Tanggapan Menurut Psikologi Umum by setia1988

VIEWS: 141 PAGES: 8

									                                          BAB I
                                    PENDAHULUAN




   Psikologi adalah ilmu yang sudah mulai berkembang sejak abad 17 dan 18
serta nampak pesat kemajuannya pada abad 20. Pada awalya ilmu ini adalah
bagian daripada filsafat sebagaimana pula ilmu-ilmu yang lain seperti misalnya
ilmu hukum tatanegara maupun ilmu ekonomi, namun kemudian memisahkan diri
da n berdiri sebagai ilmu tersendiri.
   Semuanya itu bersumber dari tuhan yang maha esa sebagai pencipta segala
sesuatu,dan hasil ciptaan itulah yang menjadi obyek atau sasaran dari berbagai
cabang ilmu pengetahuan.karenanya sebagai sumber ilmu pengetahuan adalah
tuhan yang naha esa.yang lahir pertama kali adalah filsafat,yang membahas
hakekat    segala    sesuatu.dari       padanya   lahirlah   berbagai   cabang   ilmu
pengetahuan,oleh karna itu dalam semua ilmu-ilmu yang telah memisahkan diri
dari filsafat itu akan dijumpai tokoh-tokoh filsafat kuno seperti:socrates,plato dan
aristoteles yang ikut mengembangkan fikiran dan penemuannya dalam ilmu-ilmu
tersebut sehinga tokoh-tokoh nanti akan dijumpai juga dalam mempelajari
psikologi serta cabang-cabang psikologi.
   Sesungguhnya tiap-tiap orang perlu sekali mengetahui dasar Ilmu jiwa umum,
dalam pergaulan hidup sehari-hari, Ilmu jiwa perlu sebagai dasar pengetahuan
untuk dapat memahami jiwa orag lain.
   Kita dapat mengingat kembali sesuatu yang pernah kita amati. Gambaran
ingatan dari sesuatu pengamatan disebut tanggapan, pemakalah disini akan
mengupas habis tentang masalah tanggapan dan hal-hal yang ada disekitarnya.




                                            1
                                        BAB II
                                   PEMBAHASAN


A. DEFINISI TANGGAPAN ( MENGALAMI KEMBALI )
      Mengingat kembali sesuatu yang pernah kita amati. gambaran ingatan dari
sesuatu pengamatan, disebut tanggapan.
      Penanggapan itu umumnya ialah pengalaman kembali atau pengahajatan
kembali bekas-bekas yang diterima dahulu dari pengamatan, yang sekarang
digambarkan kembali dalam kesadaran.
      Jadi tanggapan ialah bekas atau gambaran dari sesuatu pengamatan, yang
tinggal dalam lubuk jiwa kita sehingga boleh disebut gambaran ingatan.
      Gambaran pengindraan yang sebenarnya tentu lebih sempurna, lebih jelas
dari gambaran ingatan, karena kita dalam hal ini tidak lagi melihat atau mengalami
hal itu dimuka kita, benda atau hal yang sejatinya.
      Umpamanya : waktu melihat ular yang sebenarnya masih jelas bagi kita
bentuknya, warnanya dan sebagainya, tetapi dalam gambaran ingatan atau
tanggapan, apalagi jika lama sesudah kejadian yang sebenarnya.
      Tidak semuanya apa yang telah dialami, dapat dialami. Ada yang lama
tinggal dalam jiwa sadar kita, ada yang mudah ditimbulkan, digambarkan kembali.
Yang setengah sadar tentu mudah kembali menjadi sadar, umpamanya :
pengalaman atau kejadian yang baru saja terjadi.
      Yang tidak bisa atau sukar sekali dihidupkan atau ditimbulkan kembali, jadi
yang tetap tinggal tersimpan dalam lubuk atau gudang jiwa, lebih banyak pula lagi
Isi jiwa tak sadar jauh lebih luas dan banyak dari isi jiwa sadar.
      Ada pula yang dengan tepat dan mudah bisa dihidupkan kembali. Hal itu
bergantung kepada beberapa faktor :
a. Kuat tidaknya kesan yang diterima, dan gambaran yang terjadi waktu
     pengamatan yang sebenarnya.
b. Jelas tidaknya, sempurna tidaknya pengamatan yang berlangsung dahulu itu.
c.   Keadaan jiwa dan atau keadaan tubuh waktu menerima kesan itu dan
     sekarang waktu menggambarkannya kembali.
     Biasanya apa yang tidak disukai. Lekas hilang dari jiwa sadar, lekas
terpendam dalam lubuk jiwa terkecuali jika yang tidak disukai menimbulkan dan
meninggalkan bekas yang sangat keras dan hebat umpamanya. Umpamanya :


