Docstoc

PENENTUAN KADAR Cu, Cd DAN Pb DALAM ABU LIMBAHMEDIS DENGAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM (AAS)

Document Sample
PENENTUAN KADAR Cu, Cd DAN Pb DALAM ABU LIMBAHMEDIS DENGAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM (AAS) Powered By Docstoc
					                      PROSIDING SEMINAR NASIONAL
            PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                 Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                             Yogyakarta, 19 September 2006



       PENENTUAN KADAR Cu, Cd DAN Pb DALAM ABU LIMBAH
      MEDIS DENGAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM (AAS)

                                   Ashar Andrianto, Imam Prayoga
                                     PTPAB – BATAN Yogyakarta


                                               ABSTRAK
      PENENTUAN KADAR Cu, Cd DAN Pb DALAM ABU LIMBAH MEDIS DENGAN
      SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM (AAS). Telah dilakukan preparasi dan
      penentuan logam-logam berat Cu, Cd dan Pb dalam contoh abu limbah medis dengan
      metode nyala spektrofotometri serapan atom. Abu limbah medis digerus dan diayak
      hingga lolos 100 mesh, kemudian didestruksi menggunakan campuran asam nitrat
      dan asam fluorida pekat dalam teflon bom digester pada suhu 150 0 C selama 3 jam,
      untuk mendapatkan larutan yang jernih. Hasil pelarutan dijadikan volume tertentu
      dengan penambahan akuabides. Kadar unsur logam-logam berat Cu, Cd dan Pb
      dalam contoh ditentukan dengan kurva kalibrasi standar pada kondisi optimum
      masing-masing unsur. Diperoleh kadar logam-logam berat Cu, Cd dan Pb dalam
      cuplikan masing-masing 136 ± 0.544 ppm, 4,250 ± 0.068 ppm dan 72,5 ± 1,523 ppm.
      Kadar ini sudah melebihi ambang batas , oleh karena itu industri terkait harus
      melakukan pengolahan limbah lebih lanjut.


                                              ABSTRACK
      THE DETERMINATION OF Cu, Cd AND Pb CONTENT IN MEDICAL WASTE ASH
      BY USING ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETER. The preparation and
      determination of heavy metals of Cu, Cd and Pb in medical waste ash sample using
      flame atomic absorption spectrophotometer was done. Sample were grinded and
      sieved for 100 mesh, then were destructed / digested with nitric acid and hydrofluoric
      acid mixture in digestion bomb at 150 0 C for 3 hours. The solution were made to be
      fixed volume with aquabidest. The concentration of Cu, Cd and Pb in the sample was
      calculated by calibration curve at optimum condition. It was found that the
      concentration og Cu, Cd and Pb were 136 ± 0.544 ppm, 4,250 ± 0.068 ppm and 72,5
      ± 1,523 ppm respectively. This heavy metals content were over the threshold limit, so
      that the related industry must do the waste processing.




PENDAHULUAN                                           Limbah rumah sakit, khususnya limbah medis yang
                                                      infeksius, belum dikelola dengan baik. Sebagian
D    engan semakin meningkatnya pertambahan
     jumlah penduduk maka keberadaan Rumah
Sakit selain sebagai pelayanan dan fasilitator
                                                      besar pengelolaan limbah infeksius disamakan
                                                      dengan limbah medis noninfeksius dan kerap
                                                      bercampur limbah medis dan nonmedis. Pencam-
masalah kesehatan juga sebagai salah satu sumber
                                                      puran tersebut justru memperbesar permasalahan
pencemaran lingkungan, karena secara umum
                                                      limbah medis, limbah medis memerlukan pengelo-
penanganan masalah limbah terutama limbah medis
                                                      laan khusus yang berbeda dengan limbah nonmedis.
belum bisa maksimal ditangani secara profesional
                                                      Yang termasuk limbah medis adalah limbah
dan aman.
                                                      infeksius, limbah radiologi, limbah sitotoksis, dan
        Rumah sakit menghasilkan limbah dalam
                                                      limbah laboratorium, limbah infeksius misalnya
jumlah besar, beberapa diantaranya membayakan
                                                      jaringan tubuh yang terinfeksi kuman, limbah jenis
kesehatan di lingkungannya. Di Indonesia,
                                                      itu seharusnya dibakar, bukan dikubur, apalagi
(Gsianturi) jumlah limbah diperkirakan 0,5 - 0,6
                                                      dibuang ke septic tank.
kilogram per tempat tidur rumah sakit per hari. dan
produksi air limbah sebesar 48.985,70 ton per hari

108                                         ISSN 1410 - 8178                        Ashar Andrianto, dkk.
                                   PROSIDING SEMINAR NASIONAL
                         PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                              Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                                           Yogyakarta, 19 September 2006


