Docstoc

Makalah Sejarah

Document Sample
Makalah Sejarah Powered By Docstoc
					                                     BAB I
                             PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

       Wilayah Asia Tenggara terletak pada persilangan jalan, antara Samudera
Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan Australia.
Persilangan ini telah menjadikan wilayah Asia Tenggara sebagai tempat
persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China (Tiongkok) ke India
atau sebaliknya. Persinggahan para pelayar dan pedagang dari berbagai
mancanegara telah menjadikan Asia Tenggara sebagai tempat kehadiran semua
kebudayaan besar didunia. Bukti-bukti penemuan artefak-artefak seperti prasasti,
uang logam dan gerabah memberikan informasi kehadiran bangsa-bangsa besar
tersebut. Dapat dikatakan bahwa sekitar seribu tahun lamanya, dari abad ke-5
sampai ke-15, kebudayaan-kebudayaan India dan Arab juga mempengaruhi
Indonesia, Singapura, Malaysia bersamaan dengan dataran-dataran rendah yang
luas di semenanjung Indocina. Kebudayaan India dan Arab ini awalnya pada
penyebaran agama Hindu, Buddha dan Islam di kawasan Asia Tenggara.

       Bukan dari segi budaya dan Agama saja yang mempengaruhi Asia
Tenggara, tapi dari segi Arsitektur juga. Ini bisa dilihat pada Arsitektur Candi-
candi di Negara Indonesia, Burma, Vietnam dan Thailand yang merujuk pada
Arsitektur China dan India, serta Arsitektur Masjid di beberapa kawasan Asia
Tenggara yang berasal dari Arab.




B. RUMUSAN MASALAH

   1. Jelaskan latar belakang terbentuknya nama AsiaTtenggara?
   2. Bagaimana masuknya pengaruh India dan Tiongkok (Cina) serta Arab ke
       Asia Tenggara?
   3. Proses berkembangnya Agama Hindu, Budha dan Islam di Asia Tenggara.



                                       1
                                   BAB II

                             PEMBAHASAN



A. SEJARAH ASIA TENGGARA

       Nama untuk kawasan asia tenggara ini pertama kali di pakai pada abad
ke-20. Sebelumnya Asia Tenggara di kenal dengan nama hindia belakang ( jika
di bandingkan dengan dengan anak benua ) sub-kawasan Asia Tenggara yang
terdiri dari sebelas Negara di antaranya berada di daratan utama (mainland) yang
juga di kenal sebagai asia tenggara daratan (indo cina) dan sebagian lagi
merupakan kepulauan (asia tenggara maritime) yang di kenal dengan nama istilah
beragam,seperti : kepulauan selatan (Nanyang, cina dan vietnam) kepulauan
melayu (Malay Arcipelogi menurut A.R Walance) Malayunesia, Indonesia dan
malaysia Malaya di masukkan dalam wilayah         kepulauan meskipun      masih
tersambung benua Asia

       Dengan di temukannya Homo Florensis di pulau flores           pada 2003
membuktikan bahwa daerah kepulauan Asia Tenggara ini paling tidak telah di
tinggalin oleh manusia sejak 18.000 tahun lalu dengan perkiraan terjauh sampai
94.000tahun lalu. Sejarah Asia Tenggara sebelum zaman kerajaan tidak di ketahui
banyak, beberapa kerajaan berawal di daratannya yaitu Burma, Kamboja dan
Taiwan. Kerajaan pertama yang berkembang di Asia Teggara adalah Sriwijaya
dari sejak abad ke-5 ibu kota Sriwijaya, Palembang merupakan pelabuhan utama
antara India dan Cina dan kemudian di ikuti oleh Majapahit, Sailendra dan
Mataram. Pedagang musim mulai memasukin daerah ini pada abad ke -12 dan
Pasai merupakan kerajaan pertama

       Karena kondisi geografis     yang berdekatan dengan Cina dan India,
kawasan ini banyak terpengaruh oleh kebudayaan India dan Cina. Perekonomian
Asia Tenggara di golongkan pada negara berkembang, hanya Singapura yang di
golongkan dalam Negara maju. Ekonomi kawasan Asia Tenggara masih banyak



                                       2
tergantung pada hasil alam dengan pengecualian Singapura. Dengan pembentukan
kawasan perdagangan bebas di Asia Tenggara oleh Negara-negara ASEAN di
harapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini


Asia Tenggara biasanya di pilah dalam dua kelompok : yaitu Asia Tenggara
Daratan (ATD) dan Asia Tenggara Maritim (ATM).
              Negara-Negara yang termasuk Asia tenggara Daratan yaitu:
               Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam
              Negara –Negara yang termasuk Asia Tenggara Maritim yaitu:
               Brunai, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Timor leste.




