Docstoc

Tugas Makalah Biologi

Document Sample
Tugas Makalah Biologi Powered By Docstoc
					Tugas Makalah Biologi
                Tentang

☻Sistem saraf

☻Alat indra

☻Sistem hormone



                                   D

                               I

                           S

                       U

                       S

                   U

                   N

Oleh ;   ♥ Leni Natalia Situmorang ♥
Kls ; XI IPA³
☻KATA PENGANTAR


        Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas ini.


        Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih banyak kekurangan, baik dari

segi isi, penulisan maupun kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang

bersifat membangun guna perbaikan laporan kerja praktek ini lebih lanjut, akan penulis terima

dengan senang hati. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

membantu dalam penyusunan tugas ini.


        Akhirnya, tiada gading yang tak retak, meskipun dalam penyusunan makalah ini penulis telah

mencurahkan semua kemampuan, namun penulis sangat menyadari bahwa hasil penyusunan

makalah ini jauh dari sempurna dikarenakan keterbatasan data dan referensi maupun kemampuan

penulis. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran serta kritik yang membangun dari

berbagai pihak.




                                                                               Medan,2011

                                                                                 Penulis
                                                          Daftar Isi




Kata Pengantar              .........................................................................................................   I

Daftar Isi                  ......................................................................................................... II

BabI Pendahuluan ........................................................................................................ III

BabII Isi                   ......................................................................................................... IV

BabIII Kesimpulan........................................................................................................ V
☻Daftar Pustaka

 [ADA] American Diabetes Association. 2004. Gestational Diabetes Mellitus.
Diabetes Care 27: S88-S90.
[Anonim]. 2006.
Regulasi Glukosa. http://fac ult y.uc a.edu/~ we ij iul/gr aphs /
glucose-regulation-1.jpg. diakses 11 Agustus 2008.
AOAC, 1990. Official Methods of Analysis, 15th Edn. Association of Official
Analytical Chemists, Washington D.C.
☻Sistem saraf


Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri atas sel neuron yang mengkoordinasikan
aktivitas otot, memonitor organ, membentuk atau menghentikan masukan dari indra, dan
mengaktifkan aksi. Komponen utama dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel
neuroglia, neuron memainkan peranan penting dalam koordinasi.

Sistem saraf pada vertebrata secara umum dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem
saraf tepi.

Neuron

Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari
badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson.

Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan
impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek.

Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit. Kedua serabut saraf ini berisi
plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan
sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung
lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi
mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin
disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.
Neuroglia


Neuroglia merupakan suatu matriks jaringan penunjang khusus, fungsi neuroglia diantaranya adalah
memberi nutrisi pada sel saraf. Macam-macam neuroglia diantaranya adalah astrosit, oligodendroglia
dan mikroglia.


Penghantaran rangsang

Semua sel dalam tubuh hewan memiliki muatan listrik yang terpolarisasi, dengan kata lain terjadi
perbedaan potensial antara bagian luar dan dalam dari suatu membran sel, tidak terkecuali sel saraf
(neuron). Perbedaan potensial antara bagian luar dan dalam membran ini disebut potensial membran
Informasi yang diterima oleh Indra akan diteruskan oleh saraf dalam bentuk impuls. Impuls tersebut
berupa tegangan listrik. Impuls akan menempuh jalur sepanjang akson suatu neuron sebelum
dihantarkan ke neuron lain melalui sinapsis dan akan seperti itu terus hingga mencapai otak, dimana
impuls itu akan diproses. Kemudian otak mengirimkan impuls menuju organ atau indra yang dituju
untuk menghasilkan efek yang diinginkan melalui mekanisme pengiriman impuls yang sama.

Membran hewan memiliki potensial istirahat sekitar -50 mV s/d -90 mV, potensial istirahat adalah
potensial yang dipertahankan oleh membran selama tidak ada rangsangan pada sel. Datangnya
stimulus akan menyebabkan terjadinya depolarisasi dan hiperpolarisasi pada membran sel, hal
tersebut menyebabkan terjadinya potensial kerja. Potensial kerja adalah perubahan tiba-tiba pada
potensial membran karena datangnya rangsang. Pada saat potensial kerja terjadi, potensial membran
mengalami depolarisasi dari potensial istrahatnya (-70 mV) berubah menjadi +40 mV. Akson
vertebrata umumnya memiliki selubung mielin. Selubung mielin terdiri dari 80% lipid dan 20%
protein, menjadikannya bersifat dielektrik atau penghambat aliran listrik dan hal ini menyebabkan
potensial kerja tidak dapat terbentuk pada selubung mielin; tetapi bagian dari akson bernama nodus
Ranvier tidak diselubungi oleh mielin. Penghantaran rangsang pada akson dilakukan dengan
mekanisme hantaran saltatori, yaitu potensial kerja dihantarkan dengan "melompat" dari satu nodus
ke nodus lainnya hingga mencapai sinapsis.

