laporan lapangan by adisape

VIEWS: 476 PAGES: 47

More Info
									                                    BAB 4
                          HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1.   Data Kuantitatif Rumah Tangga
                 Hasil pendataan kuantitatif PBL I di dusun camba toa
       kelurahan Pa’bundukang kecamatan pangkajenne dapat dilihat
       dalam bentuk tabel-tabel distribusi frekuensi berdasarkan hasil
       pendatan terhadap 176 kk dengan jumlah penduduk 691 jiwa.
        4.1.1.     Karakteristik Rumah Tangga
                        Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
                  rumah tangga dapat dilihat dalam tabel berikut.

                          TABEL 1
   DISTRIBUSI BERDASARKAN KARAKTERISTIK RUMAH TANGGA
          DI DUSUN CAMBA TOA,DESA PA’BUNDUKANG,
         KEC. PANGKAJE’NE, KAB. PANGKEP TAHUN 2011

                                                               Persentase
                    Variabel                    (n =176 )
 No.                                                              (%)
  1. Jumlah ART
      1. ≤ 5 orang                                  7                4,2
      2. > 5orang                                  169              95,8
  2. Kelompok umur
          0 - 59 bulan                              58               8,4
          5 - 6 tahun                               27               3,9
          7 - 9 tahun                               45               6,6
          10 - 14 tahun                             75              10,9
          15 - 29 tahun                            191              27,7
          30 - 45 tahun                            176              25,3
          46 - 59 tahun                             78              11,3
          ≥ 59 tahun                                41               5,7
 3.  Jenis kelamin
         Laki-laki                                 335              48,3
         Perempuan                                 357              51,7
Sumber:data primer,Februari 2011
       Dari tabel 1 (Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik
Anggota Rumah Tangga) diketahui bahwa sebagian besar responden
terdiri dari ≤ 5 anggota rumah tangga (ART) dalam satu keluarga yaitu
sebanyak 7 KK (4,2%) sedangkan responden yang terdiri dari > 5 anggota


                                                                            12
rumah tangga (ART) dalam satu keluarga yaitu sebanyak 169 KK (95,8%)
sebagian besar Dusun Cama Toa mempunyai penduduk yang berusia ≥
50 tahun sebesar 41 jiwa (5,7%), adapun RESPONDEN yang bejenis
kelamin laki-laki yaitu sebanyak 355 (48,3%) sedangkan responden yang
berjenis kelamin wanita yaitu sebanyak 357 (51,7%).


      4.1.2. Karakteristik Sosial Ekonomi Rumah Tangga
                   Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik sosial
             ekonomi rumah tangga dapat dilihat dalam tabel berikut.
                        TABEL 2
 DISTRIBUSI RESPONDE BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIAL
    EKONOMI DI DUSUN CAMBA TOA, DESA PA’BUNDUKANG,
        KEC. PANGKAJENE, KAB. PANGKEP TAHUN 2011

                                                            Persentase
No.                  Variabel                  (n =351 )
                                                               (%)
 1.   Pekerjaan
         1. Petani                                34            4,9
         2. Pedagang/penjual                      11            1,6
         3. Buruh harian                           6            0,9
         4. Peg. Negeri/tni/polri                 15            2,2
         5. Peg. Swasta                           24            3,5
         6. supir                                 26            3,8
         7. Nelayan                                1            0,1
         8. Wiraswasta                            78           11,3
         9. Ibu rumah tangga                     155           22,5
         10. Tidak bekerja                        45            6,5
         11. Belum bekerja                       286           41,4
         12. Tukang becak/gerobak                  2            0,3
         13. Pengrajin                             1            0,1
         14. Lainnya                               3            0,4
  2
      Pendapatan
        1. < Rp. 500.000
                                                  36           47,4
        2. ≥ Rp. 500.000
                                                  36           47,4
        3. Tidak memiliki pendapatan
                                                   4            5,3
  3   Kepemilikan empang dan atau sawah
        1. Punya                                  76           43,2
        2. Tidak                                 100           56,8

  4   Luas sawah/empang


                                                                       13
       1. < 5000 meter                             31          17,4
       2. 5000 meter                               12           6,8
       3. ≥ 5000 meter                             33          18,6
  5    Pendidikan
           1. Tidak pernah sekolah                 16           2,3
           2. Tidak tamat SD/MI                    19           2,7
           3. Tamat SD/MI                         264          38,9
           4. SMP/MTs/sederajat                   129          18,6
           5. SMA/MA/sederajat                    149          21,5
           6. DiplomaI/II                          10           1,4
           7. S1                                   16           2,3
           8. S2/S3                                 0            0
           9. Belum sekolah                        91          13,11
sumber : Data primer Februari 2011
       Dari tabel 2 (ditribusi responden berdasarkan karakteristik sosial
ekonomi) dapat dilihat bahwa pekerjaan yang menjadi mata pencaharian
masyarakat di dusun camba toa begitu beragam tetapi yang menjadi
dominan adalah sebagai wiraswasta (11,3%),meskipun demikian tetapi
jika dilihat secara kesluruhan jumlah jiwa yang ada 692,masih banyak pula
masyarakat yang tidak bekerja (6,5%),setelah itu adalah sebagai ibu
rumah tangga (22,5%) dan yang terbanyak adalah masih belum bekerja
(41,4%) ini didalamnya adalah anak-anak.sedangkan status ekonomi
hampir seluruhnya tidak dikategorikan miskin (persentase (%)),dan
kepemilkan sawah ada sekitar (43,2%) sedangkan yang tidak memiliki
lebih banyak (56,8%). Adapun luas empang sawah yang memiliki
kebanyakan 5000-25.000 M2 yaitu (41,8%). sebagian besar warga dusun
Camba toa memiliki pendidikan terakhir SMA (21,5%) dan dan tidak
pernah sekolah sebanyak (2,3%).




                                                                       14
      4.1.3. karakteristik perumahan dan lingkungan
                      Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
             peumahan dan lingkungan dapat dilihat dalam tabel berikut.


                           TABEL 3
      DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN KARAKTERISTIK
          PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN RUMAH TANGGA
             DESA PA’BUNDUKANG KEC PANGKAJENE
                   KAB. PANGKEP TAHUN 2011

No.                    Variabel                  (n =176)   Persentase
                                                               (%)
1.    Jenis rumah yang dimiliki
      1. Panggung                                  138        78,4
      2. Permanen                                   19        10,8
      3. Semi Permanen                              19        10,8
2.    1. Rumah yang dialiri oleh listrik dari      175       99,4 %
      PLN
      2. Rumah yang tidak dialiri listrik dari      1         0,6 %
      PLN
3.    Kepemilikan pekarangan
          1. Punya                                 118         67,0
          2. Tidak                                  58         33,0

4.    Bila ya, digunakan untuk:
      1. Ditanami sayur dan buah                   26          14,8
      2. Tempat pemeliharaan hewan ternak           1           0,6
      3. Tidak digunakan                           68          38,6
      4. Lainnya (Tanam bunga)                     23          13,1

 5    Pemanfaatan hasil pekarangan
        1. Ya                                      39          22,2
        2. Tidak                                   79          44,9




                                                                      15
  6.   Keadaan Lantai rumah
       1. Semen                                     28            15,9
       2. Tanah                                     13             7,4
       3. Kayu                                     115            65,3
       4. Batu                                       9             5,1
       5. Lainnya
          Tehel                                     11            12,0

       Keadaan dinding rumah
         1. Semen                                                  4,0
         2. Batu                                     7            10,8
         3. Kayu                                    19            79,5
         4. Bambu                                  140             0,6
                                                     1             5,1
         5. seng
                                                     9
       Keadaan Atap rumah
                                                            100
         1. Seng
                                                   176
Sumber : Data Primer,Februari 2011
       Dari Tabel 3 (distribusi responden berdasarkan karakteristik sosial
ekonomi ) dapat diketahui bahwa sebagian besar penduduk jenis rumah
yang dimiliki adalah rumah panggung sebanyak 138 KK (78,4%)adapun
jenis rumah permanen yaitu sebanyak 19KK (10,8%) dan memiliki rumah
semi permanen sebanyak 19 KK (10,8%). Hampir seluruh rumah sudah
dialiri listrik dari PLN sebanyak 175 KK (99,4%),. Kepemilikan pekarangan
sebanyak 118 KK (67,0%), sedangkan penggunaan pekarangan sebanyak
39 KK (22,2%) (persentase (%)),       yang sebagian besar pekarangan
tersebut di gunakan menanami sayur dan buah sebanyak 26 KK (14,8%).
Adapun pemanfaatan hasil pekarangan sangat minim yaitu sebanyak 39
KK (22,2%), sedangkan keadaan lantai yang dimiliki oleh responden
sebagian besar yaitu yang memakai kayu sebanyak 115 KK (63,5%),
adapun lantai dari tanah 13KK (7,4%), yang dari semen 28KK (15,9) dan
yang memakai bahan lainnya yaitu tehel sebanyak 11 KK (12,0%).
Keadaan dinding yang dimiliki oleh responden yaitu yang memakai semen
sebanyak 7 KK (4,0%) yang memakai batu sebanyak19 KK (10,8%), yang
memakai kayu sebanyak 140 KK (79,5%),yang memaakai bambu
sebanyak 1 KK (0,6%), dan yang memakai seng sebanyak 9 KK (5,1%),




