PERTIMBANGAN ANESTESI UNTUK PROSEDUR PANGGUL by rizmaadlia

VIEWS: 845 PAGES: 5

									PERTIMBANGAN ANESTESI UNTUK PROSEDUR PANGGUL (Prosedur meliputi: arthrosplasty; arthrodesis; synovectomy)

Pre-operatif Osteoarthritis adalah indikasi yang paling umum untuk arthroplasty. Pasien-pasien ini sering berusia lanjut dan penanganan anestesi lebih susah karena adanya penyakit lain yang menyertai. Rheumatoid dan infeksi arthritis yang lain dari kelompok lain yang akan menjalani prosedur ini, dan pertimbangan anestesi khusus untuk pasien-pasien ini diatur di bawah ini. Nekrosis avaskuler pada panggul terlihat pada pasien dengan penyakit sickle-cel dan pada pasien dengan tranplantasi jantung.

Respirasi

Pasien

dengan

rheumatoid

arthritis

kadang

bersamaan

dengan

komplikasi paru. Pernapasan pendek dalam pelaksanaan aktivitas seharihari atau olah raga seperti menaiki tangga, menhamin evaluasi lebih lanjut dengan Tes Fungsi Paru. Efusi pleura biasa dijumpai. Fibrosis paru (jarang) kadang muncul sebagai batuk dan sesak napas. Rheumatoid arthritis melibatkan cricoarytenoid joints bisa menghasilkan penyempitan glotis dan muncul sebagai suara serak.Arthritis melibatkan Temporo-Mandibula joint kemampuan buka mulut dan membutuhkan teknik khusus (seperti; fiber optik atau lampu) untuk intubasi pipa endotrakeal Kardiovaskuler Pemeriksaan: Seperti yang diindikasikan Keparahan Arthritis kadang membatasi pergerakan, dan ECHO dan/atau dipyridamole/thallium imaging mungkin dibutuhkan untuk evaluasi kardiak yang adekuat pada pasien-pasien dengan kemampuan toleransi aktivitas. Hipertensi dan penyakit kardiovaskuler adalah biasa pada pasien-pasien dengan usia lanjut.Rheumatoid arthritis disertai efusi perikardial, fibrosis katup jantung, abnormalitas hantaran jantung dan regurgitasi aorta. EKG diindikasikan pada semua pasien-pasien rheumatoid arthritis, dan ECHO diindikasikan pada pasien-pasien dengan sindroma fisik yang menunjukkan tamponade atau penyakit kardiovakuler. Pemeriksaan: Seperti yang diindikasikan.

Neurologi

Pada pasien dengan rheumatoid arthritis, pemeriksaan neurologis yang menyeluruh sering menunjukkan adanya kompresi akar saraf servikal. Pada pasien ini harus dibuat foto leher lateral preoperatif untuk memastikan stabilitas sendi atlanto-oksipitalis. Setelah stabilitas leher dipastikan, ruang gerak leher yang menyeluruh harus diperiksa untuk menemukan kompresi akar saraf servikal berikutnya atau iskemia serebral (menunjukkan adanya kompresi arteri vertebral). iskemia serebral menyeluruh. Pemeriksaan : Sesuai indikasi . mengharuskan evaluasi neurovaskular Adanya yang

Muskuloskeletal

Nyeri dan penurunan gerak sendi menjadikan pengaturan posisi dan anestesi regional menjadi sulit pada pasien arthritis.

Hematologi

Pasien rheumatoid arthritis sering disertai anemia. Pasien dengan Hb >12 gm/dl merupakan kandidat donasi darah autolog preopertif. DVT sering terjadi sesudah operasi sendi pinggul, dan pencegahannya jelas akan mengurangi angka kematian. Tindakan preventif yang efektif termasuk SCDs dan heparin subkutan. Koagulopati yang diinduksi NSAID dapat menghalangi penggunaan anestesia regional. Pemeriksaan : PT,APTT, waktu perdarahan; lain-lain sesuai indikasi

Ginjal

Pemeriksaan fungsi ginjal preoperatif sangat berguna dalam rangka memprediksi klirens zat anestesi dan obat-obat tambahan lainnya pada pasien tua. Pemeriksaan : Kreatinin; BUN.

Laboratorium Premedikasi

Pemeriksaan lain sesuai indikasi Jika tidak ada keterbatasan cadangan paru atau penyakit jantung yang berat, maka premedikasi standar dianggap sudah cukup.

