Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

5

VIEWS: 91 PAGES: 8

Kecakapan Antar Personal Semester 5

More Info
									    Konsep Komunikasi Antarpribadi sebagai
         bagian dari Ilmu Komunikasi
    PENGANTAR

•   Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi memegang peranan penting, di
    antaranya untuk pembentukan atau pengembangan pribadi dan kontak
    sosial

•   Selama ini pemahaman tentang konsep komunikasi antarpribadi sering
    didefinisikan sebagai suatu bentuk komunikasi antara dua atau tiga orang di
    mana pelaku komunikasi berinteraksi secara saling berhadapan (tatap
    muka)

•   Dalam definisi ini, dilupakan akan peranan media komunikasi (telepon atau
    surat). Tidak ada perbedaan apakah individu-individu itu memiliki hubungan
    tertentu (suami isteri, dua orang teman akrab, dua orang asing yang baru
    saling kenal, dsb)

•   Kesalahan sebagian besar orang adalah mereka mengira bahwa mereka
    telah melakukan komunikasi antarpribadi dengan orang lain, padahal yang
    dilakukannya adalah komunikasi non-antarpribadi.
•   Asumsi dasar komunikasi antarpribadi bahwa setiap orang yang
    berkomunikasi akan membuat prediksi tentang efek atau perilaku
    komunikasinya, yaitu bagaimana pihak yang menerima pesan
    memberikan reaksinya. Jika menurut persepsi komunikator reaksi
    komunikan menyenangkan atau positif, maka ini merupakan suatu
    pertanda bagi komunikator bahwa komunikasinya berhasil.

•   Setiap melakukan komunikasi dengan orang lain, kita melakukan
    proses prediktif. Setiap berkomunikasi dengan orang lain, timbul
    pertanyaan : bagaimana sifat orang yang saya ajak bicara? Apakah
    ia dapat dipercaya? Apakah ia menyukai saya? dll.

•   Mungkin pada saat memulai interaksi, kita menyadari bahwa
    prediksi kita sebelumnya salah. Untuk efektifnya komunikasi kita
    harus membuat prediksi baru dan membuat strategi komunikasi
    baru yang sesuai dengan prediksi tersebut.
• Menurut Gerald R. Miller dan Mark Steinberg
  (1975), ada tiga tingkatan analisis yang
  digunakan dalam melakukan prediksi, yaitu :

  1. tingkat kultural
  2. tingkat sosiologis
  3. tingkat psikologis
                Analisi Pada Tingkat Kultural

•   Kita harus lebih dahulu mengetahui pengertian mengenai kultur
    atau kebudayaan. Apa itu budaya?

•   Indonesia terdiri dari berbagai macam subkultur dimana masing-
    masing subkultur memiliki adat istiadat serta kebiasaan yang
    berbeda. Anggota dari masing-masing subkultur mengalihkan nilai-
    nilai dan norma yang berlaku ke generasi berikutnya. Setiap anak
    akan menerima warisan sosial tersebut, baik dari orang tuanya,
    tetangga maupun dari gurunya. Setiap penyimpangan yang
    dilakukan oleh seorang individu bisa dianggap aneh bahkan
    berbahaya. Cth : ……....
•   Prediksi kita mengenai efek komunikasi yang kita harapkan pada
    tingkat kultural ini akan gagal jika kita mengabaikan pengalaman
    atau kultur pihak lain. Hal ini juga disebabkan kita ingin
    mengabaikan pengalaman atau kultur pihak lain. Terutama bila kita
    berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda kulturnya,
    ditambah apabila kita melakukan penggolongan secara kaku
    mengenai sifat-sifat orang yang berbeda kultur. Hal ini akan
    menjurus kepada apa yang dinamakan Stereotyping
             Analisis Pada Tingkat Sosiologis
•   Apabila komunikator melakukan prediksi mengenai reaksi komunikan
    terhadap pesan yang ia sampaikan berdasarkan keanggotaan
    komunikan dalam kelompok sosial tertentu, maka dapat dikatakan
    bahwa komunikator melakukan prediksi tingkat sosiologis.

•   Keanggotaan kelompok terdiri dari mereka yang memiliki persamaan
    karakteristik tertentu. Anggota kelompok menampilkan pola-pola
    perilaku dan nilai-nilai yang membedakannya dengan kelompok lain

•   Terdapat perbedaan antara kelompok dengan kultur. Pada umumnya
    jumlah anggota kelompok lebih kecil dibandingkan dengan kultur
    tertentu. Dengan kata lain dalam suatu mesyarakat tertentu, orang-
    orang dari berbagai kultur dapat menjadi anggota dari berbagai
    kelompok. Misalnya : ………..

•   Pada tingkat sosiologis, prediksi atau prakiraan yang dilakukan
    komunikator terhadap reaksi komunikan dapat dilihat dari segi
    keanggotaan dari kelompok tempat komunikan berada. Cth : …………
             Analisis Pada Tingkat Psikologis
• Apabila prediksi atau prakira yang dibuat komunikator terhadap reaksi
  komunikan sebagai akibat menerima suatu pesan didasarkan atas
  analisis pengalaman individual yang unik dari komunikan, maka dapat
  dikatakan komunikator melakukan prediksi pada tingkat psikologis.

• Dua atau lebih individu yang seringkali melakukan interaksi komunikasi
  yang mendasarkan prediksinya terhadap satu sama lain dengan
  menggunakan data psikologis ini menunjukkan bahwa mereka telah
  mengenal satu sama lain sebagai individu. Ini berarti bahwa mereka
  telah mengerti dengan baik karakteristik yang unik dan kepribadian
  masing-masing.

• Prediksi pada tingkat psikologis ini memerlukan analisis yang cermat
  dan hati-hati mengenai perilaku seseorang dan sekali-kali tidak boleh
  dikaitkan dengan perilaku orang lain yang pernah melakukan kontak
  dengan kita sebelumnya. Kalau hal ini dilakukan maka prediksi kita
  mengenai perilaku seseorang akan melesat jauh, apalagi kalau kita
  mempunyai pengalaman yang kurang enak dengan individu
  sebelumnya.
• Dapat disimpulkan bahwa semakin besar
  para pelaku komunikasi saling mengenal
  secara individu satu sama lain, maka
  komunikasi makin bersifat pribadi.
  Sebaliknya, makin kecil tingkatan
  pengetahuan individu satu sama lain,
  maka komunikasi menjadi semakin
  impersonal.

								
To top