BAB 1 - Download as DOC

Document Sample
BAB 1 - Download as DOC Powered By Docstoc
					BAB 1. PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Dalam rangka mengakselerasi pencapaian kesejahteraan

masyarakat salah

Kota

Banjar, adalah

Pemerintah

Kota

Banjar angka

memiliki Indeks

komitmen yang kuat untuk mencapai target-target pembangunan, satunya terus meningkatnya Pembangunan Manusia (IPM). Secara sederhana upaya akselerasi meningkatnya pencapaian IPM berarti meningkatnya satu atau lebih komponen dan IPM daya yang beli meliputi komponen yang pendidikan, berarti pula kesehatan, masyarakat

masyarakat dapat menjangkau dan mengenyam pendidikan, mampu dan mudah memperoleh pelayanan kesehatan serta mampu tersebut memenuhi kebutuhan pada hidupnya. upaya Upaya akselerasi tentang dititikberatkan penyadaran

pentingnya mempersiapkan diri untuk mengantisipasi dampak globalisasi di Indonesia. Perhatian Pemerintah Provinsi Kota Banjar terhadap pencapaian angka IPM juga sangat logis karena penguatan perekonomian kesejahteraan menunjukkan Kota Banjar harus dibuktikan melalui masyarakat daerahnya. Perhatian bahwa terdapat banyak sekali ini menjadi yang

semakin besar ketika

melihat kecenderungan historis yang kendala

dihadapi daerah dalam merealisasikan pencapaian IPM. Untuk itu Pemerintah Kota Banjar berupaya memaksimumkan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja semua sektor layanan publik sehingga berkinerja optimal serta meningkatkan kerjasama dan partisipasi nyata dari masyarakat, swasta, perguruan tinggi, atau

Indeks Permbangunan Manusia Kota Banjar Tahun 2007

1

lembaga pendidikan setempat, untuk keberhasilan pencapaian IPM. Salah satu keberhasilan mendasar yang telah dicapai Kota Banjar, adalah dalam beberapa tahun terakhir semenjak Kota Banjar berdiri setidaknya terbangun komitmen kuat dan terjalin sinergitas ketika yang tinggi antar melanda berbagai stakeholder untuk IPM menggiatkan kembali gairah pembangunan yang sempat terpuruk krisis ekonomi Indonesia. Pencapaian bukanlah sesuatu yang mutlak, tetapi yang lebih penting adalah terwujudnya masyarakat Kota Banjar yang sejahtera dan makmur serta menjadi etalase masyarakat Jawa Barat di belahan timur. 1.2. Visi dan Misi Kota Banjar Visi tentang Pemerintah Kota Banjar yang telah disepakati yaitu YANG

bersama dan telah ditetapkan melalui Perda Nomor 47 tahun 2004 Rencana Strategis Pemerintah Kota Banjar, “TERWUJUDNYA KEMANDIRIAN KOTA BANJAR

BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA SEBAGAI PINTU GERBANG JAWA BARAT TAHUN 2010” . Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan tujuh misi Pemerintah Kota Banjar yaitu: (1) meningkatkan kualitas SDM yang beriman dan bertaqwa; (2) meningkatkan kesadaran hukum dan menegakan supremasi hukum; (3) menumbuhkan kekuatan ekonomi profesional masyarakat; untuk (4) mewujudkan pemerintah prima yang kepada (7) memberikan pelayanan

masyarakat; (5) mengembangkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan; (6) mengelola SDA berwawasan Lingkungan; mengoptimalkan dan membangun sarana dan prasarana Kota. 1.3. Target Pencapaian IPM Kota Banjar Pembangunan manusia merupakan isu strategis karena relevansinya terhadap sasaran pembangunan jangka panjang

2

Indeks Pembangunan Manusia Kota Banjar Tahun 2007

yakni meningkatkan kualitas hidup penduduk. Pembangunan manusia menurut definisi UNDP, adalah proses memperoleh pilihan-pilihan penduduk (people’s choices). Dari sekian banyak pilihan, ada tiga pilihan yang dianggap paling penting yaitu sehat dan berumur panjang, berpendidikan, dan akses ke sumber daya yang dapat memenuhi standar hidup layak. Gambar 1.1. Target dan Capaian Angka IPM Di Kota Banjar Tahun 2005-2009
82 80 78 76 74 72 70 68 66 64 2005 2006 2007 Target 2008 Realisasi 2009 69.48 71.92 71.73 72.2 74.5 73.32 76.58 79.9

Sumber: Target dikutip dari Dokumen Proposal PPK-IPM Kota Banjar, 2006 BPS Kota Banjar 2005-2007

Target pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Banjar berdasarkan dokumen proposal PPK-IPM Kota Banjar tahun 2006 diharapkan sebesar 79,9 di tahun 2009. Target tersebut disusun dengan pertimbangan strategis Kota Banjar sebagai etalase/pintu gerbang Jawa Barat di bagian timur diharapkan mampu menjadi salah satu pendorong utama pencapaian IPM Jawa Barat 80 di tahun 2010.

