebanyakan tumbuhan juga memiliki                    Atas dasar apapun, ketidakadilan dan
kemampuan berreproduksi secara aseksual.                diskriminasi gender atau seksual tidak bisa
       Sementara reproduksi seksual                     dibenarkan. Relasi gender ataupun relasi seksual
membutuhkan keterlibatan dua individu, biasanya         harus berada dalam jangkar keadilan, kesetaraan,
dari jenis kelamin yang berbeda. Reproduksi             dan kemuliaan kemanusiaan sebagai makhluk
manusia normal adalah wujud nyata reproduksi            Allah. Ini adalah hak asasi manusia yang mutlak
seksual. Atas dasar ini, organ-organ reproduksi         dipenuhi. Kesehatan reproduksi dan seksualitas
juga sering disebut organ seks. Organ ini sekaligus     adalah bagian dari hak-hak asasi ini. Manusia
menjadi ciri fisik dan biologis (jenis kelamin) laki-   memiliki kedaulatan atas tubuhnya, termasuk
laki dan perempuan (sex, al-jins). Secara seksual,      seksualitasnya.
perbedaan laki-laki dan perempuan gamblang dan                 Memenuhi kesehatan reproduksi dan
terang-benderang.                                       seksualitas berarti menyelamatkan kehidupan
       Meski berbeda, keberadaan reproduksi             manusia, dan sekaligus mensyukuri karunia agung
laki-laki dan perempuan tidak untuk dibeda-             yang diberikan Allah kepada kita. Mari kita rayakan
bedakan. Keduanya saling membutuhkan sebagai            kedaulatan dan hak-hak reproduksi dan seksualitas
kelengkapan yang utuh dan sempurna. Tidak               kita!!!




                                                                                                               3
      Ah, Cuma Mitos!
Jangan Salah Informasi,
      Saatnya Kenali Masalah Kespro Kita


          Kesehatan reproduksi
                                    F
                                             atimah (15 tahun), bukan nama
           adalah keadaan fisik,             sebenarnya, mengaku sering

    mental, kelaikan sosial yang             mengalami keputihan berlebih.
                                    Santri puteri di salah satu Pondok Pesantren
      menyeluruh dalam segala       (Ponpes) ini memang tergolong aktif. Selain
                                    melakukan aktifitas di Ponpes dan sekolah
         hal yang berhubungan       formal, dia juga aktif dalam kegiatan ekstra
      dengan sistem reproduksi      kurikuler di sekolahnya. Tentang masalah
                                    keputihan yang membuatnya cukup tak
      berikut fungsi-fungsi dan     nyaman, dia hanya mampu berkeluh kesah
             proses-prosesnya.”     kepada beberapa teman santrinya.
                                          Jika sudah begitu, biasanya sang
            “...hak laki-laki dan   teman hanya menasehatinya: “Jangan
              perempuan untuk       memakan ini, itu.” Yakni, makanan tertentu
                                    yang dianggap menyebabkan keluarnya
          memperoleh informasi      keputihan berlebih, seperti bengkoang,
                                    kacang panjang, kubis, nanas, taoge,
      dan mendapat akses pada       semangka, bonteng, melon, durian, dan
    perencanaan keluarga yang       terutama pisang ambon.
                                          “Kalau makan duren katanya bisa
      aman, efektif, terjangkau,    menyebabkan keputihan. Kalau makan
     dan layak, atas pilihannya     bengkoang, pernah nyoba, nggak langsung
                                    nyoba sih, tapi beberapa hari setelah makan
                        sendiri.”   bengkoang kok rasanya jadi becek-becek,”
                                    ujar Fatimah.


4
       Sahabat TANASUL, apa yang diungkapkan           Kiat menghilangKan
Fatimah hanya salah satu pengalaman yang               saKit haid
dialami para santri puteri berkaitan dengan
pengalaman kesehatan reproduksi (Kespro)-nya.             Gosoklah bagian bawah perut Anda
Pengetahuan yang mereka peroleh sebetulnya                 untuk mengurangi ketegangan otot-
tidak benar, bisa jadi malah menyesatkan. Alih-            ototnya.
alih akan menyembuhkan dari ketidaknyamanan               Kompreslah dengan air hangat, gunakan
reproduksinya, malah menjadi semakin merusak               botol plastik bekas minuman, atau alat
alat dan fungsi reproduksinya. Banyak info Kespro          kompres yang bisa dibeli di apotek, atau
hanya diperoleh “Jarene,” bahasa Pesantren-nya             handuk yang dicelupkan di air panas.
qiila, bahkan tidak sedikit yang diperoleh dari            Letakkan di bagian bawah perut atau
mitos.                                                     punggung belakang Anda.
                                                          Minumlah jamu yang dibuat sendiri
LaLu, Kespro sendiri artinya apa sih?                      misalnya jamu rebusan air jahe.
                                                          Bila tidak suka minum jamu, bisa juga
       Di dalam kesepakatan Konferensi
                                                           meminum obat tepi harus konsultasi
Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) tahun
                                                           dengan pekerja kesehatan.
2004 di Kairo dalam chapter VII dari plan of action,
                                                          Cobalah berolah raga dan berjalan-jalan.
Kespro diartikan sebagai kesehatan reproduksi             Seandainya rasa sakit tidak kunjung reda,
mencakup fisik, mental, dan sosial serta perolehan         darah juga yang keluar sangat banyak
hak atas pelayanan kesehatan reproduksi yang               barangkali anda bisa meminum pil KB
aman, efektif, dan terjangkau. “Kesehatan                  dosis rendah untuk 6-12 bulan.
reproduksi adalah keadaan fisik, mental,
kelaikan sosial yang menyeluruh dalam segala                                          (A. August Burns, dkk,
hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi              Bila Perempuan Tidak ada Dokter, INSIT Pers, 2005 )
berikut fungsi-fungsi dam proses-prosesnya.”
“...hak laki-laki dan perempuan untuk
memperoleh informasi dan mendapat akses                informasi menyesatKan
pada perencanaan keluarga yang aman,                          Sahabat TANASUL, ternyata selama ini
efektif, terjangkau, dan layak, atas pilihannya        beberapa pengetahuan santri tentang kesehatan
sendiri.”                                              reproduksi tidak didasari oleh informasi yang tepat
       Selain sahabat kita, Fatimah, masih banyak      dan benar. Bahkan, ada yang justru menyesatkan
lagi santri puteri yang memiliki pengalaman            dan berbahaya lho! Terutama bagi kesehatan
dan terungkap pada saat mereka diajak sharing          reproduksinya. Ini menurut salah satu tim peneliti
(berbagi) pengalaman. Yang berarti masih banyak        Fahmina-institute Cirebon, Iklillah Muzayyanah
lagi remaja puteri yang memiliki persoalan serupa,     Dini Fajriyyah, ketika membeberkan hasil
dan bisa jadi salah satu di antara mereka adalah       penelitiannya. Mantan santri salah satu Ponpes di
kita. Namun, kita sendiri tidak menyadarinya,          Jawa Timur ini akrab disapa Mba’ Iik. Selain Mba’
atau bingung bagaimana mengatasi masalah               Iik, tim peneliti lainnya ada Mba’ Rozikoh, Mba’
tersebut.                                              Alifatul Arifiati, dan Mba’ Maemunah Mudjahid.
       Lalu, sebenarnya apa sih tujuan Fahmina-        Sekarang kita ulas beberapa hal dari hasil
institute Cirebon melakukan sharing tersebut?          penelitian mereka.
Beberapa bulan lalu, Fahmina-institute tengah                 Berdasarkan hasil penelitian, selama
melakukan penelitian untuk memaksimalkan               ini pemahaman santri perempuan terhadap
“Program Penguatan Kesadaran Kritis Kesehatan          kesehatan reproduksi terbagi dalam tiga
Reproduksi (Kespro) Berbasis Islam bagi Kelompok       kelompok. Pertama, pemahaman santri yang
Muda dan Usia Produktif di Pondok Pesantren Se-        beragam dan timpang; Kedua, pengetahuan
Wilayah III Cirebon.” Nah, salah satu cara menggali    santri didominasi oleh mitos; dan Ketiga, Santri
informasi dari sahabat-sahabat santri puteri itu       berada dalam dualisme nilai. Pemahaman santri
dengan cara melakukan sharing, dalam focused           perempuan terhadap kesehatan reproduksinya
group discussion (FGD) di 15 Ponpes Wilayah III        secara umum masih sangat terbatas. Hal ini di
Cirebon.                                               antara sebabnya karena tidak adanya kurikulum
       Lalu, apa sih hasil dari penelitian tersebut?   khusus kesehatan reproduksi yang diberikan
Penasaran? Mari lanjutkan membacanya!                  kepada santri perempuan. Pengetahuan santri