         Teknologi pengelolaan limbah medis yang        TATA KERJA
sekarang jamak dioperasikan, hanya berkisar antara
masalah tangki septik dan insinerator. Tangki septik    Bahan dan ALat
banyak dipersoalkan lantaran rembesan air dari                   Pada penelitian ini bahan-bahan yang
tangki yang dikhawatirkan dapat mencemari tanah.        digunakan meliputi bahan SRM Soil-7 buatan
Dan kadang ada beberapa rumah sakit yang                IAEA, bahan standar Spektrosol Cu, Cd dan Pb
membuang hasil akhir dari tangki septik tersebut        masing-masing konsentrasi 1000 ppm buatan BDH,
langsung ke sungai-sungai. Sehingga dapat dipasti-      bahan pelarut asam nitrat, asam perkhlorat, asam
kan sungai tersebut mulai mengandung polusi zat         fluorida buatan Merck, akuabides buatan lab Kimia
medis. Sedangkan insenerator, yang menerapkan           Analitik PTAPB. Sebagai bahan contoh uji yang
teknik pembakaran pada sampah medis, untuk              digunakan adalah abu limbah medis.
limbah medis yang infeksius, seharusnya dibakar                  Peralatan   yang     digunakan      adalah
dengan insinerator yang benar.                          seperangkat alat spektrometer serapan atom yang
         Artinya, insinerator menggunakan suhu          dilengkapi dengan GTA-96 dan PSC-56 buatan
lebih dari 1.200 derajat Celsius, dan dilengkapi        Varian, Techtron Ltd., Australia, teflon bomb
dengan pengisap pencemar/gas berbahaya yang             digester, tungku pemanas (furnace), pipet effendorf
muncul dari hasil pembakaran. Abu dari hasil            10 - 100 µL, 250 - 1000 µL, peralatan dari gelas :
pembakaran distabilkan agar unsur logam dalam           labu ukur 5, 10, dan 25 ml, gelas beker ukuran 25
bentuk partikel yang terdapat pada abu tidak            ml, kompor pemanas.
menjadi bahan toksik/karsinogen. Dengan perkataan
lain, limbah infeksius diberlakukan sebagai limbah      Cara kerja
bahan berbahaya (B3). (Drs. Ketut Kusminarno)           Optimasi kondisi analisis unsur-unsur Cu, Cd
         Untuk mengetahui keberadaan logam-             dan Pb
logam berat seperti Cu, Cd, dan Pb Zn dalam abu                 Kondisi optimum analisis unsur-unsur Cu,
limbah medis, diperlukan satu metode yang handal        Cd dan Pb diperoleh dengan mengamati serapan
dan mampu pada rentang konsentrasi yang rendah.         yang optimum pada panjang gelombang maksimum
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah           masing-masing unsur pada setiap perubahan laju alir
metode nyala spektrometri serapan atom dengan           cuplikan, arus lampu, laju alir asetilen, laju alir
beberapa keuntungan yaitu sensitifitas tinggi,          udara, tinggi dan posisi pembakar, sedangkan
sederhana dan murah pengoperasiannya, serta             larutan yang digunakan untuk optimasi unsur Cu
kepekaan tinggi. Metode SSA merupakan metode            dan Pb dengan konsentrasi 1 ppm, unsur Cd 2 ppm
analisis yang didasarkan pada proses penyerapan
energi radiasi oleh atom-atom yang berada pada          Kurva kalibrasi standar Cu, Cd dan Pb.
tingkat energi dasar (ground state).                             Dibuat 5 buah larutan standar campuran
         Dengan mengukur intensitas radiasi yang        yang masing-masing terdiri dari Cu, Cd dan Pb
diserap (absorbansi) dari masing-masing unsur,          HNO3 1 N dan akuatrides, untuk konsentrasi Cu dan
maka konsentrasi unsur dalam sampel dapat               Cd bervariasi mulai dari 0,1 - 0,5 µg/ml sedangkan
ditentukan, karena frekuensi radiasi yang diserap       Pb 0,5 – 2,5 µg/ml dalam HNO3 masing-masing
adalah kerakteristik untuk setiap unsur. Selain         larutan standar tetap 0,1 N. Masing-masing larutan
murah, cepat dan sederhana, cuplikan yang               diukur serapannya pada kondisi analisis yang
diperlukan relatip sangat sedikit(7).                   optimum, kemudian dibuat kurva standar antara
                                                        konsentrasi Cu, Cd dan Pb lawan serapan.
                                                        Sedangkan cara pembuatan larutan campuran seperti
TUJUAN
                                                        pada table 1.
        Untuk mengetahui kandungan Cu, Cd dan
Pb dalam contoh abu limbah medis
Tabel 1. Pembuatan larutan standar Campuran Cu, Cd dan Pb.
          Konstentrasi, µg/ml                    Vol. pengambilan                Penambahan
          Cu     Cd       Pb    Cu.20 µg/ml Cd. 20 µg/ml Pb.100 µg/ml HNO3 0,1N akuades (µg/ml)
          0,1    0,1     0,5       100          100         100         2000         17700
          0,2    0,2     1.0       200          200         200         2000         17400
          0,3    0,3     1,5       300          300         300         2000         17100
          0,4    0,4     2,0       400          400         400         2000         16800
          0,5    0,5     2,5       500          500         500         2000         16500




