; MENENTUKAN LAJU SEDIMENTASI PANTAI SURABAYA
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

MENENTUKAN LAJU SEDIMENTASI PANTAI SURABAYA

VIEWS: 214 PAGES: 4

MENENTUKAN LAJU SEDIMENTASI PANTAI SURABAYA

More Info
  • pg 1
									                                 PROSIDING SEMINAR NASIONAL
                       PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                            Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                                        Yogyakarta, 19 September 2006



               MENENTUKAN LAJU SEDIMENTASI PANTAI SURABAYA

                                  Rosidi, Sutanto W.W, Iswantoro
                           Puslitbang Teknologi Maju Batan Yogayakarta


                                              ABSTRAK
       Salah satu program BATAN adalah memperoleh data radioekologi kelautan pantai
       utara Jawa. Surabaya adalah salah satu obyek kajian tepatnya adalah daerah muara
       Kalisari posisi 07o 15’ 53,1”LS dan 112o, 47’ 95,4”BT dan daerah Morokrembangan,
       muara Kalianak dengan posisi 07o 13’ 40.8” S dan 112o, 42’ 26.1” BT. Sampel diambil
       menggunakan pipa PVC diameter 10 cm panjang 1 meter. Tujuan penelitian ini adalah
       untuk mendapatkan data laju sedimentasi pantai Surabaya. Di lokasi muara Kalisari
       (lokasi 1) aktivitas 210Pb 11,996 Bq/kg sampai 26,992 Bq/kg. Aktivitas supported 210Pb
       sebesar 11,996 Bq/kg. Laju sedimentasi dari 0,046 cm/th sampai 0,858 cm/th. Di
                                                         210
       Kalianak Morokrembangan (lokasi 2) aktivitas         Pb 10,696 Bq/kg sampai 28,212
                              210
       Bq/kg. Supported          Pb sebesar 11,626Bq/kg. Aktivitas 210Pb dari atmosfer antara
       0,930 Bq/kg sampai 16,586 Bq/kg. Sedangkan laju sedimentasi dari 0,084 cm/th
       sampai 0,498 cm/th. Laju sedimentasi lokasi muara Kalianak lebih tinggi dari lokasi
       Muara Kalisari. Hal ini disebabkan karena sungai muara Kalianak membawa lebih
       banyak lumpur atau limbah.


                                             ABSTRACT
       Marine Radioecology North Shore Java Island is once of BATAN program. Surabaya
       is an object that selected to be observed. Kalisari river with the position of 07o 15’
       53,1”LS and 112o, 47’ 95,4” E and Morokrembangan, Kalianak river with position of
          o                      o
       07 13’ 40.8” S and 112 , 42’ 26.1” E were location that chosen. Sampling has done
       using PVC tube, which has 10 cm diameter and 1-meter length. And pressed down
       and contained of not less than 10% of <<63 µm grain size. The examination purpose
       was to have data of sediment rate of Surabaya coast. At the end of Kalisari river (first
       location), 210Pb activity was 11.996 to 26.992 Bq/kg. Supported 210Pb.activity was
       11.996 Bq/kg. Sedimentation rate was 0.046cm/y to 0.858 cm/y. At Kalianak
                                                           210
       Morokrembangan (second location), the activity of Pb was 10.696 Bq/kg to 28.212
                                210
       Bq/kg. The supported         Pb activity was 11.626 Bq/kg. Unsupported 210Pb activity
       (from the atmosphere) was 0.930 Bq/kg to 16.586 Bq/kg. Sedimentation rate of the
       end of Kalianak river was higher than the end of Kalisari river, it may because the river
       water contained of mud and waste that contribute the sediment accumulation in the
       coast.




PENDAHULUAN                                          faktor penting yang perlu dipelajari adalah laju
                                                     sedimentasi. Dengan adanya data ini maka perawat-
P   antai Surabaya sebagai lokasi pelabuhan
    Tanjung Perak merupakan gerbang aktivitas
ekonomi meliputi transportasi laut baik domestik
                                                     an pantai dapat diprogram, apabila terjadi kelainan,
                                                     maka dapat ditelusuri Laju akumulasi sedimen
                                                     pantai dapat diestimasi dengan menggunakan profil
dan internasional, distribusi perdagangan produk
                                                     radioaktivitas 210Pb, radionuklida alam yang ada di
kelautan untuk pulau Jawa dan sekitarnya. Oleh
                                                     dalam sedimen. Mengendapnya 210Pb bersama
karena kontribusi pelabuhan ini terhadap per-
                                                     endapan dapat dimanfaatkan untuk menentukan laju
kembangan ekonomi sangat besar, maka kawasan
                                                     pengendapan sedimen dengan mengukur aktivitas-
ini perlu dijaga kelestariannya. Dengan ber-
                                                     nya. Untuk menentukan umur lapisan endapan, 210Pb
kembangnya industri dan perdagangan maka data-
                                                     yang diukur adalah yang berasal dari atmosfer saja
data lingkungan perlu selalu dimonitor. Salah satu

