Penjelajahan Samudra dan Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia hingga Terbentuknya Kekuasaan Kolonial by dwihatmoko

VIEWS: 17,547 PAGES: 5

									  Penjelajahan Samudra dan Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia
              hingga Terbentuknya Kekuasaan Kolonial
KD : 2.1 Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat, serta
pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah
                            Disusun oleh : Dwi Hatmoko, S.Pd
                            http://dwihatmoko.wordpress.com



A. Penjelajahan Samudra dan Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia
    Faktor pendorong pejelajahan samudra
         1. Reconguesta, yaitu semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam di mana pun
            yang dijumpainya sebagai tindak lanjut dari Perang Salib.
         2. Gospel, yaitu menyebarkan agama Nasrani.
         3. Glory, yaitu memperoleh kejayaan atau daerah jajahan.
         4. Gold, yaitu mencari kekayaan/emas.
         5. Perkembangan teknologi kemaritiman
         6. Adanya sarana pendukung seperti kompas, teropong, mesiu, dan peta yang
            menggambarkan secara lengkap dan akurat garis pantai, terusan, dan pelabuhan.
         7. Adanya buku Imago Mundi yang menceritakan perjalanan Marco Polo (1271-
            1292).
         8. Penemuan Copernicus tentang teori Heliosentris.

    Pelayaran Orang-orang Portugis
        1) Bartholomeu Dias ; sampai di Tanjung Harapan (Afsel)
        2) Vasco da Gama ; sampai di Calculta (India)
        3) Alfonso d’ Albuquerque ; menguasai Malaka di tahun 1511
    Pelayaran Orang-Orang Spanyol
        1) Christopher Columbus ; menemukan benua Amerika
        2) Ferdinand Magelhaens (Magellan) ; mengelilingi dunia




                           Gambar Perjalanan Ferdinand Magelhaens

    Pelayaran Orang-Orang Inggris
        1) Sir Francis Drake ; sampai di Ternate (Maluku-Indonesia)
        2) William Dampier ; mendarat di Australia
        3) James Cook ; menjelajahi Australia
    Pelayaran orang-orang Belanda
        1) Cornelis de Houtman ; mendarat di Banten (Indonesia)
        2) Abel Tasman ; menemukan pulau Tasmania (Australia)
B. Terbentuknya Kekuasaan Kolonial di Indonesia
    1. Kekuasaan Bangsa Portugis dan Spanyol di Indonesia
         Terjadi persaingan antara Portugis dan Spanyol untuk memperebutkan kepulauan
           Maluku
         Portugis dari arah Malaka, Spanyol dari arah Filipina
    2. Kekuasaan VOC di Indonesia
         Dibentuk 20 Maret 1602
         Bertujuan untuk menghindari persaingan antar pedagang Belanda, menyaingi
           kongsi dagang Inggris di India, menguasai pelabuhan-pelabuhan penting,
           melaksanakan monopoli perdagangan
    3. Kekuasaan Pemerintah Kerajaan Belanda di Bawah Kendali Prancis
         Tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan Hak dan kewajibannya diambil alih
           oleh pemerintah Republik Bataafsche di bawah kendali Prancis
         Tugas utamanya adalah untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan
           pasukan Inggris.
    4. Kekuasaan Pemerintahan Inggris
         Sejak tahun 1811, Indonesia berada di bawah kekuasaan Inggris.
    5. Kekuasaan Pemerintahan Hindia Belanda
         Konvensi London 1814 (Convention of London 1814) Belanda memperoleh
           kembali Indonesia dari Inggris

C. Kebijakan Pemerintah Kolonial dan Pengaruhnya di Indonesia
    1. Kebijakan Pemerintah Kolonial Portugis
         a. Berusaha menanamkan kekuasaan di Maluku.
         b. Menyebarkan agama Katolik
         c. Mengembangkan bahasa dan seni musik keroncong Portugis.
         d. Sistem monopoli perdagangan cengkih dan pala di Ternate.
    2. Kebijakan VOC
         a. Melakukan pelayaran Hongi (Hongi Tochten).
         b. Adanya penyerahan wajib (Verplichte Leverantie)
         c. Adanya hak ekstirpasi, yaitu hak untuk membinasakan tanaman rempah-rempah
            yang melebihi ketentuan.
         d. Melakukan Prianger stelsel (sistem Priangan).
         e. Melaksanakan politik devide et impera (memecah dan menguasai)
         f. Adanya hak oktroi, seperti:
                    1) hak monopoli,
                    2) hak untuk membuat uang,
                    3) hak untuk mendirikan benteng,
                    4) hak untuk melaksanakan perjanjian dengan kerajaan di Indonesia
                    5) hak untuk membentuk tentara
         g. Akhirnya dibubarkan pada 31 Desember 1799 karena :
                 Hutang VOC menumpuk
                 Bangkrut
                 Tidak mampu mengelola jajahan yang luas
                 Tidak mampu membayar gaji pegawai yang banyak
                 Biaya yang mahal untuk mengatasi perlawanan rakyat
                 Banyak terjadi korupsi diantara pejabat VOC

