Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

16.2-Irda-Reza-parkir-otomatis-21-36

VIEWS: 63 PAGES: 16

									                    JETri, Volume 8, Nomor 2, Februari 2009, Halaman 21 - 36, ISSN 1412-0372



   SISTEM PARKIR OTOMATIS MENGGUNAKAN
     RFID BERBASISKAN MIKROKONTROLER
                  AT 89S51


                    Irda Winarsih & Reza Mahendra*
  Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti

Abstract
The Automatic Parking System is a system which automatize park of the car where we do not
need wasting our time in searching for a vacant place parking the car. Only with the RFID
tag touch hence our car will be parked automatically in place which we have determined
previously. This appliance use a microcontroler AT89S51 as controller brain, RFID card as
identification of the car owner, and some base lifts which made and designed in a such way
could move freely and basically driven by electric motors. In this system, microcontroller is
used to arrange and control the movement and the position of car contained base lifts to be
parked. After being identified the car ID by microcontroller and the driver has left the car,
the system then started working until the parking process completed and the microcontroller
will command the motor to return and move the empty base back the place ,standing by for
new process. The car retrieval process car happened on the contrary. The pallet lift
movement is motorized by four 12 VDC power motors gearbox.

Keywords: Parking, Microcontroller, RFID, Motor gearbox.



1. Pendahuluan.
       Problem perparkiran kadang merupakan hal yang krusial untuk di
cari solusinya agar dapat memberikan kepraktisan, keamanan dan
kenyamanan bagi pengemudi kendaraan serta efisiensi penggunaan lahan
parkir yang serba terbatas. Banyak waktu terbuang dan kadang cukup
merepotkan hanya untuk mencari tempat parkir pada jam sibuk.

       Sistem parkir otomatis (LP Car Parking System, 2008: online) &
(Woehr, 2008: Online) merupakan ide yang diharapkan dapat memberikan
solusi yang dirancang dengan menggunakan mikrokontroller AT89S51
sebagai otak pengendali (Atmel, 2008: 1-6), Tag RFID dan Reader sebagai
identifikasi pemilik kendaraan (Joseph Goldburg, 2005: 1-9), beberapa
landasan angkat (pallets) yang dapat digerakkan bebas oleh 4 motor
gearbox (Peralatan Energi Listrik, 2008: Online), dilengkapi juga dengan
sensor interruptor GP1S53VJ000F (Data Sheet SHARP, 2005: 1-2) sebagai
limit switch pendeteksi batas minimum dan maksimum gerakan motor.


* Alumni Jurusan Teknik Elektro FTI, Universitas Trisakti
JETri, Volume 8, Nomor 2, Februari 2009, Halaman 21 -36, ISSN 1412-0372



         Alat ini dirancang berupa prototipe konstruksi 8 loket parkir
disusun dua tingkat saling berhadapan dengan masing2 ukuran 22 x 12 x 11
cm, lift parkir pengangkat pallet yang dapat berputar pada poros R beserta
rel antar loket, rangkaian elektronik sistem kontrol gerak lift pembawa
pallet kendaraan bolak balik dari loket parkir dan catu daya.

         Komponen utama Sistem Parkir Otomatis berlangganan ini terdiri
dari:
- 1 buah Mikrokontroller AT89S51
- 8 buah Radio Frequency Identification Card dan Receiver ID-12
    Innovations (Powell, 2005: 1-3)
- 11 buah Sensor Interruptor
- 4 buah Motor gearbox 12 VDC
- 3 buah IC driver L293D (Data Sheet Texas Instrument Quadruple Half-
    H Drivers, 2002: 1-2)
- 1 buah catu daya IC Regulator 7805
- Output sistem berupa lampu indikator LED dan Buzzer, gerakan motor
    gearbox pengangkat pallet terhadap sumbu X, Y, Z dan putar R.

         Dengan sistem ini, pengemudi cukup mendekatkan kartu RFID ke
receiver agar dapat memarkirkan kendaraan diatas pallet yang telah
teridentifikasi dari loket parkir kosong dan segera setelah terparkir dengan
baik diketahui melalui tanda dari LED (Boylestad, 1996: 38-39) dan buzzer,
pallet akan dikunci posisinya agar tidak bergerak, disusul pengemudi
diharuskan meninggalkan kendaraan.

