Perseroan Terbatas

Document Sample
Perseroan Terbatas Powered By Docstoc
					            DOSEN : WISHNU HARTANTO



 Buatlah tulisan mengenai Perseroan Terbatas yang berisi tentang PT,
keuntungan dan kerugian mendirikan PT termasuk syarat dan prosedur
dalam mendirikan PT, organisasinya hingga proses go public sebuah PT.
     Sesuai dengan Undang – Undang yang berlaku di Indonesia !




                     Disusun Oleh :

               Bobby Naedi Sopyan
                  2009 164 38
                     SIP - 4
Pengertian Perseroan Terbatas



       Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschaap (NV),
adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari
saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.
Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan
kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

       Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan
tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan
pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang
dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan.
Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham
yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka
kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham.
Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan
sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian
keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya
keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.

       Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi.
Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga
tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut.




Keuntungan dan Kerugian Membentuk Perusahaan Perseroan
Terbatas

Keuntungan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas.
1. Memiliki      sumber   dana   yang   besar.   Perkembangan   usaha   mutlak
   membutuhkan dana yang lebih besar. Kebutuhan dana ini akan mudah
   diperoleh melalui penjualan saham – saham perusahaan. Perusahaan dapat
   menjual sahamnya kepada pihak yang berminat melalui pasar modal dengan
   cara melakukan penawaran umum (public offering).
2. Kewajiban terbatas. Investor yang menanamkan modalnya pada perseroan
   akan mendapatkan saham sebagai tanda bukti kepemilikan. Dalam suatu PT,
   tanggung jawab kepemilikan hanya sebatas pada nilai saham yang
   ditanamkan. Apabila PT mengalami kebangkrutan, kerugian pemilik hanya
   sebatas modal yang diinvestasikan dan tidak melibatkan harta pribadi sebagai
   jaminan.
3. Ukuran yang besar. Perseroan terbatas memilik kekuatan permodalan,
   sehingga memungkinkan untuk berkembang lebih besar. Dengan dan yang
   mencukupi PT dapat membangun fasilitas produksi yang lengkap, merekrut
   ahli, konsultan dan tenaga kerja yang banyak, dan memungkinkan untuk
   membeli perusahaan yang lain.
4. Jangka waktu hidup lebih lama. Umur PT tidak bergantung dari hidup
   matinya pemilik, karena pergantian pemilik tidak akan menggangu jalannya
   usaha. Kekuatan permodalan yang dimiliki memungkinkan PT beroperasi
   lebih lama.
5. Kepemilikan mudah berpindah. Perusahaan yang telah menjual sahamnya di
   pasar modal (go public) maka perusahaan dimilki oleh orang lain. Dengan
   adanya transaksi saham maka kepemilikannya juga mudah berpindah. Namun
   hal itu tidak menggangu kegiatan operasional perusahaan.
6. Manajemen Profesional. Pengelolaan manajemennya tidak ditangani secara
   langsung tetapi dikelola oleh orang – orang yang professional dibidangnya
   dan mereka di bayar sesuai dengan prestasi kerja.
   7. Kemudahan untuk menarik karyawan yang berpotensi dan memiliki
      keterampilan yang dibutuhkan parusahaan, terutama karena perusahaan
      menawarkan berbagai benefit kepada karyawan tersebut.




Kekurangan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas.

