Docstoc

Makalah Sosiologi Industri

Document Sample
Makalah Sosiologi Industri Powered By Docstoc
					        TUGAS SOSIOLOGI INDUSTRI

   RANGKUMAN BUKU SOSIOLOGI INDUSTRI

(S.R. PARKER, R.K. BROWN, J. CHILD, M.A. SMITH)




                 Disusun oleh:

               ZAENUL MIZAN

                  F1A007023




    KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL

    UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

 FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

                PURWOKERTO

                     2011
                                              BAB I

                   SOSIOLOGI INDUSTRI : PERSPEKTIF DAN MODEL

                                        Oleh : M.A. Smith

       Sosiologi industri adalah suatu subyek yang sangat penting dan menarik. Kegunaannya
sangat jelas, karena dunia industri dan pola-pola ekonomi dan struktur industri akan membentuk
masyarakat seperti kita. Identitas sosial dan gaya hidup kita akan membentuk suatu masyarakat
dimana kita hidup. Sosiologi industri yang merupakan bagian dari sosiologi , memfokuskan diri
pada masalah struktur ekonomi dan industrinya.

       Max Weber melihat adanya suatu bahaya akibat industrialisasi terhadap kebebasan
individu dan integrasi ilmu-ilmu sosial. Fungsi rasionalitas adalah untuk membuktikan adanya
pertumbuhan birokrasi dan dominasi struktur otoritas yang hirarkis. Weber menyatakan pula
bahwa masalah ekonomi merupakan sentral dari polemik atau pertentangan antara marxisme dan
kapitalisme. Menurut Weber kebudayaan manusia tidak terbentuk hanya dari sistem ekonomi,
dan juga bukan suatu hasil dari refraksi pertarungan antara kelas. Ide-ide dan nilai yang dianut
manusia jauh lebih kompleks dari pada hal tersebut.

       Emile Durkheim juga menyatakan bahwa pembagian kerja dalam masyarakat, serta
pembagian tugas dan aturan adalah sumber dari perbedaan hirarki seseorang atau kelompok
dalam masyarakat dan juga merupakan sumber dari terbentuknya organisasi-organisasi sosial
(Giddens, 1971).

       Kesimpulannya, sosiologi industri ialah merupakan cabang ilmu sosial yang membahas
karakter dan arti dunia kerja, serta kehidupan manusia yang terlibat didalamnya. Permasalahan
yang berhubungan dengan industri tidak hanya segala sesuatu yang berhubungan langsung
dengan kegiatan kerjanya. Tetapi juga banyak hal lain yang secara tidak langsung akan
mempengaruhi aktivitas kerja dalam industri tersebut.

                                             BAB II

                        STRUKTUR DAN PERUBAHAN EKONOMI

                                        Oleh : S.R. Parker
       Ilmu ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari suatu fungsi didalam suatu subsistem
atau didalam masyarakat yang meliputi aktivitas produksi, distribusi dan jasa. Sesungguhnya
ilmu ekonomi merupakan salah satu cabang dari sosiologi, yang disebut juga sebagai sosiologi
ekonomi. Tingkah laku individu dan kelompok individu serta karakterisitik masyarakat dipelajari
dalam sosiologi, baik tingkahlaku dalam kegiatan ekonomi maupun subsistem lainya.

       Konsepsi ekonomi sebagai suatu subsistem masyarakat menunjukan bahwa masyarakat
merupakan pengatur suatu sistem. Sesungguhnya kita juga bisa mengatakan bahwa ekonomi
merupakan induk sistem dari beberapa subsistem lainya. Selanjutnya setiap sub sistem
mempunyai peranan fungsional dalam hubunganya dengan sistem ekonomi sekaligus juga
dengan sistem sosial yang merupakan induk dari semua sistem tersebut. Parsons dan Smelser
(1956) telah manyatakan bahwa ekonomi bersifat adaptif, mempunyai tujuan, terintegrasi dan
selalu berusaha untuk tetap mempertahankan polanya.

