SIKAP MAHASISWA TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG DISAHKANNYA UU PORNOGRAFI (Study Kasus : Mahasiswa Aktif Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UII) tahun 2008/2009)

Reviews
Stats
views:
1222
rating:
not rated
reviews:
0
posted:
6/28/2009
language:
English
pages:
0
SIKAP MAHASISWA TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG DISAHKANNYA UU PORNOGRAFI (Study Kasus : Mahasiswa Aktif Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UII) tahun 2008/2009) Di susun oleh : Imelda Aditya A Firman Harjuan Jaya 06611002 06611011 JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2009 1 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Wb Alhamdulillah, segala puji dan syukur ke khadirat Allah SWT, sang Esa pemilik alam semesta. Semoga dianugrahkan kesejahtraan bagi rosul-Nya, Muhammad SAW, yang memberikan syuri tauladan atas umatnya. Atas rahmat dan taufik-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Metode Penelitian dengan judul “Sikap Mahasiswa Terhadap Kebijakan Pemerintah Tentang diSahkannya UU Pornografi (Mahasiswa FMIPA UII Aktif) tahun 2008/2009”. Komentar, kritik, tanggapan serta saran-saran demi penyempurnaan hasil laporan penelitian ini dimasa yang akan datang sangat penulis harapkan, terutama komentar, kritik, tanggapan serta saran-saran dari Bpk. Dosen “Bpk……”. Akhirnya sekian yang dapat penulis tulis dalam kata pengantar ini, semoga dapat bermanfaat bagi yang ingin mempelajarinya. Terimakasih Wassalamu’alaikum Wr. Wb Yogyakarta, Januari 2009 Penulis 2 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR.................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN........................................................................ a. Latar Belakang Masalah............................................... b. Rumusan Masalah......................................................... c. Batasan Masalah........................................................... d. Tujuan Penelitian.......................................................... e. Manfaat Penelitian........................................................ BAB II LANDASAN TEORI................................................................... 1. Landasan Teori.................................................................. 2. Pornografi......................................................................... 3. Undang-Undang Fornografi.............................................. 4. Uji Validitas dan Reliabilitas Data................................... BAB III i ii 1 1 3 3 3 4 5 5 5 5 6 METODE PENELITIAN............................................................ 10 1. Objek Penelitian dan Tempat Penelitian........................... 10 2. Variabel Penelitian............................................................ 10 3 4 5 Alat Pengumpulan Data.................................................... 13 Metode Pengumpulan Data............................................... 15 Data Yang di Perlukan...................................................... 15 3 A. Populasi dan Sampel Penelitian........................................ 15 B. Teknik Pengambilan Sampel............................................ 16 C. Tahap Pelaksanaan Penelitian .......................................... 18 D. Analisis Data..................................................................... 18 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN............................................. 19 5.1 Deskripsi Data....................................................................... 19 a. Uji Validitas dan Reliabilitas...................................... 21  BAB V Analisis Chi-Square............................................................... 24 KESIMPULAN DAN SARAN.................................................... 25 a. Kesimpulan................................................................ 25 • Saran................................................................. 