sekilas RUANG LINGKUP AKUNTANSI KEPERILAKUAN by Benika_Martisia

VIEWS: 4,634 PAGES: 8

									RUANG LINGKUP AKUNTANSI KEPERILAKUAN


Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) merupakan bagian dari disipilin akuntansi yang
mempelajari tentang hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi, serta dimensi
sosial dari organisasi dimana manusia dan sistem akuntansi tersebut berada. Jadi, terdapat tiga
pilar utama Akuntansi Keperilakuan yaitu: perilaku manusia, akuntansi, dan organisasi. Untuk
itulah maka sering dikatakan pula bahwa Akuntansi Keperilakuan merupakan bidang studi yang
mempelajari     aspek   manusia     dari    akuntansi    (human factors   of   accounting).   Dalam
perkembangan selanjutnya bahkan diperluas lagi sampai bagaimana akuntasi dan masyarakat
saling mempengaruhi, sehingga aspek sosial dari Akuntansi (social aspect of accounting) juga
sering dimasukkan sebagai bagian dari Akuntansi Keperilakuan


Ruang Lingkup
Apa saja yang dipelajari di Akuntansi Keperilakuan? Akuntansi Keperilakuan mempelajari hal-
hal sebagai berikut:
   Reaksi manusia terhadap format dan isi dari pelaporan keuangan.
   Bagaimana informasi diproses untuk keperluan pengambilan keputusan
   Pengembangan        teknik-teknik      pelaporan    untuk   mengkomunikasikan    data     kepada
    penggunanya.
   Pengembangan strategi untuk memotivasi dan mempengaruhi perilaku, inspirasi, dan tujuan
    orang-orang yang menjalankan organisasi.
   Dan hal-hal lain yang mengaitkan akuntansi, manusia, organisasi, dan masyarakat.


Hal-hal yang dipelajari dalam Akuntansi Keperilakuan tersebut apabila diringkas, pada dasarnya
meliputi hal-hal sebagai berikut:
   Pengaruh perilaku manusia didalam perancangan, penyusunan dan penggunaan sistem
    akuntansi
   Pengaruh sistem akuntansi pada perilaku manusia
   Metoda-metoda untuk memprediksi dan strategi-strategi untuk mengubah perilaku manusia.


Perkembangan Akuntansi Keperilakuan
Akuntansi Keperilakuan mulai berkembang sejak Profesor Schuyler Dean Hollet dan Profesor
Chris Argyris melakukan suatu penelitian di tahun 1951 tentang “Pengaruh Anggaran pada
Orang” (The Impact of Budget on People). Penelitian tersebut disponsori oleh Controllership
Foundation of America. Sejak penelitian tersebut, topik-topik penelitian yang mengkaitkan
akuntansi dan manusia berkembang pesat.
Antara tahun 1960 sampai tahun 1980an jumlah artikel berkaitan dengan akuntansi
keperilakuan yang dipublikasikan di jurnal-jurnal akuntansi berkembang pesat. Jurnal yang
terkenal yang memfokuskan pada akuntansi keperilakuan adalah “Accounting, Organization,
and Society” yang muncul sejak tahun 1976, dan juga jurnal yang diterbitkan oleh American
Accounting Association (AAA) yang bernama “Behavioral Research in Accounting”.


   Akuntansi keperilakuan (behavioral accounting) adalah cabang akuntansi yang mempelajari
hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel, G. et al. 1989). Istilah
sistem akuntansi yang dimaksud di sini dalam arti yang luas yang meliputi seluruh desain alat
pengendalian manajemen yang meliputi sistem pengendalian, system penganggaran, desain
akuntansi pertangungjawaban, desain organisasi seperti desentralisasi atau sentralisasi, desain
pengumpulan biaya,desain penilaian kinerja serta pelaporan keuangan. Secara lebih terinci
ruang lingkup akuntansi keperilakuan meliputi:
1. mempelajari pengaruh antara perilaku manusia terhadap desain, konstruksi, dan
   penggunaan sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan, yang berarti bagaimana
   sikap dan gaya kepemimpinan manajemen mempengaruhi sifat pengendalian akuntansi dan
   desain organisasi
2. mempelajari pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia, yang berarti bagaimana
   sistem akuntansi mempengaruhi motivasi, produktivitas, pengambilan keputusan, kepuasan
   kerja dan kerja sama
3. metode untuk memprediksi perilaku manusia dan strategi untuk mengubahnya, yang berarti
   bagaimana sistem akuntansi dapat dipergunakan untuk mempengaruhi perilaku.