PERUBAHAN DALAM STRUKTUR EKONOMI

       Pada bagian ini kami akan menganalisa dan menyimpulkan beberapa bentuk utama
struktur ekonomi beserta perubahan-perubahanya pada zaman inggris modern. Analisa ini akan
difokuskan pada tiga permasalahan pokok yaitu: teknologi yang diaplikasikan dalam industri,
nilai-nilai yang mengatur tingkah laku ekonomi dan organisasi perusahaan industri.

Teknologi

       Tema pertama yang terkandung didalam sub judul diatas ialah masalah pertumbuhan
industri yang mendesak aktifitas dan perkembangan dalam bidang pertanian. Berbagai penemuan
baru, perkembangan teknologi dan perubahan dalam dunia telah mengubah secara radikal
karakter industri inggris dalam beberapa tahun terakhir ini. Tema kedua berkaitan dengan
meningkatnya penerapan metode teknologi baru dalam industri. Pengeluaran biaya untuk sektor
industri dan riset ilmiah telah meningkat terus menerus dan berbagai fasilitas untuk pendidikan
teknik terus ditingkatkan.

Nilai-nilai
       Nilai memainkan peranan penting didalam merasionalisasikan norma-norma tertenu
didalam suatu organisasi. Didalam masyarakat industri modern suatu nilai tertentu telah
digunakan untuk mengendalikan, mengembangkan, dan meningkatkan produktivitas ekonomi.

Organisasi

       Selama ratusan tahun yang telah berlalu, inggris pernah menjadi suatu raksasa ekonomi
yang tiada taranya diseluruh dunia. Perekonomian inggris terus-menerus mengadakan ekspansi
untuk meningkatkan hasil industrinya yang berpengaruh terhadap nilai dan tingkat ekspornya,
demikian juga akibatnya terhadap nilai dan tingkat impornya.




                                           BAB III

                              INDUSTRI DAN PENDIDIKAN

                                      Oleh : S.R. Parker

PENGARUH INDUSTRI TERHADAP PENDIDIKAN

       Pengaruh nyata dan yang mudah dilihat dari sektor industri terhadap sektor pendidikan
adalah adanya kecenderungan untuk menyusun dan menerapkan kurikulum serta memberi materi
pelajaran disekolah maupun tingkat universitas agar sesuai dengan kebutuhan sektor industri.
Pihak industriawan atau pengusaha menghendaki suatu metode pendidikan yang memungkinkan
lulusan sekolah atau perguruan tinggi menjadi tenaga kerja yang langsung dan siap pakai.

Pendidikan Teknik

         Pada abad ke 9 dunia industri bersikap acuh dan bahkan kadangkala mengambil sikap
 bermusuhan terhadap pendidikan teknik. Sikap meremehkan ilmu pengetahuan terutama dalam
  bidang teknologi telah menghambat laju pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
                  menurunkan minat generasi muda untuk belajar ilmu teknik.

                                           BAB IV

                               INDUSTRI DAN KELUARGA
                                        Oleh : S.R. Parker

       Interaksi antara industry dan keluarga terjadi di dalam dua tingkatan, yang pertama ialah
interaksi anatara organisasi industry dan struktur keluarga sebagai system keseluruhandan yang
kedua adalah kaitannya dengan tingkat peranan individual yakni interaksi antara pekerjaan
dengan lingkungan keluarga dari setiap individu.

PENGARUH INDUSTRI TERHADAP KELUARGA

       Pengaruh industry bersifat langsung. Dalam bentuknya yang langsung, lingkungan dan
sikap kerja dari suatu jenis pekerjaan tertentu akan mempengaruhi lingkungan dan sikap hidup
dari suatu keluarga.

Peran Suami Istri

Peran suami dalam keluarga golongan atas biasanya hanya sedikit mempunyai hubungan dengan
peranannya dala keluarga, sehingga sedikit kemungkinan ia akan menerapkan wibawa dan
wewenang di tempat pekerjaannya kedalam lingkungan keluarga. Pekerjaan cenderung menyita
perhatian terhadap keluarga.