                                                                                                                 5
    diperoleh dari berbagai sumber yang mayoritas
    santri sudah tidak lagi ingat sumbernya, bahkan
    diperoleh dari transmisi mulut ke mulut.
           Selain itu, adanya akses dan kesempatan
                                                                  Pada konteks pernikahan,
    yang diberikan pesantren dan sekolah kepada                 perempuan seringkali harus
    beberapa santri perempuan ini menjadikan                     dihadapkan antara hak dan
    pengetahuan mereka lebih lengkap dibandingkan             kewajiban; hak sebagai manusia
    teman-temannya. Hal ini memperjelas pentingnya
                                                                 yang otonom dan memilih
    informasi bagi santri perempuan yang sangat
    signifikan berpengaruh terhadap pengetahuan                 pasangan suami yang sesuai
    santri, sehingga dalam jangka panjang dapat                 dengan hati nuraninya dan
    mempengaruhi perilaku santri terhadap kesehatan          kewajiban anak untuk senantiasa
    reproduksinya.                                                berbakti pada orang tua.
    santri Berada daLam duaLisme niLai
          Selain adanya banyak mitos yang mendasari
    pengetahuan santri, pengetahuan agama yang            jadi anak yang durhaka, takut dosa, dan takut ne-
    diterima santri menjadi bagian dari nilai lain yang   raka. Selain dihadapkan pada nilai kebaktian anak
    memposisikan santri berada dalam dua nilai yang       pada orang tua, juga dihadapkan pada ajaran fikih
    bertentangan. Situasi ini menempatkan santri          tentang ijbaar, yang menempatkan anak perem-
    berada dalam posisi yang menyulitkan, khususnya       puan perawan tidak memiliki hak pilih karena hak
    ketika ia harus mengambil sebuah keputusan.           tersebut berada dalam otoritas ayahnya.
    Misalnya saja, dalam pemahaman ajaran Islam,                “Kondisi ini pada akhirnya menjadikan
    fikih mengatakan bahwa batasan perempuan              perempuan tidak memiliki bargaining power
    boleh melakukan pernikahan ditandai dengan            untuk mempertahankan hak-haknya, apalagi
    menstruasi. Dalam kajian yang lain dinyatakan         untuk memaksimalkan kesehatan reproduksinya.
    bahwa keluarnya darah haid menjadi bagian dari        Ini harus dicarikan jalan keluarnya,” komentar
    tanda kesiapan seorang perempuan melakukan            Marzuki Wahid, Direktur Fahmina-institute, pada
    pernikahan.                                           saat membahas hasil penelitian ini di kampus ISIF
          Dalam hal ini, kebanyakan santri                 Cirebon pada bulan lalu (28/6). (a5)
    menyatakan punya hak memilih,
    namun seringkali dia dihadapkan
    pada persoalan perjodohan
    dengan orang yang tidak di-
    sukai atau tidak dikenal dari
    orang tuanya. Santri kem-
    bali dalam posisi bingung,
    karena tidak ingin men-





Fakta Pemahaman Santri
  tentang
                           Kespro
S
      antri kebanyakan menyatakan sejumlah mitos
      tentang berbagai hal yang berkaitan dengan
      kesehatan reproduksinya. Berikut ini kami sajikan
beberapa mitos yang ada dalam alam pikir santri:


   mitos tentang Keputihan



M
            asih banyak santri yang beranggapan
            bahwa di antara penyebab keputihan adalah
            karena mengkonsumsi makanan tertentu,
seperti bengkoang, kacang panjang, kubis, nanas, taoge,
semangka, bonteng, melon, durian, dan pisang ambon.
Selain itu, keputihan juga bisa disebabkan karena rabun jauh
atau mata minus. Berikut salah satu pernyataan mereka:

                 “.....makan bengkoang, pernah nyoba, nggak langsung
                 nyoba sih., tapi beberapa hari setelah makan bengkoang
                 kok rasanya jadi becek-becek.”

