Resistor Resistor Resistor digunakan sebagai bagian

Document Sample
Resistor Resistor Resistor digunakan sebagai bagian Powered By Docstoc
					Resistor
        Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan
merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari
bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan
resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
        Resistor berasal dari bahasa belanda werstand, yang berarti tahanan atau hambatan,
Resistor berati suatu komponen elektronika yang memberikan hambatan terhatap muatan listrik.

         Resistor adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus
listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara kedua salurannya sesuai dengan arus
yang mengalirinya, Resistor disimbulkan dengan huruf R. dan mempunyai satuan ohm, resistor
ditemukan pada tahun 1787 oleh seorang ahli fisika yang bernama George Ohm dari bangsa
jerman.
         Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum
berikut ini, yang terkenal sebagai hukum Ohm:




dimana :
V = beda potensial (Volt)
I = Arus (ampere)
R = Resistansi (Ohm)

Ohm (simbol: Ω) adalah satuan SI untuk resistansi listrik, diambil dari nama Georg Simon Ohm.
Biasanya digunakan prefix miliohm, kiloohm dan megaohm.

Karakteristik utama dari resistor adalah :

    1.     resistansinya dan daya listrik yang dapat diboroskan
    2.     desah listrik
    3.     induktansi.
    4.     koefisien suhu

Fungsi :
          Menghambat arus listrik
          Pembagi tegangan
          Pengatur volume (potensiometer)
          Pengatur kecepatan motor (rheostat)
          Dll tergantung disain komponen
          Pembangkit getaran rendah (audio RC oscillator)
          Sebagai pemikul beban (load resistance)
          Pembagi arus pada rangkaian paralel

Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak, bahkan sirkuit
terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, resistor harus cukup besar secara
fisik agar tidak menjadi terlalu panas saat memboroskan daya.

Resistor mempunyai kemampuan untuk membatasi arus atau tegangan disebut resistansi, dimana
resistansi dinyatakan dengan satuan Ohm.
                                               Resistor




                                        resistor komposisi karbon

    Resistor komposisi karbon terdiri dari sebuah unsur resistif berbentuk tabung dengan kawat atau
tutup logam pada kedua ujungnya. Badan resistor dilindungi dengan cat atau plastik. Resistor komposisi
karbon lawas mempunyai badan yang tidak terisolasi, kawat penghubung dililitkan disekitar ujung unsur
resistif dan kemudian disolder. Resistor yang sudah jadi dicat dengan kode warna dari harganya.

Unsur resistif dibuat dari campuran serbuk karbon dan bahan isolator (biasanya keramik). Resin
digunakan untuk melekatkan campuran. Resistansinya ditentukan oleh perbandingan dari serbuk karbon
dengan bahan isolator. Resistor komposisi karbon sering digunakan sebelum tahun 1970-an, tetapi
sekarang tidak terlalu populer karena resistor jenis lain mempunyai karakteristik yang lebih baik, seperti
toleransi, kemandirian terhadap tegangan (resistor komposisi karbon berubah resistansinya jika dikenai
tegangan lebih), dan kemandirian terhadap tekanan/regangan. Selain itu, jika resistor menjadi lembab,
bahang dari solder dapat mengakibatkan perubahan resistansi yang tak dapat dikembalikan.
   Walaupun begitu, resistor ini sangat reliabel jika tidak pernah diberikan tegangan lebih ataupun panas
lebih.
Resistor ini masih diproduksi, tetapi relatif cukup mahal. Resistansinya berkisar antara beberapa
miliohm hingga 22 MOhm.
                                  (IEE, IEC, EU)
 Simbol



                                   (US, JP)
  Tipe     Komponen pasif
Kemasan Dua kaki
 Fungsi    Menahan arus listrik




Resistor kaki aksial                Tiga resistor komposisi karbon para radio tabung vakum




                               Berbagai Jenis type dan bentuk Resistor

Dalam prakteknya resistor hanya terbagi dua jenis yaitu:


1. Resistor tetap (Fixed resistor)
Resistor jenis ini mempunyai nilai resistansi yang tetap (tidak berubah)

Resistor Tetap (Fixed Resistor) – nilai hambatan konstan

Biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. Berfungsi sebagai pembagi tegangan, mengatur atau
membatasi arus pada suatu rangkaian serta memperbesar dan memperkecil tegangan.

