laporan lapangan
Description
dua bedo
Document Sample


BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Data Kuantitatif Rumah Tangga
Hasil pendataan kuantitatif PBL I di dusun camba toa
kelurahan Pa’bundukang kecamatan pangkajenne dapat dilihat
dalam bentuk tabel-tabel distribusi frekuensi berdasarkan hasil
pendatan terhadap 176 kk dengan jumlah penduduk 691 jiwa.
4.1.1. Karakteristik Rumah Tangga
Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
rumah tangga dapat dilihat dalam tabel berikut.
TABEL 1
DISTRIBUSI BERDASARKAN KARAKTERISTIK RUMAH TANGGA
DI DUSUN CAMBA TOA,DESA PA’BUNDUKANG,
KEC. PANGKAJE’NE, KAB. PANGKEP TAHUN 2011
Persentase
Variabel (n =176 )
No. (%)
1. Jumlah ART
1. ≤ 5 orang 7 4,2
2. > 5orang 169 95,8
2. Kelompok umur
0 - 59 bulan 58 8,4
5 - 6 tahun 27 3,9
7 - 9 tahun 45 6,6
10 - 14 tahun 75 10,9
15 - 29 tahun 191 27,7
30 - 45 tahun 176 25,3
46 - 59 tahun 78 11,3
≥ 59 tahun 41 5,7
3. Jenis kelamin
Laki-laki 335 48,3
Perempuan 357 51,7
Sumber:data primer,Februari 2011
Dari tabel 1 (Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik
Anggota Rumah Tangga) diketahui bahwa sebagian besar responden
terdiri dari ≤ 5 anggota rumah tangga (ART) dalam satu keluarga yaitu
sebanyak 7 KK (4,2%) sedangkan responden yang terdiri dari > 5 anggota
12
rumah tangga (ART) dalam satu keluarga yaitu sebanyak 169 KK (95,8%)
sebagian besar Dusun Cama Toa mempunyai penduduk yang berusia ≥
50 tahun sebesar 41 jiwa (5,7%), adapun RESPONDEN yang bejenis
kelamin laki-laki yaitu sebanyak 355 (48,3%) sedangkan responden yang
berjenis kelamin wanita yaitu sebanyak 357 (51,7%).
4.1.2. Karakteristik Sosial Ekonomi Rumah Tangga
Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik sosial
ekonomi rumah tangga dapat dilihat dalam tabel berikut.
TABEL 2
DISTRIBUSI RESPONDE BERDASARKAN KARAKTERISTIK SOSIAL
EKONOMI DI DUSUN CAMBA TOA, DESA PA’BUNDUKANG,
KEC. PANGKAJENE, KAB. PANGKEP TAHUN 2011
Persentase
No. Variabel (n =351 )
(%)
1. Pekerjaan
1. Petani 34 4,9
2. Pedagang/penjual 11 1,6
3. Buruh harian 6 0,9
4. Peg. Negeri/tni/polri 15 2,2
5. Peg. Swasta 24 3,5
6. supir 26 3,8
7. Nelayan 1 0,1
8. Wiraswasta 78 11,3
9. Ibu rumah tangga 155 22,5
10. Tidak bekerja 45 6,5
11. Belum bekerja 286 41,4
12. Tukang becak/gerobak 2 0,3
13. Pengrajin 1 0,1
14. Lainnya 3 0,4
2
Pendapatan
1. < Rp. 500.000
36 47,4
2. ≥ Rp. 500.000
36 47,4
3. Tidak memiliki pendapatan
4 5,3
3 Kepemilikan empang dan atau sawah
1. Punya 76 43,2
2. Tidak 100 56,8
4 Luas sawah/empang
13
1. < 5000 meter 31 17,4
2. 5000 meter 12 6,8
3. ≥ 5000 meter 33 18,6
5 Pendidikan
1. Tidak pernah sekolah 16 2,3
2. Tidak tamat SD/MI 19 2,7
3. Tamat SD/MI 264 38,9
4. SMP/MTs/sederajat 129 18,6
5. SMA/MA/sederajat 149 21,5
6. DiplomaI/II 10 1,4
7. S1 16 2,3
8. S2/S3 0 0
9. Belum sekolah 91 13,11
sumber : Data primer Februari 2011
Dari tabel 2 (ditribusi responden berdasarkan karakteristik sosial
ekonomi) dapat dilihat bahwa pekerjaan yang menjadi mata pencaharian
masyarakat di dusun camba toa begitu beragam tetapi yang menjadi
dominan adalah sebagai wiraswasta (11,3%),meskipun demikian tetapi
jika dilihat secara kesluruhan jumlah jiwa yang ada 692,masih banyak pula
masyarakat yang tidak bekerja (6,5%),setelah itu adalah sebagai ibu
rumah tangga (22,5%) dan yang terbanyak adalah masih belum bekerja
(41,4%) ini didalamnya adalah anak-anak.sedangkan status ekonomi
hampir seluruhnya tidak dikategorikan miskin (persentase (%)),dan
kepemilkan sawah ada sekitar (43,2%) sedangkan yang tidak memiliki
lebih banyak (56,8%). Adapun luas empang sawah yang memiliki
kebanyakan 5000-25.000 M2 yaitu (41,8%). sebagian besar warga dusun
Camba toa memiliki pendidikan terakhir SMA (21,5%) dan dan tidak
pernah sekolah sebanyak (2,3%).
14
4.1.3. karakteristik perumahan dan lingkungan
Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
peumahan dan lingkungan dapat dilihat dalam tabel berikut.
TABEL 3
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN KARAKTERISTIK
PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN RUMAH TANGGA
DESA PA’BUNDUKANG KEC PANGKAJENE
KAB. PANGKEP TAHUN 2011
No. Variabel (n =176) Persentase
(%)
1. Jenis rumah yang dimiliki
1. Panggung 138 78,4
2. Permanen 19 10,8
3. Semi Permanen 19 10,8
2. 1. Rumah yang dialiri oleh listrik dari 175 99,4 %
PLN
2. Rumah yang tidak dialiri listrik dari 1 0,6 %
PLN
3. Kepemilikan pekarangan
1. Punya 118 67,0
2. Tidak 58 33,0
4. Bila ya, digunakan untuk:
1. Ditanami sayur dan buah 26 14,8
2. Tempat pemeliharaan hewan ternak 1 0,6
3. Tidak digunakan 68 38,6
4. Lainnya (Tanam bunga) 23 13,1
5 Pemanfaatan hasil pekarangan
1. Ya 39 22,2
2. Tidak 79 44,9
15
6. Keadaan Lantai rumah
1. Semen 28 15,9
2. Tanah 13 7,4
3. Kayu 115 65,3
4. Batu 9 5,1
5. Lainnya
Tehel 11 12,0
Keadaan dinding rumah
1. Semen 4,0
2. Batu 7 10,8
3. Kayu 19 79,5
4. Bambu 140 0,6
1 5,1
5. seng
9
Keadaan Atap rumah
100
1. Seng
176
Sumber : Data Primer,Februari 2011
Dari Tabel 3 (distribusi responden berdasarkan karakteristik sosial
ekonomi ) dapat diketahui bahwa sebagian besar penduduk jenis rumah
yang dimiliki adalah rumah panggung sebanyak 138 KK (78,4%)adapun
jenis rumah permanen yaitu sebanyak 19KK (10,8%) dan memiliki rumah
semi permanen sebanyak 19 KK (10,8%). Hampir seluruh rumah sudah
dialiri listrik dari PLN sebanyak 175 KK (99,4%),. Kepemilikan pekarangan
sebanyak 118 KK (67,0%), sedangkan penggunaan pekarangan sebanyak
39 KK (22,2%) (persentase (%)), yang sebagian besar pekarangan
tersebut di gunakan menanami sayur dan buah sebanyak 26 KK (14,8%).
Adapun pemanfaatan hasil pekarangan sangat minim yaitu sebanyak 39
KK (22,2%), sedangkan keadaan lantai yang dimiliki oleh responden
sebagian besar yaitu yang memakai kayu sebanyak 115 KK (63,5%),
adapun lantai dari tanah 13KK (7,4%), yang dari semen 28KK (15,9) dan
yang memakai bahan lainnya yaitu tehel sebanyak 11 KK (12,0%).
