Docstoc

Dasar Jaringan

Document Sample
Dasar Jaringan Powered By Docstoc
					http://cabikhosting.com


       Dasar Jaringan


       Sebuah jaringan terdiri dari 2 atau lebih komputer yang saling berhubungan diantara satu
dengan yang lain, dan saling berbagi sumber daya
       Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek
pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University
yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan
sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses
tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga
beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.


Jenis-Jenis jaringan
       1 Local Area Network (LAN) /Jaringan Area Lokal.
       Sebuah LAN, adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya
dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah,
dan biasanya tidak jauh dari sekitar 1 km persegi. Komputer-komputer yang terhubung ke dalam
jaringan (network) itu biasanya disebut dengan workstation. Biasanya kemampuan workstation
lebih di bawah dari file server dan mempunyai aplikasi lain di dalam harddisknya selain aplikasi
untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu
komputer dengan komputer lainnya.
       Ukuran LAN terbatas, sehingga dapat menggunakan desain tertentu. Teknologi transmisi
kabel tunggal memiliki kecepatan 10 hingga 100 Mbps.


       2 Metropolitan Area Network (MAN) / Jaringan area Metropolitan
       Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah
dalam satu propinsi. Dalam hal ini jaringan menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan
kecil ke dalam lingkungan area yang lebih.
       3. Wide Area Network (WAN)
       Jaringan area Skala Besar Wide Area Networks (WAN) adalah jaringan yang lingkupnya
biasanya sudah menggunakan sarana Satelit ataupun kabel bawah laut sebagai contoh
keseluruhan jaringan BANK BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain.
http://cabikhosting.com


Menggunakan sarana WAN, Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa menghubungi kantor
cabangnya yang ada di Hongkong, hanya dalam beberapa menit.


Protokol dalam Jaringan
        Sebagian besar jaringan disusun sebagai tumpukan layer. atau level, hal ini dilakukan
untuk mengurangi kerumitan perancangan perangkat lunak jaringan. Jumlah, nama, isi, dan
fungsi dari setiap layer berbeda untuk jaringan yang berbeda, tetapi semua layer pada jaringan
dibuat dengan tujuan melayani layer yang berada di atasnya.
        Layanan dan protokol merupakan dua hal yang berbeda. Layanan merupakan sekumpulan
primitive/operasi yang disediakan sebuah layer untuk layer di atasnya. Sedangkan protokol
adalah sejumlah aturan yang mengatur format dan arti sebuah frame, paket atau pesan yang
dilewatkan antara dua peer entity dalam sebuah layer .
        Protokol adalah aturan-aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa
komputer di dalam sebuah jaringan, aturan itu termasuk di dalamnya petunjuk yang berlaku bagi
cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan
transfer data.
        . Protokol-Protokol yang dikenal adalah sebagai berikut
        1. Ethernet
        Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox.
Kecepatan Ethernet waktu itu hanya 3 Mbps dan dikenali sebagai Experimental Ethernet.
Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision
Detection) Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. Kecepatan
transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat ini yang umum ada
dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps – 100 Mbps yang biasa disebut seri
10Base/100Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2,
10BaseT, dan 10BaseF
        2. Local Talk
        3. Token Ring
        Token-Ring berbasis standar IEEE 802.5 dan beroperasi pada 4 atau 16 MBps. Dengan
        Token-Ring, devais network secara fisik terhubung dalam konfigurasi ring dimana data
        dilewatkan dari devais ke devais secara berurutan. Sebuah paket kontrol, yang dikenal
http://cabikhosting.com


       sebagai kontrol token, juga dilewatkan dalam ring. Devais yang ingin mentransmit data
       akan mengambil token, mengisinya dengan data dan dikembalikan ke ring. Devais
       penerima akan mengambil token tersebut, lalu mengosongkan isinya dan dikembalikan
       ke ring. Protokol ini mencegah terjadinya kolisi data dan menghasilkan performansi yang
       lebih baik pada penggunaan high-level bandwidth.