Ada juga resistor yang dibuat khusus : resistor untuk teg tinggi (misalnya dalam TV) terbuat dari selaput
karbon dalam kapsul vakum; resistor megaohm-tinggi (mencapai 106 Mohm), terbuat dari gelas
semikonduktor, digunakan untuk FET, detector radiasi, electrometer; resistor DIL (Dual in Line).
Macam-macam resistor tetap :
a. Metal Film Resistor
b. Metal Oxide Resistor
c. Carbon Film Resistor
d. Ceramic Encased Wirewound
e. Economy Wirewound
f. Zero Ohm Jumper Wire
g. S I P Resistor Network

Adapun beberapa jenis resistor tetap antara lain:
1. Resistor Wirewound.
Sesuai dengan namanya, resistor ini terbuat dari lilitan kawat, di mana kawatnya terbuat dari jenis nikel
dan logam campuran untuk memperoleh nilai resistansi dengan koefisien temperature yang rendah, maka
resistor ini dapat mempertahankan harga resistansi, toleransi, rating daya dan konfigurasi fisik yang lebih
besar disbandingkan dengan tipe-tipe resistor yang lainnya.
Daya yang tersedia untuk resistor jenis ini yaitu mulai dari 5 watt sampai beberatus watt, dan range niali
resistansi mulai dari kurang dari satu ohm hingga beberatus ohm.

2. resistor Film
Resistor ini juga terbagi ada beberapa jenis berdasarkan jenis bahan filmnya, yaitu:
• Resistor Film yang terbuat dari logam
• Resistor film yang terbuat dari karbon (resistor inilah yang paling sering digunakan dalam rangkaian
elektronika).Resistor Film dari karbon tersedia di pasaran dengan nilai dari 1 Ω sampai 1000 MΩ. Rating
dayanya dari1/8 watt hinggga 6 watt.

Film karbon

Selapis film karbon diendapkan pada selapis substrat isolator, dan potongan memilin dibuat
untuk membentuk jalur resistif panjang dan sempit. Dengan mengubah lebar potongan jalur,
ditambah dengan resistivitas karbon (antara 9 hingga 40 µΩ-cm) dapat memberikan resistansi
yang lebar[1]. Resistor film karbon memberikan rating daya antara 1/6 W hingga 5 W pada 70°C.
Resistansi tersedia antara 1 ohm hingga 10 MOhm. Resistor film karbon dapat bekerja pada suhu
diantara -55°C hingga 155°C. Ini mempunyai tegangan kerja maksimum 200 hingga 600 volt[2].


Film logam

Unsur resistif utama dari resistor foil adalah sebuah foil logam paduan khusus setebal beberapa
mikrometer.
Resistor foil merupakan resistor dengan presisi dan stabilitas terbaik. Salah satu parameter
penting yang mempengaruhi stabilitas adalah koefisien temperatur dari resistansi (TCR). TCR
dari resistor foil sangat rendah. Resistor foil ultra presisi mempunyai TCR sebesar 0.14ppm/°C,
toleransi ±0.005%, stabilitas jangka panjang 25ppm/tahun, 50ppm/3 tahun, stabilitas beban
0.03%/2000 jam, EMF kalor 0.1μvolt/°C, desah -42dB, koefisien tegangan 0.1ppm/V, induktansi
0.08μH, kapasitansi 0.5pF[3].
2. Resistor Variabel (variable Resistor)
Resistor ini mempunyai nilai resistansi dapat berubah-ubah.




Resistor Tidak Tetap (variable resistor) – nilai hambatan dapat diubah

                                  Berfungsi sebagai pengatur volume (mengatur besar kecilnya arus),
                                  tone control pada sound system, pengatur tinggi rendahnya nada
                                  (bass/treble) serta berfungsi sebagai pembagi tegangan arus dan
                                  tegangan. Misalnya : potensiometer, trimpot             (trimmer
                                  potensiometer), rheostat, multiturn.

Macam-macam resistor variabel :
a. Potensiometer :
a.1. Linier
a.2. Logaritmis
b. Trimer-Potensiometer
c. Thermister :
c.1. NTC ( Negative Temperature Coefisient )
c.2. PTC ( Positive Temperature Coefisient )
d. DR
e. Vdr




       Resistor NTC dan PTC.




                             NTC (Negative Temperature Coefficient) nilainya akan bertambah kecil bila
                             terkena suhu panas.




                                 PTC (Positive Temperature Coefficient) nilainya akan bertambah besar
                                 bila temperaturnya menjadi panas.
      LDR (Light Dependent Resistor)




yaitu jenis resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila terkena cahaya gelap nilai
tahanannya semakin besar, sedangkan bila terkena cahaya terang nilainya menjadi semakin kecil.

