Docstoc

Dasar-dasar PHP

Document Sample
Dasar-dasar PHP Powered By Docstoc
					                           http://prothelon.com/caramembuatwebsite/tutorial-php-dasar


                                          Dasar-dasar PHP
  PHP adalah sebuah bahasa script yang sangat bagus dan merupakan pasangan yang pas untuk
bahasa HTML. Dengan kemampuan PHP untuk membuat website yang dinamis serta keindahan
desain menggunakan HTML, maka nyaris tidak ada yang tidak dapat dilakukan gabungan kedua
bahasa ini di dunia web. Enaknya lagi, PHP ini merupakan bahasa yang sangat mudah (bagi yang
  pernah mempelajari C atau bahasa pemrograman lain akan sangat merasakan perbedaaan ini.
    Contoh salah satu perbedaan yang paling terasa adalah bahwa kita ndak usah repot-repot
                  deklarasi variabel di awal, kalau butuh variabel tinggal pakai).

 Kelebihan lain PHP adalah lisensinya yang open source, artinya selain boleh make secara gratis
    anda memiliki keuntungan tambahan yaitu tersedia banyak sekali materi pendukung yang
   tersebar di Internet (salah satunya di situs ini). Setelah kita memahami dasar-dasarnya, akan
sangat mudah bagi kita untuk mengembangkan kemampuan kita karena ada begitu banyak materi
                           tentang PHP yang bisa kita pelajari lebih lanjut.

 Saya sangat menyarankan agar anda mempelajari lebih lanjut pembuatan website menggunakan
PHP ini dengan cara mempelajari script-script PHP yang sudah ada. Tentu saja dimulai dari yang
  sederhana dulu, dan nantinya akan meningkat ke yang lebih kompleks seiring perkembangan
                                     kemampuan kita.

   Saya sendiri mengenal PHP saat harus membuat aplikasi berbasis web di kantor. Kebetulan
        disuruh kursus, dan ternyata sangat mudah. Enjoy aja, dan tetap terusin bacanya.

Kamu bisa baca juga artikel tentang Belajar PHP ini untuk mengerti lebih dalam tentang apa dan
   mengapa kita perlu pake PHP. Selain itu, mungkin anda perlu menyempatkan diri untuk
 mempelajari strategi belajar PHP terlebih dahulu untuk mengerti urut-urutan yang disarankan
                                   untuk mempelajari PHP.

Sebelum mulai, anda perlu menginstal server di komputer anda untuk mencoba script yang anda
  buat secara lokal. (Jika anda memiliki space di server yang support PHP anda juga bisa ngetes
 script di sana, tapi lebih rumit dan makan biaya soalnya perlu FTP, akses internet, lama, and so
     on gitu loh). Kalo belum punya software untuk menambahkan fungsi web server, PHP di
  komputer anda, coba cari di google kata kunci phptriad download, terus instal aja di PC anda.
Kalo udah selesai instal, nyalain Apachenya (kalau udah perlu database nyalain juga MySQLnya,
   untuk cara koneksi PHP ke MySQL lihat di artikel ―menghubungkan PHP dengan MySQL‖)
terus coba ketik di addres http://localhost kalo dah keluar halaman awal Apache, berarti PC anda
   sudah siap untuk ngetes PHP. (Sebelum lupa, direktori tempat kita harus meletakkan file-file
 nanti ada di c:\apache\htdocs, kalo ndak percaya, lihat aja di file index yang ada di direktori itu
   isinya sama dengan yang muncul di halaman awal waktu kita akses ke localhost). Kamu bisa
       baca juga artikel tentang cara download PHP dan download MySQL sebelum mulai.

   Kalau kamu udah selesai membaca tutorial dasar ini, maka kamu bisa melihat tutorial lain
tentang HTML, MySQL, PHP dan MySQL, Contoh Script PHP, contoh proyek PHP dan tutorial
                     lanjutan PHP yang juga tersedia di prothelon.com.
                          Dasar-dasar PHP 2 Pengenalan PHP

Apa sih PHP itu?

OK, server sudah siap. Pertanyaan berikutnya adalah sebetulnya PHP itu apa sih ?

Penjelasan sederhananya adalah bahwa PHP merupakan sebuah program tambahan yang ada
dalam software web server anda. PHP bisa anda temukan di web server Apache, Microsoft IIS,
dan server-server lainnya (dalam kasus phptriad, web server yang digunakan adalah Apache Web
Server). PHP ini gampang dipelajari lho, sama seperti VB yang tutorial dasar-dasar VB nya juga
bisa anda baca di prothelon.com ini.


Cara menggunakan PHP juga sangat mudah. Pada prinsipnya anda hanya perlu menyisipkan
kode PHP ke dalam tag-tag HTML yang sudah ada di situs anda.

Cara bekerjanya secara singkat adalah seperti ini. Ketika ada yang mengakses web anda di
halaman yang berisi kode PHP (tentunya dengan file berekstensi .php), server anda akan
mengeksekusinya dan kemudian mengirimkan hasil eksekusinya ke web server untuk selanjutnya
ditampilkan menggunakan kode HTML.

Itulah sebabnya anda perlu menginstal server anda sendiri untuk mengetes kode PHP anda secara
lokal. Dalam hal ini, server merupakan otaknya dan fungsi browser hanyalah untuk menampilkan
hasil output serverPHP ke PC klien, yaitu PC anda.

Ingat, PC anda tidak memerlukan tambahan khusus atau apapun untuk melihat hasil eksekusi
kode PHP anda.

Mengapa?

