Docstoc

Perkembangan Embrio Ayam dan Katak

Document Sample
Perkembangan Embrio Ayam dan Katak Powered By Docstoc
					Tulisan ini disumbangkan oleh :
      John Andreson Keo
   email: yandriskeo@rocketmail.com
         facebook: Yandris Keo
          twitter: Yandris_Keo
 Laporan Praktikum Perkembangan Hewan



       Perkembangan Embrio

      Ayam dan Katak




                Oleh

       John Andreson Keo
          NIM.0801040204




   Laboratorium Pendidikan Biologi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

      Universitas Nusa Cendana

               Kupang

                2011
                                            Bab I
                                      Pendahuluan

1. Latar Belakang
      Salah satu ciri mahluk hidup yaitu berkembang biak. Berkembang biak bagi mahluk
   hidup bertujuan untuk mempertahankan kelangsungan jenis dari mahluk hidup tersebut. Cara
   berkembang biak dari mahluk hidup beraneka ragam. Cara perkembangbiakan mahluk hidup
   ada yang secara generatif dan vegetatif. Cara perkembangbiakan secara vegetatif yakni tanpa
   melalui peleburan gamet jantan dan betina, misalnya pada hewan melalui pembelahan diri
   maupun konjugasi. Cara perkembangbiakan secara generatif yakni melalui ovipar,
   ovovivipar, dan vivipar.
      Ayam, seperti juga mahluk hidup lainnya juga berkembang biak. Ayam berkembang biak
   dengan cara ovipar atau bertelur. Telur ayam berbentuk elips dengan satu kutub agak tajam
   dan yang lainnya lebih tumpul. Telur ayam kampung berwarna putih sedangkan ayam petelur
   memiliki telur kuning kecoklatan. Telur ayam kampung merupakan telur yang fertil, yakni
   telur yang mengandung embrio di dalamnya. Sedangkan telur ayam petelur merupakan telur
   yang infertil atau steril, yaitu telur yang tidak mengandung embrio di dalamnya.


2. Tujuan
   Kegiatan praktikum kali ini bertujuan:
      1) Mengamati perkembangan embrio ayam
      2) Mengamati perkembangan embrio katak
                                            Bab II
                                    Tinjauan Pustaka
         Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan termasuk manusia dapat dibedakan menjadi
dua fase utama, yaitu pertumbuhan dan perkembangan embrionik serta pertumbuhan dan
perkembangan pasca embrionik.


Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik
         Pertumbuhan dan perkembangan embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan
selama masa embrio. Pertumbuhan dan perkembangan masa embrio melalui suatu tahap tertentu
yang sistematik dan teratur. Pertumbuhan dan perkembangan embrionik diawali dengan
pertemuan sel telur (ovum) dengan sperma sehingga menghasilkan sebuah sel yang disebut zigot.
Zigot selanjutnya mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan melalui tahap-tahap yaitu
pembelahan zigot, gastrulasi, dan organogenesis.


Pembelahan zigot.
         Zigot akan mengalami pembelahan secara mitosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua
sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dst. Pembelahan zigot menjadi sel-sel anak
disebut cleavage. Pembelahan sel tersebut berlangsung cepat dan akan menghsilkan selsel anak
yang tetap terkumpul menjadi satu kesatuan yang menyerupai buah anggur yang disebut morula.
Dalam pertumbuhan selanjutnya morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga.
Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi.


Gastrulasi.
         Dalam pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya, blastula akan menjadi gastrula,
proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada bentuk gastrula ini, embrio telah terbentuk
menjadi tiga lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah
(mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Dalam perkembangan berikutnya lapisan
embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ
tubuh.
Organogenesis .
       Organogenesis merupakan proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ seperti otak,
jantung, paru-paru, ginjal, hati, dsb. Organ-organ tersebut merupakan perkembangan lebih lanjut
dari ketiga lapisan embrionik yang terbentuk saat gastrulasi. Ektoderm mengalami diferensiasi
menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan alat-alat indra. Mesoderm mengalami diferensiasi
menjadi otot, rangka, alat reproduksi (seperti testis dan ovarium), alat peredaran darah, dan alat
ekskresi seperti ginjal. Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, dan alat-alat
pernapasan seperti paru-paru.