                                                                         16
Keadaan Atap yang dimiliki oleh responden Dusun Camba Toa sebagian
besar memakai Seng yaitu sebanyak 176 KK (100%).

      4.1.4. Karakteristik Kondisi Kesehatan Lingkungan Rumah Tangga
                    Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
            Kondisi Kesehatan Lingkungan Rumah Tangga dapat dilihat
            dalam tabel berikut.
                            TABEL 4
     DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN KONDISI KESEHATAN
      LINGKUNGAN RT DESA PA’BUNDUKANG, KEC. PANGKAJENE,
                    KAB. PANGKEP TAHUN 2011

No.                                            (n=176)     persenta
                     Variabel
                                                            se (%)
 1    Kepemilikan Jamban
      1. Ya                                        155       88,1
      2. Tidak                                      21       11,9

 2    Jenis jamban
       1. Kakus terbuka                            131       74,4
       2. Kakus tertutup                            24       13,6
 3    Pemanfaatan jamban untuk seluruh
      keluarga
      1. Ya                                        155       88,1

 4    Pembuangan limbah
      1. Penampungan/peresapan                     15         8,5
      2. Dialirkan ke got                          66        37,5
      3. Dialirkan ke sawah/kebun                  14         8,0
      4. Dialirkan ke sungai/pantai                14         8,0
      5. Dialirkan ke sekitar rumah                66        37,5
      6. Lainnya: kantongan                         1         0,6
 5    Pembuangan sampah
      1. Dikumpul lalu dibakar                     78        44,3
      2. Dikumpulkan lalu ditimbun                 17         9,7
      3. Kebun/semak/sawah/tempat terbuka           4         2,3
      4. Dibungkus lalu dibuang ke TPA             61        34,7
      5. Lainnya (di sungai)                        7         4,0




                                                                    17
  6.   Sumber air minum
       1. Sumur bersemen                             57        32,4
       2. PAH(Penampungan Air Hujan)                  3         1,7
       3. Sumur bor                                  30        17,0
       4. Air ledeng                                  1         0,6
       5. Air galon                                  85        48,3
  7    Jarak sumber air minum
       1. < 8 meter                                  62        35,2
       2. 8 meter                                     5         2,8
       3. ≥ 5 M                                     109        61,9
  8    Memasak       Air   minum  sebelum
       dikonsumsi
           1. Ya                                     89        50,6
           2. Tidak                                  87        49,4

  9    Bila tidak, Alasan tidak memasak
       1. Air sudah bersih                           81        46,0
       2. Malas memasak                               3         1,7
       3. Tidak praktis                               3         1,7
       4. Lainnya,(merepotkan dan pakai air
           galon)                                    89        50,6

 10    Rumah memiliki ventilasi
       1. Ya                                         65        36,9
       2. Tidak                                     111        63,1

 11    Alasan tidak mempunyai ventilasi
       1. Tidak penting                              42        23,9
       2. Tidak bermanfaat                            1         0,6
       3. Tidak perlu                                68        38,6
       4. lainnya, sebutkan (tidak tahu)             65        36,9
 12    Jenis Bahan Bakar yang digunakan
       Gas                                           91         70
       Minyak tanah dan Gas                          37        28,5
       Minyak tanah, kayu bakar dan gas               1         0,8
       Batubara                                       1         0,8
Sumber : Data Primer, Februari 2011
       Dari tabel 4 (distribusi responden berdasarkan kondisi kesehatan
lingkungan Rumah Tangga) dapat dilihat bahwa hampir seluruh warga
sudah memiliki jamban yaitu sebanyak 155 KK (88,1%). Adapun jenis
jamban sebagian besar          kakus tertutup sebanyak 131 KK (74,4%),
sedangkan      tempat BAB bagi masyarakat yang tidak memiliki jamban
sebagian besar di sungai sebanyak 11 KK (6,3%). Pemanfaatan jamban


                                                                      18
bagi seluruh kelauarga sebesar 155 KK (88,1%). Adapun tempat
pembuangan limbah sebagian besar dialirkan ke got sebanyak 66 KK
(37,5%), sedangakan pembuangan sampah sebagian besar dikumpul lalu
dibakar sebanyak 78 KK (44,3%). Sebagian besar masyarakat Camba
Toa menjadikan air galon sebagai sumber air minum sebanyak 85 KK
(48,3%). Jarak sumber air minum masyarakat sudah sangat dekat yaitu <
5 M sebanyak 45 KK (25,6%). Kebanyakan dari mereka meminum air
yang telah dimasak sebanyak 89 KK (50,6%).adapun alasan bagi mereka
tidak memasak air minum     karena air sudah bersih sebanyak 81 KK
(46,0%). Ada beberapa rumah yang mempunyai ventilasi sebanyak 65 KK
(36,9%), sedangkan masyarakat yang tidak mempunyai ventilasi beralsan
tidak perlu sebanyak 68 KK (38,6%). Jenis bahan bakar yang digunakan
sebagian besar yaitu gas sebanyak 131 KK (74,4%).




                                                                  19
       4.1.5. Pengeluaran Rumah Tangga
                    Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
            pengeluaran rumah tangga dapat dilihat dalam tabel berikut.

                          TABEL 5
       DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PENGELUARAN
      RUMAH TANGGA DUSUN CAMBA TOA, DESA PA’BUNDUKANG,
                KEC. PANGKAJENE, KAB. PANGKEP
                          TAHUN 2011

No.                   Variabel                 (n=1372)    persentase
                                                              (%)
1     1. Beras/ Gandum/ Jagung                    176         100
      2. Umbi-umbian                               76         43,2
      3. Ikan                                     173         98,3
      4. Daging                                     6          3,4
      5. Telur dan Susu                           141         80,1
      6. Sayur-sayuran                            168         95,5
      7. Kacang-kacangan                           31         17,6
      8. Buah-buahan                              110         62,5
      9. Minyak dan Lemak                         158         89,8
      10.Minuman                                   70         39,8
      11. Rempah-rempah (bumbu)                   149         84,7
      12.Makanan Bayi (susu, Makanan               27         15,3
      tambahan
      13. Konsumsi bahan makanan lain
                                                   10          6,8
      14. Makanan Olahan
                                                   22         12,5
      15. Tembakau dan sirih
                                                   55         31,2
2     Sub total pengeluaran (1-15)                            58,2
        1. < Rp. 905.000                           97         98,6
        2. ≥ Rp. 905.000                           79




                                                                     20
  3        a. Biaya pengeluaran untuk rumah,
               bahan bakar, listrik dan air
               1. < Rp. 99.000                         129           73,4
               2. 100.000 – Rp. 250.000                47            27,0
           b. Pakaian
               1. < Rp. 99.000                         31            18,6
               2. > 251.000                             1             0,6
           c. Furniture
               1. < Rp. 99.000                          0             0
               2. > Rp.99.000                           0             0
           d. Pajak dan Asuransi
               1. < Rp. 99.000                         169           67,8
               2. 100.000 – Rp. 250.000                 5             2,8
                                                        2             1,2
               3. > 251.000
  4      Subtotal pengeluaran (a-e)
           1. < Rp. 905.000                            97            58,2
           2. ≥ Rp. 905.000                            78            46,8
  5      Total Pengeluaran point I + II
         1. < 2.500.000                                45            27,0
         2. ≥ 2.500.000                                131           73,0

Sumber : Data Primer Februari 2011
         Dari tabel 5 (distribusi responden berdasarkan pengeluaran rumah
tangga) dapat dilihat bahwa pengeluaran untuk beras (100%). sedangkan
umbi-umbian (43,2%) .ikan (90,3%),daging hanya (3,4%),telur dan susu
(80,%). Sayur-sayuran(95,9%). kacang-kacangan hanya (4,42%).dan
untuk      buah-bauahan      (62,5%).     sedangka   minyak    dan        lemak
(89,8%).minuman hanya (39,8%). Sedangkan untuk rempah-rempah
(84,7%).dan makanan bayi (15,3%). sedangkan untuk konsumsi makanan
lain sekitar (6,8%). Bahan olahan hanya (12,5%) dan pengeluaran untuk
tembakau dan sirih berkisar (31,2%).sehingga sub total pengeluaran dari
beras sampai telur dan susu (1-5) yang ≥ Rp.905.00 lumayan banyak
berkisar (99,4%) dan ≥ Rp. 905.000 hanya (0,6%).
        Disamping itu biaya untuk rumah,bahan bakar,listrik dan air sebagian
 besar <Rp.99.000 (73,4%),sedangkan pakaian juga <Rp.99.000 (18,6%)
 dan pengeluaran untuk furnitur ≥ Rp.251.00 tidak ada pengeluaran nya
 jadi     (0,0%). Dalam satu bulan terekhir wraga Camba Toa tidak ada



                                                                             21
Pengeluaran untuk pesta dan perayaan. sehingga sub total pengeluaran
(a-e) yang < Rp. 905.000 hanya (58,2%) dana ≥ Rp. 905.000 sekitar
(46,8%). Jadi total pengeluaran pangan dan sandang seluruhnya adalah
yang < Rp. 2.500.000 hanya (61,0%) dan yang ≥ Rp. 2.500.000 sangatt
sedikit (39,0%).




