Docstoc

DASAR-DASAR ILMU EKONOMI A

Document Sample
DASAR-DASAR ILMU EKONOMI A Powered By Docstoc
					Jafri Andre
       PENGERTIAN ILMU EKONOMI
 Ilmu Ekonomi : ilmu yang mempelajari individu/organisasi
  yang terlibat dalam produksi, distribusi dan konsumsi barang
  dan jasa dengan tujuan untuk meramalkan berbagai peristiwa
  ekonomi dan membuat berbagai kebijakan yang akan
  mencegah atau mengkoreksi berbagai masalah dalam
  perekonomian.
 Ilmu Ekonomi : ilmu yang mempejari tingkah laku atau
  perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan
  menggunakan sumber daya – sumber daya yang langka dalam
  meningkatkan kualitasnya.
       PENGERTIAN ILMU EKONOMI

 Ilmu Ekonomi : suatu bidang ilmu sosial yang mempelajari
 perilaku individu dan masyarakat dalam pendistribusian dan
 pengalokasian faktor-faktor produksi yang terbatas untuk
 memaksimalkan produksi barang dan jasa guna memenuhi
 keinginan atau kepuasan permintaan manusia yang tidak
 terbatas (a field of social sciences that studies the behaviour of
 individuals and societies in the distribution and allocation of
 limited factors of production to maximize the production of goods
 and services to fulfill unlimited man’s wants and demands).
     KATEGORI DALAM KLASIFIKASI
          DEFINISI EKONOMI


 Economics as A Science of Wealth.
 Economics as A Science of Material Welfare.
 Economics as A Science of Scarcity and
  Choice.
       KATEGORI DALAM KLASIFIKASI
          DEFINISI ILMU EKONOMI

Economics as A Science of Wealth.
 Menurut Adam Smith, ilmu ekonomi adalah kajian mengenai
  akumulasi kekayaan suatu bangsa (economics is the study of a
  nation’s accumulation of wealth).
 J.B. Say menjelaskan bahwa ilmu ekonomi merupakan sebuah
  bidang ilmu yang mengkaji mengenai kekayaan (economics is
  a field of science that examines wealth).
       KATEGORI DALAM KLASIFIKASI
          DEFINISI ILMU EKONOMI
Economics as A Science of Material Welfare.

Alfred Marshall, Lord Beveridge, Canna dan Pigou
mendefinisikan ilmu ekonomi sebagi ilmu kesejahteraan
material (material welfare). Dengan kata lain, ilmu ekonomi
adalah bidang ilmu sosial yang mempelajari bagaimana manusia
menggunakan kekayaan yang dikumpulkan untuk
meningkatkan kesejahteraan material.
       KATEGORI DALAM KLASIFIKASI
          DEFINISI ILMU EKONOMI
Economics as A Science of Scarcity and Choice.
 Keynes mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai bidang ilmu
 sosial yang mempelajari tentang pengelolaan sumber-sumber
 produksi yang terbatas, faktor-faktor yang menentukan
 pendapatan nasional, dan efisinesi (economics as a field of
 social sciences that studies the management of limitied
 production resources, determinants of national income, and
 efficiency). Dengan kata lain, ia mempelajari mengenai
 penyebab instabilitas ekonomi dan metode untuk mencapai
 stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
       KATEGORI DALAM KLASIFIKASI
          DEFINISI ILMU EKONOMI
Economics as A Science of Scarcity and Choice.
 Benham mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai cabang dari
 ilmu sosial yang membahas tentang faktor-faktor yang
 menentukan jumlah, distribusi, dan stabilitas pendapatan
 nasional (economics as a branch of social sciences that examines
 the determinants of size, distribution, and stability of national
 income). Saat ini, kajian terhadap pertumbuhan dan stabilitas
 ekonomi lebih penting, khususnya bagi negara-negara
 berkembang (developing countries).
          SUMBER-SUMBER EKONOMI
           (ECONOMICS RESOURCES)
Sumber-Sumber Ekonomi (Economic Resources) meliputi,
antara lain :


 Tanah (Land).
 Tenaga Kerja (Labour).
 Modal (Capital).
 Wirausaha (Entrepreneur).
          SUMBER-SUMBER EKONOMI
           (ECONOMICS RESOURCES)
 Tanah (Land).

 Tanah secara alamiah merupakan sumber alam yang terjadi di
  permukaan bumi atau di dalam bumi.
 Secara inheren persediaan atau penawaran tanah ditetapkan
  pada tempat/lokasi dan kondisi geografis,
 Nilai tanah bergantung pada kualitas dan tempat/lokasi.
 Imbalan untuk tanah adalah sewa (rent).
            SUMBER-SUMBER EKONOMI
             (ECONOMICS RESOURCES)
 Tenaga Kerja (Labour).

 Tenaga kerja dapat berupa tenaga kerja terampil (skilled) atau
    tidak terampil (unskilled).
   Tenaga kerja memberikan konstribusi tenaga fisik dan mental.
   Tenaga kerja unik dan mempunyai perasaan.
   Tenaga kerja menawarkan pelayanan.
   Tenaga kerja berbeda dalam efisiensi dan produktivitas.
   Imbalan untuk tenaga kerja adalah upah (wage).
           SUMBER-SUMBER EKONOMI
            (ECONOMICS RESOURCES)
 Modal (Capital).

 Modal terdiri dari aset seperti uang, perlengkapan, mesin, dan
  bahan-bahan mentah yang digunakan dalam produksi barang-
  barang lain.
 Modal dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya,
  dan dapat ditingkatkan atau dikurangi.
 Imbalan untuk modal adalah bunga, (interest), bagi hasil
  (profit sharing) atau dividen (dividend).
           SUMBER-SUMBER EKONOMI
            (ECONOMICS RESOURCES)
 Wirausaha (Entrepeneur).
 Seorang wirausaha adalah orang dengan keterampilan dan
  kemampuan untuk mengelola suatu perusahaan secara efisien
  dan yang menguntungkan.
 Fungsi atau peranan seorang wirausaha adalah sebagai
  seorang pemimpin (leader), perencana (planner), koordinator
  (co-ordinator), dan pengelola (manager) kegiatan atau aktivitas
  dari suatu perusahaan.
 Para wirausaha atau pengelola harus menanggung atau
  menghadapi risiko.
 Imbalan untuk usaha dan risko kewirausahaan adalah
  keuntungan (profit).
                  KEBUTUHAN
                    (NEEDS)


Yang dimaksud dengan Kebutuhan (Needs) adalah :
Keinginan manusia atas barang dan jasa yang perlu
dipenuhi untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya.
                      KEBUTUHAN
                        (NEEDS)

Jenis-Jenis Kebutuhan :

 Menurut Intensitas : Primer, Sekunder, dan Tersier.
 Menurut Waktu : Sekarang dan Mendatang.
 Menurut Sifat : Jasmani dan Rohani.
 Menurut Subjek : Individu dan Kelompok.
                  BARANG & JASA
Barang adalah :
Benda-benda yang berwujud yang digunakan masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.