Rosidi, dkk.                               ISSN 1410 - 8178                                          529
                        PROSIDING SEMINAR NASIONAL
              PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                   Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                              Yogyakarta, 19 September 2006


bukan yang berasal dari tanah. Tujuan penelitian ini    HASIL DAN PEMBAHASAN
adalah untuk mendapatkan data tentang laju
                                                        Tabel 1 : Data laju sedimentasi Kalisari (Lokasi 1)
akumulasi sedimen pantai Surabaya. Rumus yang
digunakan untuk menentukan umur sedimen :              Kedalaman Aktivitas    Aktivitas                Tahun          Laju
                                                         (cm)      total       excess      Umur       pemben-     sedimentasi
      1       A                                                 210
                                                                     Pb         210
                                                                                   Pb     (tahun)       tukan     (cm/tahun)
T=      x .Ln  o                                               (Bq/kg)      (Bq/kg)
      λ       Ax                                        0-2      26,992     14.995       4.05        2001         0.507
T = umur lapisan sedimen                                  2-4      20,915      8.918       6.74        1998         0.792
λ = konstanta peluruhan Pb210                             4-6      20,125      8.129       9.20        1996         0.858
AO = jumlah aktivitas jenis excess 210Pb dari lapis
                                                          6-8      23,598     11.602       13.34       1992         0.489
    teratas sampai bawah
Ax = A0 dikurangi jumlah aktivitas jenis excess dari     8-10      22,730     10.734       17.67       1987         0.467
    atas sampai lapis ke- x                              10-12     23,835     11.839       22.86       1982         0,401
                                                         12-14     21,862      9.865       28.16       1977         0.378
TATA KERJA                                               14-16     22,177     10.181       34.39       1971         0,323
                                                         16-18     21,862      9.865       41.66       1963         0,.275
Bahan
                                                         18-20     21,388      9.392       50.93       1954         0.217
        Sampel sedimen, IAEA SRM –315, vial              20-22     18,705      6.709       59.64       1945         0.234
polietilen, kantong klip 1 kg.
                                                         22-24     15,864      3.867       66.19       1939         0.407
Peralatan                                                24-26     16,100      4.104       76.33       1929         0.216
      Global Position System, Perangkat Spektro-         26-28     15,390      3.394       86.87       1918         0.239
meter γ dengan detektor Ge(Li), pralon PVC,              28-30     15,311      3.315      104.26       1901         0.117
timbangan, penggerus agath, ayakan.
                                                         30-32     13,180      3.315      154.45       1851         0.046
Cara Kerja                                               32-34     11,996
       Sampel sedimen diambil dengan tabung PVC          34-36     11,996
tanggal 30 Maret 2005 di pantai Surabaya dengan          36-38     11,996
lokasi sampling muara Kalisari dengan posisi 07o
                                                                Perhitungan aktivitas excess 210Pb pada
15’ 53,1”LS dan 112o, 47’ 95,4”BT dan daerah
                                                        sedimen yang diambil dari Morokrembangan
Morokrembangan, muara Kalianak dengan posisi
                                                        Kalianak dengan kedalaman 0-2 cm. Aktivitas total
07o 13’ 40.8” S dan 112o, 42’ 26.1”. Tahap
                                                        supported 210Pb dan excess 210Pb kedalaman 0-2 cm
selanjutnya sedimen didorong keatas dan diiris men-
                                                        terukur = 28,212 Bq/kg Supproted 210Pb adalah rata-
jadi lapisan-lapisan dengan ketebalan 2 cm Bagian
                                                        rata aktivitas
luar dari lingkaran irisan dipisahkan dari bagian
dalam. Kedua bagian ini dikeringkan, dan masing-        Tabel 2 : Data laju sedimentasi Morokrembangan
masing ditimbang dan berat keduanya dijumlah.                     (lokasi 2) Surabaya.
untuk mengetahui berat total setiap lapisan. Bagian      DALAM     Aktivitas    Aktivitas    Umur      Tahun Laju sedimen
dalam digerus dengan agath, dihomogenkan, di-             (cm)    total 210Pb excess 210Pb sedimen    pemben tasi (cm/th)
timbang dengan berat 70 gram dan dicacah dengan                    (Bq/kg)      (Bq/kg)     (tahun)    tukan
spektrometer gamma dengan waktu cacah 2jam                0-2      28,212      16,586       4,010       1997         0,498
(7200 detik). Supported 210Pb ditentukan untuk            2-4      23,872      12,246      13,489       1991         0,356
menghitung excess 210Pb. Untuk mengetahui                 4-6      21,081       9,466      19,345       1985         0,336
efisiensi pencacahan dilakukan dengan mencacah
                                                          6-8      19,686       8,061      24,113       1980         0,410
SRM sedimen IAEA-315 seberat 70 gram, sama
                                                          8-10     17,826       6,200      29,117       1975         0,389
dengan berat sampel sedimen yang dicacah.
                                                         10-12     17,671       6,045      34,934       1970         0,336
                                                         12-14     18,446       6,820      41,638       1963         0,245
                                                         14-16      15,01       3,875      46,789       1958         0,399
                                                         16-18     16,121       4,495      54,433       1950         0,252
                                                         18-20     15,811       4,185      62,419       1942         0,262
                                                         20-22     14,571       2,945      69,254       1935         0,290
                                                         22-24     16,586       4,960      89,528       1915         0,084
                                                         24-26     13,331       1,705     100,899       1904         0,221
                                                         26-28      11,72



