Docstoc

SWITCH LAYER 2 DAN 3

Document Sample
SWITCH LAYER 2 DAN 3 Powered By Docstoc
					                                                                                      ARI SUTA 2011




  SWITCH LAYER 2 DAN LAYER 3 ( VLAN DAN ROUTER )

                              I Made Ari Dwi Suta Atmaja
                                       1091761031
                             email :arisuta1402@gmail.com
                                                Abstrak

         Pada setiap design komputer network kita akan selalu menggunakan konsentrator.
Apakah itu berupa Hub ataupun Switch. Pada awalnya kita menggunakan Hub dengan segala
kelebihan dan kekurangannnya, lalu muncul Switch yang lantas menggantikan peranan Hub dalam
sebuah design komputer network baik dalam skala besar maupun kecil. Hal ini di sebabkan karena
performance Switch lebih “Smart” di bandingkan Hub. Switch itu sendiri beroperasi pada Layer 2
OSI dan jenisnya dibagi menjadi Manageable dan UnManageable. Berkaitan dengan istilah smart
tadi, maka switch jenis manageable jauh lebih smart ketimbang yang unmanageable. Arti dari
manageable di sini adalah bahwa switch dapat kita konfigurasi sesuai dengan kebutuhan network
kita agar lebih efesien dan maksimal. Beberapa kemampuan switch yang manageable yang dapat
kita rasakan adalah, penyempitan broadcast jaringan dengan VLAN, konsep Virtual Local Area
Network (VLAN) ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dibanding LAN.
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah pengaturan akses user dengan accesslist, membuat
keamanan network lebih terjamin. Pengaturan port yang ada, serta mudah dalam monitoring trafic
dan maintenance network, karena dapat di akses tanpa harus berada di dekat switch.
         Selain Layer 2 tadi, untuk peralatan yang beroperasi berdasarkan layer OSI adalah Router
yang beroperasi hingga Layer 3 OSI yaitu Layer Network. Router memiliki kemampuan
melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain yang mungkin memiliki banyak jalur
diantara keduanya. Router-router yang saling terhubung dalam jaringan internet turut serta dalam
sebuah algoritma routing terdistribusi untuk menentukan jalur terbaik yang dilalui paket IP dari
system ke system lain. Proses routing dilakukan secara hop by hop. IP tidak megnetahui jalur
keseluruhan menuju tuuan setiap paket. IP routing hanya menyediakan IP address dari router
berikutnya yang menurutnya lebih dekat ke host tujuan. Router dapat digunakan untuk
menghubungkan sejumlah LAN sehingga trafik yang dibangkitkan oleh suatu LAN terisolasikan
dengan baik dari trafik yang dibangkitkan oleh LAN yang lain. Jika dua atau lebih LAN terhubung
dengan router, setiap LAN dianggap sebagai subnetwork yang berbeda.
         Tujuan penulisan artikel ini adalah memberikan informasi dan pemahaman mengenai
konsep VLAN serta bagaimana konsep Router dalam Jaringan Komputer.

Kata kunci : LAN, Switch, VLAN, Layer 2, Layer 3, Router dan Routing

LAYER 2 ( VLAN )
I. PENGERTIAN                                             atau gedung. Konsep dari VLAN adalah
                                                          adanya info VLAN ID pada frame tersebut
    VLAN merupakan suatu model jaringan                   yang menunjukkan frame tersebut milik
yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti             VLAN tersebut. Dengan adanya VLAN,
LAN , hal ini mengakibatkan suatu network                 maka jumlah broadcast domain akan
dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa                  bertambah. Artinya jumlah broadcast
harus menuruti lokasi fisik peralatan.                    domain sama dengan jumlah VLAN. Secara
Penggunaan      VLAN       akan    membuat                default, switch memiliki default VLAN
pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel              yaitu VLAN 1. dengan adanya VLAN-
dimana dapat dibuat segmen yang                           VLAN maka sebuah port yang tergabung
bergantung pada organisasi atau departemen,               dengan VLAN tertentu hanya dapat
tanpa bergantung pada lokasi workstation.                 berkomunikasi dengan port yang tergantung
VLAN memunginkan users untuk berada                       pada VLAN ID yang sama. Contoh gambar
pada lingkup 1 LAN tanpa harus berada                     Jaringan VLAN
pada satu area. Misal beda ruangan, lantai