     Ada juga yang menyebabkan terjadinya kemandulan pada perempuan, demikian mitos yang
diungkap seorang santri.


  mitos tentang haid atau menstruasi




B
       eberapa mitos lain yang dipercaya oleh santri di antaranya adalah tentang darah haid yang dapat
       menyebabkan penyakit, mengenakan celana dari bahan jeans mengakibatkan kanker, pada saat
       haid dilarang mengkonsumsi nanas karena dapat menyebabkan kehamilan. Jika ingin haid dapat
diperoleh dengan menginjakkan kaki perempuan yang sedang haid kepada yang ingin haid, dan lain
sebagainya. Berikut adalah salah satu ungkapan santri yang berkaitan dengan mitos haid:

           “Kata temen di pondok, kalau perempuan itu pasti haid, nanti harus pake pembalut. Kalau
           mandi pagi jangan terlalu pagi, kalau mandi sore jangan terlalu sore, karena makhluk
           halus suka darah. Nanti apabila darah tercium, bisa disedot sama hantu. Nantinya kita
           akan sering sakit. Sakit panas, dll.”


  mitos tentang Khitan perempuan




B
       erbagai mitos tentang khitan perempuan juga banyak ditemukan di kalangan santri. Ada yang
       mengatakan bahwa khitan bermanfaat untuk mengurangi nafsu perempuan yang sembilan
       kali lipat dari laki-laki. Perempuan dikhitan agar enak dipakai laki-laki. Khitan bermanfaat bagi
kesehatan reproduksinya, dan sebagainya.



                                                                                                           7
                          Menengok Ponpes
        “Pondok JaMbu”
                     babakan Ciwaringin


                                     K
                                             ami masih sempat merasakan nuansa
        Kami mengira kedatangan              pesantren yang begitu tenang, penuh
       kami, reporter TANASUL,               dengan kesan kesederhanaan. Kami
                                     menyaksikan sendiri bagaimana sejumlah santri
          hanya akan menyaksikan     tengah berteduh di bawah rindangnya pohon,
         kesunyian sebuah Pondok     sambil menghafalkan bait-bait syi’ir kitab dan
                                     ayat-ayat al-Qur’an yang menjadi tanggungan
      Pesantren (Ponpes). Karena     pembelajarannya. Ada juga yang tengah melafalkan
           kami sadar, kedatangan    ayat-ayat suci al-Qur’an di sebuah masjid, dengan
                                     dampingan seorang ustaadz (guru mengaji).
          kami ke Ponpes “Pondok           Bangunan Ponpes tersebut terletak di
                                     tengah-tengah Pondok Jambu (dalam arti yang
       Jambu” pada Kamis (30/6)      sebenarnya). Jadi tidak heran apabila kita hanya
     lalu bertepatan dengan masa     akan menemukan alamatnya di Pondok Jambu No.
                                     1 Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten
        liburan sekolah. Biasanya,   Cirebon.
        para santri banyak pulang
                                     diasuh seorang nyai
         ke kampung halamannya.            Saat ini, Pondok Jambu dipimpin oleh
    Namun ternyata tebakan kami      seorang Nyai yang cukup dikenal dengan karya
                                     sastranya. Bahkan novel terbarunya yang berjudul
    salah, riuh rendah para santri   “Bangkit dari Terpuruk” baru saja terbit dan

       dengan ragam aktifitasnya     dibedah di berbagai tempat oleh nama-nama
                                     beken dari kalangan budayawan, intelektual,
     masih sempat kami saksikan.     dan politisi. Nama Nyai tersebut adalah Hj
                                     Masriyah Amva. Nyai Mas, demikian ia biasa


8
disapa, memimpin Ponpes ini sejak tahun 2004.         tanggal 6 Juli 2010, salah satu santri diminta
Tepatnya setelah meninggalnya sang suami,             membacakan puisi dalam rangka pergantian
Almaghfurlah KH Muhammad. Sejak saat itu,             Rektor Unswagati Cirebon.
Nyai Mas mengasuh Ponpes ini dibantu oleh                   Keistimewaan lain dari Ponpes ini, sering
keempat puteranya. Mereka adalah Ustadz Asror         didatangi sejumlah artis ibu kota papan atas, dan
Muhammad, Ustadz Syafi’i, Ustadz Muhyiddin,           sejumlah tamu penting lainnya. Bahkan pada
dan Ustadz Sa’dillah.                                 Selasa (3/8/10) mendatang, Iwan Fals rencananya
      Menurut penuturannya, bangunan Ponpes           akan menyambangi pesantren ini pada tanggal
dengan 250 santri putri dan 450 santri putra ini      03 Agustus nanti. Pondok Jambu terpilih sebagai
sudah ada sejak tahun 1993 di bawah naungan           salah satu pesantren yang dikunjungi oleh
Yayasan Tunas Pertiwi. Sebelum nama Pondok            rombongan Iwan Fals dalam rangka aksi tanam
Jambu muncul, Ponpes ini dikenal Pondok Melati,       seribu pohon dan Pentas seni juga. (Asih/Anas)
tepat di sebelah utaranya, di mana melati pernah
bersemi dalam kawasan tersebut. Namun setelah         Pondok Jambu Menyoal Isu Kespro
pindah ke selatan, nama pondoknya menjadi             Sosialisasi Kespro Penting Dilakukan
Pondok Jambu, karena menempati kawasan di                   Berikut adalah pernyataan Nyai Hj.
mana pohon jambu berjejer rapat. Nama tersebut        Masriyah Amva, pengasuh Ponpes Pondok Jambu
dimaksudkan agar mudah diingat oleh masyarakat,       Ciwaringin, menyoal isu kesehatan reproduksi
apalagi di tempat itu memang kawasan kebun            (Kespro).
jambu biji. Begitupun nama komplek pondoknya
menggunakan nama buah-buahan, seperti kelapa,
dan lain-lain. Saat ini, menurut Nyai Mas, jumlah
                                                          ”Menurut saya isu seputar kesehatan
santrinya terus mengalami peningkatan, terutama
                                                           reproduksi (Kespro) sangat penting.
ketika tahun ajaran baru.                                Apalagi buat perempuan. Beberapa hari
                                                         yang lalu ada santri saya yang keputihan
Seimbangkan Belajar Formal dan Non-formal              sampai gatal dan mengeluh sakit ketika haid.
       Tiba di sebuah ruangan yang cukup luas,            Saya menyuruhnya minum kunyit dan
kami melihat jadual daftar mengaji terpampang            bahkan menyuplainya dari tukang jamu
di tembok. Rupanya itu adalah daftar rutinitas                   supaya santri-santri putri
santri yang sudah tersusun rapih. Mulai pukul                     tidak sakit ketika haid.
04.00 WIB sebelum subuh, ba’da (setelah) subuh,          Perempuan juga harus bisa merawat alat
ba’da dhuhur, ba’da ashar, ba’da maghrib, hingga          reprodusksinya jangan sampai terkena
ba’da ‘isya (21.00 WIB) telah terjadual serangkaian        kanker serviks, karena itu berbahaya
kegiatan secara rapih.                                        dan semua berangkat dari kita.
       Seperti diungkapkan Iim Bariroh (20 tahun),          Saya selalu memberikan wacana ini
salah satu pengurus santri putri Pondok Jambu,            setiap ada santri putri yang mengeluh
peraturan di Pondok Jambu terbilang ketat. Hal                 soal haid dan keputihan dan
                                                                berkonsultasi kepada saya.
itu menjadi sebab yang membuatnya kian betah
di sana. Karena dari sanalah, santri akan terdidik       Selain itu program yang pernah dilakukan
menjadi lebih disiplin dan menghargai waktu. Hal             oleh LSM Fahmina-institute melalui
itu terlihat jelas dengan segudang jadual kegiatan.      fgd soal kesehatan reproduksi beberapa
Iim sendiri merupakan salah satu santriwati yang          bulan yang lalu itu cukup bagus dan itu
                                                            harusnya bukan hanya Fahmina saja,
sudah lama berada di Pondok Jambu. Sekitar
                                                             namun perlu dukungan dari semua
lima tahunan, Iim mengaji (takhassus) saja, tidak           steakholder, seperti Dinas kesehatan
belajar di sekolah formal.                              (Dinkes) juga harus lebih gencar melakukan
       Di samping melakukan kegiatan mengaji             sosialisasi ke pesantren-pesantren terkait
di Ponpes, para santri juga dianjurkan mengikuti                soal isu kesehatan reproduksi,
kegiatan ekstrakulikuler. Di antaranya seperti             untuk meminimalisir banyaknya kaum
belajar komputer, bela diri, qiro’at dan                 perempuan yang terkena kanker serviks,
ekstrakulikuler lainnya. Santri Pondok Jambu                               myio dll.”
mempunyai segudang prestasi dan keunikannya
sendiri. Mulai dari juara baca puisi se-wilayah III
Cirebon, juara lomba baca kitab kuning. Bahkan