                                           2
kebencian kita terhadap sesuatu sehingga kita setiap hari marah-marah atau
menyimpannya sebagai dendam. Kecemburuan kita terhadap seseorang teman
bisa menimbulkan dan meninggalkan kesan dan b ekas sehingga hal itu tidak
dapat dilupakan bertahun-tahun lamanya.
   Apa       yang   disukai   biasanya    tinggal   lama     dalam     kesadarandan
menggambarkannya kembalipun biasanya mudah. Ump: Upacara naik kelas,
perkawinan yang baik,dll.
   Penanggapan biasanya lebih mudah, jika gambaran-gambaran yang hendak
ditimbulkan dan dialami kembali itu, tidak berdiri sendiri dan tidak terpencil artinya
ada hubungannya, ada pertaliannya bekas atau gambaran-gambaran, ada yang
tersimpan.
   Dengan istilah pendidikan hal itu dikatakan sebagai berikut :
Pengetahuan yang baru mudah diterima jika sudah ada pengetahuan yang lama
yang berhubungan atau bersamaan dengan itu. Dengan perkataan sehari-hari :
jika ada kawannya yang menyambutnya! kesan-kesan atau pengetahuan yang
sudah ada dinamakan : bahan appersepsi.
   Penanggapan tentu saja dipermudah, jika ada alasan-alasan yang meminta,
supeya gambaran-gambaran ingatan ditimbulkan kembali umpamanya : jika
seorang murid diberi kesempatan oleh gurunya atau jika seorang saksi
dipersilakan oleh hakim menceritakan hal-hal yang dikehendakinya.
Tanggapan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
   1. Menurut alat indra yang berperanan dalam waktu mengamati : ada
       tanggapan Visual ( penglihatan ), Auditif ( pendengaran ), penciuman, dan
       sebagainya.
   2. Menurut terjadinya : ada tanggapan ingatan, ada tanggapan fantasi.
   3. Menurut terikatnya : tanggapan benda dan ada tanggapan kata.
Perbedaan antara tanggapan dan pengamatan :
   a. Pengamatan berlaku pada waktu sekarang dan disini, tetapi menganggap
       tidak demikian.
   b. Pengamatan bersifat sensoris, sedang tanggapan bersifat Imaginer.
   c. Pengamatan bersifat primer, tapi tanggapan bersifat dasar .
   d. Tanggapan bersifat mengantisipir waktu yang akan datang, pengamatan
       tidak.
   e. Pengamatan bersifat sempurna atau menditail, tanggapan bersifat kabur.


                                          3
   f. Pengamatan terikat kepada tempat dan waktu, tanggapan tidak.
Kedua-duanya bersifat perseorangan.