Jasa adalah :
Benda-benda yang tidak berwujud yang digunakan, tetapi dapat
memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhannya.
                  BARANG & JASA
Jenis-Jenis Barang :
 Menurut Wujud : Konkrit dan Abstrak.
 Menurut Sifat : Ekonomi dan Bebas.
 Menurut Fungsi : Konsumsi dan Produksi.
 Menurut Hubungan : Substitusi (Barang Pengganti) dan
  Komplementer (Barang Pelengkap).
 Menurut Proses : Mentah, Setengah Jadi, dan Jadi.
 Barang Inferior.
 Barang Giffen.
               BARANG & JASA
Kegunaan Barang, meliputi :

Element Utility (Kegunaan Dasar), Time Utility
(Kegunaan Waktu), Place Utility (Kegunaan Tempat),
Form Utility (Kegunaan Bentuk), Ownership Utility
(Kegunaan Hak Milik), dan Service Utility (Keginanaan
Pelayanan).
                  BARANG & JASA
 Element Utility (Kegunaan Dasar) :
Barang yang memiliki nilai guna sebagai bahan dasar.
Contohnya adalah : kapas untuk benang.


 Time Utility (Kegunaan Waktu) :
Barang yang mempunyai nilai guna tinggi saat digunakan pada
waktu yang tepat.
Contohnya adalah : payung digunakan pada waktu hujan.
                  BARANG & JASA
 Place Utility (Kegunaan Tempat) :
Barang yang memiliki nilai guna tinggi bila digunakan pada
tempatnya secara tepat.
Contohnya adalah : pasir digunakan untuk pembangunan.


 Form Utility (Kegunaan Bentuk) :
Barang yang mempunyai nilai guna tinggi bila diubah terlebih
dahulu bentuknya.
Contohnya adalah : besi tua diubah menjadi mur atau sekrup.
                  BARANG & JASA
 Ownership Utility (Kegunaan Hak Milik) :
Barang yang memiliki nilai guna yang tinggi saat dimiliki oleh
pihak yang tepat.
Contohnya adalah : pensil untuk pelajar.


 Service Utility (Kegunaan Pelayanan) :
Barang yang memiliki nilai guna yang tinggi saat digunakan
pada pelayanan yang tepat.
Contohnya adalah : mesin potong rumput untuk memangkas
rumput.
                MASALAH EKONOMI
               (ECONOMIC PROBLEMS)

Masalah Ekonomi (Economic Problems) meliputi 3 hal, antara
lain :

 Kelangkaan (Scarcity).
 Pilihan (Choices).
 Biaya Oportunitas (Opportunity Cost).
                MASALAH EKONOMI
               (ECONOMIC PROBLEMS)
 Masalah Kelangkaan (Problems of Scarcity).
 Masalah kelangkaan (scarcity) terjadi bila barang dan jasa terbatas
  dibandingkan dengan keinginan manusia yang tidak terbatas.
 Individu mempunyai masalah kelangkaan waktu untuk rekreasi,
  belajar, dan hiburan, sebagaimana halnya kelangkaan uang untuk
  membayar biaya dan membeli makanan, minuman dan pakaian.
 Perusahaan menghadapi masalah kelangkaan modal yang
  disebabkan oleh sumber daya ekonomi yang terbatas.
 Pemerintah menghadapi masalah kelangkaan sumber daya
  ekonomi yang terbatas untuk membangun fasilitas dasar bagi
  masyarakat seperti sekolah, klinik, dan jalan.
               MASALAH EKONOMI
              (ECONOMIC PROBLEMS)
 Masalah Pilihan (Problems of Choice).
 Masalah pilihan muncul ketika dihadapkan dengan masalah
  kelangkaan. Orang-orang harus membuat pilihan antara
  barang dan jasa yang diinginkan, termasuk pilihan antara
  penggunaan sumber-sumber daya untuk saat ini dan
  pelestarian sumber-sumber daya untuk masa mendatang.
 Konsumen perlu membuat pilihan untuk memaksimalkan
  kepuasan (satisfaction), sedangkan produsen perlu membuat
  pilihan untuk memaksimalkan keuntungan (profit).
 Permintaan yang tidak terbatas (unlimited demand) dikelola
  menurut prioritas dan pilihan rasional berdasarkan anggaran
  individu saat ini.
               MASALAH EKONOMI
              (ECONOMIC PROBLEMS)

 Masalah Pilihan (Problems of Choice).

 Perusahaan membuat pilihan berdasarkan tujuan, yaitu :
  untuk memaksimalkan keuntungan.
 Pemerintah perlu membuat pilihan berdasarkan prioritas
  untuk memenuhi keinginan masyarakat.
                MASALAH EKONOMI
               (ECONOMIC PROBLEMS)
 Masalah Biaya Oportunitas (Problems of Opportuniy Cost).
 Masalah pilihan mengakibatkan adanya biaya oportunitas
  (opportunity cost). Biaya oportunitas (opportunity cosr) tersebut
  mengacu pada opsi terbaik kedua yang akan harus dilakanakan
  untuk memilih opsi yang terbaik. Biaya oportunitas muncul dari
  faktor-faktor produksi yang terbatas.
 Perusahaan dapat memiliki dua opsi, seperti : membuka usaha
  baru atau mengambil alih suatu usaha yang telah ada. Jika
  perusahaan memilih untuk mengambil alih suatu usaha yangt telah
  ada, yang akan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi, maka
  biaya oportunitas adalah pembukaan suatu usaha baru.
              MASALAH EKONOMI
             (ECONOMIC PROBLEMS)
 Masalah Biaya Oportunitas (Problems of Opportuniy
  Cost).
 Pemerintah harus dapat memilih antara membangun rumah
 sakit atau membangun sebuah taman rekreasi. Pemerintah
 dapat memilih untuk membangun rumah sakit, yang mana
 akan memberikan lebih banyak keuntungan bagi masyarakat
 atau publik. Dalam situasi ini, biaya oportunitas adalah
 pembangunan taman rekreasi.
     PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
       (BASIC ECONOMIC PROBLEMS)

 Barang dan Jasa Apa yang Harus Diproduksi? (What Goods
  and Services Should be Produced?)
 Berapa Banyak Barang dan Jasa yang Harus Diproduksi?
  (How Much Goods and Services Should be Produced?)
 Bagaimana Barang Harus Diproduksi? (How Should Goods be
  Produced?)
 Untuk Siapa Barang-Barang Diproduksi dan Didistribusikan?
  (For Whom Should Goods be Produced and Distributed?).
     PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
       (BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Barang dan Jasa Apa yang Harus Diproduksi? (What
  Goods and Services Should be Produced?)
 Terdapat sumber-sumber daya ekonomi yang tersedia tidak
  cukup untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak
  terbatas. Untuk itu, masyarakat harus memilih barang yang
  akan diproduksi dan barang yang harus dikorbantkan pada
  suatu waktu tertentu.
 Penentuan barang-barang untuk diproduksi sambil oleh
  negara menentukan pola alokasi sumber-sumber daya
  ekonomi yang tersedia untuk berbagai kegiatan
  perekonomian.
      PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
        (BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Barang dan Jasa Apa yang Harus Diproduksi? (What
  Goods and Services Should be Produced?)
 Pola alokasi sumber-sumber daya ekonomi tersebut ditentukan oleh
  untuk memastikan bahwa sumber-sumber daya ekonomi yang
  tersedia secara digunakan secara efisien untuk memproduksi
  barang dan jasa agar memberikan kepuasan maksimum bagi
  perekonomian secara keseluruhan.
 Penentuan jumlah barang untuk diproduksi sangat penting, seperti
  peningkatan produksi satu barang selalu mengakibatkan
  pengurangan produksi barang yang lain. Untuk itu, masyarakat
  harus memastikan produksi setiap jenis barang yang cukup untuk
  memenuhi permintaan ekonomi secara keseluruhan.
     PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
       (BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Barang dan Jasa Apa yang Harus Diproduksi? (What
  Goods and Services Should be Produced?)