Karena begini. Browser anda kan sudah mengerti dan bisa menampilkan bahasa HTML. Web
server akan mengolah kode PHP anda dan menampilkan outputnya langsung dalam format
HTML. HTML inilah yang dikirimkan ke browser anda. Jadi, hasil output PHP akan diterima
melalui internet oleh browser anda dalam format standar HTML. Tentu saja browser anda tidak
memerlukan tambahan apapun, karena dia tetap menjalankan tugasnya persis seperti saat
menampilkan halaman web tanpa script PHP.

Anda juga perlu tahu bahwa sama seperti HTML, PHP merupakan sebuah bahasa script atau
kalau jaman saya dulu sering disebut interpreter. Hal ini berarti kode tidak perlu di-compile
sebelum digunakan. Kode yang kita buat hanya akan diproses saat diperlukan. Ini berbeda
dengan bahasa pemrograman seperti C, VB maupun Delphi yang perlu di-compile (di-compile
artinya di ubah dari bentuk text ke bentuk bahasa mesin yang bisa langsung dieksekusi oleh
komputer, biasanya ekstensi filenya adalah EXE).

Konsekuensinya enak, anda menulis kode PHP dalam bentuk teks dan menyimpannya dalam
bentuk teks juga. Tapi...... script PHP anda jadi memerlukan interpreter yaitu server PHP untuk
mengeksekusi kode PHP yang masih dalam bentuk teks, sedangkan pada program hasil compile
dalam bentuk executable file tidak memerlukan program lain untuk bisa dieksekusi. Server PHP
ini adalah penerjemah kode PHP menjadi bahasa mesin yang dikenal oleh hardware komputer.

Oh ya, kalau anda memerlukan pendalaman lebih detil tentang sintak-sintaks PHP, maka anda
bisa mengunjungi situs php.net. Situs ini berfungsi sebagai pusat pengembangan dan
dokumentasi resmi dari PHP (ingat kan, PHP itu sifatnya open source, jadi harus ada tempat
berkumpul dan berkoordinasi buat para pengembangnya. (kebayang kalau ndak ada yang
koordinasi, bakalan ribet banget tuh proses pengembangannya, iya kan?).

Php.net memiliki banyak materi referensi mengenai PHP dan berbagai macam tips yang dikirim
para programmer dari seluruh penjuru dunia. PHP.net memiliki informasi yang sangat hebat dan
mendalam mengenai PHP, tapi akan sangat mengerikan bagi pemula untuk langsung terjun ke
sana. Itulah sebabnya situs ini dibuat, selain materi di sana sudah advance, yang bikin repot buat
kita ya bahasa inggrisnya itu loh. Tapi jangan khawatir, di akhir tutorial ini kita akan
membicarakan mengenai bagaimana cara untuk memanfaatkan situs php.net tersebut.


OK, sekarang kita sudah tahu mengenai PHP, so what gitu loh? Emang PHP bisa apaan aja sih ?
Gini loh, PHP itu bisa:

      Mengambil informasi dari form berbasis web dan menggunakannya untuk berbagai
       macam keperluan (menyimpan dalam database, membuat halaman berkondisi
       berdasarkan isi form, ngirimin e-mail, ngirim e-mail ke pacar secara otomatis saat ultah
       do’i, pokoknya macem-macemlah);
      Autentikasi dan menelusuri pengunjung, artinya kita bisa tau pengunjung situs kita itu
       lebih senang ngeliat halaman yang mana;
      Melayani halaman yang berbeda-beda tergantung pada penggunaan browser atau
       peralatan (misalnya kita bisa tahu pengunjung situs kita itu pake IE atau Firefox atau
       PDA dan memperlakukannya secara berbeda. Kebayangkan kalau layar sekecil PDA
       dicekokin halaman web standar yang gede?);
      Menampilkan seluruh halaman situs kita dengan hanya menggunakan satu layout. Kalau
       halamannya statis, kita harus membuat satu layout untuk satu halaman bisa bete tuh;

Namun sebelum kita mempelajari penggunaan khusus PHP, seperti biasa, kita perlu mulai dari
yang sederhana dulu. Diawali dengan cara membuat blok program PHP dengan skrip sederhana
berikut.

Tolong tulis kode di bawah ini (yang berwarna merah itu) pake notepad aja yah. Terus simpan
dengan nama prothelon.php. Jangan lupa saat menyimpan di kotak file name, nama file harus
diapit dengan tanda kutip (―prothelon.php‖) soalnya kalau tidak begitu, nanti ekstensinya akan
jadi txt dan nama filenya jadi prothelon.php.txt. Skrip sederhana ini akan menampilkan tulisan:

―Anda berada di situs Prothelon!‖
pada browser anda.
<?
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>

Kata-kata dalam tanda kurung adalah teks yang akan di tampilkan oleh browser, sedangkan
sisanya merupakan kode PHP.

Tag merupakan awal dan akhir skrip, sedangkan karya-karya anda harus diletakkan di tengahnya.

                  Dasar-dasar PHP 3 Aturan Penulisan Kode PHP
Sambungan dari Dasar-dasar PHP 2

Masih ingat kan? Kalau kode-kode PHP anda akan disisipkan di antara kode-kode HTML.
Sebagai akibatnya, PHP dan HTML akan sama-sama kita tulis dalam bentuk teks biasa. Kode
PHP anda (misalnya dalam contoh di bawah ini adalah sebuah halaman yang menampilkan kata-
kata ―Anda berada di situs Prothelon!‖) akan berada di sela-sela kode-kode dalam sebuah file
HTML yang berekstensi .php, bukan .htm atau .html seperti biasanya.

