Docstoc

Konsep Dasar Manajemen Keuangan

Document Sample
Konsep Dasar Manajemen Keuangan Powered By Docstoc
					Manajemen Keuangan



                               Konsep Dasar
I. Keputusan dan Fungsi Manajemen Keuangan
     Dalam hidup, individu harus mengambil berbagai keputusan keuangan.
Keputusan-keputusan yang perlu diambil pada dasarnya dapat dibagi
menjadi tiga

1. Keputusan konsumsi yaitu berapa jumlah yang akan dikonsumsi untuk
   setiap periode. Apakah akan mengkonsumsi banyak pada periode-periode
   awal dan sedikit pada periode akhir? Ataukah sebaliknya?
2. Keputusan investasi yaitu bagaimana kelebihan penghasilan mereka akan
   diinvestasikan?    Misalnya    sebagian     mungkin    memilih  untuk
   menyimpannya dalam bentuk deposito rupiah, yang lain menyimpannya
   dalam bentuk deposito dollar sedang yang lainnya lagi menggunakannya
   untuk membeli sebidang tanah. Bagaimana mereka memilihnya?
   Pertimbangannya penggunaan dana tersebut diharapkan yang paling
   menguntungkan.
3. Keputusan pendanaan yaitu bagaimana konsumsi dan atau investasi
   tersebut didanai. Kalau seseorang memerlukan misalnya mobil/rumah
   yang tidak dapat dibayar secara tunai, maka individu mencari sumber
   pembiayaan yang dirasa paling menguntungkan contohnya pinjaman
   dengan bunga yang paling murah untuk membiayai kebutuhannya itu.

       Contoh di atas menunjukkan keputusan-keputusan keuangan yang
sering dihadapi oleh individu.
       Bagi perusahaan masalah yang sama juga dihadapi. Perusahaan
memerlukan mesin, gedung, kendaraan bermotor, persediaan bahan baku
dsb untuk menjalankan operasinya. Untuk itu perusahaan perlu mencari
sumber dana untuk membiayai kebutuhan untuk operasi tersebut. Dalam
suatu organisasi, pengaturan kegiatan keuangan sering disebut disebut
manajemen keuangan.
       Manajemen        keuangan    menyangkut     kegiatan    perencanaan,
pengorganisasian,pengarahan dan pengendalian keuangan suatu organisasi
untk mencapai tujuan yang ditetapkan . Mereka yang melaksanakan kegiatan
tersebut sering disebut sebagai manajer keuangan/direktur keuangan/kepala
bagian keuangan yang dibantu oleh Treasurer (Bendaharawan) dan
Controller (Kontroller). Tanggung jawab Treasurer dan Controller dapat dilihat
dalam tabel di bawah ini.

 №                 Treasurer              №               Controller
 1.    Mendapatkan dana                   1.    Akuntansi
 2.    Memelihara hub. baik dng bank      2.    Melaporkan info. keuangan
 3.    Menginvestasikan dana              3.    Pengamanan catatan/arsip
 4.    Hubungan dengan investor           4.    Menfasirkan data keuangan
 5.    Mengelola kas                      5.    Penganggaran
 6.    Mengasuransikan aset               6.    Mengendalikan operasi
 7.    Memupuk hub. baik dng kreditor     7.    Menilai hasil & membuat
       & investor                               rekomendasi
 8.    Menilai kredit dan menagih dana    8.    Mempersiapkan pajak
 9.    Menetapkancampuran                 9.    Mengelola aset
       pendanaan
 10.   Mengelola dana pensiun             10.   Melindungi aset
                                          11.   Laporan kpd instansi pem.
                                          12.   Daftar gaji



By Nadia Asandimitra, SE, MM                          Konsep Dasar 1
Manajemen Keuangan