   Sebagai bagian dari ilmu keperilakuan (behavioral science), teori-teori akuntansi
keperilakuan dikembangkan dari penelitian empiris atas perilaku manusia di organisasi. Dengan
demikian, peranan penelitian dalam pengembangan ilmu itu sendiri sudah tidak diragukan lagi.
Ruang lingkup penelitian di bidang akuntansi keperilakuan sangat luas sekali, tidak hanya
meliputi bidang akuntansi manajemen saja, tetapi juga menyangkut penelitian dalam bidang
etika, auditing (pemeriksaan akuntan), sistem informasi akuntansi bahkan juga akuntansi
keuangan. Untuk membatasi permasalahan, dalam tulisan ini penulis hanya membatasi pada
penelitian dalam bidang akuntansi
manajemen saja.
DARI PENDEKATAN NORMATIF KE DESKRIPTIF
       Pada awal perkembangannya, desain penelitian dalam bidang akuntansi manajemen
masih sangat sederhana, hanya memfokuskan pada masalah penghitungan harga pokok
produk. Seiring dengan perkembangan tehnologi produksi, permasalahan penelitian diperluas
dengan diangkatnya topik tentang penganggaran, akuntansi pertanggung jawaban serta
masalah transfer pricing. Namun demikian berbagai penelitian tersebut masih bersifat normatif,
yang hanya mengangkat permasalahan desain pengendalian manajemen dengan berbagai
model-model seperti discounted cash flow, atau linier programming untuk membantu manajer
membuat keputusan ekonomik yang optimal tanpa melibatkan pada faktor-faktor lain yang
mempengaruhi efektivitas desain pengendalian manajemen, seperti perilaku manusia, serta
kondisi lingkungan organisasi. Pada masa itu berbagi faktor-faktor tersebut dianggap sebagai
“kotak hitam” yang kurang diperhatikan (Ashton, D. et al.1984)
       Sejak tahun 50an, tepatnya sejak C. Argyris menerbitkan penelitiannya tahun 1952,
desain penelitian akuntansi manajemen mengalami perkembangan yang sangat berarti dengan
dimulainya menghubungkan desain sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dengan
perilaku manusia. Sejak saat itu desain penelitian lebih bersifat diskriptif yang diharapkan lebih
bisa menggambarkan kondisi riil yang dihadapi pelaku-pelaku organisasi. Dari penelitian Argyris
yang berjudul “The Impact of Budget on People” sebuah studi yang disponsori the
Controllership Foundation Cornell University School
of Business and Public Administrati, sejarah penelitian akuntansi keperilakuan mulai tumbuh.
Mulai saat itu tumbuhlah kesadaran untuk mengintegrasikan ilmu akuntansi dan ilmu-ilmu
keperilakuan terutama ilmu psikologi dalam penelitian akuntansi.
       Penelitian Argyris tersebut menguji peranan informasi akuntansi (reliance on accounting
performance measures (RAPM) sebagai alat untuk menilai kinerja manajer. Penelitian Argyris
tersebut timbul untuk mencari jawaban adanya dugaan bahwa informasi akuntansi yang
dipergunakan suatu perusahaan mempunyai pengaruh negatif pada karyawannya. Kesimpulan
penelitiannya menyebutkan bahwa RAPM tersebut memang menimbulkan dampak negatif yang
menyebabkan timbulnya (dysfunctional behavior) seperti ketegangan, dendam, curiga, was-was
dan kurang percaya diri.
       Hasil penelitian Argyris selama dua dekade tidak direspon peneliti lain. Baru pada 1972,
Hopwood membuka kembali topic tersebut dengan mengajukan sebuah pertanyaan “ apakah
tingkah laku negatif para manajer tersebut merupakan konsekuensi penggunaan informasi
akuntansi dalam penilaian kinerja atau paling tidak akibat ketidak sempurnaan sistem akuntansi
atau hal tersebut tergantung pada cara yang tepat informasi akuntansi tersebut dipergunakan.
Secara lebih spesifik, penelitiannya menguji pengaruh tipe penilaian kinerja (yang meliputi:
Budget Constrained Style, Profit Conscious Style dan Nonaccounting Style) terhadap
ketegangan kerja (job related tension), cost tension, persepsi karyawan pada keadilan penilaian
kinerja serta karyawan pada penyelianya. Penelitian Hoopwood ini sangat monumental dan
mendapat banyak perhatian dari peneliti lainnya dan hingga saat ini berbagai variabel penelitian
yang dipergunakan dalam penelitian tersebut banyak dipergunakan oleh peneliti lain.
       Tahun 1978 penelitian Hopwood diulang oleh Otley, yang menemukan hasil yang
berbeda. Pertama, dia tidak dapat membuktikan penemuan Hopwood (1972) bahwa
ketegangan bawahan akan semakin meningkat di bawah Budget Constrained Style Kedua,
bertentang dengan penemuan Hoopwood, Otley menemukan bahwa kinerja manajer lebih baik
dibawah Budget Constrained Style. Adanya temuan yang bertolak belakang tersebut
mengundang banyak peneliti untuk menyelidikinya hingga kemudian dipergunakanlah teori
kemungkinan (contingency theory) dalam penelitian akuntansi.