Contoh halaman dari penjelasan tersebut adalah sebagai berikut :



<html>
<head>
<title> Contoh Halaman PHP </title>
</head>
<body>
<font color="blue">PHP kode saya akan membuat halaman ini menampilkan:</font>
<p>
  <?php
  print ("Anda berada di situs Prothelon!");
  ?>
</body>
</html>

Nah, perhatikan contohdi atas. Anda mungkin sudah mulai memahami cara kerja PHP dan
HTML. HTML tetap diperlakukan sebagaimana HTML persis seperti HTML tanpa kode PHP,
tetapi semua kode yang berada di antara tag akan dianggap kode PHP dan diproses oleh server
PHP.



Ingat kan? Hasil output dari proses PHP itu yang akan ditampilkan oleh HTML ke browser.
Perhatikan bahwa jika anda menyimpan file dengan ekstensi .htm/html, maka browser juga akan
muncul akan menampilkan juga tag php namun tidak memprosesnya, sehingga muncul seperti
ini:
<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>



Sedangkan jika anda menyimpan dalam ekstensi .php, maka yang muncul hanya:

Anda berada di situs Prothelon!

Gitu….



Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.

Cara Penulisan Kode PHP
Setelah anda memahami bagaimana sebuah kode PHP dan HTML dikawinkan dan diproses,
sekarang saatnya bagi anda untuk mempelajari aturan-aturan dasar penulisan sintaks PHP.
Aturan-aturan dasarnya secara singkat adalah sebagai berikut:

Penamaan File
File PHP anda harus disimpan dengan ekstensi .php (jika anda menemukan file dengan ekstensi
.php3 atau phtml maka kemungkinan besar file-file tersebut ditulis menggunakan PHP versi 3 ke
bawah). Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, file-file tersebut akan disimpan sebagai file
teks biasa. (Artinya kita ndak butuh editor khusus kalau kepepet, cukup notepad. Namun perlu
diingat bahwa notepad tidak memunculkan nomor baris yang akan kita perlukan saat melakukan
debugging jika ada masalah dengan kode kita).

Komentar
Komentar adalah bagian penting dalam kode PHP yang anda buat. Anda akan memerlukan
komentar ini untuk membantu mengingat lagi kegunaan sebuah blok kode nantinya. Anda harus
membiasakandiri untuk menuliskan catatan tentang kode-kode anda dengan tag komentar,
sehingga sifat manusiawi kita yang pelupa bisa terbantu jika suatu saat anda perlu mereview
kembali kode-kode yang pernah anda buat. Cara untuk membuat komentar yang tidak ingin
anda tampilkan atau eksekusi adalah dengan menambahkan “//” di awal baris atau mengapit
komentar dengan “/*” dan “*/” jika perlu membuat komentar yang panjang:
<?php
// Baris ini akan diabaikan. Catatan untuk kita sendiri:
// Saya membuat script ini sambil
//Membaca, berenang dan menyelam.
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
/*
Tiga baris berikut ini juga akan diabaikan.
Dan jangan lupa untuk kembali ke situs ini setiap minggu
untuk melihat artikel/tutorial baru!
*/
?>
Permulaan Kode
Blok kode PHP diawali dengan “<?php” (atau cukup disingkat “<?” saja bila server anda
mengijinkan...dan biasanya bisa).

Akhir Kode
Blok kode PHP ditutup dengan menambahkan “?>” di akhir blok kodenya.

Akhir Baris Program
Setiap baris instruksi program diakhiri dengan tanda titik koma “;”. Artinya walaupun anda
menuliskannya lebih dari 1 baris tetap akan dianggap satu baris instruksi program jika belum
ada tanda titik koma (lihat contoh di penjelasan tanda kurung di bawah).

Tanda Kurung
Tanda kurung akan banyak anda gunakan dalam kode PHP. Salah satu penggunaan yang sering
dilakukan adalah dalam memanggil fungsi. Secara sederhana, setiap fungsi PHP akan
berbentuk seperti ini ….

print ( );

"print" adalah nama fungsi dan informasi lain yang perlu ditambahkan pada fungsi tersebut
akan anda tuliskandi dalam tanda kurung. Ingat..... jangan lupa untuk mengakhiri dengan tanda
titik koma (kesalahan tidak mengakhiri dengan titik koma ini paling sering terjadi pada pemula).
Oh iya, sebelum lupa, echo() juga memiliki kegunaan yang sama dengan print().
Spasi, pergantian baris, dll tidak akan mempengaruhi output lho. Sehingga, bagian kode berikut
ini ...

<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>

... akan menghasilkan hal yang sama dengan kode berikut ini:

<?php print ("Anda berada di si
tus Prothelon!"); ?>

Saran saya, anda tetap menuliskan dengan menggunakan spasi, kurung dan tab secara wajar.
Hal ini penting untuk mempermudah kita membaca program yang panjang. (Biasain yach…)
                Dasar-dasar PHP 4 - Contoh Script PHP Sederhana

Dasar-dasar PHP 4 — Kode Pertama Anda

OK deh, sekarang kita coba menulis kode pertama kita. Tolong salin kode berikut ke sebuah file
(pakai notepad aja bisa), dan tuliskan apa yang ingin anda tampilkan pada browser di antara
tanda kutip.

"Echo" dalam kode dibawah ini artinya tampilkan pada layar web browser saat anda membuka
file tersebut:

<?php
echo ("Anda berada di situs Prothelon");
?>


Simpan file tersebut dengan nama apa saja tanpa spasi dan diakhiri dengan .php (perhatian para
pengguna notepad:saat menulis nama file apitlah dengan tanda kutip), dan jika anda sudah
menginstal server di komputer anda sendiri, anda harus menyimpannya di directory khusus
tempat root web server anda (jika anda menggunakan phptriad lokasinya adalah
c:\apache\htdocs).
Langkah berikutnya adalah membuka file pertama anda di browser. Ketik
http://localhost/namafile.php untuk melihat hasil karya besar anda, dan ya, anda seharusnya
melihat tulisan "Anda berada di situs Prothelon" (jangan gunakan file -> open, dan jangan lupa
menyalakan server web anda. Untuk phptriad klik phptriad ->start apache).
Jika anda mencoba kode di server web di internet, FTP file anda ke root server web anda.
Ayo, sekarang coba dulu dan buat kode pertama anda bekerja. Kalau sudah berhasil, kembali lagi
ke sini dan kita akan bermain-main lagi. (kalau belum berhasil, kontak kami saja).