       4.1.6. Status Gizi dan Kesehatan Ibu Hamil dan Ibu Balita
                    Hasil pengumpulan data mengenai status gizi dan
            kesehatan ibu hamil dan ibu balita dapat dilihat dalam tabel
            berikut.

                         TABEL 6
   DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN STATUS GIZI DAN
KESEHATAN IBU HAMIL DAN IBU BALITA DUSUN CAMBA TOA, DESA
      PA’BUNDUKANG, KEC. PANGKAJENE, KAB. PANGKEP
                       TAHUN 2011

                                                                   persent
No.                      Variabel                       (n = 51)
                                                                   ase (%)
 1.   Riwayat Kehamilan:
      1. Gravid                                            51       29,1
      2. Partus                                            50       28,1
      3. Abortus                                           5         2,8

 2.   Ibu memeriksakan kehamilan pada
      kehamilan terakhir
      1. ya                                                51       100
 3.   Yang Memeriksa Kehamilan
      1. Bidan                                             48       27,3
      2. Dokter                                            3         1,7
 4.   Tempat memeriksakan kehamilan (bila
      petugas Kesehatan):
      1. Posyandu                                          4         2,3
      2. Puskesmas                                         11        6,3
      3. Rumah Bidan                                       32       18,2
      4. Rumah Sakit                                       4         2,3

 6    Alasan memilih tempat pemeriksaan
      tersebut:
       1. Mudah dijangkau                                  34       19,3


                                                                           22
        2. Tidak bayar                                   1         0,6
        3. Pelayanan memuaskan                           16        9,1

  7    Bentuk pelayanan yang diperoleh
       a. Timbang berat badan
          1.Ya                                           51        100
          2. Tidak                                        0         0
       b. Pengukuran tinggi badan
          1.Ya                                           49       27,8
          2.Tidak                                        2         1,1
       c. Pengukuran lingkar lengan atas
          1.Ya                                           45       25,6
          2.Tidak                                        6         3,4
       d. Pemeriksaan tekanan darah
          1.Ya                                           46       26,1
          2.Tidak                                        5         2,8
       e. Imunisasi TT
          1.Ya                                           47       26,7
          2.Tidak                                        4         2,3
       f. Pengukuran tinggi fundus uteri
          1.Ya                                           45       25,6
          2.Tidak                                        6         3,4
       g. Pemberian tablet fe
          1.Ya                                           41       23,3
          2.Tidak                                        10        5,7
       h. Penyuluhan gizi
          1.Ya                                           34       19,3
          2.Tidak                                        16        9,1
  8    Penerimaan tablet tambah darah
       1. ya ( tablet Fe Program )                       44       25,0
       2. ya ( tablet Fe Non Program )                   5        20,8
       3. Tidak pernah                                   2         1,1
  9    Selama kehamilan:
         1. Jumlah tablet yang diterima                  20       36,36
         2. Jumlah tablet yang diminum                   20       36,36
         3. Jumlah tablet yang disisa                    15       27,27
 10    Jumlah minimal tablet penambah darah yang
       diminum selama kehamilan:
         1. < 20 tablet                                  19       79,2
         2. > 20 tablet                                  5        20,8

 11    Kepemilikan buku KIA/ KMS (khusus yang            51        100
       menjawab Ya)
Sumber : Data Primer, Februari 2011
       Dari tabel 6 (Distribusi responden berdasarkan status gizi dan
kesehatan ibu hamil dan ibu balita ) dapat dilihat bahwa riwayat kehamilan


                                                                          23
Gravid 51 Responden (29,1%),Partus 50 responden (28,1%) dan abortus
5 responden (2,8%). sedangkan yang memeriksakan kehamilan pada
kehamilan terakhir   sebanyak     51 responden (100%). Adapun yang
memeriksakan kehamilan      sebagian besar yaitu bidan (27,3%).tempat
memeriksakan kehamilan sebagian besar di rumah bidan (18,2%).adapun
alasan memilih tempat pemeriksaan tersebut karena mudah dijangkau
(19,3%).bentuk-bentuk pelayanan yang diperoleh yaitu timbangan berat
badan dan pemeriksaan tekanan darah (100%),pemberian tablet fe dan
penyuluhan gizi (23,3%),imunisasi TT dan pengukuran tinggi fundus urteri
(26,7%),pengukuran tinggi badan (27,8%) dan pengukuran lingkar lengan
atas (25,6%).hampir seluruh ibu hamil menerima tablet tambah darah
(49,8%).kepemilikan buku KIA/KMS (100%)




       4.1.7. Status Gizi dan Kesehatan Anak
                     Hasil pengumpulan data mengenai status gizi dan
             kesehatan anak dapat dilihat dalam tabel berikut.
                            TABEL 7
       DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN STATUS GIZI DAN
           KESEHATAN IBU HAMIL DUSUN CAMBA TOA, DESA
          PA’BUNDUKANG KEC. PANGKAJENE KAB. PANGKEP
                          TAHUN 2011

 No.                                                         persentase
                      Variabel                    (n=51)
                                                                (%)
  1    Yang membantu persalinan Ibu
        1. Tidak ada ( melahirkan sendiri )          1            0,6
        2. Dukun                                     5            2,8
        3. Dokter                                    7            4,0
        4. Keluarga                                  1            0,6
        5. Bidan                                    36           20,5
        6. Lainnya ( di rumah )                      1            0,6




                                                                        24
2   Status kelahiran:
       1. Aterm (lahir cukup bulan)           51      100
       2. Prematur ( lahir tidak cukup         0       0
           bulan)

3   Berat anak yang ditimbang (waktu lahir)
       1. <3200 gram                          30      17,0
       2. > 3200 gram                         18      10,3
       3. Tidak tahu                           3       1,7

4   Anak diimunisasi
       1. Ya
                                              49   27,8
       2. Tidak
                                               2   1,1
5   Imunisasi yang diperoleh
       a. BCG                                 47      26,7
          1. Ya                                2       1,1
          2. Tidak
       b. DPT1                                47      26,7
          1. Ya                                2       1,1
          2. Tidak
       c. DPT2                                47      26,7
          1. Ya                                2       1,1
          2. Tidak
       d. DPT3                                47      26,7
          1. Ya                                2       1,1
          2. Tidak
       e. Polio 1                             47      26,7
          1. Ya                                2       1,1
          2. Tidak
       f. Polio 2                             47      26,7
          1. Ya                                2       1,1
          2. Tidak
       g. Polio 3                             47      26,7
          1. Ya                                2       1,1
          2. Tidak
       h. Campak                              46      26,1
          1. Ya                                3       1,7
          2. Tidak
       i. Hepatitis B1                        47      26,7
          1. Ya                                2       1,1
          2. Tidak
       j. Hepatitis B                         47      26,7
          1. Ya                                2       1,1
          2. Tidak
       k. Hepatitis B3                        47      26,7
          1. Ya                                2       1,1


                                                             25
             2. Tidak

7    Anak pernah dan atau sedang sakit
     (dalam 1 bulan terakhir)
     1 ya                                        22   12,5
     2 tidak                                     29   16,5
8    Gejala anak yang sakit:
        a. Demam
            1. Ya                                13
            2. Tidak                                     7,4
                                                 10
        b. Batuk                                         5,7
            1. Ya                                13
            2. Tidak                                     7,4
                                                  9
        c. Beringus                                      5,1
            1. Ya                                 5
            2. Tidak                                     2,8
                                                 17
        d. Berak-berak                                   9,7
            1. Ya                                 5
            2. 2. tdak                                   2,8
                                                 17
        e. Lainnya (benjolan &panas                      9,7
                                                  2
            muntah)                                      1,1

9    Tempat Orang tua/ kerabat membawa
     anak yang sakit:
        a. Dukun                                 1       0,6
        b. Puskesmas/pustu                       6       3,4
        c. Posyandu                              2       1,1
        d. Rumah sakit                           2       1,1
        e. Rumah Bidan/Perawat/Mantri            6       3,4
        f. Di rumah saja                         5       2,8

10   Tindakan jika anak sakit pada malam
     hari
        a.   Mengobati sendiri                   34   19,3
        b.   Memanggil/membawa ke dokter          7   4,0
        c.   Ke rumah sakit/puskesmas             9   5,1
        d.   Lainnya ( dibawa ke rumah bidan )    1   0,6

11   Pelayanan yang di peroleh di posyandu
        a. penimbangan balita
           1. ya                                 45      25,6
           2. tidak                               2       1,1
        b. pemberian imunisasi
           1. ya                                 27      15,3
           2. tidak                              20      11,4
        c. penyuluhan kesehatan
                                                 25      14,2


