GLOSSARY - DOC by t1to

VIEWS: 1,002 PAGES: 24

Profil Jawa Barat Tahun 2006

More Info
									DAFTAR ISTILAH
NO I. GEOGRAFI Garis Pantai ISTILAH PENGERTIAN SUMBER

Suatu garis batas pertemuan antara daratan dengan air laut (12 mill).

II.

KEPENDUDUKAN 1. Laju Pertumbuhan Penduduk Angka yang menunjukkan tingkat pertambahan penduduk per tahun dalam jangka waktu tertentu. Angka ini dinyatakan sebagai persentase kenaikan penduduk dari tahun dasar tertentu. Besarnya kemungkinan bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun, dinyatakan dengan per seribu kelahiran hidup. Unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri atau suami-istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya. (Undang-Undang RI No. 10/1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera pasal 1 ayat 10) Keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dan materiil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan YME, memiliki hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan masyarakat dan lingkungan. (Undang-Undang RI No. 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera pasal 1 ayat 11) Keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya (basic needs) secara minimal, seperti kebutuhan akan pengajaran agama, pangan, papan dan kesehatan. Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan sosial psikologisnya (socia psychological needs), seperti kebutuhan akan pendidikan, keluarga berencana, interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan tempat tinggalnya dan transportasi. BPS

2. Tingkat Kematian Bayi (IMR) 3. Keluarga

BPS BKKBN

4. Keluarga Sejahtera

BKKBN

5. Keluarga Pra Sejahtera 6. Keluarga Sejahtera Tahap I

BKKBN BKKBN

NO

ISTILAH 7. Keluarga Sejahtera Tahap II

PENGERTIAN Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, juga telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan sosial psikologinya, akan tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan perkembangannya (developmental needs) seperti kebutuhan untuk menabung, dan memperoleh informasi. Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, juga telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan sosial psikologis dan kebutuhan pengembangannya namun belum dapat memberikan sumbangan (kontribusi) yang maksimal kepada masyarakat, seperti secara teratur (waktu tertentu) memberikan sumbangan dalam bentuk material dan keuangan untuk kepentingan sosial, aktif dengan menjadi pengurus lembaga kemasyarakatan atau yayasan sosial, keagamaan, kesenian, olah raga, pendidikan dan sebagainya. Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, juga telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan sosial psikologisnya dan kebutuhan pengembangan serta dapat pula memberikan sumbangan (kontribusi) yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Keluarga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator yang meliputi : - Paling kurang sekali seminggu keluarga amakan daging/ikan/telur. - Setahun terakhir seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru. - Luas lantai rumah paling kurang 8 M2 untuk tiap penghuni. Penduduk yang secara ekonomi tidak mampu memenuhi kebutuhan makanan setara 2.100 kalori dan kebutuhan non makanan yang mendasar. Pemenuhan permintaan masyarakat peserta KB Baru, merupakan sasaran peserta KB baru yang harus dicapai pada tahun tertentu dalam mendukung penurunan angka kelahiran. Pemenuhan permintaan masyarakat peserta KB yang menggunakan kontrasepsi dengan Metode Jangka Panjang.

SUMBER BKKBN

8. Keluarga Sejahtera Tahap III

BKKBN

9. Keluarga Sejahtera Tahap III Plus

BKKBN

10. Keluarga Miskin

BKKBN

11. Penduduk Miskin 12. PPM PB 13. PPM MJP

BPS BKKBN BKKBN

NO 14. PPM PA

ISTILAH

PENGERTIAN Pemenuhan permintaan masyarakat peserta KB Aktif, merupakan sasaran peserta KB Aktif yang harus dibina kelangsungan kesertaan ber KB-nya pada tahun tertentu dalam mendukung penurunan angka kelahiran.

SUMBER BKKBN

III

PENDAPATAN REGIONAL 1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jumlah nilai produk barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi di dalam suatu wilayah atau daerah pada suatu periode tertentu, biasanya satu tahun, tanpa memperhitungkan kepemilikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dinilai sesuai dengan harga yang berlaku pada tahun yang bersangkutan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dinilai atas dasar harga tetap suatu tahun tertentu, bertujuan untuk melihat perkembangan PDRB yang kenaikan/pertumbuhannya tidak dipengaruhi oleh adanya perubahan harga atau inflasi/deflasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Indeks berantai masing-masing kegiatan ekonomi yang didasarkan atas dasar harga berlaku maupun harga konstan. LPE dihitung dengan cara membagi selisih nilai PDRB sektor/sub sektor tahun berjalan dan tahun sebelumnya dengan PDRB sektor/sub sektor tahun sebelumnya dikalikan 100. Pada umumnya yang digunaka adalah LPE harga konstan karena menggambarkan pertumbuhan produksi riil dari masing-masing sektor. PDRB yang dihitung berdasarkan pendekatan dari segi produksi yaitu menghitung nilai tambah dengan cara mengurangkan biaya antara dari masing-masing nilai produksi bruto tiap-tiap sektor atau subsektor BPS

2. Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku (PDRB Adhb) 3. Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan (PDRB Adhk)