Perhatikan Error
Asyik kan? Pasti ..... kalau sukses, kalau tidak bete nih pasti. Apalagi ketemu error di skrip. Anda
sangat mungkin akan mendapat error mirip seperti ini (habis, sering sih....dapat error model
gini.):

Parse error: parse error in http://localhost/namafile.php on line 12

Pesan error ini sangat bermanfaat dan anda akan banyak bertemu dengan pesan tersebut, pesan
error tuh mirip sama orang yang gak suka sama kita, hobinya ngritik terus, tapi kalau kritik itu
kita manfaatkan untuk perbaikan, kita bisa mendapat manfaat. Sukurin tuh, orang yang ngritik
kita, niat mencela, malah kia manfaatin. Anda akan memperoleh pesan seperti itu untuk tiap
baris kode kita yang salah. Untuk kebutuhan kita, sebetulnya yg perlu kita ketahui adalah bahwa
ada yg salah pada kode kita di baris 12. Langkah berikutnya tentu saja mengecek kode kita. Saat
inilah mulai terasa repotnya pakai notepad. Harus ngitung baris. Makanya coba pakai editor lain,
saya sendiri menyukai crimson editor. Untuk kebutuhan kita, kita hanya perlu tahu bahwa ada
sesuatu yang salah dengan kode kita di baris 12, jadi mari segera kita lihat baris tsb, dan siapa
tahu bisa mengetahui penyebabnya. Saya selalu mulai dengan melihat apakah sintaks dasar saya
sudah benar, misalnya apakah saya sudah menuliskan ; di akhir baris, tag penutup, tanda kurung
?
Mari kita meneruskan kode kita dengan menambahkan beberapa bagian yang penting ke halaman
terakhir kita tadi.
Dalam kode yang sudah anda tulis, tolong tuliskan beberapa baris lagi. kalau anda perhatikan,
anda dapat menggabungkan lebih dari satu fungsi PHP dalam sebuah tag PHP. Ingat, gunakan
komentar sesering mungkin. Komentar dalam kode bisa anda gunakan untuk menjelaskan apa
yang dilakukan setiap bagian sebagai referensi nantinya saat membaca ulang kode script kita
lagi.

Berikut scriptnya, dan saya akan menggunakan print sebagai alternatif dari perintah echo pada
contoh sebelumnya. Keduanya berfungsi untuk menampilkan sesuatu ke layar browser anda.
Teks ini (atau HTML apapun yang ingin anda tampilkan) akan muncul persis sebelum kode-kode
PHP.

<html>
<body>

<p><p>

<?php

// contoh pertama yang kita gunakan, phpversion ini adalah

// sebuah fungsi yang akan menampilkan versi PHP yang anda gunakan

phpversion();

// berikutnya, kita coba menampilkan kode HTML

// ke browser untuk membentuk

// layout halaman yang kita tampilkan.

// Dalam kasus contoh kali ini, kita akan menggunakan tag <p>,

// tag <p> dapat diletakkan

// dalam baris print yang sama seperti saat kita menuliskan

// teks "Anda berada di situs prothelon.com"

// di antara teks phpversion dan

// hal-hal lain di baris sesudahnya.

print ("<p>"); /* tag <p> digunakan untuk membuat paragraf baru*/

print ("Anda berada di situs prothelon.com");

print ("<p>");
/* fungsi "phpinfo" berikut ini akan menampilkan sebuah halaman

yang panjang yang memberikan kita informasi mengenai konfigurasi

versi PHP yang kita gunakan. Ini akan sangat berguna saat kita

melakukan troubleshooting nantinya */

phpinfo();

?>

</body>

</html>

CATATAN: fungsi phpinfo akan menghasilkan informasi yang sangat panjang mengenai versi
dan status server PHP anda. Jangan khawatir, karena untuk saat ini Anda tidak perlu memahami
semua artinya, saya hanya ingin menunjukkan pada anda bahwa ada fungsi tersebut. Suatu saat
anda akan memerlukannya, misalnya untuk melihat versi server PHP, lokasi file-file konfigurasi,
dll.

                     Dasar-dasar PHP 5 - Variabel yang Fleksibel

Seperti yang sudah pernah saya sebutkan di bagian pertama, bahwa salah satu kemudahan
menggunakan PHP adalah variabelnya itu lho! Sangat flexibel. Bagi yang sudah pernah belajar
bahasa pemrograman sebelumnya, tentu tahu bahwa kita harus mendeklarasikan variabel yang
akan kita gunakan dalam program kita di awal . Deklarasi meliputi nama variabel, jenisnya,
panjangnya, global atau lokal, dll yang bikin pusiiiing. Nah kalau di PHP, kita tidak perlu
mendeklarasikan variabel kita di awal program, perlu variabel, tinggal pakai. Gitu. Nah dalam
bagian ini kita akan mempelajari mengapa kita perlu variabel, dan bagaimana cara
menggunakannya di PHP. Percaya deh, gampang banget.