26 LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA 4 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembahasan Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi(RUU APP) sudah dimulai sejak tahun 1997 di DPR. Dalam perjalanannya draf RUU APP pertama kali diajukan pada 14 Februari 2006 dan berisi 11 bab dan 93 pasal. Judul RUU APP ini pun di ubah menjadi Rancangan Undang-Undang Pornografi(RUU P). Setelah melalui proses sidang yang panjang dan beberapa kali mengalami penundaan, pada 30 Oktober 2008 siang dalam Rapat Paripurna DPR, akhirnya RUU Pornografi disahkan. Isi pasal RUU APP ini menimbulkan kontroversi di masyarakat. Dari sisi substansi, RUU ini dianggap masih mengandung sejumlah persoalan, antara lain RUU ini mengandung atau memuat kata-kata atau kalimat yang ambigu, tidak jelas, atau bahkan tidak bisa dirumuskan secara absolut. Misalnya, eksploitasi seksual, erotis, kecabulan, ketelanjangan, aurat, gerakan yang menyerupai hubungan seksual, gerakan menyerupai masturbasi, dan lain-lain. Pihak yang menolak mengatakan bahwa pornografi yang merupakan bentuk eksploitasi berlebihan atas seksualitas, melalui majalah, buku, film dan sebagainya, memang harus ditolak dengan tegas. Tapi tidak menyetujui bahwa untuk mencegah dan menghentikan pornografi lewat sebuah undang-undang yang hendak mengatur moral dan akhlak manusia Indonesia secara pukul rata, seperti yang tertera dalam RUU APP atau RUU Porno ini, tapi seharusnya lebih mengatur penyebaran barang-barang pornografi dan bukannya mengatur soal moral dan etika manusia Indonesia. RUU ini juga dianggap tidak mengakui kebhinnekaan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, etnis dan agama. RUU dilandasi anggapan bahwa negara dapat mengatur moral serta etika seluruh rakyat Indonesia lewat pengaturan cara 5 berpakaian dan bertingkah laku berdasarkan paham satu kelompok masyarakat saja. Padahal negara Indonesia terdiri diatas kesepakatan ratusan suku bangsa yang beraneka ragam adat budayanya. Ratusan suku bangsa itu mempunyai norma-norma dan cara pandang berbeda mengenai kepatutan dan tata susila. Tapi persepsi yang berbeda tampak pada pandangan penyusun dan pendukung RUU ini. Mereka berpendapat RUU APP sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengubah tatanan budaya Indonesia, tetapi untuk membentengi ekses negatif pergeseran norma yang efeknya semakin terlihat akhir-akhir ini. Karena itulah terdapat salah satu eksepsi pelaksanaannya yaitu yang menyatakan adat-istiadat ataupun kegiatan yang sesuai dengan pengamalan beragama tidak bisa dikenai sanksi, sementara untuk pertunjukan seni dan kegiatan olahraga harus dilakukan di tempat khusus pertunjukan seni atau gedung olahraga (Pasal 36), dan semuanya tetap harus mendapatkan ijin dari pemerintah dahulu (Pasal 37). Rumusan dalam RUU APP tersebut dikhawatirkan akan dapat menjadikan seorang yang pada resepsi pernikahan memakai baju kebaya yang sedikit terbuka di bagian dada, dapat dikenakan sanksi paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun atau denda paling sedikit Rp. 200 Juta dan paling banyak Rp. 1 milyar, karena resepsi pernikahan bukanlah upacara kebudayaan atau upacara keagamaan. Sedangkan seseorang yang lari pagi di jalanan atau di lapangan dengan celana pendek dikhawatirkan akan bisa dinyatakan melanggar hukum, karena tidak dilakukan di gedung olahraga. Sudah dijelaskan di atas bahwa dengan disahkannya UU Pornografi menimbulkan banyak kontroversi di kalangan masyarakat, maka hal ini menarik untuk dikaji lebih lanjut. Maka peneliti ingin mengetahui seberapa jauh Mahasiwa UII khususnya Mahasiswa FMIPA UII dalam menyikapi kebijakan pemerintah tentang disahkannya Undang-undang Pornografi. 6 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka dibuat rumusan masalah, yaitu bagaimana sikap mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah tentang disahkannya UU pornografi (Mahasiswa FMIPA UII aktif). 1.3 BATASAN MASALAH Dalam melakukan suatu penelitian diperlukan pembatasan ruang lingkup penelitian supaya pembahasan yang dilakukan dan penarikan kesimpulan akan lebih terarah. Beberapa batasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Ruang lingkup penelitian hanya dilakukan pada Mahasiswa aktif di Fakultas Maatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII). b. Data sikap mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah tentang Disahkannya UU Pornografi diperoleh dengan cara menyebarkan quesioner kepada Mahasiswa aktif FMIPA UII. c. Analisis dilakukan berdasarkan data dan informasi yang diperoleh melalui pengisian quesioner oleh responden yang dipilih. 1.4 TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap Mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah tentang disahkannya UU pornografi (Mahasiswa FMIPA UII Aktif). 7 1.5 MANFAAT PENELITIAN Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : b. Secara teoritik diharapkan dapat mengetahui sejauh mana teori-teori yang ada dapat diterapkan ke lapangan atau dunia sesungguhnya. c. Bagi pihak lain, penelitian ini dapat berguna dan dapat memberikan informasi bagi penelitian lain yang berhubungan dengan masalah sikap mahasiswa terhadap UUP. 