Keadaan dinding yang dimiliki oleh responden yaitu yang memakai semen
sebanyak 7 KK (4,0%) yang memakai batu sebanyak19 KK (10,8%), yang
memakai kayu sebanyak 140 KK (79,5%),yang memaakai bambu
sebanyak 1 KK (0,6%), dan yang memakai seng sebanyak 9 KK (5,1%),
16
Keadaan Atap yang dimiliki oleh responden Dusun Camba Toa sebagian
besar memakai Seng yaitu sebanyak 176 KK (100%).
4.1.4. Karakteristik Kondisi Kesehatan Lingkungan Rumah Tangga
Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
Kondisi Kesehatan Lingkungan Rumah Tangga dapat dilihat
dalam tabel berikut.
TABEL 4
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN KONDISI KESEHATAN
LINGKUNGAN RT DESA PA’BUNDUKANG, KEC. PANGKAJENE,
KAB. PANGKEP TAHUN 2011
No. (n=176) persenta
Variabel
se (%)
1 Kepemilikan Jamban
1. Ya 155 88,1
2. Tidak 21 11,9
2 Jenis jamban
1. Kakus terbuka 131 74,4
2. Kakus tertutup 24 13,6
3 Pemanfaatan jamban untuk seluruh
keluarga
1. Ya 155 88,1
4 Pembuangan limbah
1. Penampungan/peresapan 15 8,5
2. Dialirkan ke got 66 37,5
3. Dialirkan ke sawah/kebun 14 8,0
4. Dialirkan ke sungai/pantai 14 8,0
5. Dialirkan ke sekitar rumah 66 37,5
6. Lainnya: kantongan 1 0,6
5 Pembuangan sampah
1. Dikumpul lalu dibakar 78 44,3
2. Dikumpulkan lalu ditimbun 17 9,7
3. Kebun/semak/sawah/tempat terbuka 4 2,3
4. Dibungkus lalu dibuang ke TPA 61 34,7
5. Lainnya (di sungai) 7 4,0
17
6. Sumber air minum
1. Sumur bersemen 57 32,4
2. PAH(Penampungan Air Hujan) 3 1,7
3. Sumur bor 30 17,0
4. Air ledeng 1 0,6
5. Air galon 85 48,3
7 Jarak sumber air minum
1. < 8 meter 62 35,2
2. 8 meter 5 2,8
3. ≥ 5 M 109 61,9
8 Memasak Air minum sebelum
dikonsumsi
1. Ya 89 50,6
2. Tidak 87 49,4
9 Bila tidak, Alasan tidak memasak
1. Air sudah bersih 81 46,0
2. Malas memasak 3 1,7
3. Tidak praktis 3 1,7
4. Lainnya,(merepotkan dan pakai air
galon) 89 50,6
10 Rumah memiliki ventilasi
1. Ya 65 36,9
2. Tidak 111 63,1
11 Alasan tidak mempunyai ventilasi
1. Tidak penting 42 23,9
2. Tidak bermanfaat 1 0,6
3. Tidak perlu 68 38,6
4. lainnya, sebutkan (tidak tahu) 65 36,9
12 Jenis Bahan Bakar yang digunakan
Gas 91 70
Minyak tanah dan Gas 37 28,5
Minyak tanah, kayu bakar dan gas 1 0,8
Batubara 1 0,8
Sumber : Data Primer, Februari 2011
Dari tabel 4 (distribusi responden berdasarkan kondisi kesehatan
lingkungan Rumah Tangga) dapat dilihat bahwa hampir seluruh warga
sudah memiliki jamban yaitu sebanyak 155 KK (88,1%). Adapun jenis
jamban sebagian besar kakus tertutup sebanyak 131 KK (74,4%),
sedangkan tempat BAB bagi masyarakat yang tidak memiliki jamban
sebagian besar di sungai sebanyak 11 KK (6,3%). Pemanfaatan jamban
18
bagi seluruh kelauarga sebesar 155 KK (88,1%). Adapun tempat
pembuangan limbah sebagian besar dialirkan ke got sebanyak 66 KK
(37,5%), sedangakan pembuangan sampah sebagian besar dikumpul lalu
dibakar sebanyak 78 KK (44,3%). Sebagian besar masyarakat Camba
Toa menjadikan air galon sebagai sumber air minum sebanyak 85 KK
(48,3%). Jarak sumber air minum masyarakat sudah sangat dekat yaitu <
5 M sebanyak 45 KK (25,6%). Kebanyakan dari mereka meminum air
yang telah dimasak sebanyak 89 KK (50,6%).adapun alasan bagi mereka
tidak memasak air minum karena air sudah bersih sebanyak 81 KK
(46,0%). Ada beberapa rumah yang mempunyai ventilasi sebanyak 65 KK
(36,9%), sedangkan masyarakat yang tidak mempunyai ventilasi beralsan
tidak perlu sebanyak 68 KK (38,6%). Jenis bahan bakar yang digunakan
sebagian besar yaitu gas sebanyak 131 KK (74,4%).
19
4.1.5. Pengeluaran Rumah Tangga
Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
pengeluaran rumah tangga dapat dilihat dalam tabel berikut.
TABEL 5
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PENGELUARAN
RUMAH TANGGA DUSUN CAMBA TOA, DESA PA’BUNDUKANG,
KEC. PANGKAJENE, KAB. PANGKEP
TAHUN 2011
No. Variabel (n=1372) persentase
(%)
1 1. Beras/ Gandum/ Jagung 176 100
2. Umbi-umbian 76 43,2
3. Ikan 173 98,3
4. Daging 6 3,4
5. Telur dan Susu 141 80,1
6. Sayur-sayuran 168 95,5
7. Kacang-kacangan 31 17,6
8. Buah-buahan 110 62,5
9. Minyak dan Lemak 158 89,8
10.Minuman 70 39,8
11. Rempah-rempah (bumbu) 149 84,7
12.Makanan Bayi (susu, Makanan 27 15,3
tambahan
13. Konsumsi bahan makanan lain
10 6,8
14. Makanan Olahan
22 12,5
15. Tembakau dan sirih
55 31,2
2 Sub total pengeluaran (1-15) 58,2
1. < Rp. 905.000 97 98,6
2. ≥ Rp. 905.000 79
20
3 a. Biaya pengeluaran untuk rumah,
bahan bakar, listrik dan air
1. < Rp. 99.000 129 73,4
2. 100.000 – Rp. 250.000 47 27,0
b. Pakaian
1. < Rp. 99.000 31 18,6
2. > 251.000 1 0,6
c. Furniture
1. < Rp. 99.000 0 0
2. > Rp.99.000 0 0
d. Pajak dan Asuransi
1. < Rp. 99.000 169 67,8
2. 100.000 – Rp. 250.000 5 2,8
2 1,2
3. > 251.000
4 Subtotal pengeluaran (a-e)
1. < Rp. 905.000 97 58,2
2. ≥ Rp. 905.000 78 46,8
5 Total Pengeluaran point I + II
1. < 2.500.000 45 27,0
2. ≥ 2.500.000 131 73,0
Sumber : Data Primer Februari 2011
Dari tabel 5 (distribusi responden berdasarkan pengeluaran rumah
tangga) dapat dilihat bahwa pengeluaran untuk beras (100%). sedangkan
umbi-umbian (43,2%) .ikan (90,3%),daging hanya (3,4%),telur dan susu
(80,%). Sayur-sayuran(95,9%). kacang-kacangan hanya (4,42%).dan
untuk buah-bauahan (62,5%). sedangka minyak dan lemak
(89,8%).minuman hanya (39,8%). Sedangkan untuk rempah-rempah
(84,7%).dan makanan bayi (15,3%). sedangkan untuk konsumsi makanan
lain sekitar (6,8%). Bahan olahan hanya (12,5%) dan pengeluaran untuk
tembakau dan sirih berkisar (31,2%).sehingga sub total pengeluaran dari
beras sampai telur dan susu (1-5) yang ≥ Rp.905.00 lumayan banyak
berkisar (99,4%) dan ≥ Rp. 905.000 hanya (0,6%).