Baiklah, jika anda perhatikan, sampai saat ini, apa yang sudah kita lakukan hanyalah membuat
PHP mencetak teks baik hasil output fungsi (akan kita bahas lebih detil nanti) serta
menggunakan perintah echo dan print. Nah, apakah itu sudah cukup menjadikan kita sebagai
programmer? Walah, ya belum. Untuk itu, mari sekarang kita masuk lebih dalam lagi dengan
mencoba mengenal variabel.Variabel ini merupakan salah satu materi penting yang wajib anda
pelajari dalam PHP, jadi.... perhatikan baik-baik ya.


Untuk mudahnya, coba bayangkan sebuah variabel sebagai sebuah wadah. Nah, berbeda dengan
wadah yang biasa kita gunakan, variabel ini akan digunakan untuk menampung satu atau
beberapa nilai (bagi yang udah jago, skip aja nih paragraf). Dengan kata lain, variabel ini adalah
tempat yang digunakan oleh PHP untuk menyimpan informasi dan meneruskannya ke berbagai
tempat. Variabel ini bisa diteruskan ke dokumen lain, fungsi dan sebagainya.
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, saya coba gunakan pendekatan yang mudah-mudahan
lebih baik. Anda yang pernah belajar matematika tentu pernah mengingat variabel dalam
persamaan kan? Anda tentu masih bisa mengingat persamaan sederhana ini ― x+3=7‖. x adalah
variabel, dan dengan sangat mudah, Anda bisa mengetahui bahwa isi variabel x adalah nilai 4.
Nah...variabel dalam PHP kira-kira berfungsi seperti itu, menampung sebuah nilai, dengan
sedikit penambahan kemampuan yaitu variabel dalam PHP dapat kita gunakan lagi dalam file
atau fungsi lain. Jangan khawatir, anda akan merasa lebih jelas setelah mempelajari contoh yang
akan saya sampaikan di bawah nanti.

Alasan mengapa variabel begitu penting dalam PHP adalah karena pada saat Anda membuat
halaman web dinamis (halaman yang dapat merespon input dari user) maka anda akan
bergantung pada data yang dikirimkan antara halaman web. Pada saat itulah Anda harus
menggunakan variabel. Variabel merupakan mekanisme utama dalam pengiriman data seperti
ini.

Kayaknya sih, cara paling mudah untuk menerangkan cara kerja variabel dalam PHP adalah
dengan menunjukkan aksi mereka dalam contoh ya? Namun sebelum itu, perlu diingat ada 3 hal
yang dapat anda lakukan dengan variabel:Menyimpan nilai dengan memberi nilai pada mereka.
Kadang disebut juga dengan istilah inisialisasi variabel;Mengubah nilai dalam variabel, tentu
saja jika sudah di isi sebelumnya;Mengakses variabel (artinya anda bisa membaca nilai dari
variabel itu dan melakukan hal yang diperlukan terhadap mereka)Nah, setelah anda mengetahui
tentang apa saja yang bisa anda lakukan dengan variabel, mari kita pelajari lebih dalam dengan
menggunakan contoh.

Pertama, anda perlu mengetahui bahwa variabel dalam PHP dimulai dengan tanda dolar (―$‖).
Dalam kode di bawah ini , kita akan mengisi variabel, menggunakannya, kemudian mengupdate
isinya untuk kemudian digunakan lagi. Nilai yang ada dalam variabel dapat diubah kapanpun
kita mau.

Mari kita perhatikan script pendek berikut ini. Jangan khawatir, Saya akan coba jelaskan secara
detil apa yang terjadi pada masing-masing baris.

1.   <?php
2.   $isi_variabel = "Ini isi awal variabel!";
3.   print ("Menampilkan isi variabel awal : $isi_variabel");
4.   print ("<p>");
5.   $isi_variabel = "Ini isi Variabel setelah diupdate!";
6.   print ("Isi variabel setelah diupdate : $isi_variabel");
7.   ?>

Hasil dari kode tersebut adalah sebagai berikut:

Menampilkan isi variabel awal : Ini isi awal variabel!

Isi variabel setelah diupdate : Ini isi Variabel setelah diupdate!

Penjelasan kode tersebut adalah sebagai berikut. Pada baris kedua, saya memutuskan untuk
membuat variabel yang bernama ―isi_variabel‖. Ingat, semua variabel dimulai dengan tanda
dolar, sehingga variabel saya tadi ditulis menjadi ―$isi_variabel‖. Berikut ini adalah penjelasan
rinci mengenai apa yang dikerjakan masing-masing baris.

Baris 1 memberitahu browser bahwa : “Kode PHP mulai di sini”.

Baris 2 buat variabel $isi_variabel sekaligus mengisinya dengan nilai awal berupa kalimat “Ini
isi awal variabel!”.

Baris 3 tampilkan kalimat pengantar untuk variabel $isi_variabel dan sekaligus menampilkan
nilai dari $isi_variabel

Baris 4 membuat tag <p> dalam HTML untuk membuat paragraf baru.

Baris 5 Mengupdate isi variabel $isi_variabel dan mengisinya dengan kalimat “Ini isi Variabel
setelah diupdate!”.

Baris 6 tampilkan kalimat pengantara kedua dan nilai untuk isi variabel $isi_variabel yang
baru.

Baris 7 ngasih tahu si Browser bahwa kode PHP sudah berakhir.

Anda sudah melihat bahwa variabel $isi_variabel digunakan sebagai semacam wadah yang dapat
menampung nilai yang bermacam-macam (Kita juga bisa mengisi berbagai jenis variabel ke
dalam variabel yang sama, misalnya setelah kita isi dengan variabel numeric, langsung bisa kita
update isinya menjadi varaibel karakter. Hal ini umumnya tidak bisa dilakukan bahasa
pemrograman lain). Kita baru saja mengisi variabel dan memanggil isinya dalam sebuah skrip
yang sama, namun kekuatan PHP yang masih tersembunyi adalah bahwa kita dapat mengisi
variabel kita di suatu halaman web, misalnya sebuah form isian yang harus diisi pelanggan kita
dan kemudian menggunakan variabel tersebut kemudian di halaman web lain.