                                             BAB V

                         INDUSTRI DAN STRATIFIKASI SOSIAL

                                        Oleh: S.R. Parker




PENGARUH INDUSTRI TEHADAP SISTEM STRATIFIKASI

       Stratifikasi social dalam masyarakat industry modern, memiliki dua bentuk utama, yaitu :
kelas dan status. Kelas umumnya digunakan untuk menunjukan pembagian di dalam masyarakat
yang didasarkan atas posisi ekonomi dalam masyarakat. Satus social tidak menggambarkan
pembagian posisidalam masyarakat, tetapi menunjukan tingkat posisi seseorang atau kelompok
yang ditentukan oleh sebagian factor.
       Kaitan atara industry dan stratifikasi berdasarkan status semakin lama semakin kabur,
terutama disebabkan semakin luasnyaruang lingkup hal-hal yang berkaitan dengan istilah status.
Seandainya status diukur dengan suatu nilai yang spesifik, baik yang berdampak positif, atau
negative, yaitu suatu nilai kehormatan diri, ia bias dinyatakan sebagai suatu bentuk economic
power dan non-economic power yang bentuknya biasa berupa kemampuan membeli berbagai
jenis barang komsumtif, tingkat pendidikan, latar belakang keluarga atau keturunan dan
sebagainya.




                                           BAB VI

                         INDUSTRI MASYARAKAT DAN POLITIK

                                       Oleh : S.R. Parker

       Masyarakat berarti suatu kelompok orang yang tinggal disuatu wilayah dan bekerja sama
dan saling bergantung untuk mencapai tujuan mereka melalui organisasi-organisasi dan lembaga
yang dibentuk diatara mereka ( Anderson dan Parker, 1964, hal 102 ).

Industri Mempengaruhi Masyarakat

       Dalam arti luas industri yang berkaitan dengan teknologi, ekonomi, perusahaan dan
orang-orang yang terlibat didalamnya telah sangat mempengaruhi masyarakat. Pengaruh tersebut
bisa berbentuk nilai-nilai, pengaruh fisik masyarakat dan usaha industrial interest group untuk
mempengaruhi masyarakat.

       Industri memberi input kepada masyarakat sehingga dan tingkah laku yang tercermin
dalam sikap dan bekerja. Weber mengatakan bahwa dengan adanya teknologi baru, diperlukan
suatu nilai yang akan mengembangkan masyarakat menjadi masyarakat kapitalis tradisional.
Masyarakat pada umumnya harus menerima posisi mereka baik dalam struktur industri maupun
struktur sosial yang lebih luas lagi

       Industri memiliki pengaruh yang menimbulkan akibat fisik di dalam masyarakat. Akibat
yang dirasakan oleh masyarakat dengan adanya industry bias dalam berbagai bentuk yang
berbeda. Akibat lain dari timbulnya industry yang dianggap buruk adalah timbulnya polusi yang
sering menimbulkan berbagai pendekatan baik dalam kalangan masyarakat, maupun dalam
kalangan industry sendiri.

          Suatu cara yang lebih teoritis untuk pengaruh timbale balik antara industry dan msyarakat
ialah dengan cara mengidentifikasi jenis-jenis hubungan antara industri dan msyarakat.
Walaupun ada pemisah economic interaksi groups dalam industry, seperti dalam bentuk-bentuk
perdagangan, industry,       pertanian, keuangan dan organisasi buruh, dalam beberapa hal,
kelompok tersebut dapat di anggap sebagai suatu interest group yang menyatu dan berinteraksi
dengan masyarakat.




                                              BAB VII

                                          ORGANISASI

                                         Oleh : M.A. Smith




          Organisasi adalah bagian penting dari masyarakat industry modern dan perkotaan, serta
bentuk perilaku dan cara memilih manusia modern. Kita telah di bentuk sebagai suatu individu
melalui berbagai organisasi, dlam berbagai kendala yang di imbaskan kepada kita, dengan
proses-prosesnya yang di kembangkannya dan dengan kepentingannya serta tujuan yang
direalisasikannya.

