Docstoc

Hubungan antara Filsafat Ilmu dan Pariwisata

Document Sample
Hubungan antara Filsafat Ilmu dan Pariwisata Powered By Docstoc
					                              PENDAHULUAN



   A. HAKIKAT PENGETAHUAN FILSAFAT

       Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring

perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti :

”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis;

“philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan

“falsafah” dalam bahasa Arab.


       Hatta mengatakan bahwa pengertian filsafat lebih baik tidak dibicarakan

lebih dulu; nanti bila orang telah banyak mempelajari filsafat orang itu akan

mengerti dengan sendirinya apa filsafat itu (Hatta, Alam Pikiran Yunani, 1966,

1;3) langeveld juga berpendapat seperti itu. Katanya, setelah orang berfislafat

sendiri, barulah ia maklum apa filsafat itu makin dalam ia berfilsafat akan

semakin mengerti ia apa filsafat itu (Langeveld, Menudju ke pemikiran filsafat,

1961:9)


       Pendapat hatta dan lageveld itu benar, tetapi apa salahnya mencoba

menjelaskan pengertian filsafat dalam bentuk suatu uraian. Dari uarian itu

diharapkan pembaca mengetahui apa filsaft itu, sekalipun belum lengkap. Dan

dari situ akan dapat ditangkap apa itu pengetahuan filsafat




                                                                             1
        Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang

merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga

diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan

segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan

menyeluruh dengan segala hubungan.


Ciri-ciri berfikir filosofi :


    a. Berfikir dengan menggunakan disiplin berpikir yang tinggi.

    b. Berfikir secara sistematis.

    c. Menyusun suatu skema konsepsi, dan Menyeluruh.

    d. Radikal; sampai ke akar persoalan

    e. Kritis; tanggap terhadap persoalan yg berkembang

    f. Rasional; sejauh dapat dijangkau akal manusia

    g. Reflektif; mencerminkan pengalaman pribadi.

    h. Konseptual; hasil konstruksi pemikiran

    i. Koheren; runtut, berurutan.

    j. Konsisten; berpikir lurus/tdk berlawanan..

    k. Metodis; ada cara untuk memperoleh kebenaran.

    l. Komprehensif; menyeluruh

    m. Bebas & bertanggungjawab


    Secara etimologis Filsafat berasal dari kata Philein = mencintai, sophos =

kearifan/kebjiksanaan, jadi dalam arti yang sederhana filsafat merupakan usaha

untuk mencintai kearifan.



                                                                             2
   Dari sumber lain dijelaskan bahwa istilah filsafat berasal dari bahasa Arab,

yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien : cinta dan

sophia: kebijaksanaan. Jadi bisa dipahami bahwa filsafat berarti cinta

kebijaksanaan. Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan, pecinta

kebijaksanaan dalam arti hakikat.


   Berdasarkan terminologis filsafat mengandung beberapa esensi pentng, yaitu:


       1. Suatu sikap

       2. Metode berpikir

       3. Kelompok masalah

       4. Kelompok teori

       5. Analisis kritis bahasa dan pengertian

       6. Pemahaman yang komprehensi


       Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam. Para filsuf

merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran

kefilsafatan yang dimilikinya. Seorang Plato mengatakan bahwa : Filsafat adalah

pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.

Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau filsafat adalah ilmu

(pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu

metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Lain halnya

dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan)

tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya.




                                                                                 3
         Berikut ini disajikan beberapa pengertian Filsafat menurut beberapa para

ahli :


         Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala

yang ada.


         Aristoteles (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki

sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali.

Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.


         Cicero (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the

mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni

kehidupan.)


         Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai Wissenschaftslehre

(ilmu dari ilmu-ilmu, yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu

membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan

seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.


         Paul Nartorp (1854 – 1924 ) : filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar

hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar

akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .


         Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan

manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh, yakni secara kritis

sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan




                                                                                  4
menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran

yang sejati


          Dari semua pengertian filsafat secara terminologis di atas, dapat

ditegaskan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan

memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, serta

radikal sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut.


Empat persoalan yang ingin dipecahkan oleh filsafat ialah:


   1. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu?

          Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika

   2. Apakah yang dapat saya ketahui?

          Permasalahan ini dikupas oleh Epistemologi.

   3. Apakah manusia itu?

          Masalah ini dibahas olen Atropologi Filsafat.


Beberapa ajaran filsafat yang telah mengisi dan tersimpan dalam khasanah ilmu

adalah:


         Materialisme, yang berpendapat bahwa kenyatan yang sebenarnya adalah

          alam semesta badaniah. Aliran ini tidak mengakui adanya kenyataan

          spiritual. Aliran materialisme memiliki dua variasi yaitu materialisme

          dialektik dan materialisme humanistis.




                                                                              5
          Idealisme yang berpendapat bahwa hakikat kenyataan dunia adalah ide

           yang sifatnya rohani atau intelegesi. Variasi aliran ini adalah idealisme

           subjektif dan idealisme objektif.

          Realisme. Aliran ini berpendapat bahwa dunia batin/rohani dan dunia

           materi murupakan hakitat yang asli dan abadi.

          Pragmatisme merupakan aliran paham dalam filsafat yang tidak bersikap

           mutlak (absolut) tidak doktriner tetapi relatif tergantung kepada

           kemampuan minusia.


Manfaat filsafat dalam kehidupan adalah :


          Sebagai dasar dalam bertindak.

          Sebagai dasar dalam mengambil keputusan.

          Untuk mengurangi salah paham dan konflik.

          Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah.


       Poedjawijatna (pembimbing kea lam filsafat, 1974:11) mendefinsikan filsafat

sebagai sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-

dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan akal pikiran belaka. Hasbullah Bakry

(sistematik filsafat, 1971:11) mengatakan bahwa fisafat sejenis pengetahun yang

meneyleidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenaui ketuhanan, alam

semesta dan manusia, sehingga dapat mengahsilkan pengatahuan tentang

bagaimana hakikatnya sejauh yang itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan

itu.




                                                                                  6
       Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang

merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga

diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan

segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan

menyeluruh dengan segala hubungan.



   Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang

merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga

diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan

segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan

menyeluruh dengan segala hubungan.




   Definisi poedjawijatna dan hasbullah bakry menjelaskan satu hal yang penting

yaitu bahwa filsafat itu pengetahuan yang diperoleh dari berpikir. Sperti yang

sudah dijelaskan, memang cirri khas filsafat ialah ia diperoleh dengan berpikir dan

hasilnya berupa pemikiran (yang logis tetapi tidak empiris)


       Apa yang diingatkan oleh Hatta dan Langeveld memang ada benarnya.

Kita sebenarnya tidak cukup hanya dengan mengatakan filsafat ialah hasil

pemikiran yang tidak empiris, karena pernyataa itu memang belum lengkap.

Bertnard russel menyatkaan bahwa filsafat adalah the attempt to answer ultimate

questions critically (Joe Park, selected Reading in the Philosofhy of education,

1960) mendefinsikan filsafat sebagai pemikiran          teoritis tentang susunan

kenyataan sebagai keseluruhan William James (encyclopedia of philosophy, name


                                                                                 7
for question which have not been ansered to the satisficationn of all that have

asked them. Namun, dengan mengatakan bahwa filsafat ialah hasil peikiran yang

hanay logis, kita telah menyebutkaninti sari filsafat. Sehingga dapat kita tarik

intisarinya bahwa pengetahuan filsafat ialahpengetahuan yanglogis dan tidak

empiris.


