Petunjukpemakaiankamus by Darwan_Oenly

VIEWS: 38 PAGES: 3

									                          PETUNJUK PEMAKAIAN KAMUS


A.     Lema atau Entri
            Dalam Kamus Perbankan ini, istilah, baik yang berupa kata dasar maupun kata
turunan dan kata gabungan masing-masing merupakan lema atau entri tersendiri. Namun, yang
menjadi pangkal urutan istilah adalah kata dasamya. Misalnya, islilah menagih, penagih,
penagihan, tagihan, tertagih, dan ketertagihan, semuanya terdapat pada huruf t, yaitu di bawah
lema kata dasar -tagih. Hal itu untuk menghidari perangkat istilah yang berpangkal kata atau
berbentuk dasar yang sama tersebar di bawah huruf yang berbeda-beda.
            Keuntungan lain yang diperoleh dengan cara pengabjadan seperti itu, yakni daftar
istilah Inggris-Indonesia, yang istilah asingnya lebih banyak dicirikan oleh akhirannya, tidak
akan jauh berbeda dalam urutannya dengan daftar Indonesia-Inggris. Semua kata dasar tersebut
disusun secara alfabetis.
B. Lambang Ortografi
1. Cetak Tebal
    (1) Huruf yang dicetak tebal menunjukkan lema, contoh:
            abstraksi dana bank
            pengambilan dana bank secara tidak sah (misalnya berupa pengelapan atau
            penyalahgunaan otorisasi) dan kas, rekening atau akun eskro, rekening atau akun
            trust, atau akun lain
            (abstraction of bank funds)
            abstrasi dana bank dicetak tebal karena merupakan lema atau entri.
     (2) Huruf yang dicetak tebal menunjukkan angka untuk polisemi (kata yang memiliki
          lebih dari satu makna), contoh:
              tingkat diskonto bank
              1 tingkat diskonto yang diterapkan oleh diler (dealer) untuk surat berharga
              jangka pendek tanpa bunga, seperti surat berharga komersial (commercial
              paper); 2 tingkat diskonto yang dibebankan bank atas pinjaman diskonto
              (pinjaman yang diterima setelah dikurangi bunga); peminjam menerima nilai
              nominal surat berharga dikurangi diskonto
              (bank discount rate)
         Angka 1 dan 2 menunjukkan bahwa tingkat diskonto bank memiliki dua makna,
         yakni makna 1 (lihat contoh) dan makna 2 (lihat contoh).
     (3) Huruf yang dicetak tebal menunjukkan subbidang ilmu, contoh:
             diskon
             umum: pengurangan nilai kotor suatu transaksi;
             perbankan; metode pengurangan yang beban bunga pinjaman atau surat utangnya
             telah diperhitungkan di muka
             (discount)
         umum dan perbankan merupakan bidang yang bersangkutan. Umum, artinya bahwa
         pengertian diskon dalam penjelasan tersebut merupakan pengertian secara umum,
         sedangkan pengertian berikutnya merupakan pengertian dalam bidang perbankan.
2. Cetak M iring
    (1) Huruf yang dicetak miring menunjukkan kata dasar yang menjadi pangkal entri yang
        berupa kata turunan atau kata derivasi, contoh
               alih - pengalihan kredit
                  penjualan kredit kepada pihak lain dengan diketahui atau tanpa diketahui oleh
                  pihak debitur, umumnya penjualan kredit ini untuk memenuhi ketentuan
                  tingkat kesehatan bank
                       (loan sale)
        Kata Pengalihan merupakan kata atau bentuk turunan dan bentuk dasar alih. Oleh
        karena itu, entri pengalihan kredit berada pada abjad A, yaitu dengan pangkal kata
        atau bentuk dasar alih yang dicetak miring.
     (2) Huruf yang dicetak miring menunjukkan istilah asing, contoh:
                       pinjaman berjangka
                  pinjaman berjangka menengah atau panjang yang diberikan kepada debitur
                  untuk membiayai investasi dan/atau modal kerja (term loan)
        Isitilah asing pinjaman berjangka adalah term loan. Oleh karena itu, term loan dicetak
        miring.
     (3) Huruf yang dicetak miring menunjukkan label singkatan sinonim (sin), contoh:
                pinjaman nirkala
                pinjaman yang terus menerus ada dalam portofolio pinjaman bank karena
                diberikannya fasilitas perpanjangan waktu sesuai dengan kebutuhan nasabah
                dan atas dasar penilalan bank; sin. pinjaman abadi
                (evergreen loan)