SISTEM PENDEKATAN KAUM STRUKTURALIS

          Kita telah paham bahwa organisasi adal hsuatu karakteristik penting dalam masyarakat
industry dan perkotaan. Organisasi social adalah suatu susunan yang sangat luas dari berbagai
bentuk hubungan dan proses, jadi organisasi social berada dalam suatu tingkat struktur social.
Dapat disimpulka bahwa organisasi adalah suatu ikatan yang terencana, rasional dan mempunyai
tujuan.

MODEL DAN KLASIFIKASI
       Pugh (1971) telah mengelompokan 6 modal utama yang berasal dari berbagai disiplin
ilmu yang berbeda, antara lain :

   1. Teori Ekonomi

               Teori ini mengetengahkan suatu model organisasi perusahaan. Perusahaan adalah
               suatu organisasi yang mempunyai cirri khas dalam tujuannya yaitu keuntungan
               maksimal dan keuntungan minimal.

   2. Teori Teknologi

       Para ahli tehnik adalah kelompok kedua yang mengklaim bahwa teknologi adalah
       variable utama dari kondisi internal struktur organisasi beserta kondisi lingkungannya.

   3. Teori Individu

       Teori ini memfokuskan perhatiannya pada masalah sikap, perilaku, sikap dan cirri-ciri
       pribadi individu yang ada dalam organisasi.

   4. Teori Kelompok

       Teori ini sangat mementingkan peranan pola kepemimpinan dan norma-norma yang
       berlaku dan menyatakan bahwa kendala bagi organisasi dan pengembangan orientasi
       individu hanya dapat di mengerti jika buruh dilibatkan dalam kegiatan kerja.

   5. Teori Struktural

   6. Teori Manajemen




                                              BAB VIII

              PENDEKATAN TERHADAP TINGKAHLAKU DI TEMPAT KERJA

                                          Oleh : R.K. Brown

               Penjelasan mengenai hubungan social dan perilaku dalam suatu industry
       tegantung kepada karakteristik “orientasi kerja” para buruh, dan tidak bergantung kepada
       tipe teknologi yang diterapkan dalam industry tersebut. Sesungguhnya beberapa usaha
       penelitian terakhir telah mencoba untuk memperlihatkan bagaimana orientasi terakhir
       telah memperlihatkan bagaimana orientasi kerja dan factor-faktor lain saling berinteraksi
       di dalam situasi tertentu. Situasi tempat para buruh bekerja memang cukup penting tetapi
       “ kondisi tindakan” yaitu materi produksi, pembagian buruh dan struktur organisasi,
       memegang peranan yang lebih penting lagi. Semua ini akan di ubah oleh berbagai
       tindakan atau perilaku yang dibuat oleh pihak majikan atau pihak buruh sendiri. Ruang
       lingkup “ tindakan” berfariasi tergantung kepada kekuasaan serta berbagai sumber yang
       tersedia.

               Analisa sosiologi harus dikaitkan baik dengan struktur fisik maupun struktur
       social yang menjadi kendali bagi tindakan-tindakan manusiawi. Ini merupakan cara untuk
       menginterpensikan masalah-masalah social termasuk berbagai kendala yang ada dalam
       hubungan industry. Dalam penelitian shopfloor social relation, suatu penekanan yang
       berlebihan terhadap hanya suatu perspektif saja akan mengubah isi dan makna
       analisanya.




                                              BAB IX

                          STRATEGI SHOPFLOOR DAN REAKSI

                                  TEHADAP PERUSAHAAN

                                        Oleh : R.K. Brown




               Penjelasan tentang perilaku shopfloor dapat kita mulai dengan membahas terlebih
dahulu tentang “perjanjian kerja”. Apapun juga daya tarik terkandung dalam suatu jenis
pekerjaan. Pada akhirnya upahlah yang akan menjadi tujuan utama dari seorang pekerja.

       Dalam banyak kasus pengalaman dan keahlian mendapatkan penghargaan yang istimewa
yang pada akhirnya akan berkaitan dengan besarnya upah yang akan didapatkan. Walaupun, ada
kriteria –kriteria tertentu untuk mengidentifikasi keahlian, tetapi biasanya definisi tersebut sangat
subyektif. Dimana selain tipe pekerja dan tingkat pekerjaan, juga factor pihak penerima calon
pekerjapun cukup mempengaruhi dalam menentukan tingkat keahlian dan pengalaman yang
dituntut dari seseorang pelamar terhadap pekerjaan yang tersedia.

