Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Get this document free

kenakalan remaja BAB I PENDAHULUAN A LATAR BELAKANG Perkembangan individu

VIEWS: 3,294 PAGES: 8

									BAB I

PENDAHULUAN

   A. LATAR BELAKANG
        Perkembangan individu(remaja) berlangsung terus menerus dan tidak dapat diulang
        kembali. Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perbuatan-perbuatan
        yang kurang baik diakibatkan sikap mereka yang suka mencoba-coba pada hal yang
        baru. Pada perkembangan fisik remaja mulai nampak terutama pada bagian organ-
        organ seksualnya secaraf isik, pada masa remaja pula mulai pembentukan hormon-
        hormon seksual sudah mulai terbentuk sehingga perilaku atau tingkah lakunya banyak
        dipengaruhi oleh hormon tersebut. Namun yang menjadi perhatian kita adalah
        pergaulan remaja pada zaman sekarang ini sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan.
        Media massa baik elektronik maupun cetak dengan leluasa menampilkan hal-hal yang
        menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan akhlak generasi muda pada masa
        sekarang ini. Bukan masalah akhlak saja, akibat dari itu juga menimbulkan rendahnya
        kualitas belajar siswa ketika mengalami gangguan pada masa- masa remaja Untuk itu
        bimbingan orang tua terhadap anak pada seusia remaja sangatlah dibutuhkan agar
        mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Agar
        orangtua dapat memberikan bimbingan kepada putra-putrinya hendaknya mengetahui
        perkembangan fisik remaja. Selain orang tua terdapat beberapa faktoryang dapat
        membantu untuk memecahkan problematika remaja.

   B. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
        Makalah ini bertujuan untuk:
        - Mengetahui beberapa contoh kenakalan remaja
        - Mengetahui faktor yang menyebabkan kenakalan remaja
        - Mengetahui solusi penyelesaian masalah pada kenakalan remaja

   C. RUMUSAN MASALAH
        Dari latar belakang di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
        1. Remaja mempunyai berbagai contoh kenalakan remaja
        2. Apa saja yang mempengaruhi kenakalan remaja
        3. Bagaimana solusi untuk mengatasi masalah kenakalan remaja.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Macam-Macam Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja merupakan gejala umum, khususnya terjadi di kota-kota besar yang
kehidupannya diwarnai dengan adanya persaingan-persaingan dalam memenuhi kebutuhan
hidup, baik yang dilakukan secara sehat maupun secara tidak sehat.

Persaingan-persaingan tersebut terjadi dalam segala aspek kehidupan khususnya kesempatan
memperoleh pendidikan dan pekerjaan. Betapa kompleksnya kehidupan tersebut
memungkinkan terjadinya kenakalan remaja.

Penyebab kenakalan remaja sangatlah kompleks, baik yang berasal dari dalam diri remaja
tersebut, maupun penyebab yang berasal dari lingkungan, lebih-lebih dalam era globalisasi
ini pengaruh lingkungan akan lebih terasa. Pemahaman terhadap penyebab kenakalan remaja
mempermudah upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Upaya-upaya
tersebut dapat bersifat preventif, represif, dan kuratif.

Tanggung jawab terhadap kenakalan remaja terletak pada orangtua, sekolah, dan masyarakat,
khususnya para pendidik baik yang ada di keluarga (orangtua), sekolah (guru-guru dan para
guru pembimbing) maupun para pendidik di masyarakat, yakni para pemuka agama dan
tokoh-tokoh masyarakat.

Adapun macam – macam kenakalan remaja yang sering terjadi diantaranya adalah :

1. Tawuran antar pelajar

Tawuran antar pelajar adalah perbuatan yang sangat bodoh, karena dapat merusak fasilitas
umum dan fasilitas yg terdapat di sekolah. Tawuran juga dapat merusak masa depan, karena
jika tertangkap polisi nama mereka yang tertangkap akan tercemar.

2. Mencoret coret dinding sekolah

Mencoret coret secara ilegal adalah perbuatan yang tidak baik, karena dapat membuat kotor
sekitar lingkungan. Tetapi jika kita melakukannya dengan baik, coretan coretan itu dapat
manjadi karya-karya seni yang baik, dan juga dapat manghasilkan mata pancaharian yang
baik .

3. Mencuri

Mancuri juga dapat merusak nama baik kita, karena jika kita ketahuan mencuri, kita akan
merasa sangat malu, dan kita juga akan di jauhi oleh orang orang yang dekat dengan kita,
karena orang itu sudah tidak percaya lagi dengan kita.

4. Bolos
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi mengatakan kebiasaan anak
menghabiskan waktu luang atau membolos saat jam sekolah salah satunya disebabkan karena
pelajaran atau kegiatan di sekolah tidak menarik.

