Docstoc

Tugas PKP

Document Sample
Tugas PKP Powered By Docstoc
					                                    BAB I
                             PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
      Kegiatan belajar mengajar di SD hendaknya dapat menciptakan terjadinya
   interaktif antara siswa dengan guru dan juga antara siswa dengan siswa. Untuk
   menciptakan hal tersesbut diperlukan media pembelajaran yang sesuai dan
   dapat menciptakan situasi belajar yang hidup dan terorganisisr.
      Setiap guru hendaknya juga menyususn rencana pembelajaran. Dalam
   menyusun rencana pembelajaran tersebut, guru perlu mengetahui asumsi-
   asumsi yang dijadikan sebagai landasan berpikir dalam menentukan strategi
   pembelajaran yang tepat sehingga kompetensi yang tercantum dalam
   Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dapat tercapai.
      Untuk mewujudkan hal tersebut di atas kita sebagai guru harus berupaya
   untuk    mengaktualisasikan    kompetensinya     secara     profesional   dalam
   melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang ideal, yang dapat menanamkan
   pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki siswa. Sehingga
   proses pembelajaran yang diterima siswa menjadi pengalaman bermakna,
   menurut Kolb. dalam Suciati (2007:4.18) bahwa belajar adalah suatu proses
   yang    berkesinambungan      yang   berpijak   pada      pengalaman.     Namun
   pembelajaran yang bermakna bagi siswa di sekolah dasar yang diharapakan
   masih jauh dari kegiatan belajar yang diinginkan, salah satu pengalaman
   bermakna bagi siswa yaitu keberhasilan siswa menguasai materi pelajaran.
   Tetapi dalam kenyataannya masih banyak terjadi ketidak berhasilan siswa
   dalam menguasai materi pelajaran.
          Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang
   terdapat pada Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dimana proses
   pembelajarannya menggunakan pendekatan Tematik yang dilaksanakan di
   kelas I, II dan III. Namun dengan pendekatan pembelajaran tematik khususnya
   di kelas I masih banyak kelemahan dan kekurangannya diantaranya waktu




                                        1
                                                                                 2




yang dilaksanakan untuk tiap mata pelajaran masih kurang sehingga siswa
kurang menguasai materi pelajaran dan tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan tidak tercapai. Data di bawah ini menggambarkan kurangnya siswa
menguasai materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada dua tahun
ajaran terakhir.
              Tabel 1.2. Prsetasi Belajar Siswa Kelas I Mata Pelajaran IPS
                                 SD Negeri 2 Citangtu
                               Tahun                    Jumlah         Nilai
  No    Mata Pelajaran                   Semester
                               Ajaran                    Siswa       rata-rata
   2    IPS                  2008 - 2009    2              27           60
                             2009 - 2010    2              20           55

       Dari data di atas dapat dijelaskan bahwa penguasaan siswa terhadap
materi pelajaran sangat rendah, dan jauh dari kriteria ketuntasan belajar
minimum 75%. Untuk mengatasi hal tersebut di atas telah dilakukan upaya
perbaikan     pembelajaran    dengan    menggunakan      beberapa    pendekatan
pembelajaran dan media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi
pelajaran namun hasilnya kurang memuaskan.
       Pada semester kedua tahun ajaran 2010/2011 hasil beberapa kali
ulangan. pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tentang materi denah
ruangan dalam rumah menunjukkan tingkat penguasaan siswa terhadap materi
pembelajaran rendah. Hanya 2 orang siswa dari 24 siswa di kelas I yang
mendapat tingkat penguasaan materi di atas 70%, dan selebihnya 22 orang
siswa tingkat penguasaannya bervariatif di bawah 60%.
       Setelah melakukan renungan sebagai guru kelas menyadari bahwa
kegagalan pembelajaran tersebut di sebabkan kesalah guru dalam melakukan
proses belajar mengajar. Beberapa faktor penyebab kesulitan yang dialami
siswa tersebut antara lain guru tidak melibatkan siswa dalam proses
pembelajaran, guru tidak menggunakan alat peraga, proses pembelajaran
dikuasai guru sehingga membosankan siswa, siswa tidak diberikan
kesempatan untuk terlibat dalam pembelajaran, strategi pembelajaran yang
digunakan guru tidak tepat.
                                                                            3




      Dari hasil pengamatan dalam pembelajaran tentang materi denah
ruangan dalam rumah kemampuan siswa baru pada tahap mengenal konsep,
sedangkan pemahaman siswa terhadap isi atau makna yang terkandung dalam
materi tersebut belum sepenuhnya dikuasai. Hal ini dibuktikan pada saat
dilakukan tanya jawab tentang materi pelajaran, banyak siswa yang tidak bisa
menjawab pertanyaan guru dan siswa tidak melaksanakan tugas yang
diberikan guru.
     Berdasarkan masalah tersebut di atas alat peraga sebagai media
pembelajaran sangat relevan digunakan dalam proses pembelajaran, dimana
penggunaan alat peraga ini dapat memotivasi siswa dapat mendorong minat
dan menstimuli siswa, dan dapat mempengaruhi sikap, nilai dan emosi siswa.
Alat peraga juga dapat memberi informasi dan menarik perhatian siswa,
sekaligus mengajarkan materi pelajaran, merangsang motivasi perkembangan
proses intelektual dalam memahami materi pelajaran, Setiawan (2007:2.16).
     Alat Peraga sebagai media pembelajaran dapat mempertinggi proses
belajar mengajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan
dapat mempertinggi hasil belajar siswa. Ada beberapa alasan, mengapa media
pembelajaran dapat mempertinggi hasil belajar siswa dalam proses belajar
mengajar antara lain :
a) Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
   menumbuhkan motivasi belajar
b) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
   dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pelajaran
   lebih baik
c) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi
   verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan
   dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi guru mengajar setiap jam
   pelajaran.
d) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya
   mendengarkan uraian guru, tetapi aktivitas lain seperti mengamati,
   melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain
                                                                         4




     Berdasarkan uraian tersebut di atas, media pembelajaran (denah rumah)
memiliki pengaruh penting dalam membantu meningkatkan prestasi belajar
siswa khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk
meningkatkan kemampuan siswa memahami materi denah ruangan dalam
rumah. Dengan demikian penulis menganggap penting untuk mengadakan
perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan judul
”Penggunaan Alat Peraga Denah Rumah Untuk Meningkatkan Pemahaman
Siswa tentang Materi Denah Ruangan Dalam Rumah Pada Mata Pelajaran IPS
di Kelas I SD Negeri 2 Citangtu Kuningan”


1. Identifikasi Masalah
     Untuk mengidentifikasi masalah dalam pembelajaran IPS tentang materi
   denah ruangan dalam rumah penulis melakukan refleksi dan diskusi
   dengan supervisior dan terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam
   pembelajaran yaitu :
   a. Guru    tidak   mempergunakan      alat   peraga   untuk   membantu
       mempermudah penyerapan materi oleh siswa
   b. Proses pembelajaran IPS cenderung berpusat pada guru sehingga
       proses pembelajaran berlangsung secara pasif
   c. Dalam proses pembelajaran belum nampak interaksi antara guru dan
       siswa atau antara siswa dengan siswa
   d. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS


2. Analisis Masalah
        Masalah-masalah yang terjadi pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan
   Sosial tentang materi denah ruangan dalam rumah yang akan diatasi
   melalui perbaikan pembelajaran dengan menggunakan kaidah penelitian
   tindakan kelas diantaranya : Guru tidak menggunakan alat peraga. Sebagai
   media pembelajaran alat peraga sangat relevan digunakan dalam proses
   pembelajaran, dimana penggunaan alat peraga ini dapat memotivasi siswa
   dapat mendorong minat dan menstimuli siswa, dan dapat mempengaruhi
                                                                             5




      sikap, nilai dan emosi siswa. Alat peraga juga dapat memberi informasi
      dan menarik perhatian siswa, sekaligus mengajarkan materi pelajaran,
      merangsang motivasi perkembangan proses intelektual dalam memahami
      materi pelajaran Setiawan (2007:2.16).
              Menyadari pentingnya alat peraga sebagai media pembelajaran maka
      langkah-langkah PTK akan difokuskan pada penggunaan alat peraga.


B. Rumusan Masalah
        Berdasarkan identifikasi masalah dan analisis masalah yang telah
   diuraikan di atas dapat dirumuskan permasalahannya ialah “Apakah
   penggunaan alat peraga dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam materi
   denah ruangan dalam rumah pada mata pelajaran IPS di kelas I SDN 2
   Citangtu?”


C. Tujuan Perbaikan
      Tujuan perbaikan dalam penelitian ini adalah: Untuk mngetahui apakah
   penggunaan alat peraga dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam materi
   denah ruangan dalam rumah pada mata pelajaran IPS di kelas I SDN 2
   Citangtu


D. Manfaat Penelitian
   1. Bagi Siswa
      1) Dapat menguasai materi pelajaran dan tidak verbalisme
      2) Dapat menumbuhkan motivasi untuk mempelajari mata pelajaran IPS
      3) Dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap mata pelajaran IPS
   2. Bagi Guru
      1) Sebagai masukan bagi guru untuk memperbiki proses dan hasil
         pembelajaran yang dikelolanya
      2) Meningkatkan rasa percaya diri guru
      3) Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan
         keterampilan dalam proses belajar mengajar
                                                                    6




   4) Sebagai acuan bagi guru, dan mahasiswa PGSD dalam pengembangan
      strategi pembelajaran
3. Bagi Sekolah
   1) Sebagai masukan bagi Kepala Sekolah dalam mengambil kebijakan
      dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
   2) Meningkatkan sekolah untuk lebih berkembang
   3) Menumbuhkan kerjasama yang kondusif untuk memajukan sekolah
                                                                               7




                                    BAB II
                            KAJIAN PUSTAKA


A. Ilmu Pengetahuan Sosial
   1. Pengertian IPS
           Berikut pengertian IPS yang dikemukakan oleh beberapa ahli
      pendidikan dan IPS di Indonesia
         Moeljono     Cokrodikardjo    mengemukakan      bahwa    IPS    adalah
          perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia
          merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi,
          antripologi budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik
          dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuktujuan intruksional
          dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajarai.
         Nu’man Soemantri manyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-
          ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP,
          dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti: a) menurunkan tingkat
          kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas
          menjadi pelajaran yang sesuai dengan kematangan berpikir siswa siswi
          sekolah dasar dan lanjutan, b) mempertautkan dan memadukan bahan
          aneka cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga
          menjadi pelajaran yang mudah dicerna.
         Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang
          studiyang menghormati, mempelajari, mengolah dan membahas hal-
          hal yang berhubungan dengan masalah-masalah human relationship
          hingga benar-benar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya.
          Penyajiannya harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu
          sosial yang terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan
          kepentingan sekolah.
               Dengan demikian IPS adalah bidang studi yang mempelajari,
      menelaah, mengkaji, gejala, dan menganalisa masalah sosial di masyarakat
                                                                            8




     yang bobot dan keluasannya disesuaikan dengan jenjang pendidikan
     masing-masing.
  2. Ruang lingkup IPS
            Ruang lingkup IPS pada jenjang pendidikan dasar dibatasi sampai
     pada gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan
     sejarah. Terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari-hari yang
     ada dilingkungan peserta didik.
  3. Tujuan pembelajaran IPS
     Tujuan pembelajaran IPS yang harus dicapai oleh peserta didik adalah
     sebagai berikut:
         Membekali peserta didik dengan pengetahuan sosial yang berguna
          dalam kehidupan masyarakat
         Membekali peserta didik dengan kemampuan mengidentifikasi,
          menganalisa dan menyusun alternatif pemecahan masalah sosial yang
          terjadi dalam kehidupan di masyarakat.
         Membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dengan
          sesama warga masyarakat dan dengan berbagai bidang keilmuan serta
          berbagai keahlian
         Membekali peserta didik dengan kesadaran, sikap mental yang positif,
          dan keterampilan terhadap lingkungan hidup yang menjadi bagian
          kehidupannya yang tak terpisahkan.
         Membekali peserta didik dengan kemampuan mengembangkan
          pengetahuan dan keilmuan IPS sesuai dengan perkembangan
          kehidupan, perkembangan masyarakat, dan perkembangan ilmu dan
          teknologi.


B. Materi Denah Ruangan Dalam Rumah
         Denah adalah gambar yang menunjukkan suatu tempat (KBBI,
  1989:195).
         Mengidentifikasi denah rumah merupakan salah satu indikator dalam
  pembelajaran IPS. Denah rumah merupakan gambar yang menunjukkan letak
                                                                           9




   ruangan dalam rumah. Ruangan dalam rumah meliputi ruang tamu yang
   berfungsi untuk menerima tamu, ruang keluarga berfungsi untuk menonton
   TV, ruang makan berfungsi untuk tempat makan keluarga, kamar tidur
   berfungsi untuk istirahat, kamar mandi berfungsi untuk mandi atau bersih-
   bersih, ruang dapur berfungsi untuk memasak makanan. (Indrastuti dan Penny
   Rahmawaty, 2004:105-111)


