Docstoc

Makalah gizi dan pangan

Document Sample
Makalah gizi dan pangan Powered By Docstoc
					                                                                                   1




                            I.   PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang


        Untuk kelangsungan hidupnya manusia memerlukan kebutuhan yang asasi

yang sering disebut kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan dasar manusia ini dapat

berbeda satu dengan yang lainnya bergantung pada tingkat peradaban manusia.

Setiap manusia memerlukan bahan makanan untuk menunjang kelangsungan

hidupnya. Dengan menggunakan bahan makanan, manusia membangun sel sel

tubuhnya dan menjaganya agar tetap sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Makanan adalah bahan bakar yang menyebabkan dapat bekerjanya mesin tubuh

manusia. Bahan makanan pada umumnya terdiri atas zat zat kimia, baik yang

terbentuk secara alami maupun secara sintetis dalam berbagai bentuk kombinasi

dan peranan yang sama pentingnya bagi kehidupan seperti halnya air dan oksigen.

Manusia dapat memakan hasil pertanian atau apa saja yang ada di bumi ini yang

dianggap mampu mencukupi kebutuhan dasar manusia akan bahan pangan seperti

kacang-kacangan,jagung, roti, daging, ikan, nasi, lemak ikan paus dan lain lain.

        Walaupun demikian, kebutuhan makanan sesungguhnya terdiri atas dua

tuntutan yang saling berkaitan. Tidak peduli berapa pun banyaknya, makanan

tadak akan mampu mempertahankan hidup seseorang, kalau tidak tepat mutunya

artinya bahan makanan tersebut tidak mengandung bahan kimia tertentu yang

diperlukan oleh tubuh. Demikian pula, makanan bermutu tinggi tidak akan

menunjang kehidupan seseorang kalau jumlahnya tidak mencukupi. Diketahui

bahwa    banyak makan saja tidak dengan sendirinya mejamin kekuatan dan
                                                                                2




kesehatan badan, mungkin saja banyak bahan makanan yang bermutu gizi rendah

menjadi pengisi perut belaka tanpa menyumbang untuk penyegaran dan

pertumbuhan sel-sel serta jaringan-jaringan yang menjadi komponen tubuh

manusia. Dengan kata lain orang kenyang makanan, tetapi lapar gizi.

        Jumlah makanan diukur berdasarkan kandungan energinya, sedangkan

mutu makanan diukur menurut bahan kimianya. Para ahli percaya sekurang-

kurangnya 45 nutrien atau gizi yang diperlukan tubuh manusia, ke 45 nutrien ini

sangat vital jia salah satu zat tidak ada akan mengakibatkan penyakit dan akhirnya

bahkan meninggal.

        Arti istilah gizi sendiri yaitu suatu proses yang terjadi pada makhluk

hidup untuk mengambil dan menggunakan zat yang ada dalam makanan dan

minuman guna mempertahankan hidup, pertumbuhan, berproduksi dan untuk

menghasilkan energi. Kata gizi mempunya arti luas membicarakan gizi berarti

berbicara soal pangan, sedang berbicara soal pangan belum tentu berbicara soal

gizi.

1.2. Tujuan

        untuk mengetahui tingkat pangan yang dapat mempengaruhi gizi di

Indonesia.
                                                                             3




                      II.    TINJAUAN PUSTAKA


       Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena itu

pemenuhan atas pangan menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia dalam

mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk melaksanakan

pembangunan nasional. Karena itu, pembangunan pangan dan gizi perlu

diposisikan sebagai central of development bagi keseluruhan pencapaian target

Millenium Development Goal’s (MDGs) yang menjadi komitmen bersama

(Widyakarya nasional pangan dan gizi IX, 2008).

       Pangan menyediakan unsur-unsur kimia tubuh yang di kenal sebagai zat

gizi. Gizi tersebut menyediakan tenaga bagi tubuh, mengatur proses dalam tubuh,

dan membuat lancarnya pertumbuhan serta memperbaiki jaringan tubuh. Beberapa

zat gizi yang di sediakan oleh bahan pangan tersebut disebut sebagai zat gizi

esensial. Semua zat gizi esensial diperlukan untuk memperoleh dan memelihara

kesehatan yang baik, pengetahuan terapan tentang kandungan zat gizi dalam

pangan yang umum dapat diperoleh penduduk di suatu tempat adalah penting

guna    merencanakan, menanam, manyiapkan dan mengkonsumsi makanan

seimbang (Suhardjo dkk, 1986).

       Keperluan gizi untuk beberapa zat gizi esensial berkaitan dengan

kecepatan pertumbuhan, tahap perkembangan, besarnya tubuh seseorang dan

keadaan kesehatan. Demikian halnya untuk keperluan tenaga. Niai energy dalam

pangan mempunyai sangkut paut dengan jumlah karbohidrat dan protein serta

lemak yang dikandungnya. Pada umunya di Asia Tenggara, pangan dengan

kandungan energy yang digunakan tubuh diperoleh dari pangan yang kaya akan
                                                                                4




karbohidrat yang menyediakan hampir semua kebutuhan anergi adalah pati,

biasanya hal ini didapatkan dengan makan nasi, jagung atau akar-akaran dan

umbi-umbian yang berpati (Suhardjo dkk, 1986).

       Kecukupan pangan manusia dapat didefenisikan secara sederhana sebagai

kebutuhan harian yang paling sedikit memenuhi kebutuhan gizi, yaitu sumber

kalori dan enegi yang dapat berasal dari semua bahan pangan tetapi biasanya

sebagian besar diperoleh dari karbohidrat dan lemak, sumber protein untuk

pertumbuhan, pemeliharaan dan penggantian jaringan, dan sumber vitamin serta

mineral. Tetapi perlu diketahui juga bahwa manusia dan juga semua binatang di

pengaruhi oleh ransangan indra dari bahan pangan yaitu nilai hedonic dari bahan

tersebut. Dimana bahan pangan berlimpah dan banyak pilihan, manusia akan

makan pertama untuk kelezatan dan baru yang kedua untuk keperluan gizi (K.A.

