manusia sebagai makhluk individu, sosial dan budaya

Document Sample
manusia sebagai makhluk individu, sosial dan budaya Powered By Docstoc
					            MAKALAH
    ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU,
       SOSIAL, DAN BUDAYA
        Dosen pengampu: Widodo, S.Pd




                 Disusun oleh:

        Desy Kartika Sari        (10420093)
        Amelia Jenri Fourtina    (10420098)
        Sinung Eko Raharjo       (10420110)
        Muhammad Imanudin        (10420112)
        Inayatul Maula           (10420120)
        Indra Purnama Daniarso   (10420096)
        Syaiful Hadi             (10420128)


    PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA dan SENI
       IKIP PGRI SEMARANG
      TAHUN AJARAN 2010/2011
                                              0
                                  KATA PENGANTAR



       Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang menciptakan manusia dengan
segala RahmatNya. Terima kasih kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang
melengkapi manusia dengan perangkat yang begitu bermanfaat. Alhamdulillah, karenaNya
menciptakan kelengkapan itu untuk menambah nikmatNya, sehingga makalah kami dapat
tersusun.

       Dengan menggunakan makalah ini, agar kita sebagai insan manusia yang terdidik
dapat bertutur kata dengan baik dan dapat diterima masyarakat luas.

       Dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, sehingga saran dan kritik
sangat diharapkan bagi penulis. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya.
Amin......




                                                   Semarang, 12 Mei 2011




                                                          Penyusun




                                                                                    1
                                        BAB I

                                  PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

      Manusia dan kebudayaan pada dasarnya berhubungan seacara dialektis ada interaksi
   kreatif antara manusia dengan budaya. Kebudayaan adalah produk manusia namun
   manusia sendiri adalah produk kebudayaanya. Terdapat suatu konsepsi tentang
   kebudayaan manusia yang menganalisis masalah-maslaah hidup sosial – budaya
   manusia. Konsepsi tersebut ternyata member gambaran pada kita bahwa sanya hanya
   manusialah yang mampu berbudaya sedangkan pada hewan tidak memiliki kemampuan
   tersebut. Kenapa hannya manusia saja yang dapat memiliki kebudayaan? Hal ini
   dikarenakan manusia dapat belajar dana dapat memahami bahasa yang kesemuanya itu
   besumber pada akal manusia. Setiap kebudayaan adalah sebagai jalan atau arah
   didaalam bertindak dan berfikir, sehubungan dengan pengalaman-pengalaman yang
   fundamemtal dari sebab itulah kebudayaan itu tidak dapat dilepaskan dengna indiviudu
   dan maasyarakat, Dan akhirnya dimana mansuai hidup di masyarakat disanalah ada
   kebudayanan dan kesemuanya menjadi benda penyelidikan sosiologi


B. Tujuan

      -   Agar kita mengetahui apa itu kebudayaan.
      -   Kita mengetahui hakikat manusia yang sebenarnya
      -   Sebagai tugas mata kuliah ISBD


C. Rumusan Masalah

      -   Apakah maksud dari manusia sebagai makhluk individu
      -   Apakah maksud dari manusia sebagai makhluk sosial
      -   Apakah maksud dari manusia sebagai makhluk budaya