Disamping itu biaya untuk rumah,bahan bakar,listrik dan air sebagian
besar <Rp.99.000 (73,4%),sedangkan pakaian juga <Rp.99.000 (18,6%)
dan pengeluaran untuk furnitur ≥ Rp.251.00 tidak ada pengeluaran nya
jadi (0,0%). Dalam satu bulan terekhir wraga Camba Toa tidak ada
21
Pengeluaran untuk pesta dan perayaan. sehingga sub total pengeluaran
(a-e) yang < Rp. 905.000 hanya (58,2%) dana ≥ Rp. 905.000 sekitar
(46,8%). Jadi total pengeluaran pangan dan sandang seluruhnya adalah
yang < Rp. 2.500.000 hanya (61,0%) dan yang ≥ Rp. 2.500.000 sangatt
sedikit (39,0%).
4.1.6. Status Gizi dan Kesehatan Ibu Hamil dan Ibu Balita
Hasil pengumpulan data mengenai status gizi dan
kesehatan ibu hamil dan ibu balita dapat dilihat dalam tabel
berikut.
TABEL 6
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN STATUS GIZI DAN
KESEHATAN IBU HAMIL DAN IBU BALITA DUSUN CAMBA TOA, DESA
PA’BUNDUKANG, KEC. PANGKAJENE, KAB. PANGKEP
TAHUN 2011
persent
No. Variabel (n = 51)
ase (%)
1. Riwayat Kehamilan:
1. Gravid 51 29,1
2. Partus 50 28,1
3. Abortus 5 2,8
2. Ibu memeriksakan kehamilan pada
kehamilan terakhir
1. ya 51 100
3. Yang Memeriksa Kehamilan
1. Bidan 48 27,3
2. Dokter 3 1,7
4. Tempat memeriksakan kehamilan (bila
petugas Kesehatan):
1. Posyandu 4 2,3
2. Puskesmas 11 6,3
3. Rumah Bidan 32 18,2
4. Rumah Sakit 4 2,3
6 Alasan memilih tempat pemeriksaan
tersebut:
1. Mudah dijangkau 34 19,3
22
2. Tidak bayar 1 0,6
3. Pelayanan memuaskan 16 9,1
7 Bentuk pelayanan yang diperoleh
a. Timbang berat badan
1.Ya 51 100
2. Tidak 0 0
b. Pengukuran tinggi badan
1.Ya 49 27,8
2.Tidak 2 1,1
c. Pengukuran lingkar lengan atas
1.Ya 45 25,6
2.Tidak 6 3,4
d. Pemeriksaan tekanan darah
1.Ya 46 26,1
2.Tidak 5 2,8
e. Imunisasi TT
1.Ya 47 26,7
2.Tidak 4 2,3
f. Pengukuran tinggi fundus uteri
1.Ya 45 25,6
2.Tidak 6 3,4
g. Pemberian tablet fe
1.Ya 41 23,3
2.Tidak 10 5,7
h. Penyuluhan gizi
1.Ya 34 19,3
2.Tidak 16 9,1
8 Penerimaan tablet tambah darah
1. ya ( tablet Fe Program ) 44 25,0
2. ya ( tablet Fe Non Program ) 5 20,8
3. Tidak pernah 2 1,1
9 Selama kehamilan:
1. Jumlah tablet yang diterima 20 36,36
2. Jumlah tablet yang diminum 20 36,36
3. Jumlah tablet yang disisa 15 27,27
10 Jumlah minimal tablet penambah darah yang
diminum selama kehamilan:
1. < 20 tablet 19 79,2
2. > 20 tablet 5 20,8
11 Kepemilikan buku KIA/ KMS (khusus yang 51 100
menjawab Ya)
Sumber : Data Primer, Februari 2011
Dari tabel 6 (Distribusi responden berdasarkan status gizi dan
kesehatan ibu hamil dan ibu balita ) dapat dilihat bahwa riwayat kehamilan
23
Gravid 51 Responden (29,1%),Partus 50 responden (28,1%) dan abortus
5 responden (2,8%). sedangkan yang memeriksakan kehamilan pada
kehamilan terakhir sebanyak 51 responden (100%). Adapun yang
memeriksakan kehamilan sebagian besar yaitu bidan (27,3%).tempat
memeriksakan kehamilan sebagian besar di rumah bidan (18,2%).adapun
alasan memilih tempat pemeriksaan tersebut karena mudah dijangkau
(19,3%).bentuk-bentuk pelayanan yang diperoleh yaitu timbangan berat
badan dan pemeriksaan tekanan darah (100%),pemberian tablet fe dan
penyuluhan gizi (23,3%),imunisasi TT dan pengukuran tinggi fundus urteri
(26,7%),pengukuran tinggi badan (27,8%) dan pengukuran lingkar lengan
atas (25,6%).hampir seluruh ibu hamil menerima tablet tambah darah
(49,8%).kepemilikan buku KIA/KMS (100%)
4.1.7. Status Gizi dan Kesehatan Anak
Hasil pengumpulan data mengenai status gizi dan
kesehatan anak dapat dilihat dalam tabel berikut.
TABEL 7
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN STATUS GIZI DAN
KESEHATAN IBU HAMIL DUSUN CAMBA TOA, DESA
PA’BUNDUKANG KEC. PANGKAJENE KAB. PANGKEP
TAHUN 2011
No. persentase
Variabel (n=51)
(%)
1 Yang membantu persalinan Ibu
1. Tidak ada ( melahirkan sendiri ) 1 0,6
2. Dukun 5 2,8
3. Dokter 7 4,0
4. Keluarga 1 0,6
5. Bidan 36 20,5
6. Lainnya ( di rumah ) 1 0,6
24
2 Status kelahiran:
1. Aterm (lahir cukup bulan) 51 100
2. Prematur ( lahir tidak cukup 0 0
bulan)
3 Berat anak yang ditimbang (waktu lahir)
1. <3200 gram 30 17,0
2. > 3200 gram 18 10,3
3. Tidak tahu 3 1,7
4 Anak diimunisasi
1. Ya
49 27,8
2. Tidak
2 1,1
5 Imunisasi yang diperoleh
a. BCG 47 26,7
1. Ya 2 1,1
2. Tidak
b. DPT1 47 26,7
1. Ya 2 1,1
2. Tidak
c. DPT2 47 26,7
1. Ya 2 1,1
2. Tidak
d. DPT3 47 26,7
1. Ya 2 1,1
2. Tidak
e. Polio 1 47 26,7
1. Ya 2 1,1
2. Tidak
f. Polio 2 47 26,7
1. Ya 2 1,1
2. Tidak
g. Polio 3 47 26,7
1. Ya 2 1,1
2. Tidak
h. Campak 46 26,1
1. Ya 3 1,7
2. Tidak
i. Hepatitis B1 47 26,7
1. Ya 2 1,1
2. Tidak
j. Hepatitis B 47 26,7
1. Ya 2 1,1
2. Tidak
k. Hepatitis B3 47 26,7
1. Ya 2 1,1
25
2. Tidak
7 Anak pernah dan atau sedang sakit
(dalam 1 bulan terakhir)
1 ya 22 12,5
2 tidak 29 16,5
8 Gejala anak yang sakit:
a. Demam
1. Ya 13
2. Tidak 7,4
10
b. Batuk 5,7
1. Ya 13
2. Tidak 7,4
9
c. Beringus 5,1
1. Ya 5
2. Tidak 2,8
17
d. Berak-berak 9,7
1. Ya 5
2. 2. tdak 2,8
17
e. Lainnya (benjolan &panas 9,7
2
muntah) 1,1
9 Tempat Orang tua/ kerabat membawa
anak yang sakit:
a. Dukun 1 0,6
b. Puskesmas/pustu 6 3,4
c. Posyandu 2 1,1
d. Rumah sakit 2 1,1
e. Rumah Bidan/Perawat/Mantri 6 3,4
f. Di rumah saja 5 2,8
10 Tindakan jika anak sakit pada malam
hari
a. Mengobati sendiri 34 19,3
b. Memanggil/membawa ke dokter 7 4,0
c. Ke rumah sakit/puskesmas 9 5,1
d. Lainnya ( dibawa ke rumah bidan ) 1 0,6
11 Pelayanan yang di peroleh di posyandu
a. penimbangan balita
1. ya 45 25,6
2. tidak 2 1,1
b. pemberian imunisasi
1. ya 27 15,3