Buckle dkk, 1987)

       Menurut Suhardjo dkk (1986) Gizi dibagi dalam enam kelas utama yaitu ;

  1) Karboidrat

  2) Lemak

  3) Protein

  4) Vitamin

  5) Mineral

  6) Air

     Karbohidrat merupakan sumber utama zat gizi asasi yang disebut glukosa.

Glukosa ialah suatu jenis gula yang diperoleh secara langsung maupu tidak

langsung melalui perubahan kimiawi di dalam tubuh. Karbohidrat bukan hanya
                                                                                   5




pati tetapi meliputi berbagai gula, pectin, desktrin, selulosa (serat), dan glikogen.

Karbohidrat terdapat dalam jumlah yang berbeda dibanyak jenis makanan,

karbohidrat juga terdapat dalam susu, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan

dan sayuran (F.G. Winanrno, 1993).

      Lemak mengandung lebih banyak karbon dan lebih sedikit oksigen

dibanding karbohidrat, oleh karena itu lebih banyak mempunyai nilai tenaga.

Beberapa lemak juga mengandung fosfor dan nitrogen dalam molekulnya. Salah

satu cara manusia menyimpan tenaga dalam tubuhnya untuk penggunaan

dikemudian hari adalah dalam bentuk tenaga. Sumber lemak terdapat dalam

kelapa, kacang polong, biji wijen, kacang kedelai, jagung dan bahan pangan lain

lain (Suhardjo dkk, 1986).

      Protein merupakan molekul yang sangat besar, terbentuk dari banyak asam

amino yang terikat bersama. Seperti karbohidrat dan lemak, protein mengandung

karbon, hydrogen dan oksigen serta juga berisi nitrogen. Berdasarkan jumlah

asam amino yang dikandungnya, maka tidak semua protein mengandung nilai gizi

yang sama. Jika manusia makan bebagai hasil tanaman pangan yang cukup untuk

menyediakan asam amino yang diperlukan dalam jumlah yang cukup dan kalau

asam tersebut diserap ke dalam aliran darah, maka tubuh manusia dapat

mengggunakanya untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan protein (Suhardjo dkk,

1986).

      Vitamin adalah campuran organik yang harus disediakan bahan makanan.

Walaupun sangat penting bagi kesehatan dan pertumbuhan yang normal, namun

jumlah vitamin yang dibutuhkan tubuh adalah sedikit. Zat tersebut biasanya di
                                                                              6




temukan dalam bahan pangan dalam jumlah yang sedikit pula (Suhardjo dkk,

1986).

     Mineral digolongkan sebagai zat gizi anorganik di sebut pula sebagai unsur

abu dalam pangan karena ternyata bila bahan pangan dibakar, unsure organic akan

hilang dan unsure anorganik (abu) yang tersisa dari unsur mineral. Mineral yang

terdapat dalam tubuh dalam jumlah yang cukup banyak, sedikitnya 0,05 % dari

bobot tubuh manusia dikenal sebagai mineral makro, yaitu kalsium, Klorin,

magnesium, fosfor, kalium, natirum, belerang. Sedangkan mineral yang terdapat

dalam tubuh dalam jumlah yang lebih kecil daripada 0,05 % dari bobot tubuh

dikenal sebagai mineral mikro, yaitu ; kobalt, tembaga, fluorin, besi jodium,

mangan dan seng (Suhardjo dkk, 1986).

     Air adalah suatu zat gizi yang tidak dapat ditinggalkan namun sering

diabaikan dalam peembahasan mengenai gizi. Air digunakan dalam jumlah yang

besar baik dalam pangan maupun dalam tubuh manusia dibandingkan dengan zat

gizi lainnya. Didasarkan pada bobot tubuh hampir 60 - 70 % tubuh manusia terdiri

air (Suhardjo dkk, 1986).

     Rendahnya konsumsi pangan atau tidak seimbangnya gizi makanan yang

dikonsumsi mengakibatkan terganggunya pertumbuhan organ dan jaringan tubuh,

lemahnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, serta menurunnya

aktivitas dan produktivitas kerja. Oleh karena itu pangan dengan jumlah dan mutu

yang memadai harus selalu tersedia dan dapat diakses oleh semua orang pada

setiap saat. Bahasan tersebut menggambarkan betapa eratnya kaitan antara gizi

masyarakat dan pembangunan pertanian. Keterkaitan tersebut secara lebih jelas
                                                                               7




dirumuskan dalam pengertian ketahanan pangan (food security) yaitu tersedianya

pangan dalam jumlah dan mutu yang memadai dan dapat dijangkau oleh semua

orang untuk hidup sehat, aktif, dan produktif (Moh.Indra, 2009)

     Globalisasi juga mendorong perubahan pola konsumsi pangan masyarakat

yang memerlukan perhatian akan dampaknya terhadap kesehatan. Di samping itu,

adanya berbagai isu di masyarakat seperti permasalahan kekurangan gizi dalam

bentuk gizi kurang dan gizi buruk, masalah kegemukan atau gizi lebih, serta

keamanan pangan juga memerlukan telaah yang komprehensif untuk mencari

solusinya, termasuk aspek revitalisasi kelembagaan pangan dan gizi (Widyakarya

nasional pangan dan gizi IX, 2008).

     Makanan yang mencukupi zat gizi adalah makanan yang berisi semua zat

gizi yang penting dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Walaupun tubuh manusia memerlukan kesemua enam golongan zat gizi yang

penting dalam hidupnya, namun tubuh tersebut memerlukan beberapa diantaranya

dalam jumlah yang berbeda-beda pada berbagai tahap perkembangannya

(Suhardjo dkk, 1986).
                                                                               8




                 III.    HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1. Kebutuhan Pangan Dan Gizi

       Perkembangan manusia terdiri dari beberapa tahap yang meliputi

kehidupan sebelum lahir, kehidupan sewaktu bayi, masa kanak-kanak, remaja dan

masa dewasa. Serta wanita dewasa yang mengalami kehamilan dan menyusui

dapat juga ditambahkan sebagai tahap keenam dari pertumbuhan dan

perkembangan manusia.