BPS BPS

4. PDRB Per Kapita 5. Laju Pertumbuhan PDRB/Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)

BPS BPS

6. Produk Domestik Regional Bruto menurut Lapangan Usaha

BPS

NO IV

ISTILAH ADM. UMUM PEMERINTAHAN 1. Pidana Biasa

PENGERTIAN Perkara pidana yang berkas perkaranya dikirim oleh Jaksa kepada Pengadilan Negeri yang diterima oleh Panitera untuk dicatat dalam buku Registrasi Perkara dan seterusnya diserahkan kepada Ketua Pengadilan sebelum berkas diajukan ke muka persidangan, Hakim Ketua Majelis ataupuan anggotaanggotanya mempelajari terlebih dahulu berkas perkara diantaranya surat dakwaan harus memenuhi syarat-syarat formil dan materil. Perkara-perkara pidana yang menurut penuntut umum pembuktian serta penerapan hukumannya mudah dan sifatnya sederhana. Perkara-perkara pidana yang diancam dengan hukuman tidak lebih dari 3 (tiga) bulan penjara atau denda Rp 7.500,-.

SUMBER Pasal 143 ayat 2 KUHAP

2. Pidana Singkat

Pasal 203 ayat 1 KUHAP Pasal 205 ayat 1 KUHAP

3. Pidana Cepat

Contoh : - Pelanggaran Lalu Lintas - Penghinaan Ringan
4. Perdata Gugat Dimana terdapat pihak penggugat dan pihak tergugat dimana ada suatu sengketa atau konflik yang harus diselesaikan dan diputus oleh Pengadilan. Suatu perkara yang tidak ada sengketa Pasal 205 ayat 1 KUHAP Pasal 205 ayat 1 KUHAP

5. Perdata Pemohon

Contoh : Seseorang mengajukan permohonan anak/mengadopsi anak ke Pengadilan Negeri.
6. LHA 7. LHP 8. NHA 9. PHP 10. PKA 11. POA Laporan Hasil Audit Laporan Hasil Pemeriksaan Naskah Hasil Audit Pormat Hasil Pemeriksaan Program Kerja Audit Pedoman Operasional Audit

perwalian
Bawasda Bawasda Bawasda Bawasda Bawasda Bawasda

NO

ISTILAH 12. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) 13. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) -

PENGERTIAN Pajak yang dipungut atas setiap penyerahan kendaraan bermotor. Objek pajak adalah kendaraan bermotor Subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang dapat menerima penyerahan kendaraan bermotor Pajak atas bahan bakar yang disediakan atau di anggap digunakan untuk kendaraan bermotor termasuk bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan bermotor di atas air. Objek pajak adalah Bahan Bakar Kendaraan yang disediakan atau dianggap digunakan untuk kendaraan. Bahan Bakar Kendaraan Bermotor adalah : bensin, solar, gas dan sejenisnya. Subjek pajak adalah konsumen bahan bakar kendaraan bermotor. Wajib pajak adalah penyedia bahan bakar kendaraan bermotor. Penyedia bahan bakar kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud adalah : pertamina atau produsen bahan bakar lainnya. Pungutan daerah atas pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan. Air bawah tanah adalah semua air yang terdapat dalam lapisan pengadungair bawah tanah permukaan tanah, termasuk mata air yang muncul secara alamiah di atas permukaan tanah. Air permukaan adalah : air yang berada di atas permukaan bumi, tidak termasuk air laut. Objek pajak adalah :  pengambil air bawah tanah dan/atau air permukaan  pemanfaaan air bawah tanah dan/atau air permukaan  pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah dan/atau air permukaan. Subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang mengambil atau memanfaatkan atau pengambil dan memanfaatkan air bawah tanah dan/atau air permukaan. Wajib pajak adalah orang pribadi atau badan yang mengambil atau memanfaatkan atau mengambil dan memanfaatkan air bawah tanah dan/atau air permukaan.

SUMBER Dinas Pendapatan Daerah

Dinas Pendapatan Daerah

14. Pajak Pengambilan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan

-

Dinas Pendapatan Daerah

-

-

NO

ISTILAH 15. Pajak Kendaraan Bermotor -

PENGERTIAN Pajak yang dipungut atas kepemilikan dan atau penguadaan kendaraan bermotor. Pajak yang terutang adalah pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak pada suatu saat, dalam masa pajak, dalam tahun pajak menurut peraturan perundang-undangan perpajakan daerah. Objek pajak adalah kepemilikan dan atau penguasaan kendaraan bermotor, termasuk kepemilikan dan atau penguasaan kendaraan bermotor alat-alat berat dan alatalat besar. Objek pajak adalah orang pribadi atau badan yang memiliki dan atau menguasai kendaraan bermotor. Wajib pajak adalah orang pribadi atau badan yang memiliki kendaraan bermotor. Yang bertanggungjawab atas pembayaran pajak adalah :  Untuk orang probadi adalah orang yang bersangkutan, kuasanya atau ahli warisnya.  Untuk badan adalah pengurus atau kuasanya.

SUMBER Dinas Pendapatan Daerah

-

-

V.

PERTANIAN 1. Luas Tanam 2. Luas Panen 3. Produktivitas

Luas areal yang ditanami pada tahun itu dan bukan luas areal keseluruhan tanaman yang sudah ada Luas areal tanaman/komoditas yang menghasilkan Produksi dibagai tanaman yang menghasilkan

Dinas Perkebunan Dinas Perkebunan Dinas Perkebunan

VI.

