Docstoc

Struktur Sel Hewan Andra

Document Sample
Struktur Sel Hewan Andra Powered By Docstoc
					Tulisan ini disumbangkan oleh :
      John Andreson Keo
   email: yandriskeo@rocketmail.com
         facebook: Yandris Keo
          twitter: Yandris_Keo
         Tugas Fisiologi Hewan

      Struktur Sel Hewan




                 Oleh

        John Andreson Keo
           NIM. 0801040204




  Program Studi Pendidikan Biologi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

      Universitas Nusa Cendana

               Kupang

                2011
                                 Struktur Sel Hewan
Sel (Berasal dari kosakata Latin: Cellula = kamar) adalah suatu bangun yang berukuran kecil,
seperti sel / penjara. Sel biologi merupakan unit terkecil penyusun tubuh makhluk hidup. Sel
merupakan unit struktural dan fungsional yang berarti sel merupakan unit dasar bagi
tubuhmakluk hidup dan memiliki fungsi kehidupan seperti makhluk hidup penyusunnya.
Teori sel lainnya menyebutkan sel sebagai kesatuan hereditas, yang berarti sel dapat
mewariskan sifat yang dimiliki kepada keturunannya.
Sel pertama kali dilihat oleh Robert Hooke yang mengamati penampang melintang sayatan
tipis gabus dari batang tumbuhan. Bentuk yang tampak adalah berupa rongga kosong segi
enam, Setelah beberapa dekade diketahui sel berisi cairan yang disebut sitoplasma. Kanker
merupakan bentuk ketidaknormalan kerja sel disebabkan pembelahan sel yang sangat cepat
dalam jumlah besar dan tidak terkendali. Kawin suntik suatu teknik pembuahan sel telur oleh
sel sperma tanpa melibatkan pejantan. Sel telur lebah yang tidak dibuahi oleh sel sperma
tumbuh menjadi lebah pejantan.

Perhatikan gambar sel berikut!




                                   Gambar Struktur Sel Hewan


Dari gambar struktur sel hewan di atas, dapat kita lihat bahwa sel hewan terdiri atas:
    1. Membran sel
    2. Sitoplasma
    3. Mitokondria
    4. Lisosom
    5. Sentriol
    6. Aparatus Golgi
    7. Retikulum endoplasma
        Retikulum endoplasma halus (Granular reticulum endoplasmic)
            Retikulum endoplasma kasar (Agranular reticulum endoplasmic)
       8. Ribosom
       9. Inti sel (Nukleus)
            Membran inti sel (Nuclear membrane)
            Celah nukleus (Nuclear pore)
            Anak inti sel (Nukleolus)

   Sel hewan tidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis
   yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu, selnya terlindungi
   oleh cangkok yang kuat dan keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan
   pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria.

   Secara umum sel hewan tidak memiliki vakuola. Jika ada vakuola, ukurannya sangat kecil.
   Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan adanya vakuola, misalnya pada Amoeba
   dan Paramaecium. Terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi)
   dan vakuola non kontraktil (penyimpan makanan). Bagian paling besar pada sel hewan
   adalah nukleus.

1. Membran sel
   Membran sel sering juga disebut membran plasma. Membran sel merupakan bagian paling
   luar yang membatasi isi sel dengan sekitarnya. Membran sel berupa lapisan luar biasa
   tipisnya. Tebalnya kira-kira 8 µm. Dibutuhkan 8000 membran sel untuk menyamai tebal
   kertas yang biasa kita pakai untuk menulis.

   Lipid (lemak) dan protein merupakan bahan penyusun utama dari membran, meskipun
   karbohidrat juga merupakan unsur penting. Gabungan lipid dan protein dinamakan
   lipoprotein. Saat ini model yang dapat diterima untuk penyusunan molekul-molekul tersebut
   dalam membran ialah model mosaik fluida.




                           Gambar Struktur membran sel model mosaik fluida

   Pada 1895, Charles Overton menyatakantkan bahwa membran terbuat dari lipid, berdasarkan
   pengamatannya bahwa zat yang larut dalam lipid memasuki sel jauh lebih cepat dari pada zat
   yang tidak larut dalam lipid. Dua puluh tahun kemudian, membran yang diisolasi dari sel
   darah merah dianalisis secara kimiawi ternyata tersusun atas lipid dan protein, yang sekaligus
   membenarkan pernyataan dari Overton.

   Fosfolipid merupakan lipid yang jumlahnya paling banyak dalam sebagian besar membran.
   Kemampuan fosfolipid untuk membentuk membran disebabkan oleh struktur molekularnya.
   Fosfolipid merupakan suatu molekul amfipatik, yang berarti bahwa molekul ini memiliki
   daerah hidrofilik (menyukai air) maupun daerah hidrofobik (takut dengan air).

