Docstoc

Arus Kas Proyek

Document Sample
Arus Kas Proyek Powered By Docstoc
					Manajemen Keuangan



                         Arus Kas Proyek
I.   Estimasi Arus Kas
        Pengestimasian arus kas merupakan sesuatu yang sulit karena adanya
unsur ketidakpastain (uncertainty). Dalam menaksir arus kas setiap tahunnya
selama umur ekonomis proyek, dasar yang digunakan adalah laporan rugi laba
proforma/perkiraan. Laporan rugi laba proforma dilakukan dengan cara
mengadakan penaksiran terhadap komponen-komponen yang ada dalam laporan
rugi laba.
        Dalam melakukan estimasi terhadap arus kas sebaiknya komponen
pendapatan dan biaya diadakan pengestimasian sendiri-sendiri karena adanya
kemungkinan laju perkembangan/pertumbuhan keduanya seringkali tidak sama/
data yang berbeda.

II. Laporan Rugi Laba Proforma
               Uraian                                 Simbol
 Perubahan Pendapatan Penjualan                       ∆R
 Perubahan Biaya Variabel                             ∆VC
 Perubahan Biaya Tetap                                ∆FCC
 Perubahan Penyusutan                                 ∆Dep

 Perubahan EBIT                                       ∆EBIT
 Perubahan Pengeluaran Bunga                          ∆I

 Perubahan Laba Sebelum Pajak                         ∆EBT
 Perubahan Pajak                                      ∆Tx

 Perubahan Laba Bersih                                ∆NI

       Bahwa pada kolom pertama setiap uraian dari komponen arus kas terdapat
kata “perubahan” atau dinotasikan pada kolom kedua sebagai ∆(delta). Hal ini
menunjukkan selisih/inkremental yaitu selisih antara nilai komponen arus kas
sebelum dan sesudah adanya proyek yang akan dianalisis.
       Sebagai ilustrasi mengenai data inkremental misal saat ini PT Adiputro
Malang yang bergerak dibidang karoseri mobil akan mengadakan perluasan
usaha dengan cara menambah kapasitas produksinya. Selama ini kapasitas
produksinya sebesar 5.000 mobil/tahun. Karena permintaan akhir-akhir ini terus
meningkat, pihak manajemen merencanakan akan menaikkan kapasitas
produksinya menjadi 7.000 mobil/tahun.
       Dengan adanya kenaikan kapasitas produksi ini jelas akan memerlukan
tambahan aktiva tetap, sehingga perlu pengeluaran investasi jangka panjang.
Untuk menganalisisnya digunakan semua data baik berupa komponen
pendapatan maupun biaya yang berkaitan dengan penambahan kapasitas
produksi sebesar 2.000 mobil/tahun saja

III. Pengelompokan Arus Kas
Ada 3 kategori arus kas berdasar waktunya
1. Initial Outlay (Investasi Awal)
2. Incremental Cash Flow (Arus Kas Inkremental)
3. Terminal Cash Flow (Arus Kas Penutupan)



By Nadia Asandimitra, SE, MM                                   Arus Kas1
Manajemen Keuangan



1.    Initial Outlay (Investasi Awal)
      Biasanya disimbolkan tahun ke-0 (nol) dan merupakan arus kas yang
dibutuhkan sejak perencanaan dan persiapan hingga proyek siap berjalan. Biaya-
biayanya meliputi :

1.   Harga pembelian,biaya pengangkutan dan instalasi aset.
2.   Pengeluaran tambahan non pembelanjaan misal modal kerja (permanen).
3.   Tambahan pembelanjaan misal biaya pelatihan.
4.   Dalam keputusan penggantian meliputi juga penjualan mesin lama.

2.    Incremental Cash Flow (Arus Kas Inkremental)
       Yaitu arus kas bersih yang dapat dihasilkan oleh suatu proyek
investasi.Terjadi pada tahun pertama investasi sampai dengan satu tahun
sebelum umur ekonomis proyek berakhir. Meliputi tambahan arus kas yang
berasal dari pertambahan pendapatan (revenue) ditambah penghematan material
dan tenaga kerja, dan setelah dikurangi biaya penjualan. Perinciannya sebagai
berikut :

1.   Tambahan pendapatan sebagai imbalan kenaikan pengeluaran.
2.   Penghematan tenaga kerja dan material
3.   Pajak atas depresiasi
4.   Pengeluaran bunga tidak diperhitungkan karena sudah diperhitungkan dengan
     tingkat hasil minimum.