        pinjaman nirkala memiliki sinonim, yaitu pinjaman abadi yang dalam penulisannya
        di dalam deskripsi terletak di akhir penjelasan dengan didahului sinonim yang
        disingkat sin.
3.    TandaKoma (,)
     Tanda koma (,) digunakan untuk menandai bagian pemerian pilihan atau perincian,
     contoh:
              aktiva jaminan
              aktiva dalam bentuk properti surat berharga atau harta lainnya yang telah
              terikat untuk mendukung penerbitan obligasi surat utang atau pinjaman
              (pledge asset)
4.    Tanda titik Koma (;)
     (1) Tanda titik koma (;) digunakan sebagai penanda akhir definisi atau penjelasan utama
         sebuah lema yang masih diberi penjelasan tambahan, contoh:
              aktiva berisiko
              semua aset bank, kecuali kas dan surat berharga pemerintah untuk menentukan
              rasio atau nisbah kecukupan modal, Bank Indonesia mengatur batasan mengenai
              aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR)
              (risk asset)
     (2) Tanda titik koma (;) digunakan untuk memisahkan bentuk kata yang bermakna sama
         (sinonim) yang terdapat pada penjelasan makna dengan diikuti label sin, atau lawan
         kata yang diikuti dengan label ant. (antonim), contoh
                pinjaman nirkala
               pinjaman yang terus menerus ada dalam portofolio pinjaman bank karena
               diberikannya fasilitas perpanjangan waktu sesuai dengan kebutuhan nasabah
               dan atas dasar penilaian bank; sin. pinjaman abadi
               (evergreen loan)
5. Tanda Kurung
    (1) Tanda kurung digunakan unutk menunjukkan kata atau bagian kalimat yang terdapat
        di dalam deskripsi yang diapit oleh tanda kurung itu merupakan keterangan penjelasan
        bagi kata atau pernyataan yang terdapat di depannya, contoh:
              jaring an perbank an
              pengendalian. sekelompok bank (setiap badan usaha berdiri sendiri) yang
              pelaksanaannya di bawah koordinasi pemegang saham mayoritas, grup, atau
              perusahaan grup usaha (holding company); kondisi ini dapat terjadi di negara
              yang mempunyai peraturan pembatasan pembukaan kantor cabang; lihat bank
              berantai
              (chain bank)
     (2) Tanda kurung digunakan untuk kata asing yang telah terlebih dahulu disebutkan kata
         atau istilah Indonesianya, contoh:
        (a)   ruang si mpan aman
              ruang khusus berdinding besi yang disediakan oleh bank, biasanya di bawah
              tanah, berisi sejumlah kotak simpan aman (safe deposit box) yang disewakan
              kepada nasabah untuk menyimpan barang-barang berharga berdasarkan
              perjanjian; sin. ruang khazanah
              (safe deposit vault)
        (b)   anuitas
              salah satu cara pembayaran kewajiban secara berkala selama jangka waktu
              tertentu
              (annuity)
C.   Label Singkatan Kata
     ant = antonim
     sin. = sinonim
D.   Padanan Kata Asing-Indonesia
     Pada halaman 199 s.d. 263 terdapat daftar padanan kata asing-Indonesia. Hal tersebut untuk
     memudahkan para pengguna kamus yang mengetahui istilah asingnya, tetapi tidak mengenal
     istilah Indonesia. Pengguna dapat lebih dahulu mencari padanannya dalam bahasa
     Indonesia dalam daftar, kemudian baru dicari penjelasannya dalam lema kamus. Misalnya,
     pengguna ingin mengetahui deskripsi atau penjelasan tentang istilah term loan. Untuk
     mencari entri tersebut, pengguna harus mengetahui terlebih dahulu padanan term loan
     dalam bahasa Indonesia karena entri dalam kamus ini disusun dalam bahasa
     Indonesia dengan istilah sebagai entri dalam bahasa Indonesia pula (kecuali beberapa
     istilah tertentu). Sementara itu, Ia hanya mengenai istilah tersebut dalam bahasa Inggris.
     Oleh karena itu, untuk memudahkan pengguna dalam pencarian entri tersebut dalam
     bahasa Indonesia, pengguna dapat mengetahuinya terlebih dahulu di dalam Padanan Kata
     Asing-Indonesia yang terdapat pada halaman 199 s.d. 263. Setelah didapat istilah
     Indonesianya, yaitu pinjaman berjangka (untuk term loan), pengguna dapat mencari entri
     tersebut dalam abjad P, yaitu pinjaman berjangka.

								
To top