   1. Biaya pendirian mahal. Untuk mendirikan sebuah PT memerlukan tanah,
      perawatan gedung, dan fasilitas pendukukung lainnya. Pendiriannya juga
      harus mengikuti yang berlaku misalnya izin usaha. Biaya – biaya untuk
      keperluan tersebut dapat mencapai miliaran rupiah.
   2. Kesulitan control. Pemilik PT akan memlilh wakilnya dalam perusahaan yaitu
      dewan komisaris. Komisaris ini berfungsi membawa dan menyalurkan
      aspirasi para pemilik.
   3. Administrasi yang rumit. Semakin besar PT maka semakin kompleks
      permasalahan administrasinya, pengelolaan organisasi, catatan keuangan, dan
      sebagainya. Misalnya catatan pengeluaran dan pendapatan untuk perhitungan
      pajak.
   4. Pengenaan pajak berganda. Keuntungan yang diperoleh dari hasil usaha suatu
      PT akan dikenai pajak penghasilan. Sebagian keuntungan dibagikan kepada
      pemilik dalam sutau deviden. Pemilik yang berada pada kelompok pendapat
      melebihi PTKP maka deviden yang dibagikan juga akan dikenai pajak.
   5. Ukuran yang besar. Ukuran yang besar akan menjadi boomerang bagi sebuah
      PT yang terlalu besar akan terjebak pada inefesiensi kerja, tidak flesibel, dan
      tidak kompetitif. PT hendaknya mempunyai struktur organisasi yang ramping
      agar lincah dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal yang cepat
      berubah.
   6. Kesulitan untuk membubarkan. Sekali perusahaan dengan bentuk ini
      didirikan, maka akan sulit bagi pemilik untuk membubarkannya.
   7. Kemungkinan untuk munculnya konflik pendapat antara pemilik dan dewan
       direksi.




Syarat dan Prosedur Mendirikan PT



       Adapun syarat-syarat pendirian PT secara formal berdasarkan UU No.
40/2007 adalah sebagai berikut:

   1. Pendiri minimal 2 orang atau lebih (ps. 7(1))
   2. Akta Notaris yang berbahasa Indonesia
   3. Setiap pendiri harus mengambil bagian atas saham, kecuali dalam rangka
       peleburan (ps. 7 ayat 2 & ayat 3)
   4. Akta pendirian harus disahkan oleh Menteri kehakiman dan diumumkan
       dalam BNRI (ps. 7 ayat 4)
   5. Modal dasar minimal Rp. 50jt dan modal disetor minimal 25% dari modal
       dasar (ps. 32, ps 33)
   6. Minimal 1 orang direktur dan 1 orang komisaris (ps. 92 ayat 3 & ps. 108 ayat
       3)
   7. Pemegang saham harus WNI atau Badan Hukum yang didirikan menurut
       hukum Indonesia, kecuali PT. PMA




       Sedangkan persyaratan material berupa kelengkapan dokumen yang harus
disampaikan kepada Notaris pada saat penanda-tanganan akta pendirian adalah:

   1. KTP dari para Pendiri (minimal 2 orang dan bukan suami isteri). Kalau
       pendirinya cuma suami isteri (dan tidak pisah harta) maka,
   2. harus ada 1 orang lain lagi yang bertindak sebagai pendiri/ pemegang saham
      Modal dasar dan modal disetor. Untuk menentukan besarnya modal dasar,
      modal ditempatkan dan modal disetor ada strateginya. Karena semua itu
      tergantung pada jenis/kelas SIUP yang di inginkan. Penentuan kelas SIUP
      bukan berdasarkan besarnya modal dasar, melainkan berdasarkan besarnya
      modal disetor ke kas Perseroan. Kriterianya adalah:

      1. SIUP Kecil modal disetor s/d Rp. 200jt

      2. SIUP Menengah modal disetor Rp. 201jt s/d Rp. 500jt

      3. SIUP Besar modal disetor > Rp. 501jt

      Besarnya modal disetor sebaiknya maksimum sampai dengan 50% dari modal
dasar, untuk memberikan kesempatan bagi Perusahaan apabila sewaktu-waktu akan
mengeluarkan saham dalam simpanan, tidak perlu meningkatkan modal dasar lagi.
Namun demikian, boleh juga modal dasar = Modal disetor. Tergantung dari
kebutuhan.




   3. Jumlah saham yang diambil oleh masing-masing pendiri (presentase nya)
      Misalnya: A = 25% B = 50% C = 25%
   4. Susunan Direksi dan komisaris serta jumlah Dewan Direksi dan Dewan
      Komisaris

      Sedangkan untuk ijin2 perusahaan berupa surat keterangan domisili
Perusahaan, NPWP perusahaan, SIUP, TDP/WDP dan PKP, maka dokumen-
dokumen pelengkap yang diperlukan adalah:

