Docstoc

Pertumbuhan Ekonomi (DOC)

Document Sample
Pertumbuhan Ekonomi (DOC) Powered By Docstoc
					                                 Pertumbuhan Ekonomi



A. Konsep dan pengukuran

     Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika jumlah produksi
barang dan jasanya meningkat. Dalam dunia nyata, amat sulit untuk mencatat jumlah unit
barang dam jasa yang dihasilkan selama periode tertentu. Kesulitan ini muncul bukan saja
karena barang dan jasa yang dihasilkan sangat beragam, tetapi satuan ukurannya pun berbeda.
Belum lagi produk-produk y ang tidak dapat diukur dengan satuan fisik, misalnya jasa.

     Karena itu angka yang digunakan untuk menaksir perubahan output adalah nilai
moneternya (uang)      yang tercermin dalam nilai Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk
mengukur pertumbuhan ekonomi, nilan PDB yang digunakan adalah PDB yang berdasarkan
harga konstan. Sebab dengan menggunakan harga yang konstan, pengaruh perubahan harga
telah dihilangkan sehingga sekalipun angka yang muncul adalah nilai uang dari total output
barang dan jasa, perubahan nilai PDB sekaligus menunjukan perubahan jumlah kuantitas
barang dan jasa yang dihasikan selama periode pengamatan.

     Dalam menghitung pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilakukan setiap saat karena
sulitnya mengumpulkan data PDB. Perhitungannya dilakukan dalam periode tertentu,
misalnya triwulan dan tahunan. Sangat mudah untuk menghitung PDB, apabila selang waktu
pertumbuhannya hanya satu periode maka :

     Gt =                   x 100%

     Dimana :

            Gt= Pertumbuhan ekonomi periode t (triwulan atau tahuan)

            PDBRt = PDB riil periode t (berdaasarkan harga konstan)

            PDBRt-1 = PDB riil satu periode sebelumnya

     Jika interval waktunya lebih dari satu periode, menghitung tingkat ekonomi juga dapat
menggunakan persamaan eksponensial.

     PDBRt = PDBR0 (1+r)t



Pertumbuhan Ekonomi
                                                                                              1
      Dimana :

          PDBRt = PDBR periode t

          PDBR0 = PDBR periode awal

          r = tingkat pertumbuhan

          t = jarak periode

      Tujuan utama dari penghitungan pertumbuhan ekonomi adalah ingin melihat apakah
kondisi perekonomian makin membaik. Ukuran baik buruknya dapat dilihat dari struktur
produksi (sektoral) atau daerah asal produksi (regional). Dengan melihat struktur produksi
dapat diketahui apakah ada sektor yang terlalu terlalu tinggi atau terlalu lambat
pertumbuhannya.

      Demikian juga halnya jika ingin melihat apakah telah terjadi ketimpangan regional.
Dengan memperhatikan pertumbuhan regional, akan segera terlihat daerah-daerah yang
terlalu cepat atau terlalu lambat tingkat pertumbuhannya. Data-data ini dapat digunakan
sebagai masukan untuk memperbaiki keseimbangan tingkat pertumbuhan antardaerah
(regional).

B. Pentingnya Pertumbuhan Ekonomi

      Kepentingan antara pertumbuhan dan pemerataan saat ini menjadi perdebatan hangat di
Indonesia. Tanpa melihat mana yang lebih penting antara keduanya, pertumbuhan ekonomi
merupakan suatu hal yang penting. Karena tanpa adanya pertumbuhan ekonomi tidak akan
adanya peningkatan kesejahteraan, kesempatan         kerja, produktivitas dan distribusi
pendapatan.      Selain itu juga dalam mempersiapkan perekonomian menjalani tahapan
kemajuan selanjutnya.

1) Pertumbuhan Ekonomi dan peningkatan kesejahteraan
      Kesejahteraaan rakyat secara kasar apabila output perkapitanya meningkat. Dalam
makroekonomi kesejahteraannya diukur dengan PDB perkapita. Apabila PDB perkapita
makin tinggi maka makin sejahtera masyarakatnya. Tetapi apabila PDB perkapitanya rendah
maka kesejahteraanya pun makin menurun. Agar kesejahteraan masyarakat meningkat maka
harus ditingkatan pula PDB nya, dengan pertumbuhan yang terus bertumbuh dan harus lebih