C. Alat Peraga (Media Pembelajaran)
   1. Pengertian Alat Peraga
           Alat peraga merupakan sarana komunikasi, baik dalam bentuk cetak
      maupun pandang dengar, termasuk perangkat kerasnya, NEA dalam
      Hernawan (2007:11.18)
           Alat peraga didefinisikan sebagai teknologi pembawa pesan yang
      dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran, Wilbur Schramm
      dalam Hernawan (2007:11.18)
           Alat peraga sebagai media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
      dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan
      kemauan anak didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar
      pada diri siswa, Miarso dalam Hernawan (2007:11.18)
   2. Peranan Alat Peraga dalam Pembelajaran
           Alat peraga sebagai media pembelajaran sangat relevan digunakan
      dalam proses pembelajaran, dimana penggunaan alat peraga ini dapat
      memotivasi siswa untuk mendorong minat dan menstimuli siswa, dan
      dapat mempengaruhi sikap, nilai dan emosi siswa. Alat peraga juga dapat
      memberi informasi dan menarik perhatian siswa, sekaligus mengajarkan
      materi pelajaran, merangsang motivasi perkembangan proses intelektual
      dalam memahami materi pelajaran Setiawan, (2003:2.14).
           Menurut kurikulum (Anonim, 1991:26) peranan alat peraga
      disebutkan sebagai berikut:
         Membuat pendidikan lebih efektif dengan jalan meningkatkan
          semangat belajar siswa.
                                                                             10




          Alat peraga memungkinkan lebih sesuai dengan perorangan, dimana
           para siswa belajar dengan banyak kemungkinan sehingga belajar
           berlangsung sangat menyenangkan bagi masing-masing individu.
          Alat peraga memungkinkan belajar lebih cepat segera bersesuaian
           anatar kelas dan diluar kelas.
          Alat peraga memungkinkan mengajar lebih sistematis dan teratur.
          Meletakkan dasar-dasar yang kuat untuk berfikir sehingga mengurangi
           verbalisme.
   3. Tujuan Penggunaan Alat Peraga
          Memperjelas informasi atau pesan pemebalajaran
          Memberi tekanan pada bagian-bagian penting
          Memberi variasi dalam pengajaran
          Memperjelas struktur pengajaran
          Memotivasi belajar
          Dengan melihat uraian di atas maka alat peraga dapat dijadikan media
   pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, salah satu materi pembelajaran yang
   memerlukan penggunaan alat peraga denah rumah adalah materi denah
   ruangan dalam rumah, karena pada denah tedapat gambar yang menunjukkan
   letak ruangan dalam rumah. Dengan alat peraga tersebut diharapkan
   pemahaman siswa terhadap materi pelajaran lebih meningkat.


D. Metode Pembelajaran
   1. Arti dan Maksud Metode Pembelajaran
           Metode adalah cara, yang dalam fungsinya merupakan alat untuk
      mencapai tujuan. Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru
      dalam menyajikan (menguraikan materi, memberi contoh dan memberi
      latihan) isi pelajaran kepada siswa secara efektif dan efesien dalam
      mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Tidak setiap
      metode     pembelajaran     sesuai    untuk   digunakan   dalam   mencapai
      pembelajaran tertentu. Oleh karena itu guru harus selalu berusaha memilih
      metode pengajaran yang setepat-tepatnya, yang dipandang lebih efektif
                                                                          11




   daripada metode-metode lainnya sehingga kecakapan dan pengetahuan
   yang diberikan guru menjadi milik siswa. (Hernawan, dkk 2007:11.11).
2. Metode Ceramah dalam Proses Belajar Mengajar
      Ceramah sebagai metode mengajar adalah penerangan dan penuturan
   secara lisan oleh guru terhadap kelasnya. Pada metode ceramah
   perhubungan guru dan murid adalah berbicara, sedangkan peranan murid
   yang penting adalah mendengarkan dengan teliti serta mencatat yang
   pokok-pokok yang dikemukakan oleh guru.
3. Metode Diskusi dalam Proses Belajar Mengajar
      Sudjana (2001:14) menjelaskan bahwa teknik adalah langkah-langkah
   yang harus dilakukan oleh siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran.
   Knowles (1977) dalam Sudjana (2001:15) menjelaskan bahwa teknik
   pembelajaran ada tujuh jenis, anatara lain teknik diskusi. Teknik diskusi
   mencakup beberapa teknik yang anatara lain teknik diskusi pemecahan
   masalah. Penggunaan teknik ini akan memberikan kesempatan yang
   seluas-luasnya kepada para siswa untuk saling belajar dan saling
   melaksanakan tugas, (Sudjana:2001:29). Siswa saling belajar untuk
   menguasai KD melalui kegiatan bertukar pikiran dan pengalaman di antara
   mereka baik dalam kelompoknya atau antar kelompok. Sedangkan
   kegiatan melaksanakan tugas yang harus dilakukan oleh siswa adalah
   kegiatan siswa yang tertulis dalam indikator.
4. Metode Penugasan dalam Proses Belajar Mengajar
      Metode penugasan adalah suatu cara mengajar dengan cara
   memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya
   pertanggungjawaban terhadap hasilnya.
                                                                                   12




                                         BAB III
                            PELAKSANAAN PENELITIAN


A. Subyek Penelitian
   1. Lokasi
              Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada mata pelajaran Ilmu
      Pengetahuan Sosial tentang materi denah ruangan dalam rumah di kelas I
      SDN 2 Citangtu, Kuningan mulai tanggal 28 Pebruari 2011 sampai dengan
      24 Maret 2011 dengan jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran
      disesuaikan       dengan     jadwal        pelajaran   dikelas.   Adapun   waktu
      pelaksanaannya sebagai berikut:
                                            Tabel 3.1
                            Jadwal Pelaksanaan Perbaikan IPS
                                  Jam
          No     Hari/Tanggal            Siklus                    Mater
                                   ke
                                                     Meningkatkan pemahaman siswa
                    Selasa /                         tentang materi denah ruangan
          1        08 Maret        3         I       dalam rumah melalui penggunaan
                     2011                            alat peraga denah rumah

                                                     Meningkatkan pemahaman siswa
                    Senin /                          tentang materi denah ruangan
          2        21 Maret        3        II       dalam rumah melalui penggunaan
                     2011                            alat peraga denah rumah



   2. Karakteristik Siswa
              Setiap keberhasilan proses pembelajaran ditentukan oleh beberapa
      faktor yang mendukung pada pelaksanaannya. Dalam proses pembelajaran
      karakteristik siswa sangat mendukung sekali dalam keberhasilan proses
      pembelajaran. Gambaran umum karakteristik siswa kelas I (satu) SDN 2
      Citangtu Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan adalah sebagai
      berikut :
             Jumlah siswa kelas I berjumlah 24 orang terdiri dari 14 orang laki-laki
              dan 11 orang perempuan
                                                                               13




         Prestasi akademik yang dicapai oleh siswa kelas I selama ini adalah
          sedang hal ini dapat dilihat dari KKM yang dirumuskan pada setiap
          mata pelajara masih di bawah 75.
         Aktivitas sehari-hari siswa kelas I dapat digambarkan sebagai berikut:
          pagi hari belajar di sekolah dasar dari mulai pukul 7.30 sampai dengan
          pukul 10.40, sore hari sebagian siswa ada yang belajar ngaji di
          mushola, ada pula yang membantu pekerjaan ayah dan ibunya baik di
          rumah atau di sawah.
         Kondisi sosial ekonomi siswa, rata-rata berlatar belakang menengah ke
          bawah ( buruh tani, dan pedagang kecil )