PERIKANAN 1. Perairan Umum

Perikanan yang basis usahanya berupa penangkapan ikan di perairan umum (sungai, danau, waduk, rawa dan genangan air lainnya). Wadah berupa lahan atau tempat yang dibuat khusus untuk membudidayakan ikan yang dibatasi oleh pematang/tanggul yang letaknya dipantai atau dipesisir, dimana sumber airnya dari saluran masih dipengaruhi oleh hambatan pasang surut air dan air payau.

2. Tambak

Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004

NO 3. Kolam

ISTILAH

PENGERTIAN Wadah berupa lahan atau tempat yang dibuat khusus untuk membudidayakan ikan yang dibatasi oleh pematang/tanggul yang letaknya di daratan, dimana sumber airnya merupakan air tawar yang berasal dari danau, waduk, sungai, saluran irigasi, rawa atau mata air. Kurungan untuk membudidayakan ikan yang terbuat dari bambu atau kayu yang ditenggelamkan dalam air.

SUMBER Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004

4. Keramba

5. Sawah

Wadah yang berupa lahan tanaman padi yang digunakan juga untuk membudidayakan ikan yang dibatasi oleh pematang yang letaknya di daratan, dimana airnya merupakan saluran air tawar yang berasal dari sungai atau saluran irigasi. Wadah berupa lahan berupa lahan atau tempat yang dibuat khusus untuk membudidayakan ikan dan sumber airnya adalah air tawar dan sangat dipengaruhi jumlah debit air pada saluran air yang mengairinya. Kurungan berupa jaringan dipengairan air tawar atau laut untuk membudidayakan ikan yang digantungkan dalam air pada rakit atau drum apung/bahan apung lainnya. Alat penangkap yang khusus untuk menangkap udang yang dilengkapi dengan alat pemisah ikan yang dipasang diantara dan kantong jaring. Pukat kantong yang digunakan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan.

6. Kolam Air Deras

7. Jaring Apung

8. Pukat Udang

9. Pukat Kantong Payang

NO

ISTILAH 10. Pukat Kantong Dogol

PENGERTIAN Pukat kantong yang digunakan untuk menangkap ikan dasar dan pada umumnya mempunyai dua utas tali penarik yang sangat panjang. Semua pukat kantong yang dalam cara operasi penangkapannya dilakukan dengan menarik pukat kantong ini ke pantai.

SUMBER Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004

11. Pukat Kantong Pantai

12. Pukat Cincin

Jaring yang umumnya berbentuk empat persegi panjang, tanpa kantong dan digunakan untuk menangkap gerombolan ikan di permukaan. Jaring insang yang pemasangannya dibiarkan hanyut mengikuti arus dan salah satu ujungnya diikatkan pada perahu dan kapal.

13. Jaring Insang Hanyut

14. Jaring Insang Lingkar

Jaring insang yang cara pemasangannya dengan cara melingkari gerombolan ikan permukaan.

15. Jaring Insang Kritik

Jaring insang yang dipasang didasar perairan menetap dalam jangka waktu tertentu, umumnya 3-4 jam.

16. Jaring Insang Tetap

Jaring insang yang dipasang menetap untuk sementara waktu dengan menggunakan jangkar.

NO

ISTILAH 17. Jaring Insang Trammelnet

PENGERTIAN Jaring insang berbentuk empat persegi panjang yang terdiri dari 2 (dua) lapis jaring yang terletak pada tubuh jaring bagian dalam. Jaring angkat yang dipasang atau dibangun di atas satu atau lebih rakit/perahu baik memakai jangkar atau tidak pada waktu operasi. Jaring angkat yang cara pemasangannya menetap disuatu tempat, dekat pantai atau pada tempat yang dangkal.

SUMBER Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004

18. Jaring Angkat Bagan Perahu

19. Jaring Angkat Bagan Tancap

20. Jaring Angkat Serok

Jaring yang bentuknya kerucut atau kantong, mulut jaring terbuka dengan mamakai bingkai yang terbuat dari rotan atau bambu. Rawai yang dikhususkan untuk menangkap ikan tuna.

21. Pancing Rawai Tuna

22. Pancing Rawai Hanyut

Semua jenis rawai hanyut yang tidak termasuk kedalam rawai tuna.

23. Pancing Rawai Tetap

Rawai yang pada salah satu ujung tali utama sebelah bawah diberi batu pemberat atau jangkar sehingga alat ini tetap dan tidak hanyut sedangkan ujung yang lainnya diikatkan dipelampung/perahu.

NO 24. Pancing Tonda

ISTILAH

PENGERTIAN Pancing yang diberi umpan buatan dan tidak menggunakan joran.

SUMBER Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004 Metode pengumpulan dan pengolahan data statistik perikanan budidaya, Jakarta 2004

25. Perangkap Sero

Perangkap yang biasanya terdiri dari susunan pagar-pagar yang akan menuntun ikan-ikan menuju perangkap.

26. Perangkap Jermal

Jaring yang berbentuk kantong dan dipasang semi permanen menentang aurs.

27. Perangkap Bubu

Perangkap yang mempunyai satu atau dua pintu masuk dan dapat diangkat dengan mudah ke daerah-daerah penangkapan.

28. Hot Chery

Unit usaha kegiatan pembenihan ikan atau merupakan kegiatan membiakan (menghasilkan benih) ikan dalam umur, bentuk dan ukuran tertentu yang belum dewasa.

