Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

pascal dasar

VIEWS: 221 PAGES: 19

									                              BAB I
                    KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN

1.1 Komputer
1.1.1 Definisi Komputer
   Secara bahasa komputer berasal dari bahasa latin computare yang
mengandung arti menghitung. Sedangkan secara istilah ada beberapa arti dari
computer yang didefinisikan oleh para ahli antara lain :
a. Menurut Hamacher, Komputer adalah mesin penghitung elektronik yang
   cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya
   sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan
   output berupa informasi.
b. Menurut Blissmer, komputer adalah suatu alat elektonik yang mampu
   melakukan beberapa tugas sebagai berikut : - menerima input - memproses
    input tadi sesuai dengan programnya - menyimpan perintah-perintah dan
    hasil dari pengolahan - menyediakan output dalam bentuk informasi
c. Menurut Fuori       Komputer adalah suatu pemroses data yang dapat
    melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan
    aritmatika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.
    Komputer sebagai pengolah data untuk menghasilkan suatu informasi, tidak
bisa bekerja secara mandiri tanpa bantuan komponen-komponen lain yang
disebut dengan sistem komputer. sistem komputer (computer system) terdiri
dari :
a. Hardware atau Perangkat Keras: peralatan yang secara fisik terlihat dan
    bisa dijamah.
b. Software atau Perangkat Lunak: program yang berisi instruksi/perintah
    untuk melakukan pengolahan data.
c. Brainware, manusia yang mengoperasikan dan mengendalikan sistem
    komputer.
Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan
membentuk satu kesatuan. Hardware tidak akan berfungsi apabila tanpa
software, demikian juga sebaliknya. Dan keduanya tiada bermanfaat apabila
tidak ada manusia (brainware) yang mengoperasikan dan mengendalikannya.




Aris kurniawan
1.1.2 Klasifikasi Komputer
Komputer dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kelompok antara lain :
a. Berdasarkan data yang diolah :
   1) Analog yaitu komputer yang mengolah data analog. Contoh data analog
      adalah suhu, tekanan, getaran dan lain-lain.
   2) Digital yaitu komputer yang mengolah data digital. Contoh data digital
      adalah huruf, angka, gambar.
   3) Hybrid yaitu komputer yang mengolah data analog maupun digital.
b. Berdasarkan penggunaannya :
   1) Special Purpose digunakan untuk tujuan khusus
   2) General Purpose digunakan untuk tujuan umum atau melakukan lebih
      dari satu tugas.
c. Berdasarkan kapasitas dan ukurannya :
   1) Mikro
   2) Mini
   3) Small
   4) Medium
   5) Large
   6) Super
d. Berdasarkan generasinya :
   1) Pertama (1946-1959)
   2)   Kedua (1959-1964)
   3)   Ketiga (1964-1970)
   4)   Keempat (1979-Sekarang)
   5)   Kelima

1.2 Pemrograman
   Pemrograman tidak lepas dari tiga elemen penting yaitu program, bahasa
perograman dan pemrograman itu sendiri.

1.2.1 Program, Pemrograman, dan Bahasa Pemrograman
    Istilah program atau program komputer mungkin sudah tidak asing lagi
ditelinga kita, begitu juga istilah pemrograman. Program atau program
komputer adalah instruksi-instruksi yang diberikan kepada komputer untuk
melaksanakan tugas tertentu. sedangkan pemrograman adalah upaya untuk
membuat kode kode yang dapat dikenal oleh komputer.




Aris kurniawan
   Seperti halnya manusia yang diciptakan dengan berbagai bahasa, agama,
suku dan golongan, komputer juga memiliki bahasa yang dikenal dengan
bahasa pemrograman. Bahasa adalah salah satu cara berkomunikasi.
Perbedaan bahasa manusia dan bahasa komputer terletak pada
keanekaragaman bahasa yang dimiliki. Manusia memiliki ribuan bahkan jutaan
bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar manusia sedangkan
komputer hanya mengerti bahasa satu bahasa saja yitu bahasa mesin. Bahasa
manusia disebut sebagai bahasa alamiah (natural language) sedangkan
bahasa mesin terdiri dari digit biner yaiti 0 dan 1. Bahasa dengan kode seperti
ini terntulah menyulitkan manusia untuk mempelajarinya sehingga diciptakanlah
bahasa pemrograman komputer yang lain untuk membantu manusia membuat
kode program yang dikenal dengan bahasa pemrograman. Jadi, Bahasa
pemrograman adalah kumpulan perintah-perintah bermakna, berstruktur
tertentu (syntax) yang dapat dimengerti oleh komputer untuk menyelesaikan
suatu permasalahan.