       Pada mamalia embrio memiliki selaput embrio, yaitu amnion, korion, sakus vitelinus, dan
alantois. Selaput embrio melindungi embrio terhadap kekeringan , goncangan, membantu
pernapasan, ekskresi serta fungsi penting lainnya selama berada di rahim induknya. Embrio
mendapat makan dari induknya dengan perantaraan plasenta. Lama pertumbuhan dan
perkembangan embrio berbeda pada setiap jenis hewan.


Pertumbuhan dan perkembangan pasca Embrionik.
       Pertumbuhan     dan    perkembangan     pasca   embrionik     adalah   pertumbuhan     dan
perkembangan setelah masa embrio. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi
terutama penyempurnaan alatalat reproduksi (alat-alat kelamin). Pada manusia perkembangan
kemampuan reproduksai ditandai dengan penampakan sifat-sifat seks sekunder. Pada laki-laki
sifat-sifat seks sekunder seperti suara yang membesar, tumbuh cambang, kumis, dan otot-otot
tampak kekar. Sedangkan pada perempuan misalnya tumbuh payudara. Selain itu pada masa ini
biasanya hanya terjadi peningkatan ukuran bagian-bagian tubuh saja. Tetapi tidak semua bagian
tubuh mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan                kecepatan yang sama, tetapi
membentuk ukuran tertentu yang proporsional. Pada hewan tertentu sebelum tumbuh menjadi
hewan dewasa, membentuk tahap larva terlebih dahulu. Pertumbuhan dan perkembangan pasca
embrionik yang melalui tahap larva dikenal dengan nama Metamorfosis. Contoh hewan yang
mengalami metamorfosis adalah: serangga dan katak.
Metamorfosis pada Katak


       Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang dialami oleh hewan (misalnya
serangga dan katak) dari tahap larva hingga mencapai bentuk dewasa.


       Katak merupakan golongan hewan amfibi, yaitu memiliki dua alam kehidupan di darat
dan di air. Pertumbuhan dan perkembangan pada katak di awali dengan dengan pembuahan sel
telur oleh sperma . sel telur yang dibuahi oleh sperma akan membentuk zigot. Pembuahan ini
terjadi diluar tubuh betina (fertilisasi eksternal), yaitu dilingkungan air. Zigot berkembang
menjadi embrio dalam beberapa tahap yaitu morula, blastula, dan gastrula. Morula terbentuk
setelah 3 – 7 jam setelah pembuahan, blastula terbentuk 18 jam setelah pembuahan, dan gastrula
terbentuk 34 jam setelah pembuahan. Setelah kurang lebih 84 jam , tampak adanya ekor.
Beberapa hari kemudian kurang lebih enam hari ,embrio menetas menjadi larva yang disebut
berudu (kecebong). Semula berudu mempunyai tiga pasang insang luar. Dalam perkembangan
selanjutnya setelah Sembilan hari insang luar berganti dengan insang dalam. Sesudah kurang
lebih 12 hari terbentuk tutup insang dan tungkai belakang tampak setelah kurang lebih dua
sampai tiga bulan. Berudu hidup di lingkungan air dan bersifat herbivora. Setelah berumur
kurang lebih 3 bulan atau lebih (tergantung pada spesies dan suhu yang sesuai), berudu
mengalami metamorfosis. Perkembangan organ selanjutnya adalah paruparu mulai tumbuh dan
berkembang, usus menjadi lebih pendek, insang mengalami kemunduran, dan akhirnya berudu
berkembang menjadi katak. Katak hidup di lingkungan darat dan bersifat insektivora. Setelah
berumur satu tahun atau lebih , katak berkembang menjadi dewasa. Pada katak dewasa organ
reproduksinya telah berkembang dan dapat bereproduksi.
       Berbeda akan katak yang mengalami metamorphosis pada masa hidupnya, ayam tidak
demikian. Ayam, seperti unggas lainnya, berkembang dari telur menuju dewasa tanpa melalui
tahapan-tahapn seperti pada metamorphosis. Telah dikatakan pada latar belakang bahwa telur
katak itu memiliki bentuk yang khas.
       Pengetahuan tentang fertil dan tidaknya telur sangat diperlukan terutama di hatchery.
Selain pengetahuan terhadap seleski fisik telur, kefertilan telur juga perlu diketahui. Seleksi fisik
yang dapat dilakukan diantaranya kebersihan telur dari kotoran induknya, retak atau tidaknya
telur serta bentuk ukuran telur (normal atau tidak). Namun terlepas dari hal tersebut tidak kalah
pentingnya pengetahuan mengenai fertil/infertil telur dilihat dari dalam telurnya yang dapat
dibandingkan sebagai berikut :




