Contoh Makalah Matematika Ekonomi

Document Sample
Contoh Makalah Matematika Ekonomi Powered By Docstoc
					Materi 2. PENERAPAN FUNGSI LINEAR DALAM TEORI EKONOMI MAKRO
   1. Fungsi Konsumsi, Fungsi Tabungan, dan Angka Pengganda
   2. Pendapatan Disposabel
   3. Fungsi Pajak
   4. Fungsi Investasi
   5. Fungsi Impor
   6. Pendapatan Nasional
   7. Analisis IS-LM


1. Fungsi Konsumsi, Fungsi Tabungan, dan Angka Pengganda
      Pemahaman tentang konsep fungsi konsumsi dan fungsi tabungan sebagai bagian dari
   teori ekonomi makro ini sangatlah penting. Konsep ini bertolak dari definisi-definisi yang
   bahkan sudah sering kali terdengar oleh orang awam sekalipun. Di antaranya tentang
   pendapatan, konsumsi, tabungan, dan investasi.
      Pendapatan (Y) adalah jumlah balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi selama
   1 tahun. Menurut Keynes, pendapatan terbagi menjadi dua macam, yaitu pendapatan
   perseorangan dan pendapatan perusahaan. Bagian pendapatan yang dibelanjakan disebut
   konsumsi (C). Sedangkan, bagian pendapatan yang tidak dibelanjakan disebut tabungan
   (S). Pendapatan perseorangan dirumuskan berbanding lurus dengan jumlah konsumsi dan
   tabungannya. Sedangkan dalam rumusan pendapatan perusahaan, pendapatan tersebut
   berbanding lurus terhadap jumlah konsumsi dengan investasinya. Investasi (I) adalah
   bagian dari pendapatan perusahaan yang ditanamkan atau sebagai penambah modal kerja.
   Secara matematis, rumusan pendapatan tersebut ditulis sebagai berikut.
   Pendapatan perseorangan          :        Y=C+S
   Pendapatan perusahaan            :        Y = C + I.
      Dalam hukum psikologi konsumsi dari Keynes, setiap pertambahan pendapatan akan
   menyebabkan pertambahan konsumsi dan pertambahan tabungan (saving). Apabila fungsi
   konsumsi dan fungsi tabungan ditulis dalam notasi fungsi, bentuk umumnya seperti
   berikut.
                         C = f(Y)
                         S = f(Y)
      Secara harafiah, fungsi konsumsi adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara
   konsumsi dan pendapatan. Sedangkan fungsi tabungan adalah fungsi yang menunjukkan
   hubungan antara tabungan dan pendapatan. Dalam bentuk persamaan linear, fungsi
   konsumsi dan fungsi tabungan ditulis sebagai berikut.
                         C = C0 + c.Y
                         S = -C0 + (1-c).Y



                                                                                 Page 1 of 13
Persamaan C = C0 + c.Y merupakan fungsi konsumsi, sedangkan S = -C0 + (1-c).Y
merupakan fungsi tabungan yang diperoleh dari :
                               Y = C + S maka S = Y – C
Jika kita subtitusikan ke fungsi konsumsi, maka:
                               S=Y–C
                               S = Y – (C0 + c.Y)
                               S = Y – C0 – c.Y
                               S = –C0 + (1 – c).Y atau dapat ditulis : S = S0 + s.Y
Keterangan :
C0 = Konsumsi otonomi, yaitu besarnya konsumsi pada saat pendapatan nol.
C0 dapat dicari dengan rumus C0 = (APC–MPC).Yn dengan APC = C.Y
c = Hasrat mengonsumsi marginal (Marginal Propencit to Consume) atau MPC.
c = MPC = ∆C/∆Y
(1-c) = Hasrat menabung marginal (Marginal Propencit to Save) atau MPS.
(1-c) = s = MPS = ∆S/∆Y


Dapat disimpulkan bahwa :
S 0 = - C0
s=1–cc+s=1
MPS = 1 – MPC  MPC + MPS = 1
Pada umumnya, kurva konsumsi dan kurva tabungan digambarkan pada sumbu Cartesius
sebagai berikut.