“Kalau diperhatikan, anak-anak akan berteriak bahagia ketika mendengar bel istirahat atau
bel pulang sekolah,” ungkap Kak Seto, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Lebih lanjut Kak Seto mengatakan, para akedimisi seharusnya lebih memperhatikan kegiatan
yang menarik di sekolah sehingga perhatian anak akan fokus pada kegiatan positif di sekolah.

Dia menunjuk, sekolah negeri dan perangkatna yang masih kurang maksimal dalam mengajar
kreatif. Bahkan Kak Seto menegaskan, belajar bukanlah kewajiban melainkan hak anak.

“Banyak guru yang tidak melihat proses kreativitas anak. Padahal tipe kecerdasan dan gaya
belajar anak yang satu dengan yang lainnya berbeda, tapi semuanya disama ratakan. Ini yang
membuat anak tidak betah ada di ruang kelas,” paparnya.

5. Merusak fasilitas sekolah

Merusak fasilitas sekolah akan merugikan diri saendiri dan orang lain, karena kita tidak bisa
memakai atau manggunakan fasilitas fasilitas tersebut.

6. Penyalahgunaan Obat-Obatan

        Biasanya remaja yang memakai obat-obatan karena sedang menghadapi masalah yang
sulit diselesaikan, dan akhirnya mereka terjerumus kedalam obat-obatan. Dengan demikian
mereka merasa masalah mereka terselesaikan dengan sendirinya tanpa memikirkan solusi apa
yang tepat untuk menyelesaikan masalahnya. Mereka mengkonsumsi obat-obatan tersebut
mungkin juga karena salah pergaulan, misalnya mereka berteman dengan orang yang
mengkonsumsi obat-obatan tersebut, akhirnya mereka juga ikut-ikutan mengkonsumsi obat
tersebut.

7. Minuman Keras

        Banyak remaja pada seekarang ini minum-minuman keras hanya untuk kesenangan
sesaat, kata mereka bila sudah minum minuman seperti ini mereka akan serasa terbang
melayang ke angkasa tanpa suatu beban pikiran apapun. Tanpa memikirkan apa akibat yang
akan terjadi bila mereka banyak mengkonsumsi minuman keras.

8. Pergaulan bebas

Kenyataan menunjukkan bahwa banyak dari remaja yang salah dalam memilih pergaulan
seperti :

a. Bergaul dengan anak-anak yang jauh dari pengawasan orangtua.
b. Bergaul dengan anak-anak pengguna barang-barang terlarang .
c. Bergaul dengan anak-anak geng motor dan sebagainya.
Adapun akibat dari salah memilih pergaulan :
a. Tidak memperdulikan perkataan orangtua.
b. Perlakuannya semakin hari semakin brutal.
c. Ikut turut serta menggunakan barang-barangterlarang.
d. Melakukan hal-halyang kurang baik.
e. Semakin jauh dari orangtua.
f. Sering membolos saat sekolah.
g. Masa depan hancur karena hamil diluar nikah.

Pergaulan Secara Sehat
Ialah: pergaulan yang diidentifikasikan secara sehat, pergaulan ini sangat bagus dan tidak
merugikan siapapun terutama diri kita sendiri. Karena secara fisikialah pergaulan yang
sangat luar biasa yang ditanamkan kepada semua agar tidak salah pilih terhadap pergaulan
Keuntungan dari pergaulan yang secara sehat antara lain :
a. Tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
b. Tidak membuat kekecewaan terhadap orangtua.
c. Orang-orang makin senang terhadap perlakuannya.
d. Dan patut dicontoh untuk mencari pergaulanyang secara sehat/fisik.

Penyebab pergaulan bebas antara lain :
a. Gara-gara kurang perhatian atau pengawasan dari orang tua sehingga anaknya mudah
terpengaruh oleh orang lain seperti: anak berandalan, anak punk, anak jalanan, dan anak-
anak nakal, dsb.
b. Keluarga yang tidak teratur yang biasanya mementingkan pekerjaan sendiri dan tidak
peduli terhadap anak-anaknya sehingga anaknya jarang berkumpul dengan orang tuanya.
Penyebab pergaulan bebas bisa juga dari kurangnya kasih sayang dari orangtua kepada
anaknya. Maka jangan sampai kita kurang pengawasan dari orang tua. Karena orang tua bisa
menjadi semangat hidupmu. Dan janganlah kamu menjadi anak yang tidak tahu sopan
santun.
Akibat pergaulan bebas dan saling bermusuhan termasuk akhlaq yang tidak baik, karena
bisa merusak masyarakat yang lain, dan merugikan orang lain. Dan membuat kita selalu
bermusuhan dan di penuhi rasa saling membenci yang menimbulkan pertengkaran. Karena
dengan itu manusia akan lupa diri dan melakukan hal-halyang tidak baik. Oleh karena itu
berusahalah untuk melawan kejahatan agar tidak terjerumus dalam lembah kegelapan.