         Setelah itu pengemudi perlu menekan tombol untuk memulai proses
otomatisasi parkir. Sistem parkir ini dirancang dengan database dan
software untuk parkir berlangganan pada perkantoran, apartemen dan
perumahan, yang tentunya dapat pula dikembangkan untuk parkir umum
seperti di Business Center



2. Blok Diagram
2.1. Gambar Blok Diagram
      Gambar 1. menunjukkan blok diagram dari rangkaian sistem parkir
otomatis yang dirancang. Pada Gambar 2. Menunjukan permodelan lift
parkir dengan lift 2 tingkat.




22
                                                Intput

                        Limit        Limit        Limit      Limit      Limit
                       Posisi X     Posisi X      Posisi     Posisi     Posisi
                      Maksimum      Minimum        Kiri       Kiri       Kiri

                                                                                        Output
     Limit Posisi Z
      Maksimum
                                                                                 Driver       Motor
                                                                                 Motor        X&Y
     Limit Posisi Z
       Minimum
                                                                                 Driver        Motor
                                         Mikrokontroller                         Motor          Z
     Sensor Posisi
        Parkir
                                                                                 Driver        Motor
                                                                                 Motor          R
     Sensor Posisi
        Parkir


        RFID                                                                          LED & Buzzer
                                               Catu daya
        Reader




23
             Gambar 1. Blok Diagram Sistem Parkir Otomatis Berbasis Mikrokontroller
                                                                                                       Irda Winarsih & Reza Mahendra. Sistem Parkir Otomatis Menggunakan RFID Berbasiskan
JETri, Volume 8, Nomor 2, Februari 2009, Halaman 21 -36, ISSN 1412-0372




     Gambar 2. Permodelan Sistem Parkir Otomatis dengan lift 2 tingkat.

2.2. Cara Kerja Masing-masing Blok
      Sistem parkir otomatis ini terdiri dari tujuh blok rangkaian dengan
fungsi sebagai berikut:

2.2.1. Blok Sistem Radio Frequency Identification (RFID)
Blok ini berfungsi mengidentifikasi kendaraan yang akan diparkir, terdiri
dari komponen:
- Tag RFID berupa kartu, berfungsi sebagai transponder untuk
    meresponse dan mentransmisikan gelombang radio 125Khz - 134 Khz
    (Sweeney II, 2005: 67), lengkap dengan antenna dan memori ROM
    yang diprogram untuk satu ID.
- RFID Reader (ID -12 Innovations) berupa module Transceiver
    (pasangan dari Tag) yang berfungsi mengaktifkan dan membaca signal
    berisi kode unik berbeda-beda dari setiap Tag untuk dikirim dan
    diproses oleh rangkaian pengendali
- Gelombang radio pembawa signal kode menyebabkan berpindahnya
    data secara wireless dari Tag ke RFID Reader.

Pada Gambar 3. terlihat Sistem RFID (Sweeney II, 2005: 78)