   Berdasarkan struktur tersebut maka membran sel bersifat semipermeable atau selektif
   permeable yang berfungsi mengatur masuk dan keluarnya zat dari sel.



2. Sitoplasma

   Fungsi utama kehidupan berlangsung di sitoplasma. Hampir semua kegiatan metabolisme
   berlangsung di dalam ruangan berisi cairan kental ini. Di dalam sitoplasma terdapat organel-
   organel yang melayang-layang dalam cairan kental (merupakan koloid, namun tidak
   homogen) yang disebut matriks. Organellah yang menjalankan banyak fungsi kehidupan:
   sintesis bahan, respirasi (perombakan), penyimpanan, serta reaksi terhadap rangsang.
   Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik.

   Sitoplasma merupakan cairan yang terdapat di dalam sel, kecuali di dalam inti dan organel
   sel. Khusus cairan yang terdapat di dalam inti sel dinamakan nukleoplasma. Sitoplasma
   bersifat koloid, yaitu tidak padat dan tidak cair. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air
   yang berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel.

   Disamping air di dalamnya terlarut banyak molekul-molekul kecil, ion dan protein. Ukuran
   partikel terlarut antara 0,001-0,1 µm dan bersifat transparan. Koloid sitoplasma dapat
   berubah dari sol ke gel begitu sebaliknya. Sol terjadi jika konsentrasi air tinggi, sedang gel
   saat konsentrasi air rendah.


   Organel-organel yang terdapat dalam sitoplasma antara lain:

         Retikulum endplasma
         Ribosom
         Mitokondria
         Badan golgi
         Lisosom, dll

   Selain organel, terdapat pula vakuola, butir-butir tepung, butir silikat dan berbagai produk
   sekunder lain. Vakuola memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk
   sekunder yang berbentuk cair, sehingga disebut pula „cairan sel‟. Cairan yang mengisi
   vakuola berbeda-beda, tergantung letak dan fungsi sel.
      Gambar Penampang Sel. Sitoplasma ditunjukkan berwarna pink,yang menjadi tempat organel-organel sel.



3. Mitokondria
   Mitokondria adalah badan energi sel yang berisi protein dan benar-benar merupakan "gardu
   tenaga". "Gardu tenaga" ini mengoksidasi makanan dan mengubah energi menjadi adenosin
   trifosfat atau ATP. ATP menjadi agen dalam berbagai reaksi termasuk sistesis enzim.
   Mitokondria penuh selaput dalam yang tersusun seperti akordion dan meluaskan permukaan
   tempat terjadinya reaksi.

   Wikipedia Indonesia, (ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia; diakses pada 27 Februari
   2011) memberi pengertian mitokondria sebagai tempat di mana fungsi respirasi pada
   makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk
   menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian,
   mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel. Oleh karena itu mitokondria sering disebut
   sebagai “The Power House” (Gardu Tenaga).

   Mitokondria merupakan penghasil (ATP) karena berfungsi untuk respirasi. Bentuk
   mitokondria beraneka ragam, ada yang bulat, oval, silindris, seperti gada, seperti raket dan
   ada pula yang tidak beraturan. Namun secara umum dpat dikatakan bahwa mitokondria
   berbentuk butiran atau benang. Mitokondria mempunyai sifat plastis, artinya bentuknya
   mudah berubah. Ukuran seperti bakteri dengan diameter 0,5 – 1 µm. Mitokondria baru
   terbentuk dari pertumbuhan serta pembelahan mitokondria yang telah ada sebelumnya
   (seperti pembelahan bakteri). Penyebaran dan jumlah mitokondria di dalam tiap sel tidak
   sama dari hanya satu hingga beberapa ribu. Pada sel sperma, mitokondria tampak berderet-
   deret pada bagian ekor yang digunakan untuk bergerak.
                                    Gambar Struktur mitokondria



4. Lisosom
   Lisosom berasal dari kata lyso = pencernaan dan soma = tubuh. Lisosom merupakan kantong
   yang berbentuk agak bulat dikelilingi membran tunggal yang digunakan sel untuk mencerna
   makromolekul. Lisosom berisi enzim yang dapat memecahkan (mencerna) polisakarida, lipid,
   fosfolipid, asam nukleat, dan protein. Enzim itu dinamakan lisozim. Lisosom berperan dalam
   pencernaan intra sel, misalnya pada protozoa atau sel darah putih, juga dalam autofagus.