                                                                26
           1. ya                                 22         12,5
           2. tidak
        d. pemberian makanan tambahan            22         12,5
           1. ya                                 25         14,2
           2. tidak
        e. pemberian vitamin A                   27         15,3
           1. ya                                 20         11,4
           2. tidak


        f.   lainnya ( konsultasi dengan kader
             posyandu )
             1. ya                                9          5,1
             2. tidak                            34         19,3

12   Ibu yang diberikan Kartu Menuju Sehat
     (KMS)/ KIA                                  49   27,8
             1. ya
                                                  2   1,1
             2. tidak

13   Statuz gizi balita menurut (KMS)
        a. normal                                49         27,8
        b. tidak memiliki buku KIA/KMS            2          1,1

14   Anak pernah atau sedang disusui
             1. ya                               49   27,8
             2. tidak                             2   1,1

15   Pemberian colostrum kepada bayi ibu
             1. ya                               49   27,8
             2. tidak                             2   1,1

16   Bayi sebelum diberi ASI diberikan
     makanan atau minuman
        a. air putih                             15   8,5
        b.   air gula                             8   4,5
        c.   madu                                 4   2,3
        d.   tidak diberi makan/minum             7   4,0
        e.   susu bubuk                          11   6,3

17   Makanan atau minuman yang diberikan
     sebelum ASI
        a.   bubur susu                          15   8,5
        b.   bubur beras                         16   9,6
        c.   nasi                                 6   3,6
        d.   bubur instan buatan pabrik           7   4,0



                                                                   27
 18    Umur anak tidak diberi ASI lagi
       1 < 6 Bulan                                    4      2,4
       2 6 – 12 Bulan                                18      10,8
       3 >12 Bulan                                   12      7,2
       4 Masih susu                                  24      14,4
Sumber : Data primer Februari 2011
       Dari tabel 7 (distribusi responden berdasarkan status gizi dan
kesehatan ibu hamil) Dapat dilihat bahwa sebagian besar yang membantu
persalinan ibu      adalah bidan dan dukun (23,3%).jumlah anak yang
dilahirkan semuanya tunggal (persentase (%)).status kelhiran yaitu aterm
(lahir cukup bulan) (100%).sedangkan jumlah anak yang ditimbang waktu
lahir 22 anak dengan berat sebagian besar ≥2500 gram (79,2%).adapun
imunisasi yang di peroleh yaitu DPT 3,polio1,polio 2 dan polio 3 (26,3 %),
DPT 1 dan DPT 2 (25,0%),BCG,hepatitis B1,B2 daan B3 (23,7%),Campak
22,4%.adapun anak pernah atau sedang sakit dalam 1 bulan terakhir
hanya (41,7%) dimana gejalanya sebagian besar batuk (25,0%)           dan
tempat orang tua/kerabat membawa anak yang sakit sebagian besar
dipuskesmas/pustu (20,8%).adapun balita yang pernah dibawa ke
posyandu (83,3%).sedangkan pelayanan yang di peroleh di posyandu
yaitu pemberian vit amin A (),penimbangan balita (),pemberian imunisasi
dan pemberian makanan tambahan () dan penyuluhan kesehatan
().adapun ibu yang diberikan kartu menuju sehat (KMS)/KIA (persentase
(%)).sedangkan status gizi balita menurut (KMS) hampir seluruhnya
normal (91,7%).Adapun anak pernah atau sedang disusui mencakup
seluruhnya (persentase (%)).dan pemberian colostrum kepada bayi ibu
(79,2%).sebagian besar bayi sebelum diberi ASI diberikan makanan atau
minuman 58,3%.adapun makanan atau minuman yang diberikan sebelum
ASI yaitu susu bubuk (33,3%).dan umur anak tidak diberi ASI lagi rata-
rata >6 bulan (37,5%).dan kebanyakan        makanan pertama kali yang
diberikan yaitu serelac (2,6%).




                                                                       28
      4.1.8. kondisi Keluarga Berencana
                    Hasil pengumpulan data mengenai kondisi keluarga
              berencana dapat dilihat dalam tabel berikut.
                            TABEL 8
     DISTRIBUSI RESPONDEBERDASARKANKELUARGABERENCANA
             DUSUN CAMBA TOA, DESA PA’BUNDUKANG,
                 KEC. PANGKAJENE KAB. PANGKEP
                          TAHUN 2011

No                        Variabel                 (n=176)   persentase
                                                                (%)
1     Mengikuti program KB
        1 ya                                           54          30,7
        2 tidak                                        122         69,3
2     Tempat pelayanan KB
         a.   Puskesmas
                                                  38         21,6
         b.   Posyandu
                                                  9          5,1
         c.   Rumah sakit
                                                  3          1,7
         d.   Lainnya (Bidan, dokter praktek,
              Rumah Bidan)                        3          1,7
3     Alasan tidak mengikuti KB
                                                       64
                                                       15
         1.   Ingin Punya Anak
                                                       5           36,4
         2.   Dilarang Suami atau Keluarga
                                                       23           8,5
         3.   mahal
                                                       7            2,8
         4.   Susah Mendapatkan
                                                                   13,1
         5.   Tidak Ada Suami/Istri
                                                                    4,0
         6.   Lainnya :

              -baru melahirkan                         1            0,6
              -berjauhan dengan suami                  1            0,6
              -cukup umur                              1            0,6
              -dilarang dokter                         1            0,6
              -meninggal suaminya                      1            0,6
              -sudah tua                               2            1,1
              -tidak cocok                             2            1,1
              -umur tidak mendukung                    2            1,1
4     Metode KB                                         1
        1. IUD / Spiral                                 27          0,6
        2. Suntikan                                     1          15,3
        3. Implant atau Susuk                           22          0,6
        4. Pil                                         124         12,5
        5. Tidak KB                                     1          70,5


                                                                          29
          6. Lainnya ( KB alami/Tradisional )                              0,6


  5    Jenis keluhan Penggunaan KB
          1.   Tidak ada                                      44        25,0
          2.   Sakit Kepala                                    5         2,8
          3.   Badan Kurus                                     8         4,5
          4.   Tidak KB                                       118       67,0
          5.   Lainnya : ( merasa dingin )                     1         0,6

  6    Umur saat melahirkan anak pertama
       1. <20 Tahun                                      39         23,4
       2. 20 - 35 Tahun                                  93         55,8
       3. > 35 Tahun                                     4          2,4
          Belum pernah melahirkan                        40         24,0

  7    Jarak Kelahiran Anak (Tahun)
          1.   Anak Pertama                              36         20,5
          2.   < 1 Tahun                                 7          4,0
          3.   1 - 2 Tahun                               30         17,6
          4.   3 - 4 Tahun                               35         19,9
          5.   ≥ 5 Tahun                                 27         15,3

Sumber : data primer 2011
       Dari    Tabel    8     (distribusi    responden   berdasarkan       keluarga
berencana) dapat dilihat bahwa lebih banyak yang mengikuti program KB
(48,7%).adapun         tempat      pelayanan      KB     sebagian      besar        di
puskesmas/pustu             (31,4%).sedangakan      alasan      masyarakat       tidak
mengikuti KB yaitu sebagian besar karena dilarang suami atau keluarga
(11,8%) .Metode KB yang digunakan sebagian besar adalah suntikan
(27,6%).adapun jenis keluhan penggunaan KB kebanyakan sakit kepala
(7,9%).Umur saat melahirkan anak pertama sebagian besar 20-3 tahun
(55,3%),dimana jarak kelahiran anak rata-rata 3-4 tahun (26,1%).




                                                                                   30
     4.1.9. Gizi Keluarga
                      Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik gizi
             keluarga dapat dilihat dalam tabel berikut.
                           TABEL 9
       DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN GIZI KELUARGA
             DUSUN CAMBA TOA DESA PA’BUNDUKANG
            KEC.PANGKAJENE KAB.PANGKEP TAHUN 2011

No                      Variabel                    (n=76)   persentase
                                                                (%)
1    Frekuensi makan sehari dalm keluarga
        1. 2 Kali                                    17          9,7
        2. 3 Kali                                    157        89,2
        3. > 4 Kali                                   2          1,1

2    Kebiasaan sarapan pagi
       1. Ya                                         168        95,5
       2. Tidak                                       8          4,2


        3.