24
     Irda Winarsih & Reza Mahendra. Sistem Parkir Otomatis Menggunakan RFID Berbasiskan




                            Gambar 3. Sistem RFID

2.2.2. Blok Rangkaian Pengendali (Mikrokontroler)
       Berfungsi sebagai pengendali sekaligus memproses data yang
diterima dari RFID reader untuk mendefinisikan kondisi loket parkir yang
tersedia, kemudian menggerakkan motor pembawa pallet kosong untuk
diisi kendaraan yang akan diparkir ke loket parkir dan sebaliknya.
Rangkaian pengendali dirancang dari Microcontroller MCS-51, berupa:
- Mikrokontroler AT89S51 yang telah diisi data base dan software
    dengan bahasa assembly yang merupakan otak sistem pengendali.
- Rangkaian Reset yang berfungsi untuk mereset keadaan awal dari
    program yang telah berjalan.
- Rangkaian pembangkit clock yang berfungsi menghasilkan clock untuk
    menjalankan kerja CPU IC 89S51 dengan frekwensi dasar sebesar 1
    Mhz (Atmel, AT89S51: 26)
- ROM/EPROM/Flash ROM berupa memori program internal dan
    memori program eksternal berfungsi menyimpan data-data dan
    instruksi-instruksi.
- Beberapa operasi seperti operasi timer (waktu tunda), interupsi dan
    operasi serial.
- Program Software menggunakan bahasa Assembly.
- Rangkaian Sistem Minimum Mikrokontroler. Untuk dapat bekerja,
    mikrokontroler memerlukan rangkaian pendukung, terdiri dari
    rangkaian Power On Reset, manual reset, crystal oscillator dan
    pemilihan memory.
- Gambar 4. adalah Sistem Minimum Mikrokontroler dengan waktu
    tunda dari R = 10 KOhm, C = 10 µF dan frekwensi kerja sistem 1/12
    dari 12 Mhz atau 1 Mhz, sehingga mempunyai waktu dasar 1 udetik.




                                                                                   25
JETri, Volume 8, Nomor 2, Februari 2009, Halaman 21 -36, ISSN 1412-0372




                           µF




            Gambar 4. Sistem Minimum Mikrokontroler AT89S51.

2.2.3. Blok Rangkaian Sensor Posisi kendaraan dengan Photointer-
       ruptor
         Photointerruptor merupakan sensor elektronik yang menggunakan
cahaya untuk mengetahui kondisi posisi kendaraan ditempat pallet parkir
apakah sudah terparkir dengan baik agar siap untuk dipindahkan palletnya.
Sensor photointerruptor yang digunakan adalah tipe SHARP
GP1S53VJ000F yang terbentuk dari rangkaian inframerah dan
phototransistor seperti pada Gambar 5.




                   1. Anoda. 3. Kolektor. 2. Katoda 4. Emitter

                 Gambar 5. Rangkaian Sensor Photointerruptor




26
      Irda Winarsih & Reza Mahendra. Sistem Parkir Otomatis Menggunakan RFID Berbasiskan




2.2.4. Blok Rangkaian Limit Switch dengan Photointerruptor
        Sensor Photointerruptor selain sebagai sensor untuk posisi, juga
digunakan sebagai Limit Switch yang berfungsi untuk memberikan batas
minimum dan batas maksimum dari gerakan motor.Limit Switch yang
digunakan ada 10 buah yang mengatur gerakan motor bolak-balik arah
terhadap sumbu X, Y, Z dengan limit X minimum & X maksimum, Y
minimum & Y maksimum, Z minimum & Z maksimum dan sumbu putar
90 derajat R1, R2, R3 dan R4. Pengaturan posisi dengan limit switch ini
tergantung dari batasan ukuran dimensi dari kendaraan yang akan diparkir
dan spasi loket penyimpan kendaraan.

2.2.5. Blok Rangkaian Penggerak
        Sebagai output sistem ada 4 buah motor bolak balik gearbox 12
Vdc yang berfungsi untuk mengerakkan pallet dengan arah gerakan
terhadap sumbu X, Y, Z dan sumbu putar poros 90 derajat R1, R2, R3, R4.
Sebagai pemicu gerakan motor, diperlukan Driver Motor IC L293D yang
dapat membangkitkan arus dua arah sebesar 600 mA pada tegangan antara
4,5 Volt – 36 Volt dengan temperature kerja antara 0 – 70 derajat Celcius.
Diperlukan motor DC gearbox ini agar gearbox yang terintegrasi dengan
Driver berguna untuk membagi kecepatan motor DC sehingga diperoleh
daya dan torsi yang cukup kuat untuk mengangkat dan menggerakkan
pallet. Rancangan gerakan arah motor tergantung pada letak loket parkir
dan spasi antar loket, baik gerakan vertikal, horizontal/geser kiri-kanan,
maju-mundur atau putar, berdasarkan program sistem software untuk
mengendalikan gerakan motor tadi dari mikrokontroler. Gambar 6. adalah
sebuah konfigurasi Driver L293D berikut motor yang terhubung dengan
pin terkait.