1.2.2 Bahasa Pemrograman
   Bahasa pemrograman dapat diklasifikasikan menurut :
a. Level Bahasanya
   1) Low Level yaitu bahasa yang sulit dimengerti oleh manusia
   2) High Level yaitu bahasa yang mudah dimengerti oleh manusia
b. Generasinya
   1) Generasi Pertama (1 GL)
      Bahasa generasi pertama ini adalah bahasa mesin. Disebut generasi
      pertama karena merupakan jenis bahasa yang paling awal
      dkembangkan. Bahasa mesin adalah bahasa internal komputer yang
      langsung dapat dimengerti tanpa diperlukan penerjemah. Namun,
      bahasa mesin memiliki kelemahan :
      a) Sulit dipelajari sehingga menyita banyak waktu
      b) Berbeda untuk setiap jenis komputer sehingga tidak standar
   2) Generasi Kedua (2 GL)
      Bahasa generasi kedua adalah bahasa assembly. Pengembangan
      bahasa ini dikarenakan penggunaan komputer untuk kepentingan
      komersial pada awal tahun 1950. Ciri-Ciri bahasa assembly :
      a) Kode ditandai dengan nama yang mudah diingat seperti ADD, SUB,
         dan MULT




Aris kurniawan
      b) Alamat penyimpanan (storage addresses) nyata di mana data
          ditempatkan dapat didefinisikan dengan nama-nama seperti AMT1
          dan AMT2 untuk memudahkan rujukan
      Bahasa assembly sangat menyerupai bahasa mesin, sehingga untuk
      menjadi programmer bahasa assembly yang cakap kita harus
      memahami arsitektur mesin, yakni bagaimana mesin itu secara fisik
      memproses data. Sama seperti bahasa mesin, bahasa assembly
      tergantung komputer (tidak portable). Untuk menerjemahkan kode-kode
      diperlukan program khusus yang disebut ASSEMBLER.
   3) Generasi Ketiga (3 GL)
      Penggunaan komputer dalam bisnis berkembang sangat dramatis pada
      tahun 1950-an. Bahasa mesin dan assembly terlalu sulit, sehingga
      muncul third-generation languages (3GLs) yang lebih mudah untuk
      program dan portable. Disebut tingkat tinggi karena mudah dipelajari &
      program tingkat-tinggi memerlukan proses penerjemahan oleh komputer
      yang sangat rumit yang disebut COMPILER atau NTERPRETER.
      Seperti generasi pendahulunya 1GL dan 2GL, 3GL disebut bahasa
      prosedural (4GL dan 5GL disebut bahasa nonprosedural), yakni
      program harus menentukan kumpulan instruksi yang tepat yang
      dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Contoh bahasa
      tingkat-tinggi : - FORTRAN (FORmula TRANslator) - Cobol - Pascal -
      BASIC - MODULA-2 - ADA - Object-oriented programming language
      Bahasa C disebut bahasa “tingkat-menengah” karena format instruksinya
      dengan bahasa tingkat-tinggi sekaligus bisa berinteraksi langsung
      dengan hardware.
   4) Generasi Keempat
      Ciri-ciri :
      a) Mudah untuk dipelajari dan dipahami
      b) Tepat untuk pengaksesan database
      c) Memfokuskan pada memaksimalkan produktivitas manusia dari pada
          minimisasi waktu computer
      d) Nonprosedural
      e) Tersedia dalam software paket yang dapat digunakan untuk
          mengembangkan aplikasi yang diinginkan
      f) Contoh: - Query language seperti SQL (structured query language),
          QBE (query-by-example) dan INTELLECT - Report generator




Aris kurniawan
   5) Generasi Kelima
      Sering digunakan untuk akses database atau membuat sistem pakar
      (expert system) atau knowledge-based system. Dalam konsep, ditujukan
      untuk bahasa alami (natural languages) yang semirip mungkin dengan
      hubungan kemanusiaan Contoh : LISP dan Prolog Sekarang ini banyak
      sistem pakar dikodekan baik dalam LISP maupun Prolog, meski untuk
      hal yang sama bisa ditulis dalam C atau C++. Usaha yang sekarang
      dilakukan adalah memperbaiki bahasa AI (artificial intellegence) dengan
      mengkombinasikan kemampuan terbaik dari LISP dan Prolog.

