Teori Belajar Kognitif Menurut Piaget

Document Sample
Teori Belajar Kognitif Menurut Piaget Powered By Docstoc
					                          1.        Pendahuluan

                          Piaget adalah seorang profesor psikologi di

                          Universitas       Jenewa,   Swiss.     Jean   Piaget

                          dilahirkan di Nauchatel, Switzerland pada 9

                          Agustus 1896. Bapaknya bernama Arthur Piaget,

                          yang juga merupakan seorang Profesor Sastra

dalam bidang Sejarah dan ibunya bernama Rebecca Jackson.

    Piaget merupakan anak pertama yang suka mandiri dan berminat

tentang ilmu alam. Beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir pada

tahun 1981 diusianya yang ke-84 tahun . Beliau memulaikan kariernya

sebagai penulis pada usia yang teramat muda yaitu 10 tahun. Selepas

tamat sekolah menengah, Piaget melanjutkan pelajaran ke Universitas

Nauchatel. Beliau mendapat PhD semasa berumur 22 tahun. Piaget mulai

meminati Psikologi ketika beliau terpilih menjadi pengarah makalah

Psikologi di Universitas Jeneva. Tidak lama kemudian, beliau dilantik

sebagai ketua "Swiss Society for Psychologist."

    Dalam bidang Psikologi, Piaget merupakan salah satu tokoh yang

amat penting diabad ke dua puluh. Latar belakang beliau ini memberikan

banyak sumbangan pada bidang psikologi. Dalam teorinya Piaget tidak

berminat untuk melihat hasil jawaban betul yang diberikan oleh kanak-

kanak, tetapi lebih berminat untuk melihat pola-pola perlakuan yang

ditunjukkan oleh kanak-kanak apabila mereka memberikan jawaban yang

salah.


Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget       1      JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
     Pada pandangan Piaget, pola-pola perlakuan ini boleh memberikan

petunjuk bagi pengetahuan bagaimana proses pembentukan pemikiran

berkembang di kalangan anak-anak. Oleh sebab itu , teori yang beliau

kemukakan adalah memfokuskan kepada perkembanga kognitif anak.

Perkembangan kognitif anak merupakan salah satu tonggak munculnya

kognitivisme.




Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget   2   JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
                                PEMBAHASAN



A. Hakikat Anak Menurut Pandangan Teori Belajar Kognitif Piaget

       Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan

  dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan mental

  Piaget. Teori ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau

  teori perkembangan kognitif. Teori belajar tersebut berkenaan dengan

  kesiapan anak untuk belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan

  intelektual dari lahir hingga dewasa. Setiap tahap perkembangan

  intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu dalam

  mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Misalnya, pada tahap sensori motor

  anak berpikir melalui gerakan atau perbuatan (Ruseffendi, 1988: 132).

       Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar, 1989:

  159) menegaskan bahwa pengetahuan tersebut dibangun dalam pikiran

  anak melalui asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah penyerapan

  informasi baru dalam pikiran. Sedangkan, akomodasi adalah menyusun

  kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru, sehingga informasi

  tersebut mempunyai tempat (Ruseffendi 1988: 133). Pengertian tentang

  akomodasi yang lain adalah proses mental yang meliputi pembentukan

  skema baru yang cocok dengan ransangan baru atau memodifikasi

  skema yang sudah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu (Suparno,

  1996: 7).

       Lebih jauh Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan tidak

  diperoleh secara pasif oleh seseorang, melainkan melalui tindakan.


  Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget   3    JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
Bahkan, perkembangan kognitif anak bergantung pada seberapa jauh

mereka aktif memanipulasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Sedangkan, perkembangan kognitif itu sendiri merupakan proses

berkesinambungan tentang keadaan ketidak-seimbangan dan keadaan

keseimbangan (Poedjiadi, 1999: 61). Dari pandangan Piaget tentang

tahap perkembangan kognitif anak dapat dipahami bahwa pada tahap

tertentu cara maupun kemampuan anak mengkonstruksi ilmu berbeda-

beda berdasarkan kematangan intelektual anak.