Sintaks untuk mengeset variabel adalah dengan:

      Mendefinisikannya dengan tanda = ($isi_variabel=”Ini isi awal variabel!”);
      Menggunakan tanda kutip jika megisinya dengan string atau huruf ("Ini isi awal variabel!”; angka
       tidak memerlukan tanda kutip);
      Akhiri setiap baris dengan titik koma.

Kemudian anda dapat memanggilnya denagn mengacu pada nama variabel ($isi_variabel pada
baris 3 dan 6 – perhatikan bahwa saat memanggil variabel kita tidak menggunakan tanda kutip).




Penamaan Variabel
Anda dapat menamai sebuah variabel dengan nama apapun selama mengikuti aturan berikut ini:

       Dimulai dengan huruf;
       Terdiri dari huruf, angka dan karakter garis bawah (karakter _ seperti dalam $isi_variabel");
       Bukan merupakan kata kunci PHP (misalnya print).

Hati-hati: nama variabel adalah case sensitif (sehingga variabel $prothelon akan berbeda dengan
$PROthelon. Sebagai tips, anda sebaiknya membuat nama variabel yang memiliki arti tertentu
sehingga anda lebih mudah memahaminya seandainya beberapa tahun kemudian terpaksa harus
membaca kode tersebut.

Dalam contoh-contoh kita tadi, kita mengisi variabel dengan teks alias string. Variabel juga
dapat menampung nilai berupa angka dan lainnya (obyek, array, booleans).

Catatan akhir: Satu hal yang biasanya menjadi pertanyaan adalah penggunaan tanda kutip. Kita
bisa menggunakan tanda kutip tunggal maupun ganda untuk mengisi teks, misalnya:

print ("Saya berada di situs Prothelon!");

Baris ini akan mencetak teks Saya berasa di situs Prothelon.

Jika anda ingin agar tanda kutip yang kita sayangi itu ikut tampil, anda harus menambahkan
karakter ―\‖ di depannya yang memberitahukan PHP bahwa tanda kutip sesudahnya bukan
merupakan bagian dari kode, melainkan bagian dari kalimat. Cara ini dikenal dengan istilah
escape characters, Dengan demikian, jika anda ingin menampilkan tulisan ―Saya berada di situs
Prothelon!‖ (lengkap dengan tanda kutipnya juga), kode anda akan seperti ini:

print (" \"Saya berada di situs Prothelon!\"" );

Gitu.

Baiklah, cukup sampai di sini dulu yach. Sampai ketemu di bagian selanjutnya.

                           Dasar-dasar PHP 6 - PHP dan HTML

 Dalam contoh-contoh kita sampai saat ini, kita sudah berhasil mengisi variabel dan
menggunakannya dalam satu kode yang sama. Kayaknya hal ini agak kurang bermanfaat ya?
Emang sih. Lha gimana nggak, daripada repot-repot masukin nilai yang kita inginkan,
dilanjutkan dengan menampilkan apa yang kita inginkan melalui variabel kita tadi, kan
mendingan langsung aja tuh nampilin apa yang kita iningkan tanpa menggunakan variabel, lebih
singkat, cepat dan mudah. Jadi, gimana dong? Tenang ..... di tutorial inilah anda akan melihat
kekuatan variabel yang sesungguhnya.

Nah, sekarang ayo kita coba sesuatu yang lebih menarik, dan bisa menunjukkan kegunaan
variabel kita tercinta dalam sebuah program.
Baiklah, tanpa membuang waktu lagi, sekarang saatnya untuk membuat sebuah halaman web
yang akan kita gunakan untuk menginput nama kita dan nama orang yang kita sukai dan
kemudian menampilkannya secara bersamaan di halaman lain. Apa …… halaman lain? Ya, di
halaman lain, ini yang membedakan dengan kode-kode kita sebelumnya, untuk itulah, mohon
konsentrasi di bagian ini, karena ini sangat penting bagi perkembangan PHP anda di masa
datang. Pahami betul bagaimana cara kita mengirimkan variabel kita dari satu halaman ke
halaman yang lain yach…

Sebelum membuatnya, bayangkan kembali skenario ini. Anda membuat sebuah halaman website
di mana pengunjung bisa mengisi nama mereka dan nama kekasih mereka dalam sebuah form
dan kemudian menampilkan kembali nama-nama tersebut di halaman web lainnya.

Untuk melakukan hal itu, kita perlu membuat 2 buah file PHP. File pertama adalah sebuah form
HTML untuk mengumpulkan input dari user, mengisikan input tersebut ke dalam variabel dan
kemudian mengirimkannya ke file kedua yang bertugas menampilkan kembali isi variabel
tersebut ditambah dengan beberapa hal sederhana lainnya. Maaf kalau cara penyampaiannya
payah ya, tapi saya berharap paling enggak bisa tetap fun deh buat Prothelors dalam mempelajari
PHP.