                                                                                                 1
                                                                               ARI SUTA 2011




                                                sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2, lihat
                                                tabel:

                                                Tabel port dan VLAN


                                                 Port   1        2         3         4

                                                 Vlan   1        1         2         1

                                                Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk
                                                berpindah pindah, apabila harus berpindah
                                                maka     Network    administrator   harus
                                                mengkonfigurasi ulang.

                                                2. Berdasarkan MAC Address. Keanggotaan
                                                suatu VLAN didasarkan pada MAC address
                                                dari setiap workstation/ komputer yang
II. BAGAIMANA VLAN BEKERJA                      dimiliki oleh user. Switch mendeteksi/
                                                mencatat semua MAC address yang dimiliki
     VLAN diklasifikasikan berdasarkan          oleh setiap Virtual LAN. MAC address
metode (tipe) yang digunakan untuk              merupakan suatu bagian yang dimiliki oleh
mengklasifikasikannya, baik menggunakan         NIC (Network Interface Card) di setiap
port, MAC addresses dsb. Semua informasi        workstation. Kelebihannya apabila user
yang mengandung penandaan /pengalamatan         berpindah pindah maka dia akan tetap
suatu vlan (tagging) di simpan dalam suatu      terkonfigurasi sebagai anggota dari VLAN
database    (tabel),   jika    penandaannya     tersebut.Sedangkan kekurangannya bahwa
berdasarkan port yang digunakan maka            setiap mesin harus di konfigurasikan secara
database harus mengindikasikan port-port        manual , dan untuk jaringan yang memiliki
yang digunakan oleh VLAN. Untuk                 ratusan workstation maka tipe ini kurang
mengaturnya maka biasanya digunakan             efissien untuk dilakukan.
switch/bridge yang manageable atau yang
bisa diatur. Switch/bridge inilah yang          Tabel MAC address dan VLAN
bertanggung jawab menyimpan semua
informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan
                                                 MAC Address                   VLAN
dipastikan semua switch/bridge memiliki
                                                 13-25-16-61-77-38             1
informasi yang sama. Switch akan
menentukan      kemana      data-data    akan    27-23-89-57-93-55             2
diteruskan dan sebagainya. atau dapat pula       53-66-66-33-77-77             2
digunakan suatu software pengalamatan            24-44-41-25-55-67             1
(bridging    software)     yang     berfungsi
mencatat/menandai suatu VLAN beserta
workstation      yang       didalamnya.untuk    3. Berdasarkan tipe protokol yang
menghubungkan antar VLAN dibutuhkan             digunakan. Keanggotaan VLAN juga bisa
router.                                         berdasarkan protocol yang digunakan, lihat
                                                tabel
III.TIPE TIPE VLAN
                                                Tabel Protokol dan VLAN
    Keanggotaan dalam suatu VLAN dapat
di klasifikasikan berdasarkan port yang di       Protokol             IP       IPX
gunakan, MAC address, tipe protokol.             Vlan                 1        2

1. Berdasarkan Port. Keanggotaan pada           4. Berdasarkan Alamat Subnet IP
suatu VLAN dapat didasarkan pada port           Subnet IP address pada suatu jaringan juga
yang di gunakan oleh VLAN tersebut.             dapat digunakan untuk mengklasifikasi
Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan       suatu VLAN
4 port, port 1, 2, dan 4 merupakan VLAN 1