B. HAKIKAT DAN JENIS TANGGAPAN
     Tanggapan erat hubungannya dengan berfungsinya ingatan, ketetapan dan
kejelasan. Tanggapan tergantung pada derajat kompleksitas situmulus yang asli
dan pada ketelitian pengamatan indra, serta pada faktor ingatan.
   1) Tanggapan Reproduksi
      Suatu tanggapan dianggap sebagai reproduktif, bila tanggapan itu
      menunjukkan pengingatan kembali suatu benda, kejadian, atau situasi,
      yang memberikan suatu pengalaman sensoris atau pengamatan masa lalu.
      Setiap hal dari pengindraan dapat terlibat ; suatu tanggapan ingatan
      mungkin berupa pendengaran, penglihatan, suhu. Rasa sakit, penciuman,
      atau kinestesis.
      Suatu tanggapan yang diiangat tentang pngalaman-pengalaman lalu
      cenderung      berbeda-beda      dalam     kejelasannya      sesuai      dengan
      kesederhanaa nya atau kekompleksannya, dan juga sesuai dengan jumlah
      pengalaman mengenai situasi pengindraan yang asli. Misalnya, tanggapan
      uang logam lima sen akan jauh lebih jelas untuk sebagian besar orang-
      orang dari pada ruang tamu seorang teman.
   2) Tanggapan Imaginer
      Tanggapan bukanlah selalu hanya reproduksi pengalaman-pengalaman
      lalu. Banyak gambaran-gambaran mental (Tanggapan) adalah hasil dari
      suatu syntese pengalaman-penglaman masa lalu, hal ini disebut tanggapan
      imaginer yang berdasar kepada penglaman-penglaman lalu, tetapi yang
      mengambil suatu bentuk baru dan dapat dianggap sebagai “tanggapan
      produktif dan kreatif”
      Penemuan, pembacaan hasil-hasil fiktif (khayalan dan arsitik) adalah
      contoh-contoh dari jenis tanggapan ini. Mimpi malam dan siang hari
      meliputi tanggapan reprodukti dan sintetis.
   3) Tanggapan Halusinasi
      Unsur-unsur    emosi     mimpi   menjadi   faktor-faktor   yang   kuat    dalam
      perkembangan halusinasi. Tanggapan halusinasi meliputi pembentukan
      gambaran-gambaran yang tak berhubungan dengan kenyataan tetapi yang


                                         4
      di proyeksi kepada dunia yang nyata. Dalam bentuk-bentuk tartuntu
      gangguan emisional yang keras, misalnya, pasien dapat melapurkan
      melihat malaikat atau mendengar suara-suaranya.
   4) Tanggapan Editis
      Ada sementara orang yang sudah mengamati sesuatu mendapatkan
      tanggapan yang sangat jelas dan ingat betul sampai mendetail.
      Tanggapannya sangat terang seterang pengamatan. Tanggapan semacam
      ini           disebut            :            Tanggapan                Editis.


C. PERBEDAAN-PERBEDAAN INDIVIDUAL DALAM TANGGAPAN
    Pembentukan tanggapan adalah suatu proses mental yang fundamental.
Tanggapan bersifat pribadi ; tanggapan reproduksi dan imaginer seseorang tidak
dapat diketahui oleh orang lain kecuali pada saatmereka berfungsi yang
diperlihatkan dalam tingkah laku. Walaupun latar belakang pengalaman
memegang suatu peranan penting dalam proses imaginatif, tanggapan cenderung
tidak stabil dan tidak dapat dipercaya karena mereka dapat menjadi bertambah
kabur dari pembentukannya yang asli sesuai dengan bertambahnya waktu yang
berlangsung.


D. FAKTOR-FAKTOR TANGGAPAN
   a. Faktor kekuatan dan kejelasan
      Setiap orang nampak berbeda dalam kekuatan dan kejelasan tanggapan
      mereka. Kebanyakan orang mengatakan, bahwa mereka kuat dalam
      tanggapannya melalui mata (penglihatan); yang lain menemukan bahwa
      tanggapan auditifnya kuat. Secara relatif terdapat sedikit individu-individu
      yang menyatakan, bahwa tanggapan yang terkuat didapatkan melalui
      penciuman, cecap, perabaan atau gerakan motorik. Seorang individu dapat
      percaya   bahwa    gambaran     mentalnya    tentang   suatu   obyek    atau
      pengalaman sesuai dengan pengamatannya yang asli.
   b. Faktor derajat atau kejelasan
      Derajat atau keluasan dari imaginasi produktif berbeda-beda juga pada
      tiap-tiap orang. Perangsang-perangsang sensoris yang sama dapat
      “Membakar”imaginasi orang tentang suatu keadaan sesuai dengan
      kemampuannya, bila dikemudian hari ia dirangsang untuk menyatakan


                                           5
      dalam kata-kata atau bentuk-bentuk symbol lainnya mengenai keindahan
      atau mengesannya pengalaman yang telah diamatinya; orang lain
      merespons terhadap situasi itu dengan apatis atau dengan suatu kerangka
      tanggapan yang sama sekali berlainan.