                                                                                                          
     Mitos kesehatan Reproduksi
      dan kedaulatan atas Tubuh
                                                          Oleh: Alifatul Arifiati*
                                                                                     Alifatul Arifiati adalah alumni
                                                                                     santri Pondok Pesantren Ulumud-
                                                Kebutuhan santri

 M
                                                                                     din Karyamulya, Kecamatan Kesa-
                                                                                     mbi, Kabupaten Cirebon. Perem-
             ereka terdiam ketika
             kami sampai pada
                                          terhadap kesadaran Kespro dan              puan yang dikenal supel ini juga
                                                                                     adalah salah satu tim peneliti “Pro-

             pertanyaan “Apa saja                seksualitas tidak bisa              gram Penguatan Kesadaran Kritis
                                                                                     Kesehatan Reproduksi Berbasis Is-
 sih alat reproduksi teman-teman?”                    ditunda lagi.                  lam bagi Kelompok Muda dan Usia
                                                                                     Produktif di Pondok Pesantren Se-
 Lalu, menjerit dan tertawa ketika                                                   Wilayah III Cirebon” yang dilaku-
                                                                                     kan Fahmina-institute Cirebon.
 salah satu dari kami bertanya,
 “Pernah melihat alat kelamin                             kesadaran yang tidak
 sendiri nggak, pernah mengaca nggak di alat              terintegrasi, seolah
 kelamin kita ada apa aja? Ada berapa lubang?”            berbeda, padahal
        Ketika sedikit didesak kenapa kaget dan           itu merupakan satu kesatuan dan tidak dapat
 tertawa? Mereka menjawab, “Nggak boleh melihat           didikotomikan.
 alat kelamin sendiri.” Katanya nanti matanya minus,             Seperti halnya gender, selain kesadaran
 nanti mengurangi hafalan, nanti bodoh, nggak             tentang pengetahuan kritis yang belum tertata
 bisa konsentrasi belajar, dan banyak lagi jawaban-       rapi di Ponpes, konstruksi sosial-budaya dan
 jawaban yang berakibat menghalangi mereka                mitos juga mempengaruhi kerangka pengetahuan
 untuk lebih mengenal alat reproduksi dan seksual         para santri. Masyarakat terbiasa dibungkam untuk
 diri sendiri.                                            membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan
        Kemudian ketika berbincang tentang mas-           Kespro dan seksualitas. Membicarakan organ
 turbasi dan onani, hanya beberapa dari sekitar           vagina, rahim, penis, serta testis di ruang publik
 400 santri puteri yang mengetahui atau pernah            merupakan hal yang tabu. Seolah menjadi aturan
 mendengar kata itu. Semua dari mereka mengang-           tak tertulis bahwa berbicara alat kelamin adalah hal
 gap bahwa masturbasi itu tidak dibenarkan dalam          yang ditabukan.
 Islam, karena akan merusak psikologis pelakunya,                Tentang masturbasi dan onani, Imam
 yaitu menjadi pemalu, pendiam, atau introvert            Hanafi dan Imam Hanbali menyatakan bahwa
 (tertutup). Bahkan ada yang mengatakan bahwa             masturbasi atau onani hukumnya mubah atau
 masturbasi bagi perempuan akan menyebabkan               diperbolehkan. Mubah bagi seseorang yang
 kemandulan, sedangkan bagi laki-laki akan mengu-         memiliki dorongan seksual sangat tinggi, padahal
 rangi produksi sperma.                                   belum mampu menikah dan ditakutkan jika tidak
        Itulah sekelumit cerita dari sekian banyak        melakukan masturbasi atau onani akan membawa
 mitos kesehatan reproduksi (Kespro) dan seksual,         pada zina. Sedangkan Imam Syafi’i secara tegas
 ketika tim peneliti Fahmina-institute Cirebon            mengharamkan perilaku seks tersebut.
 melakukan penelitian terkait pengalaman santri                  Secara medis tidak mengakui bahwa
 puteri tentang Kespro dan seksualitas di 15 Pondok       masturbasi atau onani menyebabkan gangguan
 Pesantren (Ponpes) se-Wilayah III Cirebon.               baik fisik maupun psikis, kecuali apabila dilakukan
                                                          secara berlebihan dan menggunakan benda/alat
 penyadaran Kespro tak Bisa ditunda Lagi                  yang berbahaya. Secara psikis, pengetahuan yang
        Cerita tersebut sekilas terlihat sepele, tetapi   kurang tentang Kespro dan seksualitas yang sehat
 sebenarnya berdampak besar pada kehidupan                akan mempengaruhi kehidupan kita pada saat
 seksualitas mereka. Semestinya kita menjadi sadar        memutuskan untuk melakukan hubungan seksual
 bahwa kebutuhan santri terhadap kesadaran                atau tidak.
 Kespro dan seksualitas tidak bisa ditunda lagi.                 Sekarang sudah menjadi tugas kita bersama
 Apalagi di saat kesadaran kesetaraan dan keadilan        mendorong terpenuhinya hak informasi dan
 gender sudah masuk ke pesantren. Karena                  pendidikan tersebut. Saatnya kita mempunyai
 pemahaman gender dan Kespro masih menjadi                kedaulatan penuh atas tubuh kita sendiri. []