                                                                                          2
                                                                             ARI SUTA 2011




Tabel IP Subnet dan VLAN                        menangani    permasalahan   pada   kondisi
                                                geografis.
IP        192.168.1.1/30     192.168.1.5/30
Subnet                                          V. PERBANDINGAN VLAN DAN LAN
Vlan      1                  2
                                                     Penggunaan LAN telah memungkinkan
    Konfigurasi ini tidak berhubungan           semua komputer yang terhubung dalam
dengan routing pada jaringan dan juga tidak     jaringan dapat bertukar data atau dengan
mempermasalahkan       funggsi    router.IP     kata lain berhubungan. Kerjasama ini
address digunakan untuk memetakan               semakin berkembang dari hanya pertukaran
keanggotaan VLAN.Keuntungannya seorang          data hingga penggunaan peralatan secara
user tidak perlu mengkonfigurasikan ulang       bersama (resource sharing atau disebut juga
alamatnya di jaringan apabila berpindah         hardware sharing).10 LAN memungkinkan
tempat, hanya saja karena bekerja di layer      data tersebar secara broadcast keseluruh
yang lebih tinggi maka akan sedikit lebih       jaringan, hal ini akan mengakibatkan
lambat untuk meneruskan paket di banding        mudahnya pengguna yang tidak dikenal
menggunakan MAC addresses.                      (unauthorized user) untuk dapat mengakses
                                                semua bagian dari broadcast. Semakin besar
IV. KEUNTUNGAN VLAN                             broadcast, maka semakin besar akses yang
    Ada beberapa keuntungan di dalam            didapat, kecuali hub yang dipakai diberi
penggunaan vlan. Berikut ialah keuntungan       fungsi kontrol keamanan.
menggunakan vlan antara lain:
                                                    VLAN       yang    merupakan     hasil
1. Security : keamanan data dalam sebuah        konfigurasi switch menyebabkan setiap port
divisi dapat di buat sendiri, mengapa           switch diterapkan menjadi milik suatu
demikian, karena dari setiap segmennya bisa     VLAN. Oleh karena berada dalam satu
dipisah secara logika. selain itu lalu lintas   segmen, port-port yang bernaung dibawah
datanya juga di batasi oleh segmennya.          suatu VLAN dapat saling berkomunikasi
                                                langsung. Sedangkan port-port yang berada
2. Cost Reduction : penghematan dari            di luar VLAN tersebut atau berada dalam
penggunaan bandwith yang ada, dan up-           naungan VLAN lain, tidak dapat saling
grade perluasan jaringan yang bisa              berkomunikasi langsung karena VLAN tidak
menjadikan biaya mahal                          meneruskan broadcast.
3. Higher Performance : pembagian jaringan
pada layer 2 ke dalam beberapa kelompok              VLAN yang memiliki kemampuan
brodcast domain yang lebih kecil, yang          untuk memberikan keuntungan tambahan
tentunya akan mengurangi lalu lintas paket      dalam hal keamanan jaringan tidak
data yang tidak di butuhkan dalam jaringan      menyediakan penggunaan media dalam
tersebut.                                       suatu jaringan secara keseluruhan. Switch
                                                pada jaringan menciptakan batas-batas yang
4. Broadcast Storm Mitigation : pembagian       hanya dapat digunakan oleh komputer yang
jaringan ke dalam vlan-vlan akan                termasuk dalam VLAN tersebut. Hal ini
mengurangi banyaknya device yang ikut           mengakibatkan administrator dapat dengan
serta dalam pembuatan broadcast storm.          mudah mensegmentasi pengguna, terutama
mengapa     demikian,    karena    adanya       dalam hal penggunaan media/data yang
pembatasan broadcast domain.                    bersifat rahasia (sensitive information)
                                                kepada seluruh pengguna jaringan yang
5. Improved IT Staff Efficiency : vlan          tergabung secara fisik.
memudahkan manajemen jaringan karena
pengguna yang membutuhkan sumber daya               Keamanan yang diberikan oleh VLAN
yang di butuhkan berbagi dengan segmen          meskipun lebih baik dari LAN,belum
yang                               sama.        menjamin keamanan jaringan secara
6. Simpler Project or Application               keseluruhan dan juga belum dapat dianggap
Management : vlan menggabungkan para            cukup untuk menanggulangi seluruh
pengguna jaringan dan peralatan jaringan        masalah keamanan .VLAN masih sangat
untuk   mendukung     perusahaan     dan        memerlukan berbagai tambahan untuk
                                                meningkatkan keamanan jaringan itu sendiri