   B. STRUKTUR FILSAFAT

       Hasil berpikir tentang yang ada danmungkin ada itu tadi telah terkumpul

banyak sekali, dalam buku tebal maupun tipis. Setelah disusun secara sistematis,

itulah yang disebut sistematika filsafat. Filsafat terdiri atas tiga cabang besar yaitu,

ontology, epistemology dan aksiologi. Ketiga cabang itu sebenarnya merupakan

satu kesatuan:


      Ontology, membicarakan hakikat (segala sesuatu); ini berupa pengetahuan

       tentang hakikat segala sesuatu;

      Epistemology cara memperoleh pengetahun itu;

      Aksiologi membicarakan guna pengetahuan itu.




                                                                                      8
       Ontology mencakupi banyak sekali filsafat, mungkin semua filsafat masuk

di sini, misalnyalgoika, metafisika, filsafat pendidikan, filsafat hokum dan lain-

lain. Epistemology hanya mencakup satu bidang saja yang disebut epistemology

yang membicarakan cara memeproleh pengetahuan filsafat. Ini berlaku bagi setiap

cabang filsafat. Sedangkan aksiologi hanya mencakup satu cabang filsafat yaitu

aksiologi yang mebmcarakan gunan pengetahuan filsafat. Ini pun berlaku bagi

semua cabang filsafat. Inilah kerakngka struktur filsafat


       1. Ontology filsafat

       Ontology filsafat membicarkan hakika filsafat, yaitu apa pengetahun

fillsafat itu sebenarnya. Struktur filsafat dibahas juga disini, yang dimaksud

struktur di sini ialah cabang-cabang filsafat serta isi (yaitu teori) dalam setiap

cabang itu. Yang dibicarakan di sini hanyalah cabang-cabang saja. Itu pun hanya

sebagian.



       2. Epistemology filsafat

       Epistemology filsafat membicarakan tiga hal, yaitu objek filsafat ( yaitu

yang dipikirkan), cara memeproleh pengetahuan filsafat danu kuran kebenaran

(pengetahuan filsafat)

   a) Objek filsafat

       Tujuan berfilsafat ialah menemukan kebenaran yang sebenarnya, yang

terdalam. Jika hasil pemikiran itu disusun, maka susunan itulah yang kita sebut

sistematika filsafat. Sistemataikan atau struktur filsafat dalam garis besar terdiri

ata ontology, epistemologi dan aksiologi. Isi setiap cabang filsafat ditentukan oleh



                                                                                  9
objek apa yagn diteliti (dipikirkan)-nya. Jika ia memikirkan pendidikan maka

jadilah filsafat pendidikan. Jika yang dipikirkannnya hukum maka hasilnya

tentulah filsafat hukum dan seterusnya. Seberapa luas yang mungkin dapat

dipikrikan/ luas sekali. Yaitu semua yang ada dan mungkin ada. Inilah objek

filsafat.

    b) Cara memperoleh pengetahuan filsafat

Pertama-tama filosof harus membicarakan cara mereka memperoleh pengetahuan

filsafat. Yang menyebabkan kita hormat kepada para filosof antara lain ialah

karena ketelitian mereka sebelum mencari pengetahun mereka membicarakan

lebih dulu/mempertanggungjawabkan cara memperoleh pengetahuan tersebut.

sifat itu sering kurang di pedulikan oleh kebanyakan orang. Pada umumnya orang

mementingkan apa yang diperoleh atau diketahui, bukan cara memperoleh atau

mengetahuinya ini gegabah, para filosof bukan orang yang gegabah.

        Berfilsafat ialah berpikir. Berpikir itu tentu menggunakan akal.menjadi

persoalan, apa sebearnya akal itu? John locke (sidi gazalba, sistematikan fisafat,

II, 1973;111) mempersoalkan hal ini. Ia melihat, pada zamannya akal telah

digunakan secara terlalu bebas, telah digunakan sampai diluar batas kemampuan

akal. Hasilnya ialah kekecauan pemikiran pada masa itu

        Bagaimana manusia memperoleh pengetahun filsafat? Dengan berpikir

secara mendalam, tentang sesuatu yang abstrak. Mungkin juga objek

pemikirannya sesuatu yang konkret, tetapi yang hendak diketahuinya ialah bagian

“dibelakang” objek konkret itu, dus abstrak juga.