3.    Terminal Cash Flow (Arus Kas Penutupan)
       Arus kas yang berkaitan dengan penutupan proyek meliputi nilai sisa/residu
( salvage value ) ditambah / dikurangi keuntungan / kerugian penjualannya. Arus
kas ini terjadi pada tahun terakhir umur ekonomis proyek. Misalnya pada
penutupan lahan pertambangan, perusahaan harus memperbaiki kembali
lingkungan dengan semestinya. Di sisi lain, beberapa pengeluaran seperti modal
kerja yang digunakan pada tahap awal proyek, dan tambahan persediaan yang
dibutuhkan untuk kegiatan di suatu pabrik baru, akan direkap pada akhir proyek,
Begitu juga dengan nilai aset sisa, akan dimasukkan dalam arus kas penutupan ini.

IV. Formula Arus Kas

                               ∆CF = (1-T) ∆EBIT + ∆Dep

                                        atau

                ∆CF = (1-T) (∆R - ∆VC - ∆FCC - ∆Dep) + ∆Dep

Formula di atas hanya digunakan untik menentukan arus kas dari tahun pertama
hingga satu tahun sebelum umur ekonomis proyek berakhir.

Untuk arus kas penutupan formula di atas perlu ditambah dengan hasil penjualan
aktiva sisa dan nilai modal kerja permanen. Bila pada akhir umur ekonomis proyek
dibutuhkan biaya misal untuk perbaikan kondisi lingkungan maka biaya ini harus
dimasukkan sebagai pengurang.



By Nadia Asandimitra, SE, MM                                    Arus Kas2
Manajemen Keuangan



V. Pola Arus Kas
                Tahun ke                 Arus Kas Tahun ke-t

                    0                    xx                       Initial Outlay

                    1                    xx
                    2                    xx
                    3                    xx
                    .                    .           Incremental Cash Flow
                    .                    .
                    .                    .
                    .                    .

                    n                    n                        Terminal CF

Contoh :
      PT Aqua Golden Mississippi, Tbk. pada tahun ini merencanakan akan
membuka pabrik baru di Batu, Jawa Timur. Umur proyek investasi ini diperkirakan
hanya 8 tahun, dengan biaya modal keseluruhan sebesar 10%. Data keuangan
yang tersedia untuk dievaluasi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi
meliputi perincian investasi awal, pendapatan, biaya dan data lain yang diperlukan.

       Komponen investasi awal meliputi data sebagai berikut :
(1)   Biaya pembebasan tanah seluas 1 hektar Rp. 500 juta.
(2)   Biaya pembangunan pabrik dan kantor Rp. 250 juta.
(3)   Pembelian mesin pengolahan air Rp. 750 juta.
(4)   Biaya angkut dari Korea Selatan Rp. 50 juta.
(5)   Biaya pembelian alat angkut Rp. 200 juta.
(6)   Pemasangan dan percobaan mesin Rp. 50 juta.
(7)   Biaya perekrutan dan pelatihan tenaga kerja Rp. 100 juta.

      Data komponen pendapatan dan biaya meliputi :
 (1) Jumlah produk yang dihasilkan setiap tahun selama umur ekonomis proyek
     sebesar 1 juta unit.
 (2) Harga jual produk per unit tahun pertama Rp. 750 dan harga ini akan
     meningkat sebesar 10% setiap tahunnya.
 (3) Biaya variabel per unit pada tahun pertama sebesar Rp. 250 dan biaya
     variabel ini akan meningkat sebesar 10% setiap tahun selama umur
     ekonomis proyek.
 (4) Biaya tunai tetap selain depresiasi pada tahun pertama sebesar Rp. 100 juta
     dan biaya ini akan meningkat sebesar 12% setiap tahun selama umur
     ekonomis proyek.