B. Deskripsi Per Siklus
      Perbaikan pembelajaran menggunakan kaidah Penelitian Tindakan Kelas
   yaitu penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri, melalui refleksi diri
   dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sehingga hasil belajar siswa
   meningkat. Pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tentang materi
   denah ruangan dalam rumah diuraikan langkah-langkahnya sebagai berikut:


    Siklus I
   1. Rencana Perbaikan Pembelajaran
               Masalah yang diperbaiki : meningkatkan pemahaman siswa
      tentang materi denah ruangan dalam rumah dengan menggunakan alat
      peraga denah rumah
      Cara mengatasi :
      a. Menggunakan alat peraga yang sesuai
      b. Pengamatan pada alat peraga dan pengisisan lembar kerja siswa sebagai
          penugasan dengan pengisian tabel
      c. Menggunakan metode diskusi dan lembar kerja siswa
      d. Melaporkan hasil diskusi dan dilanjutkan dengan diskusi kelas.
      e. Menyimpulkan materi pelajaran
      f. Memberikan tes akhir
                                                                        14




   g. Memberikan tindak lanjut
2. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
      Pelaksanaan perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tentang
   materi denah ruangan dalam rumah dengan menggunakan alat peraga,
   menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas yaitu :
   a. Fokus Perbaikan Pembelajaran
      Tindakan pembelajaran pada siklus I difokuskan pada upaya dalam
      menggunakan alat peraga denah rumah untuk meningkatakan
      pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran
   b. Pelaksanaan Pembelajaran
      Langkah-langkah     yang    ditempuh   dalam   prosedur   pelaksanaan
      perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :
         Memberikan pertanyaan awal untuk menggali pengetahuan awal
          siswa.
         Memperhatikan penjelasan guru dan mengamati denah rumah yang
          di pasang guru di papan tulis.
         Melalui penugasan siswa secara bergilir disuruh ke depan untuk
          menunjukkan ruangan dalam denah tersebut dengan bimbingan
          guru.
         Dengan menggunakan denah rumah tersebut siswa ditugaskan
          untuk mengisi tabel tentang fungsi tiap-tiap ruangan dalam rumah
          dengan bimbingan guru.
         Pada saat siswa mengisi tabel guru berkeliling memberikan
          penilaian pada setiap siswa dan membimbing siswa yang
          mengalami kesulitan dalam mengerjakannya.
         Siswa bersama guru melakukan diskusi kelas untuk membahas
          hasil pengisian tabel
         Guru memberikan penghargaan pada siswa dengan kinerja terbaik
         Siswa mengerjakan tes akhir secara individual.
                                                                           15




           Sebagai tindak lanjut siswa diberikan pekerjaan rumah untuk
            mencatat nama barang yang terdapat di ruangan dalam rumah
            masing-masing.
3.    Teknik Pengumpulan Data
        Teknik pengumpulan data disusun berdasarkan urutan pembelajaran
     yang telah disusun dalam rencana perbaikan. Hal itu dilakukan agar data
     yang diperoleh sesuai dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan
     yang meliputi pembelajaran pendahuluan, inti serta hasil tes dan penutup.
     Pengamatan di kelas dibantu oleh supervisior sebagai observer. Alat yang
     digunakan untuk pengumpulan data yaitu lembar observasi untuk
     mengamati guru dan siswa selama proses belajar mengajar dengan fokus
     penggunaan alat peraga denah rumah untuk meningkatkan pemahaman
     siswa tentang materi denah ruangan dalam rumah, lembar kerja siswa,
     lembar evaluasi.
4. Refleksi
        Refleksi dilakukan bersaam dengan observer. Tujuannya adalah untuk
     mencari dan menemukan kekurangan dan kelemahan proses pembelajaran.
     Selanjutnya kekurangan dan kelemahan proses pembelajaran dianalisis
     untuk dicari sebab-sebabnya dan solusi untuk mengatasinya. Refleksi
     dilakukan pada akhir setiap siklus.
     Setiap siklus pembelajaran yang dilaksanakan pada mata pelajaran IPS
     menggunakan prosedur sebagai berikut (1) Perencanaan (Planning), (2)
     Pelaksanaan tindakan (Acting) dan pengamatan (Observing), (3) Refleksi
     (Reflecting), (4) Perencanaan ulang (Resived Plan).


     Siklus II
     1. Rencana Perbaikan Pembelajaran
        Masalah yang diperbaiki : meningkatkan pemahaman siswa tentang
        materi denah ruangan dalam rumah dengan menggunakan alat peraga
        denah rumah
                                                                        16




     Cara Mengatasinya
     a. Mengadakan tanyajawab tentang ruangan dalam rumah masing-
         masing
     b. Mengamati denah rumah kemudian menyebutkan fungsi masing-
         masing ruangan dengan menggunakan tabel.
     c. Melakukan diskusi untuk memecahkan masalah dalam lembar kerja
         siswa dengan bimbingan guru
     d. Melaporkan hasil diskusi dengan bimbingan guru yang dilanjutkan
         dengan diskusi kelas.
     e. Membuat kesimpulan terhadap permasalahan secara keseluruhan.
     f. Mengerjakan tes akhir untuk mengukur prestasi siswa
     g. Memberikan tindak lanjut

2.   Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
     Langkah-langkah     yang    ditempuh   dalam    prosedur   pelaksanaan
     perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :
        Memotivasi siswa melalui tanya jawab
        Siswa memperhatikan penjelasan guru dan mengamati denah
         rumah yang di pasang guru di papan tulis.
        Melalui penugasan dan tanya jawab siswa secara bergilir disuruh
         ke depan untuk menunjukkan ruangan dalam denah tersebut
         dengan bimbingan guru.
        Dengan menggunakan denah rumah tersebut siswa ditugaskan
         untuk kerja kelompok dengan teman sebangku mengisi tabel
         tentang fungsi tiap-tiap ruangan dalam rumah dan menyalin denah
         ruangan dalam rumah yang terdapat pada alat peraga dengan
         bimbingan guru.
        Pada saat siswa mengisi tabel guru berkeliling memberikan
         penilaian pada setiap siswa atau kelompok dan membimbing siswa
         yang mengalami kesulitan dalam mengerjakannya.
                                                                        17




        Siswa bersama guru melakukan diskusi kelas untuk membahas
         hasil pengisian tabel dan gambar denah ruangan dalam rumah
        Guru memberikan penghargaan pada siswa dengan kinerja terbaik
        Siswa menyimpulkan materi pelajaran dengan bimbingan guru
        Siswa mengerjakan tes akhir secara individual.
3.   Teknik Pengumpulan Data
          Teknik    pengumpulan     data   disusun    berdasarkan   urutan
     pembelajaran yang telah disusun dalam rencana perbaikan. Hal itu
     dilakukan agar data yang diperoleh sesuai dengan proses pembelajaran
     yang dilaksanakan yang meliputi pembelajaran pendahuluan, inti serta
     hasil tes dan penutup. Pengamatan di kelas dibantu oleh supervisior
     sebagai observer. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu
     lembar observasi untuk mengamati guru dan siswa selama proses
     belajar mengajar dengan fokus penggunaan alat peraga denah rumah
     untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi denah ruangan
     dalam rumah, lembar kerja siswa, lembar evaluasi.