Pertumbuhan Ekonomi
                                                                                             2
tinggi daripada tingkat laju pertambahan penduduknya. Misalnya pertambahan penduduk
dalam suatu negara 3% maka pertumbuhan PDB nya harus lebih besar dari 3% pertahun.
      Ukuran perbaikan ekonomi kesejahteraan tidaklah hanya dilihat berdasarkan
perkembangan historis perekonomian yang bersangkutan, tetapi juga perekonomian lain yang
dianggap telah lebih maju.
2) Pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja
      Manusia adalah salah satu faktor terpenting dalam proses produksi, maka dapat
dikatakan kesempatan kerja akan meningkat bila output meningkat. Hubungan antara
kesempatan kerja dan output dapat dilihat berdasarkan rasio kesempatan kerja output dan
angka elastisitas kesempatan.
1.   Rasio kesempatan kerja-output
      Menurut Arthur Okun, tingkat pengangguran minimal (4% pertahun) akan tercapai bila
seluruh kapasitas produksi terpakai (kesempatan kerja penuh). Konsekuensi pemikiran Okun
adalah pentingnya menjaga dan meningkatkan perekonomian agar berada dalam keadaan
kesempatan kerja penuh. Dengan memenuhi kesempatan kerja maka perekonomiannya akan
meningkat dan masyarakat akan sejahtera.
      Hubungan proposional (dilambangkan dengan c) antara tingkat output (dinotasikan Q)
dan kesempatan kerja (dinotasikan L), maka akan menjadi :
      L = cQ

         =C

      Dari persamaan tersebut diketahui bahwa untuk menambah kesempatan kerja maka
output harus bertumbuh sebab setiap unit pertambahan output akan menambahan kesempatan
kerja sebanyak c unit. Makin besar nilai c, maka jumlah kesempatan kerja yang tersedia
akibat bertambahnya 1 unit output akan makin besar. Besar kecilnya sangat tergantung pada
teknik produksi (tingkat teknologi) yang digunakan dan tingkatan efisien. Teknik produksi
yang padat cenderung memperbesar nilai c. Sebaliknya dengan teknik produksi yang padat
modal.
      Tingkat efisiensi mempunyai dampak mendua tehadap kesempatan kerja. Pertama,
terutama dalam jangka pendek membaiknya efisiensi akan mengurangi kesempatan kerja
yang lebih sedikit. Kedua, terutama dalam jangka panjang efisiensi yang berkaitan dengan
kemajuan teknologi akan memperluas kesempatan kerja bila kemajuan teknologi dapat
meresap dalam diri tenaga kerja yang meningkatkan mutu SDM.
2.   Angka elastisitas kesempatan kerja



Pertumbuhan Ekonomi
                                                                                            3
       Analisis lain yang digunakan untuk melihat antara kesempatan kerja dengan
pertumbuhan ekonomi adalah elastisitas kesempatan kerja. Angka ini menunjukkan berapa
persen kesempatan kerja akan bertambahan untuk setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi.
Tingkat efisiensi juga mempunyai dampak mendua terhadap kesempatan kerja, seperti pada
penjelasan tentang rasio kesempatan kerja output.
3) Pertumbuhan ekonomi dan perbaikan distribusi pendapat
       Distribusi pendapatan baiknya adalah apabila distribusinya merata. Tanpa adanya
pertumbuhan ekonomi bisa saja yang terjadi adalah pemerataan kemiskinan. Syarat untuk
memenuhi pertumbuhan ekonomi yang menghasilkan perbaikan distribusi pendapatan antara
lain    : memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitasnya. Apabila
kesempatan kerja meluas maka akses rakyat untuk memperoleh penghasilan semakin besar.
       Salah satu alat utama yang digunakan untuk perbaikan distribusi pendapatan adalah
mekanisme pasar, maka agar dapat bertahan dipasar para pekerja harus terus meningkatkan
produktivitas. Produktivitas mengacu pada kuantitas barang dan jasa yang dihasilakan para
pekerja perjamnya. Produktivitas adalah salah satu penentu utama standar hidup dan untuk
perbaikan standar hidup. Kesempatan yang tersedia memaksa seseorang untuk menentukan
spesialisasi pekerjaan,   karena itu akan     meningkatkan produktivitas. Semakin tinggi
produktivitasnya maka akan tinggi pula uang yang didapatkan. Uang itu dapat digunakan
untuk kualitas SDM generasi berikutnya, sehingga untuk beberapa generasi berikutnya akan
ada distribusi pendapatan makin membaik dan merata.
4) Persiapan bagi tahapan kemajuan selanjutnya
       Suatu perekonomian dapat diumpamakan sebagai manusia yang tidak dapat menjadi
besar dan dewasa dalam tempo semalam. Waktu untuk mendewasakan perekonomian suatu
negara jauh lebih lama dibandingkan dengan waktu untuk manusia menjadi dewasa.
Perekonomian yang dikatakan sudah matang mungkin setelah berusia ratusan tahun. Apabila
menginginkan perekonomian yang sudah matang itu menjadi modern sesuai dengan
perkembangan jaman, maka waktu yang dibutuhkan bisa sampai lima abad.
       Pertumbuhan ekonomi merupakan tangga untuk mencapai tahapan perekonomian yang
lebih lanjut. Sebuah perekonomian yang mampu terus-menerus bertumbuh dalam jangka
panjang, umumnya telah memiliki kemampuan untuk memodernisasikan perekonomiannya.
Sebagai penunjang pertumbuhan jangka panjang yang dibutuhkan bukan hanya tenaga kerja,
bahan baku dan teknologi saja, melainkan memerlukan pula kelembagaan-kelembagaan
ekonomi dan sosial yang modern. Kelembagaan-kelembagaan tersebut misalnya pasar,
keuntungan, uang, hak milik, kepastian hukum, dan demokrasi.


