Docstoc

Kepemimpinan dalam prusahaan

Document Sample
Kepemimpinan dalam prusahaan Powered By Docstoc
					KEPEMIMPINAN DALAM
    PERUSAHAAN




      Di susun oleh:
     Maya Marindah
Pendahuluan:


Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan
kelebihan, khususnyakecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga
dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untukbersama-sama melakukan
aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapatujuan.
Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan ±
khususnyakecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu
mempengaruhi orang lain untukbersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas
tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan.(Kartini Kartono, 1994 :
181).

Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok &
lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang
relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam
mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para
karyawan atau bawahan (followers). Para karyawan atau bawahan harus
memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun
demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, kepemimpinan tidak akan
ada juga.
Tugas kepemimpinan:

Dari latar belakang masalah yang penulis uraikan, banyak permasalahan
yang penulis dapatkan. Permasalahan tsb antara lain :

     Bagaimana hakikat menjadi seorang pemimpin?
     Adakah teori – teori untuk menjadi pemimpin yang baik?
     Apa & bagaimana menjadi pemimpin yang melayani?
     Apa & bagaimana menjadi pemimpin sejati?
     Bagaimana hubungan kearifan lokal dengan kepemimpinan?


Ada pun beberapa definisi kepemimpinan menurut beberapa ahli di
antaranya.

  1. Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam
     Kepimpinan Pendidikan (1999)
     Menyatakan pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan
     memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang
     ditetapkan.
     2. Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983 : 255)
     Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin,
     artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau
     kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.
     3. Kartini Kartono (1994 . 33)
     Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan
     kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan disatu bidang, sehingga
     dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama
     melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau
     beberapa tujuan.
     4. C. N. Cooley (1902)
     Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan,
     dan pada kesempatan lain, semua gerakan sosial kalau diamati secara
     cermat akan akan ditemukan kecenderungan yang memiliki titik pusat.
     5. Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994 : 33)
     Pemimpin dalam pengertian ialah seorang yang dengan jalan
     memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan,
     mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui
     prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas,
     pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan
kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara
sukarela oleh para pengikutnya.
6. Sam Walton
Pemimpin besar akan berusaha menanamkan rasa percaya diri pada
para pendukung. Jika orang memiliki percaya diri tinggi, maka kita
akan terkejut pada hasil luar biasa yang akan mereka raih.
7. Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam
Kepimpinan Pendidikan (1999)
Pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin
subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.
8. Rosalynn Carter
“Seorang pemimpin biasa membawa orang lain ke tempat yang ingin
mereka tuju”. Seorang pemimpin yang luar biasa membawa para
pendukung ke tempat yang mungkin tidak ingin mereka tuju, tetapi
yang harus mereka tuju.
9. John Gage Allee
Leader…a guide;a conductor; a commander” (pemimpin itu ialah
pemandu, penunjuk, penuntun; komandan).
10. Jim Collin
Mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah
adalah pemimipin yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi
bagian dalam tim, lalu pemimpin yang memiliki visi, tingkat yang
paling tinggi adalah pemimpin yang bekerja bukan berdasarkan ego
pribadi, tetapi untuk kebaikan organisasi dan bawahannya.
11. Modern Dictionary Of Sociology (1996)
Pemimpin (leader) adalah seseorang yang menempati peranan sentral
atau posisi dominan dan pengaruh dalam kelompok (a person who
occupies a central role or position of dominance and influence in a
group).
12. C.N. Cooley dalam “ The Man Nature and the Social Order’
Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan,
dan sebaliknya, semua gerakan sosial, kalau diamat-amati secara
cermat, akan ditemukan didalamnya kecenderungan-kecenderungan
yang mempunyai titik pusat.
13. I. Redl dalam “Group Emotion and Leadership”.
Pemimpin adalah seorang yang menjadi titik pusat yang
mengintegrasikan kelompok.
14. J.I. Brown dalam “ Psychology and the Social Order”.
Pemimpin tidak dapat dipisahkan dengan kelompok, tetapi dapat
dipandang sebagai suatu posisi yang memiliki potensi yang tinggi
dibidangnya.
15. Kenry Pratt Fairchild dalam “Dictionary of Sociologi and
Related Sciences”.
Pemimpin dapat dibedakan dalam 2 arti :
- Pemimpin arti luas, seorang yang memimpin dengan cara mengambil
inisiatif tingkah laku masyarakat secara mengarahkan, mengorganisir
atau mengawasi usaha-usaha orang lain baik atas dasar prestasi,
kekuasaan atau kedudukan.
- Pemimpin arti sempit, seseorang yang memimpin dengan alat-alat
yang menyakinkan, sehingga para pengikut menerimanya secara suka
rela.
16. Dr. Phil. Astrid S. Susanto
Pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap
sekelompok orang banyak.
17. Ensiklopedia Administrasi (disusun oleh staf Dosen Balai
Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada)
Pemimpin (Leader) adalah orang yang melakukan kegiatan atau proses
mempengaruhi orang lain dalam suatu situasi tertentu, melalui proses
komunikasi, yang diarahkan guna mencapai tujuan/tujuan-tujuan
tertentu.
Pembahasan:

Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi,
perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan
pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang
memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya.

Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya :

·> Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang
dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk
mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.

·>Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang
menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan,
mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian
pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.

·> Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang
mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri
para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang
religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai
agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan
gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.

·> Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu
mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi
memerlukan pemimpinnya itu.