Dilihat dari bentuknya resistor memiliki bentuk yang beragam : standar, gulungan kawat (rheostat),
seperti IC(DIL).




         Sedangkan dilihat dari besarnya daya kerja yang digunakan, di pasaran terdapat beragam
resistor yang memiliki daya yang berbeda. Dari 1/8, ¼, ½, 1, 2, 3, 5, 10, dan 20 watt. Yang memiliki
disipasi daya 5, 10 dan 20 watt biasanya berbentuk kubik berwarna putih atau silinder.




      Potensiometer

Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi
tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan
terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer
biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat.
Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser,
misalnya sebagai sensor joystick
                       Potensiometer




               Potensiometer satu putaran yang umum

                               (EU)
       Simbol
                               (US)

        Tipe           Komponen pasif

      Kategori         Komponen resistif



Konstruksi Potensiometer




Konstruksi dari potensiometer gulungan kawat: #Elemen resistif #Badan #Penyapu (wiper) #Sumbu
#Sambungan tetap #1 #Sambungan penyapu #Cincin #Baut #Sambungan tetap #2

Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara
langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara
pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai contoh,
sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah
TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu.

Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan
sakelar yang terintegrasi, sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi
terendah.
Potensiometer linier

 Potensiometer linier mempunyap unsur resistif dengan penampang konstan, menghasilkan peranti
dengan resistansi antara penyapu dengan salah satu terminal proporsional dengan jarak antara
keduanya.. Potensiometer linier digunakan jika relasi proporsional diinginkan antara putaran sumbu
dengan rasio pembagian dari potensiometer, misalnya pengendali yang digunakan untuk menyetel
titik pusat layar osiloskop.




Pengetrim pasang PCB atau "trimpot", ditujukan untuk pengaturan yang jarang dilakukan

Potensiometer logaritmik

       Potensiometer logaritmik mempunyai unsur resistif yang semakin menyempit atau dibuat dari
bahan yang memiliki resistivitas bervariasi. Ini memberikan peranti yang resistansinya merupakan
fungsi logaritmik terhadap sudut poros potensiometer.

Sebagian besar potensiometer log (terutama yang murah) sebenarnya tidak benar-benar logaritmik,
tetapi menggunakan dua jalur resistif linier untuk meniru hukum logaritma.Potensiometer log juga
dapat dibuat dengan menggunakan potensiometer linier dan resistor eksternal. Potensiometer yang
benar-benar logaritmik relatif sangat mahal.

Potensiometer logaritmik sering digunakan pada peranti audio, terutama sebagai pengendali volume.
RANGKAIAN SERI PARAREL PADA RESISTOR

setelah kita mengetahi pengertian resistor, maka kita mencoba untuk membahas tentang cara
menghitung rangkaian pada resistor apabila kita merangkai dengan cara seri atau pararel.




ada perbedaan cara enghitung rangkaian total pada resistor apabila dirangkai seri dan dirangkai
pararel, untuk lebih jelasnya, mari kita bahas bersama-sama:

Rangkaian Resistor Seri

apabila ada dua buah resistor atau lebih dirangkai secara seri, maka untuk menghitung nilai total
dari rangkaian tersebut adalah dengan menjumlahkan seperti biasa, sehingga :




Rtotal = R1 + R2 + R3 + … + Rn

Dimana :

Rtotal = Resistansi total dari rangkaian seri

R1 = resistor seri 1

R2 = resistor seri 2

R3 = resistor seri 3

Rn = banyaknya resistor ke n
Contoh :




dari rangkaian diatas kita mencoba untuk mencari nilai Rtotal dan arus total (Itotal)

Rtotal = R1 + R2 + R3 + R4

Rtotal = 1K + 2K + 3K +4K

Rtotal = 10K

Itotal = V / Rtotal

Itotal = 10 Volt/ 10K? = 1 mA

Rangkaian Resistor Pararel

apabila ada dua buah resistor atau lebih dirangkai secara pararel, maka untuk menghitung nilai
total dari rangkaian tersebut adalah dengan menjumlahkan seperti rumus di bawah ini, sehingga :




1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + … + 1/R4

dimana :

R total = Resistansi total dari rangkaian pararel

R1 = Resistansi resistor 1

R2 = Resistansi resistor 2

R3 = Resistansi Resistor 3

R n = resistansi resistor ke n
Contoh :




dari rangkaian diatas kita mencoba untuk mencari nilai Rtotal dan arus total (Itotal)

1/Rtotal = 1/ R1 + 1/ R2 + 1/R3 + 1/ R4

1/Rtotal = 1/1K + 1/2K + 1/3K + 1/4K

Rtotal = 40

I total = 10/40 = 250 mA




Kode warna resistor.