B. Hal-hal yang mempengaruhi kenakalan Remaja

  Kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh beberapa hal, sebagian di antaranya adalah:

   1. Pengaruh Kawan Sepermainan

       Di kalangan remaja, memiliki banyak kawan adalah merupakan satu bentuk prestasi
       tersendiri. Makin banyak kawan, makin tinggi nilai mereka di mata teman-temannya.
       Apalagi mereka dapat memiliki teman dari kalangan terbatas. Misalnya, anak orang
       yang paling kaya di kota itu, anak pejabat pemerintah setempat bahkan mungkin pusat
       atau pun anak orang terpandang lainnya. Di jaman sekarang, pengaruh kawan bermain
       ini bukan hanya membanggakan si remaja saja tetapi bahkan juga pada orangtuanya.
       Orangtua juga senang dan bangga kalau anaknya mempunyai teman bergaul dari
   kalangan tertentu tersebut. Padahal, kebanggaan ini adalah semu sifatnya. Malah
   kalau tidak dapat dikendalikan, pergaulan itu akan menimbulkan kekecewaan
   nantinya.

   Untuk menghindari masalah yang akan timbul akibat pergaulan, selain mengarahkan
   untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai, orangtua hendaknya juga memberikan
   kesibukan dan mempercayakan sebagian tanggung jawab rumah tangga kepada si
   remaja. Pemberian tanggung jawab ini hendaknya tidak dengan pemaksaan maupun
   mengada-ada. Berilah pengertian yang jelas dahulu, sekaligus berilah teladan pula.
   Sebab dengan memberikan tanggung jawab dalam rumah akan dapat mengurangi
   waktu anak „kluyuran‟ tidak karuan dan sekaligus dapat melatih anak mengetahui
   tugas dan kewajiban serta tanggung jawab dalam rumah tangga. Mereka dilatih untuk
   disiplin serta mampu memecahkan masalah sehari-hari. Mereka dididik untuk
   mandiri. Selain itu, berilah pengarahan kepada mereka tentang batasan teman yang
   baik.

2. Pendidikan
   Memberikan pendidikan yang sesuai adalah merupakan salah satu tugas orangtua
   kepada anak. Masih sering terjadi dalam masyarakat, orangtua yang memaksakan
   kehendaknya agar di masa depan anaknya memilih profesi tertentu yang sesuai
   dengan keinginan orangtua. Pemaksaan ini tidak jarang justru akan berakhir dengan
   kekecewaan. Sebab, meski memang ada sebagian anak yang berhasil mengikuti
   kehendak orangtuanya tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan
   kemudian menjadi kecewa, frustrasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali.
   Mereka malah pergi bersama dengan kawan-kawannya, bersenang-senang tanpa
   mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat
   terlarang.



3. Penggunaan Waktu Luang

   Kegiatan di masa remaja sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar
   usaha menyelesaikan urusan di rumah, selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan.
   Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak, pada si remaja akan timbul
   gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila si
   remaja melakukan kegiatan yang positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah.
   Namun, jika ia melakukan kegiatan yang negatif maka lingkungan dapat terganggu.
   Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. Tindakan iseng ini
   selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para remaja untuk
   menarik perhatian lingkungannya. Perhatian yang diharapkan dapat berasal dari
   orangtuanya maupun kawan sepermainannya. Celakanya, kawan sebaya sering
   menganggap iseng berbahaya adalah salah satu bentuk pamer sifat jagoan yang sangat
   membanggakan. Misalnya, ngebut tanpa lampu dimalam hari, mencuri, merusak,
   minum minuman keras, obat bius, dan sebagainya.Munculnya kegiatan iseng tersebut
   selain atas inisiatif si remaja sendiri, sering pula karena dorongan teman sepergaulan
   yang kurang sesuai. Sebab dalam masyarakat, pada umunya apabila seseorang tidak
   mengikuti gaya hidup anggota kelompoknya maka ia akan dijauhi oleh
   lingkungannya. Tindakan pengasingan ini jelas tidak mengenakkan hati si remaja,
   akhirnya mereka terpaksa mengikuti tindakan kawan-kawannya. Akhirnya ia
   terjerumus. Tersesat.