                                                                                         3
                                                                                ARI SUTA 2011




seperti firewall, pembatasan pengguna            penerima data. Berikut gambar ilustrasi
secara akses perindividu, intrusion detection,   fungsi sebuah router dan routing.
pengendalian jumlah dan besarnya broadcast
domain, enkripsi jaringan, dsb.

     Dukungan Tingkat keamanan yang
lebih baik dari LAN inilah yang dapat
dijadikan suatu nilai tambah dari
penggunaan VLAN sebagai sistem jaringan.
Salah satu kelebihan yang diberikan oleh
penggunaan      VLAN       adalah      control
administrasi secara terpusat, artinya aplikasi
dari      manajemen        VLAN         dapat
dikonfigurasikan, diatur dan diawasi secara
terpusat,      pengendalian         broadcast    II. KONSEP ROUTING
jaringan, rencana perpindahan, penambahan,            Routing adalah suatu protokol yang
perubahan      dan      pengaturan      akses    digunakan untuk mendapatkan rute dari satu
khusus ke dalam jaringan serta mendapatkan       jaringan ke jaringan yang lain. Rute ini,
media/data yang memiliki fungsi penting          disebut dengan route dan informasi route
dalam perencanaan dan administrasi di            secara dinamis dapat diberikan ke router
dalam grup tersebut semuanya dapat               yang lain ataupun dapat diberikan secara
dilakukan secara terpusat. Dengan adanya         statis ke router lain.
pengontrolan manajemen secara terpusat                Routing adalah proses dimana suatu
maka administrator jaringan juga dapat           router mem-forward paket ke jaringan yang
mengelompokkan grup-grup VLAN secara             dituju. Suatu router membuat keputusan
spesifik berdasarkan pengguna dan port dari      berdasarkan IP address yang dituju oleh
switch yang digunakan, mengatur tingkat          paket. Semua router menggunakan IP
keamanan, mengambil dan menyebar data            address tujuan untuk mengirim paket. Agar
melewati jalur yang ada, mengkonfigurasi         keputusan routing tersebut benar, router
komunikasi yang melewati switch, dan             harus belajar bagaimana untuk mencapai
memonitor lalu lintas data serta penggunaan      tujuan. Ketika router menggunakan routing
bandwidth dari VLAN saat melalui tempat-         dinamis, informasi ini dipelajari dari router
tempat yang rawan di dalam jaringan.             yang lain. Ketika menggunakan routing
                                                 statis, seorang network administrator
LAYER 3 ( ROUTER )                               mengkonfigurasi informasi tentang jaringan
I. PENGERTIAN                                    yang ingin dituju secara manual.
     Router adalah sebuah device yang
berfungsi untuk meneruskan paket-paket           III. TIPE ROUTING
dari sebuah network ke network yang                   Dalam konsep routing ada dua jenis
lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke             routing yang dilakukan. Yang pertama
WAN) sehingga host-host yang ada pada            adalah routing statis dan yang kedua adalah
sebuah network bisa berkomunikasi dengan         routing dinamis.
host-host yang ada pada network yang lain.
Router menghubungkan network-network
tersebut pada network layer dari model OSI,
sehingga secara teknis Router adalah Layer
3 Gateway. Router bisa berupa sebuah
device yang dirancang khusus untuk
berfungsi sebagai router (dedicated router),
atau bisa juga berupa sebuah PC yang
difungsikan sebagai router.
     Dalam mempelajari router, konsep yang
penting harus dipahami selain router itu
sendiri yaitu routing. Routing merupakan
proses penentuan jalur dimana paket data
harus dilewatkan melalui jaringan-jaringan
yang ada diluar kita hingga sampai di tujuan                Gambar. Tipe Routing




