PERTIMBANGAN ANESTESI PEMBEDAHAN LENGAN

Document Sample
PERTIMBANGAN ANESTESI PEMBEDAHAN LENGAN Powered By Docstoc
					PERTIMBANGAN ANESTESI PEMBEDAHAN LENGAN

Secara umum pasien yang menjalani operasi pada tangan masih muda dan sehat. Kebanyakan pasien menjalani operasi elektif. Beberapa operasi pada tangan seperti repair multiple fraktur, membutuhkan penanganan yang cepat dan operasi emergensi pada kondisi lambung yang penuh.

Laboratorium Premedikasi

Hb/Hct (pada pasien sehat),tes yg lain sesuai indikasi Premedikasi sedang-berat (midazolam 0,5-1,0 mg iv dititrasi selama 5 menit sampai mencapai efek yang diinginkan) sering digunakan bila regional blok digunakan.

Intra-operatif Teknik Anestesi : Anestesi umum atau regional anestesi,atau kombinasi keduanya, dapat digunakan pada operasi pada tangan. Blok plexus brachialis rnelalui supra klavikula merupakan pilihan untuk operasi pada tangan bagian bawah. Sedangkan interskalenus blok pilihan untuk operasi pada tangan bagian lebih proksimal dan barm. Penggunaan regional anestesi mengurangi kemungkinan pneumonitis aspirasi yang dapat timbul akibat anestesi umum pada penderita dengan lambung penuh.

Anestesi Umum Induksi Induksi standar kecuali pada pasien trauma akut yang memerlukan rapid sequence induction. Rumatan Pengakhiran Rumatan standar Pengelolaan pasien post operasi dan ekstubasi, kecuali pada pasien

sulit intubasi yang memerlukan ekstubasi setelah sadar penuh.Biasanya pasien post operative dipasang splint, pasien sebaiknya masih teranestesi waktu pemasangan splint ini.

Anestesi Regional Interskalenus Blok Dosis anestesi lokal: 3 % 2-chloroprocain 30-40 ml utk operasi < 1 jam 1,5% lidokain 30-40 ml untuk operasi sampai 2,5 jam

1% etidokain 30-40 ml untuk operasi > 2,5 jam. Kulit pada puncak bahu (C3-C4) dan bagian medial dari lengan bagian atas seringkali memerlukan tambahan subkutaneus field blok. Blok pada nervus phrenikus → paralisis hemidiafragma, tidak dapat ditoleransi pada pasien yang mengalami gangguan pada paru. Komplikasi utama (total spinal atau pneumothorak) akibat interskalene blok,sangat jarang, oleh karena itu teknik ini sangat cocok pada pasien rawat jalan.

Supraclavicular Blok

1,5 % mepivacain atau 1 % etidocain 40 ml untuk prosedur > 2,5 jam. Lengan atas bagian medial yang dipersarafi oleh nervus intercosto brachialis (T2) membutuhkan sebagian subkutaneus field blok di aksila, terutama bila operasi menggunakan torniket.

Penambahan Sedasi

Sedasi dapat menggunakan propofol melalui infus kontinyu ( 50 - 150 µg/kg/menit) atau intermiten bolus benzodiazepin/opioid (midazolam 0,5-1 mg iv dan alfentanyl 5-10 µg IV) dititrasi selama 5 menit sampai didapat efek yang diinginkan.

Kebutuhan cairan dan darah

Perdarahan minimal IV : 18 ga x 1 NaCl/RL 1,5 – 3 cc/kg/jam

IV line dipasang pada ekstremitas kontralateral

Monitor Posisi

Monitor standar Perhatian pada daerah yang mendapat tekanan

Komplikasi Interskalenus Blok

Total spinal Epidural anestesi Intravaskuler (kejang / disritmia) Stellate ganglion blok (Horner Syndrom) Blok N. Laringeus Blok N. Phrenicus Pneumothoraks

Komplikasi Supraklavikuler Blok

Blok tidak adekuat Intravaskuler Kerusakan saraf perifer Hematom Horner Syndrom Paralise N. Phrenikus Paralise N. Laringeus rekuren Pneumothoraks

Post-operatif

Management Nyeri

Pasien Control Analgesia


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:526
posted:6/27/2009
language:Indonesian
pages:3