Pertama-tama, kita buat dulu halaman formnya, halaman ini adalah halaman HTML biasa
dengan FORM di dalamnya. Sesudah ini kita akan buat sebuah halaman lain (PHP) untuk
memproses apa yang diinputkan dari halaman HTML kita ini. Kita namai dengan
form_saya.html

   1.    <html>
   2.    <head>
   3.    <title>Form Saya</title>
   4.    </head>
   5.    <body>
   6.
   7.    <form action="hasil_form_saya.php" method=post>
   8.
   9.    Nama saya adalah:
   10.   <br> <input type="text" name="NamaAnda">
   11.
   12.   <p> Nama orang yang saya sukai:
   13.   <br> <input type="text" name="NamaDia">
   14.   <p>
   15.
   16.   <input type="submit" name="submit" value="Cocokkan!">
   17.   </form>
   18.
   19.   </body>
   20.   </html>

Ini adalah sebuah form HTML biasa tapi mengandung beberapa hal penting yang perlu
Prothelors semua pahami. Bagian-bagian pentingnya adalah:
Baris 7: HTML membaca action="hasil_form_saya.php" yang menunjukkan pada browser file
PHP mana yang akan memproses hasil form kita. Implikasinya, beberapa saat lagi anda harus
membuat sebuah file yang bernama hasil_form_saya.php yang merupakan mesin kecil yang
bertugas untuk menampilkan hasil input di form kita. (Jangan khawatir, kita akan membahas
method=post belakangan)

Baris 10: input type="text" menentukan jenis elemen form apa yang kita inginkan,dalam kasus
kita ini adalah sebuah inputan teks atau text box (kita juga bisa mendefinisikannya sebagai radio
button, check box, dll); name="NamaAnda" artinya adalah bahwa apapun yang kita ketikkan ke
dalam text box kita tadi akan mengisi sebuah variabel yang bernama ―NamaAnda‖. Inilah yang
menghubungkan antara form dan variabel – setiap field dalam sebuah form dapat digunakan
untuk mengisi variabel untuk kemudian kita gunakan sesuka kita (asik ya?).

Baris 13: di baris ini, kita memiliki sebuah teks input yang akan kita gunakan untuk mengisi
variabel lain yang kita beri nama ―NamaDia‖ yang merupakan nama orang yang kita sukai.

Baris 16, 17: Kode ini membuat sebuah tombol submit dengan tulisan ―Cocokkan!‖ (maksudnya
adalah coba cocokkan nama anda dengan nama orang yang anda sukai).

Dan berakhirlah form kita.

Nah, tugas form kita itu adalah mengumpulkan informasi nama anda dan nama orang yang anda
sukai (tentu saja saat praktek, anda harus memasukkan nama-nama tersebut ke dalam form) dan
mengisikannya ke dalam variabel masing-masing. Setelah itu ngapain ya? Berikutnya tentu saja
adalah membawa dan menampilkan variabel yang sudah terisi dengan nama-nama tersebut
dalam bentuk yang berbeda di …… ya, di halaman lain.

Masih inget kan, bahwa pada baris 7 kode HTML di atas, kita memberitahu form kita agar
menuju atau mengeksekusi file hasil_form_saya.php begitu kita klik tombol submit (yang
bertuliskan Cocokkan! itu). Berikut ini kira-kira isi file hasil_form_saya.php:


<html>
<head>
<title>Sayang Sekali!</title>
</head><body bgcolor="#FFFFFF" text="#000000">
<p>Kayaknya <?php print $NamaAnda; ?>
<p>gak bakalan bisa jadian sama
<b> <?php print $NamaDia; ?> deh!?! </b>
<p>Cobalah berusaha lebih keras ya…siapa tahu ada kesempatan.
</body>
</html>

Gimana, udah ngerti ya bagaimana caranya form kita mengirimkan sebuah variabel dari form
kita itu ke sebuah file PHP?
Cat: FIle hasil_form_saya.php di atas hanya bisa berjalan jika setting register global php server
kamu on. Kalau kebetulan settingnya off, maka kamu harus tambah baris setelah seperti ini:



<?
$NamaAnda=$_POST['NamaAnda'];
$NamaDia=$_POST['NamaDia'];
?>

Perhatikan bahwa pada file hasil_form_saya.php kita sebuah variabel dipanggil dengan
menambahkan tanda $ ($NamaAnda) di depan variabel yang kita definisikan pada file HTML
form_saya.html sebelumnya (NamaAnda).


         Get vs Post


Kita sudah menggunakan metode "Post" untuk mengirimkan data form dengan cara yang
berbeda menggunakan metode lain yaitu ―Get‖. Ingat, ini merupakan bagian dari form kita di
mana tertulis <form action="hasil_form_saya.php" method=post>.

Perbedaan antara kedua metode ini adalah bahwa metode post secara transparan mengirimkan
semua informasi yang sudah dikumpulkan oleh halaman form kita, sedangkan metode Get akan
mengirimkan semua informasi itu sebagai bagian dari URL (dalam contoh form kita tadi, akan
seperti ini:
http://localhost/hasil_form_saya.php?NamaAnda=panjul&NamaDia=cinta&submit=Cocokkan!
— Perhatikan bagaimana informasi yang sudah dimasukkan user mengenai namanya dan nama
orang yang disukainya ditambahkan pada URL? Ini akan sangat membantu nanti jika anda sudah
mempelajari cara pengiriman variabel antar halaman lebih lanjut).

Baiklah untuk bagian ini kita akhiri dulu ya, dan akan kita lanjutkan lagi ke bagian 7 yang akan
membahas mengenai senjata tambahan sebuah variabel, yaitu Array. Terima kasih atas
kunjungannya dan kembalilah lagi jika kamu sudah sempat untuk mempelajari lebih lanjut
mengenai PHP ini. Jangan lupa untuk mendaftar sebagai anggota, sehingga kamu akan bisa
mendapat berbagai informasi penting dari saya. Kamu juga bisa belajar HTML lebih jauh untuk
meningkatkan pengetahuan kamu tentang tag-tagnya.