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PORNOGRAFI Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pornografi adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dalam seks. Dalam RUU Pornografi dikatakan bahwa pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilainilai kesusilaan dalam masyarakat. 2.2 UNDANG-UNDANG PORNOGRAFI Undang-Undang Pornografi merupakan suatu produk hukum berbentuk undangundang yang mengatur mengenai pornografi. Undang-undang ini disahkan dalam Sidang Paripurna DPR pada 30 Oktober 2008. Ketika ada undang-undang anti-terorisme, masyarakat Indonesia setuju. Karena semua orang memang tidak menghendaki adanya terorisme. Ketika ada hukuman mati bagi teroris, masyarakat Indonesia setuju. Karena semua masyarakat tidak menginginkan adanya teroris dan pembuat makar. Ketika adanya UU Pornografi ini, mengapa ada yang tidak setuju? Pornografi yang dimaksud dalam RUU Pornografi di sini adalah yang melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat. Masyarakat yang dimaksud tentu saja masyarakat asli di suatu tempat. Misalnya, selama tari asli itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat Bali, maka tarian tersebut tidak terkena pasal-pasal tersebut. 9 UU Pornografi tidak hanya dibuat berdasarkan Syariat Islam. Maka keliru jika memandang bahwa UU Pornografi ini hanya untuk kepentingan ummat Islam. Kelirulah jika memandang bahwa UU Pornografi ini merupakan undang-undang seperti di NAD yang mewajibkan wanita untuk berjilbab. UU Pornografi ini hanya tidak ingin pemuda-pemuda ini dengan bangganya berbuat mesum sambil merekam perbuatannya itu, lalu rekaman itu beredar di masyarakat yang akan merusak mental bangsa Indonesia. Sebenarnya UU Pornografi itu niatnya baik, untuk memerangi pornografi yang memang marak di masyarakat. Banyak sudah pemuda berbuat mesum setelah menonton VCD porno yang dijual bebas, atau setelah membaca buku porno yang juga dijual bebas. Tetapi yang namanya kebijakan pemerintah apalagi yang berkenaan langsung dengan Masyarakat pasti akan menuai kontroversi, baik pro maupun kontra. Isi pasal RUU APP ini menimbulkan kontroversi di masyarakat. Dari sisi substansi, RUU ini dianggap masih mengandung sejumlah persoalan, antara lain RUU ini mengandung atau memuat kata-kata atau kalimat yang ambigu, tidak jelas, atau bahkan tidak bisa dirumuskan secara absolut. Misalnya, eksploitasi seksual, erotis, kecabulan, ketelanjangan, aurat, gerakan yang menyerupai hubungan seksual, gerakan menyerupai masturbasi, dan lain-lain. 2.3 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS Validitas dan reliabilitas adalah dua syarat penting yang berlaku pada sebuah angket, yaitu keharusan sebuah angket untuk Suatu angket dikatakan (sah) jika pertanyaan pada suatu angket mampu untuk mengungkap suatu yang akan diukur oleh angket tersebut. Sedangkan suatu angket dikatakan reliable (andal) jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Jadi jika seseorang menjawab pada ‘poin 6’ maka terhadap pertanyaan yang diberikan, maka seharusnya karyawan tersebut tetap konsisten pada jawaban semula. 10 Pengukuran reliabilitas pada dasarnya bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu (Sulistiono.P, hal 20) : 1. Repeated Measure atau ukur ulang. Hal ini, seseorang akan disodori atau diberikan pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda. Dan kemudian dilihat apakah seseorang tersebut tetap konsisten dengan jawabannya. 2. One Shot atau siukur sekali saja. Hal ini pengukuran hanya diukur sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil pertanyaan lain 2.3.1 Pengujian Validitas Pengujian validitas tiap butir pertanyaan dengan munggunakan analisis kolerasi, yaitu mengkolerasikan skor butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Adapun rumus kolerasinya dapat dilihat dibawah ini : rxy = n  n  n  n∑ X 1Y1 −  ∑ X 1  . ∑ Y1  i= 1  i= 1   i= 1  2  n 2  n      n∑ X 1 −  ∑ X 1   .  i= 1  i= 1      n 2  n  2    n∑ Y1 −  ∑ Y1    i= 1  i= 1     …..(2.1) 11 Uji Hipotesisnya : H0 H1 α : ρ : ρ xy = 0 atau Skor butir tidak berkolerasi positif dengan skor factor > 0 atau Skor butir berkolerasi positif dengan skor faktornya xy : 0,05 Daerah kritik RHasil Positif Statistik uji Dengan menggunakan bantuan SPSS, yaitu RHasil dapat dilihat pada CORRECTED ITEM-TOTAL CORRELATION pada output Komputer. Kesimpulan Jika RHasil Positif ≥ rtabel, maka butir pertanyaan tersebut adalah valid Jika RHasil Positif < rtabel, maka butir pertanyaan tersebut adalah tidak valid Jka ditemukan ada butir pertanyaan yang tidak valid, maka butir yang tidak valid tersebut harus dikeluarkan, dan proses analisis diulang untuk butir yang valid saja. ≥ r tabel 2.3.2 Pengujian Reliabilitas Setelah didapat pengujian butir –butir yang