                  C, S
                                                    Y=C+S

                                                  M         C = C0 + c.Y




             C0


                                                      S = S0 + s.Y
                         450
             0                                                        Y
             S0


    Fungsi konsumsi dan fungsi tabungan merupakan fungsi linear sehingga grafiknya
berupa garis lurus. Hal ini disebabkan oleh nilai MPC dan MPS yang tetap/ konstan. Garis
yang dibentuk oleh Y = C + S pada grafik di atas membentuk sudut 45° dan merupakan

                                                                                       Page 2 of 13
penjumlahan grafis kurva C dan kurva S. Setiap titik pada garis bantu ini berjarak sama
terhadap sumbu horisontal maupun vertikal. Artinya, titik pada setiap garis tersebut
mencerminkan jumlah yang sama antara Setiap titik pada garis bantu ini berjarak sama
terhadap sumbu horisontal maupun vertikal. Artinya, titik pada setiap garis tersebut
mencerminkan jumlah yang sama antara Y dan C+S. Pada titik M terlihat bahwa S = 0,
dengan kata lain, seluruh pendapatan dialokasikan untuk keperluan konsumsi. Di sebelah
kanan titik M, pendapatan lebih besar daripada konsumsi sehingga kelebihan pendapatan
tersebut bisa ditabug. Hal ini bisa terlihat dari positifnya kurva S. Sedangkan di sebelah
kiri titik M pendapatan lebih kecil daripada konsumsi, berarti sebagian konsumsi dibiayai
bukan dari pendapatan sendiri, melainkan dari sumber lain misalnya pinjaman atau
hutang. Dalam hal ini tabungannya negatif (dissaving). Pada titik pangkal O (0,0) seluruh
konsumsi bahkan dibiayai bukan dari pendapatan, besarnya konsumsi sama dengan
tabungan-negatif.
   Koefisien Multiplier (Angka Pengganda)
   Nilai multiplier menggambarkan perbandingan di antara jumlah pertambahan/
pengurangan dalam pendapatan nasional dengan jumlah pertambahan/ pengurangan dalam
pengeluaran agregat yang telah menimbulkan perubahan dalam pendapatan nasional
tersebut. Dengan kata lain, nilai multiplier/ angka pengganda adalah suatu bilangan yang
menjelaskan tambahan pendapatan nasional sebagai akibat adanya perubahan pada
variabel-variabel tertentu dalam perekonomian. Misalnya, apabila pendapatan nasional
mengalami pertambahan empat kali lipat dari pertambahan pengeluaran yang pada
mulanya berlaku maka nilai multipliernya adalah empat. Jika pada suatu masa
perekonomian tertentu pengusaha menambah jumlah investasi, kenaikan investasi tersebut
akan menimbulkan suatu rangkaian pertambahan pendapatan nasional. Secara matematis,
angka pengganda dirumuskan sebagai berikut.



Keterangan :
k : angka pengganda
c : MPC
s : MPS


Contoh Kasus :
1. Sebelum bekerja, konsumsi seorang mahasiswa Rp 100.000,00/bulan. Setelah
   mahasiswa tersebut bekerja, konsumsinya Rp 200.000,00/bulan dan dapat menabung
   Rp 60.000,00/ bulan.
   a. Tentukan fungsi konsumsinya!
   b. Berapa besar tabungan saat penghasilannya Rp 600.000/bulan!


                                                                              Page 3 of 13
   2. Diketahui fungsi konsumsi : C=400+0,2Y
       a. Tentukan fungsi tabungannya!
       b. Berapa besar tabungan saat penghasilannya 800!

       Jawab :
   1. Pada saat Y=0  C=100.000
       C = C0 + c.Y  C = 100.000 + c.Y
       Pada saat Y= 200.000  S = 60.000
       C = Y – S  C = 200.000 – 60.000  C = 140.000
       Maka :           C = 100.000 + c.Y
                        140.000 = 100.000 + c.200.000
                        140.000 = 100.000 + 200.000c
                        c = (140.000 – 100.000) : 200.000
                        c = 0,2
       Jadi fungsi konsumsinya  C = 100.000 + 0,2 . Y
       Saat Y = 600.000, maka C = Rp 100.000 + Rp 120.000 = Rp 220.000, maka
       tabungannya sebesar S = Y – C = Rp 600.000 – Rp 220.000 = Rp 380.000,00/bln.
   2. Diket : C=400+0,2Y, maka :
                 S = - C0 + (1- c).Y                         Jika Y = 800
                  = -400 + (1-0.2).Y                         S = - C0 + (1- c).Y
                  = -400 + 0,8.Y                               = -400 + (1-0.2).(800)
                 Jadi fungsi tabungannya                       = -400 + 0,8.(800)
                 S = -400 + 0,8Y                               = -400 + 640
                                                             S = 240
                                                             Jadi tabungan saat Y=800 sebesar
                                                             S = 240