       Cara yang paling baik untuk merencanakan secara efektif bagi seluruh

tahap kehidupan adalah memasuki tiap tahap tersebut dengan tubuh yang sehat.

 Kebutuhan sebelum lahir dan sewaktu bayi

       Laju pertumbuhan sebelum lahir dan sewaktu bayi adalah labih cepat dari

pada waktu lain manapun dari kehidupan, kehidupan yang pertama adalah

kehidupan yang paling rawan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Suatu janin

yang sehat mempunyai peluang yang baik untuk permulaan kehidupan dan bayi

yang sehat biasanya dalam usia enam bulan bobot badannya akan bertambah dua

kalilipat dari pada waktu lahir. Waktu sebelum dilahirkan dan menjadi bayi

merupakan waktu yang paling penting, dimana jumlah dan kebutuhan pangan

demikian pentingnya. Dimulai dari lahir, makanan untuk pemeliharaan kesehatan

merupakan faktor yang sama pentingnya.

       Jika bayi dan anak kecil terhalang untuk memperoleh cukup makanan dan

zat gizi penting maka perkembangan mental mereka juga akan terganggu. Zat gizi

yang tidak disediakan dalam jumlah yang cukup pada waktu sebelum lahir dan
                                                                           9




sewaktu bayi, akan menimbulkan gangguan dalam pertumbuhan fisik untuk waktu

yang cenderung lama. Informasi tentang zat gizi yang tepat bagi bayi adalah

terbatas, namun demikian diperlukan penyediaan yang cukup dari semua zat gizi

esensial. Anak tidak akan mampu mengejar kerusakan mental yang terjadi

walaupun disediakan cukup pangan dan zat gizi         yang diperlukan untuk

perkembangan mental dan fisik dalam kehidupan setelah itu. Gizi yang baik

sewaktu bayi dan masa pertama kanak kanak merupakan sumbangan tetap bagi

kehidupan manusia dan membantu memperbaiki fisik maupun kemampuan

mental.

 Masa kanak kanak

          Pertumbuhan selama masa kanak-kanak berlangsung dengan kecepatan

yang lerbih lambat dari pada pertumbuhan bayi, akan tetapi kegiatan fisik p

meningkat. Dengan demikian, perkembangan terhadap besarnya tubuh, kebutuhan

zat gizi pada masa kanak-kanak tetap tinggi.

          Makanan yang dikonsumsi anak harus merupakan sumber yang baik akan

semua zat gizi yang diperlukan, suatu peraturan yang baik jika menyediakan

sekurang-kurangnya tiga zat gizi dalam jumlah yang cukup banyak. Suatu pangan

seperti gula hanya bertindak sebagai sumber energy saja dan dikenal sebagai

pangan yang miskin zat gizi.

 Remaja

          Pada masa remaja terjadi pertumbuhan puber (seksual). Umumnya

pertumbuhan pesat yang mendahului kematangan seksual terjadi pada gadis

dengan usia lebih muda dari pada anak laki-laki, dalam masa ini di samping
                                                                             10




perkembangan organ reproduksi baik pada anak laki laki maupun pada gadis,

tinggi dan bobot badannya bertambah, system kerangka tubuh pertumbuhannya

lengkap dan ukuran jantung serta organ pencernaanya bertambah, pada masa

kehidupan ini keperluan akan zat gizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh dewasa

sangat besar.

       Remaja yang cukup makan, mempunyai tubuh yang berkembang baik

dengan tulang lurus, otot kuat, simpanan lemak yang cukup intuk melindungi

tubuh dan organnya, kulit yang sehat, rambut yang mengkilat, dan gigi yang keras

dan tidak berbau busuk.

 Masa dewasa

       Jangka waktu orang hidup tergantung dari banyak factor, salah satu factor

yang paling penting diantaranya adalah keadaan gizi dalam seluruh kehidupan

dari sejak permulaan hingga seterusnya. Walaupun sebagian besar tubuh

mengakhiri pertumbuhannya pada masa remaja, ukuran tubuh dan jaringan harus

tetap dipelihara. Disamping itu sekurang-kurangnya setengah dari kehidupan masa

dewasa yang pertama, baik pria maupun wanita terlibat dalam masa kerja fisik

yang kuat. Kerja memerlukan suatu pengeluaran energy tambahan, untuk

mengimbangi energy yang digunakan dalam kerja diperlukan cukup pangan yang

bergizi. Gizi yang seimbang akan membantu orang tetap kuat dan giat untuk

beberapa tahun.

       Tidak diketahui banyak tentang kebutuhan gizi untuk kelompok masa

dewasa namun pada intinya zat gizi yang penting tetap diperlukan untuk

pembaharuan sel dan fungsi tubuh.
                                                                               11




Tabel 2 : Pengeluaran energi untuk beragam jenis kegiatan, diukur dalam
           kilokalori

                                                  Pengeluaran Energi
   No       Kegiatan
                                             Pria dewasa        Wanita dewasa
                                              (kal/menit)        (kal/menit)
    1.      Duduk                                 1.4                1.2

    2.      Berdiri                               1,8                 1.4

    3.      Berjalan                              3.7                 3.0

    4.      Mandi/berpakaian                      2.8                 2.3

            Kegiatan ringan
    5.                                            4.2                 2.8
            - Tukang kayu, tukang
              gambar, dsb
            Kegiatan sedang
    6.      - Berkebun, berdansa,                 6.0                 4.0
              bersepeda, bertani (non-
              mekanis)
            Kegiatan berat
    7.                                            7.5                 6.0
            - Sepak bola, membabat
              rumput, mencangkul, dsb
    8.      Tidur (kal/jam)                      63.0                 53.0



3.2. Susunan Gizi Kelompok-Kelompok Pangan

         Tiga golongan zat gizi yang dapat di ubah menjadi energy adalah

karbohidrat, protein dan lemak. Akan tetapi vitamin, mineral dan air diperlukan

untuk pembentukan atau membantu merubah zat gizi tersebut menjadi energy.