                                                                                            4
                                                                             ARI SUTA 2011




III.1. ROUTING STATIS
     Suatu static route adalah suatu
mekanisme routing yang tergantung dengan
routing table dengan konfigurasi manual.
Dalam skala jaringan yang kecil yang
mungkin terdiri dari dua atau tiga router
saja, pemakaian static route lebih umum
dipakai. Static router (yang menggunakan
solusi static route) haruslah di configure
secara manual dan dimaintain secara
terpisah karena tidak melakukan pertukaran
informasi routing table secara dinamis          Gambar Penentuan next-hop IP address
dengan router-router lainnya.
     Suatu static route akan berfungsi             Pada dua gambar di atas, administrator
sempurna jika routing table berisi suatu      jaringan dari router Hoboken harus
route untuk setiap jaringan didalam           mengkonfigurasi routing statis ke jaringan
internetwork yang mana dikonfigure secara     172.16.1.0/24 dan 172.16.5.0/24. Karena itu
manual oleh administrator jaringan. Setiap    administrator memasukkan 2 perintah ke
host pada jaringan harus dikonfigure untuk    router. Administrative distance adalah
mengarah kepada default route atau default    parameter tambahan yang menunjukkan
gateway agar cocok dengan IP address dari     reliabilitas dari rute. Semakin kecil nilai
interface local router, dimana router         administrative distance semakin reliable
memeriksa routing table dan menentukan        rutenya. Oleh Karena itu rute dengan
route yang mana digunakan untuk               administrative distance yang lebih kecil
meneruskan paket.                             harus diberikan pertama kali sebelum
     Cara kerja routing statis dapat dibagi   administrative distance yang lebih besar
menjadi 3 bagian:                             diberikan. Default administrative distance
1. Administrator         jaringan     yang    saat menggunakan routing statis adalah 1.
     mengkonfigurasi router                   ketika interface luar dikonfigurasi sebagai
2. Router melakukan routing berdasarkan       gateway, routing statis akan ditunjukkan
     informasi dalam tabel routing            dalam tabel routing sebagai informasi yang
3 Routing statis digunakan untuk              “directly connected”.
     melewatkan paket data                         Untuk melihat informasi administrative
Seorang administrator harus menggunakan       distance digunakan perintah show ip route.
perintah ip route secara manual untuk         Nilai dari administrative distance adalah
mengkonfigurasi router dengan routing         antara 0 sampai dengan 255 yang diberikan
statis.                                       setelah next-hop atau outgoing interface.
                                              Contoh:

                                              waycross(config)# ip route 172.16.3.0
                                                      255.255.255.0 172.16.4.1 130

    Gambar contoh perintah ip route           Jika interface dari router down, rute tidak
                                              akan dimasukkan ke table routing. Kadang-
                                              kadang routing statis digunakan untuk tujuan
                                              backup. Routing statis dapat dikonfigurasi
                                              dalam router yang hanya akan digunakan
                                              ketika     routing    dinamis     mengalami
                                              kegagalan. Untuk menggunakan routing
                                              statis sebagai backup, harus dilakukan seting
                                              administrative distance ke nilai yang lebih
                                              besar daripada protokol routing dinamis
                                              yang digunakan.
                                              Keuntungan static route:
                                              1. Static route lebih aman disbanding
                                                   dynamic route.
   Gambar Penentuan outgoing interface        2. Static route kebal dari segala usaha
                                                   hacker untuk men-spoof paket dynamic