4. Refleksi
          Refleksi dilakukan bersaam dengan observer. Tujuannya adalah
     untuk mencari dan menemukan kekurangan dan kelemahan proses
     pembelajaran. Selanjutnya kekurangan dan             kelemahan proses
     pembelajaran dianalisis untuk dicari sebab-sebabnya dan solusi untuk
     mengatasinya. Refleksi dilakukan pada akhir setiap siklus.
Setiap siklus pembelajaran yang dilaksanakan pada mata pelajaran IPS
menggunakan prosedur sebagai berikut (1) Perencanaan (Planning), (2)
Pelaksanaan tindakan (Acting) dan pengamatan (Observing), (3) Refleksi
(Reflecting), (4) Perencanaan ulang (Resived Plan).
                                                                            18




                                   BAB IV
                HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Deskripsi Hasil Penelitian Per Siklus
          Perbaikan pembelajaran untuk meningkatakan pemahaman siswa
   tentang materi denah ruangan dalam rumah pada mata pelajaran Ilmu
   Pengetahuan Sosial di kelas I SDN 2 Citangtu Kuningan menggunakan
   langkah-langkah kegiatan sebagai berikut:
   1. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus I
         Siswa diarahkan pada situasi belajar mengajar. Guru memeriksa
          kehadiran siswa, siswa ditugaskan untuk berdo’a dan menyiapkan alat-
          alat pelajaran.
         Mempersiapkan alat peraga denah rumah
         Guru menginformasikan materi yang akan diajarkan, tujuan yang harus
          dicapai, dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
         Memotivasi siswa melalui tanya jawab, pertanyaan yang diajukan:
          a. Di ruang manakah jika ayah atau ibumu menerima tamu?
          b. Apa yang disimpan oleh ibumu di dapur?
         Siswa memperhatikan penjelasan guru dan mengamati denah rumah
          yang di pasang guru di papan tulis.
         Melalui penugasan siswa secara bergilir disuruh ke depan untuk
          menunjukkan ruangan dalam denah tersebut dengan bimbingan guru.
         Dengan menggunakan denah rumah tersebut siswa ditugaskan untuk
          mengisi tabel tentang fungsi tiap-tiap ruangan dalam rumah dengan
          bimbingan guru.
         Pada saat siswa mengisi tabel guru berkeliling memberikan penilaian
          pada setiap siswa dan membimbing siswa yang mengalami kesulitan
          dalam mengerjakannya.
         Siswa bersama guru melakukan diskusi kelas untuk membahas hasil
          pengisian tabel
         Guru memberikan penghargaan pada siswa dengan kinerja terbaik
                                                                          19




      Siswa mengerjakan tes akhir secara individual.
      Sebagai tindak lanjut siswa diberikan pekerjaan rumah untuk mencatat
       nama barang yang terdapat di ruangan dalam rumah masing-masing.


2. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran Siklus I
         Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan alat
   peraga denah rumah dalam pembelajaran denah ruangan dalam rumah
   yang difasilitasi oleh peneliti pada siswa SDN 2 Citangtu, kelas I. Siklus
   pertama dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 08 Maret 2011, jam ke
   satu. Pengamat dalam pembelajaran ini adalah supervisior 2 yaitu Abdul
   Gani, S.Pd.
         Pelaksanaan pembelajaran ini berpedoman pada RPP siklus pertama
   yang telah disusun dalam fase perencanaan.


3. Hasil Pengamatan Siklus I
   Hasil pengamatan yang dilakukan oleh supervisior 2 tentang materi denah
   ruangan dalam rumah dengan menggunakan media alat peraga denah
   rumah, peneliti melakukan kegiatan pembelajaran sebagai berikut :
   Kegiatan Pendahuluan
   Pada kegiatan pendahuluan guru mengarahkan siswa pada situasi belajar
   mengajar. Kemudian guru memeriksa kehadiran siswa, siswa ditugaskan
   untuk berdo’a dan menyiapkan alat-alat pelajaran. Kegiatan dilanjutkan
   dengan mempersiapkan alat peraga denah rumah. Pada saat guru
   memasang alat peraga denah rumah seluruh siswa memperhatikan dengan
   seksama, kemudian guru menginformasikan materi yang akan diajarkan,
   tujuan yang harus dicapai, dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Untuk
   menggali pengetahuan awal siswa guru memotivasi siswa melalui tanya
   jawab, pertanyaan yang diajukan: “Di ruang manakah jika ayah atau
   ibumu menerima tamu?” dan “Apa yang disimpan oleh ibumu di dapur?”
   siswa menjawab dengan serempak. Kemudian kegiatan dilanjutkan pada
   kegiatan inti.
                                                                            20




   Kegiatan Inti
   Pada kegiatan inti siswa ditugaskan untuk memperhatikan penjelasan guru
   dan mengamati denah rumah yang di pasang guru di papan tulis.
   Kemudian siswa ditugaskan secara bergilir disuruh ke depan untuk
   menunjukkan ruangan dalam denah tersebut dengan bimbingan guru.
   Dengan menggunakan denah rumah tersebut siswa ditugaskan untuk
   mengisi tabel tentang fungsi tiap-tiap ruangan dalam rumah dengan
   bimbingan guru. Pada saat siswa mengisi tabel guru berkeliling
   memberikan penilaian pada setiap siswa dan membimbing siswa yang
   mengalami kesulitan dalam mengerjakannya. Siswa bersama guru
   melakukan diskusi kelas untuk membahas hasil pengisian tabel. Kegiatan
   inti diakhiri guru memberikan penghargaan pada siswa dengan kinerja
   terbaik.
   Kegiatan Penutup
   Pada kegiatan penutup siswa mengerjakan tes akhir secara individual. Dan
   skenario pembelajaran ditutup dengan tindak lanjut pada siswa yaitu
   diberikan pekerjaan rumah untuk mencatat nama barang yang terdapat di
   ruangan dalam rumah masing-masing.