         Kebanyakan bahan makanan mengandung bahan campuran zat-zat gizi,

proporsi zat gizi tersebut berbeda antara satu dengan yang lain. Sebagian dari

pebedaan tersebut di sebabkan oleh susunan zat gizi pokok dari pangan itu sendiri.
                                                                                 12




Dan juga beberapa zat gizi yang terbuang dari pangan tersebut karena penangan

yang tidak baik pada waktu panen.

       Guna memenuhi kebutuhan gizi penduduk pengetahuan mengenai zat gizi

yang umumnya berada dalam berbagai kelompok pangan berguna dalam

merencanakan produksi pangan bgi suatu usahatani, suatu masyarakat atau suatu

bangsa, atau bagi seseorang maupun suatu rumah tangga tertentu.

       Pangan telah dikelompokkan menurut berbagai cara yang berbeda, salah

satu cara pengelompokkannya adalah :

       -   Padi-padian

       -   Akar-akaran, umbi-umbian, dan pangan berpati.

       -   Kacang-kacangan dan biji-bijian berminyak

       -   Sayur-sayuran

       -   Buah-buahan

       -   Lemak dan minyak

       -   Gula dan sirop

 Padi-padian

       Di seluruh dunia padi-padian yang paling umum digunakan dan ditanam

adalah padi, jagung, gandum, jelai, jewawut, haver, gandum hitam dan sorgum.

Banyak hasil olahannya dan beberapa diantaranya adalah tepung, tepung kasar

dan hasil yang siap untuk digunakan seperti flakes, roti, biscuit, kueh, makroni, mi

dan spageti.

       Padi-padian seperti beras, jagung atau gandum merupakan bagian terbesar

(60-80 %) dari susunan pangan penduduk yang tinggal di negara-negara Asia
                                                                                 13




Tenggara. Bahan makanan tersebut adalah sumber karbohidrat yang baik dan juga

sumber tenaga, selain itu juga merupakan sumber protein yang berguna sebab 6-

12 % dari semua padi-padian terdiri dari protein.

 Akar-akaran, umbi-umbian, dan pangan pati

       Akar-akaran dan umbi-umbian merupakan salah satu pangan pokok atau

utama yang dimakan di berbagai bagian Asia Tenggara karena kandungan patinya

yang sangat tinggi dan kenyataanya ditanam secara berlimpah. Yang termasuk

jenis pangan ini yaitu jenis sayur akar-akaran seperti singkong, talas, kentang, ubi

jalar dan jenis buah-buahan berpati sepeti pisang, sukun dan nangka. Pangan

tersebut merupakan sumber energy yang baik, beberapa diantaranya juga

merupakan sumber kalsium, vitamin C dan vitamin E namun pangan ini akan

protein dan vitamin B-kompleks.

 Kacang-kacangan dan biji-bijian yang berminyak

       Kacang-kacangan, buah keras, biji berminyak, kadang kadang merupakan

sebanyak 5% dari pangan yang dimakan penduduk di Asia Tenggara, pangan ini

merupakan sumber energy yang baik karena kandungan karbohidrat dan lemak

yang dikandungnya. Selain itu pengan ini juga merupakan sumber protein,

mineral dan viatamin B-kompleks dan juga mengandung sedikit besi atau vitamin

A. Pada waktu berkecambah kacang-kacangan dan biji berminyak merupakan

sumber vitamin C yang baik.

 Sayur-sayuran

       Penggunaan sayuran hijau atau kuning membantu dalam memenuhi

kebutuhan tubuh akan mineral dan protein dalam jumlah yang kecil, sayuran juga
                                                                           14




merupakan sumber zat besi dan vitamin A. Pada umumnya makin gelap warna

sayuran, maka makin banyak mengandung besi dan vitamin A. Akan tetapi

dibanyak rumah tangga sayuran tidak dimakan sesering dan sebanyak yang

seharusnya. Sayuran hijau dan kuning tumbuh dengan mudah dan cepat di

kebanyakan daerah di bagian Asia Tenggara baik tumbuh secara alami maupun

ditanam. Sayuran seperti bayam, kol, rebung, labu semangka, rumput laut, lada,

kacang buncis, kacang polong dan daun hijau dari semua jenis (termasuk daun

dari banyak tanaman akar-akaran dan umbi-umbian), tunas dan jantung pisang,

jika dimakan secara teratur dalam jumlah yang cukup banyak akan memperbaiki

susunan pangan.

 Buah-buahan (selain yang berpati)

       Buah-buahan biasanya merupakan sebagian kecil saja dari pangan yang

dimakan. Akan tetapi di Asia Tenggara di mana buah-buahan berlimpah hampir

sepanjang tahun, seharusnya sering dikonsumsi untuk menambah gizi sebanyak-

banyak pada susunan pangan. Buah-buahan merupakan sumber vitamin A, buah-

buahan mengandung sedikit protein dan mineral.

 Pangan hewani

       Pangan hewani dapat merupakan 5-15 % dari pangan yang dimakan di

Asia Tenggara, pangan hewani seperti daging, ikan, susu, keju, dan telur kaya

akan jenis protein yang diperlukan tubuh manusia karena itu pangan tersebut

merupakan pangan pembentuk tubuh yang baik.
                                                                            15




 Lemak dan minyak

        Konsumsi pangan dari lemak dan minyak di Asia Tenggara adalah rendah,

umumnya kurang dari 5%. Lemak merupakan sumber tenaga yang baik,

mengandung A dan juga vitamin D.

-    Gula dan sirop

        Gula dan sirop hanya merupakan persentase kecil dari konsumsi pangan di

Asia Tenggara, gula dan sirop adalah sumber karbohidrat yang pekat.