Intra-operatif

Tehnik anestesi Anestesi umum : Induksi

anestesi umum dengan pipa endotrakeal atau anestesi regional

Posisi lateral mengharuskan intubasi endotrakeal pada pasien yang akan dilakukan anestesi umum. Evaluasi jalan nafas preoperatif yang menyeluruh akan menentukan apakah diperlukan tehnik khusus (misalnya, intubasi dengan fiber optic atau tongkat cahaya/light wand). Kerusakan pada crycoarytenoid arthritis yang sering ditemukan pada pasien rheumatoid arthritis dapat

diminimalisir dengan pemakaian pipa endotrakeal kecil (6-7 mm dengan cuff). Sebaliknya untuk pasien yang sehat, induksi standar dianggap cukup. Rumatan Rumatan standar . Blokade neuromuskular akan membantu

penempatan dan uji prosthesis. Akhir anestesi Tidak ada pertimbangan khusus.

Anestesi regional : Pemberian anestesi regional, dengan kebutuhan posisi yang khusus, dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pada pasien dengan mobilitas sendi yang terbatas. Tetapi pasien rheumatoid arthritis jarang mengalami kelainan pada vertebra lumbal, dan anestesi regional memiliki kelebihan berupa rendahnya insidensi DVT postoperatif, menurunkan kehilangan darah intraoperatif, dan tidak perlu manipulasi jalan nafas. Anestesi hingga T10 dianggap cukup. Blokade motorik menyeluruh merupakan hal yang mutlak untuk penempatan prosthesis dan penilaian ROM pasif. Blok lumbar epidural (15 - 20 cc 2 % Lidokain dengan epinefrin 1 : 200.000, pemberian dalam 15 menit) memberikan keuntungan berupa onset

yang lambat, sehingga memberi kesempatan menatalaksanai setiap perubahan kardiovaskuler. Opiat epidural postoperatif menghasilkan analgesia yang sempurna. Anestesi spinal, dengan 15 mg bupivacaine 0,5 % dan morfin 0,2 mg disuntikkan pada level L3-L4 menghasilkan mula kerja cepat dibanding anestesia epidural dan analgesia berlangsung hingga 24 jam postoperatif.

Kebutuhan darah & cairan

Kehilangan darah banyak. Preservasi sel menolong mengurangi kebutuhan IV: 14-16 ga x 2. NaCl/RL @ 4 - 8 cc/kg/jam. transfusi total. Perhatian harus diberikan untuk menjamin sel tercuci baik untuk meminimalisasi penurunan tekanan darah pada infus ulang.

Kontrol kehilangan darah

Anestesi regional Hipotensi terkontrol

Tehnik ini hanya cocok pada pasien tertentu saja.

Monitoring

Monitoring standar CVP Arterial line

Monitoring invasif diindikasikan pada keadaan terbatasnya fungsi jantung dan atau paru.

Posisi

Axillary roll, bean bag. Bantalan pada titk tekanan Penutup mata

Bantalan yang cukup pada ekstremitas dan pemeliharaan posisi leher yang netral merupakan keharusan. Bean bag dan axillary roll diperlukan untuk menstabilisasikan pasien pada posisi lateral dan mencegah lengan yang terbawah dan

kerusakan neurovaskular akibat tekanan.

Komplikasi

Methylmetacrylate: Penurunan tekanan darah vasodilatasi sekunder Penurunan PaO2 embolisasi sekunder Kolaps kardiovaskuler Emboli

Embolisasi udara, lemak, fragmen tulang dan cement dapat terjadi selama insersi prosthesis femoral. Hipotensi sistemik dan HTN paru dapat terjadi. Perhatian harus diberikan untuk

memastikan bahwa pasien terhidrasi dengan baik sebelum pembedahan, dan vasopressor mungkin diperlukan untuk memelihara tekanan darah

Kehilangan darah banyak (efedrin 5 - 20 mg IV atau epinefrin 10-100 g IV DVT Kerusakan saraf Fraktur femur dan dosis dapat ditingkatkan).

Post-operatif

Komplikasi

Kerusakan saraf. DVT.

Cedera saraf sciatic menyebabkan foot drop dan ketidak mampuan fleksi tumit. Hydromorphone epidural 50 g/cc diinfuskan dengan kecepatan 100-250 g/jam, menghasilkan analgesi yang sempurna.

Penatalaksanaan Nyeri

Opiat spinal. Analgesi epidural.

Pemeriksaan

Hct. Foto thoraks, bila dipasang CVP.


								
To top