   Enzim lisosom adalah suatu protein yang diproduksi oleh ribosom dan kemudian masuk ke
   dalam RE. Dari RE enzim dimasukkan ke dalam membran kemudian dikeluarkan ke
   sitoplasma menjadi lisosom. Selain ini ada juga enzim yang dimasukkan terlebih dahulu ke
   dalam golgi. Oleh golgi, enzim itu dibungkus membran kemudian dilepaskan di dalam
   sitoplasma. Jadi proses pembentukan lisosom ada dua macam, pertama dibentuk langsung
   oleh RE dan kedua oleh golgi.




                           Gambar Pembentukkan lisosom oleh aparatus golgi
5. Sentriol
   Sel hewan, mikroorganisme, dan tumbuhan tingkat rendah memiliki dua sentriol pada
   sitoplasma. Sentriol merupakan perkembangan dari sentrosom, yaitu pusat sel, daerah dari
   sitoplasma yang dekat dengan nukleus. Sentriol berupa kumpulan mikrotubulus strukturnya
   berbentuk bintang yang berperan sebagai kutub-kutub pembelahan sel secara mitosis atau
   meiosis. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
   Dari sentriol memancar benang-benang gelendong pembelahan sehingga kromosom akan
   terjerat pada benang tersebut. Melalui benang gelendong inilah nantinya tiap-tiap kromosom
   berjalan menuju kutub masing-masing.
   Sentriol terbuat dari mikrotubula. Sentriol terdiri atas sepasang badan berbentuk tabung yang
   saling tegak lurus dan merupakan suatu kesatuan yang disebut sentrosom. Organel ini aktif
   saat sel sedang mengadakan pembelahan yaitu dengan menghasilkan benang-benang spindel
   atau gelendong yang merupakan protein kontraktil yaitu tubulin. Fungsi tubulin adalah
   menarik kromatid menuju kutub pembelahan. Sebelum sel membelah, sentrosom berduplikasi
   menghasilkan dua sentriol dan masing-masing berpindah ke sisi berlawanan pada nukleus,
   kemudian gelendong terbentuk .




                                       Gambar Struktur sentriol

   Mikrotubulus adalah tabung-tabung halus dari protein tubulin, yang terdapat pada
   kebanyakan sel hewan dan tumbuhan. Diameternya kurang lebih 25 nm, sedangkan
   panjanrnya bervariasi.
   Mikrotubulus menentukan bentuk struktur (sitoskleton = kerangka sel) pada sitoplasma,
   pembentukan sentriol, silia, flagela dan juga memainkan peranan yang amat penting dalam
   pembentukan sel.

6. Aparatus Golgi
   Struktur golgi berupa berkas kantung berbentuk cakram yang bercabang menjadi serangkaian
   pembuluh yang sangat kecil di ujungnya. Karena hubungannya dengan fungsi pengeluaran sel
   amat erat, pembuluh mengumpulkan dan membungkus karbohidrat serta zat-zat lain untuk
   diangkut ke permukaan sel. Pembuluh itu juga menyumbang bahan bagi pembentukan
   dinding sel.

   Pengertian lain menyebutkan, Badan golgi adalah sekelompok kantong (vesikula) pipih yang
   dikelilingi membran. Organel ini hampir terdapat di semua sel eukariotik. Setiap sel hewan
   memiliki 10 hingga 20 badan golgi, Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel.
   Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya
   ginjal.

   Sedang pada sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan golgi pada setiap selnya. Golgi
   pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom. Badan golgi dibangun oleh membran yang
   berbentuk tubulus dan juga vesikula. Dari tubulus dilepaskan kantung-kantung kecil yang
   berisi bahan-bahan yang diperlukan seperti enzim–enzim pembentuk dinding sel.

   Fungsi badan golgi:
      1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar
          kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
      2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran
          plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membrane plasma.
      3. Membentuk dinding sel tumbuhan
      4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim
          untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.




                                     Gambar Struktur Aparatus Golgi


7. Retikulum Endoplasma
   Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga
   retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik.
   (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin
   yang berarti “jaringan”). Pengertian lain menyebutkan bahwa RE sebagai perluasan membran
   yang saling berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung di dalam
   sitoplsma. Lubang/saluran tersebut berfungsi membantu gerakan substansi-substansi dari satu
   bagian sel ke bagian sel lainnya.

   RE berfungsi sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri.