3.3. Dampak Ketersediaan Pangan Terhadap Gizi

        Pada umumnya cara makan suatu kelompok atau masyarakat membentuk

kerangka kerja dan    mengembangkan kebiasaan makan pribadinya, meskipun

banyak factor yang mempengaruhi cara makan dan kebiasaan makan individu

baik pada tingkat masayarakat maupun nasional, namun tiga di antaranya yang

terpenting adalah :

1) Ketersediaan pangan

Ketersediaan pangan sangat bergantung pada;

- Cukup lahan untuk menanam tanaman pangan

- Penduduk untuk menyediakan tenaga

- Uang untuk menyadiakan modal pertanian yang diperlukan

- Tenaga ahli terampil untuk membantu meningkatkan baik produksi pertanian

    maupun distribusi pangan yang merata

        Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini lahan tanaman dunia telah

berkembang, biarpun begitu kebanyakan dari lahan tersebut saat ini tidak

disediakan untuk pertanian melainkan digolongkan sebagai lahan yang dapat
                                                                            16




ditanami, sulit untuk diusahakan tanpa adanya biaya produksi yang berarti dan

pembangunan yang lebih besar. Tambahan pula karena cepatnya pertumbuhan

penduduk, lahan perkapita menjadi berkurang. Persediaan modal yang diperlukan

untuk menunjang peningkatan produksi dan untuk perbaikan produksi pangan

sangat sedikit. Ahli pertanian yang bekerja dengan petani       dan memberikan

petunjuk untuk memperbaiki cara-cara produksi pangan perlu juga ditingkatkan

baik jumlah maupun kemampuannya.

2) Pola sosial budaya

       Kegiatan budaya suatu keluarga, suatu kelompok masyarakat, suatu

Negara, suatu bangsa memounyai pengaruh yang kekal dan kuat terhadap apa,

apan dan bagaimana penduduk makan. Kebudayaan tidak hanya menentukan

pngan apa, tetapi untuk siapa dan dalam keadaan bagaimana pangan tesebut untuk

dimakan. Pola kebudayaan mempengaruhi orang lain dalam memilih pangan, hal

ini mempengaruhi jenis pangan apa yang harus diproduksi, bagaimana diolahnya,

disalurkannya, disiapkannya dan disajikannya. Oleh karena itu para ahli perlu

mengerti tentang pentingnya dampak sosial budaya pada pangan.

3) Faktor-faktor pribadi

       Jika berbagai pangan yang berbeda tersedia dalam jumlah yang cukup,

biasanya orang memilih pangan yang telah dikenal dan disukai. Beberapa factor

pribadi dan kesukaan yang mempengaruhi jumlah dan jenis makanan yang

dikonsumsi penduduk, diantaranya yaitu :

   -   Banyaknya informasi yang dimiliki seseorang tentang kebutuhan tubuh

       akan gizi selama beberapa masa dalam perjalanan hidupnya
                                                                            17




   -   Kemampuan seseorang untuk menerapkan pengetahuan gizi ke dalam

       pemilihan pangan     dan pengembangan cara pemanfaatan pangan yang

       sesuai

   -   Hubungan keadaan kesehatan seseorang dngan kebutuhan akan pangan

       untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit.

3.4. Anjuran Konsumsi Pangan

Tabel 1 : Susunan konsumsi pangan yang representative menurut golongan
          pangan di Indonesia, Filiphina dan Thailand

 No       Bahan pangan           Indonesia       Filiphina       Thailand

  1.        Padi-padian            69 %            70 %            70 %

  2.       Umbi-umbian             10 %             2%             12 %

  3.     Buah-buahan dan            2%              4%             6%
          Sayur-sayuran

  4.   Kacang-kacangan dan          6%              1%             4%
            biji-bijian

  5.      Gula dan Sirop            1%              4%             3%

  6.      Pangan Hewani             5%             13 %            2%

  7.    Lemak dan Minyak            5%              5%              2%

  8.            Lain-lain           2%              1%             1%


       Semua penduduk harus makan makanan yang beragam sebanyak mungkin.

Table di atas memperlihatkan bahwa penduduk Asia Tenggara akan mendapat

manfaat dari peningkatan konsumsi lemak dan minyak, dan makanan kacanga-

kacangan, sayuran, terutama yang berdaun hijau tua dan yang berdaun kuning tua
                                                                          18




beberapa kali dalam satu minggu. Apabila keadaan ekonomi memungkinkan

penduduk juga harus makan hasil hewan yang lebih banyak.

3.5. Penilaian Status gizi

        Penilaian status gizi digunakan sebagai landasan untuk pengembangan

program masyarakat dan nasional dalam membantu mengatasi kurang gizi,

menyediakan jumlah dan jenis pangan yang diperlukan. Umumnya untuk

mendukung kesehatan penduduk. Beberapa masyarakat dan Negara memonitor

status gizi sub-kelompok penduduk tertentu secara berkala, guna menentukan

apakah upaya untuk memperbaiki status gizi sudah efektif. Program pengamatan

yang demikian di kenal dengan kewaspadaan gizi. Ada beberapa tekhnik dan

cara yang berlainan yang digunakan untuk menaksir status gizi.

        Tersedianya pangan harus dimasukkan sebagai bagian dalam studi status

gizi dan merupakan dasar interpretasi dari penemuan-penemuan, tetapi data

kesediaan pangan tidak berdiri sendiri. Seseorang tidak dapat menduga bahwa

pangan yang tersedia cukup mampu memberikan konsumsi gizi yang sesuai, tapi

orang akan makan yang cukup untuk mencapai gizi yang baik.

        Sekurang-kurangnya ada tiga cara yang di gunakan untuk menilai status

gizi, cara tersebut meliputi :

   1) Studi konsumsi pangan

   2) Pemeriksaan fisik

   3) Pemeriksaan laboratories

        Dalam beberapa hal semua atau dua dari ketiga cara tersebut digunakan

untuk saling melengkapi, dalam penggunaan salah satunya para peneliti mencari
                                                                               19




berbagai tingkat kurang gizi yang mungkin timbul. Semakin cepat kurang gizi

ditemukan, semakin besar kemungkinan untuk ditanggulangi.