530                                        ISSN 1410 - 8178                                                     Rosidi, dkk.
                                           PROSIDING SEMINAR NASIONAL
                                 PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                                      Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                                                     Yogyakarta, 19 September 2006


DALAM      Aktivitas Aktivitas      Umur      Tahun Laju sedimen    KESIMPULAN
         total 210Pb excess       sedimen    pemben
 (cm)                                                tasi (cm/th)    1. Di lokasi 1(muara Kalisari) Laju sedimentasi
           (Bq/kg)    210Pb        (tahun)
                                              tukan
                     (Bq/kg)                                            dari 0,046 cm/th pada kedalaman 30-32 cm
 26-28     11,726                                                       sampai 0,858 cm/th pada kedalaman 4-6 cm.
                                                                        Aktivitas antara 11,996 Bq/kg padakedalaman
 28-30     11,836
                                                                        34-36 cm sampai 26,992 Bq/kg pada kedalaman
 30-32     11,781                                                       0-2 cm.
 32-34     12,091                                                    2. Di lokasi 2 (muara Kalianak ) laju sedimentasi
 34-36     10,696                                                       dari 0,084 cm/th pada kedalaman 22-24 cm
 36-38     11,626                                                       sampai 0,498 cm/th pada kedalaman 0-2 cm.
                                                                        Aktivitas 210Pb antara 10,696 Bq/kg pada
        Aktivitas jenis total 210Pb yang menurun pada                   kedalaman 36-38 cm di permukaan atau pada
sedimen muara Kalisari kedalaman 2-4 cm dan 4-6                         kedalaman 0-2 cm sampai 28,212.
cm dapat disebabkan karena pada saat lapisan                         3. Data menunjukkan bahwa laju sedimentasi
terbentuk, terjadi erosi misalnya karena banjir, air                    lokasi 1 (muara Kalisari) lebih tinggi dari lokasi
pasang surut atau gelombang besar yang membawa                          2 (muara Kalianak). Hal ini mungkin
lumpur yang telah diendapkan sehingga endapan                           disebabkan karena sungai Kalisari membawa
yang tersisa berbentuk pasir. Pada lumpur yang                          lebih banyak lumpur atau limbah dari pada
terlarut banyak mengandung 210Pb sehingga larutnya                      sungai Kalianak Morokrembangan.
lumpur menyebabkan kandungan 210Pb dalam                             4. Tidak banyak gangguan dialami oleh kedua
sedimen berkurang, dan aktivitas total 210Pb                            lokasi pengambilan sampel.
menurun.
        Tidak banyak gangguan dialami oleh kedua                    DAFTAR PUSTAKA
lokasi baik secara fisik, karena kegiatan biota mau-                1.    RON SZYMCZAK, Sampling Strategies And
pun manusia dapat dilihat dari tidak adanya fluktu-                      Methodologies, IAEA Regional Training Course
asi aktivitas 210Pb pada grafik aktivitas 210Pb versus                   On Application of Tracers To Study Transport
kedalaman secara signifikan (gambar 1 dan 2).                            Processes And Sedimentation Rates in The
        Dari data aktivitas 210Pb yang makin dalam                       Marine Environment, Thailand, 21 February – 4
makin menurun menunjukkan bahwa sedimen yang                             March 2000.
diambil memenuhi syarat untuk dating yaitu                          2.    WISNU SUSETYO, Spectrometri Gamma dan
sedimen yang :                                                           Penerapannya Dalam Anlisis Pengaktifan