TOPIK PENELITIAN AKUNTANSI KEPERILAKUAN DALAM JURNAL
BEHAVIORAL RESEARCH IN ACCOUNTING (BRIA)'
INDRA WIJAYA KUSUMA
Universitas Gadjah Mada


Suatu Cabang Baru?
       Kebanyakan orang akan membayangkan bahwa akuntansi keperilakuan merupakan
salah satu cabang dari akuntansi manajemen. Hal ini disebabkan penelitian Argyris di tahun
1952 menulis mengenai proses penganggaran yang merupakan bagian dari pengendalian
manajemen.      Penelitian-penelitian   berikutnya   yang   dikategorikan   sebagai   akuntansi
keperilakuan didominasi dari bidang akuntansi manajemen, dalam hal ini, penganggaran dan
pengendalian.
       Yang tidak banyak disadari oleh banyak orang adalah bahwa penelitian di pasar modal
juga merupakan penelitian di bidang keperilakuan. Perbedaan antara penelitian pasar modal
dengan penelitian akuntansi lainnya yang dianggap sebagai penelitian akuntansi keperilakuan
adalah pada level obyek. Pada akuntansi keperilakuan, obyek studinya adalah pada level
individu atau kelompok, sedangkan pada penelitian pasar modal obyeknya adalah pada level
agregat (pasar) secara keseluruhan. Sebagai contoh, penelitian pasar modal ingin meneliti
reaksi para investor secara keseluruhan terhadap suatu peristiwa (event study) atau terhadap
suatu pengumuman laba.
       Oleh sebab itu, perbedaan antara penelitian akuntansi keperilakuan dengan penelitian di
pasar modal menjadi sangat tipis. Bahkan sekarang sudah banyak juga ahli di bidangfinance
mengklaim bahwa mereka ahli behavioral finance sehingga sekarang sudah banyak penelitian
pasar modal yang berkategorikan behavioral.
       Walaupun penelitian akuntansi keperilakuan menganalisis isu di berbagai bidang seperti
akuntansi manajemen, akuntansi keuangan, pengauditan, system informasi, dan akuntansi
sektor publik, sebagai suatu aliran (school), penelitian di bidang ini dapat dianggap sejajar
dengan penelitian pasar modal efisien, penelitian analitis. Jadi, penelitian akuntansi
keperilakuan mengobservasi, menganalisis, dan menguji fenomena individu dan kelompok
dalam kaitannya dengan penciptaan, penggunaan, dan pengenaan akibat dari adanya aspek
keperilakuan dalam bidang akuntansi secara luas3. Banyak pihak mengatakan dalam
sanggahannya terhadap akuntansi keperilakuan bahwa akuntansi keperilakuan bukan
merupakan bidang akuntansi, melainkan bidang psikologi atau organisasional. Seolah-olah
akuntan menjadi serakah dan menjarah bidang lain seperti psikologi. Pandangan ini
sebenarnya keliru karena bidang ini justru selama ini diambil alih oleh bidang lain karena
akuntan tidak mempunyai kemampuan untuk menanganinya. Hal ini sangat ironis.
Persoalannya adalah apakah kita mau lepas tangan, ikut nimbrung saja, atau secara konsisten
untuk menekuni bidang ini yang sangat erat terkait dengan pekerjaan akuntan.
       Bahkan. Siege1 dan Ramanauskas-Marconi (1989) dalam bukunya yang berjudul
"Behavioral Accounting" mendefinisi akuntansi keperilakuan sebagai sebuah cabang ketiga dari
akuntansi setelah akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Dalam ha1 ini, penulis tidak
sependapat bahwaakuntansi keperilakuan sebagai cabang ketiga dari akuntansi. Menurut
pendapat penulis, akuntansi keperilakuan adalah suatu pendekatan yangmengaplikasi aspek
keperilakuan dalam akuntansi baik akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, maupun bidang
akuntansi terkait lainnya.