       Ada tiga tipe pengembangan dari Token Ring dasar: full duplex, switched dan 100VG-
       AnyLAN. Token Ring Full Duplex menggandakan bandwidth yang tersedia bagi devais
       pada network. Switched Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data
       antara segmen LAN, tidak antara devais LAN tunggal. Standar 100VG-AnyLAN
       mendukung format Ethernet dan Token Ring pada kecepatan 100 MBps
       4. FDDI
       FDDI adalah pasangan teknologi LAN Ethernet IEEE 802 yang mendukung data transfer
       100 MBps untuk jarak sampai 100 km. FDDI bukan standar IEEE dan beroperasi di atas
       kabel fiber optik dengan menggunakan arsitektur ring counter-ruting kembar yang dapat
       menghubungkan sampai 500 devais per ring. Ring kembar memungkinkan LAN tetap
       beroperasi bila terjadi kegagalan pada salah satu ring atau node.


       5. ATM
       ATM beroperasi mulai dari 25 MBps sampai 622 MBps. ATM adalah suatu bentuk
       teknologi paket switching yang menggunakan sel data dengan panjang tetap (53 byte)
       pada sirkuit virtual. Dengan ukuran sel data yang tetap dan kecil, memungkinkan
       switching pada kecepatan dengan throughput tinggi. Dengan delay yang sangat kecil dan
       waktu interval yang tetap antar sel data, memungkinkan aplikasi suara dan video dikirim
       lewat LAN dan berbagai jenis tipe data yang berbeda digabungkan dalam network yang
       sama.
http://cabikhosting.com




       Protokol TCP/IP
       TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar
komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari
satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri
sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga
merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini.




       Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner
antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host
dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan
128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada
jaringan Internet berbasis TCP/IP.


       Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan
model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram, TCP/IP merngimplemenasikan
arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak
secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai
DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang
http://cabikhosting.com


awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan
Amerika Serikat.


         Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP
diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah
sebagai berikut:
           * Protokol lapisan aplikasi: bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada
aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host
Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol
(HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple
Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa
implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi
berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over
TCP/IP (NetBT).
           * Protokol lapisan antar-host: berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi
koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol
dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol
(UDP).
           * Protokol lapisan internetwork: bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan
(routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang
bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP),
Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
           * Protokol lapisan antarmuka jaringan: bertanggung jawab untuk meletakkan frame-
frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak
teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan
Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public
Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta
Asynchronous Transfer Mode (ATM)).


         Subbnetting
   http://cabikhosting.com


             Subnetting adalah membagi suatu network menjadi sub-sub network yang lebih kecil
   Cara kerja subnetwork mirip dengan cara kerja pada network, hanya pada skala yang lebih kecil
   Misal kita akan men-subnet suatu network klas C.
             Subnet mask untuk subnetting bisa menjadi :

1111 1111              1111 1111           1111 1111            1100 0000            = 255.255.255.192

1111 1111              1111 1111           1111 1111            1110 0000            = 255.255.255.224

1111 1111              1111 1111           1111 1111            1111 0000            = 255.255.255.240

1111 1111              1111 1111           1111 1111            1111 1000            = 255.255.255.248

1111 1111              1111 1111           1111 1111            1111 1100            = 255.255.255.252



             Setiap host di dalam suatu network punya alamat (ID) yang unique Ada banyak jaringan.
   Setiap jaringan harus diberi ID (alamat) untuk membedakan antara jaringan yang satu dengan
   jaringan yang lain, jika jaringan-jaringan tersebut saling berhubungan. Suatu host ada dua
   alamat:
             Alamat Jaringan (Network Address/Network Number))
             Alamat Host (Host Address/Host Number)
             ID suatu host secara global ditulis dengan cara : alamat network terlebih dahulu, diikuti
   dengan alamat host. Contoh:3.12 -> 3 adalah alamat network 12 adalah alamat host di dalam
   network
      •      Setiap host mempunyai ID (Network Address dan Host Address) sebanyak 32 bit.
             Contoh:
             1010 0011 1001 0000 <- Alamat Network
             1010 1010 0101 1000 <- Alamat Host

   Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier
   kelas A.
http://cabikhosting.com


Jumlah subnet             Subnet bit Subnetmask                   Jumlah host
1-2                       1            255.128.0.0 atau /9        8388606
3-4                       2            255.192.0.0 atau /10       4194302
5-8                       3            255.224.0.0 atau /11       2097150
9-16                      4            255.240.0.0 atau /12       1048574
17-32                     5            255.248.0.0 atau /13       524286
33-64                     6            255.252.0.0 atau /14       262142
65-128                    7            255.254.0.0 atau /15       131070
129-256                   8            255.255.0.0 atau /16       65534
257-512                   9            255.255.128.0 atau /17     32766
513-1024                  10           255.255.192.0 atau /18     16382
1025-2048                 11           255.255.224.0 atau /19     8190
2049-4096                 12           255.255.240.0 atau /20     4094
4097-8192                 13           255.255.248.0 atau /21     2046
8193-16384                14           255.255.252.0 atau /22     1022
16385-32768               15           255.255.254.0 atau /23     510
32769-65536               16           255.255.255.0 atau /24     254
65537-131072              17           255.255.255.128 atau /25   126
131073-262144             18           255.255.255.192 atau /26   62
262145-524288             19           255.255.255.224 atau /27   30
524289-1048576            20           255.255.255.240 atau /28   14
1048577-2097152           21           255.255.255.248 atau /29   6
2097153-4194304           22           255.255.255.252 atau /30   2


Subnetting Alamat IP kelas B

Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier
kelas B.
http://cabikhosting.com


Jumlah subnet             Jumlah subnet    Subnet mask                  Jumlah host
1-2                       1                255.255.128.0 atau /17       32766
3-4                       2                255.255.192.0 atau /18       16382
5-8                       3                255.255.224.0 atau /19       8190
9-16                      4                255.255.240.0 atau /20       4094
17-32                     5                255.255.248.0 atau /21       2046
33-64                     6                255.255.252.0 atau /22       1022
65-128                    7                255.255.254.0 atau /23       510
129-256                   8                255.255.255.0 atau /24       254
257-512                   9                255.255.255.128 atau /25     126
513-1024                  10               255.255.255.192 atau /26     62
1025-2048                 11               255.255.255.224 atau /27     30
2049-4096                 12               255.255.255.240 atau /28     14
4097-8192                 13               255.255.255.248 atau /29     6
8193-16384                14               255.255.255.252 atau /30     2


Subnetting Alamat IP kelas C

Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier
kelas C.


Jumlah subnet        Jumlah subnet bit       Subnet mask                      Jumlah host
1-2                  1                       255.255.255.128 atau /25         126
3-4                  2                       255.255.255.192 atau /26         62
5-8                  3                       255.255.255.224 atau /27         30
9-16                 4                       255.255.255.240 atau /28         14
17-32                5                       255.255.255.248 atau /29         6
33-64                6                       255.255.255.252 atau /30         2
http://cabikhosting.com


       Bahasan di atas merupakan sebuah contoh dari subnetting yang memiliki panjang tetap
(fixed length subnetting), yang akan menghasilkan beberapa subjaringan dengan jumlah host
yang sama. Meskipun demikian, dalam kenyataannya segmen jaringan tidaklah seperti itu.
Beberapa segmen jaringan membutuhkan lebih banyak alamat IP dibandingkan lainnya, dan
beberapa segmen jaringan membutuhkan lebih sedikit alamat IP.