        Sebuah IC L293D digunakan untuk menggerakkan 1 buah motor
bolak-balik dan 2 motor searah atau 2 motor bolak-balik atau 4 motor
searah. 2 buah IC L293D untuk menggerakan 3 motor bolak-balik sumbu
X, Y, Z dan 1 buah IC L293D untuk motor searah sumbu R.

2.2.6. Blok rangkaian LED dan Buzzer
Selain gerakan motor, output sistem juga dilengkapi dengan lampu LED
dan bunyi dari Buzzer yang berfungsi sebagai indikator dan tanda untuk:
- Nyala lampu LED menandakan kode RFID sudah teridentifikasi.
- Buzzer berbunyi menandakan posisi kendaraan terparkir dengan baik dan
   tepat, dimana pengemudi diharuskan meninggalkan kendaraan segera
   agar pallet yang berisi kendaraan tadi dapat dipindahkan ke loket parkir




                                                                                    27
JETri, Volume 8, Nomor 2, Februari 2009, Halaman 21 -36, ISSN 1412-0372



     setelah pengemudi menekan tombol agar otomatisasi parkir dimulai.
     Demikian juga sebaliknya untuk proses pengambilan kendaraan dari
     pallet, bunyi Buzzer menandakan pengemudi diberi izin untuk membuka
     pintu kendaraan untuk masuk ke dalam. Dan setelah kendaraan
     meninggalkan pallet, pengemudi wajib menekan tombol kembali untuk
     manual reset.




           Gambar 6. Konfigurasi Pin IC L293D dengan motor DC.

2.2.7. Blok Rangkaian Catu Daya
        Untuk mengsupply tegangan sumber ke IC dan motor
DC,diperlukan rangkaian catu daya menggunakan IC Regulator 7805 yang
dapat menghasilkan tegangan output positif 5 Volt, pada arus maksimum 1
Ampere dengan tegangan input berkisar antara 7 – 25 Volt. IC Regulator ini
hanya memiliki 3 pin, yaitu pin tegangan masukan Vin, pin ground dan pin
keluaran Vout seperti terlihat pada Gambar 7.




                 Gambar 7. Konfigurasi Pin IC Regulator 7805

3. Cara kerja Rangkaian
        Gambar 8. menunjukkan rangkaian keseluruhan dari Sistem Parkir
Otomatis yang dirangkai dengan menghubungkan pin ke pin dari ketujuh
blok rangkaian diatas.




28
Irda Winarsih & Reza Mahendra. Sistem Parkir Otomatis Menggunakan RFID Berbasiskan




                                                                               Gambar 8. Diagram Rangkaian Keseluruhan Sistem Parkir Otomatis




                                                                              29
JETri, Volume 8, Nomor 2, Februari 2009, Halaman 21 -36, ISSN 1412-0372



        Mikrokontroler AT89S51 akan menjadi pusat pertemuan yang
terhubung pada setiap pin ke seluruh rangkaian atau IC lainnya. Dari 40 pin
pada IC AT89S51, 26 pin terhubung seperti uraian berikut ini:
- Pin 3.0 sebagai input serial terhubung ke RFID Reader ID – 12 pin 7.
- Pin XTAL 1 dan 2 terhubung ke Crystal Oscillator
- Pin 9 RST ke Manual Reset
- Pin EA/VPP ke IC Regulator 7805
- Pin 3.5, 3.6, 3.7, 2.0 s/d 2.7 terhubung ke 11 buah Photointerruptor
   IC GP1S53VJ000F pin 3
- Pin 1.0, 1.1, 1.6, 1.7 masing-masing ke Driver L293D Motor Gerak
   sumbu X dan Y, Pin 3.1 dan 3.2 ke Driver Motor Gerak sumbu Z.
- Pin 3.3 dan 3.4 ke Driver Motor Gerak sumbu R.
- Pin GND.

       Kerja sistem akan diawali pin EA/VPP diberi logika satu yang berarti
memori internal aktif atau mikrokontroler bekerja secara standalone,
kemudian Power On Reset juga mereset mikrokontroler dan memberi
waktu tunda untuk menunggu sistem stabil. Rangkaian waktu tunda diatur
dari resistor R = 10 KOhm dan kapasitor C = 10 uF.