VII.

KEPARIWISATAAN 1. Wisata 2. Wisatawan 3. Pariwisata

Kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela, serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Orang yang melakukan kegiatan wisata Segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk dengan obyek dan daya tarik wisata, serta usaha-usaha yang terkait dengan bidang tersebut.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

NO 4. Kepariwisataan 5. Usaha Pariwisata

ISTILAH

PENGERTIAN Segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata atau penyediaan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait dengan bidang tersebut. Sesuatu yang menjadi sasaran wisata Kawasan dengan luas tertentu yang dibangun atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata Wisatawan yang berasal dari luar negeri Wisatawan yang berasal dari dalam negeri.

SUMBER Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

6. Obyek dan Daya Tarik Wisata 7. Kawasan Pariwisata 8. Wisman (Wisatawan Mancanegara) 9. Wisnus (Wisatawan Nusantara)

VIII.

INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL 1. Bidang usaha industri 2. Bahan mentah 3. Bahan baku 4. TA.01 5. TA.02 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. TKWNAP IKTA IPAL SPT SPP IUI IWPL

Lapangan kegiatan yang bersangkutan dengan cabang industri atau jenis industri Semua bahan yang diperoleh dari sumberdaya alam dan/atau yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjut Bahan mentah yang diolah atau tidak diolah yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi dalam industri Tanda daftar orang asing baru masuk bekerja di perusahaan PMA maupun PMDN dengan jangka waktu tertentu Perpanjangan izin kerja asing bagi warga negara asing dengan jangka waktu tertentu Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang Izin Kerja Tenaga Asing Industri Pengolahan Air Limbah Surat Persetujuan Tetap untuk PMDN Surat Persetujuan Presiden untuk PMA Izin Usaha Industri Iuran Wajib Pelatihan

BPPMD BPPMD BPPMD BPPMD BPPMD BPPMD BPPMD BPPMD BPPMD BPPMD BPPMD BPPMD

NO

ISTILAH 13. Persetujuan Penanaman Modal

PENGERTIAN Persetujuan yang diberikan dalam rangka pelaksanaan penanaman modal yang berlaku sebagai persetujuan prinsip fasilitas fiskal dan persetujuan prinsip/izin usaha sementara sampai dengan memperoleh izin usaha tetap Izin-izin yang diperlukan untuk pelaksanaan lebih lanjut atas surat persetujuan penanaman modal Suatu sistem pelayanan pemberian persetujuan penanaman modal dan perizinan pelaksanaan pada satu instansi pemerintah yang bertanggungjawab di bidang penanaman modal Kerja sama antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan menguntungkan

SUMBER BPPMD

14. Perizinan pelaksanaan persetujuan penanaman modal 15. Sistem pelayanan satu atap 16. Kemitraan

BPPMD BPPMD BPPMD

IX.

PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN 1. Kelompok industri sekunder 2. Investasi 3. Pasar tradisional

Kelompok industri hilir (siap pakai) Penanaman modal untuk pengembangan kegiatan usaha Pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, swasta, koperasi atau swadaya masyarakat dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil dan menengah serta koperasi, dengan usaha skala kecil dan modal kecil dengan proses jual beli melalui tawar-menawar Pasar yang dibangun oleh pemerintah, swasta atau koperasi yang dalam bentuknya berupa mall, supermarket, department store dan shopping centre, di mana pengelolaannya dilaksanakan secara modern dan mengutamakan pelayanan kenyamanan berbelanja dengan manajemen berada di satu tangan, bermodal relatif kuat, dan dilengkapi label harga yang pasti

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan

4. Pasar Modern

Kepmenperindag No. 420/MPP/Kep/10/199 7

NO X.

ISTILAH KETENAGAKERJAAN 1. Tenaga Kerja 2. Penduduk Usia Kerja 3. Angkatan Kerja

PENGERTIAN Penduduk yang berumur 15 tahun ke atas yang dianggap dapat memproduksi barang atau jasa Penduduk yang berusia 10 tahun ke atas Penduduk usia 10 tahun ke atas dan selama seminggu yang lalu mempunyai pekerjaan, baik bekerja maupun sementara tidak bekerja. Selain itu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedang mencari pekerjaan/mengharapkan dapat pekerjaan. Penduduk usia 10 tahun ke atas dan selama seminggu yang lalau hanya bersekolah, mengurus rumah tangga, dan melakukan kegiatan lainnya yang tidak termasuk kategori bekerja, sementara tidak bekerja dan mencari pekerjaan. Kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan selama paling sedikit satu jam dalam seminggu yang lalu. Kegiatan dari penduduk yang berusaha mendapatkan pekerjaan. Perbandingan angkatan kerja terhadap penduduk usia 10 tahun Perbandingan penduduk yang mencari kerja terhadap angkatan kerja. Pencari kerja yang terdaftar di dinas-dinas tenaga kerja. Lowongan kerja yang terdaftar di dinas-dinas tenaga kerja. Standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja/buruh lajang untuk dapat hidup layak baik secara fisik, non fisik dan sosial, untuk kebutuhan 1 bulan. Upah bulanan terendah yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap dengan keterampilan pekerja, yang paling rendah masa kerja kurang dari 1 tahun dan jabatan yang paling rendah. Upah bulanan terendah yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap dengan keterampilan pekerja, yang paling rendah masa kerja kurang dari 1 tahun dan jabatan yang paling rendah di Provinsi.