 Sehubungan dengan faktor-faktor produksi yang terbatas,
 tidak semua barang yang masyarakat inginkan dapat
 diproduksi. Oleh karena itu, tujuan utama pemerintah adalah
 untuk memastikan produksi barang-barang dasar (essential
 goods) bagi masyarakat.
     PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
       (BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Berapa Banyak Barang dan Jasa yang Harus
  Diproduksi? (How Much Goods and Services Should be
  Produced?)
 Untuk mengatasi permasalahan dasar ekonomi, seorang
  produsen harus mengidentifikasi jumlah permintaan di pasar.
 Jika terdapat permintaan yang tinggi terhadap barang
  tertentu, maka produsen akan meningkatkan produksi barang
  tersebut. Jika terdapat permintaan yang rendah terhadap
  barang tersebut, maka produsen harus mengurangi produksi
  barang tersebut.
     PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
       (BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Berapa Banyak Barang dan Jasa yang Harus
  Diproduksi? (How Much Goods and Services Should be
  Produced?)
 Untuk itu, produsen harus membuat keputusan yang akurat
  mengenai jumlah barang untuk diproduksi agar menghindari
  terjadinya oversupply dan undersupply di pasar.
 Sehubungan dengan faktor-faktor produksi yang terbatas,
  kelebihan produksi (excess production) mengakibatkan
  penyusutan faktor-faktor produksi tersebut. Oleh karena itu,
  tujuan utama pemerintah untuk memastikan produksi barang
  dan jasa yang cukup.
      PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
        (BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Bagaimana Barang Harus Diproduksi? (How Should
  Goods be Produced?)
 Permasalahan dasar ekonomi mengacu pada penentuan kombinasi
  faktor-faktor produksi dan teknik produksi yang digunakan.
  Seorang produsen harus mengelola faktor-faktor produksi, secara
  efektif untuk meminimalisasi biaya produksi sambil
  memaksimalisasi jumlah output, dan secara konsekuen
  memaksimalisasi keuntungan (profit).
 Teknik produksi dibagi menjadi teknik padat karya (labour-
  intensive) dan padat modal (capital-intensive). Seorang produsen
  memilih suatu teknik produksi yang didasarkan biaya tenaga kerja
  dan modal yang relatif (relative cost of labour and capital).
      PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
        (BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Bagaimana Barang Harus Diproduksi? (How Should
  Goods be Produced?)

 Jika biaya tenaga kerja lebih kecil daripada biaya modal,
  maka produsen memilih metode produksi yang bersifat padat
  karya. Jika biaya modal lebih kecil daripada biaya tenaga
  kerja, maka produsen memilih metode produksi yang bersifat
  padat modal.
      PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
        (BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Untuk Siapa Barang-Barang Diproduksi dan
  Didistribusikan? (For Whom Should Goods be Produced
  and Distributed)?
 Permasalahan dasar ekonomi mengacu pada pola distribusi barang
  dan jasa. Pola distribusi barang dipengaruhi oleh distribusi
  pendapatan, keterjangakuan, dan daya beli masyarakat.
 Pada umumnya, produsen memproduksi suatu barang untuk
  orang-orang yang menghasilkan biaya dari barang tersebut. ini
  berarti bahwa orang-orang dengan pendapatan lebih tinggi akan
  dapat menghasilkan lebih banyak barang, sedangkan orang-orang
  dengan pendapatan yang lebih rendah dapat menghasilkan barang
  yang lebih sedikit.
     PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
       (BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Untuk Siapa Barang-Barang Diproduksi dan
  Didistribusikan? (For Whom Should Goods be
  Produced and Distributed)?.

 Untuk itu,untuk memastikan bahwa masyarakat secara
 keseluruhan dapat menghasilkan barang-barang yang
 diproduksi , pemerintah harus memberlakukan sistem
 distribusi yang wajar.
PEMECAHAN PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
   (SOLVING BASIC ECONOMIC PROBLEMS)

Untuk memecahkan permasalahan dasar ekonomi, lembaga
atau badan yang relevan harus membuat keputusan
bagaimana sumber-sumber ekonomi yang terbatas
dimanfaatkan untuk memembuhi permintaan masyarakat
yang tidak terbatas. Solusi atau pemecahan untuk setiap
permasalahan dasar ekonomi tersebut berbeda untuk setiap
sistem perekonomian.
PEMECAHAN PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
     (SOLVING BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Barang dan Jasa Apa yang Harus Diproduksi? (What
  Goods and Services Should be Produced?)
 Di negara yang menerapkan sistem perekonomian pasar bebas (free
  market economy), daya beli atau permintaan menentukan barang-barang
  untuk diproduksi. Barang-barang pada permintaan yang tinggi
  diproduksi dalam jumlah yang lebih besar.
 Di negara yang menerapkan sistem perekonomian terencana secara
  sentral (centrally planned economy), pemerintah menentukan jenis
  barang-barang untuk diproduksi berdasarkan konsep kesejahteraan.
  Barang-barang yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat akan
  diproduksi dalam jumlah yang lebih besar.
PEMECAHAN PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
   (SOLVING BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
      Sistem Ekonomi                              Pemecahan Permasalahan / Solusi

Sistem Perekonomian Pasar      Ditentukan oleh kekuatan permintaaan atau konsumen pada mekanisme
Bebas (Free Market Economy).   pasar (market mechanism).



Sistem Perekonomian            Ditentukan oleh aturan otoritas atau pemerintah melalui suatu lembaga
Terencana secara Sentral       perencanaan pusat (central planning institution). Individu tidak memiliki
(Centrally Planned Economy)    kebebasa untuk menetukan jenis dan jumlah barang yang diproduksi.



Sistem Perekonomian            Ditentukan oleh mekanisme harga (price mechianism). Pemerintah
Campuran (Mixed Economy)       menghasilkan barang-barang yang tidak diproduksi oleh sektor swasta.


