Docstoc

PENGARUH VARIASI PARAMETER INPUT SENSOR TERHADAPKETEPATAN PENGUKURAN KONTROL SUHU MODEL PXZ-7TAY 2 SENSOR R

Document Sample
PENGARUH VARIASI PARAMETER INPUT SENSOR TERHADAPKETEPATAN PENGUKURAN KONTROL SUHU MODEL PXZ-7TAY 2 SENSOR R Powered By Docstoc
					                      PROSIDING SEMINAR NASIONAL
            PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                 Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                             Yogyakarta, 19 September 2006



       PENGARUH VARIASI PARAMETER INPUT SENSOR TERHADAP
        KETEPATAN PENGUKURAN KONTROL SUHU MODEL PXZ-7
                         TAY 2 SENSOR R

                                Triyono, Jumari, Nugroho Tri Sayoto
                                    PTAPB-BATAN YOGYAKARTA


                                              ABSTRAK
      PENGARUH VARIASI PARAMETER INPUT SENSOR TERHADAP KETEPATAN
      PENGUKURAN KONTROL SUHU MODEL PXZ-7 TAY 2 SENSOR R. Telah
      dilakukan pengubahan parameter input sensor terhadap ketepatan pengukuran
      kontrol suhu model PXZ-7 TAY 2 sensor tipe R. Pengubahan input sensor berguna
      untuk menentukan ketepatan pengukuran kontrol suhu model PXZ-7 TAY 2 dengan
      tipe sensor R. Tujuan kegiatan untuk memperoleh kesesuaian antara parameter
      operasi dan parameter input sensor (P-n2) terhadap aplikasi sensor tipe R pada
      furnace termal. Metode pengubahan input sensor dengan cara menekan tombol SEL
      ± 3 detik pada posisi parameter P-n2 dan tekan tombol DATA, masukkan data input
      sensor 1 sampai 13, sehingga diperoleh pengukuran yang tepat. Dari hasil pengujian
      kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 ditunjukkan hasil sebagai berikut: kode sensor 1, 10 dan 11
      pada suhu setting 100 sampai 1000 OC menghasilkan pengukuran lower LLLL, karena
      sensor hanya untuk suhu rendah. Kode sensor 4 memberikan pengukuran sesuai
      suhu setting 100 sampai 1000 OC. Sensor kode 4 sangat sesuai pada pengujian
      kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 dengan deviasi 0 OC.


                                             ABSTRACT
      THE EFFECT OF PARAMETER VARIATION INPUT SENSOR TO ACCURACY
      MEASUREMENT CONTROL TEMPERATURE MODEL PXZ-7 TAY 2 TYPE R
      SENSOR. The effect parameters alteration input sensor to accuracy measurement
      control temperature model PXZ-7 TAY 2 type sensor R was carried out. The alteration
      parameter input sensor was useful for determination accuracy measurement
      temperature control PXZ-7 TAY 2 with type R sensor. The purpose of activity for
      acquire acclimatation between operation parameter and input sensor (P-n2)
      parameter to application type R sensor of thermal furnanace. Input sensor alteration
      method by pushing switch SEL ± 3 seconds on position P-n2 parameter and push
      switch DATA, Enter DATA input sensor 1 to 13 and will be found accuracy
      measurement. Based on temperature tes control PXZ-7 TAY 2 it was found code
      sensor 1, 10 and 11 on setting temperature 100 to 1000 OC produce lower
      measurement LLLL, because sensor was for low temperature. Code sensor 4 gave
      the same measurement temperature setting 100 to 1000 OC. Code sensor 4 was
      appropriate to control temperature measurement PXZ-7 TAY 2 with deviation 0 OC.




PENDAHULUAN                                          automatik sangat diperlukan dalam operasi-operasi
                                                     di industri untuk mengontrol temperatur suatu
K    ontrol automatik telah memegang peranan
     yang sangat penting dalam perkembangan ilmu
dan teknologi. Kontrol automatik telah menjadi
                                                     proses pemanasan pada oven atau furnace. Dengan
                                                     adanya kontrol automatik memberikan kemudahan
                                                     dalam mendapatkan performansi dari sistem
bagian yang penting dan terpadu dari proses-proses
                                                     dinamik, mempertinggi kwalitas dan menurunkan
dalam pabrik dan industri modern, khususnya pada
                                                     biaya operasi serta meniadakan pekerjaan-pekerjaan
pusat-pusat penelitian. Sebagai contoh kontrol
                                                     rutin yang membosankan yang harus dilakukan oleh