2. Pendapatan Disposabel (Disposable Income)
       Pendapatan Nasional ( ) adalah penjumlahan total dari pendapatan semua sektor di
   dalam satu negara meliputi          sektor rumah tamgga(orang perseorangan), sektor badan
   usaha dan sektor pemerintah.
       Pendapatan Disposabel (           )adalah pendapatan nasional yang secara nyata dapat
   dibelanjakan oleh masyarakat, tidak termasuk didalamnya pendapatan pemerintah seperti
   pajak, cukai dan sebagainya.
       Variabel yang mempengaruhi besar kecilnya pendapatan disposabel:
      Pajak
       Pajak merupakan variabel yang memperkecil pendapatan disposabel.




                                                                                    Page 4 of 13
   Pembayaran Alihan/Transfer Payment
    Pembayaran alihan merupakan pembayaran-pembayaran khusus pemerintah kepada
    masyarakat yang sifatnya merupakan pembayarn ekstra atau tunjangan, misalnya
    tunjagan pensiun, tunjangan hari raya, gaji ke-13,dll.
    Berdasarkan ada tidaknya pajak               dan pembayaran alihan        di dalam
perekonomian suatu negara, besarnya pendapatan disposabel dapat dirinci sebagai berikut:
 Tidak terdapat pajak maupun pembayaran alihan


 Terdapat pajak


 Terdapat pembayaran alihan


 Terdapat pajak dan pembayaran alihan


    Pendapatan disposabel merupakan variabel bebas dalam persamaan fungsi konsumsi
dan tabungan bukanlan pendapatan nasional.
Rumusan Fungsi Konsumsi            dan Fungsi Tabungan




Jadi, diperoleh persamaan :




Contoh Kasus:
Fungsi konsumsi masyarakat suatu negara ditunjukkan oleh                           . Jika
pemerintah menerima dari masyarakat pembayaran pajak sebesar 16 dan pada tahun yang
sama memberikan kepada warganya pembayaran alihan sebesar 6, berapa konsumsi
nasional seandainya pendapatan nasional pada tahun tersebut sebesar 200? Berapa pula
tabungan nasional?

Solusi:




C
C
                               .
Jadi, besar konsumsi nasionalnya sebesar 182 dan tabungan nasionalnya sebesar 8.



                                                                             Page 5 of 13
3. Fungsi Pajak
       Pajak yang dikenakan oleh pemerintah kepada warganya bersifat 2 macam, yaitu:
   1. Pajak yang jumlahnya terentu, tidak dikaitkan dengan tingkat pendapatan
       Secara matematik,
       Kurva pajaknya berupa sebuah garis lurus sejajar dengan sumbu pendapatan.
   2. Pajak yang penetapannya dikaitkan dengan dengan tingkat pendapatan, besarnya
       merupakan proporsi atau persentase tertentu dari pendapatan.
       Secara matematik,
       Kurva pajaknya berupa sebuah garis lurus berlereng positif dan bermula dari titik
       pangkal.
   Secara keseluruhan, besarnya pajak yang diterima oleh pemerintah adalah


   Kurva pajaknya berupa sebuah garis lurus berlereng positif dan bermula dari penggal       .


        Pajak otonom (autonomous tax) dan          proporsi pajak terhadap pendapatan.


4. Fungsi Investasi
       Permintaan akan investasi merupakan fungsi dari           tingkat bunga. Jika investasi
   dilambangkan dengan huruf I dan tingkat bunga (interest rate) dilambangkan dengan
   huruf i, maka secara umum fungsi (permintaan akan) investasi dapat dituliskan sebagai:
                                           I    = f(i)
                                       I       = I0 - p i

   I 0 : investasi otonom

   i   : tingkat bunga
   p   : proporsi I terhadap i.
       Permintaan akan investasi berbanding terbalik dengan tingkat bunga. Dengan logika
   ekonomi hal ini sangat mudah dipahami. Apabila tingkat bunga tinggi, orang akan lebih
   senang menyimpan uangnya di bank daripada menginvestasikannya, sabab hasil harapan
   (expected return) yang akan diperoleh dari bunga bank lebih besar daripada hasil harapan
   yang akan diterima dari penanaman modal, akibatnya permintaan akan investasi
   berkurang. Tingginya bunga mencerminkan pula mahalnya kredit, sehingga mengurangi
   gairah berinvestasi dikalangan (calon) pengusaha. Hal sebaliknya terjadi jika tingkat
   bunga rendah.
       Dalam menggambarkan kurva permintaan akan investasi terdapat “kebiasaan aneh”
   dikalangan ekonom, yakni variabel bebasnya ( i ) diletakkan pada sumbu vertikal
   terikatnya ( I ) justru ditempatkan pada sumbu horisontal.