Data lain meliputi :
(1) Penjualan aktiva tetap pada akhir umur ekonomis proyek Rp. 200 juta
(2) Perkiraan harga tanah pada akhir umur ekonomis proyek Rp. 750 juta
(3) Tarif pajak yangberlaku bagi proyek investasi ini setiap tahunnya 30%
(4) Metode penyusutan yang digunakan metode garis lurus

Berdasarkan data di atas, tentukan perkiraan arus kas setiap tahun selama umur
ekonomisnya dan pola arus kasnya.

Jawab




By Nadia Asandimitra, SE, MM                                      Arus Kas3
Manajemen Keuangan



Langkah pertama : menghitung besarnya investasi awal (initial outlay)
1.   Biaya pembebasan tanah seluas 1 hektar                    Rp. 500 juta
2.   Biaya pembangunan pabrik dan kantor                            Rp. 250 juta
3.   Pembelian mesin pengolahan air                            Rp. 750 juta
4.   Biaya angkut dari Korea Selatan                                Rp. 50 juta
5.   Biaya pembelian alat angkut                               Rp. 200 juta
6.   Pemasangan dan percobaan mesin                            Rp. 50 juta
7.   Biaya perekrutan dan pelatihan tenaga kerja                    Rp. 100 juta
8.   Biaya modal kerja permanen
     Biaya variabel Rp. 250 x 1 juta            Rp. 250 juta
     Biaya tetap                         Rp. 100 juta
                                                               Rp. 350 juta
Initial Outlay                                                 Rp.2.250 juta

Langkah kedua : menghitung Incremental Cash Flow (Arus Kas Selisih)
a. Menghitung depresiasi investasi setiap tahun

Tidak semua aktiva yang ada turun nilainya seperti tanah dan modal kerja
permanen.
Biaya perekrutan dan pelatihan diasumsikan habis nilainya pada saat umur
ekonomi habis.
Jadi besarnya depresiasi setiap tahun :

1.   Biaya pembangunan pabrik dan kantor                               Rp. 250 juta
2.   Pembelian mesin pengolahan air                            Rp.    750 juta
3.   Biaya angkut dari Korea Selatan                                   Rp. 50 juta
4.   Biaya pembelian alat angkut                               Rp.    200 juta
5.   Pemasangan dan percobaan mesin                            Rp.     50 juta
6.   Biaya perekrutan dan pelatihan tenaga kerja                       Rp. 100 juta
7.   Penjualan aktiva tetap pada akhir umur ekonomis proyek    (Rp.   200 juta)

                                                               Rp. 1.200 juta
                 1.200juta
Depresiasi =               = 150 juta
                     8

b. Menghitung estimasi arus kas inkremental selama umur ekonomis proyek

(Jutaan Rupiah)
 Uraia                                   Tahun
 n        1          2      3        4       5    6      7     8
     ∆R 750         825    907.5    998.3 1098  1208   1329  1462
   ∆VC 250          275    302.5    332.8 366    402.6 442.9 487.2
  ∆FCC 100          100   100      100      100  100    100   100
  ∆Dep 150          150   150      150      150  150    150   150
 ∆EBIT 250          300   355       415.5 482.1 555.3 635.8 724.4
    ∆Tx    75        90    106.5    124.7 144.6 166.6 190.7 217.3
    ∆NI 175         210    248.5    290.9 337.4 388.7 445     507.1
  ∆Dep 150          150   150      150      150  150    150   150
   ∆CF 325          360    398.5    440.9 487.4 538.7 595     657.1

∆R2              = (1 juta x Rp. 750)(1+10%) = 825 juta
∆VC2             = (1 juta x Rp. 250)(1+10%) = 275 juta
∆FCC2            = 100 juta x (1+12%) = 112 juta


By Nadia Asandimitra, SE, MM                                          Arus Kas4
Manajemen Keuangan



∆EBIT2        = ∆R - ∆VC - ∆FCC - ∆Dep
              = 825 juta - 275 juta-112 juta -150 juta=288 juta
∆NI2          = ∆EBIT - ∆Tx = 288 juta - 86,40 juta = 201,60 juta
∆CF2          = ∆NI + ∆Dep= 201,60 juta+150 juta = 351,60 juta