                                                                               10
          Secara mendalam maksudnya ia hendak mengetahui bagian yang abstrak

   sesuatu itu, ia ingin mengetahui sedalam-dalamnya. Kapan pengetahuannya itu

   dikatakan mendalam? Dikatakan mendalam tatkala ia suda berhenti samapi tanda

   Tanya. Dia tidak dapat maju lagi, si situlah orang berhenti, dan ia telah mengetaui

   sesuatu itu secara mendalam jadi jelas mendalam bagi seseorang belum tentu

   mendalam bagi orang lain.

      c) Ukuran kebenaran pengetahuan filsafat

          Kebenaran teori filsafat ditentukan logis tidaknya teori itu. Ukuran logis

   tidaknya tersebut akan terlihat pada argument yang menghasilkan kesimpulan

   (teori) itu. Fungsi argument dalam filsafat sangatlah penting, sama dengan fungsi

   data pada pengetahun sain argument itu menjadi kesatuan dengan konklusi,

   konklusi itulah yang disebut teori filsafat. bobot teori filsafat justru terletak pada

   kekuatan argument, buakan pada kehebatan konklusi. Karena argument itu

   menjadi satu kesatuan dengan konklusi, maka boleh juga diterima pendapatan

   mengatakan bahwa fislafat itu argument. Kebenaran konklusi ditentukan 100%

   oleh argumennya.



3. Aksiologi Pengetahuan Filsafat

          Di sini diuraikan dua hal, pertama keguanan filsafat dan kedua cara filsafat

   menyelesaikan masalah

      1. Kegunaan pengetahuan filsafat

   Untuk mengetahui kegunaan filsafat, kita dapat memulainya dengan melihat

   fislafat sebagai tiga hal, pertama filsafat sebagai kumpulan teori filsafat, keuda



                                                                                      11
filsafat sebagai metode pemecahan masalah, ketiga, filsafat sebagai pandangan

hidup (philosophy of life)

       Mengetahui teori-teori filsafat amat perlu karena dunia dibentuk oleh teroi-

teori itu. Jika anda tidak senang pada komunisme maka anda harus mengetahui

Marxisme, karena teori filsafat untuk komunisme itu ada dalam marxisme, yang

amat penting juga ialah filsafat sebagai methodology, yaitu cara memecahkan

masalah yang dihadapi.di sini filsafat digunakan sebagai satu cara atau model

pemecahan masalah secara mendalam dan universal. Filsafat selalu mencari sebab

terakhir dan dari sudut pandang seluas-luasnya.

       Filsafat sebagai pandangan hidup tentu perlu juga diketahuim mengapa-

misalnya- salah seorang presiden Amerika (Bill Clinton, 1998), telah mengaku

berzina, danmasayraknya tetap bayak yang memberikan dukungan? Mungkinkah

hal seperti itu untuk Indonesia? Presiden Indonesia yang mengaku berzina pasti

akan dicopot oleh masyarkat Indonesia. Mengapa berbeda? Karena masyarakat

indonseia berbeda pandangan hidupnya dengan masyarakat amerika.



   2. Cara fIlsafat menyelesaikan masalah

   Dikatakan bahwa filsafat sebagai methodology, maksudnya sebagai metode

dalam mengahdapi dan menyelesaikan masalah bahkan sebagai metode dalam

memandang dunia (world view).

       Dalam hidup kita, kita menghadapi banyak masalah. Masalah artinya

kesulitan. Kehidupan akan dijalani lebih enak bila masalah itu terselesaikan. Ada




                                                                                12
banya cara dalam menyelsaikan masalah, mulai dari yang amat sederhana sampai

yang rumit.