10
K H . M a m a n I m m a n u l H aq adalah pengasuh Pondok Pesantren al-Mizan di Desa Ciborelang,
Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Sekaligus sebagai Dewan Kebijakan Fahmina-
Institute Cirebon, dan kini masih aktif sebagai Koordinator Pusat Paguyuban Akar Djati.




Perempuan dalam Kitab Safinah

K
           itab Safiinah an-Najaa yang memiliki nama                 bersuci. Seolah perempuan saat haydh itu kotor. Istilah
           lengkap Safiinah an-Najaa fii maa Yajiibu `alaa           “bersuci” yang dipakai pengarang pada bab sebelumnya
           Abdi li Mawlaahu, ini memiliki makna “perahu              tersirat menyatakan perempuan dalam haydh tidak
keselamatan dalam mempelajari kewajiban seorang                      “suci”. Pembahasan yang berpanjang-panjang berkaitan
hamba kepada Tuhannya.” Kitab ini dianggit oleh Syeikh               tentang perempuan, baik tentang awrat, haydh, dan
Salim bin Abdullah bin Samir, salah seorang ulama                    nifaas, termasuk apa yang diharamkan saat perempuan
Hadrami yang tingg al di Batavia (kini Jakarta) pada                 junub, merupakan ciri budaya paternalis yang terkadang
pertengahan abad ke-19. Beliau dilahirkan di Desa                    menindas perempuan.
Dziasbuh, sebuah desa di daerah Hadramawt Yaman.                             Seringkali fungsi biologis perempuan (haydh)
        Kitab ini disajikan dengan susunan bahasa                    dijadikan alasan menurunkan martabat perempuan.
sederhana, serta redaksi yang gampang dipahami dan                   Setiap bulan selama beberapa hari, seorang perempuan
dihapal mengenai asas-asas fiqh dalam mazhab Syafi’i,                dilarang beribadah. Sehingga baik jumlah sholat fardlu
terdiri dari bab dasar-dasar syari’at, bab bersuci, bab              maupun jumlah hari puasa yang dilakukannya lebih
sholaah, bab zakat, bab puasa, dan bab haji . Beberapa               sedikit daripada jumlah kewajiban agama yang biasa
ulama membuat syarah atau penjelasan lebih lanjut dari               dilakukan seorang laki-laki.
kitab ini, yaitu [1] Kitab Kaasyifah as-Sajaa ‘alaa Safiinah                 Saya mencoba memahami kitab ini--sebagaimana
an-Najaa; [2] Kitab Durroh ats-Tsamiinah Haasyiyah                   kitab lain-- disusun sebelum ada tuntutan emansipasi
‘alaa Safiinah an-Najaa; Kitab Naylu ar-Rajaa Syarah                 dan dominasi laki-laki atas perempuan dalam segala
Safiinah an-Najaa; Kitab Nasiim al-Hayaah Syarah                     bidang dianggap tidak wajar. Bukan hanya di dunia
Safiinah an-Najaa; dan Kitab Inaaroh al-Dujaa bi Tanwiiri            Islam, tetapi juga di semua kawasan budaya, termasuk
al-Hijaa Syarah Safiinah an-Najaa.                                   Eropa. Sehingga setiap pembahasan selalu berasal
        Saya meyakini bahwa perempuan mempunyai                      dari pandangan laki-laki sebagai subyek, sedangkan
kedudukan yang sama dengan martabat laki-laki.                       perempuan hanya sebagai obyek.
Semangat Islam sesungguhnya egaliter, dan hanya
menilai manusia berdasarkan kadar kesalehannya.                      Saatnya Melakukan Kajian Kritis
Atas dasar ini, saya melihat kitab Safiinah an-Najaa                         Kini saatnya kita melakukan seleksi melalui kajian
sebagaimana kitab lainnya masih bias jender. Artinya,                kritis terhadap seluruh khazanah kitab kuning, terutama
penggunaan bahasa (yang sangat memihak kepada                        yang mengandung banyak prasangka dan bias yang
jenis mudzakkar) maupun pilihan aspek kehidupan                      sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran
perempuan yang dijadikan pokok bahasan kitab ini                     agama. Dari usaha ini akan muncul kitab fikih alternatif
terdapat bias yang begitu dalam dan transparan.                      yang asalnya sangat anti-perempuan menjadi lebih sim-
                                                                     patik, seperti kitab Hukum Jimaa’--tarjamah al-`Ubab,
Perempuan Sebagai Obyek                                              karya Shaikh Ahmad bin Sulaiman Kamal Basya dari
        Kendati demikian, saya mencoba mengerti karena               Istanbul. Pengarang tidak meletakkan perempuan pada
kitab ini dikarang oleh seorang laki-laki. Sehingga mudah            posisi lebih rendah atau kurang suci daripada laki-laki.
dimengerti apabila prasangka dan kepentingan jenis                           Mengutip kalimat Fatima Mernissi dalam Misogini,
laki-laki sangat mewarnai pembahasannya. Contohnya                   “Masih ada waktu untuk melawan kebencian terhadap
pembahasan tentang “mandi wajib”. Syeikh Salim                       perempuan”. Karena sebenarnya tradisi Islam yang
menulis, bahwa segala hal yang mewajibkan mandi itu                  ditunjukan sumber Islam masa awal bahwa sikap Nabi
ada 6 (enam) perkara, yaitu memasukkan hasyafah ke                   terhadap perempuan sangat arif, terbuka, dan toleran,
dalam farji, keluar mani, haydh (menstruasi), nifaas,                dan barulah belakangan muncul tokoh umat Islam yang
wilaadah (melahirkan), dan mati.                                     mengambil sikap bertolak belakang dengan sikap Nabi
        Bab ini ditempatkan pada bahasan tentang                     SAW. []


                                                                                                                              
                                                               Apakah ini darah? Tapi
                                                                    kenapa ada darah?
                                                               Dari mana datangnya?
                                                                   Mengapa vaginaku
                                                             berdarah? Aku bertanya-
                                                             tanya dalam hati dengan
                                                             perasaan yang luar biasa
                                                               takut. Aku benar-benar
                                                              bingung. Akhirnya aku
                                                                 hanya bisa menangis,
                                                             karena tak tahu apa yang
                                                                      harus kuperbuat.