valid, kemudian dilakukan pengujian reliabilitas, pengujiannya sebagai berikut : 12 Uji Hipotesisnya : H0 : ρ H1 : ρ α xy = 0 atau Skor butir tidak berkolerasi positif dengan komposit factornya > 0 atau Skor butir berkolerasi positif dengan komposit skor faktornya xy : 0,05 Daerah kritik RAlpha Positif ≥ r tabel Statistik uji Dengan menggunakan bantuan SPSS, yaitu RAlpha dapat dilihat pada akhir output Komputer. Kesimpulan Jika RAlpha Positif ≥ rtabel, maka butir pertanyaan tersebut adalah Riliabel Jika RAlpha Positif < rtabel, maka butir pertanyaan tersebut adalah tidak Reliabel 13 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 OBJEK DAN TEMPAT PENELITIAN Pada penelitian ini, tempat penelitian dilakukan di Fakultas MIPA UII. Objek pada jurusan Farmasi, Statistik, Kimia dan D3 penelitian adalah Mahasiswa aktif Analisis di FMIPA UII. 3.2 VARIABEL PENELITIAN Variabel penelitian dapat diartikan segala sesuatu yang akan menjadi objek penelitian, sering pula dinyatakan sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Dalam penelitian ini terdiri dari variabel kualitatif dan variabel kuantitatif. Variabel kualitatifnya berupa identitas responden, sedangkan variabel kuantitatifnya berupa nilai sikap responden Mahasiswa aktif FMIPA UII. 3.2.1 VARIABEL KUALITATIF Variabel kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui identitas responden, yaitu : f. Jenis Kelamin Jenis Kelamin dibedakan berdasarkan skala nominal yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam kuesioner penelitian, jenis kelamin pria diberi nilai 0 dan jenis kelamin perempuan diberi nilai 1. Nilai-nilai tersebut digunakan hanya untuk membedakan antaa jenis kelamin laki-laki dan perempuan. g. Usia Untuk mengetahui kelompok mana yang berperan lebih dominan, maka dalam penelitian ini digunakan variabel usia dengan spesifikasi kelompok umur sebagai berikut : (a) 17 th, (b) 18 th, (c) 19 th, (d) 20 th, (e) 21 th, (f) 22 th dan (g) 23 th. 14 h. Jurusan Untuk mengetahui jurusan dari para responden, maka dalam penelitian ini jurusan dikelompokan sebagai berikut : • • • • Statistika Kimia D3 Kimia Analisis Farmasi Untuk mengetahui kelompok mana yang berperan lebih dominan, maka dalam penelitian ini digunakan variabel angkatan dengan spesifikasi mahasiswa ankatan aktif FMIPA UII. 3.2.2 VARIABEL KUANTITATIF Variabel kuantitatif disini diperoleh dari variabel kualitatif yang diangkakan(skoring). Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Variabel di sini adalah berupa pernyataan mengenai sikap mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah tentang disakannya UU Pornografi (Mahasiswa Aktif FMIPA UII). Variabel-variabel tersebut adalah : X1 X2 X2.1 X3 : Jumlah IPK (Indeks Prestasi Komulatif) : Pernah atau tidak berorganisasi : Aktif atau tidak berorganisasi : UU Pornografi i. Angkatan 15 3.2.3 ANALISIS UJI BEDA Apabila dalam suatu penelitian sitemukan adanya suatu perbedaan antara dua sampel, maka perbedaan tersebut memiliki dua kemungkinan yaitu peredaan yang signifikan dan perbedaan yang tidak signfikan. Perbedaan yang signifikan, maksudnya apabila perbedaan tersebut tidak saja terjadi pada sampel yang diteliti, akan tetapi juga terdapat pada populasi. Sedangkan perbedaan yang tidak signifikan memiliki makna bahwa perbedaan tersebut hanya kebetulan saja terjadi pada sampel dan tidak terdapat pada poplasi. Perbedaan yang tidak signifikan bisa diakibatkan oleh kesalahan dalam pengambilan sampel atau sering disebut sampling error. Dalam statistika, teknik yang digunakan untuk megetahui koefisien perbedaan antara dua buah distribusi data adalah teknik t-test dan chi-square. 3.2.3.1 ANALISIS CHI-SQUARE Taknik Chi-Square ini memiliki dua fungsi, pertama dapat digunakan untuk mengadakan estimasi dan kedua dapat digunakan untuk menguji hipotesis. Mengadakan estimasi berarti menafsirkan keadaan populasi berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dari sampel. Sebagai alat estimasi, chi-square digunakan untuk menafsir apakah ada perbedaan yang signifikan atau tidak antara frekuensi yang diperoleh dengan frekuensi yang diharapkan dalam populasi. Frekuensi yang diharapkan di dalam populasi disebut frekuensi hipotesis, dalam hal ini merupakan hipotesis yang akan diuji signifikansi perbedaannya. Oleh karena itu, untuk mengadakan estimasi dengan menggunakan rumus chi-square dibutuhkan sebuah hipotesis nihil (Ho), yang berbunyi : tidak ada perbedaan frekuensi antara individu yang ada pada suatu kategori dengan yang berbeda dikategori lain dalam suatu populasi yang tergolong 16 kategori X maupun Y selalu terbagi rata, yaitu masing-masing mendapat 50% frekuensi. Rumus untuk mencari nilai chi-square adalah sebagai berikut :  ( fo − fe ) 2    fe   = nilai chi-square = frekuensi yang diperoleh (obtain frequency) = frekuensi yang diharapkan (expected frequency) χ X2 fo fe 3.3 2 = ∑ Dimana, ALAT PENGUMPULAN DATA Dalam penelitian ini digunakan alat pengumpulan data melalui : a. Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan atau pernyataan kepada responden untuk dijawabnya. Sedangkan menurut Sukandarrumidi, kuesioner adala teknik pengumpulan data dengan cara mengirimkan suatu daftar pertanyaan kepada responden untuk diisi. Didalam pembuatan kuesioner ada dua macam jenis pertanyaan, yaitu pertanyyan terbuka dan pertanyaan tertutup. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis pertanyaan tertutup . Kuesioner yang sifatnya tertutup adalah suatu kuesioner dimana pertanyaan-pertanyaan yang dituliskan telah disediakan jawaban pilihan, sehingga responden tinggal memilih salah satu jawaban yang telah disediakan. Skala pengukuran adalah kesepakatan yang digunakan sebagai acuan menemukan panjang pendeknya interval yang ada dalam pengukuran, sehingga bila alat ukur itu digunakan dalam pengukuran akan bisa menghasilkan data kuantitatif. Dengan skala pengukuran ini, maka nilai variabel yang diukur dengan instrumen tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk angka sehingga akan lebih akurat, efisien dan komunikatif. 17 Cara pengukuran adalah dengan memberikan jawaban, misal setuju dan tidak setuju, jawaban ini diberi nilai, 1 dan 2. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan skala Guttman, yaitu skala pengukuran dengan tipe jawaban yang tegas, misalnya ya dan tidak. Sedangkan skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang dengan tentang fenomena sosial(Sugiyono, 2003). Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi sampai seseorang atau kelompok orang mengetahui tentang fenomena sosial. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dapat dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator jawaban tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun butir-butir yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Dalam penelitian ini bobot nilainya adalah sebagai berikut : • • • • • Untuk jawaban sangat setuju diberi skor 5 Untuk jawaban setuju diberi skor 4 Untuk jawaban netral diberi skor 3 Untuk jawaban tidak setuju diberi skor 2 Untuk jawaban sangat tidak setuju diberi skor 1 Sedangkan pengukuran dengan tipe jawaban yang tegas, misalnya ya dan tidak disebut skala guttman. Jadi, jika pada skala likert terdapat interval dari kata sangat setuju sampai tidak setuju, maka dalam skala guttman hanya terdapat 2 interval yaitu peduli atau tidak peduli. 18 b. Studi Pustaka Mencari bahan-bahan serta referensi berupa buku-buku, majalah, artikel, jurnal, maupun hasil laporan penelitian yang berkaitan dengan masalah penelitian. 3.4 METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan teknik pernyataan langsung yaitu pengukuran data dengan memberikan pernyataan langsung(kuesioner) kepada responden Mahasiswa Aktif FMIPA UII. 3.5 DATA YANG DIPERLUKAN b. Data Primer Data primer adalah data yang diperolrh langsung dari sumbernya. Dalam penelitian ini data primer tersebut diperoleh dari hasil tanggapan responden pada kuesioner yang diberikan dan diisi oleh responden Mahasisa Aktif FMIPA UII perjurusan. c. Data Sekunder Data sekunder adalah data yng tidak diperoleh secara langsung dari sumbernya. Dalam hal ini data sekundernya diperoleh dari laporan jumlah mahasiswa aktif FMIPA UII per jurusan pada tahun 2008/2009. 3.6 POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 3.6.1 Popoulasi Populasi adalah kumpulan unit analisis yang merupakan subek penelitian. Dalam penelitian ini popualasi yang menjadi subjek penelitian adlah Mahasiswa aktif FMIPA UII pada jurusan Statistika, Kimia, d3 Kimia Analisis dan Farmasi pada ahun 2008/2009. Selama jangka waktu 19 tersebut besarnya populasi mahasiswa aktif FMIPA UII tersebut sebesar 924 orang. Dengan perincian sebagai berikut : TABEL 3.1 DATA JUMLAH MAHASISWA AKTIF FMIPA UII No 1 2 3 4 TOTAL 3.6.2 Sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti. Sampel penelitian adalah para mahasiswa aktif FMIPA UII telah mengisi kuesioner sebagaimana mestinya, yaitu kuesioner yang telah lolos uji validitas dan reliabilitas. Besr sampel yng diambil secara acak sebesar 91 orang responden(cara mendapatkan angka ini diuraikan dalam bahasan teknik pengambian sampel). 