       Sesuai dengan sifatnya, filsafat meenyelesaikan masalah secara mendalam

dan universal. Penyelesaian filsafat bersifat mendalam, artinya ia ingin mencari

asal masalah. universal, artinya filsafat ingin masalah itu dilihat dalam hubungan

seluas-luasnnya agar nantinya penyelesaian itu cepat dan berakibat seluas

mungkin.


C. PARIWISATA


       Pariwisata sudah berkembang di seluruh dunia selama abad yang terakhir,

selama waktu ini pariwista dipandang sebagai fenomena missal (mass

Phenomenon). Oleh itu pariwistamenjadi fonomena social yang menghasilkan

beberapa proses ekonomis dan social. Pariwisata melibatkan jutaaan orang di

berbagai Negara baik sebagai konsumen maupun sebagai produsen.


       Kontribusi sector pariwisata dalam pembangunan         nasional Indonesia

sudah tidak diragukan lagi. Bahkan untuk mengawai PJPT II ini dalam Tap MPR

No. II thn 1993 tentang GBHN mengatakan sebagai berikut. Pembangunan

kepariwistaan diarahkan pada peningkatan pariwista menjadi sektor andalan yang

mampu menggalakkan kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan sektor lain yang

terkait, sehingga lapangan kerja pendapatan masyarakat, pendapatan daerah dan

pendapatan Negara, serta penerimaan devisa meningkat melalui upaya

pengembangan dan pendayagunaan berbagai potensi kepariwistaan nasional.




                                                                               13
       Filsafat pendidikan kepariwistaan, kita dapat membedakan dua filsafat

pendidikan kepariwisataan yaitu pendekatan eropa berfokus pada penelitian

teoretis terhadap aspek sosio-ekonimis pariwista dan pendekatan anglo-saxon

yang berfokus pada pelatihan calon pengusaha pariwisata (training the guture

exercutives of turism) dengan tekanan pada hal-hal praktis berkatian dengan

manajemen.


       Dimana ada pariwisata di situ ada wisatawan, sebenarnya apa yang

dimaksud dengan wisatawan?      Definisi wisatawan ini ditetapkan berdasarkan

rekomendasi International Union of Office Travel Organization (IUOTO) dan

World Tourism Organization (WTO). Wisatawan adalah seseorang atau

sekelompok orang yang melakukan perjalanan ke sebuah atau beberapa negara di

luar tempat tinggal biasanya atau keluar dari lingkungan tempat tinggalnya untuk

periode kurang dari 12 (dua belas) bulan dan memiliki tujuan untuk melakukan

berbagai aktivitas wisata. Terminologi ini mencakup penumpang kapal pesiar

(cruise ship passenger) yang datang dari negara lain dan kembali dengan catatan

bermalam.


        Dalam arti yang luas, pariwtsata dapat di definisikan sebagai perjalanan

darat satu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan,

maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan

kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial budaya, alam, dan

ilmu (Yoeti, 1987: 109).




                                                                             14
       Secara Etymologls, "PARIWISATA" yang berasal dari bahasa Sansekerta

terdiri dari dua suku kata yaitu masing-masing kata “pari” dan “wisata”.

    Pari, berarti banyak, berkali-kali, berputar-putar, lengkap.

    Wisata, berarti perjalanan, atau dapat pula diartikan bepergian.

   Atas dasar itu, maka kata "pariwisata” seharusnya diartikan sebagai perjalanan

yang dilakukan berkali-kali atau berputar-putar, dari suatu tempat ke tempat lain

(Yoeti, 1987 : 103).

Batasan yang lebih bersifat teknis dikemukakan oleh Prof. Hunzieker dan Prof. K.

