pert4-Landasan-teori-dan-Hipotesis by endanromdoni8

VIEWS: 121 PAGES: 12

									  Pertemuan 4

 Landasan Teori dan
Penyusunan Hipotesis
       Learning Outcomes

  Pada akhir pertemuan ini, diharapkan
  mahasiswa akan mampu :
• Menjelaskan bentuk-bentuk hipotesis.
• Menguraikan tentang Kerangka Berfikir /
  teoritis.
• Menyimpulkan tentang hubungan antara
  paradigma penelitian dengan rumusan
  masalah dan hipotesis.
            Outline Materi

•   Esensi Ilmu dan Deskripsi Teori
•   Kerangka Berfikir / Teoritis
•   Bentuk-Bentuk Hipotesis
•   Perumusan Hipotesis
•   Hubungan Paradigma Penelitian,
    Rumusan Masalah dan Hipotesis
      Esensi Ilmu dan Deskripsi
                Teori
•   Ilmu adalah sekumpulan teori yang mendeskripsikan dan
    menjelaskan fenomena dalam suatu bidang studi tertentu.
•   Karakteristik Ilmu : 1) Ilmu (science) adalah sebagian dari
    pengetahuan (knowledge). 2) Ilmu adalah pengetahuan yang
    memiliki ciri-ciri ilmiah, sehingga ilmu identik dengan
    pengetahuan ilmiah (scientific knowledge). 3) Ilmu
    pengetahuan adalah ilmu yang bersifat pengetahuan.
•   Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan
    seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang disusun
    secara sistematis dan saling berkaitan yang digunakan untuk
    menjelaskan hubungan yang timbul antara beberapa variabel
    yang di observasi.
•   Fungsi Teori : 1) Untuk menjelaskan (explanation). 2) Untuk
    meramalkan (prediction). 3) Untuk pengendalian (control).
    Esensi Ilmu dan Deskripsi Teori

•   Konsep (Concept) : adalah sejumlah pengertian atau karakteristik yang
    dikaitkan dengan peristiwa, objek, kondisi, situasi dan perilaku tertentu.
    Dengan kata lain, konsep adalah pendapat abstrak yang digeneralisasi dari
    fakta tertentu.
•   Konstruk (Construct) : adalah jenis konsep tertentu yang berada dalam
    tingkatan abstraksi yang lebih tinggi daripada konsep dan diciptakan untuk
    tujuan teoritis tertentu.
•   Proposisi : adalah pernyataan yang berkaitan dengan hubungan antara
    konsep-konsep yang ada dan pernyataan dari hubungan universal antara
    kejadian-kejadian yang memiliki karakteristik tertentu.
•   Deskripsi/Landasan Teori : merupakan uraian sistematis tentang teori dan
    hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti.
•   Deskripsi/Landasan Teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap
    variabel-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang
    lengkap dan mendalam dari berbagai referensi yang relevan.
          Kerangka Berfikir/Teoritis

•   Kerangka Berfikir/Teoritis : merupakan model konseptual tentang
    bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah di
    identifikai sebagai masalah yang penting. Kerangka berfikir yang baik akan
    menjelaskan secara teoritis pertautan antar variabel independen dan
    dependen.
•   Kerangka Berfikir : merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel
    yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Berdasarkan
    teori-teori yang telah dideskripsikan tersebut, selanjutnya dianalisis secara
    kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan
    antar variabel yang diteliti. Sintesa tentang hubunganvariabel tersebut,
    selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis.
•   Kerangka Berfikir yang baik memuat hal-hal sebagai berikut : 1) Variabel-
    variabel yang akan diteliti harus dijelaskan.2)Jelaskan hubungan antar
    variabel yang diteliti. 3) Jelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif
    atau negatif, berbentuk simetris, kausal atau interaktif (timbal balik).
    4)Kerangka berfikir perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (paradigma
    penelitian).
           Bentuk-Bentuk Hipotesis

•   Hipotesis : merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
    penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun
    dalam bentuk kalimat tanya.
•   Hipotesis : merupakan penjelasan sementara tentang perilaku, fenomena
    atau keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi.
•   Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang
    menggunakan pendekatan kuantitatif . Pada penelitian kualitatif tidak
    merumuskan hipotesis.
•   Karakteristik Hipotesis : 1)konsisten dengan penelitian sebelumnya
    2)merupakan dugaan terhadap keadaan variabel 3)dinyatakan dalam
    kalimat yang jelas dan masuk akal 3)perkiraan yang tepat dan terukur
    4)dapat diuji dengan data yang dikumpulkan dengan metode ilmiah.
•   Jenis Hipotesis : 1)Hipotesis Penelitian : dinyatakan dalam bentuk kalimat
    pernyataan (deklaratif) 2)Hipotesis Statistik : dinyatakan dalam bentuk
    hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha)
          Perumusan Hipotesis (1)