       Harus kita sadari bahwa “work group” adalah suatu istilah yang sangat ambivalen. Kita
harus memandang “work group” sebagai kelompok jabatan atau pekerjaan yang sama dan sejenis
sebagai “teks group” dan sebagai “social group” atau kelompok social dalam industry. Sikap
semacam tersebut tidak selamanya kita lakukan, sebab selain sifat ambivalen tersebut juga
terdapat perbedaan karakteristik work group yang tergantung pada perusahaannya perbedaan
dalam kekompakan para anggotanya satu group dengan group yang lain, juga perbedaan dalam
jenis pekerjaan yang dihadapi oleh setiap work group.

                                            BAB X

                                     MANAJEMEN

                                         Oleh : J. Child

       Manajemen merupakan peranan penting dalam perkembangan system ekonomi, dan
konsekuaensinya kini telah berkembang berbagi macam pendidikan manajemen. Manajemen
sebagai suatu cara untuk mengendalikan dan mengembangkan suatu system ekonomi dengan
melakukan pengaturan terhadap fungsi-fungsi administrasi seefisien mungkin dan tinjauan
terhadap manajemen sebagai suatu kelompok professional yang menyelenggarakan suatu proses
pendidikan manajemen. Selain itu juga ada perspektif yang lain, tetapi tidak banyak disetujui
tetapi mendapat banyak perhatian, yaitu “manajemen sebagai suatu system power (kekuatan) dan
authority (kekuasaan) yang di pegang oleh orang-orang atau kelompok yang berbeda yang
digunakan sebagai taktik atau strategi dalam mengejar suatu tujuan.

       Perspektif ini merupakan aspek politik dari manajemen yang merupakan suatu pandangan
formal terhadap fungsi manajerial dan memberikan suatu asumsi bahwa para manajer
sesungguhnya memiliki tingkat kelas social dan korps yang berbeda-beda.

       Stereotype manajemen adalah suatu fungsi semangat pelayanan yang ada dalam jiwa
seseorang yang mempunyai rasa profesionalisme. Jika ada suatu hubungan antara individu dan
organisasi dalam hal kebutuhan dan interest, maka definisi dan fungus menejerial akan muncul
dalam bentuk tingkah laku nyata.




                                          BAB XI

                       ORGANISASI KELOMPOK KEPENTINGAN

                                      Oleh : S.R. Parker

Tipe-tipe Kelompok Kepentingan

       Kelompok kepentingan adalah kelompok sekunder yang berasosiasi dengan organisasi
perusahan dan struktur kekuasaan. Ada tiga tipe kelompok kepentingan yaitu:

   1. Organisasi serikat buruh (Trade Union)

   2. Organisasi-organisasi professional di pihak buruh.

   3. Organisasi pengusaha di pihak majikan.

Problem matika yang dihadapi oleh Trade Unions ialah :

   a. Perjuangan untuk menghadapi sikap dan perlakuan pihak majikan yang di rasakan kurang
       adil.

   b. Usaha mereka untuk memiliki pengaruh politik terhadap kebijaksanaan ekonomi pada
       tingkat nasional dan keulitan-kesulitan memperoleh dana.

       Kita sudah mengetahui bahwa fungsi utama serikat buruh adalah untuk menghadapi
perundingan dengan pihak majikan mengenai tingkat upah dan kondisi pekerjaan pada
perusahaan. Fungsi organisasi-organisasi professional bermacam-macam yang meliputi :

       1. Member hak kepada anggota-anggotanya untuk melakukan kegiatan-kegiatan
           tertentu.

       2. Bertindak sebagai kelompok yang melakukan studi tentang suatu masalah.
       3. Menetapkan aturan-aturan atau kode etik yang harus ditaati oleh para anggotanya.