      Saat daya dihidupkan, kapasitor mulai terisi tegangan pada pin 9
Reset akan bergerak dari 0 Volt hingga 5 Volt, sehingga pin 9 Reset akan
mendapat sinyal logika satu.Dapat juga Reset dilakukan secara manual
dengan menekan Switch Push Button yang menghubungkan Vcc =5 Volt
dengan pin 9 Reset. Manual Reset dibutuhkan untuk saat sistem menjadi
kacau akibat gangguan ataupun supaya sistem bekerja lagi dari awal.

     Crystal Oscillator berfungsi menghasilkan clock yang dibutuhkan
mikrokontroler untuk menjalankan CPU dengan kecepatan 1 MHz atau
waktu dasar 1 udetik agar mudah dalam pengaturan timer sebagai pengali.

      Output Rangkaian RFID Reader ID – 12 pada pin 7 yang berisi kode
dari hasil pembacaan Tag dengan frekwensi kerja 125 KHz – 134 Khz dan
format Tag tipe EM 4001 yang kompatibel, akan diterima pada rangkaian
pengendali pada pin 3.0 sebagai input serial pada IC89S51.

      Proses pemarkiran akan dimulai saat daya dihidupkan yang berarti
sistem siap bekerja. Lift parkir akan menempati posisi pada keadaan X
minimum, Y minimum, Z minimum dan sumbu putar pada posisi
tengah.Berikutnya sistem siap untuk menerima input berupa Tag RFID




30
      Irda Winarsih & Reza Mahendra. Sistem Parkir Otomatis Menggunakan RFID Berbasiskan




dengan mendekatkan kartu RFID ke Tag RFID untuk diidentifikasi, apabila
berhasil , maka sistem akan melanjutkan proses selanjutnya. Tapi apabila
kartu tidak teridentifikasi, maka sistem tidak akan meneruskan ke proses
selanjutnya dan sistem tidak akan bekerja.

        Proses akan diteruskan dengan mendeteksi apakah kendaraan yang
kartunya teridentifikasi telah terparkir diloket atau belum untuk memilih
salah satu dari menu Proses Pemarkiran atau Proses Pengambilan.Apabila
loket    kosong,     berarti   menu      yang    dipilih   adalah  Proses
Pemarkiran.Selanjutnya lift parkir akan mengambil pallet 1 dari posisi
parkir 1 untuk dibawa keluar dari loket parkir kembali ke posisi awal di
platform, agar pengemudi dapat meletakkan kendaraannya untuk proses
pemarkiran.

        Terjadi waktu tunda dalam proses ini agar pengemudi mempunyai
waktu cukup untuk memarkirkan kendaraannya diatas pallet 1dengan benar
dan lurus atas petunjuk indikator dari lampu LED dan bunyi Buzzer, dimana
pengemudi harus segera meninggalkan kendaraan terkunci.

        Setelah itu pemilik kendaraan diharuskan menekan tombol untuk
memulai proses otomatisasi parkir dan dengan segera motor penggerak
pallet akan bekerja mengangkat kendaraan berikut palletnya untuk
diparkirkan ke loket 1 yang teridentifikasi dan selesailah proses pemarkiran
kendaraan 1. Apabila kendaraan akan diambil oleh pemiliknya, proses yang
dilakukan sama seperti proses pemarkiran, yaitu dengan mendekatkan kartu
RFID ke TAG untuk identifikasi kembali.

         Setelah itu mikrokontroler akan mengecek apakah kendaraan masih
terparkir di loket parkir 1 dan kalau jawabannya ya, maka kontroller akan
mengaktifkan menu Proses Pengambilan .Demikian proses ini akan
berulang untuk pemilik kendaraan dengan Kartu RFID 2, 3 dan seterusnya.
Keseluruhan Aliran Proses Pemarkiran dan Proses Pengambilan selanjutnya
direalisasikan dengan membuat software atas program proses kerja dari
mikrokontroler, yang dipilih menggunakan bahasa Assembly.