Tapi kegiatan keuangan ini tidak terbatas dilakukan oleh manajer keuangan.
Direktur utama, Direktur Pemasaran, Direktur produksi dsb mungkin sekali
melakukan kegiatan keuangan. Contoh keputusan untuk memperluas
kapasitas pabrik, menghasilkan produk baru.
       Ada dua kegiatan utama yang dijalankan manajer keuangan yaitu
            1. Allocation of funds
            2. Raising of funds
       Kegiatan-kegiatan utama di atas disebut sebagai fungsi keuangan.
Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut




                         2                             1


                                    Manajer            4b
   Aktiva                          Keuangan                     Pasar
   Perusahaan                                                   Keuangan

                         3                             4a




Keterangan
1. Manajer keuangan perlu memperoleh dana dari financial market yaitu
   menunjukkan pertemuan antara supply dan demand dana. Secara praktis
   dana dibedakan menjadi dana jangka pendek (pasarnya disebut money
   market ) dan jangka panjang (pasarnya disebut capital market). Untuk
   mendapat dana, manajer keuangan tidak terbatas hanya pada pasar
   modal. Tetapi dapat pula menerbitkan financial asset yang biasanya
   dalam bentuk saham, obligasi, utang bank dsb.
2. Dana yang diperoleh kemudian diinvestasikan pada berbagai aktiva
   perusahaan. Kalau kegiatan memperoleh dana berarti perusahaan
   menerbitkan aktiva finansial, maka kegiatan menanamkan dana
   mengakibatkan perusahaan memiliki aktiva riil (tanah, mesin, persediaan,
   merk dagang, patent dsb)
3. Dari kegiatan menanamkan dana (disebut investasi), perusahaan
   mengharapkan untuk memperoleh hasil yang lebih besar dari
   pengorbanannya.
4. Laba yang diperoleh dikembalikan ke pemilik dana (pasar keuangan) yaitu
   panah 4a, atau diinvestasikan kembali ke perusahaan (anak panah 4b).

       Jadi manajer keuangan harus mengambil keputusan tentang
            1. Penggunaan dana (panah 2 , disebut Keputusan Investasi).



By Nadia Asandimitra, SE, MM                        Konsep Dasar 2
Manajemen Keuangan


            2. Memperoleh dana (panah 1), disebut Keputusan Pendanaan).
            3. Pembagian laba (panah 4a atau 4b, disebut sebagai
               Kebijakan dividen).
       Keputusan investasi akan tercermin pada sisi aktiva perusahaan.
Dengan demikian akan mempengaruhi struktur kekayaan perusahaan yaitu
perbandingan antara aktiva lancar dengan aktiva tetap. Keputusan
pendanaan dan kebijakan dividen akan tercermin pada sisi pasiva
perusahaan. Bila kita hanya memperhatikan dana yang tertanam dalam
jangka waktu yang lama maka perbandingan tersebut struktur modal. Bila
diperhatikan baik dana jangka pendek maupun dana jangka panjang maka
perbandingannya disebut struktur finansial. Keputusan pendanaan dan
kebijakan dividen mempengaruhi kedua struktur tersebut.

II.   Tujuan Perusahaan
        Untuk bisa mengambil keputusan-keputusan keuangan yang benar,
manajer keuangan perlu menentukan tujuan yang harus dicapai. Tujuan
keputusan keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Tujuan
tersebut digunakan karena dengan memaksimumkan nilai perusahaan maka
pemilik perusahaan akan menjadi lebih makmur. Nilai perusahaan adalah
harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut
dijual. Untuk memahaminya perhatikan contoh berikut
        Misalnya kita menanamkan dana kita sendiri dengan mendirikan dua
toko buku yaitu toko A dan toko B. Jumlah uang yang ditanam pada masing-
masing toko tersebut jumlahnya sama Rp.500 juta.
        Neraca masing-masing perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :

                  Neraca PT. A berdasar nilai buku, dalam jutaan rupiah

           Aktiva                             500 Modal Sendiri            500

           Total                              500 Total                    500


                  Neraca PT. B berdasar nilai buku, dalam jutaan rupiah

           Aktiva                             500 Modal Sendiri            500

          Total                               500 Total                    500

        Toko buku A lokasinya dekat perguruan tinggi dan pemukiman, untuk
lalu lintas dan parkirnya mudah. Sedang toko B berlokasinya di daerah
perdagangan yang lalu lintasnya cenderung macet dan parkirnya susah.
        Meski investasi yang kita tanamkan untuk toko A dan toko B sama
besarnya tapi bila kita akan menjual kedua toko tersebut, harga yang akan
dibayar untuk kedua toko tersebut akan berbeda. Karena mereka
berpendapat bahwa prospek toko A lebih baik dari toko B sehingga mereka
bersedia membayar lebih tinggi. Oleh sebab itu nilai perusahaan A lebih
tinggi dari perusahaan B.
        Bila toko A laku terjual dengan harga Rp.800 juta sedang toko B dibeli
dengan harga Rp.600 juta maka nilai pasar kedua perusahaan tersebut
adalah sebagai berikut

                  Neraca PT. A berdasar nilai pasar, dalam jutaan rupiah

            Aktiva                            800 Modal Sendiri            800

            Total                             800 Total                     800




By Nadia Asandimitra, SE, MM                                  Konsep Dasar 3
Manajemen Keuangan




                  Neraca PT. B berdasar nilai pasar, dalam jutaan rupiah

            Aktiva                             600 Modal Sendiri           600

            Total                              600 Total                    600

        Dengan asumsi nilai uang pada waktu investasi sama dengan nilai
pada waktu perusahaan tersebut dijual maka pemilik bertambah
kemakmurannya sebesar Rp.300 juta sedang toko B hanya sebesar Rp.100
juta. Penambahan kekayaan tersebut dalam teori keuangan disebut net
present value.
        Jadi kita akan lebih menyukai bila perusahaan yang kita miliki
mempunyai nilai yang lebih tinggi karena kemakmuran yang diperoleh akan
lebih besar. Itulah sebabnya tujuan perusahaan adalah memaksimumkan
nilai perusahaan.
        Bila kedua toko tersebut menggunakan hutang      masing-masing
Rp.200 juta maka nilai buku neraca kedua perusahaan tersebut adalah
sebagai berikut

                   Neraca PT. A berdasar nilai buku, dalam jutaan rupiah

            Aktiva                             500 Hutang                  200
                                                   Modal Sendiri            300

           Total                              500 Total                    500



                   Neraca PT. B berdasar nilai buku, dalam jutaan rupiah

           Aktiva                              500 Hutang                   200
                                                   Modal Sendiri
300

           Total                              500 Total                    500

     Bila toko A laku terjual Rp.800 juta dan toko B sebesar Rp.600 juta
maka neraca berdasar nilai pasar adalah sebagai berikut

                  Neraca PT. A berdasar nilai pasar, dalam jutaan rupiah

           Aktiva                              800 Hutang                   200
                                                   Modal Sendiri
600

          Total                               800 Total                    800


                  Neraca PT. B berdasar nilai pasar, dalam jutaan rupiah

           Aktiva                              600 Hutang                  200
                                                   Modal Sendiri            400

          Total                               600 Total                    600




By Nadia Asandimitra, SE, MM                                   Konsep Dasar 4
Manajemen Keuangan


       Dengan nilai hutang tetap sebesar Rp.200 juta maka nilai modal untuk
toko A menjadi Rp.600 juta sedang toko B sebesar Rp.400 juta.
       Dari penjelasan di atas nilai perusahaan adalah

                                     V=D+S

      Dimana
      V = Nilai perusahaan
      D = Nilai hutang
      S = Nilai modal sendiri
      Bagi perusahaan yang menerbitkan saham di pasar modal, harga
saham dibursa merupakan indikator nilai perusahaan.
      Contoh kedua toko buku tadi, pada waktu investasi sebagian dibiayai
dengan hutang sebesar Rp.200 juta juga menerbitkan saham sebanyak 1 juta
lembar dengan harga Rp.300,-. Kemudian keduanya dijual maka harga
saham perusahaan A naik menjadi Rp.600,- dan harga saham B hanya
sebesar Rp.400,-