3.7 TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL(SAMPLING) Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonrandom (non probability random sampling) yaitu peneliti tidak memberikan kesempatan yang sama pada anggota populasi untuk dijadikan anggota sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian sampel adalah purposive sampling yaitu suatu teknik pengambilan sampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan pribadi dengna cara menentukan terlebih dahulu kriteria responden(Singgih dan Fandi, 2001;90). Kriteria responden yang digunakan adalah mahasiswa aktif FMIPA UII. Dari unit data record pengajaran FMIPA UII pada tahun 2008/2009 adalah 954 orang, jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini dapat dihitung dengan rumusan sampel minimal sebagai beriku : Jurusan Statistika Kimia Farmasi D3 Kimia Analis Jumlah 68 62 794 30 954 20 Menurut Yamane(1967) rumus jumlah sampel minimal yang akan diteliti adalah sebagai berikut(Sukandarrumidi,2002): Dimana : n : jumlah sampel N : jumlah populasi d : presisi(tingkat kesalahan) Dari persamaan di atas, maka besarnya sampel minimal yang diambil adalah sebagai berikut : N d : 954 : 10% Jadi, berdasarkan besarnya populasi yang sudah diketahui, maka sampel yang harus diambil adalah sekurang-kurangnya atau minimal sebanyak 91 responden. Namun, setelah melalui tahap perhitungan selanjutnya diperoleh batas kuantitas minimal sampel yang harus diambil dan dilanjutkan dalam analisis statistik nantinya sama yaitu 91 responden. TABEL 3.2 DATA JUMLAH KUESIONER YANG DISEBAR No 1 2 3 4 TOTAL Jurusan Statistika Kimia Farmasi D3 Kimia Analis Jumlah 68 62 794 30 954 91 Kuesioner yang disebar 21 3.8 TAHAP-TAHAP PELAKSANAAN PENELITIAN Dalam penelitian ini, data diambil dari penyebaran kuesioner tertutup. Dalam hal ini, peneliti melalui dua tahap penelitian, yaitu: Tahap pertama(pra penyebaran) Pengujian dengan teknik pengujian awal dilakukan untuk menguji kereabilitas dari instrumen(kuesioner) yang telah dibagikan kepada 20 responden yang telah mengisi kuesioner pada pembagian pertama. Koefisien kereabilitasan dari instrumen yang telah diterjemahkan mempunyai nilai yang lebih tinggi, mungkin hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis kelamin, kesalahan menterjemahan dan kesalahpahaman arti dari item-item karena perbedaan struktur bahsa dan arti. Untuk penentuan jumlah responden dalam pra penyebaran ini tidak ada patokan pasti dan tergantung pula pada homogenitas responden. Untuk pra penyebaran biasanya sebanyak 20-50 angket kuesioner sudah mencukupi dan dipilih responden yang keadaannya kurang lebih sama dengan responden yang sesungguhnya yang akan diteliti. Kegiatan penelitian ini dilakukan di FMIPA UII. Jadi, pada tahap ini digunakan juga untuk menguji validitas dan reliabilitas kuesioner. Tahap kedua (Penyebaran kuesioner) Kuesioner yang telah valid dan reliabel tersebut disebarkan sebanyak 91 buah yang nantinya akan digunakan untuk analisis data. Dalam penelitian ini, di FMIPA UII per jurusan, di antaranya Jurusan Statisika, Kimia, Farmasi dan D3 Kimia Analisis sebagai tempat penelitian. 3.9 ANALISIS DATA Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Chi-Square, yaitu ingin mengetahui tentang Sikap Mahasiswa Terhadap 22 Kebijakan Pemerintah Tentang disahkannya UU Pornografi(Mahasiswa Aktif FMIPA UII) dengan bantuan software SPSS 13 dan Minitab 15. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 DESKRIPSI DATA Dari data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner diperoleh dua jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif berupa data identitas yaitu jenis kelamin, usia, jurusan dan angkatan. Sedangkan data kuantitatif berasal dari data kualitatif yang telah diangkakan dengan menggunakan skala Guttman, berupa data berisi pendapat responden mengenai variabel-variabel yang berpengaruh pada Sikap Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Tentang Disahkannya UU Pornografi(Mahasiswa Aktif FMIPA UII). Berdasarkan operasi komputer dengan software SPSS 13 dan Minitab 15 diperoleh output deskriptif data kuallitatif tersebut. Output komputer ini dapat dilihat pada lampiran 3. Dari output komputer tersebut dapat diketahui frekuensi dari masingmasing variabel kuantitatif sebagai berikut : Tabel 4.1 Deskripsi Data Variabel Kualitatif Variabel Jumlah Respon Jenis Kelamin Usia Laki-Laki Perempuan 17 th 18 th 19 th 20 th 21 th 22 th 23 th 32 59 3 10 13 33 22 7 3 Persentase 35.2 % 64.8% 3.3 % 11.0 % 14.3 % 36.3 % 24.2 % 7.7 % 3.3 % 23 Jurusan Farmasi Statistika Ilmu Kimia D3 Analis 2002 2004 2005 2006 2007 2008 Missing 75 7 6 3 1 5 24 30 24 6 1 82.4 % 7.7 % 6.6 % 3.3 % 1.1 % 5.5 % 26.4 % 33.0 % 26.4 % 6.6 % 1.1 % Angkatan Dari hasil deskripsi data variabel kualitatif penelitian