102                                        ISSN 1410 - 8178                                Triyono, dkk
                                  PROSIDING SEMINAR NASIONAL
                        PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                             Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                                         Yogyakarta, 19 September 2006


manusia. Salah satu sistem kontrol yang lazim         maupun alat kontrol suhu buatan China, Japan,
dipakai yaitu sistem kalang tertutup. Sistem kalang   German maupun buatan Amerika dan masing-
tertutup merupakan sistem kontrol yang sinyal         masing mempunyai kelebihan serta kekurangan
keluarannya mempunyai pengaruh langsung               ditinjau dari teknis maupun non teknis. Kontrol suhu
terhadap aksi pengontrolan. Sinyal kesalahan          model PXZ-7 TAY 2 merupakan salah satu jenis
penggerak yang merupakan selisih antara sinyal        kontrol suhu yang dibuat oleh Fuji Japan dengan
masukan dan sinyal umpan balik diumpankan ke          penampil 7-Segment (2) . Kontrol suhu PXZ-7 TAY
kontroler, yang berguna untuk memperkecil             2 diperlengkapi dengan penampil present value (PV)
kesalahan dan membuat agar keluaran sistem            dan setting value (SV) serta beberapa fasilitas lain
mendekati harga yang diinginkan. Suatu peralatan      meliputi: input sensor, output control, sumber
kontrol automatik harus memenuhi spesifikasi          tegangan dan tombol pengatur ( SV, SEL, DATA
unjukkerja dalam bentuk perilaku respon transien      dan ENT). SV merupakan setting value atau
terhadap masukan tertentu atau spesifikasi dapat      pengatur suhu yang diinginkan, SEL atau selective
diberikan dalam bentuk indek unjukkerja. Indek        merupakan pemilih parameter yang diininkan,
unjukkerja merupakan angka yang menunjukkan           DATA merupakan fasilitas untuk memasukkan
kebaikan       unjukkerja     sistem,      sehingga   harga atau besaran parameter dan ENT atau entry
penyimpangan antara pengukuran dan harga setting      merupakan fasilitas untuk menyimpan data yang
mendekati nol. Sistem kontrol dianggap optimal jika   diinginkan. Input sensor terdiri dari resistance
harga-harga parameter dipilih sedemikian rupa,        temperature detector atau RTD dengan kode angka
sehingga indek unjukkerja yang dipilih minimum        P-n2=1, sensor termokopel dengan kode P-n2=2-13,
(mendekati 0 OC ) atau maksimum (mendekati            input tegangan 0-5 Volt dc, input arus 4-20 mA.
10 OC) (1). Harga parameter optimal bergantung        Kontrol output dipilih pada posisi on-off, karena
secara langsung pada indeks unjukkerja yang           posisi tersebut lebih aplikatip dan cocok dengan
dipilih. Indek unjukkerja harus memberikan            beban yang tidak membutuhkan keakuratan yang
pencirian yang selektip. Jadi pengaturan parameter    tinggi dengan cara mengatur parameter output pada
secara optimal harus secara jelas dibedakan dengan    kode Y. Kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 mempunyai
pengaturan parameter secara non-optimal. Agar         daerah pengukuran suhu 0 sampai 1750 OC sesuai
menjadi praktis indeks unjukkerja harus dapat         dengan sensor yang digunakan pada input sensor.
dihitung dengan mudah secara analitis atau            Untuk memperoleh ketepatan pengukuran PXZ-7
eksperimen. Sistem kontrol kalang tertutup secara     TAY 2 perlu dilakukan pengubahan parameter input
umum dapat dilihat pada Gambar 1.                     sensor pada P-n2, dengan cara memasukkan kode
                                                      input sensor 1 sampai 13 pada variasi suhu setting
                                                      100 sampai 1000 OC yang terbagi dalam grup I
                                                      (RTD dan termokopel) dan grup II (tegangan dan
                                                      arus). Pengujian kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 dengan
                                                      variasi input sensor (P-n2) dimaksudkan untuk
                                                      mengetahui ketepatan pengukuran suhu secara
                                                      aplikatip pada furnace termal sensor R denga cara
Gambar 1.    Sistem kontrol kalang tertutup secara    mengubah harga parameter operasinya. Setiap
           umum.                                      pengubahan kode input sensor harus dilakukan pada
        Masukan berupa pengaturan parameter           variasi suhu yang sama, agar diperoleh data
input sensor dengan kode angka 1 sampai 13 dan        pengukuran yang tepat (2). Bentuk fisik panel depan
pengaturan parameter operasi awal (P, C, d, TC,       kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 dapat dilihat pada
HYS, A7 dan Log). Kedua parameter tersebut harus      Gambar 2.
dikondisikan secara cepat agar hasil keluarannya
akurat (1). Kontroler dapat berupa kontrol
temperature model PXZ-7 TAY 2 dengan daerah
pengukuran 0-1600 OC. Pemanas termal berupa
furnace Karl Kolb daya 5500 Watt 220 Volt ac dan
elemen ukur berupa sensor tipe R. Sensor tipe R
merupakan jenis sensor yang terbuat dari paduan
Platinum, 13% Rhodium-Platinum         dan dapat
digunakan pada daerah suhu 0 sampai 1600 OC.
        Dalam     sistem   pengukuran     maupun
pengaturan suhu proses pemanasan diperlukan alat      Gambar 2. Bentuk fisik panel depan kontrol suhu
ukur atau alat kontrol suhu yang dapat bekerja                  PXZ-7 TAY 2.
secara tepat. Telah banyak beredar alat ukur