       Jika proses subnetting yang menghasilkan beberapa subjaringan dengan jumlah host yang
sama telah dilakukan, maka ada kemungkinan di dalam segmen-segmen jaringan tersebut
memiliki alamat-alamat yang tidak digunakan atau membutuhkan lebih banyak alamat. Karena
itulah, dalam kasus ini proses subnetting harus dilakukan berdasarkan segmen jaringan yang
dibutuhkan oleh jumlah host terbanyak. Untuk memaksimalkan penggunaan ruangan alamat
yang tetap, subnetting pun diaplikasikan secara rekursif untuk membentuk beberapa subjaringan
dengan ukuran bervariasi, yang diturunkan dari network identifier yang sama. Teknik subnetting
seperti ini disebut juga variable-length subnetting. Subjaringan-subjaringan yang dibuat dengan
teknik ini menggunakan subnet mask yang disebut sebagai Variable-length Subnet Mask
(VLSM).
       Karena semua subnet diturunkan dari network identifier yang sama, jika subnet-subnet
tersebut berurutan (kontigu subnet yang berada dalam network identifier yang sama yang dapat
saling berhubungan satu sama lainnya), rute yang ditujukan ke subnet-subnet tersebut dapat
diringkas dengan menyingkat network identifier yang asli.
       Teknik variable-length subnetting harus dilakukan secara hati-hati sehingga subnet yang
dibentuk pun unik, dan dengan menggunakan subnet mask tersebut dapat dibedakan dengan
subnet lainnya, meski berada dalam network identifer asli yang sama. Kehati-hatian tersebut
melibatkan analisis yang lebih terhadap segmen-segmen jaringan yang akan menentukan berapa
banyak segmen yang akan dibuat dan berapa banyak jumlah host dalam setiap segmennya.
       Dengan menggunakan variable-length subnetting, teknik subnetting dapat dilakukan
secara rekursif: network identifier yang sebelumnya telah di-subnet-kan, di-subnet-kan kembali.
Ketika melakukannya, bit-bit network identifier tersebut harus bersifat tetap dan subnetting pun
dilakukan dengan mengambil sisa dari bit-bit host.
       Tentu saja, teknik ini pun membutuhkan protokol routing baru. Protokol-protokol routing
yang mendukung variable-length subnetting adalah Routing Information Protocol (RIP) versi 2
http://cabikhosting.com


(RIPv2), Open Shortest Path First (OSPF), dan Border Gateway Protocol (BGP versi 4 (BGPv4).
Protokol RIP versi 1 yang lama, tidak mendukungya, sehingga jika ada sebuah router yang hanya
mendukung protokol tersebut, maka router tersebut tidak dapat melakukan routing terhadap
subnet yang dibagi dengan menggunakan teknik variable-length subnet mask.
Sebagai contoh :
      Kita punya jaringan klas C, dengan Network Address = 192.168.10.0
      Jumlah subnet = 23 – 2 = 8 – 2 = 6 subnet
      Host per subnet = 25 – 2 = 32 – 2 = 30 host per subnet
      Alamat subnet 0000 0000, dan 1110 0000 tidak bisa dipakai
       MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang
diimplementasikan    pada    lapisan   data-link   dalam   tujuh    lapisan     model    OSI,   yang
merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis
Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang
mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam
jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau
hardware address.


       MAC     Address      mengizinkan   perangkat-perangkat      dalam      jaringan   agar   dapat
berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, dalam sebuah jaringan berbasis
teknologi Ethernet, setiap header dalam frame Ethernet mengandung informasi mengenai MAC
address dari komputer sumber (source) dan MAC address dari komputer tujuan (destination).
Beberapa perangkat, seperti halnya bridge dan switch Layer-2 akan melihat pada informasi MAC
address dari komputer sumber dari setiap frame yang ia terima dan menggunakan informasi
MAC address ini untuk membuat "tabel routing" internal secara dinamis. Perangkat-perangkat
tersebut pun kemudian menggunakan tabel yang baru dibuat itu untuk meneruskan frame yang ia
terima ke sebuah port atau segmen jaringan tertentu di mana komputer atau node yang memiliki
MAC address tujuan berada.