2. tidak 20 11,4
c. penyuluhan kesehatan
25 14,2
26
1. ya 22 12,5
2. tidak
d. pemberian makanan tambahan 22 12,5
1. ya 25 14,2
2. tidak
e. pemberian vitamin A 27 15,3
1. ya 20 11,4
2. tidak
f. lainnya ( konsultasi dengan kader
posyandu )
1. ya 9 5,1
2. tidak 34 19,3
12 Ibu yang diberikan Kartu Menuju Sehat
(KMS)/ KIA 49 27,8
1. ya
2 1,1
2. tidak
13 Statuz gizi balita menurut (KMS)
a. normal 49 27,8
b. tidak memiliki buku KIA/KMS 2 1,1
14 Anak pernah atau sedang disusui
1. ya 49 27,8
2. tidak 2 1,1
15 Pemberian colostrum kepada bayi ibu
1. ya 49 27,8
2. tidak 2 1,1
16 Bayi sebelum diberi ASI diberikan
makanan atau minuman
a. air putih 15 8,5
b. air gula 8 4,5
c. madu 4 2,3
d. tidak diberi makan/minum 7 4,0
e. susu bubuk 11 6,3
17 Makanan atau minuman yang diberikan
sebelum ASI
a. bubur susu 15 8,5
b. bubur beras 16 9,6
c. nasi 6 3,6
d. bubur instan buatan pabrik 7 4,0
27
18 Umur anak tidak diberi ASI lagi
1 < 6 Bulan 4 2,4
2 6 – 12 Bulan 18 10,8
3 >12 Bulan 12 7,2
4 Masih susu 24 14,4
Sumber : Data primer Februari 2011
Dari tabel 7 (distribusi responden berdasarkan status gizi dan
kesehatan ibu hamil) Dapat dilihat bahwa sebagian besar yang membantu
persalinan ibu adalah bidan dan dukun (23,3%).jumlah anak yang
dilahirkan semuanya tunggal (persentase (%)).status kelhiran yaitu aterm
(lahir cukup bulan) (100%).sedangkan jumlah anak yang ditimbang waktu
lahir 22 anak dengan berat sebagian besar ≥2500 gram (79,2%).adapun
imunisasi yang di peroleh yaitu DPT 3,polio1,polio 2 dan polio 3 (26,3 %),
DPT 1 dan DPT 2 (25,0%),BCG,hepatitis B1,B2 daan B3 (23,7%),Campak
22,4%.adapun anak pernah atau sedang sakit dalam 1 bulan terakhir
hanya (41,7%) dimana gejalanya sebagian besar batuk (25,0%) dan
tempat orang tua/kerabat membawa anak yang sakit sebagian besar
dipuskesmas/pustu (20,8%).adapun balita yang pernah dibawa ke
posyandu (83,3%).sedangkan pelayanan yang di peroleh di posyandu
yaitu pemberian vit amin A (),penimbangan balita (),pemberian imunisasi
dan pemberian makanan tambahan () dan penyuluhan kesehatan
().adapun ibu yang diberikan kartu menuju sehat (KMS)/KIA (persentase
(%)).sedangkan status gizi balita menurut (KMS) hampir seluruhnya
normal (91,7%).Adapun anak pernah atau sedang disusui mencakup
seluruhnya (persentase (%)).dan pemberian colostrum kepada bayi ibu
(79,2%).sebagian besar bayi sebelum diberi ASI diberikan makanan atau
minuman 58,3%.adapun makanan atau minuman yang diberikan sebelum
ASI yaitu susu bubuk (33,3%).dan umur anak tidak diberi ASI lagi rata-
rata >6 bulan (37,5%).dan kebanyakan makanan pertama kali yang
diberikan yaitu serelac (2,6%).
28
4.1.8. kondisi Keluarga Berencana
Hasil pengumpulan data mengenai kondisi keluarga
berencana dapat dilihat dalam tabel berikut.
TABEL 8
DISTRIBUSI RESPONDEBERDASARKANKELUARGABERENCANA
DUSUN CAMBA TOA, DESA PA’BUNDUKANG,
KEC. PANGKAJENE KAB. PANGKEP
TAHUN 2011
No Variabel (n=176) persentase
(%)
1 Mengikuti program KB
1 ya 54 30,7
2 tidak 122 69,3
2 Tempat pelayanan KB
a. Puskesmas
38 21,6
b. Posyandu
9 5,1
c. Rumah sakit
3 1,7
d. Lainnya (Bidan, dokter praktek,
Rumah Bidan) 3 1,7
3 Alasan tidak mengikuti KB
64
15
1. Ingin Punya Anak
5 36,4
2. Dilarang Suami atau Keluarga
23 8,5
3. mahal
7 2,8
4. Susah Mendapatkan
13,1
5. Tidak Ada Suami/Istri
4,0
6. Lainnya :
-baru melahirkan 1 0,6
-berjauhan dengan suami 1 0,6
-cukup umur 1 0,6
-dilarang dokter 1 0,6
-meninggal suaminya 1 0,6
-sudah tua 2 1,1
-tidak cocok 2 1,1
-umur tidak mendukung 2 1,1
4 Metode KB 1
1. IUD / Spiral 27 0,6
2. Suntikan 1 15,3
3. Implant atau Susuk 22 0,6
4. Pil 124 12,5
5. Tidak KB 1 70,5
29
6. Lainnya ( KB alami/Tradisional ) 0,6
5 Jenis keluhan Penggunaan KB
1. Tidak ada 44 25,0
2. Sakit Kepala 5 2,8
3. Badan Kurus 8 4,5
4. Tidak KB 118 67,0
5. Lainnya : ( merasa dingin ) 1 0,6
6 Umur saat melahirkan anak pertama
1. <20 Tahun 39 23,4
2. 20 - 35 Tahun 93 55,8
3. > 35 Tahun 4 2,4
Belum pernah melahirkan 40 24,0
7 Jarak Kelahiran Anak (Tahun)
1. Anak Pertama 36 20,5
2. < 1 Tahun 7 4,0
3. 1 - 2 Tahun 30 17,6
4. 3 - 4 Tahun 35 19,9
5. ≥ 5 Tahun 27 15,3
Sumber : data primer 2011
Dari Tabel 8 (distribusi responden berdasarkan keluarga
berencana) dapat dilihat bahwa lebih banyak yang mengikuti program KB
(48,7%).adapun tempat pelayanan KB sebagian besar di
puskesmas/pustu (31,4%).sedangakan alasan masyarakat tidak
mengikuti KB yaitu sebagian besar karena dilarang suami atau keluarga
(11,8%) .Metode KB yang digunakan sebagian besar adalah suntikan
(27,6%).adapun jenis keluhan penggunaan KB kebanyakan sakit kepala
(7,9%).Umur saat melahirkan anak pertama sebagian besar 20-3 tahun
(55,3%),dimana jarak kelahiran anak rata-rata 3-4 tahun (26,1%).
30
4.1.9. Gizi Keluarga
Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik gizi
keluarga dapat dilihat dalam tabel berikut.
TABEL 9
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN GIZI KELUARGA
DUSUN CAMBA TOA DESA PA’BUNDUKANG
KEC.PANGKAJENE KAB.PANGKEP TAHUN 2011
No Variabel (n=76) persentase
(%)
1 Frekuensi makan sehari dalm keluarga
1. 2 Kali 17 9,7
2. 3 Kali 157 89,2
3. > 4 Kali 2 1,1
2 Kebiasaan sarapan pagi
1. Ya 168 95,5
2. Tidak 8 4,2
3.
3 Makanan pokok yang sering dikonsumsi
Beras 176 100
4 Jenis sayuran yang dikonsumsi
1. Sayuran Berwarna Hijau (kangkung, 127 72,2
bayam, dsb)
2. Sayuran Berwarna Kekuningan 4 2,3
(wortel, labu, dsb)
3. Sayuran yang berwarna hijau dan 16 9,1
kekuningan.