B. PENGARUH BUDAYA DI ASIA TENGGARA

       Pengaruh budaya di Asia Tenggara datang pada awalnya baik dari India
atau Cina. Pada abad ke-1 SM pedagang India menembus Burma. Lebih jauh ke
timur, di Vietnam , budaya Zaman Perunggu infiltrat secara bertahap dari China
pada beberapa waktu sebelum abad ke-3 SM.

       Kebudayaan bangsa-bangsa di Asia Tenggara akhirnya diperkaya dengan
diterimanya pengaruh dua kebudayaan besar Asia pada masa itu. Maka tidak
mengherankan apabila banyak aspek kebudayaan yang datang dari India dan Cina
kemudian diterima oleh sub-bangsa-bangsa Austronesia di Asia Tenggara.
Apabila diperhatikan secara saksama, maka banyak bangsa Asia Tenggara yang
pada awal tarikh Masehi justru menerima kebudayaan India. Penduduk di wilayah
Jawa, Sumatera, Bali, Semenanjung Malaysia, Tumasik (Singapura), Thailand,
Khmer, Champa, Myanmar yang menerima aspek-aspek budaya India. Adapun
Laos dan Vietnam banyak dipengaruhi oleh budaya Cina, walaupun pengaruh
kebudayaan India meninggalkan pula jejaknya –walau sedikit– di Laos dan
Vietnam. Filipina agaknya lebih lama berada dalam masa proto-sejarah dan tetap
mengembangkan kebudayaan Austronesia yang awal. Berdasarkan bukti-bukti
arkeologis yang dapat dilacak di Filipina, dapat ditafsirkan bahwa Filipina tidak


                                        3
banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan India atau Cina. Penduduk Filipina
selatan langsung menerima agama Islam dalam abad ke-15, sedangkan penduduk
Filipina di pulau-pulau bagian utara yang masih mengembangkan kebudayaan
Austronesia langsung bergaul dan menerima kebudayaan Spanyol yang
mengembangkan agama Katholik.

       Apabila dibuat prosentasinya negara-negara Asia Tenggara yang mendapat
pengaruh budaya India dan yang mendapat pengaruh budaya Cina di awal tarikh
Masehi, maka keluarlah angka 70 % untuk budaya India, 20 % untuk budaya
Cina, dan 10 % yang masih mengembangkan budaya Austronesianya, artinya
tidak mendapat pengaruh dari dua kebudayaan tersebut. Sebenarnya hanya 3
aspek yang diterima dari kebudayaan India oleh kebudayaan sub-bangsa-bangsa
Austronesia di Asia Tenggara, yaitu :

       1. Agama Hindu-Buddha,
       2. Penggunaan aksara Pallava yang menjadi dasar terbentuknya aksara-
           aksara tradisional Asia Tenggara,
       3. Sistem kalender Saka.

       Berpijak kepada 3 hal itulah maka kebudayaan Austronesia menjadi lebih
pesat berkembang memasuki zaman sejarahnya. Sumbangan dari kebudayaan
Cina yang mengendap dan menjadi dasar perkembangan perkembangan
kebudayaan selanjutnya hampir sedikit dirasakan oleh orang-orang Austronesia,
kecuali pengaruh politik yang dirasa lebih dominan dari pada India. Banyak
sumber sejarah Asia Tenggara selalu menyatakan bahwa raja-raja yang baru
dilantik akan mengirimkan utusan ke Cina sebagai informasi atas kedudukan
barunya dan seperti meminta pengesahan dari para kaisar Cina.

B.1 Akar Peradaban Asia Tenggara

       Bangsa-bangsa Asia Tenggara telah memiliki benih dari perkembangan
peradabannya. Datangnya pengaruh kebudayaan India, Cina, dan Arab,
sejatinya bagaikan air penyiram benih yang siap disemaikan. Benih itulah yang



                                        4
mengakar jauh sejak masa prasaejarah lalu memasuki era protosejarah dan
akhirnya menembus zaman sejarah. Akar yang sama itu dimiliki oleh bangsa-
bangsa Asia Tenggara, akar tersebut berupa segala pencapaian yang telah berhasil
diraih oleh bangsa Austronesia sebelum pengaruh luar memperkaya kebudayaan
mereka. Akar itu adalah segala kepandaian yang dimiliki bangsa Austronesia
dalam masa prasejarah.