E. REPRODUKSI DAN ASOSIASI
     Asosiasi adalah dikeluarkannya tanggapan dari bagian ketidak sadaran kita
kebahagiaan sadar kita, ketika mengingat kembali suatu yang telah kita amati dan
kita alami. Asosiasi seterusnya kita pakai dalam arti perhubungan dan pertautan.
Reproduksi ialah penjelmaan, penimbulan kembali sesuatu yang telah kita
alami,Reproduksi dapat terjadi dengan sengaja tetapi dapat juga terjadi tidak
dengan sengaja. Reproduksi dapat juga terjadi pengaruh dari luar.
     Tanggapan dan pengertian selalu bertautan dan menimbulkan sesamanya.
Misalnya ketika kita sedang membaca tentang suatu kejadian di Meneapolis itu
kita teringat kepada dosen-dosennya, dapatlah dikatakan bahwa tanggapan
gedung Universitas itu berhubungan atau berasosiasi dengan tanggapan dosen-
dosen. Tentang asosiasi Aristoteles mengemukakan hukum-hukum asosiasi :
    Hukum sama waktu : kalau saya mengingat-ingat Ibu saya, teringat juga
      akan kebayanya yang biasa dikenakan.
    Hukum urutan : kalau saya mendengar A maka teringatlah kepada B
    Hukum serempak : tanggapan yang serempak, yang pada waktu yang
      sama timbul kedalam kesadaran jiwa, diassosier, dan direprodusir
    Hukum berurutan : tanggapan yang dibentuk berurutan, diassosier dan
      direprodusir sesamanya.
    Hukum persamaan : tanggapan dari benda-benda yang serupa atau yang
      bersamaan diassosier dan direprodusir sesamanya. ketika saya melihat
      seekor harimau, teringat juga saya pada kucing.
    Hukum berlawanan : tanggapan yang berlawanan dan bertentangan
      (benda-enda ataupun pengertian)       juga diassosier dan direprodusier
      sesamanya bila terdengar kata pahit, maka teringatlah saya kata-kata
      manis.
    Hukum sebab-akibat : kemudian ditambah lagi dengan hukum sebab-
      akibat: tanggapan yang mempunyai pertalian sebab akibat berhubungan,
      bertautan dan timbul menimbulkan sesamanya.


                                        6
                                       BAB III
                                      PENUTUP




A. KESIMPULAN
   Tanggapan ialah bekas atau gambaran dari sesuatu pengamatan, yang tinggal
dalam lubuk jiwa kita sehingga boleh disebut gambaran ingatan.
Tanggapan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
   1. Menurut alat indra yang berperanan dalam waktu mengamati : ada
       tanggapan Visual ( penglihatan ), Auditif ( pendengaran ), penciuman, dan
       sebagainya.
   2. Menurut terjadinya : ada tanggapan ingatan, ada tanggapan fantasi.
   3. Menurut terikatnya : tanggapan benda dan ada tanggapan kata.
Hakikat Dan Jenis Tanggapan
   1) Tanggapan Reproduksi
   2) Tanggapan Imaginer
   3) Tanggapan Halusinasi
   4) Tanggapan Editis
Faktor-Faktor Tanggapan
   1) Faktor kekuatan dan kejelasan
   2) Faktor derajat atau kejelasan
Reproduksi Dan Asosiasi
   Asosiasi adalah dikeluarkannya tanggapan dari bagian ketidak sadaran kita
kebahagiaan sadar kita, ketika mengingat kembali suatu yang telah kita amati dan
kita alami.
   1) Hukum persamaan
   2) Hukum sebab-akibat
   3) Hukum sama waktu
   4) Hukum urutan
   5) Hukum serempak
   6) Hukum berurutan
   7) Hukum berlawanan




                                          7
                        DAFTAR PUSTAKA




Patty MA, Prof. F. Prof. Dr. Kasmiran Woeryo MA.Drs. Moh. Noor Syam. Drs.
I Wayan Ardhana .M.A. Drs. Indung A. Saleh. 1982.Pengantar Psikologi
Umum.Surabaya : Usaha Nasional.
S. Gana, Hamzah Nasution Oejeng. 1957.Ilmu Jiwa Umum. Bandung :
Ganaco.
MA, Dr. W. Ardhana. Sudarsono S. Ma. 1963.Pokok-Pokok Ilmu Jiwa
Umum.Surabaya : UsahaNasional.




                                  8

								
To top