Karena tahanan karbon sangat kecil secara fisik, maka tahan di beri kode warna untuk menunjukan
beberapa ohm besar resistor yang bersangkutan.Metode dasar dari sistim ini adalah dengan jalan
menggunakan warna-warna untuk menunjukan nilai angka seoerti yang di tuliskan dalam table di
bawahTujuan untuk membuat tahanan antara lain:
1 Untuk mengatur kuat arus listrik
2 Untuk membagi tegangan
3 Sebagai unsur pemanas pada alat – alat listrik

Mengetahui Nilai Resistor

Pita/kode warna

Pada resistor karbon jenis ini, kode-kode warna yang berbentuk pita menunjukkan besaran hambatan.
Masing-masing warna mewakili warna tertentu.
     ita                     Resistor 3 pita                     Resistor 5 pita         Resistor 6 pita
   Warna 1         nilai hambatan digit 1st             nilai hambatan digit 1st   nilai hambatan digit 1st
   Warna 2         nilai hambatan digit 2nd             nilai hambatan digit 2nd   nilai hambatan digit 2nd
   Warna 3         faktor pengali (x 10n)               nilai hambatan digit 3rd   nilai hambatan digit 3rd
   Warna 4         % toleransi                          faktor pengali (x 10n)     faktor pengali (x 10n)
   Warna 5                                              % toleransi                % toleransi
   Warna 6                                                                         Koefisien temperatur

                                         Contoh cara pembacaan :

                                               Warna 1  Merah = 2

                                               Warna 2  Kuning = 4

                                               Warna 3  Jingga = x1000

                                               Warna 4  Emas = 5%

Jadi, nilai resistansi resistor disamping = 24.000 Ohm = 24K

    Rmaks = 24.000 + ( 5% x 24.000 )

    Rmin = 24.000 – ( 5% x 24.000 )
Gelang Warna Pada Resistor

Pada resistor mempunyai 4 gelang atau mempunyai 5 gelang warna. gelang-gelang tersebut
mempunyai kode-kode warna yang mewakili besarnya ambatan yang ada pada resistor tersebut




warna-warna pada resistor mempunyai besaran sendiri-sendiri sesuai dengan gambar diatas.
untuk membaca nilai resistor yang mempunyai 4 gelang dan 5 gelang sedikit berbeda, akan tetapi
pada dasarnya sama.



Cara Membaca Resistor 4 Gelang

Menghitung nilai resistor pada 4 gelang ini pada gelang pertama mewakili angka depan, gelang
kedua mewakili angka selanjutnya, gelang ketiga mewakili nilai pengali, dan gelang keempat
merupakan nilai toleransinya. untuk lebih jelasnya kita membaca nilai resistor pada resistor
dibawah ini:
apabila kita menjumpai resistor yang mempunyai 4 gelang dengan warna diatas, maka kita dapat
membaca nilai hambatan pada resistor tersebut adalah:

pada gelang 1 berwarna merah ini berati bernilai 2

pada gelang 2 berwarna hijau ini berati bernilai 5

pada gelang 3 berwarna oranye ini berati bernilai 3, jadi faktor pengali 10 pangkat 3 = 1000

pada gelang 4 berwarna emas berati toleransi 5 persen

jadi nilai resistor diatas adalah : 25 x 1000 = 25000 atau 25K dengan toleransi 5 persen.

Identifikasi empat pita

Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri dari
empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita pertama merupakan
informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan pengali (jumlah nol yang
ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi.
Kadang-kadang pita kelima menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus dibedakan dengan
sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.

Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah                                   . Deskripsi
yang lebih mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua, biru,
mempunyai harga 6, dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning, mempunyai harga
104, yang menambahkan empat nol di belakang 56, sedangkan pita keempat, merah, merupakan
kode untuk toleransi ±2%, memberikan nilai 560.000Ω pada keakuratan ±2%.