                               Ditentukan oleh mekanisme harga (price mechanism). Individu bebas
Sistem Perekonomian Islam
                               memilih atau menghasilkan jenis barang yang diproduksi, sesuai dengan
(Islamic Economy)
                               Hukum Islam (Islamic Laws).
PEMECAHAN PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
     (SOLVING BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Berapa Banyak Barang dan Jasa yang Harus
  Diproduksi? (How Much Goods and Services Should be
  Produced?)
 Di negara-negara yang menerapkan sistem perekonomian pasar bebas
  (free market economy), jumlah barang yang dihjasilkan dihasilkan oleh
  mekanisme harga (price mechanism). Sistem mekanisme harga secarta
  otomatis menentukan jumlah dan harga barang-barang yang diproduksi
  tanpa adanya intervensi pemerintah.
 Di negara-negara yang menerapkan sistem perekonomian terencana
  secara sentral (centrally planned economy), pemerintah melalui lembaga
  perencanaan pusat (central planning institution) menentukan jumlah
  barang yang dihasilkan atas dasar data dan informasi ekonomi yang
  diperlukan.
PEMECAHAN PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
   (SOLVING BASIC ECONOMIC PROBLEMS)

      Sistem Ekonomi                           Pemecahan Permasalahan / Solusi
Sistem Perekonomian Pasar
                              Bergantung pada harga yang ditentukan oleh permintaan pasar (market
Bebas (Free Market
                              demand).
Economy).

Sistem Perekonomian           Individu tidak memiliki kebebasan untuk menentukan jenis dan jumlah
Terencana secara Sentral      barang yang dihasilkan. Prioritas diberikan untuk produksi keperluan
(Centrally Planned Economy)   mendasar (basic necessities) dan barang publik (public goods).

                              Produsen sektor swasta didasarkan pada mekanisme harga (price
Sistem Perekonomian
                              mechanism). Pemerintah akan menyediakan barang-barang publik
Campuran (Mixed Economy)
                              (public goods) untuk penggunaan dari anggota masyarakatnya.

Sistem Perekonomian Islam     Ditentukan oleh mekanisme harga (price mechanism). Pemerintah akan
(Islamic Economy)             menyediakan barang-barang yang tidak diproduksi oleh sektor swasta.
PEMECAHAN PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
     (SOLVING BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Bagaimana Barang Harus Diproduksi? (How Should
  Goods be Produced?)
 Negara-negara yang menganut sistem perekonomian pasar bebas (free
  market economy) pada umumnya menggunakan teknik produksi padat
  modal (capital-intensive production techniques). Perbedaan biaya antara
  tenaga kerja dan modal diperhitungkan dalam menyelesaikan
  permasalahan dasar ekonomi.
 Negara-negara yang menganut sistem perekonomian terencana secara
  sentral (centrally planned economy) menggunakan teknik produksi padat
  karya (labour-intesive production techniques) untuk melindungi
  kesejahteraan pekerja,
PEMECAHAN PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
   (SOLVING BASIC ECONOMIC PROBLEMS)

       Sistem Ekonomi                           Pemecahan Permasalahan / Solusi

 Sistem Perekonomian Pasar     Perusahaan akan memilih perpaduan faktor-faktor produksi untuk
 Bebas (Free Market            meminimalkan biaya. Penentuan faktor-faktor produksi didasarkan
 Economy).                     tujuan memaksimalkan output sambil meminimalkan biaya.

 Sistem Perekonomian           Didasarkan tujuan pemerintah untuk memaksimalkan output dalam
 Terencana secara Sentral      memenuhi keinginan masyarakat. Teknik produksi juga akan dipilih
 (Centrally Planned Economy)   didasarkan kesejahteraan sosial.

                               Perusahaan akan memilih metode produksi yang akan memaksimalkan
 Sistem Perekonomian
                               keuntungan dan meminimalkan biaya. Pemerintah akan menentukan
 Campuran (Mixed Economy)
                               metode produksi yang didasarkan manfaat dan biaya sosial saat ini.

                               Perusahaan akan mencoba untuk meminimalkan biaya dengan
 Sistem Perekonomian Islam
                               menggunakan teknik produksi yang paling efisien. Namun, kegiatan
 (Islamic Economy)
                               ekonomi yang merugikan masyarakat dilarang.
PEMECAHAN PERMASALAHAN DASAR EKONOMI
     (SOLVING BASIC ECONOMIC PROBLEMS)
 Untuk Siapa Barang-Barang Diproduksi dan
  Didistribusikan? (For Whom Should Goods be
  Produced and Distributed)?
 Di negara-negara yang menganut sistem perekonomian pasar bebeas
  (free market economy), barang-barang didistribusikan berdasarkan ‘daya
  beli konsumen’ (‘consumer’s purchasing power’). Orang kaya memiliki
  daya beli yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang lainnya. Situasi
  tersebut membuat adanya perbedaan pada status antara yang kaya dan
  miskin.
 Di negara-negara yang menganut sistem perekonomian terencana secara
  sentral (centrally planned economy) , pemerintah mendisitribusikan
  pendapatan secara merata.
                        METODOLOGI
                       ILMU EKONOMI

 Teori Ekonomi  Teori merupakan pernyataan atau sekumpulan
    pernyataan tentang sebab-akibat dan aksi-reaksi.
   Model Ekonomi  pernyataan formal sebuah teori.
   Metode Deduktif : metode pengambilan kesimpulan untuk hal-hal
    khusus berdasarkan kesimpulan yang bersifat umum.
   Metode Induktif : metode pengambilan kesimpulan untuk hal-hal umum
    dari kesimpulan yang bersifat khusus.
   Ekonomi Positifk dan Ekonomi Normatif.
Ada 3 klasifikasi Ilmu Ekonomi, yaitu : ekonomi deskriptif (descriptive
economics), ekonomi terapan (applied economics) dan teori ekonomi
(economic theory atau economic principles).
1. Ekonomi Deskriptif (Descriptive Economics), yaitu : ilmu ekonomi yang
    mengumpulkan keterangan-keterangan faktual yang relevan mengenai suatu
    masalah ekonomi.
2. Ekonomi Terapan (Applied Economics), yaitu : ilmu ekonomi yang
    mengaplikasikan (memanfaatkan) hasil-hasil pemikiran (teori mikro dan
    makro) untuk menerangkan keterangan-keterangan yang dikumpulkan oleh
    ekonomi deskriptif.
3. Teori Ekonomi (Economic Theory / Economic Principles). Teori ini dibagi
    menjadi dua , yaitu : teori ekonomi makro yang mempelajari perlikau negara
    dan kelompok masyarakat yang mana pembahasannya mencakup pendapatan
    nasional, kesempatan kerja, pengangguran, inflasi, anggaran pemerintah dan
    sebagainya; teori ekonomi mikro yang membahas unit yang lebih kecil seperti
    perusahaan (firm) atau konsumen individu. Seringkali ekonomi mikro disebut
    sebagai teori harga karena membahas secara langsung bekerjanya sistem
    harga dan pengaruh dari sistem harga. Selain itu, membahas perilaku satuan
    (unit) pengambil keputusan individu sebagai konsumen, produsen, pemilik
    sumber daya atau perusahaan.
1.   Sistem Ekonomi Kapitalis adalah sistem ekonomi yang mengakui adanya
     kebebasan bagi kepentingan individu dalam menjalankan kegiatan
     perekonomian tanpa adanya campur tangan atau intervensi dari pemerintah,
     termasuk dalam hal hak ke.