Triyono, dkk                                ISSN 1410 – 8178                                          103
                      PROSIDING SEMINAR NASIONAL
            PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                 Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                              Yogyakarta, 19 September 2006


Keterangan:                                            C1     = Indikator output 1
PV     = Present Value ( suhu terukur ) , OC           C2     = Indikator output 2
SV     = Setting Value (pengatur suhu yang             HB     = Indikator alarm pemanas off
         diinginkan ), OC.                             L      = Indikator alarm batas bawah
       = Pengunci batas bawah (pengurangan)            H     = Indikator alarm batas atas
       = Pengunci batas atas (penambahan)              ENT   = Entry untuk mengunci parameter data
                                                                yang telah dimasukkan untuk disimpan
DATA = Untuk memasukkan parameter yang                          dalam memori kontrol.
       diinginkan meliputi: (P-n2), P-df, P-SL,                Hubungan kode input sensor terhadap tipe
        P-SU, P-AL, P-AH, P-dp, PUOF, FUZY,            sensor R dapat dilihat pada Tabel 1.
        DISP 1-7.
Tabel 1. Hubungan kode input sensor terhadap tipe sensor R
 No       Grup       Tipe input sensor     Kode sensor       Daerah pengukuran sensor, OC

  1         I        RTD                          1                  -50 – 850 OC
                     PT 100                                            0 – 600 OC
  2         I        Termokopel J                  2                   0 – 800 OC
                     Termokopel K                  3                  0 – 1200 OC
                     Termokopel R                  4                  0 – 1600 OC
                     Termokopel B                  5                  0 – 1600 OC
                     Termokopel S                  6                  0 – 1600 OC
                     Termokopel T                  7                - 150 – 800 OC
                     Termokopel E                  8                - 199 – 800 OC
                     Termokopel N                 12                  0 – 1300 OC
                     Termokopel PL-II             13                  0 – 1300 OC
  3         II            Tegangan                16                 0 – 5 Volt dc
                            Arus                  16                4 – 20 MAmper