Ashar Andrianto, dkk.                         ISSN 1410 - 8178                                         109
                       PROSIDING SEMINAR NASIONAL
             PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                  Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                                Yogyakarta, 19 September 2006


                                                         Tabel 3. Data linieritas kurva kalibrasi unsur-unsur
Analisis Cu, Cd, dan Pb dalam contoh uji
                                                                   Cu, Cd dan Pb.
         Analisis unsur Cu, Cd, dan Pb dalam
                                                          No   Konsentrasi, ppm                    Serapan
contoh uji dilakukan dengan teknik pengukuran
kurva kalibrasi standar. Contoh uji diukur                     Cu Cd         Pb          Cu           Cd         Pb
serapannya, kemudian diintrapolasikan pada kurva          1 0,1 0,1          0,5       0,086        0,089      0,062
kalibrasi masing-masing unsur sehingga akan               2 0,2 0,2          1,0       0,161        0,167      0,117
                                                          3 0,3 0,3          1,5       0,241        0,248      0,175
diperoleh konsentrasi regresi unsur. Konsentrasi
                                                          4 0,4 0,4          2,0       0,318        0,326      0,230
regresi masing-masing unsur yang diperoleh
                                                          5 0,5 0,5          2,5       0,395        0,422      0,290
dihitung dengan faktor pengenceran, dan faktor           Persamaan garis           Y = 0,1550 X Y = 0,8250 Y = 0,1170
berat contoh akan diperoleh kadar unsur dalam                                      + 0,0077     X + 0,0029 X + 0,009
contoh uji.                                              Konstanta regresi         r = 0,999    r = 0,999  r = 0,999
Validasi Metode                                                   Parameter selanjutnya adalah validasi
         Validasi metode uji dilakukan dengan            metode uji yang dilakukan dengan mengukur
pengujian Standard Reference Materials (SRM)             serapan SRM Soil-7 pada kondisi optimum masing-
Soil -7. Preparasi awal SRM dilakukan dengan             masing unsur. Serapan yang diperoleh kemudian
melarutkan 0,5 g SRM ke dalam teflon bomb                diintrapolasikan pada kurva standar masing-masing
digester, tambahkan 2 ml HNO3 pekat, dan 0,2 ml          unsur sehingga diperoleh kadar masing-masing
HF, dipanaskan dalam tungku pemanas pada suhu            unsur dalam contoh uji SRM, seperti disajikan pada
1500C selama 3 jam. Hasil pelarutan dituang dalam        Tabel 4 sebagai berikut :
beker teflon dan diuapkan di atas pemanas pasir,
ditepatkan menjadi volume tertentu dengan                Tabel 4. Data hasil analisis unsur, dan data sertifikat
penambahan akuabides.                                              SRM Soil-7.
                                                                       Kadar sertifikat (6) Kadar hasil analisis
                                                          No Unsur
HASIL DAN PEMBAHASAN                                                          (µg/g)                 (µg/g)
          Untuk memperoleh tampilan data hasil uji       1.    Cu      11 ( 9 - 13 )       10,4 ± 1,2
pada analisis logam-logam berat Cu, Cd, dan Pb           2.    Cd      1,3 ( 1,1 - 2,7 )   0,8 ± 2,3
dalam contoh uji limbah abu yang memenuhi                3.    Pb      60 ( 55 – 71 )      61,8 ± 1,6
persyaratan secara analisis, ada beberapa parameter              Pada Tabel 4 disajikan data hasil uji yang
yang perlu mendapatkan perhatian antara lain             dilakukan pada standar reference material (SRM)
kondisi optimum analisis, linieritas kurva standar       Soil-7 buatan NBS USA. Berdasarkan pada Tabel 4,
unsur.                                                   dapat disimpulkan bahwa metode uji yang
          Parameter     kondisi   otimum     analisis    digunakan telah teruji validitasnya dengan data hasil
diperoleh dengan mengukur serapan yang optimum           uji yang diperoleh berada sedikit diatas ambang
pada panjang gelombang maksimum masing-masing            batas konsentrasi yang ada dalam sertifikat SRM.
unsur pada setiap perubahan laju alir contoh uji, laju           Aplikasi metode uji pada contoh abu
alir asetilen, kuat arus lampu, dan tinggi pembakar,     dilakukan dengan teknik kalibrasi standar, yaitu
seperti disajikan pada Tabel 2.                          dengan intrapolasi serapan contoh uji yang diukur
Tabel 2. Kondisi optimasi analisis Cu, Cd dan Pb.        ke dalam kurva kalibrasi standar masing-masing
                                                         unsur, sehingga akan diperoleh konsentrasi masing-
 No          Parameter            Cu     Cd      Pb      masing unsur. Kadar unsur dihitung setelah
                                                         dikalikan dengan faktor berat, pengenceran dan
1     Panjang gelombang, nm 324,8 228,8 217,3
                                                         volume pelarutan, seperti disajikan pada Tabel 5
2     Lebar celah, nm            0,5    0,5    0,2       sebagai berikut :
3     Arus lampu, mA             5      4      5,0
                                                         Tabel 5. Kadar Cu, Cd dan Pb dalam contoh uji
4     Laju asetilen, l/ menit    2,5    1,56   1,78
                                                                  Abu.
5     Laju udara, l/ menit       13,5   13,5   13,5
6     Laju larutan, ml/ menit    4,5    4,5    4,5                                          Baku mutu limbah
                                                         No    Unsur       Kadar (ppm)
7     Tinggi Pembakar, mm        12     14,5   14                                           Maksimum (4) (ppm)
                                                         1.    Cu          136 ± 0,544      5
        Linieritas standar unsur diperoleh dari          2.    Cd          4,25 ± 0,068     0,005
perhitungan harga regresi r secara statistik pada        3.    Pb          72,5 ± 1,523     0,05
masing-masing kurva standar unsur. Data serapan
pada konsentrasi masing-masing unsur disajikan                  Berdasarkan tabel 5 pada contoh uji abu
pada tabel 3.                                            limbah medis terdeteksi logam berat Cu, Cd dan Pb.
                                                         Data yang diperoleh bila dibandingkan dengan data
                                                         baku mutu limbah dari Keputusan Mentri Negara