Krapf (dalam Yoeti, 1987: 106) dua guru besar Swiss, yang merupakan bapaknya

ilmu pariwisata yang terkenal. Dimana batasan yang diberikannnya berbunyi

sebagai berikut :



"Kepariwisataan        adalah   keseluruhan    daripada     gejala-gejala   yang

ditimbulkan oleh perjalanan dan pendalaman orang-orang asing serta

penyediaan tempat tinggal sementara, asalkan pendalaman itu tidak tinggal

menetap dan tldak memperoleh penghasilan dari aktivitas yang bersifat

sementara itu”.



       Kepariwisataan adalah pengertian daripada perjalanan untuk maksud-

maksud liburan, kesenangan ,urusan dagang atau dinas atau alasan-alasan lainnya.

       Dalam banyak hal, karena alasan urusan-urusan atau peristiwa-peristiwa

penting dan kepergian seseorang dari tempat tinggalnya yang tetap hanyalah




                                                                              15
untuk sementara waktu saja perjalanan dinas dikecualikan dari perjalanan yang

teratur ke tempat pekerjaan sehari-hari.

       Undang-undang Republik Indonesia No. 9/1990 berisi beberapa pengertian

tentang kepariwisataan, yaitu :

   1. Wisata adalah suatu kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan yang

       dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati suatu

       tujuan tersebut.

   2. Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata.

   3. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata,

       termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang

       terkait di bidang tersebut.

   4. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan

       penyelenggaraan pariwisata.

       Seorang ahli ekonomi bangsa Austria, Herman V. Schulalard, (Yoeti, 1987

: 105) dalam tahun 1910 telah memberikan batasan pariwisata sebagai berikut :

"Kepariwisataan adalah sejumlah kegiatan, terutama yang ada kaitannya dengan

kegiatan perekonomian yang secara langsung berhubungan dengan masuknya,

adanya pendalaman dan bergeraknya orang-orang asing keluar masuk suatu kota,

daerah atau negara.

       Menurut Prof. Saleh Wahab (bangsa Mesir) dalam bukunya yang berjudul

"An Introduction of Tourism Theory" (Yoeti, 1987 : 106) mengemukakan bahwa

parwisata itu adalah suatu akilfitas manusia yang dilakukan secara sadar yang

mendapatkan pelayanan secara bergantian diantara orang dalam suatu negara itu



                                                                                16
sendiri maupun diluar negeri, meliputi pendalaman orang-orang dan daerah lain

untuk sementara waktu dalam mencari kepuasan yang beraneka ragam dan

berbeda dengan apa yang dialamnya di tempat memperoleh pekerjaan tetap.

       Menurut Drs. Oka A. Yoeti tahun 1987 dalam bukunya “Pengantar Ilmu

Pariwisata" menyebutkan :

       “Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara

waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ketempat lain dengan maksud

bukan untuk berusaha (business) atau mencari nafkah di tempat yang dlkunjungi,

tetapi semata-mata untuk menikmati perjalanan tersebut guna bertamasya dan

rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam".


       Isu pariwisata akhir-kahir ini menjadi isu hangat yang sepantasnya

dibahas, karena pada intinya Kerjasama merupakan kunci berhasilnya

pengembangan pariwisata, dalam pembinaan produk wisata, kerjasama dalam

pemasaran. dalam usaha-usaha pembinaan masyarakat.       Kebijaksanaan pokok

untuk mencapai tujuan ini adalah meningkatkan Sadar wisata masyarakat melalui

media penerangan dan penyuluhan ataupun kegiatan lainnya Sadar wisata

masyarakat di lain pihak merupakan sarana yang kuat pula untuk menggalakkan

perkembangan wisata dalam negeri atau wisata nusantara karena mampu

meningkatkan motivasi berwiraswasta.


       Peranan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata dalam garis

besarnya adalah menyediakan infrastruktur (tidak hanya dalam bentuk fisik),

memperluas pelbagai bentuk fasilitas, kegiatan koordinasi antara aparatur

pemerintah, dengan pihak swasta, pengaturan dan promosi umum ke luar negeri.