       Dalam sebuah komputer, MAC address ditetapkan ke sebuah kartu jaringan (network
interface card/NIC) yang digunakan untuk menghubungkan komputer yang bersangkutan ke
jaringan. MAC Address umumnya tidak dapat diubah karena telah dimasukkan ke dalam ROM.
http://cabikhosting.com


Beberapa kartu jaringan menyediakan utilitas yang mengizinkan pengguna untuk mengubah
MAC address, meski hal ini kurang disarankan. Jika dalam sebuah jaringan terdapat dua kartu
jaringan yang memiliki MAC address yang sama, maka akan terjadi konflik alamat dan
komputer pun tidak dapat saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya. Beberapa kartu
jaringan, seperti halnya kartu Token Ring mengharuskan pengguna untuk mengatur MAC
address (tidak dimasukkan ke dalam ROM), sebelum dapat digunakan.
http://cabikhosting.com




         Dari gambar diatas kita melihat perangkat wireless yang memiliki MAC perpaduan 6
byte karakter baik angka maupun huruf.
         MAC address memang harus unik, dan untuk itulah, Institute of Electrical and
Electronics Engineers (IEEE) mengalokasikan blok-blok dalam MAC address. 24 bit pertama
dari MAC address merepresentasikan siapa pembuat kartu tersebut, dan 24 bit sisanya
merepresentasikan nomor kartu tersebut. Setiap kelompok 24 bit tersebut dapat direpresentasikan
dengan menggunakan enam digit bilangan heksadesimal, sehingga menjadikan total 12 digit
bilangan heksadesimal yang merepresentasikan keseluruhan MAC address. Berikut merupakan
tabel beberapa pembuat kartu jaringan populer dan nomor identifikasi dalam MAC Address.


Bridges
         Adalah sebuah perangkat         yang    membagi    satu buah jaringan kedalam dua
buah     jaringan,   ini   digunakan   untuk    mendapatkan   jaringan   yang     efisien,   dimana
kadang     pertumbuhan network sangat           cepat   makanya di perlukan       jembatan untuk
itu.   Kebanyakan      Bridges   dapat    mengetahui     masing-masing   alamat     dari     tiap-tiap
segmen komputer pada jaringan sebelahnya dan juga pada jaringan yang lain di
sebelahnya pula.
http://cabikhosting.com


       Bridge mengatur agar informasi di antara kedua sisi network tetap jalan dengan baik dan
teratur. Bridges juga dapat di gunakan untuk mengkoneksi diantara network yang menggunakan
tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula.
       Bridge jaringan beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapat
digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara
media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur
jaringan yang berbeda, seperti halnya antara Token Ring dan Ethernet. Bridge akan membuat
sinyal yang ditransmisikan oleh pengirim tapi tidak melakukan konversi terhadap protokol,
sehingga agar dua segmen jaringan yang dikoneksikan ke bridge tersebut harus terdapat protokol
jaringan yang sama (seperti halnya TCP/IP). Bridge jaringan juga kadang-kadang mendukung
protokol Simple Network Management Protocol (SNMP), dan beberapa di antaranya memiliki
fitur diagnosis lainnya. (Sumber http://id.wikipedia.org)
       Terdapat tiga jenis bridge jaringan yang umum dijumpai:
       * Bridge Lokal: sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan
          lokal.
       * Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN
          untuk membuat sebuah Wide Area Network.
       * Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel
          dan jaringan LAN nirkabel.
http://cabikhosting.com




       Router
       Router hampir sama dengan Bridge Router akan mencari jalur yang terbaik untuk
mengirimkan sebuah pesan yang berdasakan atas alamat tujuan dan alamat asal.Sementara
Bridges dapat mengetahui alamat masing-masing komputer dimasing-masing sisi jaringan, router
mengetahui alamat komputerr, bridges dan router lainnya. router dapat mengetahui keseluruhan
jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang sibuk
tersebut sampai sisi tersebut bersih. Sebuah Router mengartikan informasi dari satu jaringan ke
jaringan yang lain.
       Jika sebuah jaringan LAN menginginkan terkoneksi ke Internet, maka dibutuhkan sebuah
router, biasanya berupa PC Router maupun Perangkat Router Wireless. Ini berarti sebuah router
dapat menterjemahkan informasi diantara LAN anda dan Internet. ini juga berarti mencarikan
alternatif jalur yang terbaik untuk mengirimkan data melewati internet. Ini berarti Router itu :
       1.    Mengatur jalur sinyal secara effisien
       2.    Mengatur Pesan diantara dua buah protocol
       3.    Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan Bintang(star)
       4.    Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel koaksial atau kabel
             twisted pair