        Kode input sensor pada Tabel 1 sangat          hasil pengukuran, lebih praktis dibandingkan non-
berguna untuk menyesuaikan terhadap tipe sensor        contact    pyrometer.     Sedangkan     kelemahan
yang dipakai untuk pengukuran maupun sebagai           pemakaian sensor tipe R yaitu: mudah
kontrol suhu pada PXZ-7 TAY 2. Untuk                   terkontaminasi bila dipakai pada suasana oksidasi(3)
memperoleh ketepatan dan deviasi serendah              .
mungkin, maka kode input yang dimasukkan ke
parameter P-n2 adalah kode 4 atau kode sensor R,
sehingga akan sesuai dengan tipe sensor R sesuai
sensor pada furnace termal yang ada. Apabila
dikehendaki input sensor berupa tegangan searah
dapat dimasukkan kode input 16 dengan
kemampuan tegangan antara 0 -5 Volt dc. Input
sensor berupa arus searah dengan kode 16
berkemampuan antara 4 – 20 mAmper. Blok
diagram cara pengubahan parameter pada operasi
awal dapat dilihat pada Gambar 3.
        Dengan menggunakan blok diagram pada
Gambar 3 akan dapat dilakukan proses pengubahan
parameter operasi maupun parameter input sensor.
Pengubahan parameter input sensor dengan cara
memasukkan data kode input sensor 1-13 pada P-
n2. Kontrol keluaran dapat diposisikan pada relay
kontak (Y) atau SSR, suhu setting value P-SU (batas
atas) dan P-SL (batas bawah)(2) . Pada pengujian       Gambar    3. Blok diagram cara pengubahan
parameter input sensor dipakai tipe R. Sensor tipe R              parameter operasi awal PXZ-7 TAY 2.
terbuat dari paduan Platinum, 13 % Rhodium –                   Dengan dilakukan pengubahan parameter
Platinum yang dapat digunakan pada daerah suhu 0       input sensor pada P-n2, akan diperoleh ketepatan
-1600 OC, mempunyai ketepatan yang baik terhadap       pengukuran suhu sesuai tipe sensor R yang dapat


104                                          ISSN 1410 - 8178                                 Triyono, dkk
                                  PROSIDING SEMINAR NASIONAL
                        PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                             Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                                          Yogyakarta, 19 September 2006