                                                                                    Page 6 of 13
   Contoh kasus :
   Jika permintaan akan investasi ditunjukan oleh I = 250 – 500 i, berapa besarnya investasi
   pada saat tingkat bunga bank yang berlaku setinggi 12%? Berapa pula investasi bila
   tingkat bunga tersabut 30%?
   Jawab :
      I = 250 – 500i
      Jika i = 12% = 0,12,                                    Jika i = 30% = 0,30
      I = 250 – 500(0,12)                                     I = 250 – 500(0,30)
        = 250 – 60 = 190                                        = 250 – 150 = 100

             i
                   Iₒ / i
        0,50                           I = Iₒ - pi
                                      I = 250 – 500i


          0,30


          0,12
                                                              In
             0                                                           I
                                100          190        250

5. Fungsi Impor
      Impor suatu negara merupakan fungsi dari pendapatan nasionalnya, dan cenderung
   berkorelasi positif. Semakin besar pendapatan nasional suatu negara, semakin besar pula
   kebutuhan atau hasratnya akan barang-barang dari luar negeri ( terutama barang modal,
   bagi negara yang sedang berkembang ), sehingga nilai impornya pun semakin besar.

                                         M = M0 + m Y

       M0        : impor otonom
      Y          : pendapatan nasional
      m          : marginal propensitiy to import = M / Y
   Contoh kasus:
   Bentuklah persamaan impor suatu negara bila diketahui impor otonomnya 25 dan
   marginal propensity to import-nya 0,05. Berapa nilai impornya jika pendapatan nasional
   sebesar 600?

   Jawab :         M 0  25           M  M 0  mY
                                      M  25  0,05Y
                    m  0,05

   Pada tingkat Y = 600 dengan persamaan impor M = 25 + 0,05Y, maka nilai impormya :
   M = 25 + 0,05 (600) = 25 – 30 = 55.
   Jadi, nilai impornya sebesar 55.

                                                                                    Page 7 of 13
   Kurva fungsi impor tersebut sebagai berikut.

      M                                       M = Mₒ+mY


      55



                         M = 25+0,05Y
      25


             0                             600                  Y

6. Pendapatan Nasional
      Pendapatan nasional adalah jumlah nilai seluruh keseluruan (barang dan jasa) yang
   dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Perhitungan pendapatan
   nasional dapat dilakukan dengan tiga macam pendekatan yaitu pendekatan produksi,
   pendekatan pendapatan dan pendekatan pengeluaran. Ditinjau dari segi pendekatan
   pengeluaran,pendapatan nasional adalah jumlah pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh
   sector di dalam suatu negara. Sektor-sektor perekonomian yang dimaksud adalah sector
   rumah tangga, sektor badan usaha, sektor pemerintahan dan sektor perdagangan dengan
   luar negeri. Pengeluaran sektor rumah tangga dicerminkan oleh konsumsi masyarakat (C),
   pengeluaran sektor badan usaha dicerminkan oleh investasi yang dilakukan oleh
   perusahaan-perusahaan (I) , pengeluaran sektor pemerintah dicerminkan oleh pengeluaran
   pemerintahan (G), sedangkan pengeluaran perdagangan dengan luar negeri tercermin dari
   selisih antara ekspor dan impor Negara yang bersangkutan ( X-M ).
      Analisis pendapatan nasional selalu bertolak dari anggapan mengenai model
   perekonomian yang sedang dibahas. Dalam hal ini dikenakan           tiga macam model
   perekonomian. Pertama ialah model perekonomian sederhana; di sini dianggap bahwa
   perekonomian hanya terdiri atas 2 sektor, yaitu sektor rumah tangga dan sektor badan
   usaha; tidak terdapat sektor pemerintahan dan sektor perdagangan dengan luar negeri.
   Kedua ialah model perekonomian tertutup; terdiri dari 3 sektor, yaitu dua sektor yang
   telah disebutkan sebelumnya dan sektor pemerintahan. Ketiga ialah model perekonomian
   terbuka, perekonomian terdiri atas 4 sektor termasuk sektor perdagangan dengan luar
   negeri, ini merupakan model yang paling lengkap dan nyata.
      Dengan demikian, kesamaan pendapatan nasional menurut pendekatan pengeluaran
   adalah:

                         Untuk perekonomian 2 sektor (model perekonomian sederhana).