       4. Melindungi hak dankepentingan anggotanya serta meningkatkan setatus mereka.

                                           BAB XII

       PEKERJAAN, PERUBAHAN DAN KONSEKUENSI-KONSEKUENSINYA

                                      Oleh : S.R. Parker

       Menurut Khan (1974, hal.218) “memanusiakan pekerjaan” hanya suatu kalimat yang
mengandung harapan daripada suatu kepastian. Istilah “memanusiakan pekerjaan” mengandung
beberapa kritik terhadap keadaan sekarang, juga beberapa nilai yang menjadi landasan bagi kritik
tersebut dan beberapa program untuk mencapai tujuan untuk memanusiakan pekerjaan. Definisi
secara singkat Kahn tentang memanusiakan pekerjaan, yaitu sebagai suatu proses untuk
menjadikan suatu pekerjaan menjadi lebih layak dan lebih cocok untuk dilakukan oleh seseorang
dewasa, serta tidak membosankan dan tidak menimbulkan keputusan secara fisik maupun mental
bagi orang yang melaksanakannya. Proses tersebutpun mampu membuat pekerjaan jadi lebih
menarik, mampu mendayagunakan seluruh kemampuan untuk menjalankan kerja”.




Memanusiakan pekerjaan yaitu :

   1. Kebutuhan untuk melindungi para pekerja terhadap bahaya yang mengancam kesehatan
       dan keamanan.

   2. Suatu pemikiran bahwa pekerja berhak melakukan perundingan dengan pihak majikan
       mengenai tingkat upah dan kondisi kerja. Serta standar kehidupan yang memadai.

   3. Perlindungan terhadap pekerja dari resiko pemecatan sewenang-wenang.

   4. Perlindungan terhadap para pekerja terhadap perilaku sewenang-wenang dari majikan.

   5. Kebutuhan para pekerja untuk mendapatkan pekerjaan yang berarti dan memuaskan
       dirinya.
   6. Kebutuhan para pekerja untuk ikut berpartisipasi didalam pengambilan keputusan yang
          mempengaruhi kehidupan mereka.

   7.

                                                BAB XIII

                            KETERLIBATAN DALAM PEKERJAAN DAN

                                      ALTRNATIF-ALTERNATIFNYA

                                            Oleh : S.R. Parker




KETERLIBATAN DAN ALIENASI DENGAN PEKERJAAN

Keterlibatan bias di pandang dari tiga aspek, yaitu :

         Alasan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, baik berupa uang, upah dan
          sebagainya.

         Tujuan pekerjaan tersebut

         Sikap tehadap pekerjaan, baik berupa kencenderungan untuk melakukan identifikasi diri
          terhadap pekerjaan ataupun kecenderungan untuk merenggangkan diri.

Ada beberapa cara untuk membuat suatu ikatan antara seorang pekerja dengan pekerjaannya.
Dubin telah membuat suatu ringkasan dari sumber yang akan membentuk hubungan tersebut.
Yaitu :

   1) Sistem Lingkungan Kerja
              Dari pekerjanya
              Kelompok-kelompok kerja
              Perusahaan
              Organisasi serikat buruhh
              Craft profesion
            Industry
   2) Obyek-obyek Pada Tempat Kerja Dan Kondisi Pekerja
            Teknologi
            Produk
            Rutin
            Otonomi
            Peralatan kerja
   3) Sistem Pembayaran
            Uang
            Pendapatan sambilan
            Kekuasaan
            Status
            Karir
       Pada Mulanya Dubin Dubin telah membuat suatu postulat yang berupa centeral life-
interest, yang mendefinisikan bahwa secara operasional adalah merupakan suatu pilihan yang
diekspresikan didalam suatu tempat atau situasi dimana suatu aktivitas sedang berlangsung.




                                              BAB XIV

                           SIKAP SUBYEKTIF DALAM PEKERJAAN

                                          Oleh : S.R. Parker




IDIOLOGI KERJA

       `Idiologi merupakan suatu system kepercayaan jangka panjang yang membimbing orang-
orang untuk membuat pertimbangan serta tindakan jangka pendek.