SUMBER Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi BPS BPS

4. Bukan Angkatan Kerja

BPS

5. Bekerja 6. Mencari Kerja 7. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 8. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 9. Pencari Kerja Terdaftar 10. Lowongan Kerja Terdaftar 11. Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 12. Upah Minimum (UM)

BPS BPS BPS BPS Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Permenaker No. 17/Men/2005 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

13. Upah Minimum Provinsi (UMP)

NO

ISTILAH 14. Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)

PENGERTIAN Upah bulanan terendah yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap dengan keterampilan pekerja, yang paling rendah masa kerja kurang dari 1 tahun dan jabatan yang paling rendah di kabupaten/kota.

SUMBER UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

XI.

PENDIDIKAN, AGAMA, DAN KEBUDAYAAN 1. BCB (Benda Cagar Budaya)

2. Situs

3. Kesejahteraan

4. Nilai Tradisional

5. Cerita Rakyat

6. Permainan Rakyat

Merupakan benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan dan kelompok atau bagianbagian atau sisa-sisanya yang sudah berumur 50 tahun, serta dianggap mempunyai nilai-nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan sifat mempunyai ciri khas sesuai dengan jamannya. Suatu lokasi yang mengandung atau diduga mengandung Benca Cagar Budaya termasuk lingkungannya yang diperlukan pengamannya. Nilai-nilai yang terkandung dalam pemikiran tahun dan peristiwa serta dalam benda bergerak dan yang tidak bergerak yang terjadi pada masa lampau yang telah direkonstruksi untuk masa kini dan masa depan. Suatu konsep abstrak mengenai masalah dasar yang amat penting dan berguna dalam kehidupan manusia yang tercermin dalam sikap dan perilaku yang selalu berpegang teguh pada adat istiadat yang masih berlaku, sehingga tidak selalu tradisional itu adalah kuno. Kelimat pendek atau sejumlah kata-kata yang diartikan dari pengalaman yang panjang suatu masyarakat pendukung suatu kebudayaan yang diteruskan dari generasi ke generasi dan penyebaran cerita-cerita rakyat dan ungkapan tradisional berlangsung secara lisan. Merupakan suatu unsur kebudayaan yang pada awalnya merupakan usaha manusia untuk mengisi waktu senggang dan sekaligus sebagai sarana hiburan dan merupakan suatu bentuk folkore, karena disebarluaskan melalui lisan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

NO

ISTILAH 7. Upacara Tradisional

PENGERTIAN Suatu bentuk usaha manusia baik untuk perorangan maupun kelompok untuk berusaha mencari pengamanan diri dengan jalan mengadakan hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan kekuatan supranatural dalam bentuk upacara tertentu. Pendokumentasian aspek-aspek kesejarahan dan kenilai tradisional, dimana keberadaannya mempunyai peranan yang tidak kecil artinya karena mengandung makna yang sarat dengan nilai-nilai sejarah, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya bahwa yang dimaksud dengan naskah kuno adalah hasil karangan yang masih ditulis dengan tangan dan telah berumur 50 tahun atau lebih. Orang yang ditugaskan untuk melakukan pemeliharaan, merawat benda-benda peninggalan purbakala, menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya ancaman bagi kelestarian peninggalan sejarah beserta fisiknya. Juru Pelihara : mendapat gaji dari pemerintah (status PNS atau Honorer).

SUMBER Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

8. Naskah Kuno

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

9. Juru Pelihara

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

10. Juru Kunci

Pemelihara/penjaga tempat-tempat peninggalan sejarah atau tempat-tempat yang dianggap keramat, mereka melaksanakan tugas atas inisiatif sendiri dan tidak mendapat gaji dari pemerintah. Kepala adat yang dipilih menurut adat dan berlaku secara turun temurun, serta hanya boleh dijabat oleh seorang laki-laki. Ia merupakan sesepuh kampung adat yang sangat dihormati dan segala ucapannya yang berhubungan dengan adat istiadat selalu dipatuhi oleh masyarakat.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

11. Kuncen

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

NO 12. Kampung Adat

ISTILAH

PENGERTIAN Kampung yang mempunyai ciri khas yaitu : a. lokasi terpisah dari perkampungan di sekitarnya; b. rumah dibangun dari bahan yang diperoleh di lingkungan sekitarnya; c. bentuk rumah seragam dan mempunyai tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya; d. masyarakat pendukungnya merupakan masyarakat yang homogen (biasanya dari satu keturunan dan memiliki kepercayaan/keyakinan, mata pencaharian, pendidikan yang sama); dan e. memiliki ketua adat yang sangat dihormati. rumah yang mempunyai ciri tradisional, yaitu rumah panggung (berkolong) dan bahan baku yang digunakan didapat dari lingkungan di sekitarnya, yang terdiri dari bambu, kayu, ijuk, kirey, serta batu alam untuk pondasi.

SUMBER Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

13. Rumah Adat

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

XII.