     Berkaitan    dengan     anak   dan   lingkungan   belajarnya   menurut

pandangan konstruktivisme, Driver dan Bell (dalam Susan, Marilyn dan

Tony, 1995: 222) mengajukan karakteristik sebagai berikut :

(1) siswa tidak dipandang sebagai sesuatu yang pasif melainkan memiliki

    tujuan

(2) belajar mempertimbangkan seoptimal mungkin proses keterlibatan

    siswa,

(3) pengetahuan bukan sesuatu yang datang dari luar melainkan

    dikonstruksi secara personal,

(4) pembelajaran bukanlah transmisi pengetahuan, melainkan melibatkan

    pengaturan situasi kelas,

(5) kurikulum bukanlah sekedar dipelajari, melainkan seperangkat

    pembelajaran, materi, dan sumber.

     Pandangan tentang anak dari kalangan konstruktivistik yang lebih

mutakhir yang dikembangkan dari teori belajar kognitif Piaget menyatakan

bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan


Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget    4     JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang

dimilikinya. Belajar merupakan proses aktif untuk mengembangkan

skemata sehingga pengetahuan terkait bagaikan jaring laba-laba dan

bukan sekedar tersusun secara hirarkis (Hudoyo, 1998: 5). Dari

pengertian di atas, dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu aktivitas

yang berlangsung secara interaktif antara faktor intern pada diri pebelajar

dengan faktor ekstern atau lingkungan, sehingga melahirkan perubahan

tingkah laku.

     Berikut adalah tiga dalil pokok Piaget dalam kaitannya dengan tahap

perkembangan intelektual atau tahap perkembangan kognitif atau biasa

juga disebut tahap perkembagan mental. Ruseffendi (1988: 133)

mengemukakan ;

(1) perkembangan intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang

    selalu terjadi dengan urutan yang sama. Maksudnya, setiap manusia

    akan mengalami urutan-urutan tersebut dan dengan urutan yang

    sama,

(2) tahap-tahap tersebut didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi

    mental      (pengurutan,    pengekalan,    pengelompokan,     pembuatan

    hipotesis dan penarikan kesimpulan) yang menunjukkan adanya

    tingkah laku intelektual dan

(3) gerak melalui tahap-tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan

    (equilibration), proses pengembangan yang menguraikan tentang

    interaksi antara pengalaman (asimilasi) dan struktur kognitif yang

    timbul (akomodasi).


Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget    5        JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
B. Prinsip Dasar Teori Piaget

   Teori Piaget dikenal dgn teori perkembangan intelektual yang

      menyeluruh      yang mencerminkan adanya kekuatan antara fungsi

      biologi & psikologis.

   Piaget menerangkan inteligensi itu sendiri sebagai adaptasi biologi

      terhadap lingkungan. cth: manusia tdk mempunyai mantel berbulu

      lembut untuk melindunginya dari dingin; manusia tidak mempunyai

      kecepatan untuk lari dari hewan pemangsa; manusia juga tidak

      mempunyai keahlian dalam memanjat pohon.

      Tapi manusia memiliki kepandaian untuk memproduksi pakaian dan

  kendaraan untuk transportasi. Menurut Piaget (1983), inteligensi dapat

  dilihat dari 3 perspektif berbeda:

   1. Isi

            Merupakan materi kasar karena Piaget kurang tertarik pada apa

      yang anak-anak ketahui, tapi lebih tertarik dengan apa yang

      mendasari proses berpikir, karena Piaget melihat “isi” kurang penting

      dibanding dengan struktur & fungsinya. Bila isi adalah “apa” dari

      inteligensi, sedangkan “bagaimana” & “mengapa” ditentukan oleh

      kognitif atau intelektual.

   2. Struktur

            Struktur kognitif merupakan mental framework yang dibangun

      seseorang     dengan     mengambil    informasi   dari   lingkungan    dan

      menginterpretasikannya,              mereorganisasikannya             serta

      mentransformasikannya (Flavell, Miller & Miller, 1993). Piaget tidak

  Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget    6      JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
      melihat struktur kognitif sebagai mekanisme biologis lahiriah, juga

      tidak percaya bahwa anak-anak memasuki dunia dgn “piranti dasar”

      untuk memahami realita. TETAPI anak-anak secara perlahan dan

      bertahap mereka membangun cara pandang mereka sendiri terhadap

      realita.

   3. Fungsi

      Suatu proses dimana struktur kognitif dibangun. Semua organisme

      hidup yang berinteraksi dengan lingkungan mempunyai fungsi melalui

      proses adaptasi.