110                                            ISSN 1410 - 8178                              Ashar Andrianto, dkk.
                                  PROSIDING SEMINAR NASIONAL
                        PENELITIAN DAN PENGELOLAAN PERANGKAT NUKLIR
                             Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan
                                         Yogyakarta, 19 September 2006


KLH No. Kep-02/Men/KLH/1988 masih berada              4. Keputusan Meneg Lingkungan Hidup No. : Kep-
diatas ambang batas yang diijinkan. Dari data hasil      52/MENLH/10/1995         dan     No.       Kep-
analisis ini diharapkan dapat memberikan masukan         58/MENLH/12/1995.
kepada pihak industri dalam hal pengolahan limbah     5. PALAR H., Pencemaran dan Toksikologi
medis masih belum baik.                                  Logam Barat, Rineka Cipta, Jakarta, (1994).
                                                      6. NATIONAL INSTITUTE OF STANDARDS &
KESIMPULAN                                               TECHNOLOGY, Certificate Reference Material
                                                         1577b bovine liver, (1991).
1. Berdasarkan data uji validasi metode yang
                                                      7. PRICE W.J,” Spectrochemical Analysis by
   dilakukan menunjukan bahwa alat uji SAA               Atomic Absorption Spectroscopy”, Academic
   dengan metode uji nyala memenuhi standar
                                                         Press, New York, 1983
   sebagai alat uji, terutama dalam rangka
   mempertahankan status akreditasi laboratorium
   Kimia Analitik PTAPB - BATAN Yogyakarta.
2. Diperoleh kadar unsur dalam contoh uji Abu
   masing-masing Cu 136 ± 0.544 ppm, Cd 4,250 ±
   0.068 ppm dan Pb 72,5 ± 1,523 ppm                  TANYA JAWAB
3. Dari hasil yang diperoleh menunjukan bahwa
   masih perlu kajian dan pengolahan lebih lanjut     Sri Sukmajaya
   dengan teknik dan metode yang tepat.                 Berapa batas maksimum kadar unsur-unsur
                                                        tersebut
DAFTAR PUSTAKA                                         A Andriyanto
1. Gsianturi, Limbah Rumah Sakit Belum Dikelola            Menurut        KPTS      KLH  No.    Kep-
   dengan Baik. Gizi.net                                   02/MEN/KLH/1988, batas maksimum unsur Cu
2. Drs. Ketut Kusminarno, Dec 2004, Manajemen              = 5 ppm, Cd = 0,005 ppm dan Pb = 0,05 ppm
   Limbah Rumah Sakit                                      seperti terlihat pada Tabel 5
3. http://www.bplhd.jakarta.go.id




Ashar Andrianto, dkk.                       ISSN 1410 - 8178                                        111

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1674
posted:5/3/2011
language:Indonesian
pages:4
Description: PENENTUAN KADAR Cu, Cd DAN Pb DALAM ABU LIMBAH MEDIS DENGAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM (AAS)