1) Studi konsumsi pangan

        Penelitian konsumsi pangan sering dimaksudkan sebagai studi konsumsi

yang kadang-kadang merupakan satu-satunya cara yang dugunakan untuk meneliti

status gizi. Konsumsi pangan tersebut adalah indicator pola pangan yang baik, dan

mengukur status gizi dengan cara yang tepat dan langsung. Akan tetapi cara ini

sama seperti semua penilaian gizi yang lainnya yaitu mempunyai keterbatasan

yang harus dipertimbangkan, diantaranya yaitu ;

- Konsumsi pangan tidak terlalu tepat, karena beberapa orang dapat gagal

   mencatat segala apa yang dimakannya

- Pengunumpukan jangka pendek dari data yang biasa termasuk dalam studi

   konsumsi pangan tidak selalu mewakili pola khusus konsumsi pangan.

- Table yang digunakan untuk menghitung data konsumsi pangan tidak selalu

   tepat unutk jenis pangan yang dimakan.

- Variasi kebutuhan pangan perorangan tidak selalu dicerminkan secara tepat.

- Konsumsi zat gizi yang dianjurkan lebih menekankan pada kebutuhan

   kelompok dari pada perorangan.

- Secara terbatas, tiap-tiap individu mempunyai kecenderungan menyesuaikan

   konsumsi zat gizi yang lebih rendah atau lebih tinggi tanpa memperlihatkan

   kesulitan-kesulitan gizi.

        Metode konsumsi pangan yang paling umum dipakai adalah cara ‘recall’

konsumsi dalam 24 jam yang lalu. Cara ini adalah lebih tepat jika diperoleh dari
                                                                                 20




individu yang di wawancarai oleh pewawancara yang telatih, meskipun demikian

hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai petunjuk yang tidak memenuhi syarat

untuk status gizi individu yang tepat. Seperti cara penelitian gizi yang lain cara

tersebut dapat dipakai untuk menunjukkan selang keadaan gizi atau kurang gizi,

pewawancara yang terlatih sering memakai bentuk pangan buatan atau disebut

model pangan, contoh perkiraan jumlah pangan yang di makan untuk membantu

orang yang diwawancarai dapat menaksir dengan lebih seksama penggunaan

pangan yang digunakan.

2) Pemeriksaan fisik

       Seorang     dokter   atau   petugas    kesehatan    masyarakat   yang   telah

berpengalaman dalam tugas mengenai penduduk yang kurang pangan, mampu

mengetahui banyak tentang status gizi perorangan dengan memperhatikan rambut,

mata, lidah, gizi, kulit, tegangan otot dan bagian lain dari tubuh.

       Dalam pemeriksaan secara fisik, bukti kekurangan gizi yang dicari tidak

diperoleh dengan studi konsumsi pangan dan pemeriksaan laboratories. Beberapa

pedoman yang berharga berguna untuk mengerti dan menafsirkan indicator fisik

kurang gizi yang telah di publikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World

Health Organization) dan badan lain yang menaruh minat untuk membantu

penduduk belajar lebih banyak tentang tanda dan gejala fisik yang bertalian

dengan kurang gizi.

       Penilaian antropometrik yang meliputi pengukuran tinggi, berat, tebal

lipatan kulit dan lingkar lengan merupakan tekhnik yang berharga untuk

digunakan sehubungan dengan pemeriksaan fisik atau guna menyaring individu
                                                                              21




untuk penilaian tersebut. Berhubung cara tersebut mudah dilakukan, beberapa

pengukuran antropometrik biasanya dicantumkan dalam semua penilaian gizi.

3) Pemeriksaan laboratories

         Cara laboratories yynag digunakan dalam penilaian gizi, mempunyai

kemampuan untuk memberikan cara yang lebih tepat dan objektif untuk menilai

status gizi dari pada studi konsumsi pangan dan pemeriksaan fisik. Akan tetapi

pencatatan makanan dan penilaian fisik mengungkapkan dan membantu para

peneliti menafsirkan gejala umum kurang gizi yang tidak diperlihatkan oleh

pengukuran laboratories. Tekhnik laboratoris yang sering sekali digunakan adalah

tekhnik yang mengukur kandungan zat gizi dalam darah dan air seni atau urine,

kemudian hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan standard yang telah

ditetapkan untuk penduduk dan sub-kelompok penduduk yang diperiksa.

         Dalam kebanyakan kasus pemeriksaan laboratories hanya dapat diperoleh

di rumah sakit atau di pusat kesehatan, keadaan ini membuat sarana tersebut tidak

dapat dijangkau penduduk yang tinggal di banyak daerah pedesaan. Akan tetapi

dalam beberapa hal contoh-contoh darah, air seni dan feses di kumpulkan dari

rumah tangga dan masyarakat oleh perawat atau petugas lainnya kemudian di

bawa ke laboratorium untuk dianalisa. Contoh darah, air seni, dan feses tersebut

dapat pula di analisa sehubungan dengan studi konsumsi pangan atau pemeriksaan

fisik.

3.6. Penyebab Utama Masalah Gizi

         Terdapat dua faktor yang terkait langsung dengan masalah gizi khususnya

gizi buruk atau kurang, yaitu intake zat gizi yang bersumber dari makanan dan
                                                                             22




infeksi penyakit . Kedua faktor yang saling mempengaruhi tersebut terkait dengan

berbagai faktor penyebab tidak langsung yaitu ketahanan dan keamanan pangan,

perilaku gizi, kesehatan badan dan sanitasi lingkungan.

       Ketahanan pangan merupakan salah satu isu utama upaya peningkatan

status gizi masyarakat yang paling erat kaitannya dengan pembangunan pertanian.

Situasi produksi pangan dalam negeri serta ekspor dan impor pangan akan

menentukan ketersediaan pangan yang selanjutnya akan mempengaruhi kondisi

ketahanan pangan di tingkat wilayah. Sementara ketahanan pangan pada tingkat

rumahtangga, akan ditentukan pula oleh daya daya beli masyarakat terhadap

pangan. Ketahanan pangan sebagai isu penting dalam pembangunan pertanian

menuntut kemampuan masyarakat dalam menyediakan kebutuhan pangan yang

diperlukan secara sustainable (ketersediaan pangan) dan juga menuntut kondisi

yang memudahkan masyarakat memperolehnya dengan harga yang terjangkau

khususnya bagi masyarakat lapisan bawah (sesuai daya beli masyarakat).