       Kemudian masuklah berbagai aspek kebudayaan dari India (terbanyak)
dan Cina. Sumbangan terpenting dari kebudayaan India sebenarnya adalah
pengenalan terhadap aksara. Maka aksara Pallava lah yang dipilih oleh nenek
moyang orang Indonesia, Thailand, Khmer, dan Myanmar untuk menuliskan
pengalaman-pengalaman mereka dalam prasasti. Berkat adanya aksara juga
pengetahuan dan perjalanan hidup nenek moyang bangsa-bangsa Asia tenggara itu
didokumentasikan dalam suatu historiografi Asia Tenggara yang disebut berbeda-
beda pada tiap bangsa. Di Indonesia sendiri ada yang menyebutnya dengan Babad,
Hikayat, Tambo, Salasilah, Bo, Sajarah, dan lain-lain. Dengan dikenalnya tulisan
Pallava Asia Tenggara memasuki Zaman sejarahnya, sekitar abad ke-4 M,
sebelumnya masih dalam zaman transisi antara prasejarah dan sejarah yang
disebut proto-sejarah.




C. PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA PENGARUH HINDU-
  BUDDHA DAN ISLAM DI ASIA TENGGARA


       Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asia terdapat tiga negeri besar
yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India, Cina dan Arab.
Ketiga negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. Arus
lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut.
Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India, Cina dan Arab adalah Selat
Malaka. Asia Tenggara yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua
samudera, serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan, yaitu:



                                       5
   1. Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, dan
       Persia,
   2. Kesempatan melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka
       lebar,
   3. Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas, dan
   4. Pengaruh asing masuk ke Asia Tenggara, seperti Hindu-Budha dan Islam.


       Professor Hamka dalam Seminar Masuknya Islam di Indonesia
menjelaskan bahwa Islam masuk ke kawasan Asia Tenggara pada abad ke-7
bersamaan dengan agama tersebut masuk ke Cina. Walau pembentukan kekuasaan
Muslim kemungkinan besar terjadi pada abad ke-13 namun hubungan antara
penduduk dengan perantau Muslim telah terjadi sejak abad ke-7.


       Ini tak mengherankan, karena sejak awal Masehi telah terjadi hubungan
antara dunia Barat dengan dunia Timur. Hubungan tersebut mencakup darat dan
laut, jalur darat dikenal dengan sebutan Jalur Sutera, jalur panjang dari pesisir
Laut Mediterania hingga kota Chang’an (kini Xi’an) di Cina. Adapun jalur laut
terentang dari pesisir Laut Merah dan Teluk Persia hingga pesisir Laut Cina
Selatan, terutama kota Kwangchou (Kanton atau Guangzhou).


       Asia Tenggara terletak pada posisi silang sehingga mustahil tertutup atau
menutup diri dari lintas internasional beserta dampaknya. Para perantau asing
singgah -bahkan ada yang mukim- di Asia Tenggara, dengan demikian interaksi
dengan pribumi terbentuk. Bangsa Arab, Persia, Tiongkok dan India telah
memiliki peradaban canggih jauh sebelum berhubungan dengan Asia Tenggara.


       Agama adalah bentuk peradaban yang dibawa ke Asia Tenggara. Pada
awal hubungan tersebut, bangsa Cina telah mengenal agama Budha dan
Konghucu, bangsa India dengan Hindu dan Budha, Persia dengan Zaratustra serta
bangsa Arab dengan agama Hanif.




                                       6
         Walau kini kita mengenal Indonesia sebagai berpenduduk mayoritas
Muslim, namun pengaruh kuat pertama sebagai hasil hubungan tersebut adalah
Hindu dan Budha. Selama sekitar 1500 tahun kedua agama tersebut tampil
dominan di Nusantara, bahkan di Asia Tenggara. Hingga kini pengaruh India
belum sepenuhnya lenyap walau Islam masih mayoritas. Bahkan Islam masuk ke
Asia Tenggara tidak terlepas dari peranan perantau India, mengingat Islam masuk
ke India sejak abad ke-7 dengan cara perdagangan maupun penaklukan. Sejak itu
berangsur-angsur kaum Muslim meraih kekuasaan -meski minoritas- di anak
benua tersebut yang mencapai puncaknya pada masa Dinasti Mughal (1526-
1858).


         Para perantau menempati pemukiman pesisir dan berbaur dengan pribumi.
Pada awalnya mereka hanya membahas soal dagang atau ekonomi, kemudian
berangsur-angsur membahas yang lain semisal agama.


         Sebagai hasil kontak tersebut sekitar abad ke-4 muncul pemerintahan -atau
tepatnya    kerajaan-   di   kawasan   Asia   Tenggara.   Adanya    pemerintahan
menunjukkan bahwa ada suatu keteraturan atau kestabilan tertentu dalam suatu
kelompok dan itu termasuk ciri ada peradaban. Seseorang dipilih di antara sekian
banyak orang untuk memimpin kelompok yang bersangkutan guna menjamin
bahwa keteraturan masyarakat tetap lestari.