   Peluang Karier Profesi Keuangan
III.
    Ada 3 kelompok peluang karier yang dapat ditekuni oleh orang yang
mempunyai keahlian di bidang keuangan yaitu

1. Karier dalam manajemen keuangan
2. Karier dalam investasi
3. Karier dalam pasar dan intermediasi keuangan

      Pada setiap kelompok dapat dibagi lagi menjadi 3 tingkatan posisi
1. Entry level positions
2. More senior positions
3. Very senior positions

1. Karier dalam Manajemen Keuangan
       Karier dibidang manajemen keuangan ini sangat penting tidak hanya
pada organisasi bisnis tetapi juga organisasi non profit dan pemerintah.
Dengan semakin banyaknya perusahaan go public dan beroperasi secara
global maka manajemen keuangan perusahaan dituntut menguasai
lingkungan keuangan ini. Begitu juga diberlakukan UU Otonomi Daerah (UU
No. 22 dan 25 tahun 1999) di Indonesia maka setiap pemerintah daerah jelas
membutuhkan tenaga ahli keuangan.
       Pada entry level positions ada 3 macam karier

1. Financial analyst
   Tugasnya membantu dalam proses pengambilan keputusan dengan
   mengumpulkan,memproses informasi keuangan dan menyiapkan analisis
   keuangan.
   Diharuskan menguasai penganggaran modal, alternatif pembelajaan
   jangka panjang, kebijakan struktur modal, kebijakan deviden dan merger
   akuisisi.
2. Credit analyst:   tugasnya menilai kekuatan kredit para pelanggan
   perusahaan yang mengajukan kredit
3. Cash manager : tugasnya mengelola investasi kas perusahaan

      Pada more senior positions ada 5 bidang
1. Treasurer assistant : tugasnya membantu bendaharawan.



By Nadia Asandimitra, SE, MM                         Konsep Dasar 5
Manajemen Keuangan


2. Manager of corporate financial analyst
3. Corporate risk manager : tugasnya mengelola resiko yang dihadapi
   perusahaan seperti tingkat bunga,kurs dll.
4. Pension fund manager : tugasnya mengelola investasi dana pensiun
   perusahaan.
5. Director of financial reporting : tugasnya menjamin ketersediaan laporan
   keuangan yang harus dilaporkan pada pasar modal.

        Pada very senior positions ada ada 4 bidang
1.   CFO (Chief Financial Officer) merupakan penanggung jawab terakhir
     untuk semua aspek keuangan dari operasi perusahaan.
2.   Treasurer
3.   Controller
4.   Vice president of corporate development tugasnya perencanaan
     keuangan jangka panjang,strategi perusahaan dan merger akuisisi.

2.    Karier dalam Investasi
       Sejak diaktifkannya Pasar Modal Indonesia perkembangan
perusahaan investasi semakin cepat dan pasti banyak membutuhkan tenaga
ahli yang menguasai transaksi dan analisis sekuritas.

Pada entry level positions ada 2 macam karier
1. Securities analyst .Bekerja pada perusahaan pialang, bank, reksadana,
   asuransi yang tugasnya mengevaluasi sekuritas investasi yang potensial.
2. Personal financial planner tugasnya membantu personal atau keluarga
   untuk pengeloalaan investasi mereka.

Pada more senior positions ada 2 bidang
1. Pension fund manager
2. Portfolio manager. Bekerja pada bank, perusahaan pialang,perusahaan
   investasi.

Pada very senior positions peluang kariernya adalah eksekutif senior yang
bertangungjawab terhadap semua keputusan investasi jangka pandek dan
jangka panjang.

3.   Karier dalam Pasar dan Intermediasi Keuangan
      Perkembangan pasar dan intermediasi keuangan sejak memasuki
tahun 1990 sedemikian cepat dan implikasinya semakin besarnya
permintaan tenaga ahli dibidang ini.