                                                                           17
       Mengembangkan kesemuanya secara simultan tidak mungkin karena untuk

itu diperlukan biaya yang besar, padahal dana yang tersedia terbatas, karena itu

pengembangan pariwisata haruslah berdasarkan skala prioritas.




                                                                             18
                             PEMBAHASAN



   A. HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT DAN PARIWISATA

       Setelah psikologi berpisah dengan filsafat dan berdiri sendiri sebagai

sebuah cabang ilmu yang baru; nampaknya psikologi, melalui berbagai

penelitiannya berusaha memberikan gambaran bahwa psikologi mengikuti aturan-

aturan penelitian yang berlaku dengan menggunakan cara yang sistematik dan

metodologis sehingga hasil penelitiannya dapat dipertanggungjawabkan secara

empirik.


       Namun demikian, meskipun pengaruh filsafat bagi perkembangan ilmu

psikologi masih dapat dirasakan dalam setiap penelitian yang dihasilkan, hal ini

tentunya tidak terlepas dari bidang garapan yang lebih banyak mempunyai

kesamaan dengan filsafat itu sendiri. Dengan diakuinya psikologi sebagai ilmu

pengetahuan yang berusaha menempatkan metode penelitian yang sistematis dan

ilmiah, psikologi menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu cabang ilmu yang

mampu menempatkan metode-metode ilmiah sebagai bagian dari penelitiannya.


       Sebagai cabang ilmu, psikologi termasuk dalam ilmu-ilmu kemanusiaan,

khususnya ilmu-ilmu sosial. Ciri ilmu-ilmu kemanusiaan adalah memandang

manusia secara keseluruhan sebagai objek dan subjek ilmu. Ciri lainnya terletak

pada titik pandang dan kriterium kebenaran yang berbeda dari ilmu-ilmu alam.

Ciri lain lagi muncul sebagai akibat ciri tersebut yaitu bahwa antara subjek dan

objek ilmu -ilmu kemanusiaan terdapat proses saling mempengaruhi. Psikologi


                                                                             19
sebagai bagian dari ilmu kemanusiaan juga memiki ciri-ciri tersebut . Berhadapan

dengan ilmu-ilmu itu salah satu tugas pokok filsafat ilmu adalah menilai hasil

ilmu-ilmu pengetahuan dilihat dari sudut pandang pengetahuan manusia

seutuhnya. Ada dua bidang sehubungan dengan masalah pengetahuan yang benar,

yaitu (1) ikut menilai apa yang dianggap tepat atau benar dalam ilmu-ilmu; (2)

memberi penilaian terhadap sumbangan ilmu-ilmu pada perkembangan manusia

guna mencapai pengetahuan yang benar.


       Dengan demikian, filsafat ilmu dapat berperan dalam menilai secara kritis

apa yang dianggap sebagai pengetahuan yang benar dalam ilmu psikologi.

Sebagaimana telah diungkapkan, ilmu-ilmu mempunyai sumbangan yang sangat

besar bagi manusia. Sumbangan-sumbangan itu mendukung peradaban manusia,

karena itu patut dihargai. Namun demikian kadang terdapat kelemahan yang perlu

dicermati, yakni apabila para pelaku ilmu berpendapat bahwa di luar ilmu-ilmu

mereka tidak terdapat pengetahuan yang benar. Kelemahan lainnya adanya

anggapan tentang kebenaran dikemukakan secara eksplisit dengan mengabaikan

bidang filsafat yang dengan demikian sebenarnya sudah dimasuki oleh para

pelaku ilmu yang bersangkutan.


       Jadi hubungan filsafat ilmu dengan pariwisata adalah filsafat ilmu ikut

menilai apa yang dianggap tepat atau benar dalam ilmu-ilmu pariwista, selain itu

juga filsafat ilmu memberikan penilaian terhadap sumbangan ilmu-ilmu pada

perkembangan kepariwisataan guna mencapai pengetahuan yang benar.