    3. Kebijakan Pemerintah Kerajaan Belanda (Republik Bataafsche)
        a. Gubernur Jenderal Daendels
            Tindakan Daendels :
              1) Membangun ketentaraan (penambahan tentara, benteng, dsb)
              2) Pabrik mesiu/senjata di Semarang dan Surabaya serta rumah sakit tentara.
              3) Membuat jalan pos dari Anyer - Panarukan sekitar 1.000 km.
              4) Memberlakukan kerja rodi
              5) Pegawai pemerintah menerima gaji tetap dan dilarang melakukan kegiatan
                 perdagangan.
              6) Melarang penyewaan desa, kecuali untuk memproduksi gula, garam, dan
                 sarang burung.
              7) Melaksanakan contingenten yaitu pajak hasil bumi.
              8) Menetapkan verplichte leverantie, kewajiban menjual hasil bumi hanya
                 kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan.
          9) Membangun pelabuhan-pelabuhan ( misalnya di Anyer dan Ujung Kulon)
              dan membuat kapal perang berukuran kecil.
          10) Melakukan penjualan tanah rakyat kepada pihak swasta (asing).
          11) Mewajibkan Prianger stelsel, yaitu kewajiban rakyat Priangan untuk
              menanam kopi.

     b. Gubernur Jenderal Jansen
          Tidak banyak melakukan tindakan karena tiba-tiba diserang dan menyerah
            kepada Inggris
          Kapitulasi Tuntang / Perjanjian Tuntang (Belanda-Inggris) 17 September
            1811 :
             Seluruh militer Belanda yang berada di wilayah Asia Timur harus
                diserahkan kepada Inggris dan menjadi tawanan militer Inggris.
             Hutang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris.
             Pulau Jawa dan Madura serta semua pelabuhan Belanda di luar Jawa
                menjadi daerah kekuasaan Inggris (EIC).

4. Kebijakan Pemerintah Kolonial Inggris
    a. Thomas Stamford Raffles diangkat menjadi Letnan Gubernur EIC di Indonesia
    b. Tindakan Raffles :
          1) Sistem sewa tanah (Landrent) disebut juga sistem pajak tanah
          2) membagi wilayah Jawa menjadi 16 daerah karesidenan
          3) membentuk susunan baru dalam pengadilan
          4) menulis buku yang berjudul History of Java
          5) menemukan bunga Rafflesia-arnoldii
          6) merintis adanya Kebun Raya Bogor
          7) Penyerahan wajib dan wajib kerja dihapuskan
          8) Sistem monetisasi (pajak-gaji, dsb dengan uang)
          9) Penghapusan perbudakan

5. Kebijakan Pemerintah Hindia Belanda
    a. Cultuurstelsel atau Sistem Tanam Paksa
           Tujuan memperoleh pendapatan sebanyak mungkin dalam waktu relatif
             singkat, karena kas Belanda kosong
           Aturan Tanam Paksa
                 1) Rakyat wajib menyiapkan 1/5 dari lahannya untuk ditanami tanaman
                    wajib.
                 2) Tanaman wajib a.l kopi, kina, teh, tembakau, tebu
                 3) Lahan tanaman wajib bebas pajak, karena hasil yang disetor sebagai
                    pajak.
                 4) Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak akan dikembalikan.
                 5) Tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menggarap tanaman wajib,
                    tidak boleh melebihi waktu yang diperlukan untuk menanam padi.
                 6) Rakyat yang tidak memiliki tanah wajib bekerja selama 66 hari
                    dalam setahun di perkebunan atau pabrik milik pemerintah.
                 7) Jika terjadi kerusakan atau gagal panen, menjadi tanggung jawab
                    pemerintah.
                 8) Pelaksanaan tanam paksa diserahkan sepenuhnya kepada para
                    penguasa pribumi (kepala desa).
           Para bupati dipekerjakan sebagai mandor/pengawas
           Tanam paksa banyak mengalami penyimpangan
           Penyimpangan terjadi karena adanya cultuur procenten
           Cultuur procenten atau prosenan/bonus tanaman adalah hadiah dari
             pemerintah bagi para pelaksana tanam paksa (penguasa pribumi, kepala
             desa) yang dapat menyerahkan hasil panen melebihi ketentuan (target)
      Akibat tanam paksa :
          1) Adanya berita kelaparan
          2) Pertentangan dari golongan liberal dan humanis
          3) Terbukanya lapangan pekerjaan,
          4) Rakyat mulai mengenal tanaman-tanaman baru
          5) Rakyat mengenal cara menanam yang baik
          6) Kas belanda segera terisi bahkan surplus
          7) Hindia belanda menjadi pengekspor hasil bumi utama
      Penentang Tanam Paksa :
          1) Edward Douwes Dekker : menulis buku “Max Havelar”.
          2) Baron van Hoevel : tokoh rohaniwan
          3) Fransen van de Putte : menulis artikel “Suiker Contracten”
              (perjanjian gula).