       Perkembangan kognitif merupakan pertumbuhan logika berpikir dari

  bayi sampai dewasa. Piaget memiliki asumsi dasar kecerdasan manusia

  dan biologi organisme berfungsi dengan cara yang sama. Keduanya

  adalah sistem terorganisasi yang secara konstan berinteraksi dengan

  lingkungan. Outcome dari perkembangan kognitif adalah konstruksi dari

  schema kegiatan, operasi konkret dan operasi formal.



C. Proses Perkembangan Kognitif Piaget

       Konsep kecerdasan yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk

  secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis

  dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan.

  Proses Kognitif Piaget adalah :

  (1) Skema yaitu berupa kerangka kognitif atau kerangka referensi,

  (2) Asimilasi : proses seseorang memasukkan pengetahuan baru

      kedalam pengetahuan yang sudah ada.


  Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget   7   JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
(3) Akomodasi: menyesuaikan diri dengan informasi yang baru,

(4) Organisasi yaitu mengelompokkan perilaku/konsep kedalam

    kelompok-kelompok yang terpisah ke dalam sistem kognitif yang lebih

    tertib dan lancer.

(5) Ekuilibirasi yang bergerak dari satu tahap ke tahap yang lain. Jika

    berhasil dari tahap tersebut akan mendapatkan keseimbangan

    pemikiran.

     Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya skema tentang

bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahapan-

tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam

merepresentasikan informasi secara mental.

Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif menurut usia yaitu :

1) Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)

            Kemampuan bayi mengorganisasikan dan mengkoordinasikan

    sensasi melalui gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan fisik.

        Tahap-tahap sensorimotorik:

            Periode 1: refleks (0 – 1 bulan)

            Periode 2: kebiasaan (1 – 4 bulan)

            Periode 3: reproduksi (4 – 8 bulan)

            Periode 4: koordinasi skemata (8 – 12 bulan)

            Periode 5: eksperimen (12 – 18 bulan)

            Periode 6: representasi (18 – 24 bulan)

        Ciri-ciri Periode Sensorimotorik:



Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget     8     JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
        1. Kemampuan bayi mengorganisasikan dan mengkoordinasikan

           sensasi melalui gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan fisik.

           Didasarkan tindakan praktis.

        2. Inteligensi bersifat aksi, bukan refleksi.

        3. Menyangkut jarak yang pendek antara subjek dan objek.

        4. Mengenai periode sensorimotor:

            Umur hanyalah pendekatan. Periode-periode tergantung

               pada    beberapa     factor    yaitu:   lingkungan     sosial   dan

               kematangan fisik.

            Urutan periode tetap.

            Perkembangan gradual dan merupakan proses yang kontinu.

   2) Periode pra-operasional (usia 2–7 tahun)

           Ciri-ciri pra-oprasional

           1. Ditandai dengan adanya fungsi semiotic (symbol)                  2-4

               tahun (anak main kue-kuean sendiri atau pasar-

               pasaran/jual-jualan, bermain yang          dapat Merupakan

               ungkapan diri anak)

                Fungsi Semiotic:

                    Bahasa ucapan. Anak mulai menggunakan suara

                       sebagai representasi benda atau kejadian.

                    Perkembangan            bahasa     sangat      memperlancar

                       perkembangan          konseptual    anak       dan      juga

                       perkembangan kognitif anak.




Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget     9        JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
                      Menurut Piaget: perkembangan bahasa merupakan

                      transisi dari sifat egosentris ke interkomunikasi sosial.

                      Gambaran Mental Pra-Oprasional:




              2. Berkembangnya pemikiran intuitif             4-7 tahun

                  (Dapat menggambar pohon-pohon, rumah, bentuk-bentuk

                  dasar geometris: bulat, panjang, persegi, serta dapat

                  menggunakan suara sebagai representasi benda atau

                  kejadian).

                   Pemikiran Intuitif :

                                                    =?




           Pemikiran anak berkembang pesat secara bertahap ke arah

              tahap konseptualisasi.

           Belum bisa berpikir multidimensi.

           Banyak bertanya.

3) Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)

      Ciri-cirinya;


  Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget      10     JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
           Berpikir decentering, serasi, klasifikasi, kesimpulan probalistis

           Tidak lagi egosentris, masih terbatas pada hal-hal konkrit,

           Belum dapat memecahkan persoalan yang konkrit.

4) Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai 15 tahun)

      Cirri-cirinya;

           Mulai ada perkembangan reasoning dan logika remaja.

           Asimilasi dan akomodasi berperan membentuk skema lebih

              menyeluruh.

           Pemikiran remaja = dewasa secara kualitas, namun beda

              kuantitas, skema org dewasa lebih banyak. Pemikiran deduktif,

              induktif dan abstraktif.

   Dalam pandangan Piaget, pengetahuan datang dari tindakan,

perkembangan kognitif yang sebagaian besar bergantung kepada seberapa

jauh anak aktif berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini guru

berperan sebagai seorang fasilitator dan berbagai sumber daya dapat

digunakan sebagai pemberi informasi. Melalui kedua proses penyesuaian

tersebut, sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa

meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya.

   Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin

mencapai keadaan equilibrium, yaitu proses penyeimbangan berkelanjutan

antara asimilasi dana komodasi. Perubahan dimaksud terjadi, manakala

informasi atau pengetahuan baru yang diterima sesorang dimodifikasi

sedemikian rupa sehingga bersesuaian (diasimilasikan) dengan struktur

kognitif yang telah dimiliki sebelumnya.


  Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget      11   JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
    Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena

menerima pengetahuan dari luar secara pasif tapi orang tersebut secara aktif

mengkonstruksi pengetahuannya.



D. Implikasi Teori Kognitif dalam Pembelajaran

       Menurut Piaget, perkembangan kognitif sebagian besar bergantung

   kepada seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi

   dengan lingkungannya, yaitu bagaimana anak secara aktif mengkontruksi

   pengentahuannya. Pengetahuan datang dari tindakan . menurut teori

   Piaget pengalaman-pengalaman fisik dan manipulasi lingkungan penting

   bagi terjadinya perubahan perkembangan. Sementara itu bahwa interaksi

   sosial dengan teman sebaya, khususnya berargumentasi dan berdiskusi

   membantu memperjelas pemikiran yang pada akhirnya memuat

   pemikiran itu menjadi lebih logis. Berikut ini adalah implikasi teori Piaget

   dalam pembelajaran :

   1. Memaklumi akan adanya perbedaan invidual dalam hal kemajuan

      perkembangan. Teori Piaget mengasumsikan bahwa seluruh siswa

      tumbuh     melewati     urutan   perkembangan      yang   sama,     namun

      pertumbuhan      itu   berlangsung pada     kecepatan     yang berbeda.

      Ditambah cara berfikir anak kurang logis dibanding dengan orang

      dewasa, maka guru harus mengerti cara berfikir anak, bukan

      sebaliknya anak yang beradaptasi denganguru.

   2. Pendidikan disini bertujuan untuk mengembangkan pemikiran anak,

      artinya ketika anak-anak mencoba memecahkan masalah, penalaran


  Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget     12     JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
    merekalah yang lebih penting daripada jawabannya. Oleh sebab itu

    guru penting sekali agar tidak menghukum anak-anak untuk jawaban

    yang salah, tetapi sebaliknya menanyakan bagaimana anak itu

    memberi jawaban yang salah, dan diberi pengertian tentang

    kebenarannya atau mengambil langkah-langkah yang tepat untuk

    untuk menanggulanginya.

3. Anak belajar paling baik dengan menemukan (discovery). Artinya di

    sini adalah agar pembelajaran yang berpusat pada anak berlangsung

    efektif, guru tidak meninggalkan anak-anak belajar sendiri, tetapi

    mereka memberi tugas khusus yang dirancang untuk membimbing

    para siswa menemukan dan menyelesaikan masalah sendiri.




Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget   13   JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
                                 KESIMPULAN



     Jean Piaget merupakan salah satu ilmuan berkebangsaan Prancis

(lahir di Neuchetel, Switserland), dan mendapat gelar Ph.D. dalam bidang

ilmu Hewan, berminat dalam bidang filsafat dan baru pada tahun 1940 ia

menekuni bidang Psikologi.

      Berkaitan dengan belajar, Piaget membangun teorinya berdasarkan

pada konsep Skema yaitu, stuktur mental atau kognitif yang menyebabkan

seseorang secara intelektual beradaptasi dan mengoordinasikan lingkungan

sekitarnya (Suparno, 1997). Skema pada prinsipnya tidak statis melainkan

selalu mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan kognitif

manusia.