                                                                                         5
                                                                              ARI SUTA 2011




    routing protocols dengan maksud           Pada Gambar diatas ini adalah sebuah
    melakukan configure router untuk          Autonomous System atau AS. Dari luar
    tujuan membajak traffic.                  (ISP) Autonomous System ini secara
Kerugian:                                     keseluruhan       diidentifikasikan    sebagai
1. Administrasinya adalah cukup rumit         sebuah network address class B. Didalam
    disbanding dynamic routing khususnya      Autonomous System, router digunakan
    jika terdiri dari banyak router yang      untuk membagi network kedalam subnet-2.
    perlu dikonfigure secara manual.          Router yang ada didalam Autonomous
2. Rentan terhadap kesalahan saat entry       System hanya mengetahui route / jalur yang
    data static route dengan cara manual.     ada didalam Autonomous System itu sendiri,
                                              akan tetapi tidak memantain informasi
III.2. ROUTING DINAMIS                        tentang route diluar Autonomous System.
     Untuk dapat memahami konsep routing      Router yang ada di border / perbatasan
dinamis secara menyeluruh, ada beberapa       Autonomous System disebut sebagai AS
hal yang harus kita mengertikan secara        border router. router ini memaintain
terpisah. Dan kesemuanya merupakan            informasi route baik route di dalam maupun
bagian dari konsep routing dinamis. Bagian    diluar border router AS.
– bagian tersebut antara lain : Autonomous         Setiap         Autonomous         System
Systems dan Routing Protocols.                diidentifikasikan oleh sebuah nomor AS.
                                              Nomor AS ini bisa secara local di
1.  Autonomous Systems                        administrasi, atau di register ke Internet jika
    Seperti kita ketahui suatu router         memang bersinggungan dengan public
menghubungkan dua network / jaringan.         network / internet.
Sebuah network / jaringan adalah sebuah            Router-2 didalam suatu Autonomous
segmen dengan address network yang unik.      System digunakan untuk men-segment
Akan tetapi dengan IP, istilah network bisa   (subnet) suatu network. dan juga, router-2
mendefinisikan dua arti yang berbeda:         tersebut       bisa      digunakan       untuk
 Sebuah segmen dengan sebuah IP              menghubungkan beberapa AS secara
    address unik (biasanya merujuk pada       bersama. Router menggunakan routing
    sebuah subnet)                            protocol untuk secara dinamis menemukan
 Sebuah IP Address network yang              jalur / route, membangun routing table, dan
    diberikan kepada suatu organisasi         membuat keputusan tentang bagaimana
    (organisasi tersebut bisa men-subnet      harus mengirim paket melalui internetwork.
    address kedalam beberapa address
    network)                                  2.   Routing Protocols
    Setiap organisasi yang diberikan sebuah        Routing protocol bisa diklasifikasikan
address network dari ISP dianggap sebagai     berdasarkan apakah mereka melewatkan
suatu “autonomous system (AS)”. Setelah       traffic didalam atau antara Autonomous
itu organisasi tersebut bisa saja bebas       System.
membentuk satu jaringan yang besar, atau
membagi network nya ke dalam subnet-2.            Interior Gateway Protocol (IGP) –
                                                   protocol yang melewatkan traffic
                                                   didalam Autonomous System.

                                                  Exterior Gateway Protocol (EGP) –
                                                   protocol yang melewatkan traffic keluar
                                                   atau antar Autonomous System.


                                                  Border Gateway Protocol (BGP) –
                                                   adalah versi pengembangan dari EGP
                                                   yang    melewatkan    traffic  antar
                                                   Autonomous System.



