Docstoc

Kutu buku

Document Sample
Kutu buku Powered By Docstoc
					Kutu buku


Kutu buku berbeda dengan seseorang yang senang membaca novel / komic. cakupannya lebih
mendalam dari orang yang senang membaca kedua jenis bacaan tersebut. Membaca novel dan komuk
basanya hanya untuk menghibur diri atau hanya sekedar mengisi waktu luang. Lain halnya dengan kutu
buku yang sering menelaah buku apa saja dan dimana saja . mungkin juga, istilah kutu buku menjadi
kiasan melalui ejekan . entahlah . orang yang gila baca buku sepertinya dianggap makhluk kecil yang
eidak bias terbang kemana pun selain menjelajahi lautan pustaka. timbulah citra manusia kurus kering
berkacamata seperi tokoh sanaji dalam sebuah sinetron yang pernah ditayangkan TVRI puluhan tahun
lalu. Namun peran sosok-sosok yang sering tak dianggap dan kegiatan membaca itu sendiri , justru
dianggap sangat penting dalam sejarah peradaban. Stephen roger fischer penulis sejarah, bahkan
menjuluki para pembaca buku sebagai saksi abadi (immortal witness) kegiatan membaca
memungkinkan individu memiliki kedaulatan peobadi atas ruang dan waktu ( Personal command over
space and time ). Pada gilirannya turur memelihara kelangsungan peradaban. “ seluruh bangsa dan
kebudayaan yang dikenal dalam sejarah bisa bertahan hanya melalui kegiaran membaca, dalam arti
tiada kentinya berpartisipasi di atas panggung kehidupan manusia sebagaimana yang terwajud dalam
kejayaan dan perjuangan dari masa silam kita bersama ,” tulis Stephen roger fisbher dalam bekunya
yang memukau, a history of reading ( reaction book, 2003)

Karena keberadaannya begitu penting kalau begitu penting kalau pun kita ingin menasbihkan para
maniak buku dengan kitu, rupanya bukan kutu yang menggangu . apalagi merusak lembaran kehidupan
manusia. Justru sebaliknya , kutu yang satu ini suka memelijara serta membangunbahasa dan
kebudayaan suatu peradaban. Satu-satunya hal yang bias mensejajarkan si gula baca dengan sang kutu,
adalah kenyaraan bahwa keduanya begitu melekat pada buku. Itu saja sebenarnya . dalam hal ini, kutu
buku juga agak berveda dari bibilofil mencintai buku tapi mungkin begitu keranjingan buku sehingga bias
jadi tak cukup cermat menelaah isinya.

Itulah sebabnya, barang kali penysun KBBI menekankan sifat senang membaca dan menelaah buku
untuk mendefinisikan kutu buku, Kesenangan atau kegiatan demikian , tentu saja menyiratkan
kesungguhan. Apalagi untuk menghasilkan telaah yang baik atas buku, jelas dibutuhkan kesaggupan
untuk membaca dari dekat , seperti ahli fiologi mereka mengakrabi manuskrip tua , misalnya,
melaksanakan kegiatan membaca dengan mencermati kode, bahkan menterjemahkan kedalam bahasa
yang mutakhir. Dengan kata lain , para ahli fiologgi tahi apa artinya membaca dari dekat , dan sanggup
menjalankannya. Akan tetapi justru kesanggupan demikian yang masih langka disekitar kita. Orang yang
membaca dari dekat belum sebanyak orang sanggup mengoleksi atau mengutip isi buku saja. Malah ada
kalanya segelintir penelaah buku sepertinya benar-benar dianggap kutu tatkala cukup banyak orang
risau oleh bayangan tentang kerusakan dan gangguan pemukirannya uang berlebihan. Walai si kutu
buku ini juga memang censerung menarik diri dari lingkungan sosialnya . tapi ridak berarti dia selalu
kuper karena asyik dengan dinia sendiri atau sibuk dengan buku setiap waktu.
Para kutu buku ini pada umumnya memiliki aspic intelektual yamg lebih baik dari pada teman-
temannya. Katena mereka mendapat ilmu dari bacaan atau informasi baru dari sebuah buku. Kadang-
kadang si kutu buku ini memamg cenderung menjauhkan diri . bukan karena individualis tapi karena
ingin mendapatkan ketenangan untuk membaca buku. Sehingga sebagian dari mereka tidak memiliki
teman . berteman dengan kutu buku sebenarnya asyik karena kita dapat menamvah wawasan
intelektual dari referensi buku yang pernah dia baca.

 Nah begitupun si kutu buku sebaiknya tidak terlalu menenggelamkan dirinya pada dunianya sendiri .
lihatlah lingkungan sekitar . kita adalah makhluk allah yang saling membutuhkan satu sama lain, setiap
diri dari kita juga peril saling tukar pikiran dan saling melengkapi. Misalnya denga menerima saran dan
masukan dari orang diluar kita. Akhirnya semua pihak dapat saling diuntungkan.

Positif negatif si kutu buku
Para kutu buku ini di ibaratkan sebongkah emas yang sangat berharga sikapnya yang lebih
senang diam , bias menjadi tempat cuhar meminta pendapat ketika ingin mengambil
keputusan. Mereka juga di sejajgi sebagai tempat bertanya . pasalnya pengetahuan si kutu buku
amat luas di bandingkan denga anak-anak gaul yang hanya mementingkan penampilan diti.
Maka tidak heran merekan mendapat hasi yang sangat tidak memuaskan saat mengikuti ujian-
ujian penting, dan sebaliknya kutu buku hasilnya akan membanggakan.

Tak jarang kutu buku juga sering di salah gunakan pihak yang ingin selalu enaknya saja untuk
mendapatkan apa yang mereka inginkan. Misalnyua menjadi sumber atau bahan contekan pada
saat ujianatau selali menjadi ketua kelompok pada saat ada tugas kelompok. Mereka yang
memiliki kemauan untuk maju akan berfikir untuk lebih baik mengajak kutu buku membuat
kelompok belajar sebelum menghadapi ujian, kutu buku yang tadinya memiliki banyak teman
akan menjadi idola kemudian akan mempunyai banyak teman katena berbaur denga komonitas
yang lain.

Indonesia pernah hidup dalam suatu masa ketika kegiatan membaca di anggap berbahaya.
Sejumlah buku di berangus dan sejumlah penulis dicemooh. Situasi seperti ini tidak mustakhil
terjadi lagi sewaktu- waktu apabila membaca disishkan dati kebudayaan dan tradisi umum.
Temaja seperti kita harus sering untuk membaca buku untuk mengispirasi hidpmu. Selahi masih
ada waktu, terushlah membaca! Dan tetap menjadi kutu buku gaul.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:28
posted:5/1/2011
language:Malay
pages:2
didi roesmana didi roesmana gakpunya asa4ever.co.cc
About no hope no hope any more