•     Bentuk rumusan hipotesis penelitian sangat berkaitan dengan
      rumusan masalah penelitian, yaitu: 1) hipotesis deskriptif,
      2)hipotesis komparatif, dan 3) hipotesis asosiatif.
1.    Hipotesis Deskriptif : merupakan jawaban sementara terhadap masalah
      deskriptif. Contoh :
     a. Rumusan Masalah Deskriptif :
       Berapa lama daya tahan lampu pijar merk X ?
     b. Hipotesis Deskriptif :
       Daya tahan lampu pijar merk X = 600 jam (H0)
       Hipotesis alternatifnya adalah:Daya tahan lampu pijar merk X ≠600jam
     c. Hipotesis Statistik (hanya ada bila berdasarkan data sampel) :
       H0 : µ = 600
       Ha : µ ≠ 600
          Perumusan Hipotesis (2)

2. Hipotesis Komparatif : merupakan jawaban sementara terhadap
    rumusan masalah komparatif. Contoh :
   a. Rumusan Masalah Komparatif :
      Bagaimanakah produktivitas kerja karyawan PT. X dibandingkan
      dengan PT. Y ?
   b. Hipotesis Komparatif :
      Terdapat persamaan produktivitas kerja antara karyawan PT. X
      dan PT. Y (H0)
      Produktivitas kerja karyawan PT. X tidak sama dengan PT. Y (Ha)
   c. Hipotesis Statistik :
      H0 : µ1 = µ2
      Ha : µ1 ≠ µ2
          Perumusan Hipotesis (3)

3. Hipotesis Asosiatif : merupakan jawaban sementara terhadap rumusan
    masalah asosiatif.
   a. Rumusan Masalah Asosiatif :
      Adakah hubungan antara tinggi badan pelayan toko dengan
      barang yang terjual ?
   b. Hipotesis Asosiatif :
      Tidak terdapat hubungan antara tinggi badan pelayan toko
      dengan barang yang terjual (H0)
      Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tinggi
      badan pelayan toko dengan barang yang terjual (Ha)
   c. Hipotesis Statistik :
      H0 : ρ = 0 ( 0 berarti ada hubungan)
      Ha : ρ ≠ 0 ( ≠ berarti lebih besar atau kurang dari nol berarti ada
                   hubungan.
     Hubungan Paradigma Penelitian,
    Rumusan Masalah dan Hipotesis (1)

•   Paradigma penelitian, dapat digunakan oleh peneliti sebagai
    panduan untuk merumuskan masalah, dan hipotesis penelitiannya,
    yang selanjutnya dapat pula digunakan untuk panduan dalam
    pengumpulan dan analisis data. Contoh :          1. Judul Penelitian
    : Hubungan antara gaya kepemimpinan manajer
                        dengan prestasi kerja karyawan

    2. Paradigma Penelitian :X = gaya kepemimpinan ;Y = Prestasi kerja




                                 X                       Y
   Hubungan Paradigma Penelitian,
  Rumusan Masalah dan Hipotesis (2)

3. Rumusan Masalah :
   a. Bagaimana gaya kepemimpinan manajer yang ditampilkan ?
   b. Seberapa baik prestasi kerja karyawan ?
   c. Adakah hubungan yang positif dan signifikan antara gaya
     kepemimpinan manajer dengan prestasi kerja karyawan ?
  d. Adakah perbedaan persepsi antara karyawan Golongan I, II dan III
     tentang gaya kepemimpinan manajer ?
4. Rumusan Hipotesis Penelitian :
  a. Gaya kepemimpinan manajer kurang baik, nilainya paling tinggi 60 %
    dari kriteria yang diharapkan.
  b. Prestas kerja karyawan kurang memuaskan, dan nilainya paling tinggi
    65 %.
  c. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara gaya
     kepemimpinan manajer dengan prestasi kerja karyawan.
  d. Terdapat perbedaan persepsi tentang gaya kepemimpinan manajer antara
     Golongan I, II dan III.

								
To top