4. Pengujian Sistem dan Alat
4.1. Metoda Pengujian
     Dilakukan pengujian pada beberapa bagian rangkaian agar dapat
mengetahui apakah sistem atau alat yang dirancang telah memenuhi




                                                                                    31
JETri, Volume 8, Nomor 2, Februari 2009, Halaman 21 -36, ISSN 1412-0372



spesifikasi rancangan yang diinginkan.Dalam pengujian ini instrument yang
digunakan adalah Digital Multitester merk Sanwa tipe YX-830B, digunakan
untuk mengukur sumber tegangan DC/AC, arus DC, resistansi dan
Stopwatch merk CASIO tipe HS3V-1B, digunakan untuk mengukur waktu.
Telah dilakukan pengujian dengan hasil sebagai berikut:

4.2 Pengujian Catu Daya
       Pengujian modul catu daya dilakukan 2 tahap, yaitu tanpa beban
dan dengan beban. Hasil pengujian tanpa beban dan dengan beban hampir
sama dengan persentase kesalahan sekitar 0,6 % dari besaran terukur 5 Volt
DC dan 1,25 % dari besaran 12 Volt DC.

4.3. Pengujian Mikrokontroler
        Pengujian Mikrokontroler dilakukan dengan mengukur tegangan
output setiap port yaitu port 1, port 2, port 3 dan port 0 dengan
menggunakan Voltmeter dari kondisi Vcc yang diberikan sebesar 5,05 Volt
dan IC Mikrokontroler dalam kondisi tidak terprogram (blank chip). Hasil
pengujian adalah Output Port 0 dengan hasil antara 0,11 - 0,13 Volt,
Output Port 1 dengan hasil 4,96 – 4,99 Volt, Output Port 2 dengan hasil
4,98 – 5,00 Volt dan Output Port 3 dengan hasil 4,96 – 4.98 Volt.

         Sedangkan pengujian response waktu dari mikrokontroler yang
akan dibandingkan dengan waktu yang sesungguhnya dilakukan dalam
kondisi Vcc = + 5,03 Volt dan Mikrokontroler sudah terprogram dengan
timer.Program dibuat agar LED menyala dan mati dengan waktu masing-
masing 1 detik dengan perhitungan: T timer = (FFFFh - THTLh) x ( 12 /
(f crystal) ) = 50.000 udetik, sedangkan T total = 20 x T timer = 1 detik.
Setelah mikrokontroler diberi program, kemudian dijalankan dan dilakukan
pengamatan terhadap waktu dari mikrokontroler dengan hasil pengukuran
waktu tunda mikrokontroler berkisar 1,2 - 1,5 detik, yang berarti ada
kesalahan sekitar 50 %.

4.4 Pengujian Motor DC Gearbox
        Bertujuan mengetahui apakah motor bekerja dengan baik dengan
menberikan tegangan pada kedua kaki dan mengamati perputaran motor,
kemudian membalikkan polaritas kaki motor dan melakukan pengamatan
terhadap arah putaran motor. Pengujian memberikan hasil : KAKI 1 + dan
KAKI 2 + , hasilnya PUTARAN STOP, KAKI 1 + dan KAKI 2 -, hasilnya
PUTARAN KANAN, KAKI 1 – dan KAKI 2 +, hasilnya PUTARAN KIRI
dan KAKI 1 – dan KAKI 2 -, hasilnya PUTARAN STOP.




32
      Irda Winarsih & Reza Mahendra. Sistem Parkir Otomatis Menggunakan RFID Berbasiskan




4.5 Pengujian Driver Motor
        Bertujuan untuk mengetahui apakah Driver Motor dapat
menggerakkan motor melalui Mikrokontroler.Pengujian dilakukan dengan
membuat program software sederhana yang akan menggerakkan motor
bolak balik dalam selang waktu 5 detik selama 30 detik. Hasil pengujian
pada kedua buah motor dengan menggunakan Driver Motor L 293D
terekam setiap 5 detik, motor berputar ke kiri dan ke kanan saling
bergantian, berarti motor dapat bekerja dengan baik dengan menggunakan
IC L293D sebagai penghubung antara motor dan mikrokontroler.