                                                                             20
   Dari    uraian     diatas   dapat   diambil   suatu   intisari   bahwa   terdapat

hubungan/keterkaitan antara filsafat dan pariwisata), hal ini dapat kita lihat pada

uraian dibawah ini;


   1. filsafat memberikan suatu jalan terbaik dalam mengambil suatu keputusan


   Maksudnya, filsafat menyelesaikan masalah secara mendalam/radikal, dan

universal. Hal ini menunjukkan bahwa filsafat dapat membantu dalam pembuatan

keputusan dalam dunia wisata, dalam arti lain filsafat memberikan arahan kepada

kita dalam    mengambil        keputusan harus berusaha terus mencari          akar

permasalahannya dan didukung dari sudut pandang yang luas, sebagai


   2. Selain itu pengetahuan filsafat (dalam hal ini akal logis) dapat berguna

       untuk memperkuat keimanan.


   Ini menurut sebagian filosof, sperti Thoma Aquina; tetapi menurut filosof lian,

seperti kant, bukti-bukti akliah (dalam arti rasio) tentang adanya tuhan sebenarnya

lemah, bukti yang kuat adalah suatu hati, suara hati itu memerintah, bahkan rasio

pun tidak mampu melawannya.


   3. mencari pengetahuan sebab dan akibat dari suatu masalah, seperti yang

       diselidiki ilmu




                                                                                 21
                                 PENUTUP




   A. KESIMPULAN

       Filsafat meninjau dengan pertanyaan “apa itu”, “dari mana” dan “ke

mana”. Di sini orang tidak mencari pengetahuan sebab dan akibat dari suatu

masalah, seperti yang diselidiki ilmu, melainkan orang mencari tahu tentang apa

yang sebenarnya pada barang atau masalah itu, dari mana terjadinya dan ke mana

tujuannya.


       Hubungan filsafat ilmu dengan pariwisata adalah filsafat ilmu ikut menilai

apa yang dianggap tepat atau benar dalam ilmu-ilmu pariwisata, selain itu juga

filsafat ilmu memberikan penilaian terhadap sumbangan ilmu-ilmu pada

perkembangan Pariwisata guna mencapai pengetahuan yang benar. Selebihnya

filsafat memberikan suatu jalan terbaik dalam mengambil suatu keputusan karena

filsafat terus mencoba secara mendalam akar permasalahan.




                                                                              22
                           DAFTAR PUSTAKA




       Ismaun.2007.Filsafat        Administrasi     Pendidikan(Serahan   Perkuliahan).
Bandung: UPI

       Ismaun.2007. Kapita Selekta Filsafat Administrasi Pendidikan (Serahan
Perkuliahan). Bandung : UPI

       Koento Wibisono.1997. Dasar-Dasar Filsafat. Jakarta : Universitas
Terbuka

       Moersaleh. 1987. Filsafat Administrasi. Jakarta : Univesitas Terbuka

       Pendit,   Nyoman       S.     1986.   Ilmu     Pariwisata   Sebuah   Pengantar
Sederhana.Jakarta. PT. pradnya paramita.

       Soekapijo, R.S. 1996. Anatomi Pariwisata. Jakarta. Gramedia.

       Spillanne, James J. 1994. Ekonomi Pariwisata. Sejarah dan prospeknya.
Yogyakarta. kanisius.

       Tafsir, Ahmad. 2004. Filsafat ilmu. Bandung: Rosda.

       http://dossuwanda.wordpress.com

       http://skripsiakuntansi.com/pengaruh-bauran-promosi-dalam-
meningkatkan-tingkat-kepariwisataan.doc.pdf.htm




                                                                                   23

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1340
posted:4/30/2011
language:Indonesian
pages:23
Description: Tugas FII (Filsafat Ilmu) Semester 2