digunakan untuk kontrol suhu otomatik pada             b. Pengubahan parameter input sensor dilakukan
furnace termal.                                           dengan cara menekan tombol SEL ± 3 detik
                                                          tampil P-n1, tekan ke 2 tampil P-n2, tekan
TATAKERJA                                                 tombol data, kode input dirubah pada penampil
                                                          SV menjadi P-n2=2 dengan cara menekan
A. Peralatan                                              tombol up ke 4. Posisikan kembali ke awal
             Peralatan yang    diperlukan dalam           dengan dengan menekan tombol SV, sehingga
pengujian pengubahan parameter input sensor               suhu terukur dapat terlihat pada penampil PV.
meliputi: unit furnace      Karl Kolb, toolsets,       c. Pengubahan parameter input sensor dilakukan
multimeter analog, multimeter digital, manual             sampai perubahan kode sensor 1 sampai 13
instruction.                                              dengan cara yang sama, sehingga diperoleh data
                                                          pengukuran.
B. Bahan                                               9. Sumber panas berupa furnace Karl Kolb 0
        Bahan yang diperlukan dalam pengujian             sampai 1000 OC, untuk pengujian pengukuran
pengubahan parameter input sensor          meliputi:      suhu 0 sampai 1000 OC dapat dilakukan pada
termokopel tipe R, kontrol suhu PXZ-7 TAY 2,              furnace suhu tinggi.
sumber listrik 220 Volt ac dan kabel penghubung.
                                                       HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Metode pengubahan parameter
1. Sumber tegangan 220 / 380 Volt ac unit furnace               Telah dilakukan pengujian terhadap
   dihidupkan.                                         pengaruh variasi parameter operasi awal dan
2. Sumber tegangan PXZ-7 TAY 2 dihubungkan ke          parameter input sensor kontrol suhu PXZ-7 TAY 2
   tegangan 100-220 Volt ac.                           dengan sensor R. Pengujian dilakukan pada furnace
3. Tampilan awal present value (PV) bagian atas        termal pada daerah suhu 0 sampai 1000 OC dengan
   dan tampilan setting value (SV) bagian bawah        variasi suhu secara bertahap. Pengujian parameter
   menunjukkan suhu 353 OC.                            kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 sangat menentukan
4. Tekan tombol SEL atau pemilih ± 3 detik pada                 kepekaan serta ketepatan pengukuran
   SV tampil parameter P                               maupun pengontrolan suhu antara suhu setting value
5. Dilakukan pengaturan parameter awal dengan          (SV) terhadap suhu present value (PV) pada furnace
   menekan tombol SEL ± 3 detik, masukkan data         termal. Pengubahan parameter yang dilakukan pada
   sebagai berikut: P= 0.0, C=240, d=60.0, 7C=30,      kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 meliputi: pengaturan
   HYS=4, A7=0, Loc=0.                                 operasi awal, yaitu dengan mengubah nilai
6. Dilakukan pengaturan operasi ke 2 dengan cara:      parameter dari PID, TC, HYS, AT dan Loc.
                                                       Pengaturan parameter operasi awal kontrol suhu
   tombol SEL ditekan ± 3 detik, pada penampil
                                                       PXZ-7 TAY 2 dengan sensor tipe R dapat dilihat
   SV akan tampil kode: P-n1, P-n2, P-df, P-SL, P-
                                                       pada Tabel 3.
   SU, P-dp, PUOF, FUZY, disp 1-7. Untuk
                                                                Pengubahan parameter ini mutlak harus
   mengisi data parameter operasi awal dimasukkan
                                                       dilaksanakan, karena kontrol suhu PXZ-7 TAY 2
   data sebagai berikut: P-n1=0, P-n2=4, P-df=5.0,
                                                       masih dalam kondisi parameter standar dan belum
   P-SL=0, P-SU= 1750, P-dp=0, PUOF=0,
                                                       sesuai untuk pengukuran maupun sebagai kontrol
   FUZY=off, disp 1=49, disp 2=253, disp 3= 251,
                                                       suhu. Pengubahan parameter operasi seperti pada
   disp 4= 255, disp 6= 235, disp 7=61.
                                                       Table 3 ternyata tidak terlalu banyak berpengaruh
7. Sensor termokopel R diletakkan pada ruang
                                                       pada pengukuran suhu kamar, tetapi dapat
   furnace dan usahakan berada di tengah sumber
                                                       mengurangi ketepatan hasil pengukuran. Untuk
   panas agar pengukuran lebih akurat.
                                                       mengetahui pengaruh pengubahan parameter
8. Untuk menyimpan data parameter operasi awal
                                                       operasional lanjutan kontrol suhu PXZ-7 TAY 2
   tersebut dapat dilakukan dengan cara menekan
                                                       dapat dilihat pada Tabel 4. Adapun tujuan
   tombol SV, maka pada penampil PV terlihat
                                                       pengaturan operasi lanjutan adalah untuk mengubah
   suhu kamar.
                                                       parameter operasi utama yaitu: P-n1, P-n2, P-df, P-
9. Dilakukan pengubahan parameter input sensor
                                                       SL, P-SU, P-dp, PUOF, FUZY, Disp 1-7. Tetapi
   dengan kode 1 sampai 13 pada parameter P-n2.
                                                       parameter yang sangat berpengaruh untuk diubah
   Adapun      langkah-langkah      pengubahannya
                                                       yaitu: P-n2, P-SL, P-SU, parameter tersebut sangat
   sebagai berikut:
                                                       besar pengaruhnya terhadap ketepatan hasil
a. Tekan tombol SEL ± 3 detik akan tampil P-n1,
                                                       pengukuran (2) . Pengaturan terhadap pengaruh
   tekan ke 2 tampil P-n2, tekan tombol DATA,
                                                       perubahan parameter operasional kontrol suhu PXZ-
   kode input dirubah pada penampil SV menjadi
                                                       7 TAY 2 dengan sensor R dapat dilihat pada Tabel 4
   P-n2=1 dan posisikan ke awal dengan menekan
   tombol SV.

Triyono, dkk                                 ISSN 1410 – 8178                                         105
                         PROSIDING SEMINAR NASIONAL
               PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                    Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                             Yogyakarta, 19 September 2006


Tabel 3. Pengaturan parameter operasi awal kontrol suhu PXZ-7 TAY 2.
          No       Kode parameter        Data parameter      Satuan              Keterangan
                  operasi awal, tekan                      parameter
                    SEL ± 3 detik
           1               P                   5.0             %        Pita proforsional on-off
           2               I                   240            Detik     Waktu aksi integral
           3               D                    60            Detik     Waktu aksi derivatip
           4              TC                    30            Detik     Waktu putaran proforsional
                                                                        Kontrol output
           5            HYS                     4              %        Daerah sensitip
           6             AT                     0              -        Pengunci pengaturan otomatik
           7            Loc                     0              -        Penampil suhu kamar
           8          Tekan SV                  -              -