     Rahasia Haid Pertamaku                                           Oleh: Turisih Widyawati*




 A
           ku kembali mendapatkan darahku             Tapi aku malah dikejutkan dengan bercak darah
           membekas di celana dalamku.                di celana dalamku. Benar, aku nyaris pingsan. Tapi
           Padahal hari ini aku telah berulang kali   tidak terjadi. Aku hanya terbengong, sementara
 menggantinya dengan yang baru. Celana dalam          tubuhku tak henti-hentinya gemetaran.
 yang telah kucuci pagi tadi juga hampir kering.             Dalam terbengong, aku terus bertanya-
 Sudah dua hari ini aku bersembunyi dari kakek        tanya. Apakah ini darah? Tapi kenapa ada darah?
 ketika menjelang solat maghrib. Aku memilih          Darimana datangnya? Mengapa vaginaku
 bersembunyi dan memisahkan diri.                     berdarah? Aku bertanya-tanya dalam hati dengan
       Melihat tingkahku yang tak biasanya, nenek     perasaan yang luar biasa takut. Aku benar-benar
 mulai bertanya-tanya. Tapi aku masih ketakutan       bingung. Akhirnya aku hanya bisa menangis,
 untuk mengungkapkan keadaanku yang tengah            karena tak tahu apa yang harus kuperbuat. Tepat
 mengalami haid. Ini adalah haid pertamaku. Dua       setelah sadar, aku bergegas ke kamar. Diam seribu
 hari sebelumnya, tepatnya siang hari saat akan       bahasa.
 mengambil air wudlu sebelum shalat dzuhur, aku              “Jangan-jangan ini haid,” pikirku lagi dalam
 terlebih dahulu buang air kecil di kamar mandi.      hati. Tapi aku tetap merasa takut. Aku tidak tahu



harus bagaimana mengatasi darah ini. Aku juga tak
berani menceritakan hal ini kepada Nenek. Dalam
satu hari itu aku hanya diam seribu bahasa. Bolak            Jangan takut, itu
balik ke kamar mandi, sambil sesekali memeriksa           namanya haid. Aku juga
apakah darah itu masih ada di sana. Selama ini aku
memang tinggal bersama nenek.                                 udah dapet kok.
       Nenek terbiasa menyapaku “Yasih”, sedikit
nyambung dengan “Kurniyasih”, nama panjangku.         mengalir begitu saja.
Kebetulan di keluarga bapakku, nenek mendapat               Selainku, ada sepupuku yang juga tinggal di
jatah untuk merawatku. Dukuh Pandansari               rumah nenek. Namanya Umi, anak dari bulikku.
adalah sebuah dukuh di Desa Kaliwangi, tempat         Usianya sebaya denganku, 12 tahun, dan masih
di mana aku dilahirkan dan menghabiskan masa          sama-sama duduk di bangku SD. Namun aku
kecilku. Tepatnya terletak di penghujung pantai       masih belum bisa mengungkapkan rahasiaku.
utara Kecamatan Brebes Jawa Tengah. Meskipun          Rahasia haid pertamaku. Tapi sepertinya Umi telah
kehidupan penduduknya terbilang sangat miskin,        mengetahuinya dari nenek yang diam-diam juga
tapi aku tetap jatuh cinta dengan desaku yang         mengetahui.
tandus itu. Sebagian besar penduduknya bekerja              Melihat kecemasanku, Umi hanya tertawa.
sebagai nelayan dan petani tambak.                    “Jangan takut, itu namanya haid. Aku juga
       Masyarakat di desaku jarang yang mampu         udah dapet kok,” tukasnya sambil sesekali
mengeyam pendidikan. Hanya beberapa dari              tangannya memegang kedua tanganku, seakan
mereka yang sempat menginjak pendidikan               menguatkanku.
sekolah dasar (SD). Karena memang pengahasilan              Diam-diam aku merasa lega bahwa ini darah
mereka hanya cukup untuk bertahan hidup               yang normal, darah yang keluar dari seorang
beberapa hari, bahkan terkadang itupun tak            perempuan yang mulai beranjak remaja. Ketika
cukup. Termasuk keluarga bapak dan ibuku.             Umi tak ada, aku memang diterpa rasa takut dan
Mereka bahkan nyaris buta huruf. Mungkin karena       cemas lagi, tapi setidaknya aku faham apa yang
itu pula, ibuku tak tahu bagaimana melakukan          harus aku perbuat. Yang masih kutakutkan adalah
pengaturan kehamilannya.                              bagaimana ketika orang lain tahu bahwa aku haid?
       Alhasil ibuku tak ikut program keluarga        Aku malu kalau diketahui bahwa aku sedang haid.
berencana (KB) atau menggunakan cara lainnnya               Aku takut darahnya akan melekat di baju,
untuk melakukan perencanaan kehamilannya.             dan aku akan diolok-olok teman sekelas. Aku
Ibuku mempunyai 14 anak, termasuk aku. Dapat          takut nenek dan kakek tahu bahwa aku sudah
dibayangkan betapa repotnya ibuku. Melahirkan         haid. Sampai bulan-bulan berikutnya, aku
dan membesarkan 14 anak tanpa pembantu.               tetap menjalankan shalat, terutama bila shalat
Tentu ini sangat menyulitkannya. Untuk mengatasi      berjamaah dengan kakek dan nenek. Meskipun
kesulitan itu, beberapa dari kami diasuh oleh ne-     aku tahu bahwa perempuan yang sedang haid
nek dan kakek, termasuk aku. Itulah mengapa dari      tidak diperbolehkan shalat dan puasa, aku tetap
awal aku lebih banyak bercerita tentang nenekku.      menjalankannya karena takut ketahuan bahwa aku
       Menurut cerita nenek, aku diambil dari         telah haid.
ibuku ketika berumur dua tahun. Sejak itu,                  Pokoknya aku tidak mau orang tahu
meskipun rumah ibuku tak terlalu jauh dari rumah      bahwa aku tengah mendapatkan haid. Meskipun
nenekku, aku menjadi bagian dari kehidupan            terkadang aku mampir ke rumah ibu, namun
nenek dan kakek. Mereka adalah orang tua              ibu tak pernah bertanya. Karenanya aku tetap
tempatku bertanya tentang banyak hal, termasuk        merahasiakan peristiwa bulanan ini. Kecemasanku
hal-hal yang sangat pribadi. Saat aku kecil aku       aku simpan sendiri. Aku juga sadar, kondisi
sering diajak kakek dan nenek belajar berkebun        keluargaku membuat ibu tak bisa memberikan
dan mencari ikan di tambak.                           perhatian padaku. Apalagi pada saat itu ibu harus
       Bahkan tak jarang aku diajak pergi ke laut     merawat ke-4 adik-adikku yang masih kecil. Jadi
yang jaraknya hanya sekitar 1 jam berjalan kaki.      rahasia haid pertamaku tetap menjadi rahasiaku.[]
Sempat terlintas dalam benakku, kenapa saat itu             Turisih Widyawati adalah salah satu aktifis Bayt al-Hikmah
aku harus ikut mereka? Padahal rumah kedua                yang telah lama aktif mensosialisasikan tentang isu kesehatan
                                                                  reproduksi (Kespro). Sosok yang dikenal ulet, tulus dan
orang tuaku tak jauh. Tapi tanya itu hanya berhenti        penyayang, ini juga tengah menyelesaikan buku pertamanya
di kepalaku. Kehidupan bersama nenek dan kakek                 tentang Kespro yang ditulis bersama tim Bayt al-Hikmah.