4. Sayuran tidak berwarna 0 0
5. Sayuran yang berwarna hijau dengan 12 6,8
tidak berwarna
6. Sayuran berwarna kekuningan
1 0,6
dengan tidak berwarna
16 9,1
7. Sayuran berwarna hijau, kekuningan,
dan tidak berwarna
31
5 Ada tidaknya makanan pantangan
1. Ya 42 23,9
2. Tidak 134 76,1
6 Jenis makanan yang dipantang
1.Daging 5 2,8
2.Daging kambing 1 0,6
3.ikan asin 2 1,1
4.ikan balana 1 0,6
5.ikan cakalang 2 1,1
6.Ikan jabir 1 0,6
7.Ikan masapi 1 0,6
8.Ikan mujair 1 0,6
9.kacang 1 0,6
10.Kangkung 3 1,7
11.Kepiting 1 0,6
12.Kopi 1 0,6
13.indomie 1 0,6
14.Telur 7 3,9
15.udang 9 5,6
16.siput 3 1,7
17.ubi 1 0,6
7 Menggunakan garam beryodium
1. Ya 81 46,0
2. Tidak 95 54,0
8 Kadar garam beryodium yang dikonsumsi
1. 0 ppm 95 54,0
2. < 30 ppm 14 8,0
3. 3.≥ 30 ppm 67 38,1
9 Bentuk Garam Beryodium yang di
konsumsi
1. Halus 53 30,1
2. Kasar 28 15,9
3. Tidak menggunakan Garam
95 54,0
beryodium
10 Cara Memperoleh Garam Beryodium
1. Diberikan 1 0,6
2. Dibeli 80 45,5
3. Tidak menggunakan Garam 95 54,0
4. beryodium
32
11 Tempat Membeli Garam Beryodium
1. Pasar 16 9,1
2. Warung 55 31,3
3. Toko 9 5,1
1 0,6
4. Pedagang keliling
5. Tidak menggunakan Garam
beryodium 95 54,0
Sumber : Data Primer 2011
Dari Tabel 9 (distribusi responden berdasarkan gizi keluarga )dapat
dilihat bahwa masyarakat Camba Toa sebagian besar sudah memiliki
kebiasaan makan 3kali dalm sehari (81,6%) dan kebiasaan sarapan pagi
(90,8%).masyarakat Pa’bundukang seluruhnya mengkonsumi beras
sebagai mkanan pokok (persentase (%)).adapun jenis sayuran yang
dikonsumsi sebagian besar adalah sayuran berwarna hijau
(kangkung,bayam,dsb) (55,3%).sedangkan ada tidaknya makanan
pantangan sebagian besar tidak ada (60,5%).dan jenis makanan yang
dipantang sebagian besar adalah kangkung (9,2%).hampir seluruh
masyarakat sudah menggunakan garam beryodium (84,2%).dan sebagian
besar kadar garam beryodium yang dikonsumsi adalah ≥30 ppm
(46,1%).adapun bentuk garam beryodium yang dikonsumsi kebanyakan
adalah kasar (59,2%).cara memperoleh garam beryodium kabanyakan
dengan dibeli (89,4%).tempat membeli garam tersebut rata-rata di warung
(52,0%).
33
4.1.10 Pola Pencarian Pengobatan Rumah Tangga
Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
pola pencarian pengobatan ruamah tangga dapat dilihat
dalam tabel berikut.
TABEL 10
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN POLA PENCARIAN
PENGOBATAN RUMAH TANGGA DUSUN CAMBA TOA,
DESA PA’BUNDUKANG KEC.PANGKAJENE
KAB.PANGKEPTAHUN 2011
Variabel (n=76) Persentase
(%)
1 Anggota Keluarga yang sakit 1 Bulan
Terakhir
1. Ya 58 33,0
2.Tidak 118 67,0
2 Gejala Sakit
1.Demam 30 17,0
2.Sakit Kepala 10 5,7
3.Demam dan sakit kepala 1 0,6
4.beringus 6 3,4
5.demam dan beringus 1 0,6
6.berak-berak 4 2,3
7.Lainnya :
-ambeien 1 0,6
-batuk 2 1,1
-diare 1 0,6
-jantung 1 0,6
-sakit gigi 1 0,6
-Sesak nafas 1 0,6
8.tidak ada yang sakit 117 66,5
3 Tempat Mencari Pertolongan Jika Sakit
1.Posyandu 9 5,1
2.Dokter/Mantri 23 13,1
3.Puskesmas/Pustu 43 24,4
4.Bidan 6 3,4
5.Rumah Sakit 9 5,1
6.Obat tradisional 49 27,8
7.Obati Sendiri 35 19,9
8.Lainnya : ( tetangga ) 2 1,1
4 Kepesertaan Jaminan Pemeliharaan
Kesehatan
34
1.Ya 55 31,3
2.Tidak 121 68,8
5 Jenis Asuransi :
1.Askes PNS 10 5,7
2.Jamsostek 18 10,2
3.Askeskin/ Jamkesmas/ Jamkesda 28 15,9
Sumber :data primer 2011
Dari tabel 10 (distribusi responden berdasarkan pola pencarian
pengobatan rumah tangga) dapat dilihat bahwa lebih banyak anggota
keluarga yang sakit 1 bulan terakhir (56,6%) dan gejala sakit yang diderita
rata-rata sakit kepala (25,58%).adapun tempat mencari pertolongan jika
sakit sebagian besar di puskesmas/pustu (40,8%).kepesertaan jaminan
pemeliharaan kesehatan masyarakat dusun Pa’bundukang lebih besar
tidak ada (55,3%).sedangkan yang ikut rata-rata jenis asuransi yang
dimiliki yaitu Askeskin/jamkesmas/jamkesda (41,17%)
4.1.11 Pemahaman Keagamaan Keluarga
Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
rumah tangga dapat dilihat dalam tabel berikut.
TABEL 11
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PEMAHAMAN
KEAGAMA’AN DUSUN CAMBA TOA DESA
PA’BUNDUKANG KECPANGKAJENE
KAB.PANGKEP TAHUN 2011
No. Variabel (n=351) persentase
(%)
1 Mampu Menulis Huruf Arab
1. Ya 515 74,4
2. Tidak 151 21,8
2 Tahu Cara Wudhu
1. Ya 601 86,8
2. Tidak 67 96,5
3 Tahu Mandi Wajib
1. Ya 521 75,3
35
2. Tidak 147 21,2
4 Tahu Tayyamum
1. Ya 397 57,4
2. Tidak 271 39,2
5 Tahu Istinja
1. Ya 254 36,7
2. Tidak 414 59,6
6 Bentuk Usaha yang dilakukan Agar Dapat
Baca Al Quran
1. Diajar oleh Anggota Keluarga 64 36,4
2. Belajar di TPA 111 63,4
7 Tempat belajar menulis Arab
1. Sekolah 86 48,9
2. TPA 84 47,7
3. Lainnya:
- Rumah 2 1,1
- Rumah pak imam 1 0,6
- tidak ada 1 0,6
- tidak mampu 1 0,6
Sumber : Data primer,Februari 2011
Dari tabel 11 (distribusi responden berdasarkan pemahaman
keagamaan) dapat diketahui bahwa masyarakat yang mampu menulis
huruf arab (64,1%).yang tahu cara wudhu (83,8%).yang tahu mandi wajib
(74,1%).masyarakat yang tahu tayammum (73,2%).yang tahu istinja
(49,0%).adapun bentuk usaha yang dilakukan agar dapat baca Al-
Qur’an yaitu diajar oleh anggota keluarga (46,1%) dan belajar di TPA
(46,1%).adanya upaya yang dilakukan agar dapat menulis huruf Arab
(persentase (%)).sedangakan tempat belajar menulis Arab sebagian
besar di sekolah (52,6%)
36
4.1.12. Perilaku Hygienis
Berdasarkan hasil pendataan PBL I tentang perilaku
higienis masyarakat Kelurahan Pampang yang telah
didata diperoleh data sebagai berikut:
TABEL 11
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PERILAKU HIGIENIS
DUSUN CAMBA TOA, DESA PA’BUNDUKANG, KEC. ANGKAJENE,
KAB. PANGKEP TAHUN 2011
persentas
No Variabel (n=654)
e (%)
1. Cuci tangan pakai sabun sebelum
makan
1. Ya 475 66,6
2. Tidak 179 25,9
2. Cuci tangan pakai sabun sebelum
menyiapkan makanan
1. ya 204 29,5
2. tidak 450 65,0
3. Cuci tangan pakai sabun setelah
BAB/menceboki bayi
1. ya 516 74,6
2. tidak 138 19,9
4. Cuci tangan pakai sabun setelah
memegang binatang
1. ya 184 26,6
2. tidak 471 68,1
5. Tempat BAB
1. Jamban 582 84,1
2. Kolam 23 3,3
3. Sunga 24 3,5
Sumber : Data Primer, Februari 2011
Dari tabel 11 (distribusi Responden berdasarkan perilaku higienis)
dapat dilihat bahwa hampir semua masyarakat Pa’bundukang cuci
tangan pakai sabun sebelum makan (314 org).sedangkan kebiasaan cuci
37
tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan hanya (202 org).cuci
tangan pakai sabun setelah BAB / mencebok bayi (286 org),cuci tangan
pakai sabun setelah memegang binatang (240 org).adapun tempat BAB
sebagian besar memfunsikan jamban (82,3%)
4.1.13. Penggunaan Tembakau dan Alkohol
Hasil pengumpulan data mengenai karakteristik
penggunaan tembakau dan alkohol dapat dilihat dalam
tabel berikut.