Tabel 4. Pengaturan terhadap pengaruh perubahan parameter operasional kontrol suhu PXZ-7 TAY 2
         dengan sensor R.
         No     Data parameter yang      Input parameter                 Keterangan
                       diubah
          1             P-n1                     0          Spesifikasi kontrol operasi
          2             P-n2                     4          Tipe pengatur input
          3             P-df                     5          Waktu konstan (detik)
          4             P-SL                     0          Daerah pengaturan batas bawah (OC)
          5             P-SU                  1600          Daerah pengaturan batas atas (OC)
          6             P-dp                     0          Pengaturan posisi angka desimal
          7            PUOF                      0          PV pengganti
          8            FUZY                    off          Metode kontrol spesifikasi on-off
          9            DISP 1                   49          Perlindungan spesifikasi parameter 1
         10            DISP 2                  253          Perlindungan spesifikasi parameter 2
         11            DISP 3                  251          Perlindungan spesifikasi parameter 3
         12            DISP 4                  253          Perlindungan spesifikasi parameter 4
         13            DISP 5                  129          Perlindungan spesifikasi parameter 5
         14            DISP 6                  235          Perlindungan spesifikasi parameter 6
         15            DISP 7                   61          Perlindungan spesifikasi parameter 7
         16          Tekan SV            Kembali ke awal    Penampil awal

         Pengubahan parameter yang paling             daerah suhu 100 sampai 1000 OC yang ditunjukkan
dominan pada kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 meliputi:       pada Tabel 5 akan dapat diketahui tipe sensor yang
input sensor (P-n2) diposisikan pada kode 4 (sensor   tepat sesuai sensor yang dipakai (R). Pada variasi
R) yang dapat digunakan untuk mendeteksi suhu 0 –     kode input 1 pada daerah suhu 100 sampai 1000 OC
16OO OC , sedangkan parameter P-SU dan P-SL           menghasilkan data pengukuran PV berupa kode
akan mempenaruhi terhadap data tampilan PV.           LLLL (lower), ini menunjukkan bahwa kode sensor
Bilamana P-SL diberi harga minus (-) akan tampil      1 tidak sesuai dengan sensor yang dipakai (R). Pada
PV (HHHH) dan bila P-SU lebih rendah dari 16600       kode sensor input 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 12 dan 13
O
  C, sehingga tampilan PV menunjukkan suhu kamar      memberi hasil pengukuran yang tidak sesuai dengan
yang tepat (2) .                                      suhu setting 100 sampai 1000 OC, ini menunjukkan
         Untuk mengetahui kemampuan dan               bahwa kode sensor tesebut belum tepat terhadap
ketepatan serta kehandalan dari kontrol suhu PXZ-7    tipe sensor yang dipakai (R). Pada variasi kode
TAY 2 perlu dilakukan pengujian pada sumber           input sensor 9 pada suhu setting 100 sampai 500 OC
panas dengan variasi kode sensor 1 sampai 13 pada     menghasilkan pengukuran yang sangat tidak sesuai
variasi suhu antara 100 sampai 1000 OC. Tampilan      dengan suhu yang sesungguhnya. Sedangkan pada
kontrol suhu PXZ-7                                    variasi input sensor 9 pada suhu setting 600 sampai
         TAY pada furnace Karl Kolb dapat dilihat     1000 OC menghasilkan pengukuran berupa UUUU
pada Tabel 5.                                         (upper), ini menunjukkan bahwa kode sensor sangat
         Dari hasil tampilan kontrol suhu PXZ-7       tidak cocok karena batas suhu lebih besar. Pada
TAY 2 dengan variasi kode input sensor pada           variasi kode input sensor 4 pada daerah suhu setting


106                                         ISSN 1410 - 8178                                  Triyono, dkk
                                   PROSIDING SEMINAR NASIONAL
                         PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                              Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                                          Yogyakarta, 19 September 2006


