Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

PERTIMBANGAN ANESTESI PADA PEMBEDAHAN TANGAN

VIEWS: 554 PAGES: 4

									PERTIMBANGAN ANESTESI PADA PEMBEDAHAN TANGAN

Pre-Operatif Kebanyakan pasien yang menjalani prosedur ini, relatif muda dan sehat. Kebanyakan pasien direncanakan operasi untuk koreksi trauma secara elektif dan pemeriksaan pre-operatif dilakukan secara rutin. Re-implantasi dan beberapa prosedur pergelangan tangan seperti reparasi fraktur compound, memerlukan penanganan secepatnya dan memerlukan operasi emergensi, serta pertimbangan akan kemungkinan lambung pasien penuh.

Neurologis

Jika direncanakan anestesi regional, fungsi sensoris keadaan sekarang dan keiainan motorik harus dicatat secara hali-hati pada pra operasi.

Laboratorium

Hb/Hct (pada pasien sehat); jika tidak, seperti yang diindikasikan dari anamnesa dan pemeriksaan.

Premedikasi

Premedikasi sedang sampai berat (Cth/ midazolam 0.5-1.0 mg iv setiap 5 menit titrasi untuk menimbulkan efek) lebih dipilih setelah blok regional selesai.

Intra-Operatif
Tehnik anestesi : Anestesi umum dengan intubasi atau anestesi regional, biasa digunakan. pendekatan pada blok pleksus brachial melalui aksiler sangat tepat untuk

prosedur yang singkat (1-2 jam) pada pergelangan dan tangan. Bila hanya dilakukan anestesi regional berarti dapat menghindari resiko pnemonitis aspirasi yang disebabkan anestesi umum pada pasien dengan isi lambung penuh, dimana operasi harus dilakukan secara emergensi (lihat lampiran Induksi anestesi RapidSequence) Sayangnya, pada kasus ini memerlukan graft tulang dari lempeng iliaka, maka bila hanya dilakukan anestesi regional tidak memungkinkan. Untuk alasan yang sama, penggunaan anestesi regional tidak tepat untuk kasus yang memerlukan pemindahan jaringan bebas (free-tissue transfer). Anestesi Umum : Induksi Pemeliharaan Induksi standar Pemeliharaan standar

Pengakhiran

Penutupan kulit biasanya diikuti dengan pemasangan splint, pasien harus teranestesi selama prosedur pemasangan splint.

tetap

Anestesi Regional : Aksiler blok 1,5% mepivacaine atau 1,5% lidocaine 40 ml untuk kasus rutin; 1% etidocaine 40 ml untuk prosedur yang berlangsung > 2,5 jam. Bagian medial dari lengan bawah di inervasi oleh saraf intercostobrachial (T2) dan memerlukan lapang blok secara terpisah pada aksila, khususnya apabila tourniket digunakan. Persarafan kutaneus lateral dari lengan bawah , cabang persarafan dari saraf musculokutaneus yang memberikan sensasi pada bagian lateral, lengan bawah, biasanya luput dari cara pendekatan aksiler pada pleksus brakialis. Kemudian blok pada saraf di siku kadang-kadang diperlukan. Jika sedasi diperlukan, propofol (50-150 ug/kg/menit) dengan infuse kontinu atau injeksi bolus intermiten opioid/benzodiazepine (Cth/ midazolam 0,5-1,0 mg iv setiap 5 menit dan alfentanil 5-10 ug/kg iv setiap menit titrasi untuk menimbulkan efek) dapat digunakan.

Kebutuhan darah dan cairan

Kehilangan darah ringan sampai sedang IV : 18 ga x 1 @ 1,5 – 3 cc/kg/jam

Kehilangan darah ringan sampai sedang kecuali graft lempeng tulang iliaka diperlukan, maka kehilangan 250-500 ml darah luka tempat donor dapat digantikan dengan NaCl fisiologis. Agar hasil lebih adekuat, dilakukan pemasangan kateter

intravena no 18, yang dipasang pada lengan yang tidak dioperasi pada ekstremitas atas.

Monitoring
Posisi

Standar monitoring
Gunakan bantalan pada titik tekan Penutup mata

Komplikasi Aksiler blok

Blok tidak adekuat Injeksi intravaskuler Kerusakan saraf perifer Hematoma aksiler Trombosis arteri aksiler Pneumothoraks Dosis minimal dari anestesi lokal dapat menyebabkan toksik SSP selama penyuntikan intravaskuler. Kejang harus ditangani dengan natrium tiopental atau midazolam dititrasi untuk menimbulkan efek, bersamaan dengan kontrol jalan nafas. Jika ada kemungkinan isi lambung penuh maka intubasi harus dilakukan secara cepat. Keadaan trombosis aksiler dan pneumothoraks sangat jarang. PASCAOPERASI

Penanganan nyeri

PCA (Patient Controlled Analgesia) Digunakan kombinasi dengan blok regional Kombinasi teknik anestesi umum-regional sangat tepat untuk prosedur pergelangan tangan, khususnya untuk penanganan nyeri pasca operasi.

Pemeriksaan

Secara rutin tidak ada indikasi


								
To top