Pada ujung neuron terdapat titik pertemuan antar neuron bernama sinapsis, neuron yang
mengirimkan rangsang disebut neuron pra-sinapsis dan yang akan menerima rangsang disebut
neuron pasca-sinapsis. Ujung akson setiap neuron membentuk tonjolan yang didalamnya terdapat
mitokondria untuk menyediakan ATP untuk proses penghantaran rangsang dan vesikula sinapsis
yang berisi cairan neurotransmitter umumnya berupa asetilkolin (ACh). Ketika rangsang tiba di
sinapsis, ujung akson dari neuron pra-sinapsis akan membuat vesikula sinapsis mendekat dan
melebur ke membrannya. Asetilkolin kemudian dilepaskan melalui proses eksositosis. Pada ujung
akson neuron pasca-sinapsis, protein reseptor mengikat molekul neurotransmitter dan merespon
dengan membuka saluran ion pada membran akson yang kemudian mengubah potensial membran
(depolarisasi atau hiperpolarisasi) dan menimbulkan potensial kerja pada neuron pasca-sinapsis.
Asetilkolin yang ada kemudian dihidrolisis menjadi asetil dan kolin.
☻Telinga




Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi/mengenal suara & juga banyak
berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Telinga pada hewan vertebrata memiliki dasar yang
sama dari ikan sampai manusia, dengan beberapa variasi sesuai dengan fungsi dan spesies.

Setiap vertebrata memiliki satu pasang telinga, satu sama lainnya terletak simetris pada bagian yang
berlawanan di kepala, untuk menjaga keseimbangan dan lokalisasi suara.

Suara adalah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam sebuah
gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di
otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara disampaikan ke otak melalui saraf yang
menyambungkan telinga dan otak (nervus vestibulokoklearis).
Bagian telinga

Telinga terdiri dari tiga bagian: telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

Telinga luar

Bagian luar merupakan bagian terluar dari telinga. Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang
telinga, dan saluran telinga luar. Telinga luar meliputi daun telinga atau pinna, Liang telinga atau
meatus auditorius eksternus, dan gendang telinga atau membran timpani. Bagian daun telinga
berfungsi untuk membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga dan akhirnya menuju
gendang telinga. Rancangan yang begitu kompleks pada telinga luar berfungsi untuk menangkap
suara dan bagian terpenting adalah liang telinga. Saluran ini merupakan hasil susunan tulang dan
rawan yang dilapisi kulit tipis.

Di dalam saluran terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan zat seperti lilin yang disebut
serumen atau kotoran telinga. Hanya bagian saluran yang memproduksi sedikit serumen yang
memiliki rambut. Pada ujung saluran terdapat gendang telinga yang meneruskan suara ke telinga
dalam.

Peradangan pada bagian telinga ini disebut sebagai otitis Eksterna. Hal ini biasanya terjadi
karena kebiasaan mengorek telinga & akan menjadi masalah bagi penderita diabetes mellitus
(DM/sakit gula)

Telinga tengah

Telinga tengah meliputi gendang telinga, 3 tulang pendengaran (martil atau malleus, landasan atau
incus, dan sanggurdi atau stapes). Saluran Eustachius juga berada di telinga tengah.

Getaran suara yang diterima oleh gendang telinga akan disampaikan ke tulang pendengaran. Masing-
masing tulang pendengaran akan menyampaikan getaran ke tulang berikutnya. Tulang sanggurdi
yang merupakan tulang terkecil di tubuh meneruskan getaran ke koklea atau rumah siput.

Pada manusia dan hewan darat lainnya, telinga tengah dan saluran pendengaran akan terisi udara
dalam keadaan normal. Tidak seperti pada bagian luar, udara pada telinga tengah tidak berhubungan
dengan udara di luar tubuh. Saluran Eustachius menghubungkan ruangan telinga tengah ke belakang
faring. Dalam keadaan biasa, hubungan saluran Eustachius dan telinga tengah tertutup dan terbuka
pada saat mengunyah dan menguap. Hal ini menjelaskan mengapa penumpang pesawat terbang
merasa 'tuli sementara' saat lepas landas. Rasa tuli disebabkan adanya perbedaan tekanan antara udara
sekitar. Tekanan udara di sekitar telah turun, sedangkan di telinga tengah merupakan tekanan udara
daratan. Perbedaan ini dapat diatasi dengan mekanisme mengunyah sesuatu atau menguap.

Peradangan atau infeksi pada bagian telinga ini disebut sebagai Otitis Media
Telinga dalam


Telinga dalam terdiri dari labirin osea (labirin tulang), sebuah rangkaian rongga pada tulang
pelipis yang dilapisi periosteum yang berisi cairan perilimfe & labirin membranasea, yang
terletak lebih dalam dan memiliki cairan endolimfe.

Di depan labirin terdapat koklea atau rumah siput. Penampang melintang koklea trdiri aras tiga
bagian yaitu skala vestibuli, skala media, dan skala timpani. Bagian dasar dari skala vestibuli
berhubungan dengan tulang sanggurdi melalui jendela berselaput yang disebut tingkap oval,
sedangkan skala timpani berhubungan dengan telinga tengah melalui tingkap bulat.

Bagian atas skala media dibatasi oleh membran vestibularis atau membran Reissner dan sebelah
bawah dibatasi oleh membran basilaris. Di atas membran basilaris terdapat organo corti yang
berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organo corti terdiri dari sel rambut dan sel
penyokong. Di atas sel rambut terdapat membran tektorial yang terdiri dari gelatin yang lentur,
sedangkan sel rambut akan dihubungkan dengan bagian otak dengan saraf vestibulokoklearis.
☻

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:846
posted:5/16/2011
language:Indonesian
pages:11