SOSIAL 1. PMKS Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang, keluarga atau kelompok masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan, tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani, rohani dan sosial) secara memadai dan wajar. Anak yang berusia 0-4 tahun yang karena sebab tertentu, orang tuanya tidak dapat melakukan kewajibannya (karena beberapa kemungkinan seperti miskin atau tidak mampu, salah seorang dari orang tuanya atau kedua-duanya sakit, salah seorang atau kedua-duanya meninggal, anak balita sakit) sehingga terganggu kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangannya, baik secara jasmani, rohani maupun sosial. Dinas Sosial

2. Anak Balita Terlantar

Dinas Sosial

NO 3. Anak Terlantar

ISTILAH

PENGERTIAN Anak yang berusia 5-18 tahun yang karena sebab tertentu, orang tuanya tidak dapat melakukan kewajibannya (karena beberapa kemungkinan seperti miskin atau tidak mampu, salah seorang dari orang tuanya atau kedua-duanya sakit, salah seorang atau kedua-duanya meninggal, keluarga tidak harmonis, tidak ada pengampu/pengasuh), sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar baik secara jasmani, rohani maupun sosial. Anak yang berusia 5-18 tahun yang terancam secara fisik dan non fisik karena tindak kekerasan, diperlakukan salah atau tidak semestinya dalam lingkungan keluarga atau lingkungan sosial terdekatnya, sehingga tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar baik secara jasmani, rohani maupun sosial. Anak yang berusia 5-18 tahun yang berperilaku menyimpang dari norma dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat, lingkungannya sehingga merugikan dirinya, keluarganya dan orang lain, akan mengganggu keterlibatan umum, akan tetapi (karena usia) belum dituntut secara hukum. Anak yang berusia 5-18 tahun yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari nafkah dan atau berkeliaran di jalanan maupun ditempat-tempat umum. Anak yang berusia 5-18 tahun yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan aktivitas secara layak, yang terdiri dari : penyandang cacat fisik, penyandang cacat mental, penyandang cacat fisik dan mental. Seseorang wanita dewasa yang berusia 18-59 tahun yang terancam secara fisik atau non fisik (psikologis) karena tindak kekerasan, diperlakukan salah atau tidak semestinya dalam lingkungan keluarga atau lingkungan sosial terdekatnya. Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih, karena faktorfaktor tertentu tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya baik secara jasmani, rohani maupun sosialnya.

SUMBER Dinas Sosial

4. Anak Yang Menjadi Korban Tindak Kekerasan atau Diperlakukan Salah

Dinas Sosial

5. Anak Nakal

Dinas Sosial

6. Anak Jalanan

Dinas Sosial

7. Anak Cacat

Dinas Sosial

8. Wanita Rawan Sosial Ekonomi

Dinas Sosial

9. Lanjut Usia Terlantar

Dinas Sosial

NO

ISTILAH 10. Lanjut Usia Yang Menjadi Korban Tindak Kekerasan atau Diperlakukan Salah 11. Penyandang Cacat

PENGERTIAN Lanjut usia (60 tahun ke atas) yang mengalami tindak kekerasan, diperlakukan salah atau tidak semestinya dalam lingkungan keluarga atau lingkungan terdekatnya, dan terancam baik secara fisik maupun non fisik. Setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara layaknya yang terdiri : a. Penyandang cacat fisik, b. Penyandang cacat mental, c. Penyandang cacat fisik dan mental (Undang-Undang Nomor 4 Tahun. Seseorang yang pernah menderita penyakit menahun atau kronis, seperti kusta, TBC paru, yang dinyatakan sembuh/terkendali. Termasuk penyandang cacat jenis ini adalah penderita HIV/AIDS, dan stroke, tetapi mengalami hambatan fisik dan sosial untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari secara layak/wajar. Seseorang yang melakukan hubungan seksual dengan sesama atau lawan jenisnya secara berulang-ulang dan bergantian di luar perkawinan yang sah dengan tujuan mendapatkan imbalan uang, materi atau jasa. Orang-orang yang mendapat penghasilkan dengan memintaminta ditempat umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan orang lain. Orang-orang yang hidup dalam keadaan tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat setempat, serta tidak mempunyai pencaharian dan tempat tinggal yang tetap serta mengembara ditempat umum. Seseorang yang telah selesai menjalani hukuman atau masa pidananya sesuai dengan keputusan pengadilan dan mengalami hambatan untuk menyesuaikan diri kembali dalam kehidupan masyarakat, sehingga mendapat kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan atau melaksanakan kehidupan secara normal. Seseorang yang menggunakan narkotika, psikotropika dan zatzat adiktif lainnya termasuk minuman keras di luar tujuan pengobatan atau tanpa sepengetahuan dokter yang berwenang.