    Berdasarkan      asumsi     itulah,   Piaget    berpendapat   bahwa    belajar

merupakan proses menyesuaikan pengetahuan baru ke dalam struktur

kognitif yang telah dipunyai seseorang. Bagi Piaget, proses belajar

berlangsung dalam tiga tahapan yakni: ASIMILASI, AKOMODASI dan

EQUILIBRASI.

1). ASIMILASI adalah proses penyesuian persepsi, konsep, pengalaman dan

pengetahuan baru ke dalam skema yang telah dimiliki seseorang.

2). AKOMODASI yaitu, perubahan skemata ke dalam situasi yang baru. Hal

ini dapat dilakukan dengan cara:

      (1) membentuk skema baru yang cocok dengan pengetahuan yang

      baru diperoleh, atau (2) memodifikasi skema yang telah ada agar

      cocok dengan pengetahuan yang baru diperoleh.


  Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget       14       JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
3). EQUILIBRASI yaitu, proses penyeimbangan berkelanjutan antara

asimilasi dan akomodasi.

      Tahap-tahap perkembangan Piaget:

          o Tahap sensorimotorik (0-2 tahun)

          o Tahap praoperasional (2-7 tahun)

          o Tahap operasi konkret (7-11 tahun)

          o Tahap operasi formal (mulai 11 atau 12 tahun), tahap-tahap ini

              secara kualitatif sangat berbeda.

      Adapun teori belajar kognitif ialah: belajar akan lebih berhasil apabila

      disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik.

      Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan

      eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan

      teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru

      hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik

      agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan

      menemukan berbagai hal dari lingkungan. Menurut Paiget, belajar

      adalah proses perubahan secara kualitatif dalam struktur kognitif.

      Perubahan dimaksud terjadi, manakala informasi atau pengetahuan

      baru yang diterima sesorang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga

      bersesuaian (diasimilasikan) dengan struktur kognitif yang telah

      dimiliki sebelumnya.

            Kompleksitas pengetahuan dan struktur kognitif tidak dengan

      sendirinya menyebabkan terjadinya asimiliasi secara mulus. Dalam

      kasus tertentu asimilasi mungkin saja tidak terjadi karena informasi


  Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget   15      JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
      baru yang diperoleh tidak bersesuaian dengan stuktur kognitif yang

      sudah ada.

      Dalam konteks seperti ini struktur kongitif perlu disesuaiakan dengan

pengetahuan baru yang diterima. Proses semacam ini disebut akomodasi

      Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran

      adalah :

   1. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh

      karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai

      dengan cara berfikir anak.

   2. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi

   lingkungan dengan baik.

   3. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan

   lingkungan sebaik-baiknya.

   4. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi

   tidak asing.

   5. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.

   6. Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling

   berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.

      Penekanan Piaget tentang betapa pentingnya fungsi kognitif dalam

belajar didasarkan pada tahap perkembangan kognitif manusia yang

dikategorikan dalam suatu struktur hirarkhis terdiri dari enam jenjang, mulai

dari tahap sensori-motorik sampai tahap berpikir universal.




  Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget   16     JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10
                            DAFTAR PUSTAKA



1. Dr. Jan Prasetyo, SPKj(K) Teori Perkembangan Kognitif: Piaget,

    Universitas Indonesia

2. Fajar S, Teori Belajar, mahasiswa PGSD UNS

3. http://edukasi.kompasiana.com/2010/05/09/teori-belajar-dan-

    implikasinya-dalam-pembelajaran

4. http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_perkembangan_kognitif

5. http://blogger.kebumen.info/docs/teori-pembelajaran-jean-piaget.php

6. www.google.com @r1F gen!u$.com./teori-belajar-kognitif

7. http://community.um.ac.id/showthread.php?98448-Teori-Belajar-

    Cognitive 29012010

8. http://the-manuals.com/teori-perkembangan-kognitif-piaget-by-paul-

    suparno-manual/




Teori Dasar Kognitif- Jean Piaget   17   JERRY M/ A.1-MP/ PPS Unima-10

				
DOCUMENT INFO
Stats:
views:2570
posted:4/27/2011
language:Indonesian
pages:17
Jerry  Makawimbang, M. Pd Jerry Makawimbang, M. Pd Teacher
About Kenalan langsung donk