Telur infertil : lempengan embrio terakumulasi oleh material putih di tengah




Telur fertil : lempengan embrio terlihat seperti cincin, pada pusat area berwarna lebih terang
seperti rumah embrio.
       Untuk mengetahui lebih jauh mengenai perkembangan embrio ayam serta katak, maka
telur ayam serta telur katak kami bedah kemudian teliti.
                                             Bab III
                                          Praktikum

1. Alat dan Bahan
  a. Alat
        Gelas Ukur
        Kertas Saring
        Loop
        Discceting set
        Pinset
        Kaca objek
        Kaca penutup
        Mikroskop
  b. Bahan
        Larutan fisiologi (NaCl 1%)
        Telur ayam yang sudah dierami ± 3 hari
        Telur katak
2. Prosedur Praktikum
  a. Pengamatan embrio ayam
        Siapkan telur yang akan diamati
        Dengan bantuan cahaya, teropong telur tersebut hingga kelihatan sisi galap maupun
         terang pada telur. Sisi terang menandakan adanya rongga udara.
        Dengan hati-hati, bedah telur dengan discceting set yang ada secara membujur.
        Pisahkan lapisan yang melindungi embrio dengan pinset
        Amati hasil pengamatan dengan menggunakan loop
        Gambar hasil pengamatan pada kertas yang tersedia
  b. Pengamatnan embrio katak
        Ambil sel telur yang akan diamati. Bila masih berada dalam untaian, keluarkan salah
         satu sel telur tersebut dari untaian itu.
        Letakkan telur tersebut pada kaca objek
        Tutuplah dengan kaca penutup
        Amati telur di bawah mikroskop
        Gambarkan hasil pengamatan
3. Hasil Pengamatan
   Dari pengamatan yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut:




                              Kondisi embrio ayam setelah ±6 hari dierami




                             Kondisi embrio ayam setelah ±19 hari dierami
                           Telur katak dalam air (beruntaian satu sama lain)




                              Telur katak yang dipisahkan dari untaian.
4. Pembahasan
a) Perkembangan embrio ayam
  Berikut ini Perkembangan embrio dari hari ke hari.
  1. Hari Pertama
     Asal mula lempengan embrio pada tahap blastodermal. Nampak ada rongga segmentasi
     yang berada di bawah area pelucida, terdapat pada cincin yang berwarna lebih gelap dari
     sekitarnya.
2. Hari Kedua
   Nampak jalur pertama pada pusat blastoderm. Diantara extraembrionic annexis nampak
   membran vitelin yang memiliki peranan utama dalam nutrisi embrio.




3. Hari Ketiga
   Embrio berada di sisi kiri, dikelilingi oleh sistem peredaran darah, membram viteline
   menyebar di atas permukaan kuning telur. Kepala dan badan dapat dibedakan, demikian
   juga otak. Nampak juga struktur jantung yang mulai berdenyut.




4. Hari Keempat
   Perkembangan rongga amniotik, yang akan mengelilingi embrio, yang berisi cairan
   amniotik, berfungsi untuk melindungi embrio dan membolehkan embrio bergerak.
   Nampak gelembung alantois yang berperan utama dalam penyerapan kalsium,
   pernapasan dan tempat penyimpanan sisa-sisa.




5. Hari Kelima
   Peningkatan ukuran embrio, embrio membentuk huruf C, kepala bergerak mendekati
   ekor. Terjadi perkembangan sayap.




6. Hari Keenam
   Membram vetiline terus berkembang dan mengelilingi lebih dariseparuh kuning telur.
   Fissura ada diantara jari kesatu, kedua dan ketiga dari anggota badan bagian atas dan
   antara jari kedua dan ketiga anggota badan bagian bawah. Jari kedua lebih panjang dari
   jari lain.
7. Hari Ketujuh
   Cairan yang makin mengencer di bagian leher. Nampak jelas memisahkan kepala dengan
   badannya. Terjadi pembentukan paruh. Otak nampak ada di daerah kepala, yang lebih
   kecil ukurannya dibanding dengan embrio.