       Menyeimbangkan antara ketersediaan pangan dan sesuai dengan daya beli

masyarakat dengan meminimalkan ketergantungan akan impor menjadi hal yang

cukup sulit dilaksanakan saat ini. Pada kenyataannya, beberapa produk pangan

penting seperti beras dan gula, produksi dalam negeri dirasa masih kalah dengan

produk impor karena tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat kita.

Kebijakan yang ada pun tidak memberi kondisi yang kondusif bagi petani sebagai

produsen, untuk dapat meningkatkan produktivitasnya maupun mengembangkan

diversifikasi pertanian guna mengembangkan keragaman pangan.
                                                                            23




       Perkembangan Konsumsi Pangan Intake zat gizi yang berasal dari

makanan yang dikonsumsi seseorang merupakan salah satu penyebab langsung

dari timbulnya masalah gizi. Rata-rata konsumsi energi penduduk Indonesia tahun

2002 adalah sekitar 202 kkal/kap/hari yang berarti sekitar 90.4 persen dari

kecukupan yang dianjurkan. Sementara rata-rata konsumsi protein sekitar 54,4

telah melebih kecukupan protein yang dianjurkan baru mencapai 90,4 persendari

kecukupan gizi yang dianjurkan sebesar 2200 kkal/hari. Selain masih rendahnya

tingkat konsumsi energi, data pada Tabel 1 menunjukkan bahwa pola konsumsi

pangan penduduk belum memenuhi kaidah gizi baik dari segi kualitas maupun

keragamannnya, dimana masih terjadi:

1) kelebihan padi-padian;

2) sangat kekurangan pangan hewani; dan

3) kurang umbi-umbian, sayur dan buah, kacang-kacangan, minyak dan

    lemak,buah/biji berminyak serta gula.

       Kondisi tersebut mencerminkan tingginya ketergantungan konsumsi

pangan penduduk pada padi-padian terutama beras.

3.7. Perencanaan Makanan Seimbang

       Untuk memenuhi kebutuhan tubuh, masing-masing keenam jenis zat gizi

diperlukan dalam jumlah yang cukup. Jika perencanaan apa yang dimakan setiap

hari dilakukan secara seksama kebutuhan tubuh akan zat gizi yang diperlukan

lebih condong dapat dipenuhi. Bahkan jika persediaan pangan terbatas, maka

pemulihan berbagai pangan secara hati-hati dan didistribusinya dalam keluarga

cukup baik akan membantu dalam memenuhi kebutuhan zat gizi perorangan.
                                                                               24




        Suatu makanan campuran dengan pangan pokok sebagai sumber protein

yang baik, beberapa buah dan sayuran serta beberapa lemak atau minyak akan

mengandung komponen pokok makanan seimbang, jika dimakan dalam jumlah

yang cukup sesuai dengan selera makan yang sehat. Pemilihan pangan yang

dimakan sedapat-dapatnya harus beranekaragam.

        Suatu ketentuan yang baik untuk diikuti adalah makan sekurang-

kurangnya sepuluh jenis pangan yang berlainan setiap hari dan tidak kurang dari

satu dari setiap keenam zat gizi yang terdapat dalam delapan kelompok bahan

makanan, serta bahan makanan tambahan dari kelompok kacang-kacangan,

sayuran dan buah-buahan juga turut membantu.

3.8. Pemberantasan Kurang Gizi

        Kurang     gizi    sering    disebut   suatu   keadaan   sosial   ekonomi.

Pemberantasannya didasarkan atas kerja samanya untuk memperoleh hasil yang

efektif, hal ini tergantung dari ;

    1) kebijaksanaan dan program organisasi pemerintah dan swasta untuk

        memberikan dorongan dan bantuan.

    2) Ahli pertanian yang membantu petani dan masyarakat pertanian belajar

        bagaimana menanam cukup pangan yang beraneka ragam guna

        menyediakan pangan yang cukup untuk keluarga petani.

    3) Keliarga petani menerapkan pengetahuan yang mereka dapat untuk

        menghasilkan, menyimpan dan mengolah pangan yang cukup untuk

        memenuhi kebutuhan gizi dan ekonomi mereka.
                                                                                25




   4) Semua kelompok pengembangan masyarakat pedesaan bekerja bersama

       untuk mengembangkan program pendidikan gizi yang efektif dan dapat di

       ikuti semua rumah tangga untuk belajar.

   5) Memonitor status gizi kelompok rawan dalam masayrakat dan membantu

       mereka yang mengalami         kurang pangan untuk belajar bagaimana

       mengatasi keadaan tersebut.

   6) Program perbaikan lingkungan.

   7) Kesemptan kerja di pedesaan dan kesempatan yang mendapatkan

       pendapatan agar semua mereka yang miskin dan yang tidak memperoleh

       keistimewaan dapat mengambil bagian dan dapat menerima manfaatnya.

3.9. Program Pangan dan Gizi

       Kurang    gizi   merupakan    masalah     multisektoral,   maka   dari   itu

penanggulangannya juga memerlukan pendekatan-pendekatan yang multisektoral.

Gizi kurang jarang diakibatkan oleh factor tunggal, jadi untuk mengatasinya atau

mencegahnya membutuhkan beberapa pendekatan dan usaha gabungan dari

banyak orang, badan-badan, dan tingkatan tingkatan kerjasama bbaik dari sector-

sektor kehidupan pemerinntah maupun swasta.

       Sering sekali perbaikan dalam kesejahteraan gizi dan kesehatan rakyat

dilihat sebagai fungsi dari pembangunan sosial dan ekonomi sosial. Di pihak lain

kebijaksanaan pembangunan terlalu sering hanya diarahkan kepada tujuan yang

paling mudah terlihat dan mudah diukur seperti industrialisasi, hasil produksi

pabrik, pendapatan perjiwa dan produk bruto nasional. Apabila tujuan-tujuan

untuk program gizi telah ditetapkan maka mekanisme pelaksanaan dan
                                                                              26




pengkoordinasiannya dalam kaitan dengan semua bagian dari pemerintah lokal,

daerah dan nasional harus ditentukan. Gagasan-gagasan dan kerjasama tim dari

banyak program, bidang-bidang pertanian dan golongan penduduk merupakan hal

yang penting untuk mengembangkan melaksanakan dan memonitor fungsi dan

program-program pangan dan gizi pada tiap tingkat pemerintahan.