       Produk yang bisa digunakan sebagai router adalah :
       1. Access Point (AP), yaitu bridge yang biasanya dipasang pada Base Station.
       2. Remote Outdoor Router (ROR), yaitu router yang biasanya dipasang pada Client
            Station.
       3. Central Outdoor Router (COR), dapat sebagai bridge atau router dan biasanya
            dirancang khusus untuk Base Station.
       4. Angin Office Router
       5. Angin Base Router
http://cabikhosting.com


       Pengenalan Router Mikrotik
       Mikrotik didesain untuk mudah digunakan dan sangat baik digunakan untuk keperluan
administrasi jaringan komputer seperti merancang dan membangun sebuah sistem jaringan
komputer skala kecil hingga yang kompleks sekalipun.


       Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Bagi yang
belum tau, Latvia adalah sebuah negara yang merupakan “pecahan” dari negara Uni Soviet
dulunya atau Rusia sekarang ini. Dengan nama merek dagang Mikrotik mulai didirikan tahun
1995 yang pada awalnya ditujuka untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet
Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau
wireless. Saat ini MikroTikls memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk layanan
akses Internet dibanyak negara di dunia dan juga sangat populer di Indonesia.


       Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer (PC) dikenal
dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai jenis paket data dan
penanganan proses rute atau lebih dikenal dengan istilah routing. Mikrotik yang dibuat sebagai
router berbasiskan PC banyak bermanfaat untuk sebuah ISP yang ingin menjalankan beberapa
aplikasi mulai dari hal yang paling ringan hingga tingkat lanjut. Contoh aplikasi yang dapat
diterapkan dengan adanya Mikrotik selain routing adalah aplikasi kapasitas akses (bandwidth)
manajemen, firewall, wireless access point (WiFi), backhaul link, sistem hotspot, Virtual Private
Netword (VPN) server dan masih banyak lainnya.


Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika kamu ingin memanfaatkannya secara penuh,
dibutuhkan lisensi dari MikroTikls untuk dapat menggunakanya alias berbayar. Mikrotik dikenal
dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia mulai dari Level 0 kemudian 1, 3 hingga 6, untuk
Level 1 adalah versi Demo Mikrotik dapat digunakan secara gratis dengan fungsi-fungsi yang
sangat terbatas. Tentunya setiap level memilki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan
harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat
digambarkan jelaskan sebagai berikut:
http://cabikhosting.com


  * Level 0 (gratis); tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur
hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.
  * Level 1 (demo); pada level ini kamu dapat menggunakannya sbg fungsi routing standar saja
dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya.
  * Level 3; sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk menajemen segala
perangkat keras yang berbasiskan Kartu Jaringan atau Ethernet dan pengelolan perangkat
wireless tipe klien.
  * Level 4; sudah mencakup level 1 dan 3 ditambah dengan kemampuan untuk mengelola
perangkat wireless tipe akses poin.
  * Level 5; mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah
pengguna hotspot yang lebih banyak.
  * Level 6; mencakup semua level dan tidak memiliki limitasi apapun.


      Jika kamu ingin sekedar untuk mencoba-coba silakan gunakan Level 1 sebagai awal.
Sedangkan untuk yang ingin menggunakan seluruh fitur dari Mikrotik maka mau tidak mau
kamu harus membeli lisensinya.