                                                                                                                      13
                Bagaimana Islam
         Membicarakan tentang Seksualitas?
 Assalamu’alaikum Wr. Wb,
       Saya salah satu santri Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Cirebon. Di sini, saya sekaligus
 mewakili teman-teman saya di Ponpes, ingin menanyakan kebingungan dan keraguan kami ketika
 membicarakan tentang persoalan seksual. Meskipun tujuan dari obrolan saya dan teman-teman untuk
 berbagi tentang Kespro, namun seringkali di antara kami ragu untuk membicarakannya secara vulgar.
 Selain khawatir dinilai terlalu jauh, selain itu juga khawatir di dalam Islam dilarang membicarakan tentang
 persoalan seksual secara sembarangan. Apalagi kalau sudah membicarakan pada persoalan tentang
 anggota tubuh, rasanya tabu untuk membicarakan lebih jauh lagi. Sehingga, melalui rubric ini, kami ingin
 mengetahui tentang pemahaman Islam sendiri dalam persoalan seksualitas? Sebelumnya saya megucapkan
 banyak terimakasih atas penjelasannya nanti, sehingga saya dan teman-teman memiliki pemahaman dan
 keyakinan mengapa kami juga perlu membicarakan tentang persoalan seksualitas dan Kespro.
 Wassalamu’alaikum Wr. Wb
                                                                                                          Mu’alifah
                                                                                                di Kabupaten Cirebon
 Jawaban:
 Wa’alaikumussalam, Wr. Wb,                                   perlu dipenuhi sepanjang manusia membutuhkannya.
         Ananda Mu’alifah yang baik, terimakasih              Salah seorang sahabat Nabi pernah bertanya : ‘Wahai
 atas pertanyaannya. Istilah seksualitas sering               Rasulullah, apakah jika di antara kami menyalurkan
 disederhanakan pengertiannya hanya untuk hal-hal yang        hasrat biologisnya (bersetubuh) juga mendapat pahala?’
 mengacu pada aktivitas biologis yang berhubungan             Beliau menjawab,”Bukankah jika ia menyalurkan pada
 dengan organ kelamin baik laki-laki maupun perempuan.        yang haram itu berdosa? Maka demikian pula apabila
 Lebih dari sekedar soal hasrat tubuh biologis,               ia menyalurkan pada yang halal, maka ia juga akan
 seksualitas bagi saya adalah sebuah konsep tentang           mendapatkan pahala.” (HR. Muslim).
 eksistensi manusia yang mengandung di dalamnya                      Saya kira kita harus kritis dalam memaknai teks-
 aspek emosi, cinta, aktualisasi, ekspresi, perspektif        teks Islam yang berbicara tentang isu-isu seksualitas.
 dan orientasi atas tubuh yang lain. Dalam konteks ini        Hadits Nabi “Ma taraktu ba’di fitnah Adharr ‘ala al
 seksualitas merupakan ruang kebudayaan manusia               Rijal min al Nisa” (aku tidak meninggalkan sesudahku
 untuk mengekspresikan dirinya terhadap yang lain             suatu fitnah yang lebih merugikan laki-laki kecuali
 dengan arti yang sangat kompleks.                            perempuan), misalnya, tidak seharusnya dimaknai
         Seksualitas adalah sesuatu yang instingtif,          sebagai anjuran untuk mengasingkan atau mengalienasi
 intrinsik dan fitrah bagi semua jenis kelamin, bukan         tubuh perempuan dari ruang dan relasi-relasi sosial
 hanya milik laki-laki, tetapi juga perempuan dengan          dalam rangka menjamin ketertiban dan terjaganya
 kadar yang relatif sama. Seksualitas adalah sentral          moralitas social, melainkan sebagai pengkabaran
 dalam diri manusia. Akan tetapi sepanjang sejarah            disertai peringatan Nabi Saw kepada kaum laki-laki agar
 peradaban manusia, seksualitas perempuan selalu              mampu mengendalikan dirinya sendiri dan memberikan
 mengalami reduksi makna secara besar-besaran.                penghormatan terhadap eksistensi perempuan.
 Seksualitas perempuan ditempatkan dalam posisi yang                 Dengan begitu, maka perbaikan moralitas
 direndahkan, dieksploitasi untuk kesenangan laki-laki. Ini   dan ketertiban sosial bukan diarahkan semata-mata
 adalah wajah dari kebudayaan patriarkhi yang paradoks        terhadap perempuan, melainkan juga perbaikan pada
 yang terus dipertahankan sampai hari ini dengan              cara pandang laki-laki terhadap perempuan. Ali bin
 beragam cara oleh berbagai kepentingan. Kepentingan          Abi Thalib pernah mengemukakan pandangannya:
 diri, politik, sosial, budaya dan lain-lain.                 “Ma Akram al Nisa Illa Karim wa Ma Ahanahunna Illa
         Secara normatif, Islam mengapresiasi seksualitas     Laim”(Tidaklah menghormati perempuan kecuali laki-
 sebagai fitrah manusia, laki-laki maupun perempuan           laki yang terhormat dan tidak merendahkan mereka
 yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya dan                kecuali laki-laki yang berhati rendah). Wallahu A’lam
 dengan cara-cara yang sehat. Dalam bahasa agama              Bisshawab, Wa Ma Taufiqi Illa Billah, ‘Alaihi Tawakkaltu
 seks adalah anugerah Tuhan. Karena itu hasrat seks           Wa Ilaihi Unib.[]