2. Sistem Ekonomi Sosialis (Terpimpin) adalah sistem ekonomi yang
   kegiatannya dikendalikan secara penuh oleh pemerintah di mana tidak adanya
   kebebasan individu dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

3. Sistem Ekonomi Campuran adalah sistem ekonomi yang kegiatannya
   dijalankanoleh masyarakat / individu, tetapi dalam beberapa hal tertentu ada
   campur tangan dari pemerintah.
4. Sistem Ekonomi Syariah (Islam) adalah sistem ekonomi yang kegiatannya
   dijalankan berdasarkan syariat atau hukum Islam dengan berpegang
   teguh pada Al-Qur’an, Sunnah dan Hadist. Dalam sistem ekonomi ini,
   diakui adanya kepemilikan pribadi / individu dan bersama / publik.
1. Ekonomi Positif (Positive Economics) adalah ekonomi yang didasarkan
   kenyataan yang ada (Das Sein), di mana tugasnya adalah untuk
   menjelaskan dan memprediksi fenomena atau perilaku ekonomi.

2. Ekonomi Normatif (Normative Economics) adalah ekonomi yang
   didasarkan apa yang seharusnya (Das Sollen) atau didasarkan intuisi
   (value judgement).
Terdapat beberapa ruang lingkup dasar dalam studi ekonomi mikro,
yaitu :

1. Teori Konsumen yang menghasuilkan permintaan (demand).
2. Teori Produksi yang menghasilkan alokasi input yang optimum
   (resources allocation).
3. Teori Biaya yang akan menghasilkan penawaran (supply).
4. Organisasi Pasar (Market Organizationi).
Pendekatan yang digunakan dalam ekonomi mikro meliputi : pendekatan statis
(static), pendekatan statis komparatif (comparative static) dan pendekatan
dinamis (dynamic).

1. Pendekatan Statis (Static) adalah pendekatan yang didasarkan keseimbangan
   (equilibrium) waktu tertentu. Keseimbangan (equilibrium) adalah hasil kerja
   dari dua macam kekuatan, misalnya antara penawaran (supply) dan permintaan
   (demand).
2. Pendekatan Statis Komparatif (Comparative Static ) adalah pendekatan yang
   membandingkan dua atau lebih keadaan (tanpa melihat masa transisi dan
   penyesuaiannya).

3. Pendekatan Dinamis (Dynamic) adalah pendekatan dengan mempelajari
   proses perubahan sepanjang waktu dan proses penyesuaian (adjustment).
Keseimbangan dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Keseimbangan Parsial (Partial Equilibrium). Analisa keseimbangan parsial
   mempelajari perilaku individu pada pasar barang tertentu.

2. Keseimbangan Umum (General Equlibrium). Analisa keseimbangan umum
   mempelajari perilaku semua individu pada pasar semua macam barang.
Menurut Soediyono, terdapat beberapa asumsi yang menjadi patokan dasar dari
berbagai teori ekonomi mikro, yaitu : ASUMSI UMUM dan ASUMSI
KHUSUS.

ASUMSI UMUM :
1. Asumsi Rasionalitas. Asumsi ini berlaku untuk semua teori ekonomi. Para
  pelaku ekonomi (rumah tangga, perusahaan dan pemerintah) diasumsikan
  bersifat rasional; biasanya disebut homo economicus atau economic man.
  Penggunaan asumsi ini pada teori konsumen terwujud dalam bentuk asumsi,
  bahkan rumah tanggak keluarga senantiasa berusaha untuk memaksimumkan
  kepuasan (utility maximazation assumption).
   Sebaliknya, teori rumah tangga perusahaan berasumsi yang sama bahwa rumah
   tangga perusahaan senantiasa berusaha untuk memperoleh keuntungan sebesar-
   besarnya (profit maximization assumption).
2. Asumsi Ceteris Paribus (Other Things Being Equal). Asumsi ini
   menyatakan bahwa yang mengalami perubahan hanyalah variabel yang secara
   eksplisit dinyatakan berubah, sedangkan variabel-variabel lainnya yang tidak
   disebutkan tidak mengalami perubahan, sepanjang dalam model analisa tidak
   diasumsikan sebagai variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain harus
   dianggap tidak berubah.
3. Asumsi Penyederhanaan. Walaupun abstraksi sudah banyak mengurangi
   kompleksnya permasalahan, agar supaya permasalahannya lebih mudah
   dianalisa dan dipahami, maka diperlukan penyederhanaan. Misalnya, kombinasi
   konsumsi suatu barang agar memperoleh kepuasan yang sama. Yang dilakukan
   oleh konsumen adalah mengkombinasikan hanya dua barang.
ASUMSI KHUSUS :
1. Asumsi Ekuilibrium Parsial, yaitu : mengasumsikan tidakadanya hubungan
   timbal balik antara perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh pelaku ekonomi
   dengan perekonomian di mana pelaku ekonomi tersebut berada. Misalnya,
   sebagai akibat dari cita rasa, para konsumen tiba-tiba mengurangi pengeluaran
   konsumsinya. Kalau tidak digunakan asas ekuilibrium parsial, maka dalam
   pembuatan analisa kita harus memperhitungkan pengaruh penurunan
   pengeluaran konsumsi tersebut pada pendapatan nasional, yang pada gilirannya
   akan berpengaruh juga terhadap pola pengeluaran para konsumen tersebut.
  Dengan menggunakan asumsi ekuilibrium parsial, kemungkinan adanya unsur
  pemantulan semacam ini tidak kita perhatikan.

2. Tidak adanya hambatan atas proses penyesuaian. Hambatan yang
   dimaksudkan berupa faktor psikologis, sosiologis, politik dan sebagainya.
   Misalnya : dengan kenaikan harga harga, ada kemungkinan kita enggan untuk
   melakukannya. Kenyataan seperti ini diasumsikan tidak ada dalam studi
   ekonomi mikro. Diasumsikan keadaan ekonomi akan mengikuti secara alamiah
   kenaikan harga tersebut. Di sini, hambatan psikologis diabaikan.
Di dalam Ekonomi Islam (Syariah), terdapat beberapa asumsi , antara lain :

1. Sifat manusia mementingkan diri sendiri dan orang lain. Islam
   menganjurkan sifat individu berkembang seluas-luasnya, namun individualisme
   tersebut memiliki keharusan (kewajiban) untuk mementingkan orang lain. Jadi,
   ada batas-batas yang harus dipenuhi dalam mengontrol / mengendalikan
   egoisme manusia. Kalau di luar ajaran Islam, manusia cenderung
   mementingkan diri sendiri.
2. Materialisme. Menurut Islam, manusia dianjurkan bekerja keras untuk
   memperoleh materi sebanyak-banyaknya, tetapi harus diimbangni pembinaan
   moral dan spiritual secara seimbang (balance); moral dan spiritual yang dicapai
   dengan keras dan ukhrowi bertujuan untuk mencari keridhaan Allah SAW.
   Namun, bagi kapitalis, materi adalah nomor satu.