1.2.3 Language Translator
   Bahasa tingkat tinggi tidak serta merta dimengerti oleh komputer karena
komputer hanya mengerti bahasa mesin. Untuk mengatasi hal tersebut kita
dapat menggunakan translator yang dikenal dengan istilah language
translator. Language translator bertugas untuk menterjemahkan bahasa
tingkat tinggi kedalam bahasa mesin sehingga dapat dijalankan oleh komputer.
Proses menterjemahkan bahasa pemrograman tersebut dikenal dengan istilah
Kompilasi Program. Perlu diketahui bahwa language translator yang digunakan
haruslah sesuai dengan kode yang ingin diterjemahkan. Jika kita menulis
program dengan menggunakan bahasa PASCAL, maka language translator
yang kita gunakan juga harus sama yaitu language translator untuk bahasa
PASCAL.




Aris kurniawan
      Cara kerja language translator dapat dilihat pada skema berikut :




                     Gambar 1.1 Skema Kerja Language Translator



Language translator terbagi menjadi 2 yaitu : Interpreter dan Compiler.
Walaupun prinsip kerjanya sama, compiler dan intepreter memiliki perbedaan
yang cukup mencolok. Pada interpreter, kode akan diterjemahkan perbaris
sehingga apabila menemui kesalahan, baris sebelumnya akan tetap dieksekusi.
Hal ini sangat berbeda dengan compiler yang menterjemah semua kode
program terlebih dahulu sebelum akhirnya menjalankannya, sehingga apabila
terdapat kesalahan pada baris tertentu, Compiler tidak akan mengeskusi baris-
baris sebelumnya.




Aris kurniawan
  Tabel berikut ini menunjukkan perbedaan antara compiler dan interpreter :

                 Compiler                               Interpreter
 Menterjemahkan secara keseluruhan        Menterjemahkan perintah per perintah
 Bila terjadi kesalahan kompilasi maka    Bila terjadi kesalahan dapat langsung
 source program harus diperbaiki dan      diperbaiki
 dikompilasi ulang
 Dihasilkan object program                Tidak dihasilkan object program
 Dihasilkan executable                    Tidak dihasilkan executable
 Proses pengerjaan program lebih cepat    Proses pengerjaan program lebih lambat
 Source program tidak terus disertakan,   Source program terus digunakan
 digunakan bila ada perbaikan program
 Keamanan program lebih terjamin          Keamanan program kurang terjamin
 VB, Pascal, Foxpro dll                   PHP, HTML dll




Aris kurniawan
                               BAB II
                     ALGORITMA DAN PSEUDOCODE

2.1 Algoritma
    Ditinjau dari asal-usul katanya, kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah
yang aneh. Orang hanya menemukan kata algorism yang berarti proses
menghitung dengan angka arab. Anda dikatakan algorist jika Anda menghitung
menggunakan angka arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata
ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika
menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku arab yang
terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Al-Khuwarizmi
dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang
berjudul Kitab Al Jabar Wal- Muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan
pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita
juga memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari algorism
menjadi algorithm muncul karena kata algorism sering dikelirukan dengan
arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm. Karena perhitungan
dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kata
algorithm berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi)
secara umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam bahasa
Indonesia, kata algorithm diserap menjadi algoritma.


2.1.1 Definisi Algoritma
   “Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang
disusun secara sistematis dan logis”. Kata logis merupakan kata kunci dalam
algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat
ditentukan bernilai salah atau benar. Dalam beberapa konteks, algoritma
adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu.
Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah
benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari
sejumlah masukan yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma,
kalau memberikan keluaran yang salah, pastilah algoritma tersebut bukanlah
algoritma yang baik.
Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mengetahui
seberapa baik hasil yang dicapai oleh algoritma tersebut. Hal ini penting
terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan
aproksimasi hasil (hasil yang hanya berupa pendekatan). Algoritma yang baik



Aris kurniawan
harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai yang
sebenarnya.
Ketiga adalah efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 2 hal
yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma memberikan keluaran
yang benar (paling mendekati), tetapi jika kita harus menunggu berjam-jam
untuk mendapatkan keluarannya, algoritma tersebut biasanya tidak akan
dipakai, setiap orang menginginkan keluaran yang cepat. Begitu juga dengan
memori, semakin besar memori yang terpakai maka semakin buruklah
algoritma tersebut.