SUMBER Dinas Sosial

Dinas Sosial

12. Penyandang Cacat Bekas Penderita Penyakit Kronis

Dinas Sosial

13. Tuna Susila

Dinas Sosial

14. Pengemis 15. Gelandangan

Dinas Sosial Dinas Sosial

16. Eks Narapidana

Dinas Sosial

17. Korban Penyalahgunaan NAPZA

Dinas Sosial

NO

ISTILAH 18. Keluarga Fakir Miskin

PENGERTIAN Seseorang atau kepala keluarga yang sama sekali tidak mempunyai sumber mata pencaharian dan atau tidak mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau orang yang mempunyai sumber mata pencaharian akan tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga yang layak bagi kemanusiaan. Keluarga yang kondisi perumahan dan lingkungannya tidak memenuhi persyaratan yang layak untuk tempat tinggal baik secara fisik, kesehatan maupun sosial. Keluarga yang hubungan antar anggota keluarganya terutama hubungan antara suami istri kurang serasi, sehingga tugas dan fungsi keluarga tidak dapat berjalan dengan wajar. Kelompok orang/masyarakat yang hidup dalam kesatuankesatuan sosial kecil yang bersifat lokal dan terpencil dan masih sangat terkait pada sumber daya alam dan habitatnya yang secara sosial budaya terasing dan terbelakang dibandingkan dengan masyarakat Indonesia pada umumnya sehingga memerlukan pemberdayaan dalam menghadapi perubahan lingkungan dalam arti luas. Kelompok masyarakat yang lokasi pemukiman mereka berada di daerah yang relatif sering terjadi bencana atau kemungkinan besar dapat terjadi bencana alam dan musibah lainnya yang membahayakan jiwa serta kehidupan dan penghidupan mereka. Perorangan, keluarga atau kelompok masyarakat yang menderita baik secara fisik, mental, sosial maupun ekonomi akibat terjadinya bencana alam yang menyebabkan mereka mengalami hambatan dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya. Perorangan, keluarga atau kelompok masyarakat yang menderita baik secara fisik, mental maupun sosial ekonomi akibat terjadinya bencana sosial atau kerusuhan yang menyebabkan mereka mengalami hambatan dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya. Seseorang yang bekerja di luar tempat asalnya dan menetap sementara di tempat tersebut dan mengalami permasalahan sosial sehingga menjadi terlantar.

SUMBER Dinas Sosial

19. Keluarga Berumah Tidak Layak Huni 20. Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis 21. Komunitas Adat Terpencil

Dinas Sosial Dinas Sosial Dinas Sosial

22. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. 23. Korban Bencana Alam

Dinas Sosial

Dinas Sosial

24. Korban Bencana Sosial atau Pengungsi

Dinas Sosial

25. Pekerja Migran Terlantar

Dinas Sosial

NO

ISTILAH 26. Penyandang HIV/AIDS

PENGERTIAN Seseorang yang dengan rekomendasi profesional (dokter) atau petugas laboratorium terbukti tertular virus HIV, sehingga mengalami sindrom penurunan daya tahan tubuh (AIDS) dan hidup terlantar. Keluarga muda yang baru menikah (sampai dengan lima tahun usia pernikahan) yang mengalami masalah sosial dan ekonomi (berpenghasilan sekitar 10% di atas garis kemiskinan) sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat atau TKSM meliputi relawan kesejahteraan sosial dan tenaga kesejahteraan sosial. Relawan kesejahteraan sosial merupakan pegiat kesejahteraan sosial yang tidak dibayar dan tumbuh dari lingkungan masyarakat. Relawan kesejahteraan sosial memiliki motif utama tidak untuk mencari keuntungan, yang tumbuh dari, dan mengabdi untuk masyarakat setempat. Tenaga kesejahteraan sosial merupakan pegiat kesejahteraan sosial yang digaji oleh lembaga yang mempekerjakan. PNS atau pelaku kegiatan yang terlibat dalam organisasi swasta dan digaji oleh organisasi yang memperkerjakannya. Organisasi sosial adalah lembaga sosial berbadan hukum yang memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat. Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang pada umumnya berada pada tingkat pedesaan atau kelurahan yang melaksanakan kegiatan kepemudaan dan usaha kesejahteraan sosial. Wahana kesejahteraan sosial lokal paguyuban yang tidak berbadan hukum dan berada di lingkungan komunitas lokal dan menunjang pelaksanaan usaha kesejahteraan sosial. Perintis kemerdekaan adalah seorang warga negara Indonesia yang mendapat pengakuan resmi dari pemerintah Indonesia sebagai perintis kemerdekaan. Keluarga Pahlawan Nasional adalah ahli yang terdiri dari istri/janda/duda anak-anak yang sah dari seorang pahlawan nasional yang memperoleh pengakuan dari pemerintah Indonesia.

SUMBER Dinas Sosial

27. Keluarga Rentan

Dinas Sosial

28. Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat (TKSM)

Dinas Sosial

29. Organisasi Sosial (Orsos) 30. Karang Taruna (KT)

Dinas Sosial Dinas Sosial

31. Wahana Kesejahteraan Sosial Lokal 32. Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) dan atau Janda PKRI 33. Keluarga Pahlawan Nasional

Dinas Sosial Dinas Sosial Dinas Sosial

NO

ISTILAH 34. Penyelenggaraan Undian Berhadiah

PENGERTIAN Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1945, undian adalah tiap-tiap kesempatan yang diadakan oleh suatu badan untuk mereka yang setalah memenuuhi syarat-syarat tertentu dapat diikuti serta memperoleh hadiah berupa uang atau benda yang akan diberikan kepada peserta-peserta yang ditunjuk sebagai pemenang dengan jalan undian atau dengan cara lain. Organisasi sosial/organisasi kemasyarakatan dan kepanitiaan yang telah dan akan melakukan kegiatan pengumpulan sumbangan baik yang memenuhi syarat perjanjian maupun yang belum memenuhi syarat perjanjian. Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam dan sumberdaya buatan Bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Tanah yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berdasarkan rencana tata ruang wilayah yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II yang bersangkutan. Kawasan hutan yang karena keadaan sifat alamnya diperuntukan guna mengatur tata air, pencegahan bencana banjir, dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah. Kawasan hutan yang diperuntukan guna produksi hasil hutan untuk memenuhi keperluan masyarakat pada umumnya dan khususnya untuk pembangunan industri dan ekspor

SUMBER Dinas Sosial

35. Penyelenggara Pengumpulan Sumbangan Sosial

Dinas Sosial

XIII.