8. Hari Kedelapan
   Membram vetillin menyelimuti (menutupi) hampir seluruh kuning telur. Pigmentasi pada
   mata mulai nampak. Bagian paruh atas dan bawah mulai terpisah, demikian juga dengan
   sayap dan kaki. Leher merenggang dan otak telah berada di dalam rongga kepala. Terjadi
   pembukaan indra pendengar bagian luar.




9. Hari Kesembilan
   Kuku mulai nampak, mulai tumbuh folikel bulu pertama. Alantois mulai berkembang dan
   meningkatnya pembuluh darah pada vitellus.
10. Hari Kesepuluh
   Lubang hidung masih sempit. Terjadi pertumbuhan kelopak mata, perluasan bagian distal
   anggota badan. Membran viteline mengelilingi kuning telur dengan sempurna. Folikel
   bulu mulai menutup bagian bawah anggota badan. Patuk paruh mulai nampak.




11. Hari Kesebelas
   Lubang palpebral memiliki bentuk elips yang cenderung menjadi encer. Alantois
   mencapai ukuran maksimal, sedangkan vitellus makin menyusut. Embrio sudah nampak
   seperti anak ayam.




12. Hari Kedua belas
   Folikel bulu mengelilingi bagian luar indera pendengar meatus dan menutupi kelopak
   mata bagian atas. Kelopak mata bagian bawah menutupi 2/3 atau bahkan ¼ bagian
   kornea.




13. Hari Ketiga belas
   Alantois menyusut menjadi membran Chorioalantois. Kuku dan kali mulai nampak jelas.




14. Hari Keempat belas
   Bulu-bulu halus hampir menutupi seluruh tubuh dan berkembang dengan cepat.




15. Hari Kelima belas dan enam belas
   Beberapa morfologi embrio berubah : anak ayam dan bulu halus terus berkembang.
   Vitellus menyusut cepat, putih telur mulai menghilang. Kepala bergerak ke arah kerabang
   telur (posisi pipping) di bawah sayap kanan.




16. Hari Ketujuh belas
   Sistem ginjal dari embrio mulai memproduksi urates (garam dari asam urat). Paruh yang
   berada di bagian bawah sayap kanan, menuju rongga udara (yang ada di dalam telur).
   Putih telur telah terserap semua.




17. Hari Kedelapan belas
   Permulaan internalisasi vitellin. Terjadi pengurangan cairan amniotik. Pada umur ini
   dilakukan transfer dari mesin setter (inkubtor) ke mesin hatcher dan juga bisa dilakukan
   vaksin in ovo.




18. Hari Kesembilan belas
   Penyerapan vitellin secara cepat. Paruh mulai mematuk selaput/membran kerabang
   bagian dalam dan siap untuk menembusnya. Penyerapan vitelis mulai cepat




19. Hari Kedua puluh
   Vitelus terserap semua, menutup pusar (umbilicus). Anak ayam menembus selaput
   kerabang telur bagian dalam dan bernafas pada rongga udara. Pertukaran gas terjadi
   melalui kerabang telur. Anak ayam siap menetas dan mulai memecah kerabang telur.




20. Hari Kedua puluh satu
   Anak ayam menggunakan sayap sebagai pemandu dan kakinya memutar balik, paruh
   memecah kerabang dengan cara sirkular.




   Anak ayam mulai melepaskan diri dari kerabang telur dalam waktu 12 – 18 jam dan
   membiarkan bulunya menjadi kering.
b) Perkembangan embrio katak




                                   Gambar stadium 1 dan 2
Satadium 1 sampai 2. Terbentuk membran pembuahan berbentuk bulan sabit dan berwarna abu-
abu (gray crescent) pada bagian permukaan telur yang menjadi tempat masuk spermatozoon.
Setelah mengalami pembuahan, metabolisme sel telur akan meningkat, sementara permiabilitas
dinding sel telur berkurang