3    Makanan pokok yang sering dikonsumsi
     Beras                                           176        100

4    Jenis sayuran yang dikonsumsi

        1. Sayuran Berwarna Hijau (kangkung,         127        72,2
           bayam, dsb)
        2. Sayuran Berwarna Kekuningan                 4        2,3
           (wortel, labu, dsb)
        3. Sayuran yang berwarna hijau dan            16        9,1
           kekuningan.
        4. Sayuran tidak berwarna                     0          0
        5. Sayuran yang berwarna hijau dengan         12        6,8
           tidak berwarna
        6. Sayuran berwarna kekuningan
                                                       1        0,6
           dengan tidak berwarna
                                                      16        9,1
        7. Sayuran berwarna hijau, kekuningan,
           dan tidak berwarna




                                                                       31
5    Ada tidaknya makanan pantangan
            1. Ya                             42   23,9
            2. Tidak                         134   76,1
6    Jenis makanan yang dipantang
           1.Daging                          5     2,8
           2.Daging kambing                  1     0,6
           3.ikan asin                       2     1,1
           4.ikan balana                     1     0,6
           5.ikan cakalang                   2     1,1
           6.Ikan jabir                      1     0,6
           7.Ikan masapi                     1     0,6
           8.Ikan mujair                     1     0,6
           9.kacang                          1     0,6
           10.Kangkung                       3     1,7
           11.Kepiting                       1     0,6
           12.Kopi                           1     0,6
           13.indomie                        1     0,6
           14.Telur                          7     3,9
           15.udang                          9     5,6
           16.siput                          3     1,7
           17.ubi                            1     0,6
7    Menggunakan garam beryodium
        1. Ya                                81    46,0
        2. Tidak                             95    54,0

8    Kadar garam beryodium yang dikonsumsi
       1. 0 ppm                              95    54,0
       2. < 30 ppm                           14     8,0
       3. 3.≥ 30 ppm                         67    38,1

9    Bentuk Garam Beryodium yang di
     konsumsi
        1. Halus                             53    30,1
        2. Kasar                             28    15,9
        3. Tidak    menggunakan     Garam
                                             95    54,0
           beryodium

10   Cara Memperoleh Garam Beryodium
        1. Diberikan                         1      0,6
        2. Dibeli                            80    45,5
        3. Tidak menggunakan Garam           95    54,0
        4. beryodium




                                                          32
 11   Tempat Membeli Garam Beryodium
        1. Pasar                                       16             9,1
        2. Warung                                      55            31,3
        3. Toko                                        9              5,1
                                                       1              0,6
        4. Pedagang keliling
        5. Tidak menggunakan Garam
           beryodium                                   95            54,0
Sumber : Data Primer 2011
       Dari Tabel 9 (distribusi responden berdasarkan gizi keluarga )dapat
dilihat bahwa masyarakat Camba Toa sebagian besar sudah memiliki
kebiasaan makan 3kali dalm sehari (81,6%) dan kebiasaan sarapan pagi
(90,8%).masyarakat      Pa’bundukang    seluruhnya     mengkonsumi      beras
sebagai mkanan pokok (persentase (%)).adapun jenis sayuran yang
dikonsumsi     sebagian      besar   adalah     sayuran     berwarna    hijau
(kangkung,bayam,dsb)        (55,3%).sedangkan    ada      tidaknya   makanan
pantangan sebagian besar tidak ada (60,5%).dan jenis makanan yang
dipantang sebagian besar adalah kangkung (9,2%).hampir seluruh
masyarakat sudah menggunakan garam beryodium (84,2%).dan sebagian
besar kadar garam beryodium yang dikonsumsi adalah ≥30 ppm
(46,1%).adapun bentuk garam beryodium yang dikonsumsi kebanyakan
adalah kasar (59,2%).cara memperoleh garam beryodium kabanyakan
dengan dibeli (89,4%).tempat membeli garam tersebut rata-rata di warung
(52,0%).




                                                                            33
     4.1.10 Pola Pencarian Pengobatan Rumah Tangga
                      Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
            pola pencarian pengobatan ruamah tangga dapat dilihat
            dalam tabel berikut.
                          TABEL 10
     DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN POLA PENCARIAN
        PENGOBATAN RUMAH TANGGA DUSUN CAMBA TOA,
             DESA PA’BUNDUKANG KEC.PANGKAJENE
                   KAB.PANGKEPTAHUN 2011

                    Variabel                  (n=76)   Persentase
                                                          (%)
1   Anggota Keluarga yang sakit 1 Bulan
    Terakhir
       1. Ya                                   58         33,0
       2.Tidak                                 118        67,0
2   Gejala Sakit
       1.Demam                                  30        17,0
       2.Sakit Kepala                           10         5,7
       3.Demam dan sakit kepala                  1         0,6
       4.beringus                                6         3,4
       5.demam dan beringus                      1         0,6
       6.berak-berak                             4         2,3
       7.Lainnya :
             -ambeien                           1          0,6
             -batuk                             2          1,1
             -diare                             1          0,6
             -jantung                           1          0,6
             -sakit gigi                        1          0,6
             -Sesak nafas                       1          0,6
       8.tidak ada yang sakit                  117        66,5

3   Tempat Mencari Pertolongan Jika Sakit
        1.Posyandu                               9         5,1
        2.Dokter/Mantri                         23        13,1
        3.Puskesmas/Pustu                       43        24,4
        4.Bidan                                  6         3,4
        5.Rumah Sakit                            9         5,1
        6.Obat tradisional                      49        27,8
        7.Obati Sendiri                         35        19,9
        8.Lainnya : ( tetangga )                 2         1,1

4   Kepesertaan Jaminan Pemeliharaan
    Kesehatan



                                                                 34
             1.Ya                                     55            31,3
             2.Tidak                                  121           68,8
  5    Jenis Asuransi :
             1.Askes PNS                              10             5,7
             2.Jamsostek                              18            10,2
             3.Askeskin/ Jamkesmas/ Jamkesda          28            15,9

Sumber :data primer 2011
       Dari tabel 10 (distribusi responden berdasarkan pola pencarian
pengobatan rumah tangga) dapat dilihat bahwa lebih banyak anggota
keluarga yang sakit 1 bulan terakhir (56,6%) dan gejala sakit yang diderita
rata-rata sakit kepala (25,58%).adapun tempat mencari pertolongan jika
sakit sebagian besar di puskesmas/pustu (40,8%).kepesertaan jaminan
pemeliharaan kesehatan masyarakat dusun Pa’bundukang lebih besar
tidak ada (55,3%).sedangkan yang ikut rata-rata jenis asuransi yang
dimiliki yaitu Askeskin/jamkesmas/jamkesda (41,17%)




       4.1.11 Pemahaman Keagamaan Keluarga
                           Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
               rumah tangga dapat dilihat dalam tabel berikut.
                              TABEL 11
           DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PEMAHAMAN
                 KEAGAMA’AN DUSUN CAMBA TOA DESA
                    PA’BUNDUKANG KECPANGKAJENE
                       KAB.PANGKEP TAHUN 2011

 No.                       Variabel                 (n=351)      persentase
                                                                    (%)
  1    Mampu Menulis Huruf Arab
         1. Ya                                        515           74,4
         2. Tidak                                     151           21,8

  2    Tahu Cara Wudhu
          1. Ya                                       601           86,8
          2. Tidak                                     67           96,5

  3    Tahu Mandi Wajib
           1. Ya                                      521           75,3



                                                                           35
           2. Tidak                               147        21,2

  4    Tahu Tayyamum
           1. Ya                                  397        57,4
           2. Tidak                               271        39,2

  5    Tahu Istinja
           1. Ya                                  254        36,7
           2. Tidak                               414        59,6

  6    Bentuk Usaha yang dilakukan Agar Dapat
       Baca Al Quran
           1. Diajar oleh Anggota Keluarga         64        36,4
           2. Belajar di TPA                      111        63,4

  7    Tempat belajar menulis Arab
           1. Sekolah                             86         48,9
           2. TPA                                 84         47,7
           3. Lainnya:
              - Rumah                              2          1,1
              - Rumah pak imam                     1          0,6
              - tidak ada                          1          0,6
              - tidak mampu                        1          0,6

Sumber : Data primer,Februari 2011

       Dari tabel 11 (distribusi responden berdasarkan pemahaman
 keagamaan) dapat diketahui bahwa masyarakat yang mampu menulis
 huruf arab (64,1%).yang tahu cara wudhu (83,8%).yang tahu mandi wajib
 (74,1%).masyarakat yang tahu tayammum (73,2%).yang tahu istinja
 (49,0%).adapun bentuk usaha yang dilakukan      agar dapat baca Al-
 Qur’an yaitu diajar oleh anggota keluarga (46,1%) dan belajar di TPA
 (46,1%).adanya upaya yang dilakukan agar dapat menulis huruf Arab
 (persentase (%)).sedangakan tempat belajar menulis Arab sebagian
 besar di sekolah (52,6%)




                                                                    36
   4.1.12. Perilaku Hygienis
                       Berdasarkan hasil pendataan PBL I tentang perilaku
                   higienis masyarakat Kelurahan Pampang yang telah
                   didata diperoleh data sebagai berikut:

                         TABEL 11
   DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PERILAKU HIGIENIS
  DUSUN CAMBA TOA, DESA PA’BUNDUKANG, KEC. ANGKAJENE,
                 KAB. PANGKEP TAHUN 2011

                                                              persentas
 No                      Variabel                   (n=654)
                                                                e (%)
 1.    Cuci tangan pakai sabun sebelum
       makan
          1. Ya                                         475      66,6
          2. Tidak                                      179   25,9

 2.    Cuci tangan pakai sabun sebelum
       menyiapkan makanan
          1. ya                                         204      29,5
          2. tidak                                450            65,0

 3.    Cuci tangan pakai sabun setelah
       BAB/menceboki bayi
          1. ya                                         516      74,6
          2. tidak                                      138      19,9

 4.    Cuci tangan pakai sabun setelah
       memegang binatang
          1. ya                                   184            26,6
          2. tidak                                471            68,1



 5.    Tempat BAB
          1. Jamban                                     582      84,1
          2. Kolam                                       23       3,3
          3. Sunga                                       24       3,5

Sumber : Data Primer, Februari 2011
       Dari tabel 11 (distribusi Responden berdasarkan perilaku higienis)
 dapat dilihat bahwa hampir semua masyarakat Pa’bundukang cuci
 tangan pakai sabun sebelum makan (314 org).sedangkan kebiasaan cuci



                                                                        37
 tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan hanya (202 org).cuci
 tangan pakai sabun setelah BAB / mencebok bayi (286 org),cuci tangan
 pakai sabun setelah memegang binatang (240 org).adapun tempat BAB
 sebagian besar memfunsikan jamban (82,3%)


      4.1.13.   Penggunaan Tembakau dan Alkohol
                      Hasil    pengumpulan   data   mengenai   karakteristik
                   penggunaan tembakau dan alkohol dapat dilihat dalam
                   tabel berikut.