4. Refleksi Perbaikan Pembelajaran Siklus I
        Refleksi siklus I dilakukan dengan supervisior 2. Kegiatan ini
   bertujuan untuk mencari dan menemukan indikator-indikator yang telah
   tercapai dan yang belum tercapai. Adapun caranya adalah dengan
   membandingkan nilai rata-rata pra penelitian dengan nilai rata-rata siklus I
   dengan kriteria ketercapaian minimal (KKM) yang telah ditetapkan
   sebelumnya. Selanjutnya, peneliti mencari penyebab dan solusi untuk
   mengatasinya.
         Hasil pengamatan yang dilakukan oleh supervisior 2 untuk
   meningkatkan pemahaman siswa tentang materi denah ruangan dalam
   rumah dengan menggunakan media alat peraga denah rumah diperoleh
                                                                            21




nilai kemampuan guru dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran,
sebagaimana diuraikan pada tabel 4.1 di bawah ini
                   Tabel 4.1 Data pengamatan IPS Siklus I
                                          Rata-Rata (%)         Rata-Rata
   No               Pernyataan
                                          Pra penelitian       (%) Siklus I
             Mengelola ruang dan
      1                                          70                 70
             fasilitas pembelajaran
             Melaksanakan kegiatan
      2                                          80                 93
             perbaikan pembelajaran
      3      Mengelola interaksi kelas           90                 92
             Bersikap terbuka dan luwes
             serta membantu
      4      mengembangkan sikap                 85                 92
             positif siswa terhadap
             belajar
             Mendemonstrasikan
             kemampuan khusus dalam
      5                                          80                 90
             perbaikan pembelajaran
             mata pelajaran IPS
             Melaksanakan penilaian
      6                                          80                 90
             proses dan hasil belajar
             Kesan umum pelaksanaan
      7                                          75                 90
             pembelajaran
 Jumlah                                         560                 617
 Rata-rata                                       80                88,14

            Hasil perbaikan pembelajaran pada siklus I tentang materi denah
      ruangan dalam rumah dengan menggunakan media alat peraga denah
      rumah maka menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dari
      pembelajaran sehari-hari, sebagaimana diuraikan pada tabel 4.2 di
      bawah ini.
                         Tabel 4.2 Data Nilai IPS
                                    Nilai Pra       Nilai Postes
 No            Nama Siswa                                             Ket
                                     Siklus           Siklus I
 1.       AAH SANTUL JANAH             60                70
 2.       AJI WALIDAENI                50                60
 3.       APIP PUROHMAN                50                65
 4.       AULIA FITRI R.               60                80
 5.       CINTYA                       70                85
 6.       DEVI NURAPIYANTI             50                65
 7.       DICKI RESNALDI               50                60
                                                                       22




     8. FAJRI RHAMDAN U.              60             70
     9. FAZRI NUR YADI                60             75
    10. FENI                          40             60
    11. IDA NURFARIDA                 50             70
    12. INDAH                         60             75
    13. IRMA WIDIYANI                 60             70
    14. JONI RIKI RAMDANI             50             70
    15. KIA APRIAN                    50             65
    16. LILI RALI                     60             70
    17. M. YANI                       50             65
    18. MUHAMAD ILHAM N.              80             90
    19. NUNUY NURZAKIYAH              60             85
    20. NUR HIKMAH A.                 80             90
    21. SANTI UTAMI                   60             70
    22. TAUFIK ALI R.                 50             65
    23. TUBAGUS WISNU A.              50             60
    24. RIO FADILAH A.                60             70
    Jumlah Nilai                     1.370          1.704
    Rata-rata                        57,08           71
    Penguasaan Materi               57,08%          71%
    Tingkat Keberhasilan              8%            29%


5. Keberhasilan dan Kegagalan Pembelajaran Siklus I
        Dari pelaksanaan perbaikan siklus I terdapat kelemahan dan
   keunggulan metode yang digunakan guru, diantaranya siswa masih kurang
   aktif dalam menggunakan alat peraga, siswa kurang kompak dalam
   pelaksanaan diskusi, siswa kurang berani dalam menjawab pertanyaan
   guru dan bertanya.
        Untuk mengatasi kegagalan pada siklus pertama maka guru
   memberikan memotivasi siswa untuk kompak dalam mengerjakan tugas,
   jangan mempercayakan sepenuhnya pada siswa pandai saja, guru
   membantu dengan menggunakan alat peraga dan merangsang siswa untuk
   berani dalam menjawab pertanyaan dan bertanya.
        Dengan cara belajar seperti di atas, peneliti yakin akan dapat
   membantu para siswa dalam mengatasi masalah di atas.
        Selanjutnya solusi di atas akan peneliti gunakan untuk memperbaiki
   RPP siklus pertama dan akan digunakan sebagai RPP siklus kedua serta
                                                                           23




   akan   digunakan      sebagai   pedoman   dalam     pelaksanaan   perbaikan
   pembelajaran pada siklus kedua.
6. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus II
      Siswa diarahkan pada situasi belajar mengajar. Guru memeriksa
       kehadiran siswa, siswa ditugaskan untuk berdo’a dan menyiapkan alat-
       alat pelajaran.
      Mempersiapkan alat peraga denah rumah
      Guru menginformasikan materi yang akan diajarkan, tujuan yang harus
       dicapai, dan kegiatan yang akan dilaksanakan.
      Memotivasi siswa melalui tanya jawab, pertanyaan yang diajukan:
       a. Siapa yang sudah punya rumah sendiri?
       b. Apa manfaat rumah bagi kita?
      Siswa memperhatikan penjelasan guru dan mengamati denah rumah
       yang di pasang guru di papan tulis.
      Melalui penugasan dan tanya jawab siswa secara bergilir disuruh ke
       depan untuk menunjukkan ruangan dalam denah tersebut dengan
       bimbingan guru.
      Dengan menggunakan denah rumah tersebut siswa ditugaskan untuk
       kerja kelompok dengan teman sebangku mengisi tabel tentang fungsi
       tiap-tiap ruangan dalam rumah dan menyalin denah ruangan dalam
       rumah yang terdapat pada alat peraga dengan bimbingan guru.
      Pada saat siswa mengisi tabel guru berkeliling memberikan penilaian
       pada setiap siswa atau kelompok dan membimbing siswa yang
       mengalami kesulitan dalam mengerjakannya.
      Siswa bersama guru melakukan diskusi kelas untuk membahas hasil
       pengisian tabel dan gambar denah ruangan dalam rumah
      Guru memberikan penghargaan pada siswa dengan kinerja terbaik
      Siswa menyimpulkan materi pelajaran dengan bimbingan guru
      Siswa mengerjakan tes akhir secara individual.
      Sebagai tindak lanjut siswa diberikan pekerjaan rumah
                                                                         24




7. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran Siklus II
           Pelaksanaan perbaikan pembelajaran melalui penggunaan alat peraga
   denah rumah tentang materi denah ruangan dalam rumah yang difasilitasi
   oleh peneliti pada siswa SDN 2 Citangtu, kelas I. Siklus kedua
   dilaksanakan pada      hari Senin tanggal 21 Maret 2011, jam ke satu.
   Pengamat dalam pembelajaran ini adalah supervisior 2 yaitu Abdul Gani,
   S.Pd.
           Pelaksanaan pembelajaran ini berpedoman pada RPP siklus kedua
   yang telah disusun dalam fase perencanaan.