                         Untuk perekonomian 3 sektor (model perekonomian tertutup)

                               Untuk perekonomian 4 sektor (model perekonomian terbuka)

                                                                              Page 8 of 13
Contoh:
Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui konsumsi otonom masyarakat
sebesar 500, MPS = 0,2 , investasi yang dilakukan oleh sektor badan usaha sebesar 300
dan pengeluaran pemerintahannya sebesar 250. Sedangkan nilai ekspor dan impor masing-
masing 225 dan 175.
Jawab:
C0 = 500                                 C = C0 + CYd = 500 +0,8 Yd = 500 + 0,8 Y
c = MPC = 0,8 karena MPS = 0,2           sebab Yd = Y – T + R = Y – 0 + 0 = Y

I = 300; G = 250; X = 225; M = 175

Ditanya : Y = ?

Y = C + I + G + (X - M)

Y = 500 + 0,8 Y + 300 +250 + (225 – 175)

Y - 0,8 Y = 1100

0,2 Y = 1100

Y = 5500

    Dalam      model   perekonomian    terbuka       yang   kompleks,   perhitungan   angka
penggandanya cukup rumit. Untuk contoh di atas, angka penggandanya dapat dihitung
dengan menggunakan rumus, k = 1 / MPS = 1 / 0,2 = 5. Cukup mudah menghitungnya,
sebab variabel – variabel selain C bersifat eksogen (berupa konstanta, bukan berupa
fungsi), pula tidak terdapat unsur pajak (T) dan pembayaran alihan (R). Persoalannya akan
menjadi lain jika terdapat pajak dan pembayaran alihan, serta keduanya bersama – sama
dengan impor (M) merupakan fungsi dari pendapatan nasional (Y).

Andaikan kita memiliki data sebagai berikut :

C = C0 + c Y d

I = i0 (konstanta)

G = G0 (konstanta)

T = T0 + t Y                berarti Yd = Y – T + R

R = R0 + r Y                       Yd = Y – T0 – t Y + R0 + r Y

X = X0 (konstanta)

M = M0 + m Y



                                                                                Page 9 of 13
   sehingga C = C0 + c ( Y   T0 – t.Y + R + r.Y )

            C = C0 + c.Y – c.T0 – c.t.Y + c. R0 + c.r.Y

   Kesamaan pendapatan nasionalnya :

   Y=C+I+G+(X–M)

   Y = C0 + c.Y – c.T0 – c.t.Y + c.R0 + c.r.Y + I0 + G0 + X0 – M0 – m.Y

   Y – c.Y + c.t.Y – c.r.Y + m.Y = C0 – c.T0 + c.R0 + I0 + G0 + X0 – M0

   Y ( 1 – c + c.t – c.r + m ) = C0 – c.T0 + c.R0 + I0 + G0 + X0 – M0

   Jika disederhanakan ( 1 – c + c.t – c.r + m) = a, maka :

   Y.a = C0 – c.T0 + c.R0 + I0 + G0 + X0 – M0

   Y = ( C0 – c.T0 + c.R0 + I0 + G0 + X0 – M0 )

   Angka penggandanya, secara umum, ialah :

                                 di mana a = 1 – c + c.t – c.r + m

                                 c : marginal propensity to consume

                                 t : marginal propensity to tax

                                 r : marginal propensity to transfer

                                 m : marginal propensity to import

7. Analisis IS-LM
      Kurva IS ialah kurva yang menunjukkan keseimbangan antara pendapatan nasional
   dan tingkat bunga di pasar barang. Untuk model perekonomian sederhana (dua sektor),
   persamaan kurva IS dapat dibentuk dengan menyamakan persamaan investasi (I,
   investment) terhadap persamaan tabungan (S, saving).




   Dengan menyederhanakan (I0 – S0) / s = Yb dan p / s = b, bentuk umum persamaan kurva
   IS dapat ditulis sebagai berikut.