   Terdapat dua daerah RE yang struktur dan fungsinya berbeda jelas, sekalipun tersambung,
   RE halus dan RE kasar. RE halus diberi nama demikian karena permukaan sitoplasmiknya
   tidak mempunyai ribosom. RE kasar tampak kasar melalui mikroskop elektron karena
   ribosom menonjol di permukaan sitoplasmik membran. Ribosom juga dilekatkan pada sisi
   sitoplasmik membran luar selubung nukleus yang bertemu dengan RE kasar. RE halus
   berfungsi dalam berbagai macam proses metabolisme, trmasuk sintesis lipid, metabolisme
   karbohidrat, dan menawarkan obat dan racun.
   Jaring-jaring endoplasma adalah jaringan keping kecil-kecil yang tersebar bebas di antara
   selaput selaput di seluruh sitoplasma dan membentuk saluran pengangkut bahan. Jaring-
   jaring ini biasanya berhubungan dengan ribosom (titik-titik merah) yang terdiri dari protein
   dan asam nukleat, atau RNA. Partikel-partikel tadi mensintesis protein serta menerima
   perintah melalui RNA tersebut.

   Jadi fungsi RE adalah mendukung sintesis protein dan menyalurkan bahan genetic antara inti
   sel dengan sitoplasma.

   Fungsi Retikulum Endoplasma
       Menampung protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke kompleks golgi
          dan akhirnya dikeluarkan dari sel. (RE kasar)
       Mensintesis lemak dan kolesterol (RE kasar dan RE halus)
       Menetralkan racun (detoksifikasi) misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati.
       Transportasi molekul-molekul dan bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain (RE
          kasar dan RE halus)




                                Gambar Struktur retikulum endoplasma
8. Ribosom
   Ribosom berupa organel kecil berdiameter antara 17-20 µm yang tersusun oleh RNA
   robosom dan protein. Ribosom terdapat pada semua sel hidup.

   Ribosom merupakan tempat sel membuat atau mensintesisi protein. Sel yang memiliki laju
   sintesis protein yang tinggi secara khusus memiliki jumlah ribosom yang sangat banyak.
   Misal, sel hati manusia memiliki beberapa juta ribosom. Tidak mengejutkan jika sel yang
   aktif dalam mensintesis protein juga memiliki nukleus yang terlihat jelas.

   Ribosom ada yang terdapat bebas di sitoplasma atau melekat pada retikulum endoplasma,
   yang disebut RE kasar. Tiap ribosom terdiri dari 2 sub unit yang berbeda ukuran. Dua sub
   unit ini saling berhubungan dalam suatu ikatan yang distabilkan oleh ion magnesum.
                      Gambar Struktur sub unit kecil dan sub unit besar pada ribosom


   Pada saat sintesis protein ribosom mengelompok menjadi poliribosom (polisom). Sebagian
   besar protein dibuat oleh ribosom bebas akan berfungsi di dalam sitosol. Sedang ribosom
   terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran, untuk
   pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel.

   Ribosom bebas maupun terikat secara struktural identik dan dapat saling bertukar tempat. Sel
   dapat menyesuaikan jumlah relatif dari masing-masing jenis ribosom begitu metabolismenya
   berubah.

9. Inti sel (Nukleus)
   Nukleus ini umumnya paling mencolok pada sel eukariotik. Rata-rata diameternya 5 µm.
   Nukleus memiliki membran yang menyelubunginya yang disebut membran atau selubung
   inti. Membran ini memisahkan isi nukleus dengan sitoplasma.

   Membran atau selubung inti merupakan membran ganda. Kedua selubung ini masing-masing
   merupakan bilayer lipid dengan protein yang terkait. Membran ini dilubangi oleh beberapa
   pori yang berdiameter sekitar 100 nm. Pada bibir setiap pori membran dalam dan membran
   luar selubung nukleus menyatu. Pori-pori ini memungkinkan hubungan antara nukleoplasma
   (cairan inti) dengan sitoplasma (cairan sel).
Selain pori, sisi dalam selubung ini dilapisi lamina nukleus dengan susunan mirip jaring yang
terdiri dari filamen protein yang mempertahankan bentuk nukleus.
Di dalam nukleus terdapat:
    1) Nukleolus (anak inti), berfungsi mensintesis berbagai macam molekul RNA (asam
         ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom. Molekul RNA yang disintesis
         dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma, kemudian semuanya bergabung
         membentuk ribosom. Nukleolus berentuk seperti bola, dan memalui mikroskop
         elektron nukleolus ini tampak sebagai suatu massa yang terdiri dari butiran dan
         serabut berwarna pekat yang menempel pada bagian kromatin.
    2) Nukleoplasma (cairan inti) merupakan zat yang tersusun dari protein.
    3) Butiran kromatin, yang terdapat di dalam nukleoplasma. Tampak jelas pada saat sel
         tidak membelah. Pada saat sel membelah butiran kromatin menebal menjadi struktur
         seperti benang yang disebut kromosom. Kromosom mengandung DNA (asam
         dioksiribonukleat) yang berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis
         protein.