8. Hasil Pengamatan Siklus II
           Hasil pengamatan yang dilakukan oleh supervisior 2 tentang materi
   denah ruangan dalam rumah dengan menggunakan media alat peraga
   denah rumah, peneliti melakukan kegiatan pembelajaran sebagai berikut:
   Kegiatan Pendahuluan
   Peneliti melakukan kegiatan pendahuluan dengan mengarahkan siswa pada
   situasi belajar mengajar. Guru memeriksa kehadiran siswa, siswa
   ditugaskan untuk berdo’a dan menyiapkan alat-alat pelajaran. Guru
   mempersiapkan alat peraga denah rumah. Guru menginformasikan materi
   yang akan diajarkan, tujuan yang harus dicapai, dan kegiatan yang akan
   dilaksanakan. Untuk memotivasi siswa guru menyampaikan apersepsi
   melalui tanya jawab, pertanyaan yang diajukan: ”Siapa yang sudah punya
   rumah sendiri?” dan ”Apa manfaat rumah bagi kita?” banyak siswa yang
   menjawab dengan antusias tetapi ada beberapa siswa yang kelihatannya
   diam saja. Kemudian guru melanjutkan langkah-langkah pembelajaran
   pada kegiatan inti.
  Kegiatan Inti
   Pada kegiatan inti siswa ditugaskan untuk memperhatikan penjelasan guru
   tentang materi pembelajaran dan mengamati denah rumah yang di pasang
   di papan tulis. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab secara
   bergilir disuruh ke depan untuk menunjukkan ruangan dalam denah
                                                                       25




   tersebut dengan bimbingan guru. Dengan menggunakan denah rumah
   tersebut siswa ditugaskan untuk kerja kelompok dengan teman sebangku
   mengisi tabel tentang fungsi tiap-tiap ruangan dalam rumah dan menyalin
   denah ruangan dalam rumah yang terdapat pada alat peraga dengan
   bimbingan guru. Pada saat siswa mengisi tabel guru berkeliling
   memberikan penilaian pada setiap siswa atau kelompok dan membimbing
   siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakannya. Siswa bersama
   guru melakukan diskusi kelas untuk membahas hasil pengisian tabel dan
   gambar denah ruangan dalam rumah. Kegiatan inti ditutup dengan guru
   memberikan penghargaan pada siswa dengan kinerja terbaik
   Kegiatan Penutup
   Pada kegiatan penutup siswa menyimpulkan materi pelajaran dengan
   bimbingan guru. Kemudian siswa mengerjakan tes akhir secara individual.
   Sebagai tindak lanjut siswa diberikan pekerjaan rumah.


9. Refleksi Perbaikan Pembelajaran Siklus II
         Hasil pengamatan yang dilakukan oleh supervisior 2 untuk
   meningkatkan pemahaman siswa tentang materi denah ruangan dalam
   rumah dengan menggunakan media alat peraga denah rumah diperoleh
   nilai kemampuan guru dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran,
   sebagaimana diuraikan pada tabel 4.3 di bawah ini


                   Tabel 4.3 Data pengamatan IPS Siklus II
                                     Rata-Rata (%)     Rata-Rata (%)
    No          Pernyataan
                                        Siklus I         Siklus II
         Mengelola ruang dan
     1                                     70                100
         fasilitas pembelajaran
         Melaksanakan kegiatan
     2                                     93                 97
         perbaikan pembelajaran
     3   Mengelola interaksi kelas         92                 96
         Bersikap terbuka dan
         luwes serta membantu
     4                                     92                 96
         mengembangkan sikap
         positif siswa terhadap
                                                                           26




      belajar
      Mendemonstrasikan
      kemampuan khusus
  5 dalam perbaikan                       90                    95
      pembelajaran mata
      pelajaran IPS
      Melaksanakan penilaian
  6                                       90                100
      proses dan hasil belajar
      Kesan umum
                                          90
  7 pelaksanaan                                                 95
      pembelajaran
 Jumlah                                  617                679
 Rata-rata                              88,14                97

       Hasil perbaikan pembelajaran pada siklus II tentang materi denah
ruangan dalam rumah dengan menggunakan media alat peraga denah
rumah maka menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa sebagaimana
diuraikan pada tabel di bawah ini.


                          Tabel 4.4 Data Nilai IPS
                                  Nilai Postes   Nilai Postes
 No          Nama Siswa                                              Ket
                                    Siklus I      Siklus II
  1.   AAH SANTUL JANAH                70             80
  2.   AJI WALIDAENI                   60             75
  3.   APIP PUROHMAN                   65             80
  4.   AULIA FITRI R.                  80             85
  5.   CINTYA                          85             90
  6.   DEVI NURAPIYANTI                65             75
  7.   DICKI RESNALDI                  60             80
  8.   FAJRI RHAMDAN U.                70             75
  9.   FAZRI NUR YADI                  75             80
 10.   FENI                            60             75
 11.   IDA NURFARIDA                   70             80
 12.   INDAH                           75             85
 13.   IRMA WIDIYANI                   70             80
 14.   JONI RIKI RAMDANI               70             75
 15.   KIA APRIAN                      65             75
 16.   LILI RALI                       70             80
 17.   M. YANI                         65             75
 18.   MUHAMAD ILHAM N.                90            100
 19.   NUNUY NURZAKIYAH                85             90
 20.   NUR HIKMAH A.                   90             95
                                                                              27




       21. SANTI UTAMI                     70             75
       22. TAUFIK ALI R.                   65             75
       23. TUBAGUS WISNU A.                60             70
       24. RIO FADILAH A.                  70             75
       Jumlah Nilai                       1.704          1.925
       Rata-rata                           71            80,20
       Penguasaan Materi                  71%            80%
       Tingkat Keberhasilan               29%            95%


B. Pembahasan Dari Setiap Siklus
   1. Siklus I
             Berdasarkan refleksi dari dokumen pembelajaran yang menjadi
      fokus perbaikan pada siklus I adalah penggunaan alat peraga denah rumah
      untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi denah ruangan
      dalam rumah. Baru beberapa siswa yang berani dalam merespon
      pertanyaan guru. Pada penggunaan alat peraga denah rumah siswa kurang
      bersungguh-sungguh, pada saat mengerjakan tugas siswa banyak yang
      belum paham tetapi ada beberapa siswa yang pandai sudah memahami dan
      bisa mengerjakan tugas yang diberikan. Dalam melakukan diskusi masih
      didominasi oleh siswa tertentu, yang lain hanya diam.
             Berdasarkan tabel 4.1 dari hasil pengamatan supervisior 2 dengan
      fokus perbaikan penggunaan alat peraga denah rumah untuk meningkatkan
      pemahaman siswa tentang materi denah ruangan dalam rumah, tampak
      proses perbaikan pembelajaran pada siklus I lebih meningkat dari
      pelaksanaan sehari-hari, hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai
      kemampuan guru 80% pada pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dan
      pada siklus I menjadi 88,14% ada peningkatan rata-rata 8,14%, proses
      perbaikan pembelajaran diasumsikan meningkat.
           Begitu pula dari tabel 4.2 di atas dapat diketahui bahwa dengan
      menggunakan media alat peraga denah rumah dapat meningkatkan
      pemahaman siswa tentang materi denah ruangan dalam rumah yaitu
      adanya peningkatan hasil belajar siswa dari nilai rata-rata 57,08% pada tes
      awal menjadi 71% pada siklus I maka terjadi peningkatan rata-rata nilai
                                                                        28