b. Politik Pintu Terbuka dan Politik Etis
     Latar Belakang
         1. Kemenangan kaum Liberal di Belanda sehingga tanam paksa dihapus:
         2. Tanam paksa dihapus dan diganti dengan Politik Pintu Terbuka:
                  Memberi kesempatan swasta untuk menanam modal di Indonesia,
                  sehingga banyak didirikan pabrik dan perkebunan swasta
                  Akibat politik pintu terbuka:
                       a. Rakyat mulai mengenal arti penting uang
                       b. Usaha kecil rakyat terdesak oleh barang pabrik dan impor
                       c. Penduduk kota padat karena urbanisasi
                       d. Munculnya kaum kuli/buruh
                       e. Perkebunan meluas
                       f. Pembangunan sarana dan prasarana oleh Belanda. Misal
                           rel kereta untuk pengangkutan
                       g. Menjadi penghasil tanaman perkebunan yang penting di
                           dunia
     Isi UU Agraria 1870
           1. Tanah pemerintah tidak boleh dijual ke swasta, hanya boleh disewa
              paling lama 75 tahun
           2. Tanah pemerintah: hutan yang belum dibuka, tanah adat, tanah di luar
              wilayah desa
           3. Tanah penduduk boleh disewa oleh swasta paling lama 5 tahun
     Penyelewengan UU Agraria 1870:
           1. Tanah petani banyak yang disewa lebih dari 5 tahun bahkan dijual ke
              swasta karena mereka kurang/tidak berpendidikan
           2. Tanah pemerintah banyak yang terjual dan disewa lebih dari 75 tahun
     Undang-Undang Gula (Suiker Wet) tahun 1870
           1) Perusahaan-perusahaan gula milik pemerintah akan dihapus secara
              bertahap
           2) pada tahun 1891 semua perusahaan gula milik pemerintah harus sudah
              diambil alih oleh swasta
     Politik Etis
          Politik Etis/Balas budi (Van de Venter) :
              1) Educatie/pendidikan: rakyat harus berpendidikan
              2) Irigatie/pengairan: dibangun pengairan demi kesejahteraan
              3) Emigratie/perpindahan penduduk: demi pemerataan penduduk dan
                  agar mendapatkan tanah sendiri di tempat baru
          Akibat Politik Etis/Balas Budi/Van De Venter:
                 Akibat negatif:
                      Educatie: hanya ntuk mendapatkan tenaga kerja yang
                         murah dan berpendidikan
                      Irigatie: hanya untuk mengairi perkebunan swasta bukan
                         rakyat
                      Emigratie: hanya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja
                         di perkebunan luar Jawa/Indonesia
                       Akibat positif:
                            Educatie/pendidikan: memunculkan cendikiawan yang
                               merupakan pelopor perjuangan modern
                            Mendorong untuk lebih maju karena mengetahui
                               perjuangan untuk mencapai kehidupan yang lebih
                               baik/merdeka
D. LATIHAN
     1. Apa yang dimaksud dengan reconquesta?
     2. Mengapa VOC mengalami kebangkrutan?
     3. Penguasa Inggris di Jawa setelah Kapitulasi Tuntang adalah…
     4. Apa yang dimaksud dengan verplichte leverantie ?
     5. Isi dari politik etis adalah…

E. PEMBAHASAN
     1. Semangat membalas kekuasaan Islam dimanapun berada
     2. Banyak hutang, banyak korupsi, pegawai yang banyak untuk digaji
     3. Stamford Rafles
     4. Penyerahan wajib hasil bumi
     5. Imigrasi (perpindahan penduduk), edukasi (pendidikan), irigasi (pengairan)

F. DAFTAR PUSTAKA
   Matroji. 2000. IPS Sejarah SLTP Jilid II. Jakarta : Erlangga
   Daliman, A. 2004..Pembelajaran Pengetahuan Sosial Sejarah. Surakarta : Mediatama
   Fatah, Sanusi dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs kelas VIII. Jakarta :
   Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
   Sutarto dkk.2008. IPS untuk SMP/MTs kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen
   Pendidikan Nasional
   Sudarmi, Sri dkk. 2008. Galeri pengetahuan sosial terpadu 2: SMP/MTs Kelas VIII.
   Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
   Sugiharsono dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Sosial:
   Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4/. Jakarta: Pusat
   Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

								
To top