 Program produksi dan distribusi pangan

       Ada keuntungan-keuntungan yang dapat dicapai dengan memperluas

program ini lebih jauh, dengan jalan menghubungkan kebun-kebun peragaan

produksi pangan dengan pemeliharaan anak di masyrakat, kesehatan dan balai

desa. Pemeragaan cara bagaimana program-program pertanian dapat digunakan

untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga harus dimasukkan

dalam program-program pedesaan yang cukup. Perkembangan-perkembangan

pertanian yang baru dan yang disempurnakan seperti bibit-bibit atau tanaman-

tanaman yang tinggi produksinya dan lebih tahan terhadap penyakit, yang

membutuhkan waktu lebih singkat untuk mematangkan tanaman pangan,

memberikan harapan untuk menaikkan persediaan pangan sejumlah ragam

tanaman yang cocok untuk Asia Tenggara.

       Kebijaksanaan pemerintah, keterlibatan, dan masukkan-masukkan uang

dalam program-program pertanian juga membantu meningkatakan produksi

tanaman pangan. Beberapa cara keiktusertaan pemerintah ialah mengawasi harga

barang-barang yang paling menentukan untuk peningkatan produksi pangan

seperti pupuk, bibit, makanan, ternak, obat pemberantas hama, persediaan

bangunan-bangunan usahatani dan sisitem air bersih serta jalan dari tempat petani
                                                                           27




ke pasar dan program-program elektrifikasi juga merupakan masukkan-masukkan

pemerintah yang penting.

 Program Pelayanan Kesehatan

       Pelayanan kesehatan yang cuma-Cuma atau yang disubsidi membantu

menurunkan tingkat kematian, terlebih dikalangan wanita hamil, bayi, anak-anak

kecil. Pusat-pusat kesehatan yang melayani golongan-golongan penduduk adalah

membantu dan mencegah kurang gizi dengan pendidikan mereka.

       Di banyak Negara berkembang obat preventif sering kali diberikan dalam

bentuk kuliah kuliah atau peragaan-peragaan kepada ibi-ibu menjelang saat

melahirkan dan pusat-pusat kesehatan anak-anak dan mungkin hanya berpengaruh

sedikit pada masalah kurang gizi. Pusat-pusat kesehatan dapat menyediakan

saluran yang sangat baik untuk mendidik para ibu cara memberikan makan kepada

bayi dan anak kecil, ibu yang mengasuh bayi dapat belajar mengenai pentingnya

makanan tambahan untuk bayi yang berusia kurang lebih enam bulan sampai dua

tahun. Mereka juga dapat belajar tentang jenis-jenis makanan yang cocok untuk

menjadi pelengkap susu ibu untuk bayi dan bagaimana caranya menanam,

menyimpan, menyiapkan dan menghidangkan bahan bahan makanan dengan cara

yang saniter dan bergizi.

 Program-program gizi

       Ada beberapa jenis program gizi yang hendaknya dikenal baik oleh ahli

pertanian. Beberapa diantaranya adalah ;

  1) Program pendidikan gizi

  2) Program makanan tambahan
                                                                       28




  3) Program fortifikasi pangan

       Memasukkan pendidikan gizi kedalam program pertanian merupakan

contoh cara yang efektif untuk memajukan produksi dan konsumsi pangan yang

lebih baik, pendidikan     gizi juga merupakan bagian penting dari program

pendidikan non-formal.     Jalur penyampaian pengetahuan gizi dan cara

penerapannya meliputi ;

       -   Program penyuluhan pertanian

       -   Pusa-pusat masyarakat pedesaan

       -   Koperasi-koperasi petani

       -   Media massa

       -   Pusat-pusat kesehatan ibu dan anak

       -   Organisasi politik

       -   Perkumpulan-perkumpulan wanita

       Banyak Negara mempunyai program-program mekanan tambahan yang

berbeda jenisnya, makanan ini dapat diberikan secara cuma-cuma kepada

penduduk di daerah-daerah yang ekonominya tertekan. program makanan

tambahan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok-

kelompok rawan dikalangan penduduk. Seperti ;

       -   Wanita hamil dan menyusui

       -   Bayi dan anak kecil

       -   Keluarga-keluarga petani

       Cara lain untuk menyediakan pangan kepada orang-orang yang

ekonominya serba kekurangan adalah pemerintah memberikan subsidi sebagian
                                                                       29




dari biaya bahan makanan yang penting untuk gizi dan makanan rakyat,

komponen komponen dari program ini meliputi beberapa hal yaitu ;

       -   Penganeka ragaman tanaman

       -

       -   Penyediaan kredit

       -   Perbaikan tanaman, peternakan, dan program pangan lainnya

       -   System pengadaan air

       -   Program kewaspadaan gizi

       -   Program makanan tambahan

       -   Program bigiene dan sanitasi

       -   Perbbaikan cara-cara pemasaran dan distribusi pangan

       -   Peningkatan pendapatan

       -   Kesempatan kerja dalam usahatani
                                                                          30




                           IV.     KESIMPULAN


       Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil dan pembahasan diatas adalah

sebagai berikut ;

   1. Kekurangan pangan dapat mempengaruhi kadar gizi suatu daerah seperti

       halnya gizi buruk, busung lapar dan lain – lain,

   2. Apabila jumlah pangan yang tersedia tidak cukup memberikan zat gizi

       yang dibutuhkan tubuh maka resiko kurang gizi akan tinggi dan gangguan

       gizi meningkat, hal ini akan menyebabkan keadaan kesehatan buruk dan

       produktivitas rendah tidak hanya pada tingkat local namun juga pada

       tingkat nasional

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:8660
posted:4/29/2011
language:Indonesian
pages:30
 elamoojee elamoojee
About