13,92%. Tetapi nilai rata-rata pada siklus I masih di bawah ketuntasan
minimal belajar (75%), hal ini disebabkan siswa kurang aktif dalam
menggunakan alat peraga, siswa tidak kompak dalam diskusi, sebagian
siswa masih belum mengerti tentang tugas yang diberikan guru. Dengan
demikian perbaikan pembelajaran harus diulang. Penyebab kegagalan
tersebut akan dijadikan fokus perbaikan pada siklus II.
       Nilai rata-rata kelas yang diperoleh 71 (71%) maka perlu dilakukan
perbaikan pembelajaran siklus berikutnya karena ketuntasan minimal
belajar 75% belum tercapai.


Siklus II
       Proses pelaksanaan pembelajaran pada siklus II, bertitik tolak dari
perbaikan pembelajaran siklus I, merefleksi dari observasi guru dan siswa
Proses pembelajaran diwarnai partisipasi aktif siswa, terutama dalam
penggunaan alat peraga denah rumah hampir seluruh siswa terlibat dalam
penggunaan alat peraga tersebut, siswa mampu memahami tugas yang
diberikan guru, siswa mampu dalam merespon pertanyaan yang diberikan
guru, seluruh siswa terlibat dalam melakukan diskusi, melaporkan hasil
diskusi, membuat kesimpulan.
     Berdasarkan tabel 4.3 dari hasil pengamatan supervisior 2 dengan
fokus perbaikan penggunaan media alat peraga denah rumah untuk
meningkatkan pemahaman siswa tentang materi denah ruangan dalam
rumah, tampak proses perbaikan pembelajaran lebih meningkat dari siklus
I, hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai kemampuan guru 88,14% pada
siklus I menjadi 97% ada peningkatan rata-rata 8,86%, proses perbaikan
pembelajaran diasumsikan meningkat.
     Begitu pula dari tabel 4.4 di atas dapat diketahui bahwa dengan
penggunakan media alat peraga denah rumah dapat meningkatkan
pemahaman siswa tentang materi denah ruangan dalam rumah yaitu
adanya peningkatan hasil belajar siswa dari nilai rata-rata 71% pada siklus
I menjadi 80,20% pada siklus II maka terjadi peningkatan rata-rata nilai
                                                                   29




perata jawaban benar 9,2%. Dan nilai rata-rata melebihi ketuntasan
minimal belajar (75%), dengan demikian perbaikan pembelajaran telah
selesai (tuntas)
      Gambaran tentang adanya peningkatan hasil belajar siswa tentang
materi denah ruangan dalam rumah dengan menggunakan alat peraga
denah rumah diuraikan pada tabel 4.5 dan grafik 4.1.


                       Tabel 4.5 Data Nilai IPS
   No         Pelaksanaan Tes               Nilai rata-rata
    1      Tes awal (Pra penelitian)             57,08
    2              Siklus I                        71
    3             Siklus II                      80,20



           100
           90                                           80,20
           80                             71
           70
           60                 57
           50
           40
           30
           20
           10

          Nilai         Tes awal       Siklus I        Siklus II


                   Grafik 4.1 Nilai Rata-rata IPS
                                                                             30




                                    BAB V
                       KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
     Berdasarkan     hasil   pelaksanaan    perbaikan   pembelajaran    dengan
  menggunakan kaidah penelitian tindakan kelasa dapat disimpulkan bahwa
  penggunaan alat peraga denah rumah dapat meningkatkan pemahaman siswa
  kelas I tentang materi denah ruangan dalam rumah pada mata pelajaran Ilmu
  Pengetahuan Sosial. Hal ini dibuktikan adanya peningkatan hasil belajar siswa
  dengan nilai rata-rata dari 57,08 pada pra penelitian menjadi 71 pada siklus I
  dan 80,20 pada siklus II, maka pencapaian hasil belajar siswa diatas standar
  ketuntasan minimum 75.


B. Saran
     Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian tersebut di atas, maka peneliti
  mengajukan saran tindak lanjut, jika suatu pembelajaran direncanakan dengan
  pertimbangan yang matang dan ada kesesuaian antara mata pelajaran, materi
  kurikulum, siswa, pendekatan pembelajaran, media dan sumber pembelajaran,
  metode dan guru sebagai pengelolanya, maka tujuan pembelajaran yang telah
  dirumuskan akan dapat tercapai.
                                                                          31




                            DAFTAR PUSTAKA



Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan
      Pendidikan (KTSP), Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta:
      BSNP.

Hernawan Asep Herry, et a.l (2007) Pengembangan Kurikulum dan
      Pembelajaran Pusat Penerbitan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Indrastuti dan Penny Rahmawati (2008) IPS untuk SD Kelas I Jakarta : Pusat
       Perbukuan Depdiknas

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1989) Kamus Besar Bahasa
      Indonesia Penerbit: Balai Pustaka Jakarta

Setiawan Denny, et a.l (2007) Komputer dan Media Pembelajaran Pusat
       Penerbitan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Suciati, et a.l (2007) Belajar & Pembelajaran 2 Pusat Penerbitan. Jakarta:
        Universitas Terbuka.

Universitas Pendidikan Indonesia. (2003). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah,
       Laporan Buku, Makalah, Skripsi, Tesis, Disertasi. Bandung: Departemen
       Pendidikan Nasional, Universitas Pendidikan Indonesia.

Wardani, I.G.A.K. et. a.l (2007). Pemantapan Kemampuan Profesional
      (Panduan). Modul PDGK 4501. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K. et. al. (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Modul IDIK 4420.
      Jakarta: Universitas Terbuka.

Winataputra,Udin S. (2007). Materi dan Pembelajaran IPS SD.Pusat Penerbitan
      Jakarta : Universitas Terbuka

Zainul, Asmawi dan Mulyana, Agus (2007). Tes dan Asesmen di SD.Pusat
       Penerbitan Jakarta : Universitas Terbuka

http://massofa. wordpress. com, diunduh tanggal 15 Maret 2011.
32

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1910
posted:5/10/2011
language:Indonesian
pages:32
Description: Kegiatan belajar mengajar di SD hendaknya dapat menciptakan terjadinya interaktif antara siswa dengan guru dan juga antara siswa dengan siswa. Untuk menciptakan hal tersesbut diperlukan media pembelajaran yang sesuai dan dapat menciptakan situasi belajar yang hidup dan terorganisir.