3. Kepemilikan (Private). Bagi kapitalis, hak milik tidak bisa diambil oleh orang
    lain, bahkan mutlak milik pribadi. Sedangkan, dalam Islam, hak milik ada
   sebagian milik orang lain atau milik Allah.
4. Universalisme Islam mengajarkan bahwa kerja sama antar negara diperlukan
   dan saling menentukan dan menguntungkan pada kesepakatan (agreement) yang
   jelas. Seringkali universalisme dalam Islam dikemas sebagai tali silaturahmi,
   persaudaraan, informasi dan sebagainya.
Model adalah penyederhanaan keadaan empiris (nyata), biasanya dalam bentuk
matematis, yang terdiri dari sejumlah asumsi yang dihubungkan secara logis, yang
dianggap memiliki kebenaran absolut untuk menerangkan atau meramalkan suatu
peristiwa (fenomena) ekonomi).

Pada umumnya, kesimpulan yang diambil berdasarkan suatu model dilakukan
dengan 2 cara, yaitu : metode deduktif dan metode induktif.
1. Metode Deduktif adalah metode pengambilan kesimpulan untuk hal-hal
   yang khusus berdasarkan kesimpulan yang bersifat umum.

2. Metode Induktif adalah metode pengambilan kesimpulan untuk hal-hal
   yang umum berdasarkan kesimpulan yang bersifat khusus.
ILMU EKONOMI MIKRO

1. Ekonomi Mikro / Mikroekonomi adalah kajian mengenai unit ekonomi yang
   lebih kecil seperti individu dan perusahaan (firma). Fokus kajian mikroekonomi
   adalah bagaimana pelaku ekonomi seperti individu, perusahaan, rumah tangga
   dan produsen membuat keputusan yang bersifat ekonomis (economic decision)
   untuk mencapai tujuannya masing-masing.
2. Aspek analisa ekonomi mikro atau mikroekonomi meliputi :

Interaksi di Pasar Barang.
Dari pandangan ekonomi mikro, perekonomian merupakan penggabungan dari
berbagai jenis barang. Pasar dalam pengertian ekonomi tidak berwujud secara
fisik; pasar merupakan pertemuan antara permintaan (demand) dan penawaran
(supply) untuk mempertemukan penjual dan pembeli suatu barang melalui
interaksi di mana akan terjadi penentuan atau titik temu antara tingkat harga suatu
barang dan jumlah barang yang diperjualbelikan.
Perilaku Pembeli dan Penjual.

Ada 2 asumsi sebagai titik tolak ekonomi mikro dalam analisa teori ekonomi
mikro. Pertama, para pembeli dan penjual kegiatan ekonomi mereka secara
rasional. Kedua, para pembeli berusaha memaksimumkan kepuasan yang
mungkin dinikmatinya, sedangkan penjual berusaha memaksimumkan
keuntungan yang akan diperolehnya dari berbagai kendala yang dimilikinya.
Berdasarkan asumsi-asumsi tersebtu, teori ekonomi mikro menunjukkan :
a. Bagaimana seorang pembeli atau konsumen menggunakan sejumlah pendapatan
   untuk membeli berbagai jenis barang yang dibutuhkannya.
b. Bagaimana seorang pe njual atau produsen menentukan tingkat produksi yang
   akan dilakukannya.

Interaksi di Pasar Faktor Produksi.
Dalam perekonomia, individu-individu adalah pemilik faktor-faktor produksi,
yang meliputi :
Tenaga kerja (labour) yang upah atau gaji (wages / salary); modal (capital) yang
diberikan bunga / bagi hasil (interest / profit sharing) dan dividen (dividend);
tanah (land) yang diberikan sewa (rent); dan kewirausahaan (entrepreneurship)
yang diberikan laba / keuntungan (profit).

ILMU EKONOMI MAKRO

1. Ekonomi makro atau makroekonomi adalah suatu kajian secara keseluruhan
   mengenai kegiatan atau aktivitas ekonomi suatu negara dan sektor-sektor
   ekonomi utama.
2. Fokus analisa makroekonomi adalah ekonomi secara keseluruhan, seperti
   tingkat harga secara umum.
3. Fokus masalah adalah konsumsi dan investasi sebagai variabel utama dalam
   teori pendapatan nasional.
4. Ukuran pendapatan nasional dari suatu negara adalah satuan moneter (monetary
   unit), yang mana moneter melibatkan bank dan institusi / lembaga keuangan
    nasional.
ASPEK ANALISA EKONOMI MAKRO / MAKRO EKONOMI

Penentuan Tingkat Kegiatan Perekonomian Negara.
Teori ekonomi makro menganalisa mengenai sejauh mana suatu perekonomian
akan menghasilkan barang. Tingkat kegiatan ekonomi ini ditentukan oleh
pengeluaran agregat dalam perekonomian, yang meliputi : pengeluaran rumah
tangga atau konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, pengeluaran
pemerintah atau investasi serta ekspor dan impor .
Pengeluaran Agregat.
Masalah akan timbul apabila pengeluaran agregat tidak mencapai tingkat yang
ideal. Secara ideal, pengeluaran agregat mencapai tingkat yang diperlukan
untuk mewujudkan kesempatan kerja spenuh (full employment) tanpa
menimbulkan inflasi walaupun dalam pelaksanaannya tujuan ini sulit tercapai.

Mengatasi Pengangguran dan Inflasi.
Perekonomian tidak dapat secara otomotasi mengatasi masalah pengangguran
dan inflasi..
Tindakan pemerintah yang diperlukan untuk mengatasi kedua masalah tersebut
adalah melalui serangkaian kebijakan berupa kebijakan moneter dan kebijakan
fiskal.

Kebijakan Fiskal adalah langkah-langkah pemerintah dalam mempengaruhi
jumlah uang yang beredar (money supply) dalam perekonomian dengan
tujuan untuk mengatasi masalah atau persoalan perekonomian yang
dihadapi.
Kebijakan Fiskal adalah langkah-langkah pemerintah dalam mengubah struktur
dan jumlah pajak pengeluarannya dengan maksud dan tujuan untuk mempengaruhi
tingkat kegiatan perekonomian.
Barang adalah benda-benda yang berwujud yang digunakan masyarakat untuk
memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan barang lainyang akan
memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jasa adalah benda-benda yang tidak berwujud, tetapi dapat memberikan kepuasan
dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

BARANG EKONOMI DAN BARANG BEBAS
Barang Ekonomi adalah barang yang mempunyai kegunaan dan sifatnya langka,
yaitu jumlah yang tersedia lebih besar dibandingkan jumlah yang dibutuhkan
masyarakat.
Barang Bebas adalah barang yang tersedia dalam jumlah yang melimpah (tidak
langka) dan untuk memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan.

BARANG AKHIR, BARANG MODAL DAN BARANG ANTARA

Barang Akhir (Final Goods) adalah barang yang dihasilkan oleh berbagai
kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Barang akhir dapat dibedakan ke dalam 2 golongan, yaitu : barang tahan lama
(durable goods) dan barang tidak tahan lama (non-durable goods).
Barang Modal (Capital Goods) adalah sebagian barang yang dihasilkan bukan
untuk memenuhi langsung kebutuhan konsumen, melainkan digunakan untuk
menghasilkan barang-barang lain.