4.6. Pengujian Modul RFID
        Pengujian modul ini dilakukan dengan cara menghubungkannya
dengan Komputer PC menggunakan komunikasi serial RS-232 dan Hyper-
Terminal atau Serial terminal Software. Fungsi Hyperterminal ini adalah
untuk melihat ID kartu yang dimiliki oleh masing-masing kartu (tag) RFID
yang berhasil dibaca oleh RFID Reader. Dari 8 buah kartu, yang diuji hanya
5 buah kartu dengan hasil terbaca di komputer, terlihat di Tabel 1.

                     Tabel 1 Hasil Pengujian Modul RFID
                 Kartu RFID                    Terbaca

                        A           ☺820036EA7D23 (Enter)♥
                        B          ☺820037C2A9DE (Enter)♥
                        C           ☺82003788A79A (Enter)♥
                        D           ☺8200378D6A52 (Enter)♥
                        E           ☺82003788A79A (Enter)♥

4.7. Pengujian Sensor Photo Interruptor
        Pengujian sensor photointerruptor ini untuk mengetahui apakah
sensor ini dapat membangkitkan pulsa yang kompatibel dengan
mikrokontroler. Pengujian dilakukan seperti terlihat pada Gambar 9,
dengan input Vcc = 5 Volt, Ro = 330 Ohm dan RL = 5,6 KOhm. Dengan
melewatkan potongan kertas berbentuk persegi pada celah tengah sensor 8
kali ber-ulang. Hasil yang didapat adalah              tegangan pada saat
Photointerruptor tidak terhalangi terukur antara 0,21 - 0,26 Volt (LOW) ,
sedangkan pada saat dihalangi dengan potongan kertas tadi terukur antara
4,84 - 4,88 Volt ( HIGH ). Ini berarti Sensor bekerja dengan baik.




                                                                                    33
JETri, Volume 8, Nomor 2, Februari 2009, Halaman 21 -36, ISSN 1412-0372




              Ro = 330 Ω, RL = 5,6 kΩ dan Input = VCC = 5Volt

           Gambar 9. Rangkaian Pengujian SensorPhotointerruptor

         Pengujian kepastian pulsa kompatibel dengan mikrokontroler
dilakukan dengan menghubungkan Port 1.7 Mikrokontroler dengan LED
seri dengan resistor 1 KOhm dan tegangan input Vcc = 5 Volt , Port 1.0
dengan Output Photointrruptor pin 3 dan disertai program sederhana untuk
mikrokontroler. LED pada output P1.7 akan dipengaruhi oleh output
Photointrruptor yang telah di input ke P 1.0. LED akan menyala saat
Photointrruptor dilewati kertas tadi dan bila potongan kertas dilewatkan
sekali lagi, maka lampu LED akan mati. Ini berarti LED akan toggle setiap
mendapat trigger dari photointerruptor.

4.8. Pengujian kinerja kerja alat keseluruhan
        Kondisi awal akan dimulai dengan Reset Sistem setelah power ON.
Kartu RFID 1 dapat didekatkan ke Tag RFID untuk dibaca ID nya dan
diteruskan ke mikrokontroler untuk parkir otomatis. Motor penggerak pallet
mulai bergerak menuju loket parkir 1 untuk mengambil pallet 1 untuk
dibawa keluar dari loket parkirnya dan pallet 1 berada di platform. Pemilik
kendaraan siap memarkirkan kendaraannya diatas pallet 1 dengan benar dan
lurus dengan ditandai bunyi Buzzer, setelah itu pemilik segera




34
      Irda Winarsih & Reza Mahendra. Sistem Parkir Otomatis Menggunakan RFID Berbasiskan




meninggalkan kendaraannya yang terkunci. Proses berikutnya pemilik
kendaraan menekan tombol untuk memulai proses pemarkiran.