D. ARSITEKTUR BANGUNAN DI ASIA TENGGARA

         Perkembangan kebudayaan erat kaitannya dengan sejarah kebangsaan.
Secara umum periodisasi sejarah budaya Asia Tenggara dibagi atas tiga bagian
besar yaitu Zaman Hindu-Budha, Zaman Islamisasi dan Zaman Modern, dengan
proses oksidentalisasi. Sebenarnya terdapat satu zaman lagi sebelum zaman Hindu
Buddha yaitu Zaman prasejarah akan tetapi pembahasan serta diskusi tentang
zaman ini tidak banyak contoh yang tersisa dalam bidang arsitektur terutama pada
masa prasejarah awal.


                                         7
       Perkembangan arsitektur mulai dari masa Prasejarah Akhir yang ditandai
dengan ditemukannya kubur batu di Pasemah, Gunung Kidul dan Bondowoso.
Kemudian situs-situs megalitikum punden berundak di Leuwilang, Matesih,
Pasirangin. Sebagaimana diketahui bahwa sejarah budaya yang melahirkan
peninggalan budaya termasuk arsitektur sejalan dengan periodisasi tersebut diatas,
maka dapat dikategorikan sebagai arsitektur percandian, arsitektur selama
peradaban Islam (bisa termasuk arsitektur lokal atau tradisional, dan pra modern)
dan arsitektur modern (termasuk arsitektur kolonial dan pasca kolonial).

       Keberadaan arsitektur lokal yang identik dengan bangunan panggung
berstruktur kayu telah ada sebelum atau bersamaan dengan pembangunan candi-
candi. Hal ini ditunjukkan dari berbagai keterangan pada relief candi-candi
dimana terdapat informasi tentang arsitektur lokal/domestik atau tradisional atau
vernakular. Akan tetapi jikalau menilik usia dari bangunan vernakular yang ada di
Asia Tenggara, tidak ada yang lebih dari 150 tahun.

       Bangsa-bangsa di Asia Tenggara Daratan (ATD) seperti : Kamboja, Laos,
Myanmar, Thailand, dan Vietnam Arsitektur bangunannya banyak peninggalan
dari bangsa India dan China seperti bangunan-bangunan Pagoda dan Candi serta
kuil-kuil yang banyak tersebar di kawasan tersebut.

       Sedangkan bangsa-bangsa di Asia Tenggara Maritim yaitu: Brunai,
Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Timor leste lebih banyak
peninggalan arsitektur budaya dari bangsa India dan Arab terutama untuk
Arsitektur Mesjid yang banyak tersebar di daerah Indonesia, Malaysia dan Brunei.




                                        8
                                   BAB III
                                 PENUTUP

A. KESIMPULAN

        Dikarenakan tempatnya yang terletak pada persilangan jalan, antara
Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, atau lebih khusus, Benua Asia dan
Australia. Persilangan ini telah menjadikan wilayah Asia Tenggara sebagai tempat
persinggahan bagi pelayar dan pedagang terutama dari China ke India atau
sebaliknya. Persinggahan para pelayar dan pedagang dari berbagai mancanegara
telah menjadikan Asia Tenggara sebagai tempat kehadiran semua kebudayaan
besar didunia.

        Masuknya pengaruh India dan Tiongkok serta Arab sangat besar sekali di
kawasan Asia Tenggara, ini bisa dilihat dari pengaruh terhadap perkembangan
kebudayaan di kawasan Asia Tenggara yang banyak mengadaptasi dari India dan
Tiongkok, Agama Hindu dan Budha yang juga berasal dari kedua Negara tersebut
serta Agama Islam yang berasal dari Arab.

        Selain daripada unsur budaya dan agama, unsur arsitektur juga turut andil
dalam perkembangan Asia Tenggara yang dipengaruhi oleh jenis arsitektur yang
ada di India, China serta Arab yang bisa kita lihat pada bangunan Masjid, Candi,
Pagoda, Stupa ataupun Pura.



B. SARAN


       Demikianlah makalah yang kami buat, semoga dapat menjadi bahan
pelajaran untuk mengetahui tentang masuknya pengaruh India dan Tiongkok serta
Arab ke Asia Tenggara, atas kritik dan saran yang mendukung untuk perbaikan
makalah ini kami ucapakan terimakasih.




                                         9
                 DAFTAR PUSTAKA


 _________________, 2000, Arsitektur Masjid dan Monumen Sejarah
   Muslim, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
 HALL, D.G.E., 1988. Sejarah Asia Tenggara. Diterjemahkan ke dalam
   Bahasa Indonesia oleh I.P.Soewarsha. Surabaya: Usaha Nasional.
 Khoo, Gilbert, Sejarah Asia Tenggara Sejak Tahun 1500, Fajar Bakti,
   Petaling Jaya, 1968
 Pearn, B.R, An Introduction to History of South East Asia, Longsman
   Malaysia, 1968.




                                  10

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6505
posted:4/28/2011
language:Indonesian
pages:10