                        Gambar Stadium 3 (atas) dan Stadium 4 (bawah)
Stadium 3 : Pembelahan tingkat pertama menjadi 2 sel (umur 3,5 jam, diameter 1,7 mm). Pada
stadium 3.Bidang pembelahan pertamameridional (vertikal), gray crescent terbagi menjadi 2
bagian yang sama besar. Dua buah blastomer yang terbentuk memiliki bagian polus animalisdan
polus vegetativus
Ganbar Stadium 4 pada stadium 4. Bidang pembelahan kedua masih tetapmeridional (vertikal).
Pada saat ini terjadi perbedaan pembagiangray crescent. Dua sel memiliki dan dua sel lainnya
tidak memiliki
                             Gambar Stadium 5 (atas) dan 6 (bawah)


Gambar Stadium 5 : Pembelahan menjadi 8 sel (umur 5,5 jam, diameter 1,7 mm). Bidang
pembelahan ketiga berpolalatitudinal. Pada stadium ini terjadi perbedaan ukuran blastomer.
Mikromer (sel-sel blastomer yang berukuran kecil) berpigment tebal, sedangkanmakromer (yang
berukuran lebih besar) berpigment tipis saja. Tampak adanya inisiasi calonbl ast ocel
Gambar Stadium 6 : Pembelahan menjadi 16 sel (umur 6,5 jam, diameter 1,7 mm) Dua bidang
pembelahan ke-4meridional (vertikal) terbentuk pada stadium ini, selain itu terjadi segregasi
plasma benih (germ plasm).
                                     Gambar Stadium 7
Stadium 7 : Pembelahan menjadi 32 sel (morulla, umur 7,5 jam, diameter 1,7 mm Dua bidang
pembelahan ke-5latitudinal. Membentuk massa sel yang disebut sebagai morulla. Blastomer
penyusunnya berukuran lebih kecil apabila dibandingkan dengan           stadium sebelumnya,
sedangkanbl ast ocel membesar




                                     Gambar Stadium 8
Stadium 8 : Pertengahan pembelahan (blastula awal, umur 16 jam, diameter 1,7 mm
Blastocel terus membesar, pola pembelahan berikutnya yang terjadi tidak memiliki aturan pasti.
Pergerakan embrio secara umum dilakukan dengan bantuan silia sel-sel blastomer bagian luar.
Permukaan embrio masih terlihat sebagai susunan sel-sel yang tidak rata dan membentuk
struktur permukaan multiseluler.
                                       Gambar Stadium 9
Stadium 9 Akhir pembelahan (blastula akhir, umur 21 jam, diameter 1,7 mm). Struktur
permukaan yang multiseluler berangsur menghilang dan menjadi lebih halus atau rata. Terbentuk
bangunan yang disebut germ ring,epiblast danhypoblast. Bagian dorsal, sesuai dengan peta
blastula merupakan calon pembentuk organ
Stadium 10 : Pembentukan bibir dorsal (gastrula awal, umur 26 jam, diameter 1,7 mm). Terjadi
epibolygerm ring ke arah polus vegetativus, invaginasi dan involusi bibir dorsal (labium dorsale)
                          Gambar Satdium 11 (atas) dan 12 (bawah)
Stadium 11 Pembentukan bibir lateral (gastrula pertengahan, umur 34 jam, diameter 1,7 mm.
Terjadi pembentukan bibir lateral (labium laterale), invaginasi yang semakin dalam danblastocel
mulai terdesak oleh adanyagast rocel


Stadium 12 : Pembentukan bibir ventral (gastrula akhir, umur 42 jam, diameter 1,7 mm) Labium
ventraledan yolg plug mulai terbentuk. Terjadi kontriksi labia, sedangkan ukuran gastrocel
menjadi lebih besar. Blastocel menghilang dan diikuti oleh terbentuknya blastoporus
                          Gambar stadium 13 (atas) dan 14 (bawah)
Stadium 13 : Pembentukan lamina neuralis (neurula awal, umur 50 jam, panjang embrio 1,8
mm). Blastoporus mengecil seiring dengan adanya pembentukan stria primitiva. Bentuk embrio
tidak lagi bundar melainkan agak lonjong. Lamina neuralis juga mulai tampak
Stadium 14 : Pembentukan torus medullaris (neurula tengah, umur 62 jam, panjang embrio 2,0
mm) Torus medullaris terbentuk, axis (sumbu panjang tubuh) embrio semakin jelas. Terjadi
penebalanneuroect oderm sebagai calon otak di bagian anterior