      Setiap file Mikrotik yang telah di instalasi pada sebuah komputer akan bertahan selama 24
jam sejak pertama kali diinstal. Jika kamu matikan komputer saat waktu masih kurang dari 24
jam maka kamu masih memiliki sisa waktunya untuk terus dapat menggunakannya. Jika masa 24
jam telah lewat maka Mikrotik sudah tidak dapat lagi digunakan dan membutuhkan proses
instalasi ulang. Sistem lisensi perangkat lunak Mikrotik atau lebih dikenal dengan sebutan
RouterOS berbasiskan identitas dari perangkat lunak itu sendiri atau disebut Software ID. Jika
ingin merubah lisensinya maka kamu wajib mengetahui Software ID tersebut, ini dapat kamu
temukan saat proses instalasi berlangsung. Jika kamu terlewat saat melihat Software ID atau lupa
mencatat maka kamu dapat melihatnya kembali melalui sistem konsol atau melalui perangkat
lunak tambahan dari Mikrotik berbasiskan Windows yaitu Winbox.
http://cabikhosting.com




       Mikrotik menerapkan sistem level lisensi yang baru. Dengan adanya sistem level lisensi
yang baru ini, diharapkan pengguna lebih diuntungkan, karena harganya yang lebih murah dan
jangka waktu free upgrade yang lebih lama (sekarang menjadi 3 tahun untuk level 5 dan 6).
http://cabikhosting.com
http://cabikhosting.com


(Sumber http://mikrotik.co.id)


        Mulai bulan Agustus 2006, Mikrotik melakukan pengubahan pada sistem perpanjangan
lisensi, yang meliputi perubahan sistem masa berlaku free upgrade untuk routerOS.


        Sebelumnya, masa free upgrade untuk level 4 adalah 1 tahun, dan untuk level 5 dan 6
adalah 3 tahun. Sekarang, masa berlaku untuk level 4 adalah sepanjang versi mayor, plus versi
mayor berikutnya. Jadi, jika seorang pelanggan membeli lisensi level 4 pada saat sedang rilis
versi 3.xx, maka lisensi ini dapat diperpanjang hingga versi 4.xx.


Peralihan Untuk Liensi yang Dibeli Sebelumnya


         Untuk lisensi yang dibeli sebelumnya, di mana batas masa upgradenya setelah tanggal
14 Agustus 2005, akan tetap dapat diupgrade hingga ke level 2.10 atau akan disebut versi 3.0.
Sedangkan untuk new level 5 dan 6 (berlaku 3 tahun) maka masa upgradenya akan hingga versi
4.xx.
http://cabikhosting.com


            Setiap RouterOS yang telah berhasil diinstalasi maka akan diberikan sebuah user yaitu
admin tanpa kata kunci (password) atau tekan tombol Enter saja saat diminta memasukkannya.
Untuk melihat lisensi melalui konsol Mikrotik lakukan perintah: /system license print. Pastikan
kamu telah masuk-log (login) saat mengetikkan perintah tersebut.


Jika kamu telah memiliki Software ID, apa langkah berikutnya?


    1. Daftarlah pada website Mikrotik
    2. Pilih lisensi yang kamu butuhkan
    3. Beberapa metode untuk mendapatkan lisensi setelah daftar adalah sebagai berikut:
         * Masukkan Software ID dan mintalah lisensi dikirimkan melalui E-Mail. Jika kamu pakai
Winbox gunakan fitur drag-and-drop.
         * Buka file lisensi menggukanan editor teks dan salinlah isinya. Lalu letakkan pada sistem
konsol. Jika pakai Winbox dapat ditemukan pada menu System > License.
         * Jika komputermu punya koneksi Internet, maka kamu dapat dengan mudah meminta
lisensinya menggunakan jalur Internet yang ada.
1
      Instalasi Mikrotik pada PC akan menghapus seluruh isi hard disk dan semua data kamu akan
hilang. Pastikan kamu telah memikirkannya terlebih dahulu.


          Setiap media penyimpanan seperti hard disk yang telah di instalasi RouterOS maka dapat
dipindah dengan mudah pada perangkat PC lainnya, namun tidak dapat menyalin isi hard disk
lalu dipindahkan ke hard disk lainnya tanpa membeli lisensi kembali.


Layanan di Mikrotik
Ada banyak protocol dan port yang dipakai oleh layanan Mikrotik RouterOS, dengan
mengetahui tiap port kita bisa mengetahui alasan untuk mengijinkan atau menolak layanan
tersebut.