                                                                                     2
                                        BAB II

                                   PEMBAHASAN


A. Manusia Sebagai Makhluk Individu

  1. Pengertian

             Manusia sebagai makhluk individu adalah manusia yang bebas, bebas
      menentukan apapun yang dia inginkan. Dalam kapasitas moral kebebasan manusia
      akan menentuka apa yang harus dilakukanya dan apa yang tidak harus dilakukanya.
      Konsekuensinya dia harus mengambil sikap terhadap alam dan masyarakat
      sekelilingnya, ia dapat menyesuaikan diri dengan harapan orang lain akan tetapi
      terdapat suatu kemungkinan untuk melawan mereka. Manusia adalah bebas sejauh ia
      sendiri mampu mengembangkan pikiranya dalam hubungan dengan tujuan-tujuan
      dan sarana-saranakehidupanya dan sejauh ia dapat mencoba untuk bertindak sesuai
      dengaya. Dengan kebebasanya manusia dapat melihat ruang gerak dengan berbagai
      kemungkinan untuk bertindak, sehingga secara moral senantiasa berkaitan dengan
      orang lain. Oleh karena itu bagaimanapun juga ia harus memutuskan sendiri apa
      yang layak atau tidak layak dilakukanya secara moral. Ia dapat memperhitungkan
      tindakanya serta bertanggung jawab atas tindakan-tindakan tersebut.
             Disamping kebebasanya sebagai individu, kesosialan manusia dapat
      dibuktikan melalui kodrat kehidupanya, sebab manusia lahir di dunia senantiasa
      merupakan suatu hasil interaksi social. Selain itu tanda khas kesosialan manusia
      adalah terletak pada pengguunaan bahasa sebagai suatu system tanda dalam suatu
      kominikasi dalam masyarakat . bahasa bukan hanya sekedar sekedar sarana
      komuniksi melainkan wahana yang memastikan dan mengantarkan manusia
      memahami realitas disekelilingnya. Maka realitas yang kita alami, isi pengalaman
      kita sendiri senantiasa berwujud social karena dipolakan melalui bahasa. Melalui
      bahasa manusia masuk kedalam lembaga-lembaga social seperti keluarga, organisasi
      sosila serta bentuk-bentuk kekerabatan lainya. Melaluibahasa manusia mampu
      berpartisipasi dalam system-soistem simbolik, seperti agama, pandangan dunia,
      ideology yang dibangun oleh manusia untuk mencapai tingkat martabat kehidupan
      yang lebih tinggi.
                                                                                     3
             Manusia sebagai makhluk yang berbudaya, kebebasan sebagai individu dan
      segala aktifitas dan kreatifitas dalam hidupnya senantiasa tergantung kepada orang
      lain, hal ini dikarenakan manusia sebagai warga masyarakat atau sebagai makhluk
      social, kesosialanya tidak hanya merupakan tambahan dari luar terhadap
      individualitasnya, melainkan secara kodrti manusia ditakdirkan oleh tuhan YME,
      senantiasa tergantung kepada orang lain, hal inilah yang menentukan segala sifat
      serta kepribadianya, sehingga individualitas dan sosialitasnya senantiasa korelatif.
      Manusia didalam hidupnya mampu bereksistensi karena orang lain dan ia dapat
      hidup dan berkembang karena dalam hubunganya dengan orang lain. Segala
      ketrampilan yang dibutuhkanya agar berhasil dalam segala kehidupanya serta
      berpartisipasi dalam kebudayaan diperolehnya dari masyarakat.


B. Manusia Sebagai Makhluk Sosial

  1. Asal Mula Manusia Sebagai Makhluk Sosial

             Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk
      bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang
      serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk
      sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat
      yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk,
      karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam
      kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri
      manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang
      lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di
      tengah-tengah manusia. Diperkuat dengan dalil Aristoteles mengatakan Manusia itu
      Zoon Politicon yang artinya satu individu dengan individu lainnya saling
      membutuhkan satu sama lain sehingga keterkaitan yang tak bisa dipisahkan dalam
      kehidupan bermasyarakat. Sedang menurut Freud, super-ego pribadi manusia sudah
      mulai dibentuk ketika ia berumur 5-6 tahun dan perkembangan super-ego tersebut
      berlangsung terus menerus selama ia hidup. Super-ego yang terdiri dari atas hati
      nurani, norma-norma, dan cita-cita pribadi itu tidak mungkin terbentuk dan
      berkembang tanpa manusia itu bergaul dengan manusia lainnya, sehingga sudah

                                                                                        4
   jelas bahwa tanpa pergaulan sosial itu manusia itu tidak dapat berkembang sebagai
   manusia seutuhnya.


1. Norma Sosial

          Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam
   suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma akan berkembang
   seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya, sering juga disebut
   dengan peraturan sosial. Norma menyangkut perilaku-perilaku yang pantas
   dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma dalam masyarakat
   bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan
   sosial yang telah terbentuk. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara
   manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan.
          Norma tidak boleh dilanggar. Siapa pun yang melanggar norma atau tidak
   bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma itu, akan
   memperoleh hukuman. Misalnya, bagi siswa yang terlambat dihukum tidak boleh
   masuk kelas, bagi siswa yang mencontek pada saat ulangan tidak boleh meneruskan
   ulangan.
          Norma merupakan hasil buatan manusia sebagai makhluk sosial. Pada
   awalnya, aturan ini dibentuk secara tidak sengaja. Lama-kelamaan norma-norma itu
   disusun atau dibentuk secara sadar. Norma dalam masyarakat berisi tata tertib,
   aturan, dan petunjuk standar perilaku yang pantas atau wajar.


2. Nilai Sosial

          Nilai Sosial adalah nilai yang tertanam dalam kehidupan bermasyarakat,
   diantaranya: kesetiakawanan, kepedulian terhadap sesama, menyukai kerjasama,
   aktif bermusyawarah, aktif bergotongroyong, cepat tanggap terhadap apa yang
   menimpa tetangga, dan seterusnya. Sayangnya, saat ini nilai sosial di masyarakat
   Indonesia sebagian banyaknya mengalami penurunan drastis antara tetangga mulai
   berjarak, kebersamaan mulai menjemukan lebih senang sendiri-sendiri pada
   akhirnya banyak kasus jika menengok orang meninggal karna hanya ingin dapatkan
   bingkisan nasi bukan berniat meringankan beban atau menghiburnya, rumah pun

                                                                                    5
   dipagari dengan setinggi-tingginya bermaksud tidak menyelinap secara diam-diam
   (ada kecurigaan sosial yang tidak jelas alasannya), bekerja bakti pun terkadang harus
   diiming-iming dengan upah yang akan didapatkannya sehingga segala sesuatu itu
   sekarang ditentukan oleh nominal uang, mungkin tidaklah aneh semua itu terjadi
   disebabkan susahnya mencari uang akhirnya beberapa jalan yang sekiranya tidak
   pantas pun sering dilakukan oleh masyarakat sekarang.