·> Menurut Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki
suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan
memimpin.
Kriteria Seorang Pemimpin
 Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi
beberapa kriteria,yaitu:
   1. Pengaruh : Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-
      orang yangmendukungnya yang turut membesarkan nama sang
      pimpinan. Pengaruh ini menjadikansang pemimpin diikuti
      dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan
      sangpemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan
      pernah berkata:Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal
      pengaruh). Mother Teresa dan LadyDiana adalah contoh kriteria
      seorang pemimpin yang punya pengaruh.
   2. Kekuasaan/power : Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang
      lain karena diamemiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain
      menghargai keberadaannya. Tanpakekuasaan atau kekuatan yang
      dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yangmau menjadi
      pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin
      inimenjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang
      pemimpin, tanpa itumereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan
      ini menjadikan hubungan yang bersifatsimbiosis mutualisme, dimana
      kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.
   3. Wewenang : Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang
      diberikan kepadapemimpin untuk fnenetapkan sebuah keputusan
      dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan.Wewenang di sini juga dapat
      dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sangpemimpin percaya
      bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab
      dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk
      melaksanakan tanpa perlucampur tangan dari sang pemimpin.
   4. Pengikut : Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh,
      kekuasaaan/power, dan wewenangtidak dapat dikatakan sebagai
      pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada
      dibelakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang
      dikatakan sang pemimpin. Tanpaadanya pengikut maka pemimpin
      tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yangtidak
      dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.
Pengertian Kepemimpinan



Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok
yang diatur untukmencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi
tertentu dan langsung melalui proseskomunikasi untuk mencapai satu
atau beberapa tujuan tertentu(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961,
29)7. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang
lain agar supaya merekamau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha,
1983:123).8. Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian
kemampuan dan sifat-sifat kepribadian,termasuk didalamnya kewibawaan,
untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkanyang dipimpinnya
agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang
dibebankankepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan
batin, serta merasa tidak terpaksa.( Ngalim Purwanto ,1991:26)Dari uraian
diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan
untukmempengaruhi perilaku Aeseorang atau sekelompok orang untuk
meneapai tujuan tertentu padasituasi tertentu. Kepemimpinan merupakan
masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksiantara pihak yang
memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama,
baikdengan cara mempengafuhi, membujuk, memotivasi dan
mengkoordinasi. Dari sini dapatdipahami bahwa tugas utatna seorang
pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidakhanya terbatas pada
kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi
lebihdari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan
organisasinya, anggotanyaatau masyarakatnya untuk ikut berperan
aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusiyang posetif dalam
usaha mencapai tujuan


TEORI KEPEMIMPINAN


Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji
sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat
dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi
secara keseluruhan. Dalam karya tulis ini akan dibahas tentang teori dan
gaya kepemimpinan.
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar
nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi.
Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian
pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno
dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan
diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”.
Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku
pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan
tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui
pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental,
dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap
keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
o Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang
tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai
kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada
umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan pengikutnya.
o Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal
maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang
matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah
dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
o Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang
tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian
tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
o Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para
pengikutnya mampu berpihak kepadanya
Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori
ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal.
o Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang
pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh
gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi
masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
o Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin
yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat ,
bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana
pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana
seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan
terhadap hasil yang tinggi pula.
Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan,
sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi
perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga
orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh
pemimpin.
Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan
harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat
kedewasaan bawahan.
Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran
yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat diketahui bahwa
teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya
kepemimpinan (Leadership Style), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi
kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya.
Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpan bersikap,
berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi
orang untuk melakukan sesuatu.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas
dasar motivasi , kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang
tertentu. Diantara beberapa gaya kepemimpinan, terdapat pemimpin yang
positif dan negatif, dimana perbedaan itu didasarkan pada cara dan upaya
mereka memotivasi karyawan. Apabila pendekatan dalam pemberian
motivasi ditekankan pada imbalan atau reward (baik ekonomis maupun
nonekonomis) berartitelah digunakan gaya kepemimpinan yang positif.
Sebaliknya jika pendekatannya menekankan pada hukuman atau
punishment, berarti dia menerapkan gaya kepemimpinan negatif.
Pendekatan kedua ini dapat menghasilakan prestasi yang diterima dalam
banyak situasi, tetapi menimbulkan kerugian manusiawi.
Selain gaya kepemimpinan di atas masih terdapat gaya lainnya.
Otokratis
Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan
dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Kekuasaan
sangat dominan digunakan. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan
keputusan bagi dirinya sendiri, dan menata situasi kerja yang rumit bagi
pegawai sehingga mau melakukan apa saja yang diperintahkan.
Kepemimpinan ini pada umumnya negatif, yang berdasarkan atas ancaman
dan hukuman. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaatnya
antaranya memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta
memungkinkan pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten.
Partisipasif
Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga
keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak.
Demokrasi
Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan
pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah
kepemimpinan pemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat
bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri
sendiri.
Kendali Bebas
Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur
organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Yaitu Pemimpin
menghindari kuasa dan tanggung – jawab, kemudian menggantungkannya
kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi
masalahnya sendiri.
Referensi:

Wikipedia.com

Erlangga.Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen.
Jakarta: Rajawali Pers.Servant Leadeship atau Kepemimpinan Hamba oleh
hamba Meme Mery, SE, Trainer di PT PHILLIPS, IncJKT

Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.
Bandung: RemajaRosdakarya. Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip
Perilaku Organisasi. Jakarta

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:117
posted:5/6/2011
language:Indonesian
pages:12