   1. Kartu Keluarga Direktur Utama
   2. NPWP Direksi (kalau tidak ada, minimal Direktur Utama)
   3. Copy Perjanjian Sewa Gedung berikut surat keterangan domisili dari
       pengelola gedung (apabila kantornya berstatus sewa) apabila berstatus milik
       sendiri, yang dibutuhkan:
       -copy sertifikat tanah dan
       -copy PBB terakhir berikut bukti lunasnya
   4. Pas photo Direktur Utama/penanggung jawab ukuran 3X4 sebanyak 2 lembar
   5. Foto kantor tampak depan, tampak dalam (ruangan berisi meja, kursi,
       komputer berikut 1-2 orang pegawainya). Biasanya ini dilakukan untuk
       mempermudah pada waktu survey lokasi untuk PKP atau SIUP
   6. Stempel perusahaan (sudah ada yang sementara untuk pengurusan ijin2).

       Penting untuk diketahui, bahwa pada saat tanda-tangan akta pendirian, dapat
langsung diurus ijin domisili, dan NPWP. Setelah itu bisa membuka rekening atas
nama Perseroan. Setelah rekening atas nama perseroan dibuka,maka dalam jangka
waktu max 1 bulan sudah harus menyetor dana sebesar Modal disetor ke rekening
perseroan, utk dapat diproses pengesahannya. Karena apabila lewat dari 60 (enam
puluh) hari sejak penanda-tanganan akta, maka perseroan menjadi bubar berdasarkan
pasal 10 ayat 9 UU PT No. 40/2007.




Proses Go Public




       Proses go public tetap menggunakan prosedur yang berlaku, sesuai dengan
standar dan aturan yang berlaku, tanpa sedikit pun manajemen BEI terlibat di
dalamnya. Karena memang dalam proses go public ini, pintu pertama yang harus
dilakukan adalah Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Karena berdasarkan struktur dan UU Pasar Modal, lembaga pemerintah ini yang
diberikan tanggung jawab terhadap proses go public hingga pasar perdana (pasar
primer). Proses go public, secara sederhana dikatakan sebagai kegiatan penawaran
saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual saham atau Efek
kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan
Peraturan Pelaksanaannya. Oleh karena penawaran umum sebuah aktivitas dari
sebuah perusahaan maka setidaknya ada tahapan-tahapan yang mesti dikerjakan oleh
perusahaan yang akan melakukan penawaran umum ini. Terlebih lagi penawaran
umum tersebut mencakup penjualan saham di pasar perdana, penjatahan saham,
pencatatan di bursa efek. Dari tahapan-tahapan tersebut BEI membagi beberapa
tahapan kerja dari sebuah proses go public.

Tahap Persiapan

       Tahapan ini merupakan tahapan awal dalam rangka mempersiapkan segala
sesuatu yang berkaitan dengan proses go public. Pada tahap persiapan ini yang paling
utama yang harus dilakukan sebuah perusahaan yang akan go public adalah
melakukan Rapat Umum Pemegang Saham terlebih dulu (RUPS). RUPS bagi sebuah
perusahaan merupakan hak penting dan merupakan kaidah yang diatur dari UU
Perseroan Terbatas. Go public harus disetujui terlebih dulu oleh pemegang saham.
Karena go public akan melibatkan modal baru di luar pemegang saham yang ada
maka perlu diputuskan apakah kehadiran modal baru itu nantinya akan mengubah
masing-masing kepemilikan para pemegang saham lama. Berapa modal yang
dibutuhkan, dan berapa modal yang mesti disetor masing-masing pemegang saham
harus terjawab dan memperoleh persetujuan oleh pemegang saham lama. Mekanisme
RUPS yang dilakukan perusahaan yang akan go public ini merupakan mekanisme
RUPS sebagaimana yang ditetapkan leh UU PT.

       Setelah memperoleh persetujuan go public ini maka perusahaan mulai
mempersiapkan penjamin emisi (underwriter) dari perusahaan itu. Underwriter adalah
perusahaan efek yang nantinya akan menjembatani perusahaan efek tersebut ke pasar
modal. Sebagai penjamin maka perusahaan efek itu akan menyiapkan dokumen dan
bersama dengan perusahaan menunjuk pihak-pihak seperti akuntan publik, konsultan
hukum, notaris, perusahaan penilai (appraisal), dan faktor-faktor lain yang sifatnya
adminsitrasi.