         Selanjutnya terlihat motor mulai bergerak memindahkan kendaraan
beserta palletnya menuju loket parkir 1. Proses parkir selesai. Motor
bergerak kembali ke platform lagi tanpa pallet. Apabila kendaraannya ingin
diambil oleh pemiliknya, maka Kartu RFID 1 didekatkan lagi ke Tag untuk
identifikasi. Karena loket 1 sudah terisi kendaraan 1, maka mikrokontroler
akan memilih menu Pengambilan Kendaraan, dan dengan segera motor
bergerak menuju loket 1 untuk mengambil pallet 1 berisi kendaraan 1 untuk
dibawa keluar dan diletakkan di platform.

        Setelah motor berhenti ditandai bunyi Buzzer, pemilik baru dapat
membuka pintu kendaraan untuk masuk ke dalam dan menghidupkan mesin
agar mobil bisa dikeluarkan dari pallet 1. Setelah itu pemilik kendaraan
diharuskan menekan tombol untuk meresetkan sistem kembali. Demikian
proses ini akan berlaku untuk kendaraan 2, 3, 4 dan seterusnya.


5. Kesimpulan
         Setelah dilakukan pembuatan, pengujian dan pengamatan terhadap
alat secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Pengujian terhadap Catudaya, Modul RFID, motor DC gearbox, Driver,
    Mikrokontroler dan Photointerruptor memberikan hasil yang
    memuaskan dengan kesalahan yang tidak berarti. Hanya pada pengujian
    Mikrokontroler diperoleh waktu tunda dengan 50% kesalahan yang
    cukup signifikan untuk dipelajari kembali.
2. Terdapat proses pengambilan dan penempatan pallet yang kurang
    presisi, ini disebabkan desain konstruksi alat masih kurang kokoh dan
    gerakan motor yang kurang mulus dan stabil sehingga perlu
    disempurnakan.
3. Proses pemarkiran masih cukup lama, dimulai dari pengambilan hingga
    ditempatkan pada loket parkir yang tersedia. Ini disebabkan motor DC
    yang digunakan masih terbatas oleh kecepatan dan torsi yang besar
    untuk menggerakkan komponen mekanik yang cukup berat.
4. Ide Sistem Parkir Otomatis ini sangat mungkin untuk diaplikasikan
    pada perparkiran langganan di gedung parkir seperti apartemen dan
    perkantoran, maupun pada perparkiran umum seperti Business Center ,
    Mall dan lain-lain yang dapat menciptakan lingkungan kondisi
    perkotaan yang lebih smart dan penggunaan lahan parkir yang lebih
    efisien.




                                                                                    35
JETri, Volume 8, Nomor 2, Februari 2009, Halaman 21 -36, ISSN 1412-0372



Daftar Pustaka
1. Boylestad, Robert L. and Louis Nashelsky. Electronic Devices and
   Circuit Theory, 6th edition. New Jersey: Prentice Hall, Inc,1996
2. Sweeney II, Patrick J. RFID For Dummies. Hoboken, New Jersey:
   Wiley Publishing, Inc. 2005
3. Peralatan Energi Listrik, Motor Listrik, Pedoman Efisiensi Energi untuk
   Industri di Asia, (Online), (www.energyefficiencyasia.org, diakses 28
   Maret 2008: 10.00 WIB)
4. Atmel, AT89S51 (Online), (http://www.atmel.com/dyn/resources/prod_ 
   document/doc0313.pdf diakses 30 Maret 2008: 16.00 WIB)
5. Goldburg, Joseph. RFID Evaluation Kit, (Online), (http://www.
   adilamtech.com /RFID/Adilam%20RFID%20ID10.pdf. diakses 30
   Maret 2008: 17.00 WIB)
6. Powell, George. ID Series Readers Datasheet, (Online), ( http://www.
   adilamtech.com.au/RFID/ID%20SERIES%20SR(2005-3-1)%20rev19.
   pdf. diakses 30 Maret 2008: 18.00 WIB)
7. SP Car Parking System, Automotion Parking System, (Online),
   (http://www.automotionparking.com/downloads/pdf/Car_Parking_SP_S
   ystem.pdf. diakses 20 Juli 2008: 20.00 WIB)
8. Woehr, Automatic Parking System, (Online),  (http://www.woehr.
   de/index_en .php. diakses 28 Maret 2008: 09.00 WIB)




36

								
To top