                           TABEL 12
     DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PENGGUNAAN
          TEMBAKAU DAN ALKOHOL DUSUN CAMBA TOA
            DESA PA’BUNDUKANG, KEC. PANGKAJENE,
                  KAB. PANGKEP TAHUN 2011
 No.              Variabel            (n=561)   persentase
                                                   (%)
 1.  Pernah merok
      1. YA                              76        11,0
      2. Tidak                          598        80,9

 2.      Satu tahun terakhir mengkonsumsi
         minuman beralkohol
            1. Ya                                    2            0,3
            2. Tidak                                653          94,4
Sumber : Data Primer, Februari 2011
         Dari tabel 12 (distribusi responden berdasarkan penggunaan
 tembakau dan alkohol) dapat dilihat bahwa sebagian besar masyarakat
 tidak pernah merokok (80,9%).dan banyak masyarakat Pa’bundukang
 yang tidak mengkonsumsi minuman beralkoho satu tahun terakhir
 (99,1%).sedangkan yang mengkonsumsi minuman beralkohol satu bulan
 terakhir semunya tidak (persentase (%))




                                                                         38
 4.1.14.     Perilaku Konsumsi
                       Berdasarkan hasil pendataan PBL I tentang perilaku
                 konsumsi individu masyarakat Kelurahan Pampang yang
                 telah didata diperoleh data sebagai berikut :

                            TABEL 13
 DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PERILAKU KONSUMSI
     INDIVIDU DUSUN CAMBA TOA DESA PA’BUNDUKANG,
        KEC. PANGKAJENE, KAB. PANGKEP TAHUN 2011
                                               persentase
No.                Variabel            n=691
                                                  (%)
 1. Konsumsi buah dalam seminggu
       1. < 3 hari                      281       40,0
       2. ≥ 3 hari                      139       20,1
       3. Tidak pernah                  158       22,8

2.   Besar porsi
        1. 1 – 2 porsi                               393            56,8
        2. 3 – 4 porsi                               16              2,3
        3. ≥ 4 porsi                                  6              0,8

3.   Konsumsi sayuran segar dalam
     seminggu
        1. < 3 hari                                  179         25,8
        2. ≥ 3 hari                                  421         60,8
        3. Tidak pernah                              25          3,6

4.   Besar porsi
        1.   1 porsi                                 466            67,3
        2.   2 porsi                                 105            15,2
        3.   3 porsi                                 37              5,3
        4.   4 porsi                                  5              0,7
        5.   5 porsi                                  5              0,7

5.   Konsumsi makanan manis
        1.   > 1 kali per hari                       208            30,1
        2.   1 kali per hari                         131            18,9
        3.   3 – 6 kali per minggu                   139            20,1
        4.   1 – 2 kali per minggu                   105            15,2
        5.   ≤ 3 kali per bulan                      22              3,2
        6.   Tidak pernah                             0               0




                                                                           39
6.   Makanan asin
        1.    > 1 kali per hari       208   30,1
        2.    1 kali per hari         131   18,9
        3.    3 – 6 kali per minggu   139   20,1
        4.    1 – 2 kali per minggu   105   15,2
        5.    ≤ 3 kali per bulan      22     3,2
        6.    Tidak pernah             0      0

7.   Makanan berlemak
        1.    > 1 kali per hari        7     1,0
        2.    1 kali per hari         16     2,3
        3.    3 – 6 kali per minggu   26     3,8
        4.    1 – 2 kali per minggu   214   30,9
        5.    ≤ 3 kali per bulan      307   44,4
        6.    Tidak pernah             0      0

8.   Jeroan
        1.    > 1 kali per hari        7     1,0
        2.    1 kali per hari          1     0,1
        3.    3 – 6 kali per minggu    6     0,9
        4.    1 – 2 kali per minggu   61     8,8
        5.    ≤ 3 kali per bulan      288   41,6
        6.    Tidak pernah             0      0

9.   Makanan dibakar/dipanggang
        1.    > 1 kali per hari        1     0,1
        2.    1 kali per hari         10     1,4
        3.    3 – 6 kali per minggu   109   15,8
        4.    1 – 2 kali per minggu   381   55,1
        5.    ≤ 3 kali per bulan      96    13,9
        6.    Tidak pernah             0      0

10. Makanan yang diawetkan
        1.    > 1 kali per hari        9     1,3
        2.    1 kali per hari          3     0,4
        3.    3 – 6 kali per minggu   57     8,2
        4.    1 – 2 kali per minggu   245   35,4
        5.    ≤ 3 kali per bulan      193   27,9
        6.    Tidak pernah             0      0

11. Minuman berkafein
        1.    > 1 kali per hari        2     0,3
        2.    1 kali per hari         32     4,6
        3.    3 – 6 kali per minggu   79    11,4
        4.    1 – 2 kali per minggu   81    11,7
                                      256   37,0


                                                   40
            5. ≤ 3 kali per bulan                  0            0
            6. Tidak pernah

 12. Bumbu penyedap
       1.   > 1 kali per hari                     13            1,9
       2.   1 kali per hari                       346          50,0
       3.   3 – 6 kali per minggu                 186          26,9
       4.   1 – 2 kali per minggu                 33            4,8
       5.   ≤ 3 kali per buan                     28            4,0

Sumber : Data Primer, Februari 2011
       Dari tabel 13 (distribusi responden berdasarkan perilaku konsumsi
indiviu) dapat dilihat bahwa sebagian besar masyarakat konsumsi buah
dalam seminggu <3 hari (59,8%).adapun besar porsinya sebagian besar
1-2 porsi (59,3%).sedangkan konsumsi sayuran segar dalam seminggu
sebagian besar ≥3 hari (217%).adapun besar porsinya kebanyakan 1-2
porsi (259%).sedangkan konsumsi makanan manis sebagian besar >1 kali
per hari (34,5%) dan paling kecil ≤3 kali per bulan (3,1%).makanan
berlemak ≤3 kali.




                                                                      41
 4.1.15. Penyakit Menular

                   Berdasarkan     hasil   pendataan     PBL   I   tentang
               Penyakit menular di Kelurahan Pampang yang telah
               didata diperoleh data sebagai berikut :

                        TABEL 14
 DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PENYAKIT MENULAR
       DUSUN CAMBA TOA DESA PA’BUNDUKANG KEC.
          PANGKAJENE, KAB. PANGKEP TAHUN 2011
No.            Variabel          (n=561)   persentase (%)
1. Menderita pneumonia
       1. Ya                        5           0,7
       2. Tidak                    650         93,9

2.   Menderita demam thypoid
       1. Ya                                 19                2,7
       2. Tidak                              636               91,9

3.   Menderita Diare/Mencret
       1. Ya                                 13                  1,9
       2. Tidak                              642               92,8

4.   Menderita malaria
       1. Ya                                 11                 1,6
       2. Tidak                              644               93,1

5.   Menderita campak
       1. Ya                                  2                0,3
       2. Tidak                              653               94,4

6.   Menderita DBD
       1. Ya                                  1                0,1
       2. Tidak                              651               94,1

7.   Menderita hepatitis
       1. Ya                                  1                0,1
       2. Tidak                              654               94,1




                                                                       42
  8.   Menderita asma
         1. Ya                                       3             0,4
         2. Tidak                                   651           94,1

  9.   Menderita Penyakit Jantung
         1. Ya                                       3             0,4
         2. Tidak                                   652           94,2

 10.   Menderita TBC
         1. Ya                                       4             0,4
         2. Tidak                                   650           93,9
Sumber : Data Primer, Februari 2011
       Dari tabel 14 (distribusi responden berdasarkan penyakit menular)
dapat dilihat bahwa sebagian besar tidak menderita pneumonia
(97,7%).yang menderita demam thypoid hanya (4,3%).sedangkan yang
menderita     diare/mencret     (2,6%).   Yang   menderita   mlaria   hanya
(0,3%).sedangkan yang menerita DBD           sekitar (1,7%).yang menderita
hepatitis hanya (0,6%).menderita asma (1,7%).adapun yang menderita
penyakit jantung (0,6%).dan tidak ada yang menderita TBC.