                                Dasar-dasar PHP 7 - Array
Mempelajari array sangat penting dalam pembuatan program karena sangat menambah tingkat
fleksibilitas sebuah variabel, itulah sebabnya, saya menyebutnya senjata tambahan dalam
menggunakan variabel (yang sudah anda kuasai dalam bagian sebalumnya, kan?). Contoh yang
dapat anda lakukan dengan array adalah melakukan transpose data ke bentuk yang kita
inginkan, memanipulasi data dari database, dll. Tertarik ? Silahkan baca lebih lanjut….
Jika saya ingin membuat sebuah daftar yang berisi nama semua binatang yang ada di rumah
saya, saya dapat memasukkan masing-masing ke dalam sebuah variabel yang terpisah. Misalnya,
saya punya 2 ekor jerapah bernama Diana dan Bejo, serta seekor cicak yang bernama Sawiyah
(sayang dia sudah mati dimakan kucing). Kita akan mencoba mengisikannya masing-masing ke
dalam sebuah variabel:

$jerapah1 = "Diana";
$Jerapah2 = "Bejo";
$cicak = "Sawiyah”;

Dengan array, kita dapat menyimpan semua isi variabel tersebut ke dalam sebuah variabel
misalnya kita beri nama $hewan. Setiap elemen variebal akan memiliki ―penanda‖ sendiri (dapat
berupa angka atau huruf) yang digunakan untuk mengakses bagian array tertentu.

Saya akan coba jelaskan konsep ―penanda‖ dengan cara lain: Jika kita menyimpan 3 buah
variabel yang berbeda ke dalam sebuah variabel (seperti menyimpan Diana, Bejo dan Sawiyah
ke dalam $hewan), kita memerlukan suatu cara untuk mengambil kembali bagian tertentu
(misalnya Diana saja) untuk kita gunakan selanjutnya. Sebuah array secara otomatis akan
menomori setiap elemen yang membentuka array tersebut, sehingga penandanya dapata berupa
elemen 1, elemen 2 dan elemen 3. Atau, sebagaimana yang akan kita lihat nanti, kita dapat
menamai setiap bagian array menggunakan teks. Dalam kasus kita kali ini, kita bisa saja
menandai masing-masing elemen $hewan dengan penanda ―jerapah pendak‖, jerapah tinggi‖ dan
―cicak‖ untuk kemudian menggunakan penanda tersebut untuk mengenali setiap anggota array.

Baiklah, kita coba saja membuat array sederhana dan kemudian menggunakannya. Cara paling
mudah untuk mebuat array adalah menggunakan fungsi array(), yang akan mengisi array kita
dengan variabel yang kita inginkan. Contoh :

$hewan = array ( "Diana", "Bejo", "Sawiyah" );

Perintah ini akan menyimpan semua nama hewan kesayangan kita itu ke dalam sebuah variabel
($hewan), dan otomatis mengalokasikan sebuah nomor ―penanda‖ ke setiap elemen array secara
berurutan dimulai dari 0 (mohon diingat, mulai dari 0, agar tidak bingung saat menggunakan
array untuk memanipulasi variabel kita nantinya). Dengan demikian, Diana adalah elemen [0],
Bejo [1] dan Sawiyah [2]. Kita memberikan nama array sesuai keinginan kita ($hewan).

Anda sekarang sudah bisa mangambil bagian array yang kita inginkan dengan mengacu pada
nama bariabel diikuti dengan nomor elemen dalam tanda kurung siku ($hewan[0] akan berisi
Diana). Sekarang kita coba melihat array kita beraksi:

<?php
print "$hewan[2]";
?>

Kode ini cuma akan menampilkan isi dari elemen ketiga dalam variabel $hewan yaitu Sawiyah
(sekali lagi ingat, bahwa nomor array dimulai dengan angka 0, sehingga elemen ketiga adalah
$hewan[2], OK?.)
Cara lain untuk membuat array atau bahkan menambah anggota array adalah dengan menambah
array secara terpisah:

$hewan[] = "Diana";
$hewan[] = "Bejo";
$hewan[] = "Sawiyah”;

Cara ini akan memberikan hasil yang sama dengan saat kita menggunakan fungsi array().
Dengan cara ini kita juga bisa manambahakan nama kucing tetangga ke dalam array kita ini,
misalnya namanya Belang dengan cara yang sama:

$hewan[] = "Belang";

Anda tidak perlu khawatir, PHP sudah lulus SD. Dia sudah bisa menghitung jumlah elemen yang
ada sehingga dapat memberikan penanda elemen yang pas untuk isi variabel kita yang baru.

Artinya, si Belang akan secara otomatis mendapat nomor elemen [3].

Untuk mengingatkan lagi tentang konsep array ini, kita ingat kembali bahwa kita dapat mengisi
array dengan nama hewan peliharaan kita (dan tetangga kita) dengan dua cara, yaitu:

$hewan[]    =       "Diana";
$hewan[]    =       "Bejo";
$hewan[]    =       "Sawiyah";
$hewan[]    =       "Belang";

atau dengan cara:

$hewan = array ( "Diana", "Bejo", "Swaiyah", "Belang" );

Keduanya akan diindeks oleh komputer dengan nilai sebagai berikut

$hewan[0]       =    "Diana";
$hewan[1]       =    "Bejo";
$hewan[2]       =    "Sawiyah";
$hewan[3]       =    "Belang";

Dan dalam kedua kasus tersebut, kita dapat mengambil elemen manapun dalam array kita dengan
menambahkan nomor penandanya.... Misalnya:

<?php
print "$hewan[3]";
?>

... akan menampilkan apa?

Ya..... akan menampilkan Belang ke browser kita.
Array dapat dibuat untuk mengerjakan berbagai macam hal, misalnya mengurutkan berdasarkan
abjad, menampilkan dalam berbagai kategori yang berbeda, dan masih banyak lagi.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:611
posted:5/8/2011
language:Indonesian
pages:18
Description: Dasar-dasar PHP