Sejarah singkat Penelitian Akuntansi Keperilakuan
       Penelitian di bidang akuntansi keperilakuan sebenarnya sudah ada lebih awal
dibandingkan dengan penelitian di bidang pasar modal efisien. Penelitian pasar modal efisien
mulai populer ketika Ball dan Brown pada tahun 1968 melakukan penelitian tentang kegunaan
informasi laba dalam pasar modal?
       Penelitian akuntansi keperilakuan dapat dikatakan dimulai tahun 1952 ketika Argyris
dibiayai oleh the ControUership Foundation meneliti "The Impact of Budgets on People," yang
kemudian dilanjutkan lagi oleh Argyris ditahun 1953 dalam jurnal Harvard Business Review
dengan judul "Human Problems with Budgets." Bahkan penelitian oleh Argyris ini mendahului
Maslow, McGregor, atau Likert yang dianggap sebagai pionir penelitian bidang
keperilakuan dalam bisnis.
Namun, istilah akuntansi keperilakuan itu sendiri baru muncul pada tahun 1967 dalam artikel
Journal of Accounting Research oleh Becker yang mereview tulisan Cook (1967). Becker lebih
jauh mengatakan bahwa perbedaan penelitian akuntansi keperilakuan dengan bidang lain
adalah penelitian akuntansi keperilakuan mengaplikasi teori dan metodologi dari ilmu
keperilakuan untuk memeriksa persinggungan antara informasi dan proses akuntansi dengan
perilaku manusia (termasuk perilaku organisasional).
       Sementara itu, jurnal yang secara khusus memuat mengenai akuntansi keperilakuan
masih belum ada sampai dengan tahun 1976 ketika munculnya jurnal baru dengan judul
"Accounting, Organization, and Society." Jurnal ini menjadi penyelamat karena seringkali
peneliti akuntansi keperilakuan tidak mendapat perlakuan yang sepantasnya dalam jurnal
akuntansi yang prestisius ". seperti The Accounting Review ataupun Journol of Accounting
Research kala itu. Jurnal inipun sebenarnya tidak melulu mengenai akuntansi keperilakuan
seperti tersirat dalam judulnya yang memuat 3 komponen: akuntansi, organisasi, dan
kemasyarakatan.
       Jurnal yang secara khusus memuat mengenai penelitian akuntansi keperilakuan baru
lahir pada tahun 1989. Jurnal ini diberi nama Behavioral Research in Accounting (dikenal
dengan sebutan BRIA). Tahun 2003 ini merupakan tahun ke 15 penerbitan (tahunan).
Perkembangan penelitian akuntansi keperilakuan setelah jurnal ini lahir menjadi semakin pesat
karena wadah yang tepat sekarang sudah dimiliki. Beberapa peneliti yang paling sering muncul
tulisannya di jurnal baru ini diantaranya adalah Philip M. Recker, Arnold M. Wright, Jacob G.
Birnberg , Steven E. Kaplan, dan Michael K. Shaub.
       Di Indonesia, penelitian akuntansi keperilakuan sudah semakin berkembang. Menjelang
pergantian abad ke 20 menuju ke abad 21, semakinbanyak jurnal akuntansi yang muncul dan
terakreditasi yang memungkinkan banyaknya publikasi penelitian akuntansi keperilakuan.
Jurnal Riset Akuntansi Indonesia URAI) yang diterbitkan oleh IAI Kompartemen Akuntan
Pendidik pertama kali terbit pada tahun 1998 telah didominasi oleh penelitian akuntansi
keperilakuan (6 dari 8 artikel di edisi ~e r t ama )Jurnal ini dipandang sebagai salah satu dari
jurnal akuntansi yang bermutu dipandang dari pengelolanya dari IAI kompartemen akuntan
pendidik, pereviewnya mayoritas doctor akuntansi dari penjuru nusantara, dan penerbitannya
rutin.
Perkembangan penelitian di bidang akuntansi dikaitkan dengan pasar modal setelah paper
seminal Ball dan Brown (1968) dibahas oleh Brown ketika beliau diminta sebagai pembicara
pada simposium akuntansi yang diselenggarakan oleh Journal of Accounting Research pada
tahun 1988 (lihat JAR Supplement tahun 1989).