TABEL 12
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PENGGUNAAN
TEMBAKAU DAN ALKOHOL DUSUN CAMBA TOA
DESA PA’BUNDUKANG, KEC. PANGKAJENE,
KAB. PANGKEP TAHUN 2011
No. Variabel (n=561) persentase
(%)
1. Pernah merok
1. YA 76 11,0
2. Tidak 598 80,9
2. Satu tahun terakhir mengkonsumsi
minuman beralkohol
1. Ya 2 0,3
2. Tidak 653 94,4
Sumber : Data Primer, Februari 2011
Dari tabel 12 (distribusi responden berdasarkan penggunaan
tembakau dan alkohol) dapat dilihat bahwa sebagian besar masyarakat
tidak pernah merokok (80,9%).dan banyak masyarakat Pa’bundukang
yang tidak mengkonsumsi minuman beralkoho satu tahun terakhir
(99,1%).sedangkan yang mengkonsumsi minuman beralkohol satu bulan
terakhir semunya tidak (persentase (%))
38
4.1.14. Perilaku Konsumsi
Berdasarkan hasil pendataan PBL I tentang perilaku
konsumsi individu masyarakat Kelurahan Pampang yang
telah didata diperoleh data sebagai berikut :
TABEL 13
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PERILAKU KONSUMSI
INDIVIDU DUSUN CAMBA TOA DESA PA’BUNDUKANG,
KEC. PANGKAJENE, KAB. PANGKEP TAHUN 2011
persentase
No. Variabel n=691
(%)
1. Konsumsi buah dalam seminggu
1. < 3 hari 281 40,0
2. ≥ 3 hari 139 20,1
3. Tidak pernah 158 22,8
2. Besar porsi
1. 1 – 2 porsi 393 56,8
2. 3 – 4 porsi 16 2,3
3. ≥ 4 porsi 6 0,8
3. Konsumsi sayuran segar dalam
seminggu
1. < 3 hari 179 25,8
2. ≥ 3 hari 421 60,8
3. Tidak pernah 25 3,6
4. Besar porsi
1. 1 porsi 466 67,3
2. 2 porsi 105 15,2
3. 3 porsi 37 5,3
4. 4 porsi 5 0,7
5. 5 porsi 5 0,7
5. Konsumsi makanan manis
1. > 1 kali per hari 208 30,1
2. 1 kali per hari 131 18,9
3. 3 – 6 kali per minggu 139 20,1
4. 1 – 2 kali per minggu 105 15,2
5. ≤ 3 kali per bulan 22 3,2
6. Tidak pernah 0 0
39
6. Makanan asin
1. > 1 kali per hari 208 30,1
2. 1 kali per hari 131 18,9
3. 3 – 6 kali per minggu 139 20,1
4. 1 – 2 kali per minggu 105 15,2
5. ≤ 3 kali per bulan 22 3,2
6. Tidak pernah 0 0
7. Makanan berlemak
1. > 1 kali per hari 7 1,0
2. 1 kali per hari 16 2,3
3. 3 – 6 kali per minggu 26 3,8
4. 1 – 2 kali per minggu 214 30,9
5. ≤ 3 kali per bulan 307 44,4
6. Tidak pernah 0 0
8. Jeroan
1. > 1 kali per hari 7 1,0
2. 1 kali per hari 1 0,1
3. 3 – 6 kali per minggu 6 0,9
4. 1 – 2 kali per minggu 61 8,8
5. ≤ 3 kali per bulan 288 41,6
6. Tidak pernah 0 0
9. Makanan dibakar/dipanggang
1. > 1 kali per hari 1 0,1
2. 1 kali per hari 10 1,4
3. 3 – 6 kali per minggu 109 15,8
4. 1 – 2 kali per minggu 381 55,1
5. ≤ 3 kali per bulan 96 13,9
6. Tidak pernah 0 0
10. Makanan yang diawetkan
1. > 1 kali per hari 9 1,3
2. 1 kali per hari 3 0,4
3. 3 – 6 kali per minggu 57 8,2
4. 1 – 2 kali per minggu 245 35,4
5. ≤ 3 kali per bulan 193 27,9
6. Tidak pernah 0 0
11. Minuman berkafein
1. > 1 kali per hari 2 0,3
2. 1 kali per hari 32 4,6
3. 3 – 6 kali per minggu 79 11,4
4. 1 – 2 kali per minggu 81 11,7
256 37,0
40
5. ≤ 3 kali per bulan 0 0
6. Tidak pernah
12. Bumbu penyedap
1. > 1 kali per hari 13 1,9
2. 1 kali per hari 346 50,0
3. 3 – 6 kali per minggu 186 26,9
4. 1 – 2 kali per minggu 33 4,8
5. ≤ 3 kali per buan 28 4,0
Sumber : Data Primer, Februari 2011
Dari tabel 13 (distribusi responden berdasarkan perilaku konsumsi
indiviu) dapat dilihat bahwa sebagian besar masyarakat konsumsi buah
dalam seminggu <3 hari (59,8%).adapun besar porsinya sebagian besar
1-2 porsi (59,3%).sedangkan konsumsi sayuran segar dalam seminggu
sebagian besar ≥3 hari (217%).adapun besar porsinya kebanyakan 1-2
porsi (259%).sedangkan konsumsi makanan manis sebagian besar >1 kali
per hari (34,5%) dan paling kecil ≤3 kali per bulan (3,1%).makanan
berlemak ≤3 kali.
41
4.1.15. Penyakit Menular
Berdasarkan hasil pendataan PBL I tentang
Penyakit menular di Kelurahan Pampang yang telah
didata diperoleh data sebagai berikut :
TABEL 14
DISTRIBUSI RESPONDEN BERDASARKAN PENYAKIT MENULAR
DUSUN CAMBA TOA DESA PA’BUNDUKANG KEC.
PANGKAJENE, KAB. PANGKEP TAHUN 2011
No. Variabel (n=561) persentase (%)
1. Menderita pneumonia
1. Ya 5 0,7
2. Tidak 650 93,9
2. Menderita demam thypoid
1. Ya 19 2,7
2. Tidak 636 91,9
3. Menderita Diare/Mencret
1. Ya 13 1,9
2. Tidak 642 92,8
4. Menderita malaria
1. Ya 11 1,6
2. Tidak 644 93,1
5. Menderita campak
1. Ya 2 0,3
2. Tidak 653 94,4
6. Menderita DBD
1. Ya 1 0,1
2. Tidak 651 94,1
7. Menderita hepatitis
1. Ya 1 0,1
2. Tidak 654 94,1
42
8. Menderita asma
1. Ya 3 0,4
2. Tidak 651 94,1
9. Menderita Penyakit Jantung
1. Ya 3 0,4
2. Tidak 652 94,2
10. Menderita TBC
1. Ya 4 0,4
2. Tidak 650 93,9
Sumber : Data Primer, Februari 2011
Dari tabel 14 (distribusi responden berdasarkan penyakit menular)
dapat dilihat bahwa sebagian besar tidak menderita pneumonia
(97,7%).yang menderita demam thypoid hanya (4,3%).sedangkan yang
menderita diare/mencret (2,6%). Yang menderita mlaria hanya
(0,3%).sedangkan yang menerita DBD sekitar (1,7%).yang menderita
hepatitis hanya (0,6%).menderita asma (1,7%).adapun yang menderita
penyakit jantung (0,6%).dan tidak ada yang menderita TBC.
43
BAB V
PEMBAHASAN
5.1. Data Kuantatif
Hal-hal yang dibahas sehubungan dengan hasil pengalaman
belajar lapangan yang kami lakukan, khususnya di Kelurahan
Pa’bunduang Kecamatan Pangkajene, pada dasarnya merupakan korelasi
atau keterkaitan berdasarkan hasil pendataan yang kami peroleh selama
± 2 minggu.