                          Gambar stadium 17 (atas) dan 18 (bawah)
Stadium 17 : Pembentukan kuntum ekor ( umur 84 jam, panjang embrio 3,5 mm Blastoporus
mulai menghilang dan muncul canalis mesoentericus. Neuroporusmenutup, badan memanjang,
bagian   dorsal    cekung,    somit-somit    terbentuk.    Calon-calon    organ    juga   terbentuk,
sepertimesenchym jantung, arches visceralis, blok mesoderm,pronephros, hypochorda, sense
plate, gill plate, vesicula optica, placoda auditoriadan placoda olfactoria
Stadium 18 : Mulai terjadi reaksi otot (gerak otot tubuh secara aktif) (umur 96 jam, panjang
embrio 4,0 mm) Mulai terjadi gerakan pertama dengan bantuan otot tubuh embrio. Bagian calon
otak primer daninfundibulum masih terpisah dari calon hipofise. Linea lateralis mulai muncul.
Sementara itu placoda auditoria mulai terpisah dariectoderm kepala,placoda lensa mata terbentuk
dan radix ventralis terpisah dari medulla spinalis.Hypochodra juga mulai terpisah darienteron.
Chorda dorsalis pada stadium ini telah mencapai puncak perkembangannya. Sumbat esofagus
terbentuk dan mulai timbul aorta dorsalis maupun vena vitellina




                             Gambar stadium 19 (atas) dan 20 (bawah)

Stadium 19 : Jantung mulai berdenyut (umur 118 jam, panjang embrio 5,0 mm Epifise mulai
terbentuk diikuti oleh adanya perubahan posisiinfundibulum dan hypofise pada lokasi yang tetap.
Thyroid mengalami evaginasi, nervus trigeminus dan placoda-nya                mulai muncul. Nervus
facialis danauditorius terbentuk pada crista cranialis II. Sementara itu lensa mata terpisah dari
ectoderm. Somit yang terbentuk meliputi 13 buah pada bagian badan dan 32 buah pada ekor.
Serabut-serabut    otot    mulai      berfungsi   diikuti   dengan   semakin     sempurnanya
diferensiasisclerotome jantung. Gejala yang tampak adalah adanya aktivitas kontraksi otot-otot
jantung (ada denyutan)
Stadium 20 : Tahap penetasan (sirkulasi insang luar mulai tampak, umur 140 jam, panjang
embrio 6,0 mm) Lapisan gelatin sebagai pelindung terhadap dunia luar mulai pecah dan larut
dalam air. Pada tahap ini dianggap bahwa telur telah menetas.Sucker pada bagian ventral calon
mulut mulai terbentuk lengkap. Sistem peredaran mulai tampak ditandai adanya pembentukan
lapisan dinding jantung secara lengkap dan penyempurnaanvena pulmonaris. Sirkulasi insang
luar dan pembuluh-pembuluh darah terbentuk sempurna. Vena cardinalis posterior bercabang ke
mesonephros. Placoda olfactorius(cekungan hidung) sudah tumbuh. Sementara itu sistem syaraf
mulai mengalami penyempurnaan dengan terbentuknya massa ganglion cranialis (nervus
opticus) dan sistem syaraf simpatik




                                   Gambar stadium 21 dan 22
Stadium 21 : Mulut mulai membuka (umur 162 jam, panjang embrio 7,0 mm). Kornea mata
mulai tampak transparanBentuk embrio mengalami perubahan mencolok dari larva ke berudu.
Mulut tampak terbuka, kornea transparan dan caloncerebrum mulai terbentuk. Vesicula otica
mengalami diferensiasi lanjut. Ductus endo lymphaticus terbuka ke arah permukaan diikuti
dengan adanya inversi total pada jantung. Radix dorsalis, ganglion spinale dan auricula di
sebelah kanan dan kiri torus genitalis mulai terbentuk sempurna

Stadium 22 : Tahap sirkulasi ekor (umur 192 jam, panjang embrio 8,0 mm.Bagian jantung telah
lengkap diikuti dengan mulai berfungsinya sistem sirkulasi bagian ekor secara sempurna. Mulai
timbul kuntum calon paru-paru, sementara ituhypochorda mulai menghilang.Mesonephros juga
tampak mulai terbentuk.