PENATAAN RUANG DAN LINGKUNGAN HIDUP 1. Kawasan Lindung 2. Kawasan Permukiman

UU No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang PP No. 47 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional PP No. 47 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

3. Kawasan Industri 4. Hutan Lindung 5. Hutan Suaka Alam Wisata 6. Hutan Produksi

XIV.

PERTAMBANGAN DAN ENERGI 1. PLTA 2. PLTU 3. Listrik Perdesaan 4. Listrik Perkotaan

Pusat Listrik Tenaga Air Pusat Listrik Tenaga Uap Sarana Listrik di Perdesaan Sarana Listrik di Perkotaan

PT. PT. PT. PT.

PLN PLN PLN PLN

(Persero) (Persero) (Persero) (Persero)

NO XV.

ISTILAH PENGAIRAN DAN JALAN 1. Jalan Nasional

PENGERTIAN

SUMBER

Jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukota provinsi, dan jalan strategis nasional serta jalan tol. Jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota, atau antar ibukota kabupaten/kota dan jalan strategis provinsi. Jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antar ibukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal (PKL), antar PKL, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten dan jalan strategis kabupaten Jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara berdayaguna. Jalan yang melayani angkutan pengumpulan/pembagian dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi. Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi Ruas-ruas jalan dengan umur rencana yang dapat diperhitungkan serta mengikuti suatu standar perencanaan teknis. Termasuk ke dalam tingkat pelayanan mantap adalah jalan-jalan dengan kondisi baik dan sedang. Ruas-ruas jalan yang dalam kenyataan sehari-hari masih berfungsi melayani lalu lintas, tetapi tidak dapat diperhitungkan umur rencananya serta tidak mengikuti standar perencanaan teknis. Termasuk ke dalam tingkat pelayanan jalan tidak mantap adalah jalan-jalan dengan kondisi rusak ringan

UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 9 UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 9 UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 9

2. Jalan Provinsi

3. Jalan Kabupaten

4. Jalan Arteri

UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 8 UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 8 UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan pasal 8 Dinas Bina Marga

5. Jalan kolektor

6. Jalan lokal

7. Tingkat pelayanan jalan mantap

8. Tingkat pelayanan jalan tidak mantap

Dinas Bina Marga

NO XVI.

ISTILAH PERHUBUNGAN DAN POS 1. Terminal Kelas A -

PENGERTIAN Melayani kendaraan angkutan umum trayek AKAP dan atau Lintas Batas Negara, AKBP, Angkutan Kota dan Angkutan Perdesaan. Persyarakat :  Terletak dalam jaringan trayek AKAP dan atau Lintas Batas Negara;  Terletak di jalan arteri dengan kelas jalan sekurangkurangnya kelas IIIA;  Jarak antara dua terminal tipe A, sekurang-kurangnya 20 km;  Luas lahan sekurang-kurangnya 5 ha;  Mempunyai akses jalan masuk atau keluar ke dan dari terminal dengan jarak sekurang-kurangnya 100 m dihitung dari jarak ke pintu keluar atau masuk terminal. Penetapan lokasi terminal : oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat setelah mendengar pendapat Gubernur atau Kepala Dinas Perhubungan Provinsi. Melayani kendaraan angkutan umum trayek AKDP, Angkutan Kota dan Angkutan Perdesaan. Persyaratan :  Terletak dalam jaringan trayek AKDP;  Terletak di jalan arteri atau kolektor dengan kelas jalan sekurang-kurangnya kelas III B;  Jarank antara dua terminal tipe B atau dengan tipe A, sekurang-kurangnya 15 km;  Luas lahan sekurang-kurangnya 3 ha;  Mempunyai akses jalan masuk atau keluar ke dan dari terminal dengan jarak sekurang-kurangnya 50 m dihitung dari jalan ke pintu keluar atau masuk terminal. Penempatan lokasi terminal : oleh Gubernur setelah mendengar pendapat dari Kepala Dinas Perhubungan setempat dan mendapat proses persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

SUMBER Dinas Perhubungan

-

2. Terminal Kelas B

-

Dinas Perhubungan

-

NO 3. Terminal Kelas C

ISTILAH -

PENGERTIAN Melayani kendaraan angkutan umum trayek perdesaan. Persyaratan :  Terletak di dalam wilayah kebupaten dan dalam jaringan trayek perdesaan;  Terletak di jalan kolektor atau lokal dengan kelas jalan paling tinggi kelas III A;  Jarak antara dua terminal C, sekurang-kurangnya 20 km;  Luas lahan sesuai permintaan angkutan;  Mempunyai akses jalan masuk atau keluar ke dan dari terminal sesuai kebutuhan untuk kelancaran lalu lintas sekiter terminal. Penetapan lokasi terminal : oleh Bupati setelah mendengar pendapat Kepala Dinas Perhubungan setempat dan mendapat persetujuan Gubernur.

SUMBER Dinas Perhubungan

-


								
To top