                             Y = f (i) = Yb – b i




                                                                           Page 10 of 13
Contoh 1:
Bentuklah persamaan dan gambarkan kurva IS untuk :
C = 500 + 0,8 Y dan I = 2000 – 5000i.
Jawab :
C = 500 + 0,8 Y            I=S        2000

S = - 500 + 0,20 Y                   2500

I = 2000 – 5000 i                        Y


            i

          0,5
                                Kurva IS
                                Y = 12.500   25.000 i




                0                                        12.500   Y
   Kurva LM ialah kurva yang menunjukkan keseimbangan antara pendapatan nasional
dan tingkat bungan di pasar uang. Persamaan kurva LM dapat dibentuk dengan persamaan
permintaan akan uang (L, liquidity preference) terdapat persamaan penawaran uang (M,
money supply).
Permintaan akan uang      : L = L0 + k.Y –h.i
Penawaran uang            : M = M0
                                         –
L=M       L0 + k.Y – h.i = M0     Y=         +
Dengan menyederhanakan ( M0 – L0 ) / k = Yu dan h / k = u, bentuk umum persamaan
kurva LM dapat ditulis sebagai berikut.

                                Y = g ( i ) = Yu + u.i

Contoh 2:
Bentuklah persamaan dan gambarlah kurva LM jika permintaan akan uang ditunjukkan
oleh L = 10.000 + 0,4 Y – 20.000i dan jumlah uang yang ditawarkan (beredar) sebesar
9.000.
Jawab :
L=M       10.000 + 0,4 Y – 20.000 i = 9.000
                                0,4 Y = - 1.000 + 20.000 i
                                Y = - 2.500 + 50.000 i




                                                                         Page 11 of 13
Kurva LM tersebut adalah sebagai berikut.


            i




                                                                       LM




          0,05


-2.500          0                                                           Y

Keseimbangan Serempak
Keseimbangan serempak di pasar barang dan pasar uang ditunjukkan oleh perpotongan
antara kurva IS dan kurva LM. Pada posisi ini tercipta tingkat bunga keseimbangan dan
pendapatan keseimbangan. Untuk IS dalam contoh 1 dan LM dalam contoh 2 sebelumnya,
keseimbangan serempak tercipta pada tingkat bunga 20% dan pendapatan nasional sebesar
7.500.

                      i




                    0,5

                                     IS
                                                                                LM
                                                         E
                    0,2

                    0,05

         -2.500           0                         7.500               12.500        Y




                                              IS = LM
                              12.500 – 25.000 i = - 2.500 + 50.000 i
                                          15.000 = 75.000 i
                                               i = 0,2
 Dengan memasukkan i = 0,2 ke dalam persamaan IS atau LM diperoleh Y = 7.500.




                                                                                     Page 12 of 13
                             SOAL – SOAL LATIHAN




1. Diketahui suatu fungsi konsumsi C = 400 + 0,2Y. Tentukan fungsi tabungannya dan
   tentukan besarnya tabungan saat Y=600!
2. Sebelum bekerja konsumsinya Rp120.000/bulan. Setelah bekerja konsumsinya
   Rp300.000/ bulan dan dapat menabung Rp 60.000. Tentukan fungsi konsumsinya dan
   besar tabungan saat penghasilannya Rp 600.000/bulan!
3. Fungsi konsumsi masyarakat suatu negara ditunjukkan oleh                         . Jika
   pemerintah menerima dari masyarakat pembayaran pajak sebesar 12 dan pada tahun
   yang sama      memberikan kepada warganya pembayaran alihan sebesar           4, berapa
   konsumsi nasional seandainya pendapatan nasional pada tahun tersebut sebesar 200?
   Berapa pula tabungan nasional?
4. Jika permintaan akan investasi ditunjukan oleh I = 200 – 500 i, berapa besarnya
   investasi pada saat tingkat bunga bank yang berlaku setinggi 10%? Berapa pula
   investasi bila tingkat bunga tersabut 25%?
5. Bentuklah persamaan impor suatu negara bila diketahui impor otonomnya 20 dan
   marginal propensity to import-nya 0,1. Berapa nilai impornya jika pendapatan nasional
   sebesar 800?
6. Hitunglah pendapatan suatu Negara jika diketahui konsumsi otonom masyarakat sebesar
   600, MPS = 0,4, investasi yang dilakukan oleh sektor badan usaha sebesar 350 dan
   pengeluaran sebesar 200. Sedangkan nilai ekspor dan impornya adalah 200 dan 150.
7. Bentuklah persamaan dan gambarkan kurva LM jika permintaan akan uang ditunjukkan
   oleh L = 8.000 + 0,2 Y – 20.000i dan jumlah uang yang beredar adalah 6.000.




                                                                            Page 13 of 13