Barang Antara (Intermediate Goods) adalah barang-barang yang belum menjadi
barang akhir dan masih akan diproses lagi sebelum dapat digunakan oleh
konsumen.
Setiap barang memiliki kegunaan (utility). Kegunaan (Utility) dari barang
tersebut meliputi : form utility (berguna karena bentuknya), time utility
(berguna karena waktunya), place utility (berguna karena tempatnya), own
utility (berguna karena pemilikannya) dan element utility (berguna karena
unsurnya).

1. Form Utility (Berguna karena Bentuknya).
   Yang dimaksud dengan form utility adalah bahwa barang itu menjadi berguna
   bagi manusia sebab bentuknya memenuhi syarat, atau sesuatu benda menjadi
   berguna bagi manusia setelah bentuknya diubah untuk disesuaikan dengan
   keadaan.
 Contohnya adalah pohon bambu berguna untuk pembuatan jembatan atau tiang
 rumah sebab bentuknya yang bulat memanjang.

2. Time Utility (Berguna karena Waktunya).
   Yang dimaksud dengan time utility adalah bahwa barang itu menjadi
   bermanfaat bagi manusia karena segera digunakan atau karena disimpan dahulu
   untuk nanti digunakan pada saat yang tepat. Contoh : payung yang hanya
   digunakan pada waktu teri matahari dan / atau pada waktu hujan.
3. Place Utility (Berguna karena Tempatnya).
   Yang dimaksud dengan place utility adalah bahwa barang menjadi bermanfaat
   bagi manusia karena tempatnya atau karena sudah dipindahkan tempatnya.
   Contohnya adalah palu dan godam tentu saja lebih bermanfaat kalau
   ditempatkan di bengkel-bengkel daripada apabila ditempatkan di perkantoran.

4. Own Utility (Berguna karena Pemilikannya).
   Yang dimaksud dengan own utility adalah bahwa barang itu menjadi lebih
   berguna bagi manusia karena barang tersebut dimiliki, dan tidak lagi (kurang)
   berguna jika tidak memiliki.
  Pada umumnya , barang-barang semacam ini adalah barang-barang yang
  mempunyai nilai subjektif yang tinggi untuk orang-orang tertentu. Misalnya,
  cincin kawin atau cincin warisan.

5. Element Utility (Berguna karena Unsurnya).
   Misalnya, tanah di Saudi Arabia mengandung emas hitam atau emas cair atau
   minyak bumi.
Yang dimaksud dengan kebutuhan adalah segala sesuati yang harus dipenuhi oleh
Setiap manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Secara garis besar, kebutuhan manusia dikelompokkan ke dalam 2 kelompok
besar, yaitu : kebutuhan fisik (badaniah atau jasmania) dan kebutuhan psikis
(kejiwaan atau rohaniah).
Pada umumnya, kebnutuhan manusia itu bertingkat-tingkat. Pada tingkat pertama,
primary needs atau kebutuhan primer – orang membutuhkan sandang (pakaian),
pangan (makanan) dan papan (tempat tinggal). Apabila kebutuhan primer ini
sudah tercapai, maka muncul di dalam pikiran manusia untuk memenuhi seconday
needs kebutuhan tingkat kedua yang merupakan kebutuhan akan barang-barang
perlu, antara lain berupa kebutuhan akan sepatu, sepeda, pendidikan dan
sebagainya. Jika keadaan memungkinkan (misalnya, bertambah kaya), muncul
keinginan untuk memenuhi kebutuhan tingkat ketiga (tertiary needs) yang berisi
kebutuhan akan barang mewah, kebutuhan tingkat keempat (quartiary needs) yang
berisi kebutuhan yang benar-benar mubadzir dan seterusnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi, terdapat 4 sektor yang saling berhubungan,
yaitu :
1. Masyarakat Konsumen.
2. Masyarakat Produsen.
3. Pemerintah.
4. Luar Negeri.

Dalam perekonomian subsisten, pelaku kegiatan ekonomi adalah masyarakat
konsumen dan masyarakat produsen. Kedua pelaku tersebut saling berhubungan
dalam memenuhi kebutuhannya.
A. MASYARAKAT KONSUMEN.

Masyarakat konsumen adalah pemilik faktor-faktor produksi (tanah, modal,
tenaga kerja dan entrepreneur). Mereka menjual faktor-faktor produksi dan
memperoleh pendapatan berupa sewa, bunga / bagi hasil, upah / gaji dan
keuntungan atas faktor-faktor produksi yang dimilikinya.
Dari berbagai sumber pendapatannya, mereka menggunakannya untuk membeli
keperluan rumah tangganya. Mereka membeli barang / jasa yang diproduksi oleh
perusahaan. Ini merupakan pengeluaran rumah tangga bagi masyarakat konsumen.
Dalam masyarakat konsumen, terdapat 2 aliran, yakni : aliran uang dan aliran
faktor-faktor produksi. Di satu sisi, aliran uang sebagai pendapatan bagi rumah
tangga konsumen.ats penjualan faktor-faktor produksi ke rumah tangga produsen.
Namun, di sisi lain juga merupakan pengeluaran atas barang / jasa yang dibeli
dari rumah tangga produsen. Aliran faktor produksi mengalir ke rumah tangga
produsen sebagai bahan baku dan aliran barang yang dijual dari rumah tangga
produsen.
B. MASYARAKAT PRODUSEN.

Masyarakat produsen adalah perusahaan yang memproduksi barang / jasa
hasil pengolahan dari faktor-faktor produksi. Mereka memproduksi barang /
jasa yang dibutuhkan masyarakat konsumen, sebagaimana yang disebut sebagai
produsaen atau perusahaan.
Dalam menjawab masalah ekonomi (what, how dan for whom barang yang
diproduksi), maka ia mesti didasarkan keuntungan masksimum. Pada prinsipnya,
pengusaha selalu membandingkan antara pendapatan dengan biaya yang
dikeluarkan sehingga diperoleh margin yang merupakan keuntungan dari padanya.
Prinsip dari penguasaha sendiri adalah menekan biaya serendah mungkin untuk
memperoleh keuntungan dalam jumlah tertentu atau sebaliknya untuk
memperoleh keuntungan maksimum dengan mengorbankan biaya dalam jumlah
tertentu.

Berdasarkan kepemilikannya, perusahaan terdiri dari dua jenis, yaitu :
perusahaan swasta dan perusahaan pemerintah. Perusahaan swasta adalah
perusahaan yang seluruh sumber daya yang ada di dalamnya dikelola
oleh masyarakat swasta. Sedangkan,.perusahaan pemerintah adalah perusahaan
yang seluruh sumber daya yang ada di dalamnya adalah milik pemerintah.
Hakikat perusahaan swasta dan pemerintah adalah sama dalam mencapai
tujuannya, yaitu untuk memperoleh keuntungan dari hasil produksinya.
        Fakt.Prod.: tanah, modal                    tenaga kerja, entrepreneur
  Pendapatan : sewa, bunga          Pasar Faktor        upah, keuntungan
                                     Produksi


        Masyarakat                                                 Masyarakat
        Konsumen                                                   Produsen