                                      Gambar stadium 25

Stadium 25 : Tahap penutupan insang sempurna (umur 284 jam, panjang embrio 11,0 mm) Silia
menghilang, kecuali pada bagian ekor. Spiraculum mulai terbentuk. Gigi parut mulai tampak
pada bagian bibir berudu. Sementara itu diferensiasi esofagus dan ventriculus mulai terjadi.
Kuntum paru-paru mulai memanjang diikuti dengan perkembanganpronephros yang mencapai
puncaknya. Retina mengalami diferensiasi lebih lanjut.Choanae interna mulai terbuka dan
dilanjutkan dengan pembentukan nervus olfactoriussert a nervus abducent

Stadium selanjutnya adalah premetamorfosis. Pada saat panjang embrio telah mencapai 12 mm,
mulai terbentuk hidung. Organ thymusterbentuk pada posisi terakhirnya. Panjang badan embrio
mencapai 15 mm, kartilago sekeliling chorda dorsalis dan segmentasivertebrae mulai
terbentuk.Saccula mulai berkembang dan membentuklagena. Rongga basilaris, sistem lateralis
mencapai puncak perkembangannya. Tubulus mesonephridicus mulai berasosiasi dengan vena
cardinalis.Pronephros mencapai puncak perkembangannya dan pada saat panjang embrio
mencapai 20 mm, terjadi degenerasi. Cortex adrenalis menjadi lebih jelas dan primordia gonade
terbentuk.
                                            Bab IV
                                           Penutup

1. Kesimpulan
  a) Pengamatan embrio ayam
              Tahap pembentukan embrio ayam melalui tahap pembelahan, blastula, gastrula
               dan organogenesis.
              Telur ayam umur 24 jam dapat ditemukan 5 pasang somit, proamnion dan lapisan
               kepala. Pada telur ayam 48 jam ditemukan 27 pasang somit, telesefelon dan
               atrium. Sedangkan telur ayam umur 72 jam ditemukan 35 pasang somit,
               telesefelon dan vesikula optic.
  b) Pengamatan embrio katak
     Dalam praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa pada amphibia, tahap pembentukan
     embrio melalui tahap pembelahan, blastula, gastrula dan organogenesis. Epiboli
     berlangsung pada ectoderm yang bersamaan dengan prosem emboli, sehingga ectoderm
     selalu menyelimuti seluruh embrio. Pada proses gastrulasi pada katak juga melibatkan
     beberapa gerak yang di mulai dengan berinvaginasinya hypoblast pada celah yang
     terbentuk pada awal proses ( bibir dorsal blastopore). Pada saat proses epiboli dan
     emboli, perpusingan gastrulasi sebesar 400 berlangsung di daerah plug yolk berlawanan
     arah dengan jarum jam, sehingga gumpalan yolk yang banyak yang tadinya berada di
     posterior embrio menjadi daerah ventral atau daerah bakal perut.


2. Saran
     Saran saya kepada praktikan sekalian agar dalam melaksanakan praktikum, rekan-rekan
  praktikan untuk lebih mematuhi tata tertib yang berlaku ketika mengunakan laboratorium.
  Pengalaman dari praktikum yang lalu-lalu bahwa praktikan leluasa keuar masuk laboratorium
  untuk urusan yang tidak penting. Oleh karena itu agar lebih berjalan lancer, saya harapkan
  rekan-rekan praktikum tidak mengulang hal yang sama lagi.
                                      Daftar Pustaka


Anonim. 2008. Pertumbuhan pada Hewan. http://www. praweda.co.id. Diakses pada tanggal 29
       Januari 2011.


--------.2010.EmbrioAyam.http://www.dianprasetyo.blogspot.com/biologi_praktikum/embriologi.
       Diakses pada tanggal 29 Januari 2011


------.2010.EmbrioKatak.http://www.dianprasetyo.blogspot.com/biologi_praktikum/embriologi2.
       Diakses pada tanggal 29 Januari 2011


Campbell. 1987. Biologi Edisi kelima Jilid 3. Jakarta: Erlangga.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:10710
posted:5/14/2011
language:Indonesian
pages:29