Pada entry level positions ada 7 macam karier
1. Corporate finance associate / entry level investment bankers tugasnya
   membantu perusahaan dalam penerbitan sekuritas,merger,mengelola
   kewajiban dll.
2. Lending officer. Bekerja pada bank dan lembaga lain yang meminjamkan
   uang. Tugasnya mendesain dan merundingkan persetujuan pinjaman dan
   memonitor kinerja peminjam.
3. Debt rating analyst . Tugasnya memeringkat utang dan masing-masing
   analis menspesialisasikan diri pada suatu industri tertentu.
4. Securities trader      tugasnya membantu fungsi pasar modal yaitu
   memperdagangkan sekuritas.
5. Stockbroker (pialang saham) tugasnya membantu para investor membuat
   investasi-investasi yaitu membuat rekomendasi dan menempatkan order
   sekuritas yang dibeli.



By Nadia Asandimitra, SE, MM                        Konsep Dasar 6
Manajemen Keuangan


6. Life insurance salespersons tugasnya membantu klien untuk menentukan
   produk dan harga asuransi yang cocok bagi mereka.
7. Mortgage broker tugas membantu orang dan perusahaan merencanakan
   pembelanjaan hipotik untuk aset real estate yang dibeli.

Pada more senior positions peluang kariernya adalah branch manager yang
bertanggungjawab terhadap operasi sehari-hari kantor cabang.

Pada very senior positions peluang karier adalah senior executive yang
bertangungjawab terhadap operasi sehari-hari perusahaan.

IV. Masalah Keagenan (Agency Problem)
       Ketika perusahaan masih berbentuk perusahaan perorangan , maka
masalah keagenan tidak akan timubul karena pemilik perusahaan adalah
sebagai pengelola perusahaan. Dengan demikian tidak mungkin terjadi
perbedaan kepentingan antara pemilik dengan pengelola perusahaan.
       Demikian juga pada perusahaan yang berbentuk persekutuan dimana
juga belum terjadi pemisahaan antara pemilik dan pengelola perusahaan
secara hukum. Pihak yang bersekutu untuk mendirikan perusahaan
menyetorkan sejumlah dana dan biasanya sekaligus juga duduk sebagai
salah satu pengelola perusahaan.
       Pada perusahaan yang berbentuk perseroan biasanya telah dilakukan
pemisahan antara pemilik perusahaan dengan pengelola perusahaan.
Pemilik atau pemegang saham adalah pihak yang menyertakan modal ke
dalam perusahaan sedangkan pengelola perusahaan atau manajer adalah
pihak (agen) yang ditunjuk pemilik dan diberi wewenang mengambil
keputusan dalam mengelola perusahaan, dengan harapan manajemen
bertindak sesuai dengan pemilik.
       Karena ada pemisahaan ini maka tidak bisa dihindari adanya
kemungkinan perbedaan kepentingan antara pemilik dengan pihak
manajemen. Pihak manajemen bertindak untuk kepentingannya sendiri dalam
mengelola     perusahaan      dan   mengabaikan      kepentingan  pemilik
perusahaan.Inilah yang menimbulkan masalah keagenan atau agency
problem .
       Agar pihak manajemen bertindak sejalan dengan kepentingan
perusahaan maka dapat dilakukan upaya sebagaimana dikemukakan oelh
Jensen dan Meckling yaitu
1. Diberikan insentif berupa opsi saham, bonus, mobil dan kantor yang
    mewah.
2. Dilakukan monitoring dengan mengaudit laporan keuangan perusahaan
    secara periodik, penunjukkan komisaris independen dsb.
       Implikasi dari berbagai upaya untuk mengurangi konflik keagenan
tersebut adalah timbulnya biaya keagenan atau agency cost . Masalah
keagenan tidak hanya timbul antara pemegang saham dengan manajer tetapi
juga bisa timbul antara pemegang saham mayoritas dengan pemegang
saham minoritas, antara pemegang saham dengan pihak kreditur ketika
perusahaan dilikuidasi.




By Nadia Asandimitra, SE, MM                         Konsep Dasar 7

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:4412
posted:5/3/2011
language:Indonesian
pages:7