   Mengisi waktu luang selain diserahkan kepada kebijaksanaan remaja, ada baiknya
   pula orangtua ikut memikirkannya pula. Orangtua hendaknya jangan hanya tersita
   oleh kesibukan sehari-hari. Orangtua hendaknya tidak hanya memenuhi kebutuhan
   materi remaja saja. Orangtua hendaknya juga memperhatikan perkembangan
   batinnya. Remaja, selain membutuhkan materi, sebenarnya juga membutuhkan
   perhatian dan kasih sayang. Oleh karena itu, waktu luang yang dimiliki remaja dapat
   diisi dengan kegiatan keluarga sekaligus sebagai sarana rekreasi.

4. Uang Saku

   Orangtua hendaknya memberikan teladan untuk menanamkan pengertian bahwa uang
   hanya dapat diperoleh dengan kerja dan keringat. Remaja hendaknya dididik agar
   dapat menghargai nilai uang. Mereka dilatih agar mempunyai sifat tidak suka
   memboroskan uang tetapi juga tidak terlalu kikir. Ajarkan pula anak untuk
   mempunyai kebiasaan menabung sebagian dari uang sakunya. Menabung bukanlah
   pengembangan watak kikir, melainkan sebagai bentuk menghargai uang yang didapat
   dengan kerja dan semangat.

   Pemberian uang saku kepada remaja memang tidak dapat dihindarkan. Namun,
   sebaiknya uang saku diberikan dengan dasar kebijaksanaan. Jangan berlebihan. Uang
   saku yang diberikan dengan tidak bijaksana akan dapat menimbulkan masalah. Yaitu:

      1. Anak menjadi boros
      2. Anak tidak menghargai uang, dan
      3. Anak malas belajar, sebab mereka pikir tanpa kepandaian pun uang gampang.



5. Perilaku Seksual

   Pada saat ini, kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan. Para
   remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan
   di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan
   masyarakat sekitarnya. Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa
   remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang
   membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk
   mendapatkan pacar. Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah
   sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu. Akibatnya, di jaman ini
   banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. Oleh karena itu, dalam masa
   pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak
   hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita,
   sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan pacaran.
   Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung
   selamanya.Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang
   sedang jatuh cinta, orangtua hendaknya bersikap seimbang, seimbang antar
   pengawasan dengan kebebasan. Semakin muda usia anak, semakin ketat pengawasan
   yang diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak
ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka berpacaran dengan
sembunyi-sembunyi. Apabila usia makin meningkat, orangtua dapat memberi lebih
banyak kebebasan kepada anak. Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak salah
jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat.

Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak.
Misalnya, ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. Ketidaksetujuan
ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Jangan hanya dengan kekerasan dan
kekuasaan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. Bila tidak berhasil, gunakanlah pihak
ketiga untuk menengahinya. Hal yang paling penting di sini adalah adanya
komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Orangtua hendaknya menjadi sahabat
anak. Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua arah dengan
sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya kepada
orangtua.

Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini, orangtua
hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka, sabar, dan
bijaksana kepada para remaja. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang
kematangan seksual serta segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan
seksual. Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan
serta pelaksanaan latihan kemoralan. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat,
remaja akan lebih mudah menentukan sikap dalam bergaul. Mereka akan mempunyai
pedoman yang jelas tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak
boleh dikerjakan. Dengan demikian, mereka akan menghindari perbuatan yang tidak
boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan.
                                         BAB III

                                        PENUTUP

    A. Kesimpulan
       dari isi makalah ini, kelompok kami mengambil beberapa kesimpulan bahwa:
            1. Kenakalan remaja terjadi karena berbagai faktor baik dari kondisi remaja itu
                sendiri maupun dari faktor lingkungan yang tidak sehat.
            2. Akibat yang di timbulkan dari tindakan remaja yang tidak baik dapat
                merugikan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.
            3. Perilaku remaja yang sering kali tidak sesuai dengan kaidah yang baik, sering
                kali masih terjadi pada remaja itu berarti belum mampu mengendalikan diri
                dengan baik.
            4. Tindakan remaja yang sering kali menampakan aurat, dapat memicu terjadinya
                tindakan yang tidak baik, ( pemerkosaan, sehingga hamil diluar nikah)
            5. Hidup yang sehat adalah hidup yang teratur, dekat dengan orang tua, dan rajin
                beribadah, sehingga iman seseorang akan baik jika diimbangi dengan tindakan
                baik pula.
    B. Saran
       Dalam penggulangan permasalahan remajat idak hanya dituntut agar pribadi
remaja itu sendiri untuk berubah. Akan tetapi perlu bantuan dan dukungan
baik dari orangtua, guru dan lingkungan masyarakat.



       DAFTAR PUSTAKA

       http://h4b13.wordpress.com

       http://thinkquantum.wordpress.com

								
To top