                                                                         43
                                      BAB V
                              PEMBAHASAN


5.1. Data Kuantatif
      Hal-hal yang dibahas sehubungan dengan hasil pengalaman
belajar   lapangan    yang    kami     lakukan,   khususnya   di   Kelurahan
Pa’bunduang Kecamatan Pangkajene, pada dasarnya merupakan korelasi
atau keterkaitan berdasarkan hasil pendataan yang kami peroleh selama
± 2 minggu.


5.1.1. Karakteristik Sosial Ekonomi Rumah Tangga
           Berdasarkan hasil pendataan di Kelurahan Pa’bundukang
    kecamatan pangkajene, terdapat 176 KK dengan jumlah penduduk
    sebanyak 691 jiwa, dimana jumlah perempuan lebih banyak dengan
    jumlah ART > 5 orang 357 KK dengan kelompok umur terbanyak 15-
    29 tahun.
           Dilihat dari sudut pandang pengetahuan, mayoritas penduduk
    tidak tamat SD/MI dan tidak ditemukan angka buta huruf, ini
    menunjukkan tingkat pendidikan di daerah Camba Toa sudah agak
    membaik.
           Untuk pekerjaan      mayoritas wiraswasta dengan pendapatan
    118 KK ≥ Rp.905.000 berdasarkan hasil pendataan ditemukan masih
    banyak warga yang belum bekerja karena masih tergolong anak-anak
    dan usia sekolah.


5.1.2. Karasteristik Perumahan dan Lingkungan Rumah Tangga
           Untuk        kepemilikan      rumah    penduduk    di   kelurahan
    Pa’bundukang kecamatan Pangkajene rata-rata memiliki rumah
    panggung dan tidak menggunakan ventilasi dan jamban ( dengan
    kakus tertutup) dan jenis jamban yang tertutup sangat baik untuk
    kesehatan sebab jamban tertutup telah memenuhi syarat aturan


                                                                          44
   kesehatan yang dikemukakan oleh Ehlers dan Steel., dengan kondisi
   rumah ada yang berlantai kayu dan ada juga tegel sedangkan untuk
   dinding menggunakan kayu dan atap menggunakan seng.
         Dalam hal pembuangan limbah rumah tangga seluruh Rumah
   Tangga mengalirkan ke got dan dialirkan disekitar rumah. Dan hampir
   seluruhnya membuang dengan cara dibakar dan dibuang ke TPA.
   Untuk sumber air minum rata-rata menggunakan air galon dan sumur
   bersemen dengan kualitas fisik tidak keruh, tidak berasa, tidak berbau,
   tidak berwarna, dan tidak berbusa dan sebagian besar lebih memilih
   air galon ini menandakan bahwa kualitas air di masyarakat sudah
   baik sabab sudah sesuai dengan standar kesehatan, sebab air galon
   dan sumur bersemen yang dikonsumsi warga merupakan air yang
   telah mengalamai proses yang baik.


5.1.3. Pengeluaran rumah tangga
         Untuk pengeluaran rumah tangga, dalam hal pengeluaran
   pangan, dalam setahun itu ada 69 KK yang pengeluarannya itu <
   Rp.13.000.000 dan ada 61 KK yang pengeluarannya > Rp.
   13.000.000. dan untuk pengeluaran non pangan, sebagian besar
   pengeluarannya > Rp. 10.000.000 dalam setahun


5.1.4. Akses Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan
         Salah satu indikator penentu status kesehatan adalah masalah
   pelayanan kesehatan. Dalam hal ini dikaitkan dengan mudah atau
   terjangkaunya   tempat    pelayanan    kesehatan    oleh   masyarakat
   khususnya di Kelurahan Pa’bundukang serta penggunaan dan
   pemanfaatan kartu pelayanan kesehatan gratis tapi dilihat secara
   kasat mata masih banyak masyarakat di daerah ini belum memiliki
   akses ke pelayanan kesehatan.




                                                                       45
5.1.5. Perilaku Konsumsi Keluarga
           Pola komsumsi keluarga penduduk Camba Toa        sudah baik,
   sebagian besar sudah terbiasa sarapan       dengan frekuensi makan
   rata-rata 3 kali sehari          yang mana menjadikan beras sebagai
   bahan makanan pokok, data memperlihatkan bahwa komsumsi
   protein hewani terutama ikan sangat dominan sedangkan penggunaan
   protein nabati dalam hal ini tahu/tempe hanya sedikit.
           Komsumsi sayur bervariasi dari jenis sayur berwarna hijau
   (kangkung,bayam,dsb), sayur       berwarna kekuningan (wortel, labu,
   dsb),   sayur tidak berwarna dan kombinasi ketiganya. Dalam hal
   konsumsi buah, sebagian besar warga disana sudah mengkonsumsi
   buah-buahan.
           Makanan pantangan ditemukan pada 42 KK, dan untuk
   penggunaan garam beryodium 81 KK telah menggunakan dengan
   kadar rata-rata ≥ 30 ppm dengan bentuk halus yang paling banyak
   digunakan. Tempat memperoleh garam ada di warung, dipasar, di
   toko, dan ada juga yang diberikan.


5.1.6. Perilaku Konsumsi Individu
           Kebiasaan makan individu sangat mempengaruhi status gizi
   dan kesehatannya. indikator yang dilihat disini adalah kebiasaan
   makan buah, sayur, dan makanan yang lainnya. Tapi yang paling
   dipermasalahkan disini adalah frekuensi konsumsi bahan makanan
   olahan atau yang diawetkan serta minuman berkafein. Karena
   konsumsi dalam jumlah yang berlebihan dan secara kontinyu dapat
   memberikan efek negatif terhadap kesehatan baik di masa sekarang
   maupun di masa yang akan datang.
           Dari 578 individu dalam 176 KK di kelurahan Pa`bundukang
   kecamatan pangkajene, sebagian besar menkonsumsi buah dengan
   pola rata-rata < 3 hari dengan besar 1-2 porsi. Sedangkan untuk




                                                                    46
    komsumsi sayur segar dalam seminggu rata-rata ≥ 3 hari dan rata-rata
    sebanyak 1-2 porsi.
          Untuk komsumsi makanan manis frekwensi terbesar adalah 1
    kali per minggu begitu pula dengan makanan berlemak, makanan
    asin, makanan yang dibakar dan minuman yang berkafein, dan untuk
    konsumsi jeroan, frekuensi terbesarnya adalah < 3 kali per bulan,
    begitupun dengan makanan yang diawetkan. Dan untuk konsumsi
    bumbu penyedap, frekuensi terbesarnya adalah > 1 kali per hari.


5.1.7. Perilaku Higienis
          Indikator kesehatan yang lainnya adalah perilaku. Tentu saja
    perilaku yang senantiasa menjaga kebersihan diri adalah awal dari
    sehat. Indikator disini yang digunakan adalah mencuci tangan dengan
    menggunakan sabun setiap hari. mencuci tangan sangatlah baik
    dilakukan karena tanpa disadari tangan yang kita gunakan sering kali
    menyentuh benda atau barang yang mengandung kuman atau sarang
    penyakit. Dan hasil yang kami peroleh dari pendataan, perilaku
    higienis penduduk di kelurahan Pa’bundukang kecamatan pangkajene
    sudah sangat baik itu terlihat dari kebiasaan cuci tangan yang
    dilakukan oleh hampir semua responden diatas umur 5 tahun. Dan
    untuk tempat membuang air besar semua masyarakat menggunakan
    jamban.


5.1.8. Penggunaan Tembakau dan Alkohol
          Penggunaan tembakau dan alkohol di dusun Camba Toa
    kecamatan pangkajene, hanya sebagian kecil warganya ada yang
    merokok dan yang terlihat dari pendataan yang paling banyak adalah
    ayah dan anak laki-laki yang pada umumnya biasa merokok saat
    bersama ART lain. Dan untuk komsumsi alkohol hanya ditemukan 2
    orang dari semua responden yang pernah mengkonsumsi alkohol
    dalam satu tahun terakhir.


                                                                      47
5.1.9. Penyakit Menular
          Penyakit menular adalah penyakit yang sangat mudah menular
    kemana-mana karena disebabkan oleh agent yang dapat berpindah-
    pindah tempat. Dalam hal ini yang diteliti adalah penyakit pneumonia,
    demam thypoid, malaria, demam berdarah, diare, asma, campak,
    hepatitis. Serta pemberian obat pada kasus yang terjadi. Dalam hal
    ini, juga dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
    1. Selama sebulan terakhir (semua umur)
    2. Selama 12 bulan terakhir


5.1.10.      Penyakit Tidak Menular
          Penyakit tidak menular adalah penyakit non infeksi yang tidak
    dapat menular karena tidak disebabkan oleh agent. Dalam hal ini,
    yang diteliti adalah penyakit jantung, DM, kanker, stroke, hipertensi,
    serta katarak. Demikian pula jika telah diketahui terkena gejala namun
    belum didiagnosis dan belum teridentifikasi.