Indeks Permbangunan Manusia Kota Banjar Tahun 2007

3

Gambar 1.1 menunjukkan bahwa pencapaian IPM di Kota Banjar pada Tahun 2005 sebesar 69,48 hampir mendekati target yang dicanangkan sebesar 71,73. Dan di tahun 2006, pencapaian IPM terus merangkak mendekati target yang ditetapkan, yaitu sebesar 71,92 hampir mendekati target sebesar 73,32. Akan tetapi di tahun 2007, upaya akselerasi pencapaian IPM ternyata tidak sebanding dengan harapan yang ditetapkan, bahkan cenderung memperlebar kesenjangan. Dengan semakin lebarnya kesenjangan (disparitas)

pencapaian IPM dengan target menunjukkan bahwa tingkat pencapaian IPM di Kota Banjar tidak berjalan secara linier dengan target yang diharapkan. Diperlukan upaya-upaya terobosan yang bersifat akseleratif dan menyentuh langsung akar masalah dari rendahnya pencapaian IPM selama ini. Salah satu upaya penting mendorong kemajuan

pencapaian angka IPM adalah digulirkannya program 1 milyar tiap desa, Bergulirnya program tersebut di Kota Banjar diharapkan menjadi salah satu upaya yang dapat menjembatani terjalinnya sinergitas antar berbagai stakeholder dalam rangka peningkatan pembangunan manusia secara menyeluruh. Akan tetapi, menjadi tidak proporsional jika

tanggungjawab meningkatkan angka IPM di Kota Banjar hanya mengandalkan keberhasilan kegiatan program pendanaan 1 (satu) milyar per desa/kelurahan semata, kegiatan-kegiatan lain yang pendanaannya bersumber dari APBD Kota Banjar tentunya dituntut secara nyata mampu mendongkrak pencapaian IPM di masa mendatang. Oleh karena itu, program-program unggulan yang disusun diharapkan dapat membina kerjasama antar SKPD untuk memenuhi tuntutan memecahkan masalah secara komprehensif. Program-program unggulan sekaligus pula diharapkan dapat

4

Indeks Pembangunan Manusia Kota Banjar Tahun 2007

menggairahkan semangat SKPD untuk berkompetisi secara sehat dengan menunjukkan keunggulan kinerjanya. Apabila pemerintah kota beserta jajarannya telah terbiasa menyusun program berbasis evaluasi diri, maka output yang diharapkan adalah pemerintah dapat menyusun rencana program kerja dengan fisibilitas yang tinggi dengan tujuan akhirnya adalah peningkatan IPM.

1.4.

Tujuan Penyusunan Buku Indeks Pembangunan Manusia Kota

Banjar Tahun 2007 diharapkan dapat menjawab kebutuhan data sebagai bahan evaluasi diri Pemerintah Kota dalam rangka menyusun program-program pembangunan selanjutnya. Dalam setiap mengawali pelaksanaan kegiatan, setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) harus mampu melakukan evaluasi diri berdasarkan data empirik sebagai dasar untuk menyusun program ”pengobatan” terhadap masalah rendahnya IPM yang dihadapi secara sistematis, dengan ditunjang oleh studi kelayakan. Ketersediaan data yang akurat dan memadai akan sangat memudahkan para perencana kebijakan dalam menyusun program-program pembangunan yang berorientasi menyentuh masyarakat secara langsung. Tidak dapat dipungkiri, perencanaan kebijakan tanpa disertai sajian data yang baik akan menghasilkan program pembangunan yang jauh dari keinginan masyarakat dan tidak akan mampu menyelesaikan akar masalah pembangunan yang sebenarnya. 1.5. Ruang Lingkup dan Sumber Data Perencanaan bagi program-program pelaksanaan

pembangunan memerlukan informasi yang dapat menyajikan gambaran sebenarnya di lapangan (represent reality). Semua informasi yang ada tersebut berguna sebagai penunjang bagi
Indeks Permbangunan Manusia Kota Banjar Tahun 2007

5

analisis, monitoring dan evaluasi suatu kebijakan. Dari sini dapat dilihat pentingnya pemanfaatan data yang relevan dengan kualitas yang baik dan dan dari sumber yang terpercaya dikarenakan untuk kecermatan konsistensi data sangat diperlukan

mencegah kekeliruan kesimpulan yang dapat terjadi di kemudian hari secara dini. Ruang lingkup Penyusunan Buku Indeks Pembangunan Manusia Kota Banjar Tahun 2007 ini adalah mencakup berbagai isu utama pembangunan manusia, dengan rentang isu yang dibahas mencakup aspek kependudukan, pendidikan, sosial dan budaya, ketenagakerjaan, perumahan. Disamping itu, untuk memperkaya analisis dilengkapi pula dengan data hasil sensus dan Survei besar BPS Kota Banjar, seperti Suseda, Susenas, Sensus Penduduk, Sensus Ekonomi, Perhitungan PDRB dan data lain yang dikumpulkan dari berbagai dinas/instansi yang ada kaitannya dengan penulisan analisis ini. kesehatan, lingkungan

6

Indeks Pembangunan Manusia Kota Banjar Tahun 2007


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:475
posted:6/30/2009
language:Indonesian
pages:6
Description: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Banjar Tahun 2007