Secara umum, Nukleus bertugas mengontrol kegiatan yang terjadi di sitoplasma. DNA yang
terdapat di dalam kromosom merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein
(terutama enzim). Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma. Di
dalam nukleus juga ditemui nukleolus. Nukleus berperan mengatur proses pembelahan sel.




                                Gambar Struktur Inti sel (Nukleus)
   Adapun organel sel pada hewan yang tidak tampak pada gambar sel di atas namun pada sel
   hewan yang lain dijumpai yakni:
       1. Peroksisom
       2. Vakuola

1. Peroksisom

   Organel ini ditemukan pada sel hewan, sel tumbuhan tertentu maupun sel ragi. Peroksisom
   pertama kali ditemukan oleh De Duve dan kawan-kawannya pada tahun 1965 di dalam sel-sel
   hati.

   Peroksisom ukurannya sama seperti lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan
   organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam
   sel-sel hati).

   Fungsi peroksisom adalah menghasilkan enzim katalase yang berfungsi menguraikan
   peroksida hydrogen sebagai hasil samping fotorespirasi yang sangat toksik untuk sel, menjadi
   H20 dan 02 , merubah lemak menjadi karbohidrat, dan perubahan senyawa purin dalam sel.

   Di dalam sel, peroksisom berbentuk bulat telur dengan diameter kurang lebih antara 0,5 - 0,7
   mikrometer, hanya dibungkus oleh selapis membran. Jumlah peroksisom untuk tiap sel
   bervariasi antara 70-700. Peroksisom memiliki kemampuan untuk membelah diri sehingga
   dapat membentuk peroksisom anak. Protein dan lipid yang diperlukan ditransfer dari sitosol.
   Selain berfungsi untuk pembentukan dan perombakan H2O, menjadi substrat organik dan
   H2O, peroksisom juga berfungsi untuk merombak asam lemak yang tersimpan dalam biji
   menjadi glukosa untuk proses perkecambahan.




                                      Gambar Struktur peroksisom
2. Vakuola
   Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan
   mikroskop cahaya biasa. Vakuola adalah organel sitoplasma yang berisi cairan yang dibatasi
   oleh suatu membran atau selaput. Selaput itu menjadi pembatas antara vakuola dengan
   sitoplasma, disebut tonoplas.
   Vakuola merupakan organ yang tidak mutlak ada pada hewan. Vakuola lebih banyak
   dijumpai pada tumbuhan, namun pada beberapa spesies hewan seperti pada protozoa yang
   bersel satu, vakuola bisa dijumpai.




                                         Gambar Vakuola


   Fungsi vakuola adalah :
       memelihara tekanan osmotik sel
       penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
       mengadakan sirkulasi zat dalam sel
   Vakuola berisi:
      o gas,
      o asam amino,
      o garam-garam organik,
      o glikosida,
      o tanin (zat penyamak),
      o minyak eteris (misalnya jasmine pada melati, roseine pada mawar zingiberine pada
          jahe),
      o alkaloid (misalnya kafein pada biji kopi, kinin pada kulit kina, nikotin pada daun
          tembakau, tein pada daun teh, teobromin pada buah atau biji coklat, solanin pada
          umbi kentang, likopersin dan lain-lain),
      o enzim,
      o butir-butir pati.
Vakuola besar sel tumbuhan berkembang dengan adanya penggabungan dari vakuola-vakuola
yang lebih kecil, yang diambil dari retikulum endoplasma dan aparatus golgi. Melalui
hubungan ini, vakuola merupakan bagian terpadu dari sistem endomembran.

Pada beberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vakuola non kontraktil. Protista
mirip hewan (protozoa), memiliki vakuola kontraktil atau vakuola berdenyut yang menetap.
Vakuola kontraktil berfungsi sebagai osmoregulator, yaitu pengatur nilai osmotik sel atau
ekskresi. Vakuola non kontraktil atau vakuola makanan berfungsi mencerna makanan dan
mengedarkan hasil pencernaan.




                             Gambar vakuola pada Paramaecium sp.
                                      Daftar Pustaka


http://biologigonz.com/2009/11/sel-theory-21.html

http://biologi.blogsome.com

http://wrghar.blogspot.com

http://prestasiherfen.blogspot.com/

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2322
posted:5/14/2011
language:Indonesian
pages:16