Dalam kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda untuk
menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi perbedaan dalam menyusun
algoritma, tentunya kita mengharapkan keluaran yang sama. Jika terjadi demikian,
carilah algoritma yang paling efisien dan cepat.


2.1.2 Beda Algoritma dengan Program
Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan
tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan
menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah
suatu implementasi dari bahasa pemrograman.
Beberapa pakar memberi formula bahwa:

                 Program = Algoritma + Bahasa (struktur data)

Bagaimanapun juga struktur data dan algoritma berhubungan sangat erat pada
sebuah program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data yang tepat
akan membuat program menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya.
Pembuatan algoritma mempunyai banyak keuntungan di antaranya:
1. Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada bahasa
   pemrograman manapun, artinya penulisan algoritma independen dari
   bahasa pemrograman dan komputer yang melaksanakannya.
2. Notasi algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa
   pemrograman.
3. Apapun bahasa pemrogramannya, output yang akan dikeluarkan sama
   karena algoritmanya sama.




Aris kurniawan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat algoritma:
1. Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah.
   Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah
   dimengerti dan dipahami.
2. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti notasi
   bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis algoritma
   disebut notasi algoritmik.
3. Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik sendiri.
   Hal ini dikarenakan teks algoritma tidak sama dengan teks program. Namun,
   supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan kedalam notasi bahasa
   pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi algoritmik tersebut
   berkorespondensi dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.
   Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman. Perlu diingat bahwa
   orang yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya
   dan spesifikasi mesin yang menjalannya. Algoritma sebenarnya digunakan
   untuk membantu kita dalam mengkonversikan suatu permasalahan ke
   dalam bahasa pemrograman.
4. Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya dapat
   dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditranslasikan ke dalam notasi
   bahasa pemrograman.
   Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada translasi tersebut, yaitu:
   a. Pendeklarasian      variabel    Untuk    mengetahui        dibutuhkannya
      pendeklarasian variabel dalam penggunaan bahasa pemrograman
      apabila tidak semua bahasa pemrograman membutuhkannya.
   b. Pemilihan tipe data Apabila bahasa pemrograman yang akan digunakan
      membutuhkan pendeklarasian variabel maka perlu hal ini
      dipertimbangkan pada saat pemilihan tipe data.
   c. Pemakaian instruksi-instruksi Beberapa instruksi mempunyai kegunaan
      yang sama tetapi masing- masing memiliki kelebihan dan kekurangan
      yang berbeda.
   d. Aturan sintaksis Pada saat menuliskan program kita terikat dengan
      aturan sintaksis dalam bahasa pemrograman yang akan digunakan.
   e. Tampilan hasil Pada saat membuat algoritma kita tidak memikirkan
      tampilan hasil yang akan disajikan. Hal-hal teknis ini diperhatikan ketika
      mengkonversikannya menjadi program.
   f. Cara pengoperasian compiler atau interpreter. Bahasa pemrograman
      yang digunakan termasuk dalam kelompok compiler atau interpreter.