     Gambar ilustrasi autonomous system




                                                                                           6
                                                                            ARI SUTA 2011




                                               5.   Implementasi     penggunaan   VLAN
                                                    banyak digunakan pada perusahaan atau
                                                    kantor yang memiliki banyak computer
                                                    yang diharuskan terhubung dari satu
                                                    computer dengan computer lain yang
                                                    masih    memiliki    hubungan    atau
                                                    kesamaan     tugas   dari   pengguna
                                                    computer tersebut

                                               KESIMPULAN ROUTER
                                               1. Routing adalah proses dimana suatu
                                                  item dapat sampai ke tujuan dari satu
      Gambar Routing IGP dan EGP                  lokasi ke lokasi lain. Untuk bisa me-
                                                  routing, sebuah router harus tahu alamat
     Pada gambar diatas adalah sebuah             tujuan, alamat asal/source, rute awal
Autonomous System yang terhubung ke               yang mungkin, dan path/jalur terbaik.
internet melalui router ISP. Router-2 yang     2. Informasi routing adalah router
ada     didalam     Autonomous      System        mempelajari, baik statik maupun
menjalankan Interior Gateway Protocol             dinamik, kemudian informasi tersebut
(IGP) untuk mencari route didalam                 ditempatkan dalam routing tabelnya.
Autonomous System. AS border router yang       3. Rute Statik adalah rute atau jalur
menghubungkan antara Autonomous System            spesifik yang ditentukan oleh user untuk
dan ISP menjalankan kedua Interior                meneruskan paket dari sumber ke
Gateway Protocol (IGP) agar bias                  tujuan. Rute ini ditentukan oleh
berkomunikasi dengan router-2 didalam             administrator      untuk      mengontrol
Autonomous System, dan Exterior Gateway           perilaku routing dari IP "internetwork".
Protocol (EGP) agar bisa berkomunikasi         4. Untuk mengkonfigurasi sebuah rute
dengan router diluar Autonomous System.           statik, masukkan perintah "ip route"
     Border router AS ini mengumpulkan            dengan diikuti parameter: network,
informasi routing diluar Autonomous               mask, address/alamat, interface, dan
System. Berikut ini adalah IP routing             jarak/distance.
protocol yang didukung oleh router Cisco :
 RIP (Routing Information Protocol)           REFERENSI
 IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)     1. The Application of VLAN in 3-layer
 IS-IS (Intermediate System to                   Switching Network . Journal of
  Intermediate System)                            Huangshi Institute of Technology.
 OSPF (Open Shortest Path First OSPF)            2006-06
                                               2. VLAN Technology and Implementation
KESIMPULAN VLAN                                   Method. Journal of Shijiazhuang
1. Satu switch catalyst dan router kita bisa      Institute of Railway Engineering. 2005-
   memiliki banyak jaringan (berbeda              04
   network), yaitu dengan memanfaatkan         3. Dynamic routing in fully connected
   VLAN                                           networks. R.J. Gibbens and F.P. Kelly.
2. VLAN membagi jaringan layer 2 ke               IMA Journal of Mathematical Control
   dalam beberapa kelompok broadcast              and Information 7 (1990), 77-111.
   domain yang lebih kecil, yang tentunya      4. Routing Strategies for IP Networks. W.
   akan mengurangi lalu lintas packet yang        Ben-Ameur, N. Michel, B. Liau. 2001
   tidak dibutuhkan dalam jaringan.            5. Routing. Cisco Networking Academy
3. Pembuatan konfigurasi VLAN tidaklah            Program CCNA 2: Routers and Routing
   sulit dan lebih menghemat kebutuhan            Basics v3.1
   hardware yang digunakan pada jaringan       6. BGP routing policies in ISP
   tersebut (hardware yang dimaksudkan            networks. Matthew Caesar, UC
   adalah router maupun switch).                  Berkeley. Jennifer Rexford, Princeton
4. Konfigurasi VLAN memiliki banyak               University, 2006
   kelebihan yang dapat membuat koneksi
   antar jaringan dapat berjalan dengan
   lancar.




                                                                                        7

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1334
posted:4/26/2011
language:Indonesian
pages:7
Description: konsep vlan dan router