Cara membaca resistor 5 gelang

Menghitung nilai resistor pada 5 gelang ini pada gelang pertama mewakili angka depan, gelang
kedua mewakili angka selanjutnya, gelang ketiga mewakili angka ketiga gelang keempat
mewakili nilai pengali, dan gelang kelima merupakan nilai toleransinya. untuk lebih jelasnya kita
membaca nilai resistor pada resistor dibawah ini:




apabila kita menjumpai resistor yang mempunyai 4 gelang dengan warna diatas, maka kita dapat
membaca nilai hambatan pada resistor tersebut adalah:
pada gelang 1 berwarna kuning ini berati bernilai 4

pada gelang 2 berwarna biru ini berati bernilai 6

pada gelang 3 berwarna hitam ini berati bernilai 0

pada gelang 4 berwarna oranye ini berati bernilai 3, jadi faktor pengali 10 pangkat 3 = 1000

pada gelang 5 berwarna coklat berati toleransi 1 persen

jadi nilai resistor diatas adalah : 460 x 1000 = 460000 atau 460K dengan toleransi 1 persen.

Identifikasi lima pita

     Identifikasi lima pita digunakan pada resistor presisi (toleransi 1%, 0.5%, 0.25%, 0.1%),
untuk memberikan harga resistansi ketiga. Tiga pita pertama menunjukkan harga resistansi, pita
keempat adalah pengali, dan yang kelima adalah toleransi. Resistor lima pita dengan pita
keempat berwarna emas atau perak kadang-kadang diabaikan, biasanya pada resistor lawas atau
penggunaan khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien suhu.

Menurut bahan tahanan dapat dibedakan atas:
1 Tahanan karbon
2 Tahanan kawat gulung
3 Tahanan serbuk besi
Cara mengetahui nilai tahanan:
Setiap tahanan biasanya sudah tertentu nilai ohmnya, ada yang tertera pada badan dan adapula dengan
kode warna. Misalnya kode warna dengan system gelang, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.
Cara membacanya adalah dari kiri kekanan atau dimulai dari warna gelang yang terdekat dengan ujung
badan tahanan itu.Cara mengukur dengan alat ukur ( multitester ):
1. Karna kedua kaki tidak mempunyai kutub yang berbeda maka kedua jack dari alat ukur kita dapat
dibuat disembarang tempat.
2. Kalibrasi alat ukur kita terlebih dahulu agar pambacaannya nanti tidak salah.
3. Putar poros alat ukur untuk menunjukkan kali berapa , tahanan yang kita ukur harus lebih kecil nilainya
dari nilai alat ukur yang kita pilh.Misalnya nilai tahanan kita 2K2, maka alat ukur X1.
4. Setelah diukur baca hasil pengukuran di alat ukur tersebut.
5. Jika jarum tidak bergerak maka tahanan tersebut rusak, atau nilai tahanan tersebut jauh dari niali
sebenarnya maka tahanan tersebut juga dipastikan rusak.
Cara menggunakan tabel di atas adalah sebagai berikut:
   1. Kolom colour menunjukkan warna pita pita pada resistor. Supaya mudah dihafal maka
      dapat diringkas menjadi hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a-p-em-per-no, yaitu kempanjangan dari
      hitam-coklat-merah-jingga(oranye)-kuning-hijau-biru-ungu-abu abu-putih-emas-perak-no
      warna.
   2. Kolom band a, band b, band c, adalah pita resistor yang menunjukkan angka resistansi.
   3. Kolom band d adalah pita resistor yang menunjukkan nilai resistansi namun dikalikan
      dengan nilai pada band a, band b, band c.
   4. Kolom band d adalah pita resistor yang menunjukkan nilai toleransi.
   5. Kolom band e adalah pita resistor yang menunjukkan nilai reliabilitas.
   6. Untuk membedakan resistor dengan 5 pita dengan pita terakhir adalah toleransi dan 5 pita
      dengan pita terakhir adalah reliabilitas adalah dengan melihat jarak pita terakhir. Jika
      jaraknya lebar maka pita kelima adalah reliabilitas dan jika jaraknya sama dengan pita
      pita yang lain maka pita kelima adalah toleransi.
   7. Pita pertama suatu resistor adalah yang paling dekat dengan ujung resistor
Contoh Soal :

1.                 Berapa nilai resistansi resitor disamping?

Jawab

Resistor ini memliki 5 pita warna dengan satu pita terakhir memiliki jarak terpisah.

Pita pertama kuning: (hi-co-me-ji-ku) => 4

Pita kedua abu abu: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a) => 8

Pita ketiga ungu: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u) => 7

Pita keempat merah: (hi-co-me) => x 100

Pita kelima emas: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a-p-em) => toleransi + 5 %

(*) jadi nilai resistansinnya sebesar 48700 ohm atau 48K7 dengan toleransi + 5 %



1.                 Berapa nilai resistansi resitor disamping?

Jawab

Resistor ini memliki 5 pita warna dengan satu pita terakhir memiliki jarak terpisah.