Aris kurniawan
2.1.3. Algoritma Merupakan Jantung Ilmu Informatika
    Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang
ilmu komputer yang mengarah ke dalam terminologi algoritma. Namun, jangan
beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. Dalam
kehidupan sehari-hari pun banyak terdapat proses yang dinyatakan dalam
suatu algoritma. Cara-cara membuat kue atau masakan yang dinyatakan dalam
suatu resep juga dapat disebut sebagai algoritma. Pada setiap resep selalu ada
urutan langkah-langkah membuat masakan. Bila langkah-langkahnya tidak
logis, tidak dapat dihasilkan masakan yang diinginkan. Ibu-ibu yang mencoba
suatu resep masakan akan membaca satu per satu langkah-langkah
pembuatannya lalu ia mengerjakan proses sesuai yang ia baca. Secara umum,
pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut pemroses (processor).
Pemroses tersebut dapat berupa manusia, komputer, robot atau alat-alat
elektronik lainnya. Pemroses melakukan suatu proses dengan melaksanakan
atau “mengeksekusi” algoritma yang menjabarkan proses tersebut.
   Algoritma adalah deskripsi dari suatu pola tingkah laku yang dinyatakan
secara primitif yaitu aksi-aksi yang didefenisikan sebelumnya dan diberi nama,
dan diasumsikan sebelumnya bahwa aksi-aksi tersebut dapat kerjakan
sehingga dapat menyebabkan kejadian.
   Melaksanakan algoritma berarti mengerjakan langkah-langkah di dalam
algoritma tersebut. Pemroses mengerjakan proses sesuai dengan algoritma
yang diberikan kepadanya. Juru masak membuat kue berdasarkan resep yang
diberikan kepadanya, pianis memainkan lagu berdasarkan papan not balok.
Karena itu suatu algoritma harus dinyatakan dalam bentuk yang dapat
dimengerti oleh pemroses. Jadi suatu pemroses harus: 1. Mengerti setiap
langkah dalam algoritma. 2. Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan
langkah tersebut.
       Beberapa contoh sederhana mengenai algoritma yang dapat ditemui
dalam kehidupan sehari – hari misalnya:
1. Memasak mie instant.
   Prosesnya sbb: memanaskan air, membuka pembungkus mie instant
   (tentunya), memasukkan mie ke dalam air, taruh bumbu di piring, angkat
   mie jika sudah masak, campurkan dengan bumbu yang sudah ada di piring
   dengan mie, setelah itu makan
2. Menelepon
   Prosesnya sbb: angkat telepon, tekan nomor teleponnya:
      jika diangkat maka mulai berbicara setelah selesai tutup teleponnya



Aris kurniawan
      jika tidak diangkat, maka tutup teleponnya

ciri – ciri dari algoritma seperti yang dipaparkan oleh Donald E. Knuth:
      Algoritma mempunyai awal dan akhir.
      Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat sehingga tidak memiliki
       arti ganda (ambigu).
      Memiliki masukan (input) atau kondisi awal.
      Memiliki keluaran (output) atau kondisi akhir.
      Algoritma harus efektif; bila digunakan benar – benar menyelesaikan
       persoalan.

2.1.4 Jenis Algoritma
1. Sequence Process: instruksi dikerjakan secara sekuensial, berurutan.
2. Selection Process: instruksi dikerjakan jika memenuhi kriteria tertentu
3. Iteration Process: instruksi dikerjakan selama memenuhi suatu kondisi
   tertentu.
4. Concurrent Process: beberapa instruksi dikerjakan secara bersama.

2.2 Pseudocode
Adalah kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan pejelasan
cara menyelesaikan suatu masalah. Pseudo-code sering digunakan oleh
seseorang untuk menuliskan algoritma dari suatu permasalahan. Pseudo-code
berisikan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu permasalahan (hampir
sama dengan algoritma), hanya saja bentuknya sedikit berbeda dari algoritma.
Pseudo-code menggunakan bahasa yang hampir menyerupai bahasa
pemrograman. Selain itu biasanya pseudo-code menggunakan bahasa yang
mudah dipahami secara universal dan juga lebih ringkas dari pada algoritma.
Beda antara algoritma dan pseudo-code


Problem: mencari bilangan terbesar dari dua bilangan yang diinputkan
Contoh Algoritma :
1. Masukkan bilangan pertama
2. Masukkan bilangan kedua
3. Jika bilangan pertama > bilangan kedua maka kerjakan langkah 4, jika tidak,
   kerjakan langkah 5.
4. Tampilkan bilangan pertama
5. Tampilkan bilangan kedua


Aris kurniawan
Contoh Pseudocode
1. Masukkan bilangan pertama (a)
2. Masukkan bilangan kedua (b)
3. if a > b then kerjakan langkah 4 else kerjakan langkah 5
4. print a
5. print b

Problem: mencari luas persegi panjang
Contoh Algoritma :
1. Masukkan panjang
2. Masukkan lebar
3. Nilai Luas adalah panjang x lebar
4. Tampilkan Luas