Langkah ketiga : menghitung Terminal Cash Flow (Arus Kas Penutupan)
∆CF8                                                Rp. 657,10 juta
Penjualan aktiva tetap pada akhir umur ekonomis proyek   Rp. 200,00 juta
Perkiraan harga tanah pada akhir umur ekonomis proyek    Rp. 750,00 juta
Biaya modal kerja permanen                          Rp. 350,00 juta

                                                      Rp.1.957,10 juta

Jadi pola arus kas pendirian pabrik PT Aqua Golden Mississippi,Tbk. cabang Batu
Jawa Timur

(Jutaan Rupiah)
                  Tahun                         Arus Kas tahun ke-t (∆CF)
                    0                                   2.250,00
                    1                                     325,00
                    2                                     360,00
                    3                                     398,50
                    4                                     440,90
                    5                                     487,40
                    6                                     538,70
                    7                                     595,00
                    8                                   1.957,10

Soal
1. Truman Industries sedang mempertimbangkan sebuah ekspansi proyek.
   Peralatan yang diperlukan akan dibeli seharga $ 9 juta, dan proyek tersebut
   juga membutuhkan investasi awal dan modal kerja bersih sebesar $ 3 juta.
   Tarif pajak perusahaan adalah 40%. Berapa pengeluaran investasi awal
   perusahaan?

2. Eisenhower Communication sedang berupaya mengetimasikan arus kas
   operasi tahun pertama (pada t=1) untuk sebuah proyek yang diusulkan. Staf
   keuangan telah mengumpulkan informasi sebagai berikut :

   Proyeksi penjualan                           $10 juta
   Biaya operasi (tidak termasuk penyusutan)    $ 7 juta
   Penyusutan                                   $ 2 juta
   Beban bunga                                  $ 2 juta

   Perusahaan terkena tarif pajak sebesar 40%. Berapakah arus kas operasi
   proyek untuk tahun pertama (t = 1)?

3. Direksi PT. Ever Shine Textile Indonesia,Tbk. mempertimbangkan untuk
   mendirikan sebuah pabrik baru lagi. Estimasi pengeluaran investasi dalam
   rangka pendirian pabrik baru tersebut meliputi Rp. 60 Milyar. Adapun skedul
   pengeluaran investasi tersebut adalah sebagai berikut :

          Tahun ke :                   Uraian                      Jumlah
              0                Tahap pertama               Rp.   5.000.000.000,-


By Nadia Asandimitra, SE, MM                                        Arus Kas5
Manajemen Keuangan



               1               Tahap kedua             Rp. 33.000.000.000,-
               2               Tahap ketiga            Rp. 22.000.000.000,-
                               Jumlah investasi        Rp. 60.000.000.000,-

   Diperkirakan life time dari pabrik tersebut adalah 10 tahun diperhitungkan sejak
   tahun ketiga, yaitu sesudah pabrik baru tersebut berproduksi. Metode
   depresiasi yang digunakan adalah straight line. Pajak perseroan ditetapkan
   rata-rata 50% per tahunnya. Adapun estimasi sales revenue dan biaya total
   selama 10 tahun adalah sebagai berikut :

          Tahun ke                 Sales Revenue        Biaya Total (Incl. Dep)
             3                 Rp. 80.000.000.000,-    Rp. 72.000.000.000,-
             4                 Rp. 85.000.000.000,-    Rp. 73.000.000.000,-
             5                 Rp. 91.000.000.000,-    Rp. 75.000.000.000,-
             6                 Rp. 96.000.000.000,-    Rp. 76.000.000.000,-
             7                 Rp.102.000.000.000,-    Rp. 78.000.000.000,-
             8                 Rp.108.000.000.000,-    Rp. 80.000.000.000,-
             9                 Rp.102.000.000.000,-    Rp. 78.000.000.000,-
             10                Rp. 96.000.000.000,-    Rp. 76.000.000.000,-
             11                Rp. 91.000.000.000,-    Rp. 75.000.000.000,-
             12                Rp. 85.000.000.000,-    Rp. 73.000.000.000,-

   Berdasarkan data di atas, tentukan perkiraan arus kas setiap tahun selama
   umur ekonomisnya dan pola arus kasnya ?




By Nadia Asandimitra, SE, MM                                      Arus Kas6

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:2337
posted:5/3/2011
language:Indonesian
pages:6