       Akuntan publik dibutuhkan untuk menilai berbagai pernyataan keuangan yang
dikeluarkan oleh perusahaan, konsultan hukum, tentunya antara lain melakukan audit
hukum atas aspek hukum dari bisnis, aset dan berbagai produk hukum yang pernah
dikeluarkan dan yang akan dikeluarkan perusahaan. Sedangkan notaris ditunjuk
antara lain untuk mencatat setiap keputusan yang diambil perusahaan daam rangka
proses go public. Tugas notaris antara lain berkaitan dengan perubahan modal disetor
Anggaran        Dasar    dan      Anggaran      Rumah        Tangga      (AD/ART).
Appraisal atau perusahaan penilai bertugas untuk menilai aset perusahaan khususnya
dari sisi nilai. Dengan adanya appraisal ini berarti bisa diketahui nilai perusahaan,
nilai modal sehingga nantinya bersama dengan komponen-komponen lainnya, kinerja
keuangan dan operasional bisa dikeluarkan nilai dan harga saham yang layak bila
perusahaan itu akan go public.

       Praktis dalam tahap persiapan ini yang melakukan pengolahan data-data
perusahaan, tidak lagi manajemen atau direksi, apalagi pemegang saham pendiri yang
banyak terlibat, tapi sudah orang-orang di luar perusahaan ikut terlibat. Pihak-pihak
luar seperti underwriter, konsultan hukum, akuntan, appraisal dan notaris. Mereka itu
merupakan pihak-pihak yang sudah memahami tugas dan fungsinya bagi perusahaan.
Karena itu guna kelancaran proses go public sebuah perusahaan disarankan
menggunakan profesi penunjang pasar modal yang memperoleh izin dari Bapepam-
LK.

Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran
       Dalam tahap ini, perusahaan bersama underwriter membawa dokumen yang
terangkum dalam prospektus ringkas perusahaan ke Bapepam-LK. Prospektus
ringkas merupakan keterangan ringkas mengenai perusahaan dalam minimal dalam
kurun waktu tiga tahun terakhir. Untuk itu prospektus harus secara ringkas dan padat
memuat berbagai informasi terkait dengan perusahaan, mulai dari company profile,
kinerja operasional perusahaan seperti, neraca rugi laba, proyeksi kinerja perusahaan
serta untuk kepentingan apa dana masyarakat itu dibutuhkan. Pada tahap ini jangan
heran kalau perusahaan beserta penjamin emisinya, konsultan hukum, notaris dan
akuntan publik serta appraisal, akan sering modar-mandir ke Bapepam-LK. Sebab
pada tahap ini seluruh pernyataan para profesi pendukung pasar modal itu (notaris,
konsultan hukum dan akuntan), termasuk appraisal dan penjamin emisi mulai
diperiksa secara detil, satu per satu lengkap dengan dokumen pendukungnya. Pada
tahap inilah seleksi tersebut berlangsung. Kalau penjamin emisi memperkirakan
harga jual sahamya Rp 6.000 per saham, maka dokumen pendukung tentang itu harus
ada, jelas dan transparan.

       Aspek full disclosure akan mulai terungkap di sini. Jadi dapat dipastikan para
profesi penunjang pasar modal itu, tidak akan main-main dalam memberikan
pendapatnya. Meleset sedikit saja, atau berbeda dengan kaidah yang berlaku ancaman
bagi para profesional pasar modal itu cukup berat, dan harus dibayar mahal. Adapun
sanksinya bisa berupa denda hingga sanksi pidana atau pencabutan izin.