5.1.1. Karakteristik Sosial Ekonomi Rumah Tangga
Berdasarkan hasil pendataan di Kelurahan Pa’bundukang
kecamatan pangkajene, terdapat 176 KK dengan jumlah penduduk
sebanyak 691 jiwa, dimana jumlah perempuan lebih banyak dengan
jumlah ART > 5 orang 357 KK dengan kelompok umur terbanyak 15-
29 tahun.
Dilihat dari sudut pandang pengetahuan, mayoritas penduduk
tidak tamat SD/MI dan tidak ditemukan angka buta huruf, ini
menunjukkan tingkat pendidikan di daerah Camba Toa sudah agak
membaik.
Untuk pekerjaan mayoritas wiraswasta dengan pendapatan
118 KK ≥ Rp.905.000 berdasarkan hasil pendataan ditemukan masih
banyak warga yang belum bekerja karena masih tergolong anak-anak
dan usia sekolah.
5.1.2. Karasteristik Perumahan dan Lingkungan Rumah Tangga
Untuk kepemilikan rumah penduduk di kelurahan
Pa’bundukang kecamatan Pangkajene rata-rata memiliki rumah
panggung dan tidak menggunakan ventilasi dan jamban ( dengan
kakus tertutup) dan jenis jamban yang tertutup sangat baik untuk
kesehatan sebab jamban tertutup telah memenuhi syarat aturan
44
kesehatan yang dikemukakan oleh Ehlers dan Steel., dengan kondisi
rumah ada yang berlantai kayu dan ada juga tegel sedangkan untuk
dinding menggunakan kayu dan atap menggunakan seng.
Dalam hal pembuangan limbah rumah tangga seluruh Rumah
Tangga mengalirkan ke got dan dialirkan disekitar rumah. Dan hampir
seluruhnya membuang dengan cara dibakar dan dibuang ke TPA.
Untuk sumber air minum rata-rata menggunakan air galon dan sumur
bersemen dengan kualitas fisik tidak keruh, tidak berasa, tidak berbau,
tidak berwarna, dan tidak berbusa dan sebagian besar lebih memilih
air galon ini menandakan bahwa kualitas air di masyarakat sudah
baik sabab sudah sesuai dengan standar kesehatan, sebab air galon
dan sumur bersemen yang dikonsumsi warga merupakan air yang
telah mengalamai proses yang baik.
5.1.3. Pengeluaran rumah tangga
Untuk pengeluaran rumah tangga, dalam hal pengeluaran
pangan, dalam setahun itu ada 69 KK yang pengeluarannya itu <
Rp.13.000.000 dan ada 61 KK yang pengeluarannya > Rp.
13.000.000. dan untuk pengeluaran non pangan, sebagian besar
pengeluarannya > Rp. 10.000.000 dalam setahun
5.1.4. Akses Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan
Salah satu indikator penentu status kesehatan adalah masalah
pelayanan kesehatan. Dalam hal ini dikaitkan dengan mudah atau
terjangkaunya tempat pelayanan kesehatan oleh masyarakat
khususnya di Kelurahan Pa’bundukang serta penggunaan dan
pemanfaatan kartu pelayanan kesehatan gratis tapi dilihat secara
kasat mata masih banyak masyarakat di daerah ini belum memiliki
akses ke pelayanan kesehatan.
45
5.1.5. Perilaku Konsumsi Keluarga
Pola komsumsi keluarga penduduk Camba Toa sudah baik,
sebagian besar sudah terbiasa sarapan dengan frekuensi makan
rata-rata 3 kali sehari yang mana menjadikan beras sebagai
bahan makanan pokok, data memperlihatkan bahwa komsumsi
protein hewani terutama ikan sangat dominan sedangkan penggunaan
protein nabati dalam hal ini tahu/tempe hanya sedikit.
Komsumsi sayur bervariasi dari jenis sayur berwarna hijau
(kangkung,bayam,dsb), sayur berwarna kekuningan (wortel, labu,
dsb), sayur tidak berwarna dan kombinasi ketiganya. Dalam hal
konsumsi buah, sebagian besar warga disana sudah mengkonsumsi
buah-buahan.
Makanan pantangan ditemukan pada 42 KK, dan untuk
penggunaan garam beryodium 81 KK telah menggunakan dengan
kadar rata-rata ≥ 30 ppm dengan bentuk halus yang paling banyak
digunakan. Tempat memperoleh garam ada di warung, dipasar, di
toko, dan ada juga yang diberikan.
5.1.6. Perilaku Konsumsi Individu
Kebiasaan makan individu sangat mempengaruhi status gizi
dan kesehatannya. indikator yang dilihat disini adalah kebiasaan
makan buah, sayur, dan makanan yang lainnya. Tapi yang paling
dipermasalahkan disini adalah frekuensi konsumsi bahan makanan
olahan atau yang diawetkan serta minuman berkafein. Karena
konsumsi dalam jumlah yang berlebihan dan secara kontinyu dapat
memberikan efek negatif terhadap kesehatan baik di masa sekarang
maupun di masa yang akan datang.
Dari 578 individu dalam 176 KK di kelurahan Pa`bundukang
kecamatan pangkajene, sebagian besar menkonsumsi buah dengan
pola rata-rata < 3 hari dengan besar 1-2 porsi. Sedangkan untuk
46
komsumsi sayur segar dalam seminggu rata-rata ≥ 3 hari dan rata-rata
sebanyak 1-2 porsi.
Untuk komsumsi makanan manis frekwensi terbesar adalah 1
kali per minggu begitu pula dengan makanan berlemak, makanan
asin, makanan yang dibakar dan minuman yang berkafein, dan untuk
konsumsi jeroan, frekuensi terbesarnya adalah < 3 kali per bulan,
begitupun dengan makanan yang diawetkan. Dan untuk konsumsi
bumbu penyedap, frekuensi terbesarnya adalah > 1 kali per hari.
5.1.7. Perilaku Higienis
Indikator kesehatan yang lainnya adalah perilaku. Tentu saja
perilaku yang senantiasa menjaga kebersihan diri adalah awal dari
sehat. Indikator disini yang digunakan adalah mencuci tangan dengan
menggunakan sabun setiap hari. mencuci tangan sangatlah baik
dilakukan karena tanpa disadari tangan yang kita gunakan sering kali
menyentuh benda atau barang yang mengandung kuman atau sarang
penyakit. Dan hasil yang kami peroleh dari pendataan, perilaku
higienis penduduk di kelurahan Pa’bundukang kecamatan pangkajene
sudah sangat baik itu terlihat dari kebiasaan cuci tangan yang
dilakukan oleh hampir semua responden diatas umur 5 tahun. Dan
untuk tempat membuang air besar semua masyarakat menggunakan
jamban.
5.1.8. Penggunaan Tembakau dan Alkohol
Penggunaan tembakau dan alkohol di dusun Camba Toa
kecamatan pangkajene, hanya sebagian kecil warganya ada yang
merokok dan yang terlihat dari pendataan yang paling banyak adalah
ayah dan anak laki-laki yang pada umumnya biasa merokok saat
bersama ART lain. Dan untuk komsumsi alkohol hanya ditemukan 2
orang dari semua responden yang pernah mengkonsumsi alkohol
dalam satu tahun terakhir.
47
5.1.9. Penyakit Menular
Penyakit menular adalah penyakit yang sangat mudah menular
kemana-mana karena disebabkan oleh agent yang dapat berpindah-
pindah tempat. Dalam hal ini yang diteliti adalah penyakit pneumonia,
demam thypoid, malaria, demam berdarah, diare, asma, campak,
hepatitis. Serta pemberian obat pada kasus yang terjadi. Dalam hal
ini, juga dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
1. Selama sebulan terakhir (semua umur)
2. Selama 12 bulan terakhir
5.1.10. Penyakit Tidak Menular
Penyakit tidak menular adalah penyakit non infeksi yang tidak
dapat menular karena tidak disebabkan oleh agent. Dalam hal ini,
yang diteliti adalah penyakit jantung, DM, kanker, stroke, hipertensi,
serta katarak. Demikian pula jika telah diketahui terkena gejala namun
belum didiagnosis dan belum teridentifikasi.