Ilmu Dasar Pendukung
         Birnberg dan Shields (1989) mengidentifikasi ada 5 cabang ilmu yang memberikan
kontribusi terhadap perkembangan penelitian akuntansi keperilakuan. Kelima cabang tersebut
adalah (1) Ekonomika, (2) Ilmu Politik, (3) Teori Organisasi (hubungan antar manusia), (4)
Psikologi, dan (5) Sosiologi.
         Pada awal tahun 1950-an, akuntansi manaiemen tradisional merupakan produk dari
scientificmanagement sehingga akuniansi diasumsikan merupakan alat bantu manaiemen untuk
memaksimumkan laba perusahaan. Peran akuntansi adalah memberikan informasi yang
membaku manajer untuk membuat keputusan yang lebih efisien dan efektif. Fungsi akuntansi
adalah menentukan tujuan, mengukur kinerja, dan menentukan tanggungjawab dari
pelaksananya.
         Di tahun 1960-an, ada penolakan terhadap asumsi dasar ilmu ekonomika bahwa dalam
organisasi hanya ada satu aktor (pelaku) yang memiliki seluruh informasi. Pada saal itu,
perusahaan dipandang sebagai sebuah koalisi dari para manajer. Perusahaan tidakmempunyai
tujuan, tetapi koalisi yang dominan yang menentukan tujuan perusahaan. Implikasinya,
kekuatan politik yang bekerja dan perusahaan bukan lagi bertujuan untuk memaksimalkan laba
tetapi untukmemaksimalkan anggota koalisi. Penggunaan dasar ilmu politik dan teori organisasi
sangat berperan dalam ha1 ini.
         Bidang psikologi menjadi sangat vokal dalam penelitian akuntansi keperilakuan. Dalam
ha1 ini, Stedry (1960), sebagai contoh, meneliti teori level aspirasi untukmenjelaskan perilaku
anggaran. Akhir-akhir ini, topik psikolog yang paling sering digunakan dalam penelitian
akuntansi keperilakuan adalah teori Bayesian, lens model, and judgment. Penggunaan teori
Bayesian berasal dari teori keputusan yang meinjam ilmu statistika. Fokus dari penggunaan
temi ini dalam penelitian akuntansi keperilakuan adalah pada apakah perilah manusia konsisten
dengan revisi probabilitas Bayesian. Penggunaan l e n s m d
difokuskan untuk memperoleh hubungan antara peristiwa dengan seperan&tsinyal (cues).
Penggunaan judgment dalam penelitian akuntansi keperilakuan difokuskan kepada bagaimana
seorang ahli (expert) bertindakfmengambil keputusan dan apakah keputusan yang diambil oleh
seorang ahli berdasar judgement lebih baik daiipada keputusan berdasar perhitungan statistik.
Hasil umum menvatakan bahwa hasil statistik mempunyai kemampuan prediksi lebih baik
daripada judgment ahli (lihat juga Kusuma dan Nurim 2003).
       Penelitian akuntansi keperilakuan yang menggunakan teori organisasional misalnya
penelitian tentang efek partisipasi terhadap kinerja. Belakangan ini juga banyak penelitian
tentang kaitan struktur organisasi, teknologi, tugas, dan lingkungan. Teori kontinjensi juga
banyak digunakan dalam penelitian akuntansi keperilakuan. Intinya adalah tidak ada satu tipe
organisasi yang cocok untuk semua keadaan.
       Penggunaan ekonomika analitikal dan sosiologi semakin banyak akhirakhir ini.
Ekonomika analitikal berfokus kepada sejumlah asumsi dan variable penting dalam model
normatif dari perilaku manusia. Topik moral hazard sangat sering dijumpai dalam penelitian
akuntansi keperilakuan yang berbasis pendekatan agensi (lihat misalnya Kusuma, 2002).
Penggunaan    ilmu   sosiologi   umumnya   untuk   mempelajari   keefektifan   fungsi   sistem
pengendalian dalam organisasi.
Dalam edisi perdana ini, ada 2 tulisan yang mengenai pasar modal. Sisanya
dikategorikan tulisan hasil penelitian akuntansi keperilakuan (3 penelitian empiris dan 3
penelitian kdihtif yang menGakan pendekatan interpretif dan historis).

								
To top