NILAI-NILAI KERJA
Kebanyakan peneliti terhadap nilai-nilai kerja selalu berkaitan dengan maslah bagaimana nilai-
nilai tersebut di internalisasikan selama proses pemulihan dan latihan kerja. Sikap kerja para
Klerk mencerminkan situasi kerja mereka yang bervariasi, serta aplikasi dari kelas sosial mereka.
Locwood memperlihatkan bahwa diantara para Klerk terdapat suatu hubungan yang bersifat
paternalistik dan juga lingkungan mereka akan mencegah suatu usaha untuk mengidentifikasikan
diri mereka dengan tipe-tipe pekerja yang lain.

MOTIVASI KERJA

       Ada suatu hubungan atara motivasi kerja dengan kepuasan kerja yang akan di bahas pada
pasal berikutnya, yaitu bahwa faktor-faktor yang mendorong seseorang untuk bekerja merupakan
harapan untuk membentuk “kepuasan” dalam bekerja.

KEPUASAN KERJA

       Kepuasan kerja memiliki suatu korelasi ciri tertentu, kepribadian seseorang. Kaum wanita
pada umumnya lebih merasa puas dengan kaum pria. Walaupun pekerjaan mereka memiliki
otoritas posisi otoritas yang lebih rendah. Sama halnya dengan tingkat status dan tingkat
pendapatan yang mereka terima. Pada umumnya kepuasan kerja akan semakin meningkat
bersama dengan bertambahnya umur.




                                            BAB XIV

                         MASALAH PROSEDUR DAN IDENTITAS

                                          Oleh : J. Child




       Saat ini sosiologi industri di cirikan oleh suatu permasalahan yang cukup luas serta oleh
adanya saling ketergantungan yang tertutup antara pertimbangan-pertimbangan yang didasari
oleh teori dari berbagai disiplin ilmu yang lain, seperti ekonomi, psikologi dan teknik produksi.

MASALAH PROSEDUR
       Suatu pertentangan fundamental dalam sosiologi industri ialah mengenai pertentangan
nilai diantaradua kelompok yang keduanya terlibat di dalam usaha untuk mencegah problema
yang ada di dalam dunia industri modern setiap group tersebut. masing-masing di bentuk untuk
melayani kebutuhan suatu klien tertentu. Sosiologi industri yang berlandaskan “action research”
yaitu nilai-nilai pendekatan situasi masing-masing riset merupakan suatu variabel yang unik.




                                           BAB XVI

                SOSIOLOGI INDUSTRI DAN MASYARAKAT INDUSTRI

                                         Oleh : J. Child




       Sosiologi industri itu bertujuan untuk menjelaskan berbagai perkembangan berbagai jenis
masyarakat. Serta berpengaruh terhadap satu dengan yang lainnya.

INDUSTRIALISME

       Ada beberapa kecenderungan umum yang di temukan di dalam perkembangan
masyarakat-masyarakat industri, dan hal ini akan menghasilkan berbagai kesamaan bentuk dalam
organisasi walaupun mereka menggunakan prinsip-prinsip yang berbeda.

BIROKRASI, MANAJERIALISME DAN KONTROL POLITIK

       Ada sejumlah alasan mengapa kemunculan perusahaan-perusahaan raksasa ini telah
menimbulkan perhatian. Baik para ahli sosiologi maupun maysarakat umum. Alasan yang
pertama ialah bahwa perusahaan tersebut telah menciptakan birokrasi yang memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :

      Kemampuan pengendalian yang cukup canggih kelompok tetapi sering dirasakan tidak
       manusiawi. Serta kelihatan seperti terasing.
      Pertumbuhan perusahaan raksasa akan menimbulkan suatu problemadalam pengendalian
       birokrasi yang diciptakannya.
IMPIAN KOSONG

       Kesempatan bagi seseorang untuk berpartisipasi di dalam proses pengambilan keputusan
yang menyangkut dirinya dan kesempatan untuk melibatkan dirinya secara penuh di dalam
pekerjaan yang pada dasarnya cukup menarik. Kini hanya menjadi suatu impian bagi mereka.
Kebebasan dari kebosanan kerja (alternating work) dan kekuasaan yang mengekang dirinya
merupakan salah satu pelepasan salah satu dimensi belenggu.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:10640
posted:4/25/2011
language:Indonesian
pages:17