Pertumbuhan Ekonomi
                                                                                            4
      Lembaga-lembaga tesebut secara bertahap terbentuk lewat proses akumulasi
modernisasi memakan waktu puluhan atau ratusan tahun. Proses akumulasi modernisasi tidak
akan terjadi tanpa adanya pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya pertumbuhan ekonomi tidak
akan mampu bertahan lama tanpa adanya modernisasi.

C. Faktor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi

      Adapula faktor-faktor yang menjadi penentu pertumbuhan ekonomi antara lain :

 Barang modal
      Dalam menumbuhkan perekonomian, stok barang dan modal harus ditambah. Untuk
menambah modal tersebut dapat dilakukan dengan menambah investasi. Upaya yang
dilakukan untuk meningkatkan investasi adalah menangani faktor-faktor yang mempengaruhi
tingkat investasi. Pertumbuhan ekonomi baru dimungkinkan jika investasi neto lebih besar
dari nol. Jika tingkat investasi neto sama dengan nol, pertumbuhan hany dapt berproduksi
pada tingkat sebelumnya. Akan lebih baik lagi apabila penambahan kuantitas barang modal
juga disertai peningkatan kualitas.
 Tenaga kerja
      Untuk dinegara yang sedang berkembang (NSB), tenaga kerja (TK) masih merupakan
faktor produksi yang sangat dominan. Penambahan tenaga kerja umumnya sangat
berpengaruh terhadap peningkatan output. Salah satu hal yang menjadi persoalan adalah
berapa banyak penambahan tenaga kerja akan terus meningkatka output. Hal ini tergantung
pada the law of diminishing return. Sedangkan proses tersebut ditentukan oleh kualitas SDM
dan keterkaitannya dengan kemajuan teknologi untuk memproduksi, penambahan tenaga
kerjapun akan memacu pertumbuhan ekonomi.
      Dalam memproduksi dengan menggunakan teknologi yang tinggi mengakibatkan
penggunaan tenaga kerja yang sedikit. Maka akan timbullah imbang korban (trade-off)
antara efisiensi tenaga kerja dan kesempatan kerja. Oleh karena itu, untuk meningkatkan
output yang rasional adalah teknologi padat modal.
 Teknologi
      Penggunaan teknologi yang semakin tinggi itu memacu oertumbuhan ekonomi jika
hanya dilihat dari peningkatan output. Agar memaksimalkan pertumbuhan laju ekonomi,
perlu diketahui tujuan akhir dari adalah masyarakat yang adil dan sejahtera. Ada ketimpangan
antara kemajuan teknologi dan kesempatan kerja. Kemajuan teknologi telah makin membesar
ketimpangan ekonomi antarbangsa, utamanya bangsa-bangsa maju serta dunia ketiga (NSB).


Pertumbuhan Ekonomi
                                                                                               5
     Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya penggunaan teknologi yang tepat guna.
Dengan begitu manusia dapat dimanfaatkan secara optimal dan juga dapat menekan
pemborosan penggunaan SDA atau energi dalam proses produksi.
 Uang
  Dalam perekonomian modern uang memegang peranan dan fungsi sentral. Makin banyak
  uang yang digunakan
 Manajemen




Pertumbuhan Ekonomi
                                                                                           6

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:1119
posted:5/8/2011
language:Indonesian
pages:6
Description: Mata Kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Makro