Pita pertama coklat: (hi-co) => 1

Pita kedua putih: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a-p) => 9

Pita ketiga kuning: (hi-co-me-ji-ku) => 4

Pita keempat coklat: (hi-co) => x 10

Pita kelima coklat: (hi-co) => toleransi + 1 %

(*) jadi nilai resistansinnya sebesar 1940 ohm atau 19K4 dengan toleransi + 1 %



1.                 Berapa nilai resistansi resitor disamping?

Jawab

Resistor ini memliki 4 pita warna dengan satu pita terakhir tidak berwarna

Pita pertama ungu: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u) => 7

Pita kedua hijau: (hi-co-me-ji-ku-hi) => 5

Pita ketiga hitam: (hi) => x 10
    Pita keempat tidak berwarna: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a-p-em-per-no) => toleransi + 20%

    (*) jadi nilai resistansinnya sebesar 750 ohm atau 750R dengan toleransi + 20 %



    1.                  Berapa nilai resistansi resitor disamping?

    Jawab

    Resistor ini memliki 5 pita warna dengan satu pita terakhir memiliki jarak yang sama dengan
    pita lainnya

    Pita pertama ungu: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u) => 7

    Pita kedua hijau: (hi-co-me-ji-ku-hi) => 5

    Pita ketiga hitam: (hi) => x 1

    Pita keempat jingga (oranye): (hi-co-me-ji) => toleransi + 3%

    Pita kelima jingga (oranye): (hi-co-me-ji) => reliabilitas + 0,01%

    (*) jadi nilai resistansinnya sebesar 75 ohm atau 75 R dengan toleransi + 3% dan reliabilitas
    + 0,01%

AVO meter (Ampere – Voltage – Ohm meter)




                                                       Untuk AVOmeter analog (dengan skala besaran dan
                                               jarum penunjuk) dan AVOmeter digital, besarnya hambatan
                                               dapat langsung diketahui dari jarum/angka yang
                                               ditunjukkan. Jangan lupa untuk men-set faktor pengali
                                               sebelum mengukur. x1 ohm, x10 ohm, atau x1K ohm.
                                               Pertama kali kita mengukur, gunakan pengali terbesar (x1K
                                               ohm) dulu, bila pergeseran jarum terlalu sedkit atau angka
terlalu besar, maka kecilkan faktor pengali.
Resistor pasang-permukaan




Gambar ini menunjukan empat resistor pasang permukaan (komponen pada kiri atas adalah kondensator)
termasuk dua resistor nol ohm. Resistor nol ohm sering digunakan daripada lompatan kawat sehingga
dapat dipasang dengan mesin pemasang resistor.

Resistor pasang-permukaan dicetak dengan harga numerik dengan kode yang mirip dengan
kondensator kecil. Resistor toleransi standar ditandai dengan kode tiga digit, dua pertama
menunjukkan dua angka pertama resistansi dan angka ketiga menunjukkan pengali (jumlah nol).
Contoh:

"334" = 33 × 10.000 ohm = 330 KOhm

"222" = 22 × 100 ohm = 2,2 KOhm

"473" = 47 × 1,000 ohm = 47 KOhm

"105" = 10 × 100,000 ohm = 1 MOhm


Resistansi kurang dari 100 ohm ditulis: 100, 220, 470. Contoh:

"100" = 10 × 1 ohm = 10 ohm

"220" = 22 × 1 ohm = 22 ohm


Kadang-kadang harga-harga tersebut ditulis "10" atau "22" untuk mencegah kebingungan.

Resistansi kurang dari 10 ohm menggunakan 'R' untuk menunjukkan letak titik desimal. Contoh:

"4R7" = 4.7 ohm

"0R22" = 0.22 ohm

"0R01" = 0.01 ohm


Resistor presisi ditandai dengan kode empat digit. Dimana tiga digit pertama menunjukkan harga
resistansi dan digit keempat adalah pengali. Contoh:
"1001" = 100 × 10 ohm = 1 kohm

"4992" = 499 × 100 ohm = 49,9 kohm

"1000" = 100 × 1 ohm = 100 ohm


"000" dan "0000" kadang-kadang muncul bebagai harga untuk resistor nol ohm




                                        kodensator

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:399
posted:5/15/2011
language:Indonesian
pages:20