14
  Semarak Haul:
  Ajang Santri


K
         ostum panggung penuh warna yang dikenakan                                  tahun. Seperti biasa, acara Haul selalu menjadi pusat
         para santri membuat suasana meriah. Ya,                                    perhatian masyarakat, terutama bagi Desa Japurabakti.
         di acara Peringatan Haul dan Imtihan ke-32                                 “Kemeriahan acara ini bisa dibilang melebihi peringatan
Pondok Pesantren Majelis Hidayatul Mubtadiin (MTHM),                                hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha,” tutur kang
untuk sementara mereka menjelma masyarakat                                          Sobih.
Nusantara dengan beragam budaya.                                                            Apalagi, lanjutnya, peringatan haul dilaksanakan
       Di panggung itu, mereka memeragakan masyara-                                 selama tujuh hari berturut-turut, lengkap dengan agenda
kat Padang dengan pakaian adat Minang, ada juga yang                                yang menarik. Mulai dari muhaafadzoh, bakti sosial,
menggunakan pakaian adat Sunda, adat Jawa, dan se-                                  istigotsah, ziyarah, diskusi sosio-kultural, serta ditutup
jumlah adat daerah lainnya. Sementara santri yang lain                              dengan pentas seni dan pengajian umum.
siap dengan busana muslimnya. Tidak ketinggalan be-                                         Pondok Pesantren (Ponpes) yang diasuh oleh
berapa anak mengenakan jubah sebagai seragam wisuda                                 KH. Drs. Fathurrohman Asror ini mempunyai santri-
lengkap dengan toganya. Rupanya mereka tengah ber-                                  santri berbakat dalam bidang seni dan budaya. Terbukti
siap-siap untuk tampil dan menunjukkan kreasinya.                                   pada hari terakhir peringatan Haul ini santri begitu
       Begitulah semangat yang turut memeriahkan                                    antusias dengan gelaran pentas seni dengan berbagai
suasana “Semarak Haul dan Imtihan Ke-32 Majlis                                      penampilan. Di mana para santri RA telah siap dengan
Tarbiyah Hidayatul Mubtadiin (MTHM)” di Jalan Ketitang                              peragaan busana adat dan muslim. Usai peragaan
Desa Japurabakti, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten                                 busana, disusul penampilan grup nasyid dari santri RA.
Cirebon, pada Kamis-Rabu (1-7/7) lalu.                                              Tidak hanya itu, usai pertunjukan seni, ada penampilan
       Menurut Sobih Adnan, sekretaris kegiatan,                                    santri dengan hafalan do’a dan juz ‘amma sekaligus
mengatakan bahwa acara Haul ini rutin diadakan setiap                               artinya. (Dewi)


                                                        timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh        hormon seks wanita. Walaupun terdapat baik dalam
                                                        manusia akibat infeksi virus HIV.                    tubuh pria maupun wanita, kandungannya jauh lebih
Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus
                                                                                                             tinggi dalam tubuh wanita usia subur.
menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia    Leukemia atau kanker darah adalah sekelompok
perempuan.                                              penyakit neoplastik yang beragam, ditandai oleh      Endometrium adalah lapisan terdalam pada rahim dan
                                                        perbanyakan secara tak normal atau transformasi      tempatnya menempelnya ovum yang telah dibuahi.
Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal
                                                        maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum
abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan                                                              Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada
                                                        tulang dan jaringan limfoid.
oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di                                                          servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi
dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar.   Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah        wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim
Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain       perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang         yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang
bakteri, virus, jamur atau juga parasit.                terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon   senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada
                                                        reproduksi.                                          perempuan yang telah berumur, tetapi bukti statistik
HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah
retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan                                                             menunjukkan bahwa kanker leher rahim dapat juga
                                                        Dismenore: Kram, nyeri dan ketidaknyamanan lainnya
tubuh manusia - terutama Sel T CD4+ dan makrofaga,                                                           menyerang perempuan yang berumur antara 20
                                                        yang dihubungkan dengan menstruasi.
komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh                                                            sampai 30 tahun.
“tuan rumah” - dan menghancurkan atau merusak           Masturbasi, onani, atau rancap adalah perangsangan
                                                        seksual yang sengaja dilakukan pada organ kelamin    Abortus atau lebih dikenal dengan istilah keguguran
fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan
                                                        untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual.    adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin
pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh, yang
                                                        Perangsangan ini dapat dilakukan tanpa alat bantu    dapat hidup di luar rahim. Janin belum mampu hidup
menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan
                                                        ataupun menggunakan sesuatu objek atau alat, atau    di luar rahim, jika beratnya kurang dari 500 g, atau
penyebab dasar AIDS.
                                                        kombinasinya.                                        usia kehamilan kurang dari 20 minggu karena pada
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)                                                                   saat ini proses plasentasi belum selesai. Pada bulan
atau Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah          Estrogen (atau oestrogen) adalah sekelompok          pertama kehamilan yang mengalami abortus, hampir
sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang      senyawa steroid yang berfungsi terutama sebagai      selalu didahului dengan matinya janin dalam rahim.[]


                                                                                                                                                                    15
Pesan Layanan Masyarakat ini disampaikan oleh:


        Jl Suratno No. 37 Cirebon Jawa Barat
       Indonesia 45124 Telp/Fax (0231) 203789
             website: www.fahmina.or.id,
            e-Mail: fahmina@fahmina.or.id

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:205
posted:5/18/2011
language:Indonesian
pages:16
Description: Risalah Kesehatan untuk Kemaslahatan