Untuk melihat layanan layanan tersebut dapat dilakukan engan perintah :
[admin@MikroTik] ip service> print

1
    http://cabikhosting.com
http://cabikhosting.com


Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME PORT ADDRESS CERTIFICATE
0 telnet 23 0.0.0.0/0
1 ftp 21 0.0.0.0/0
2 www 80 0.0.0.0/0
3 ssh 22 0.0.0.0/0
4 www-ssl 443 0.0.0.0/0 none


Kita dapat merubah port dan mendefinisikan alamat IP apa saja yang diperbolehkan untuk
menggunakan layanan tersebut.
[admin@MikroTik] ip service> set www port=8081 address=192.168.0.0/24
[admin@MikroTik] ip service> print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME PORT ADDRESS CERTIFICATE
0 telnet 23 0.0.0.0/0
1 ftp 21 0.0.0.0/0
2 www 8081 192.168.0.0.0/24
3 ssh 22 0.0.0.0/0
4 www-ssl 443 0.0.0.0/0 none
[admin@MikroTik] ip service>


Dari table berikut kita akan mengetahui port, protocol dan deskripsi, beberapa layanan harus
terinstal.


20/tcp = File Transfer Protocol FTP [Koneksi Data]
21/tcp = File Transfer Protocol FTP [Pengawasan Koneksi]
22/tcp = Secure Shell SSH Protokol Remote Login(hanya dengan paket security)
23/tcp = Telnet
53/tcp = Domain Name Server DNS
53/udp = Domain Name Server DNS
67/udp = Bootstrap Protocol atatu DHCP Server (Hanya dengan paket dhcp)
http://cabikhosting.com


68/udp = Bootstrap Protocol or DHCP Client (Hanya dengn paket dhcp)
80/tcp = World Wide Web HTTP
123/udp = Network Time Protocol NTP (Hanya dengan paket NTP)
161/udp = Simple Network Menagment Protocol SNMP (Hanya dengan paket SNMP)
443/tcp = Secure Socket Layer SSL encrypted HTTP(Hanya dengan paket hotspot)
500/udp = Internet Key Exchange IKE protocol (Hanya dengan paket ipsec)
520/udp = Routing Information Protocol RIP (Hanya dengan paket routing)
521/udp = Routing Information Protocol RIP (Hanya dengan paket routing)
179/tcp = Border Gateway Protocol BGP (Hanya dengan paket routing)
1080/tcp = SOCKS Protokol Proxy
1701/= udp Layer 2 Tunnel Protocol L2TP (Hanya dengan Paket ppp)
1718/udp = H.323 Gatekeeper Discovery (Hanya dengan paket telephon)
1719/tcp = H.323 Gatekeeper RAS (Hanya dengan paket telephon)
1720/tcp = H.323 Call Setup (Hanya dengan paket telephon)
1723/tcp = Point-to-Point Tuneling Protocol PPTP (Hanya dengan paket ppp)
1731/tcp = H.323 Audio Call Control (Hanya dengan paket telephon)
1900/udp = Universal Plug and Play uPnP
2828/tcp = Universal Plug and Play uPnP
2000/tcp = Bandwidth-test
3986/tcp = Proxy untuk winbox
3987/tcp = SSL proxy untuk secure winbox (Hanya dengan paket security)
5678/udp = MikroTik Neighbor Discovery Protocol
8080/tcp = HTTP Web proxy (Hanya dengan paket web-proxy)
8291/tcp = Winbox
20561/udp = MAC winbox
5000+/udp = H.323 RTP Audio Streem (Hanya dengan paket telephon)
/1 ICMP = Internet Control Message Protocol
/4 IP = IP in IP (Enkapsulasi)
/47 GRE = General Routing Encapsulation (Hanya untuk PPTP dan EoIP)
/50 ESP = Encapsulating Security Payload.
/51 AH - Authentication Header for IPv4 (Hanya dengan paket security)
http://cabikhosting.com


/89 OSPFIGP - OSPF Interior Gateway Protocol
/112 VRRP - Virtual Router Redundancy Protocol.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:54
posted:5/10/2011
language:Indonesian
pages:23