5.1.11. Status Gizi Dan Kesehatan Ibu Hamil
Status gizi dan kesehatan ibu hamil sangatlah patut untuk
diperhatikan karena ibu hamil sangatlah membutuhkan perlakuan
yang sangat protektif, terutama pelayanan khusus pada ibu hamil
yang daopat didapatkan di puskesmas atau tempat pelayanan
kesehatan yang lainnya. Hal ini karena ibu hamil juga harus menjaga
kesehatan bayi yang dikandungnya. Dan diharapkan jika kesehatan
ibu bayi baik, maka bayi yang dilahirkan juga akan dalam keadaan
yang baik atau normal.
Dan berdasarkan hasil pendataan kami, Dari 51 orang wanita
hamil dan yang memiliki anak balita, persentase kehamilan dan
kelahiran adalah seimbang dan hanya 5 orang yang pernah terjadi
kegagalan dalam kehamilan (abortus).
48
Pemeriksaan kehamilan untuk ibu hamil semuanya telah
memperoleh pelayanan kesehatan yang baik. Dan untuk pemeriksaan
lebih memilih ke bidan dengan alasan pelayanannya jauh lebih baik
dan mudah dijangkau.
Untuk tablet Fe semuanya memperoleh dan meminumnya,
namun ada juga yang menyisakannya dengan alasan karena malas
dan takut gemuk. Bentuk pelayanan kesehatan selama kehamilan
yaitu timbang BB, pengukuran lingkar lengan atas, pemeriksaan
tekanan darah, pemberian tablet Fe, dan penyuluhan gizi.
5.1.12. Kesehatan bayi
Untuk kesehatan bayi sudah baik dari 46 bayi yang kami data,
seluruhnya terlahir normal dengan berat lahir seluruh bayi ≥ 3500
gram dengan status kelahiran tunggal dengan frekwensi ibu
memperoleh pemeriksaan kehamilan sudah baik.
5.1.13. Imunisasi dan pemantauan pertumbuhan anak balita
Imunisasi dan pemantauan pertumbuhan anak balita sangatlah
perlu dilakukan karena dengan imunisasi yang diberikan pada anak,
diharapkan dapat memberikan kekebalan tubuh balita terhadap kuman
penyakit yang bisa masuk ke dalam tubuh balita kapan saja. Dari data
yang kami peroleh, Sebagian besar masyarakat yang memiliki balita
telah membawa anaknya ke puskesmas untuk mengikuti imunisasi.
Berdasarkan data, dapat dilihat dari 46 balita frekuensi penimbangan
dalam 6 bulan terakhir semuanya ditimbang dengan frekuensi
berbeda-beda.
Dari Semua balita yang kami data hanya 2 anak yang tidak
mendapatkan imunisasi dan selebihnya sudah memperoleh imunisasi.
Namun, belum semuanya lengkap tergantung dari umur balita.
Sedangkan untuk KMS, semuanya memiliki tetapi hanya sedikit yang
dapat memperlihatkan dengan catatan imunisasi dan selebihnya tidak
49
dapat menunjukkan dengan alasan hilang dan ada juga yang
disimpan oleh kader posyandu.
5.1.14. Keluarga berencana
Keluarga berencana adalah salah satu program yang dapat
mengatur jarak kelahiran dan frekuensi melahirkan. dalam hal ini yang
akan ditanyakan adalah tentang penggunaan KB, alasan tidak
menggunakan KB, di mana mendapatkan KB, jenisnya, umur ibu
ketika melahirkan anak pertama dan jarak anak bungsu dengan
kedua dari terkahir. Di sinilah dapat dilihat angka melahirkan di usia
dini dan usia senja yang dianggap dapat beresiko terhadap
keselamatan ibu dan bayinya. Dan berdasakan data yang kami
peroleh, pasangan usia subur di kelurahan Pa’bundukang kecamatan
pangkajene, hampir semuanya mengikuti program KB. Dan tempat
memperoleh KB bervariasi ada yang di puskesmas, RS, posyandu,
rumah bidan dan potek. Metode KB yang paling banyak digunakan
adalah suntikan dengan keluhan-keluhan selama menggunakan alat
kontrasepsi yakni badan semakin gemuk, sakit kepala, badan kurus,
mual-mual, pusing dan haid tidak teratur namun banyak juga yang
tidak mengalami keluhan
Sebagian besar ibu melahirkan pertama kali pada usia sekitar
20-25 tahun dengan jarak lahir antara anak yang terkecil yang paling
banyak adalah 2-3 tahun dilihat dari usia melahirkan anak pertama
dapat disimpulkan bahwa usia rata-rata ibu hamil yang terdata bukan
termasuk usia risiko tinggi untuk melahirkan. Sebab untuk risiko tinggi
yaitu hamil di atas usia 35 tahun dan dibawah usia 18 tahun.
50
5.2. Data Kualitatif
5.2.1. Faktor Pendukung
a. Keramahan masyarakat dalam menerima kami dalam
melakukan pendataan, ini juga didukung oleh sosialisasi dari
pemerintah setempat.
b. Keadaan dusun Camba Toa yang aman dari gangguan, sangat
mendukung dalam melakukan pendataan.
c. Sangat mendukungnya pemerintah setempat untuk membantu
dalam menghadapi masyarakat, juga sangat membantu.
5.2.2. Faktor Penghambat
a. Waktu dan kesibukan masyarakat membuat kami sulit untuk
mendapatkan data masyarakat di tempat.
b. Faktor kesibukan responden yang sangat padat adalah salah
satu faktor yang cukup menghambat dalam proses pendataan.
51
BAB VI
PENUTUP
a. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah kami paparkan sebelumnya
maka dapat diambil kesimpulan untuk mempermudah prioritas
masalah, yaitu :
1. Masyarakat di dusun Camba Toa kecamatan pangkajene yang
terdata dominan adalah petani dan wiraswasta.
2. Dari segi pendapatan sebagian besar keluarga memiliki
pendapatan ≥ 905000.
3. Seluruh penduduk di dusun Camba Toa kecamatan Pangkajene,
mempunyai jamban dengan jenis jamban tertutup dan hanya
sedikit yang memiliki ventilasi
4. Sumber air minum yang digunakan sebagian besar bersumber
dari sumur bersemen dan air galon. Dimana terdapat masyarakat
yang memasak air minumnya sebanyak 89 KK (50,6 %).
5. Masyarakat dusun Camba Toa kecamatan Pangkajene
membuang sampah di TPA sebanyak 61 KK (34,7 %).
6. Sebagian besar penduduk yaitu 67 KK (38,1 %) telah
menggunakan garam beryodium dengan kadar ≥ 30 ppm
b. Saran
1. Perlunya diadakan penyuluhan secara intensif dan kontinyu
mengenai sanitasi lingkungan. Hal yang paling penting adalah
adanya kerjasama dengan stake holder sebab perilaku
masyarakat yang membuang sampah di sekitar rumah tidak hanya
disebabkan oleh ketidaksadaran masyarakat tetapi karena tidak
adanya tempat pembuangan sampah yang tersedia.
2. Diharapkan adanya kerjasama antara masyarakat Dusun Camba
Toa dan pemerintah setempat khususnya petugas kesehatan
52
dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan serta
memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada.
3. Masalah kesehatan dan lingkungan merupakan masalah yang
kompleks dan merupakan masalah kita bersama. Jadi perlu
adanya kerjasama antara masyarakat, pemerintah, akademisi
kesehatan serta stake holder.
4. Perlunya diadakan tinjauan ulang dari pemerintah mengenai
distribusi kartu pelayanan kesehatan gratis sebab berdasarkan
observasi langsung, masih banyak masyarakat yang mengaku
membutuhkan kartu pelayanan kesehatan gratis tapi belum
mendapatkan.
53
DAFTAR PUSTAKA
Fatimah, St. 2009. Panduan dan Jurnal Pengalaman Belajar Lapangan I,
FKM UMI, Makassar
Laporan Hasil Pengalaman Belajar Lapangan I, Februari 2010. FKM UMI
Makassar
54
55
GAMBAR SUASANA SEDANG WAWANCARA
DENGAN SALAH SATU WARGA DUSUN
CAMBA TOA
GAMBAR SUASANA PENYLUHAN DI SDN 11 KEL.
PA’BUDUKANG
56
GAMBAR SALAH SATU RUMAH DI DUSUN CAMBA TOA
GAMBAR PADA SA’AT KERJA BAKTI DI TPU DUSUN
CAMBA TOA
57
58
Get documents about "