        Pengeluaran                Pasar Barang /             konsumen
                                        Jasa
Dari hubungan pada bagan tersebut, masyarakat konsumen menjual faktor-faktor
yang dimilikinya kepada masyarakat produsen / perusahaan, sehingga hasilnya
diperoleh sebagai pendapatan berupa sewa, bunga / bagi hasil, upah / gaji dan
keuntungan. Masyarakat produsen mengolah faktor produksi menjadi barang jadi
dan menjualnya kepada masyarakat konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.
Hasil penjualan barang / jasa kepada masyarakat konsumen merupakan
penerimaan bagi produsen / perusahaan. Hubungan kedua sektor ini mempunyai
dua aliran, yaitu : aliran faktor-faktor produksi dan barang, serta aliran uang.
Masyarakat konsumen menjual faktor-faktor produksi yang dimilikinya kepada
masyarakat produsen, yang merupakan aliran faktor-faktor produksi. Sebaliknya,
barang / jasa mengalir dari masyarakat produsen kepada masyarakat konsumen
yang merupakan aliran barang. Kemudian, aliran uang dari masyarakat produsen
kepada masyarakat konsumen sebagai imbalan dari faktor-faktor produksi dan
sebaliknya uang mengalir dari masyarakat konsumen kepada masyarakat produsen
atas penjualan barang / jasa. Jadi, hasil penjualan barang / jasa kepada masyarakat
konsumen merupakan penghasilan bagi produsen. Dan sebaliknya, pembelian
faktor-faktor produksi dari rumah tangga konsumen merupakan pengeluaran bagi
perusahaan. Hubungan tersebut merupakan aliran siklus kegiatan ekonomi
(circular flow for economic activities) dalam perekonomian subsisten.
C. PEMERINTAH.
Pada sistem ekonomi campuran, pemerintah ikut campur tangan dalam kegiatan
perekonomian. Dengan demikian, peranan campur tangan pemerintah dalam
menjawab masalah ekonomi, yakni sebagai pengawas dalam kegiatan ekonomi
yang dilaksanakan oleh masyarakat produsen dan konsumen. Dalam
pengawasannya, terdapat instansi-instansi yang digunakan pemerintah, misalnya
departemen, bank sentral, parlemenm angkatan bersenjata dan sebagainya. sesuai
dengan tugasnya, instansi-instansi tersebut bertugas untuk mengawasi kegiatan
ekonomi masyarakat. Kegiatan ini pada dasarnya bertujuan untuk tidak
memperoleh keuntungan. Dengan masuknya peranan pemerintah dalam sistem
perekonomian, maka sistem perekonomian menjadi sistem ekonomi tertutup.
Pada sistem ekonomi tertutup, belum ada ada peranan luar negeri dalam kegiatan
perekonomian. Suatu negara yang menganut sistem ekonomi tertutup, maka
kegiatan ekonomi sepenuhnya dilaksanakan dalam suatu negara tersebut di mana
faktor-faktor produksi dan barang / jasa yang dihasilkan, dikonsumsi sendiri oleh
masyarakatnya. Demikian juga, barang atau jasa yang diinginkan masyarakatnya
dipenuhi sendiri di dalam negeri.
Peranan pemerintah selain mengawasi kegiatan ekonomi, juga secara langsung
melaksanakan kegiatan ekonomi. Pemerintah juga mendirikan perusaahaan-
perusahaan yang tujuannya membantu masyarakat swasta dalam memenuhi
kebutuhan masyarakat lainnya. Dalam kaitannya, campur tangan pemerintah
sebagai pengawas dan pengelola usaha, pemerintah juga adalah pembeli faktor-
faktor produksi dari masyarakat konsumen dan barang /jasa dari produsen
Hal ini berarti bahwa sebagai faktor-faktor produksi dan barang / jasa yang
diproduksi perusahaan mengalir ke sektor pemerintah sebagai kegiatan
pengawasan atau untuk keperluan usahanya. Oleh sebab itu, dari sektor
pemerintah akan mengalir dana ke luar yang merupakan pengeluaran pemerintah
(government expenditure).

Selain itu, yang merupakan pengeluaran pemerintah adalah adanya subsidi yang
diberikan kepada masyarakat. Subsidi merupakan bantuan bagi masyarakat dalam
melangsungkan hidupnya. Subsidi dapat berupa bantuan kepada perusahaan agar
dapat memproduksi barang / jasa dengan harga rendah dan subsidi secara langsung
kepada masyarakat.
Contoh dari subsidi adalah beasiswa untuk masyarakat yang kurang mampu,
Jaringan Pengaman Sosial (JPS), bantuan kepada korban bencana alam dan dana
pensiun.

Faktor-faktor produksi dan barang / jasa diproses atau diproduksi oleh pemerintah
dan disalurkan kembali kepada masyarakat konsumen dan perusahaan untuk
keperluan hidup dan usahanya tersebut, sehingga pemerintah memperoleh
pendapatan dari usahanya tersebut. Pendapatan dari hasil usaha pemerintah
merupakan salah satu sumber penerimaan pemerintah. Selain itu, pendapatan
murni pemerintah juga dapat diperoleh dari sektor pajak. Pajak dikenakana pada
Masyarakat konsumen dan perusahaan.
Secara umum, pajak digolongkan menjadi dua, yakni pajak langsung dan
pajak tidak langsung. Pajak langsung adalah pajang yang secara langsung
dikenakan kepada masyarakat yang memperoleh keuntungan dari kegiatan
ekonomi, seperti pajak perseorangan dan pajak perusahaan. Sedangkan, pajak
tidak langsung adalah pajak yang dikenakan kepada masyarakat secara tidak
langsung, seperti pajak penjualan dan pajak impor / ekspor.
Fakt. Prod : tanah, modal ,                                tenaga kerja, entrepreneur

                                            PASAR FAKTOR
Pendapatan : sewa, bunga,                                       upah, keuntungan
                                              PRODUKSI

                                   Fak, Prod.       Pengeluaran Pemerintah

                        Subsidi                               Subsidi
    MASYARAKAT          Pajak               PEMERINTAH       Pajak           MASYARAKAT
    KONSUMEN                      Barang/jasa   Penerimaan                    PRODUSEN
                                                      Pemerintah

                  Penerimaan                                      Produsen
             Barang dan                    PASAR FAKTOR               Jasa
                                           BARANG / JASA
D. LUAR NEGERI.
Dengan masuknya sektor luar negeri, maka sistem perkonomian berubah menjadi
sistem perekonomian terbuka. Pada sistem ekonomi terbuka, terlihat bahwa
adanya peranan luar negeri dalam kegiatan perekonomian suatu negara. Masuknya
sektor luar negeri menimbulkan adanya perdagangan internasional. Dengan
demikian, maka semakin lengkaplah kegiatan perekonomian suatu negara. Dalam
kegiatan perdagangan internasional, terlihat adanya kegiatan ekspor dan impor
yang memperngaruhi kegiatan perekonomian suatu negara. Keseimbangan neraca
perdagangan akan dicapai apabila jumlah ekspor sama dengan jumlah impor. Akan
tetapi, apabila ekspor lebih besar daripada impor, maka akan terjadi surplus neraca
perdagangan; dan apabila ekspor lebih kecil daripada impor, maka akan terjadi
defisit neraca perdagangan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:4553
posted:5/2/2011
language:Indonesian
pages:99