Contoh Pseudocode
1. Input panjang
2. Input lebar
3. Luas  panjangx lebar
4. print Luas

Contoh lain algoritma dan pseudocode :




Aris kurniawan
Sebenarnya tidak ada aturan mengikat tentang penulisan algoritma dan
pseudo-code, karena guna kedua hal ini adalah untuk memudahkan seseorang
untuk menggambarkan urutan suatu kejadian. Biasanya untuk para
programmer, guna kedua hal ini adalah sebagai dasar alur pembuatan
program. Di mana dapat merepresentasikan alur cerita dari
client tentang kebutuhan dasar dari sebuah program, sehingga lebih mudah
untuk dipahami.Jadi pseudo-code bisa dikatakan juga sebagai algortima yang
sudah sedikit digabungkan dengan bahasa pemrograman yang akan
digunakan.




Aris kurniawan
Soal Latihan :
1. Buatlah algoritma untuk menghitung konversi suhu.dari Celcius menjadi
   Reamur dan Farenheit.
   Input: suhu dalam Celcius
   Proses: R = 4/5 * C dan
   F = 9/5 * C + 32
   Output: suhu dalam Reamur dan Farenheit
2. Buatlah algoritma untuk mencari sisi miring dari suatu segitiga siku-siku, jika
   diketahui panjang sisi yang membentuk sudut siku-siku.
   Input: a dan b, yaitu panjang sisi pembentuk sudut siku-siku
   Proses: c  a 2  b 2
   Output : sisi miring (c)
3. Buatlah algoritma untuk menentukan suatu bilangan genap atau ganjil
   Input: suatu bilangan
   Ouput: genap / ganjil
4. Buatlah algoritma untuk menentukan suatu bilangan adalah bilangan prima
   atau bukan.




Aris kurniawan
                                     BAB III
                                   FLOWCHART



3.1 Definisi Flowchart
Bentuk gambar/diagram yang mempunyai aliran satu atau dua arah secara
sekuensial
              Flowchart:
o Untuk mendesain program
o Untuk merepresentasikan program
                         -unsur pemrograman adalah
Input Proses Output.
Semua bahasa pemrograman, pasti mempunyai komponen-komponen sebagai
berikut :
o   Input (scanf,write)
o   Percabangan (if, switch, case)
o   Perulangan (while, for, for each, loop)
o   Output (printf, write)

3.2 Lambang dalam Flowchart




Aris kurniawan
          flowchart :
o Problem menghitung luas segitiga
o Algoritma :



Aris kurniawan
Aris kurniawan
Soal :

1. Buatlah algoritma dan flowchart untuk :

Kejadian log-in ke Facebook.com
Kejadian menambah teman di Yahoo Messenger
Kejadian menginstall Windows (PR)
                 2. Buatlah algoritma dan flowchart untuk kasus berikut ini :
                 Seorang bapak ingin anaknya agar membelikan dia sebuah
                 cerutu. Sesampainya di 7eleven, sang anak bertanya kepada
                 penjaga kios. “hei Brother… dimana saya bisa menemukan
                 cerutu ?” Penjaga kios menjawab, “ Di Pojok Boz..” Lalu sang
                 anak pergi ke pojok toko tersebut dan mencari letak cerutu.
                 Setelah memilih sebuah cerutu sang anak pergi ke kasir dan
                 mengeluarkan uang pecahan 50 ribuan. Sang penjaga kios
                 memberi kembalian berupa uang 10ribuan 1 lembar dan uang
                 seribuan 3 lembar. Belum beranjak 15 meter dari pintu toko,
                 sang kasir memanggil si anak dan mengatakan bahwa uang
                 50 ribuannya uang palsu. Sang anak kemudian mengeluarkan
                 uang cadangan dari sakunya dan menukar uang 50 ribuan
                 tersebut. Setelah urusan beres, ia pun kembali ke rumah.
                 Buatlah Pseudo-code dan Flowchart berdasarkan cerita
                 tersebut jika Anda mengalami hal yang serupa dengan sang
                 Anak. (Jawaban akan berbeda masing – masing siswa)
                 Buatlah flowchart untuk latihan soal bab I
                 5. Menghitung usia berdasarkan tahun lahir (tl) dan tahun
                 sekarang (ts)




Aris kurniawan

								
To top