100 sampai 1000 OC menghasilan pengukuran yang           sebesar 0 OC.
sama terhadap suhu PV dan penyimpangannya
Tabel 5. Tampilan kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 pada furnace Karl Kolb.
   Kode                       Variasi suhu setting pengujian kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 (OC)
   sensor      SV1     SV2    SV3       SV4         SV5        SV6        SV7     SV8        SV9     SV10
   (P-n2)      100     200    300       400         500        600        700     800        900     1000
      1         LLLL   LLLL    LLLL      LLLL        LLLL       LLLL       LLLL     LLLL      LLLL    LLLL
      2           39     55      74       92          111        131        151     177        200     220
      3           42     62      87       110         134        162        190     225        257     284
      4          100    200     300       400         500        600        700     800        900    1000
      5          319    517     676       813         939       1061       1179     1297      1412    1525
      6          106    204     314       415         521        631        743     863        972    1080
      7           42     60      82       104         125        149        171     196        220     243
      8           37     50      67       82           97        114        129     148        165     183
      9          628    979    1276      1507        1740       UUUU      UUUU UUUU          UUUU    UUUU
     10         LLLL   LLLL    LLLL      LLLL        LLLL       LLLL       LLLL     LLLL      LLLL    LLLL
     11         LLLL   LLLL    LLLL      LLLL        LLLL       LLLL       LLLL     LLLL      LLLL    LLLL
     12           48     77     143       174         174        207        242     282        316    3150
     13           47     70     126       126         152        179        209     292                301

KESIMPULAN                                               3. NONAME, Temperature Sensors, Leeds &
                                                            Northrup Instrument, USA Copy Right 1984.
         Dengan selesainya pengujian pengaruh
variasi parameter input sensor terhadap ketepatan
pengukuran kontrol PXZ-7 TAY 2 sensor tipe R
dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Variasi kode sensor 1 menghasilkan pengukuran
   LLLL (lower), kode sensor 1 hanya dapat               TANYA JAWAB
   digunakan untuk suhu dibawah 1000 OC sangat
   tidak cocok terhadap sensor tipe R.                   Purwoto
2. Variasi kode sensor 9, 10 dan 11 tidak                  Parameter apa saja yang berpengaruh pada
   menghasilkan pengukuran yang setabil, yaitu             control suhu PXZ-7
   berupa besaran angka, data UUUU (upper) dan            Triyono
   LLLL, karena kode sensor tersebut merupakan               Parameter yang sangat berpengaruh pada
   kode semu.                                                control suhu model PXZ-7 TAY 2 meliputi : P-
3. Kode sensor 4 menghasilkan pengukuran PV                  A1, P-A2, P-SL dan P-SU
   sama dengan suhu setting 100 sampai 1000 OC,
   karena kode input sensor 4 mempunyai                  Suhartono
   kesesuaian terhadap sensor yang dipakai yaitu           Apakah ada pengaruhnya terhadap pemakaian
   tipe R.                                                 kabel penghubung yang terlalu panjang pada
                                                           pada termokopel ?
UCAPAN TERIMAKASIH                                         Bagaimana bentuk fisis termokopel R pada
                                                           pemakaian uji fungsi ?
        Dengan selesainya pengujian pengaruh               Bagaimana suhu yang dapat dideteksi oleh
variasi parameter kode input sensor terhadap               control suhu PXZ-7 TAY 2 ?
ketepatan kontrol suhu PXZ-7 TAY 2 sensor tipe R,
                                                          Triyono
perkenankanlah penulis mengucapkan banyak
                                                             Pemakaian kabel penghubung termokopel R
terimakasih kepada Bapak Dwi Herwidi dan Bapak
                                                             yang terlalu panjang akan mengurangi
Sudaryadi atas segala bantuannya.
                                                             kepekaan dan ketepatan pada kontrol suhu
                                                             PXZ-7 TAY 2.
DAFTAR PUSTAKA
                                                             Bentuk Fisik termokopel R pada uji fungsi
1. EDI LEKSONO, IR, Teknik Kontrol Automatik,                control suhu PXZ-7 TAY 2 berupa dua kawat
   Penerbit Erlangga, tahun 1985.                            dengan selongsong keramik panjang 20 cm
2. NONAME, Instruction Manual Micro-Controler                diameter selubung 0,5 cm dan ujungnya
   X model PXZ, Fuji Electric Instrument Co. Ltd             disatukan berupa junction.
   Japan.                                                    Kemampuan deteksi/pengukuran control suhu
                                                             PXZ-7 TAY 2 antara 0 - 1600 oC.

Triyono, dkk                                  ISSN 1410 – 8178                                               107

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:308
posted:5/17/2011
language:Indonesian
pages:6
Description: PENGARUH VARIASI PARAMETER INPUT SENSOR TERHADAP KETEPATAN PENGUKURAN KONTROL SUHU MODEL PXZ-7 TAY 2 SENSOR R