5.1.11.      Status Gizi Dan Kesehatan Ibu Hamil
          Status gizi dan kesehatan ibu hamil      sangatlah patut untuk
    diperhatikan karena ibu hamil sangatlah membutuhkan perlakuan
    yang sangat protektif, terutama pelayanan khusus pada ibu hamil
    yang daopat didapatkan di puskesmas atau tempat pelayanan
    kesehatan yang lainnya. Hal ini karena ibu hamil juga harus menjaga
    kesehatan bayi yang dikandungnya. Dan diharapkan jika kesehatan
    ibu bayi baik, maka bayi yang dilahirkan juga akan dalam keadaan
    yang baik atau normal.
          Dan berdasarkan hasil pendataan kami, Dari 51 orang wanita
    hamil dan yang memiliki anak balita, persentase kehamilan dan
    kelahiran adalah seimbang dan hanya 5 orang yang pernah terjadi
    kegagalan dalam kehamilan (abortus).




                                                                       48
           Pemeriksaan kehamilan untuk ibu hamil semuanya telah
    memperoleh pelayanan kesehatan yang baik. Dan untuk pemeriksaan
    lebih memilih ke bidan dengan alasan pelayanannya jauh lebih baik
    dan mudah dijangkau.
           Untuk tablet Fe semuanya memperoleh dan meminumnya,
    namun ada juga yang menyisakannya dengan alasan karena malas
    dan takut gemuk. Bentuk pelayanan kesehatan selama kehamilan
    yaitu timbang BB, pengukuran lingkar lengan atas, pemeriksaan
    tekanan darah, pemberian tablet Fe, dan penyuluhan gizi.


5.1.12.      Kesehatan bayi
           Untuk kesehatan bayi sudah baik dari 46 bayi yang kami data,
    seluruhnya terlahir normal dengan berat lahir seluruh bayi ≥ 3500
    gram     dengan status kelahiran tunggal dengan frekwensi ibu
    memperoleh pemeriksaan kehamilan sudah baik.


5.1.13.      Imunisasi dan pemantauan pertumbuhan anak balita
           Imunisasi dan pemantauan pertumbuhan anak balita sangatlah
    perlu dilakukan karena dengan imunisasi yang diberikan pada anak,
    diharapkan dapat memberikan kekebalan tubuh balita terhadap kuman
    penyakit yang bisa masuk ke dalam tubuh balita kapan saja. Dari data
    yang kami peroleh, Sebagian besar masyarakat yang memiliki balita
    telah membawa anaknya ke puskesmas untuk mengikuti imunisasi.
    Berdasarkan data, dapat dilihat dari 46 balita frekuensi penimbangan
    dalam 6 bulan terakhir semuanya ditimbang dengan frekuensi
    berbeda-beda.
           Dari Semua balita yang kami data hanya 2 anak yang tidak
    mendapatkan imunisasi dan selebihnya sudah memperoleh imunisasi.
    Namun, belum semuanya lengkap tergantung dari umur balita.
    Sedangkan untuk KMS, semuanya memiliki tetapi hanya sedikit yang
    dapat memperlihatkan dengan catatan imunisasi dan selebihnya tidak


                                                                     49
    dapat menunjukkan        dengan alasan hilang dan ada juga yang
    disimpan oleh kader posyandu.


5.1.14.        Keluarga berencana
                 Keluarga berencana adalah salah satu program yang dapat
    mengatur jarak kelahiran dan frekuensi melahirkan. dalam hal ini yang
    akan ditanyakan adalah tentang penggunaan KB, alasan tidak
    menggunakan KB, di mana mendapatkan KB, jenisnya, umur ibu
    ketika    melahirkan anak pertama dan jarak anak bungsu dengan
    kedua dari terkahir. Di sinilah dapat dilihat angka melahirkan di usia
    dini dan usia senja yang dianggap dapat beresiko terhadap
    keselamatan ibu dan bayinya. Dan berdasakan data yang kami
    peroleh, pasangan usia subur di kelurahan Pa’bundukang kecamatan
    pangkajene, hampir semuanya mengikuti program KB. Dan tempat
    memperoleh KB bervariasi ada yang di puskesmas, RS, posyandu,
    rumah bidan dan potek. Metode KB yang paling banyak digunakan
    adalah suntikan dengan keluhan-keluhan selama menggunakan alat
    kontrasepsi yakni badan semakin gemuk, sakit kepala, badan kurus,
    mual-mual, pusing dan haid tidak teratur namun banyak juga yang
    tidak mengalami keluhan
             Sebagian besar ibu melahirkan pertama kali pada usia sekitar
    20-25 tahun dengan jarak lahir antara anak yang terkecil yang paling
    banyak adalah 2-3 tahun dilihat dari usia melahirkan anak pertama
    dapat disimpulkan bahwa usia rata-rata ibu hamil yang terdata bukan
    termasuk usia risiko tinggi untuk melahirkan. Sebab untuk risiko tinggi
    yaitu hamil di atas usia 35 tahun dan dibawah usia 18 tahun.




                                                                        50
5.2. Data Kualitatif
    5.2.1. Faktor Pendukung
      a. Keramahan      masyarakat   dalam    menerima    kami   dalam
           melakukan pendataan, ini juga didukung oleh sosialisasi dari
           pemerintah setempat.
      b. Keadaan dusun Camba Toa yang aman dari gangguan, sangat
           mendukung dalam melakukan pendataan.
      c. Sangat mendukungnya pemerintah setempat untuk membantu
           dalam menghadapi masyarakat, juga sangat membantu.
    5.2.2. Faktor Penghambat
      a. Waktu dan kesibukan masyarakat membuat kami sulit untuk
           mendapatkan data masyarakat di tempat.
      b. Faktor kesibukan responden yang sangat padat adalah salah
           satu faktor yang cukup menghambat dalam proses pendataan.




                                                                    51
                                    BAB VI
                                 PENUTUP


a. Kesimpulan
           Berdasarkan uraian yang telah kami paparkan sebelumnya
   maka dapat diambil kesimpulan untuk mempermudah prioritas
   masalah, yaitu :
   1. Masyarakat di dusun Camba Toa kecamatan pangkajene yang
       terdata dominan adalah petani dan wiraswasta.
   2. Dari   segi      pendapatan    sebagian        besar     keluarga    memiliki
       pendapatan ≥ 905000.
   3. Seluruh penduduk di dusun Camba Toa kecamatan Pangkajene,
       mempunyai jamban dengan jenis jamban tertutup dan hanya
       sedikit yang memiliki ventilasi
   4. Sumber air minum yang digunakan sebagian besar bersumber
       dari sumur bersemen dan air galon. Dimana terdapat masyarakat
       yang memasak air minumnya sebanyak 89 KK (50,6 %).
   5. Masyarakat        dusun   Camba    Toa          kecamatan         Pangkajene
       membuang sampah di TPA sebanyak 61 KK (34,7 %).
   6. Sebagian        besar   penduduk   yaitu       67   KK    (38,1     %)   telah
       menggunakan garam beryodium dengan kadar ≥ 30 ppm


b. Saran
   1. Perlunya diadakan penyuluhan secara intensif dan kontinyu
       mengenai sanitasi lingkungan. Hal yang paling penting adalah
       adanya    kerjasama      dengan       stake    holder     sebab     perilaku
       masyarakat yang membuang sampah di sekitar rumah tidak hanya
       disebabkan oleh ketidaksadaran masyarakat tetapi karena tidak
       adanya tempat pembuangan sampah yang tersedia.
   2. Diharapkan adanya kerjasama antara masyarakat Dusun Camba
       Toa dan pemerintah setempat khususnya petugas kesehatan


                                                                                 52
   dalam    upaya    peningkatan   pelayanan   kesehatan   serta
   memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada.
3. Masalah kesehatan dan lingkungan merupakan masalah yang
   kompleks dan merupakan masalah kita bersama. Jadi perlu
   adanya kerjasama antara masyarakat, pemerintah, akademisi
   kesehatan serta stake holder.
4. Perlunya diadakan tinjauan ulang dari pemerintah mengenai
   distribusi kartu pelayanan kesehatan gratis sebab berdasarkan
   observasi langsung, masih banyak masyarakat yang mengaku
   membutuhkan kartu pelayanan kesehatan gratis tapi belum
   mendapatkan.




                                                             53
                         DAFTAR PUSTAKA


Fatimah, St. 2009. Panduan dan Jurnal Pengalaman Belajar Lapangan I,
      FKM UMI, Makassar
Laporan Hasil Pengalaman Belajar Lapangan I, Februari 2010. FKM UMI
      Makassar




                                                                   54
55
 GAMBAR SUASANA SEDANG WAWANCARA
  DENGAN SALAH SATU WARGA DUSUN
     CAMBA TOA




GAMBAR SUASANA PENYLUHAN DI SDN 11 KEL.
          PA’BUDUKANG




                                          56
GAMBAR SALAH SATU RUMAH DI DUSUN CAMBA TOA




 GAMBAR PADA SA’AT KERJA BAKTI DI TPU DUSUN
           CAMBA TOA




                                              57
58

								
To top