sampel diatas dapat diperoleh distribusi data sebagai berikut : Pada variabel jenis kelamin terdiri dari 2 jenis variabel yaitu (1) Laki-laki yang berjumlah 32 orang dengan persentase sebanyak 35.2 % dan (2) Perempuan yang berjumlah 59 orang dengan persentase sebanyak 64.8 %. Pada variabel Usia terdiri dari 7 variabel usia yaitu (1) 17 th yang berjumlah 3 orang dengan persentase sebanyak 3.3 %, (2) 18 th yang berjumlah 10 orang dengan persentase sebanyak 11.0 %, (3) 19 th yang berjumlah 13 orang dengan persentase sebanyak 14.3 %, (4) 20 th yang berjumlah 33 orang dengan persentase sebanyak 36.3 %, (5) 21 th yang berjumlah 22 orang dengan persentase sebanyak 24.2 %, (6) 22 th yang berjumlah 7 orang dengan persentase sebanyak 7.7 %, dan 23 th yang berjumlah 3 orang dengan persentase sebanyak 3.3 %. Pada variabel jurusan terdiri dari 4 variabel yaitu (1) Farmasi yang berjumlah 75 orang dengan persentase sebanyak 82.4 %, (2) Statistika yang berjumlah 7 orang dengan persentase sebanyak 7.7 %, (3) Ilmu Kimia yang berjumlah 6 orang dengan persentase sebanyak 6.6 %, dan (4) D3 Analis yang berjumlah 3 orang dengan persentase sebanyak 3.3 %. Pada variabel angkatan terdiri dari 6 angkatan dan 1 missing yaitu (1) Angkatan 2002 yang berjumlah 1 orang dengan persentase sebanyak 1.1 %, (2) Angkatan 2004 yang berjumlah 5 orang dengan persentase sebanyak 5.5 %, (3) 24 Angakatan 2005 yang berjumlah 24 orang dengan persentase sebanyak 26.4 %, (4) Angkatan 2006 yang berjumlah 30 orang dengan persentase sebanyak 33.0 %, (5) Angkatan 2007 yang berjumlah 24 orang dengan persentase sebanyak 26.4 %, (6) Angkatan 2008 yang berjumlah 6 orang dengan persentase sebanyak 6.6 %, dan (7) variabel missing sebanyak 1 orang dengan persentase sebanyak 1.1 %. 4.2 UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS Ketepatan penelitian suatu hipotesa tentang hubungan variabel penelitian sangat tergantung pada kualitas data yang dipakai dalam pengujian tersebut. Dalam penelitian yang di dalam proses pengumpulannya seringkali menuntut pembiayaan, waktu dan tenaga yang besar, tidak akan berguna bilamana alat pengukur yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian tersebut tidak memiliki validitas dan reabilitas yang tinggi. Pengujian hipotesa penelitian tidak akan mengenai sasarannya, bilamana data yang dipakai untuk menguji hipotesa adalah data yang tidak realibel dan tidak menggambarkan secara tepat konsep yang diukur. 5.2.1 UJI VALIDITAS Pengujian validitas tiap butir pertanyaan dengan munggunakan analisis kolerasi, yaitu mengkolerasikan skor butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir. Pada analisis uji validitas ini digunakan sampel sebesar 20 buah yang setiap kuesionernya terdapat 4 pertanyaan. Berdasarkan output komputer uji validitas yang terdapat pada lampiran 4, maka dapat dilakukan uji hipotesis sebagai berikut : Uji Hipotesisnya : H0 H1 α : ρ : ρ xy = 0 atau Skor butir tidak berkolerasi positif dengan skor factor > 0 atau Skor butir berkolerasi positif dengan skor faktornya xy : 0,05 25 Daerah kritik RHasil Positif Statistik uji Dengan menggunakan bantuan Minitab, yaitu RHasil dapat dilihat pada ITEM-Adj TOTAL CORR pada output Komputer. TABEL 4.2.1.1 DATA HASIL UJI VALIDITAS UU PORNOGRAFI Omitted Variable IPK (Indeks Prestasi Komulatif) Organisasi Aktif/Tidak Ber-Organisasi UU Pornografi Item-Adj. Total Corr 0.5195 0.5770 0.2130 0.5314 Tes > > < > Validitas 0.444 = Valid 0.444 = Valid 0.444 = Tidak Valid 0.444 = Valid ≥ r tabel Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat salah satu varibel yang tidak valid yaitu pada variabel Aktif/Tidak Ber-Organisasi (No. 2.a), dan harus dilakukan analisis ulang pada variabel tersebut. Analisis ulang dilakukan dengan cara menghapus variabel (Item pertanyaan No. 2.a) tersebut, kemudian dilakukan analisis ulang kembali. Berikut hasil analisisnya : TABEL 4.2.1.2 DATA HASIL UJI VALIDITAS UU PORNOGRAFI(Perbaikan) Omitted Variable IPK (Indeks Prestasi Komulatif) Organisasi UU Pornografi Item-Adj. Total Corr 0.6672 0.4844 0.5450 Te s > > > Validitas 0.444 = Valid 0.444 = Valid 0.444 = Valid 26 Kesimpulan Jika RHasil Positif ≥ rtabel, maka butir pertanyaan tersebut adalah valid Setelah dilakukan Analisis ulang pada analisis sebelumnya, maka di dapat variabel yang sudah Valid semuanya (Tabel 4.2.1.2), sehingga dapat dilanjutkan kembali pada Analisis Reliabilitas data. 4.2.2 UJI RELIABILITAS Setelah didapat pengujian butir –butir yang valid, kemudian dilakukan pengujian reliabilitas, pengujiannya sebagai berikut : Uji Hipotesisnya : H0 : ρ xy = 0 atau Skor butir tidak berkolerasi positif dengan komposit