Tahap Penjualan Saham

       Dipastikan kurang dari 38 hari Bapepam-LK sudah memberikan jawaban atas
pernyataan pengajuan pendaftaran perusahaan yang akan go public ini. Kalau setelah
melakukan pendaftaran dan tidak ada koreksi maka pada periode waktu tersebut,
pernyataan tersebut otomatis menjadi efektif. Apabila perusahaan itu sudah
dinyatakan efektif, berarti saham dari perusahaan itu sudah bisa dijual. Penjualan
dilakukan      melalui   penawaran     umum      (initial   public    offering/IPO).
Dalam konteks pasar modal penjualan saham melalui mekanisme IPO ini disebut
dengan penjualan saham di pasar perdana, atau biasa juga disebut dengan pasar
perdana. Penjualan saham dalam pasar perdana mekanismenya diatur oleh penjamin
emisi. Penjamin emisi yang akan melakukan penjualan kepada investor dibantu oleh
agen penjual. Agen penjual adalah perusahaan efek atau pihak lain yang ditunjuk
sebelumnya dan tercantum dalam prospektus ringkas. Oleh Bapepam-LK bagi
perusahaan yang akan tercatat di BEI penjualan saham dalam IPO ini waktunya
relatif terbatas, dua atau tiga hari saja. Tapi bagi perusahaan yang setelah menjual
sahamnya tidak mencatatkan di BEI maka penjualan sahamnya bisa lebih lama lagi.
Dan tentunya akan sangat tergantung dari prospektus yang diajukan pada pernyataan
pendaftaran.

       Hingga tahap IPO ini, perusahaan sudah bisa dinyatakan sebagai perusahaan
publik. Gelar di belakang perusahaan menjadi Tbk (kependekan dari Terbuka).
Sebagaimana diungkap sebelumnya, perusahaan bisa langsung mencatatkan
sahamnya di BEI setelah IPO bisa juga tidak. Jadi setelah menjadi perusahaan public
sama sekali tidak ada keharusan bagi saham sebuah perusahaan untuk langsung
tercatat (listed). Ingat ketika PT Abdi Bangsa Tbk perusahaan penerbit harian
Republika pertama kali go public tidak langsung tercatat di BEI, melainkan beberapa
tahun kemudian. Kendati tidak langsung listing namun perusahaan yang telah IPO
tersebut tetap mengikuti aturan mengenai keterbukaan di pasar modal. Itu berarti
laporan keuangan, corporate action dan ketebukaan informasi lainnya harus
disampaikan ke publik.

Tahap Pencatatan di BEI

       Setelah melakukan penawaran umum, perusahaan yang sudah menjadi emiten
itu akan langsung mencatatkan sahamnya maka yang perlu diperhatikan oleh
perusahaan adalah apakah perusahaan yang melakukan IPO tersebut memenuhi
ketentuan dan persyaratan yang berlaku di BEI (listing requirement). Kalau
memenuhi persyaratan, maka perlu ditentukan papan perdagangan yang menjadi
papan pencatatan emiten itu. Dewasa ini papan pencatatan BEI terdiri dari dua papan:
Papan Utama (Main Board) dan Papan Pengembangan (Development Board).
Sebagaimana namanya, papan utama merupakan papan perdagangan bagi emiten
yang volume sahamnya cukup besar dengan kapitalisasi pasar yang besar, sedangkan
papan pengembangan adalah khusus bagi pencatatan saham-saham yang tengah
berkembang. Kendati terdapat dua papan pencatatan namun perdagangan sahamnya
antara papan utama dan papan pengembangan sama sekali tidak berbeda, sama-sama
dalam satu pasar.

        Jadi perbedaaan papan perdagangan ini hanya membedakan ukuran
perusahaan saja. Papan Utama ditujukan untuk emiten atau emiten yang mempunyai
ukuran (size) besar dan lamanya menjalankan usaha utama sekurang-kurangnya 36
bulan   berturut-turut.   Sementara   Papan   Pengembangan     dimaksudkan    untuk
perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan
Utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum menghasilkan
keuntungan.




Sumber :

       http://library.usu.ac.id/PT/index.php.htm
       http://www2.idx.co.id/MainMenu/Education/ProsesGoPublic/tabid/192/lang/i
        d-ID/language/id-ID/Default.aspx
       http://www.lbhmawarsaron.or.id/PT/bingung-untuk-mendirikan-
        perusahaan.html
       http://id.wikipedia.org/Perseroan_terbatas.htm
       http://perusahaan.web.id/badan-usaha/pt-badan-usaha/syarat-pendirian-pt.html

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:833
posted:4/26/2011
language:Indonesian
pages:12