  1. Mempunyai ukuran butiran berukuran <63 µm                           Neutron , Gadjah Mada University Press (1988)
     lebih dari 10%. Unsupported atau excess 210Pb                  3.    SANCHEZ-CABEZA, J.A., Sediment Core
     yang berasal dari atmosfer biasanya berasosiasi                     Frofiles And Accumulation Rates. University
     dengan bahan butiran halus                                          Antonoma dengan Barcelona (2000).
  2. Tidak terganggu oleh pencampuran fisik atau                    4.    EISMA, D; BERGER, G.W., CHEN WEI-YUE
     biota.                                                              & SHEN JIAN, Pb-210 As a Tracer For
  3. Paling sedikit 2 gram setiap lapis sampel                           Sediment Transport And Deposition In The
     diperlukan untuk satu kali penentuan un-                            Dutch-German       Waddensea.      Proceeding
     supported 210Pb dengan menggunakan metoda                           KNGMG Symposium Coastal Lowlands,
     spektrometri alpha. Untuk pengulangan analisis                      Geology And Geotechnology, 237-253 (1989)
     dan untuk penanggulangan aktivitas rendah atau                 5.    BERGER, G.W., EISMA, D and VAN
     hilangnya sampel selama proses preparasi                            BENNEKOM,          A.J.,   Pb-210      Derived
     diperlukan 5 gram                                                   Sedimentation Rate In The Vlieter, A Recently
  4. Paling sedikit 20 gram diperlukan untuk                             Filled In Tidal Channel In The Waddensea.
     penentuan unsupported 210Pb dengan metoda                           Netherland Journal Of Sea Research 21 (4) 287-
     spektrometri gamma.                                                 294 (1987).
  5. Sampel tidak boleh dikeringkan pada tem-
     peratur > 1050C
  6. Untuk mengevaluasi hasil perhitungan perlu
     dilengkapi data-data dengan informasi besaran
     butiran terutama fraksi <63 µm dan <2 µm,                      TANYA JAWAB
     kandungan organik, porositas dan densitas
     kering.                                                        Purwanto
                                                                      Isotop apa saja yang dapat digunakan untuk
                                                                      dating selain Pb210?

Rosidi, dkk.                                            ISSN 1410 - 8178                                              531
                    PROSIDING SEMINAR NASIONAL
          PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
               Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                          Yogyakarta, 19 September 2006


 Apa tujuan penelitian saudara?                  Sukmajaya
 Rosidi                                            Apakah yang anda maksud sedimen? Bukankah
   Selain Pb210 ada isotop lain yang dapat         sedimen banyak jenisnya?
   digunakan untuk dating yaitu C14 untuk umur     Isotop Pb210 dari mana asalnya?
   panjang Cs137                                  Rosidi
   Tujuannya ialah:                                  Sedimen dalam hal ini adalah sedimen yang
   1. untuk mendukung database lingkungan            relative jauh dari gangguan kegiatan manusia
       pantai utara pulau Jawa                       Sedimen adalah batuan yang terlepas dari
   2. menentukan aktivitas Pb210                     batuan induk karena litifikasi, erosi, angin,
   3. umur sedimen                                   gerakan air, kemudian terakumulasi dalam
   4. kecepatan akumulasi sedimen.                   tempat yang rendah
                                                     Pb210 adalah anak luruh dari U238 yang
                                                     terdapat di alam.




532                                   ISSN 1410 - 8178                                 Rosidi, dkk.

								
To top
;