factornya H1 : ρ xy > 0 atau Skor butir berkolerasi positif dengan komposit skor faktornya α : 0,05 Daerah kritik RAlpha Positif ≥ r tabel Statistik uji Dengan menggunakan bantuan Minitab, yaitu RAlpha dapat dilihat pada akhir output Komputer pada lampiran 4. Kesimpulan Jika RAlpha Positif = 0.6399 ≥ rtabel = 0.444, maka butir pertanyaan tersebut adalah Riliabel 27 5.3 ANALISIS CHI-SQUARE Chi-square digunakan untuk menafsir apakah ada perbedaan yang signifikan atau tidak antara frekuensi yang diperoleh dengan frekuensi yang diharapkan dalam populasi. Frekuensi yang diharapkan di dalam populasi disebut frekuensi hipotesis, dalah hal ini merupakan hipotesis yang akan diuji signifikansi perbedaannya. Oleh karena itu, untuk mengadakan estimasi dengan menggunakan rumus chi-square dibutuhkan suatu hipotesis nihil : Hipotesisnya : H0 H1 = Tidak terdapat perbedaan yang signifikan = Terdapat perbedaan yang signifikan α = 5% Daerah kritik : χ 2 hitung > χ 2 tabel Statistik uji : Dengan menggunakan bantuan SPSS, yaitu output Komputer pada lampiran 5.. χ 2 dapat dilihat pada akhir χ 2 hitung = 22,253 > χ 2 tabel = 3,8415 Kesimpulan Jika χ 2 hitung = 22,253 > χ 2 tabel = 3,8415 maka Ho ditolak berarti sudah signifikan (terdapat perbedaan sikap). 28 BAB V PENUTUP 5.1 KESIMPULAN Analisis Sikap Mahasiswa Terhadap Kebijakan Pemerintah Tentang Disahkannya UU Pornografi (Mahasiswa FMIPA UII Aktif). Secara penentuan minimal sampel diambil sejumlah 91 sampel sebagai sampel penelitian, dan sikapnya terhadap kebijakan pemerintah tersebut dinyatakan dalam dua pernyataan, yaitu setuju dan tidak setuju. Setelah pengumpulan data dilakukan didapatkan informasi bahwa 68 atau sebesar 47,7% mahasiswa menyatakan setuju dan sisanya 23 atau sebesar 25,3% menyatakan tidak setuju terhadap kebijakan pemerintah tentang disahkannya UU Pornografi. UU Pornografi fo Setuju Tidak Setuju Total 68 23 91 fe 45.5 45.5 fo-fe 22.5 -22.5 Berdasarkan tabel di atas kita dapat dengan mudah menemukan hasil chi-square sebagai berikut : χ 2 = ∑  ( fo − fe ) 2    = 22,253 fe   29 Untuk menentukan taraf signifikansi dari nilai chi-square sebesar 22,253 (disebut nilai chi-square empirik(hitung)) harus dibandingkan dengan nilai chi-square teoritik (tabel) yang terdapat pada tabel nilai-nilai chi-square. Sebelumnya harus ditemukan dahulu derajat kebebasannya(db). Dalam hal ini tidak tergantung pada jumlah individu, tetapi tergantung pada banyaknya kebebasan yang kita miliki dalam menetapkan petakpetak yang diharapkan dalam tabel. Apabila satu petak fe sudah diisi maka kebebasan kita untuk mengisi petak fe yang masih kosong tinggal satu. Jadi db sama dengan 1. Dengan db = 1, pada taraf signifikasi 5% ditemukan nilai chi-square teoritis sebesar 3,8415 dan pada taraf signifikasi 1% ditemukan nilai chi-square sebesar 6,6349. Hal ini dapat kita katakan bahwa nilai chi-square empirik lebih besar dari pada nilai teoritiknya pada taraf 5% dan 1%. Artinya bahwa frekuensi antara mahasiswa yang setuju dengan yang tidak setuju berbeda secara signifikan pada taraf 5% dan 1%. Dengan demikian kalau disimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna (signifikan) (taraf 5%) dan sangat bermakna (taraf 1%) dikalangan mahasiswa dalam menyikapi disahkannya UU pornografi. Dan dengan mengetahui nilai interval confidensi pada taraf 5% = 0.000 - 0.032 ataupun taraf 1% = 0.000 – 0.049 maka dapat disimpulkan juga bahwa sikap mahasiswa pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia (FMIPA UII aktif), positif (taraf 5%) atau hampir sangat positif (taraf 1%) dalam menanggapi kebijakan pemerintah tentang disahkannya UU pornografi 5.2 SARAN Saran dari peneliti bagi yang ingin mempelajari dan sekaligus membaca hasil penelitian ini yaitu memeriksa kembali hasil-hasil metode penelitian dan penjabaran 30 dari seluruh laporan hasil penelitian ini, dan memperbaiki hasilnya jika terdapat kesalahan dalam analisis data maupun metode penelitiannya. Dan selebihnya hasil dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai penelitian pendahuluan ataupun untuk analisis data lebih lanjut. 31 DAFTAR PUSTAKA Winarsunu Tulus., Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Cetakan ke tiga, Penerbit UMM Press. Malang, 2006. HAY., 1 – 07., 619.537.04. TA. UII Singarimbun Masri, Effendi Sofian., Metode Penelitian Survey. Cetakan ke pertama, Penerbit LP3S. Jakarta. 1989. 32

Related docs
Memperbaharui Sikap Agama terhadap HIV AIDS
Views: 3067  |  Downloads: 55
JURUSAN MATEMATIKA FMIPA UM
Views: 28  |  Downloads: 3
10. ILMU PENGETAHUAN ALAM
Views: 5103  |  Downloads: 18
09. ILMU PENGETAHUAN ALAM _A_
Views: 2078  |  Downloads: 7