3. Interaksi Sosial

           Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah
   hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan
   masyarakat.
           Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh
   mempengaruhi dala pikiran dan tindakan. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam
   kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.
           Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi
   dimulai: pada saat itu mereka saling menegur, berjabat tangan, saling berbicara, atau
   bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-
   bentuk dari interaksi sosial.
   Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut
   a. Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.
   b. Sugesti adalah suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara
       penglihatan atau peduman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dikritik
       terlebih dahulu. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic, baik yang
       datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain, yang pada umumnya diterima
       tanpa adanya kritik. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya, dengan
       interaksi sosial adalah hampir sama. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang
       satu mengikuti salah satu dirinya, sedangkan pada sugesti seeorang memberikan
       pandangan atau sikap dari dirinya, lalu diterima oleh orang lain di luarnya.
   c. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama)
       dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.



                                                                                      6
     d. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain.
        Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain
        perasaan seperti juga pada proses identifikasi.


C. Manusia Sebagai Makhluk Budaya

  1. Pengertian budaya

     Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa,
     dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan,
     yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari budhi yang
     berarti budi atau akal. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan
     dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin
     dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan
     mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti
     culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan
     mengubah alam.

     terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu :

     a. wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud
        pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-
        masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup
     b. aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas
        aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, berhubungan serta bergaul
        satu dengan yang lain setiap saat dan selalu mengikuti pola-pola tertentu
        berdasarkan adat kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret.
     c. Wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan
        karya manusia dalam masyarakat.
  2. Manusia sebagai makhluk budaya
            manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan
     makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi.
     Karena manusia diciptakan untuk menjadi khalifah, sebagaimana dijelaskan pada
     surat Al-Baqarah: 30
                                                                                     7
       Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”
       Oleh karena itu manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan
dengan kekhalifahannya disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki.
       Peran manusia sebagai makhluk yang diberi kelebihan dalam segala hal,
untuk dapat memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh Allah SWT melalui
alam ini. Sehingga dengan alam tersebut manusia dapat membentuk suatu
kebudayaan yang bermartabat dan bernilai tinggi. Namun perlu digarisbawahi bahwa
setiap kebudayaan akan bernilai tatkala manusia sebagai masyarakat mampu
melaksanakan norma-norma yang ada sesuai dengan tata aturan agama.




                                                                                  8
                                          BAB III
                                        PENUTUP


A. Simpulan

      Manusia sebagai makhluk individu adalah manusia yang bebas, bebas menentukan
   apapun yang dia inginkan. Dalam kapasitas moral kebebasan manusia akan menentuka
   apa yang harus dilakukanya dan apa yang tidak harus dilakukanya. Konsekuensinya dia
   harus mengambil sikap terhadap alam dan masyarakat sekelilingnya, ia dapat
   menyesuaikan diri dengan harapan orang lain akan tetapi terdapat suatu kemungkinan
   untuk   melawan    mereka.   Manusia    adalah   bebas   sejauh   ia   sendiri   mampu
   mengembangkan pikiranya dalam hubungan dengan tujuan-tujuan dan sarana-
   saranakehidupanya dan sejauh ia dapat mencoba untuk bertindak sesuai dengaya.
      Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat,
   selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat
   dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia
   selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak
   lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan
   sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat
      Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk
   lainnya. Peran manusia sebagai makhluk yang diberi kelebihan dalam segala hal, untuk
   dapat memanfaatkan segala fasilitas yang disediakan oleh Allah SWT melalui alam ini.
   Sehingga dengan alam tersebut manusia dapat membentuk suatu kebudayaan yang
   bermartabat dan bernilai tinggi. Namun perlu digarisbawahi bahwa setiap kebudayaan
   akan bernilai tatkala manusia sebagai masyarakat mampu melaksanakan norma-norma
   yang ada sesuai dengan tata aturan agama.


   B. Saran

      Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk menjadikan makalah ini
      menjadi lebih baik.




                                                                                        9
                                 DAFTAR PUSTAKA



M.S., Kaelan.2008.Pendidikan Pancasila.yogyakarta:Paradigma

Sutardi, Tedi.2007.Antropologi:mengungkap keragaman budaya.Bandung:PT Setia Purna
Inves

Maran, Rafael Raga.2000.manusia dan kebudayaan dalam perspektif ilmu budaya
dasar.Bandung:Rineka Cipta

Prasetya, Joko Tri dkk.2009.Ilmu Budaya Dasar.Jakarta:Rineka Cipta




                                                                                    10

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5417
posted:5/13/2011
language:Indonesian
pages:11