korupsi dalam dunia pendidikan

Document Sample
korupsi dalam dunia pendidikan Powered By Docstoc
					BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, program pembangunan pendidikan perlu ditetapkan sebagai elemen sentral pengembangan sumberdaya manusia. Peningkatan mutu pendidikan merupakan langkah strategis dalam pengembangan sumberdaya manusia. Untuk itu, pertama-tama, kebutuhan tenaga pendidikan harus tercukupi, dan kualitas tenaga pendidik perlu terus ditingkatkan baik dari segi kompetensi, sikap-mental dan etika profesi. Oleh karena itu, komitmen pemerintah untuk berinvestasi pada pendidikan sebagai solusi masa depan bangsa harus segera diwujudkan melalui pengalokasian 20% APBN untuk pendidikan, di luar anggaran pendidikan kedinasan dan gaji guru. Untuk lebih memperkuat dukungan pengembangan pendidikan, maka sangat diperlukan kemitraan yang erat antara pemerintah,pemerintah daerah, dan swasta dalam menyelenggarakan pendidikan yang bermutu. Jika realitas kehidupan ini dipotret, gambar yang terlihat jelas adalah bahwa pada umumnya pendidikan sedang mengalami krisis. Ketika dunia pendidikan mengalami kemajuan luar biasa dengan kemampuan teknologi dan perindustrianya, moralitas kehidupan manusia justru mengalami kebangkrutan yang juga luar biasa. Padahal jika pendidikan difungsikan sebagai jalan menuju tujuan kehidupan manusia, yaitu kehidupan yang berkeadilan , maka krisis seperti itu tidak perlu terjadi. Semenjak krisis ekonomi, tingkat pengangguran masih sangat tinggi (19%) dan belum teratasi. Tingginya tingkat pengangguran tersebut juga menunjukkan lemahnya pengembangan sumber daya manusia dan system pendidikan belum cukup menghasilkan lulusan yang produktif bagi pertumbuhan ekonomi. Relevansi pendidikan bagi dunia kerja dan masyarakat perlu mendapat perhatian yang serius. Dalam kondisi yang berat tersebut, kita memasuki era global yang membutuhkan keunggulan bangsa untuk dapat berdiri sepadan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Laporan CountryCompetitiveness tahun 2003 membuka fakta pahit bahwa Indonesia berada pada posisi yang sangat rendah, bahkan paling rendah di antara bangsa-bangsa

1

berpopulasi di atas 20 juta, bila diukur dari pendidikan dan ketrampilan tenaga kerjanya. Hasil SUSENAS tahun 2003 menunjukkan Angka Partisipasi Murni (APM) pada jenjang SD, SLTP dan SLTA berturut-turut adalah 92,6%, 63,5%,dan 40,6%. Kemiskinan, kebodohan, dan kelemahan daya saing telah pula masuk ke dalam ranah moralitas bangsa. Rendahnya moralitas bangsa ditunjukkan dengan merebaknya budaya KKN, tingginya korupsi dan penyelewengan sehingga Indonesia menempati urutan ketujuh negara terkorup di dunia (Transparancy International, 2002). Menurut catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dari nilai APBN 2004 Rp 584 triliun, Rp 23 triliun telah dikorupsi. Lebih lanjut, KPK menyatakan, pelaku korupsi yang paling banyak adalah anggota legislatif, yakni 37 persen, disusul pejabat dinas pemda 18 persen, eksekutif 15 persen, pimpro 10 persen, parpol 3 persen, dan kepolisian 2 persen. Bukan itu saja, Ade Irawan, Koordinator Pelayanan Publik ICW menemukan 24 kasus korupsi di sektor pendidikan. Korupsi tersebut banyak terjadi di tingkat dinas dan kepala sekolah seluruh Indonesia. Sungguh sangat ironis, di mana sekolah sebagai lembaga pendidikan tempat melatih dan mendidik peserta didik tentang eksistensi kehidupan. Di mana korupsi sungguh sangat bertentangan dengan pengertian pendidikan sebagai pembudayaan kehidupan manusia serta suatu sistem enkulturasi untuk menjadikan manusia sebagai manusia yang beradab dan berbudaya.

B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian di atas, maka penyusun merasa perlu mengangkat rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apakah arti pendidikan menurut sudut pandangan luas dan sempit? 2. Apakah tujuan dari pendidikan ? 3. Apakah yang dimaksud dengan korupsi ?

C. TUJUAN MASALAH

2

Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui arti pendidikan dan arti korupsi serta pengaruh korupsi dalam pendidikan khususnya pendidikan di Indonesia.

BAB II PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PENDIDIKAN 1. Arti Pendidikan menurut Sudut Pandang Luas Menurut sudut pandang luas, pendidikan adalah segala jenis pengalaman kehidupan yang mendorong timbulnya minat belajar untuk mengetahui kemudian bisa mengerjakan sesuatu hal yang telah diketahui itu. Dari keterangan tersebut,

3

dapat ditarik suatu penilain bahwa pendidikan adalah upaya sadar manusia untuk membuat perubahan dan perkembangan agar kehidupannya menjadi lebih baik, dalam artian menjadi lebih baik. Dengan demikian, menurut sudut pandang yang luas, pendidikan dapat dipahami sebagai pembudayaan kehidupan manusia. Selanjutya, dengan kehidupan berkebudayaan, manusia mendapatkan arti dirinya sebagai manusia. Jadi, pendidikan adalah suatu sistem enkulturasi untuk menjadikan manusia sebagai manusia yang beradab dan berbudaya. 2. Arti Pendidikan menurut Sudut Pandang Sempit Menurut pendekatan dari sudut pandang sempit, pendidikan merupakan seluruh kegiatan yang direncanakan serta dilaksanakan secara teratur dan terarah di lembaga pendidikan sekolah. Dalam hal ini, pendidikan merupakan suatu usaha sadar dan terencana yang diselenggarakan oleh institusi persekolahan (school education) untuk membimbing dan melatih peserta didik agar tumbuh kesadaran tentang eksistensi kehidupan dan kemampuan enyelesaikan setiap persoalan kehidupan yang selalu muncul. 3. Tujuan Pendidikan a. Tujuan umum pendidikan nasional Indonesia ialah manusia Pancasila. b. Tujuan institusional yaitu tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu untuk mencapainya. Misalnya, tujuan pendidikan tingkat SD berbeda dari tujuan pendidikan tingkat menengah. c. Tujuan kurikuler, yaitu tujuan bidang studi ataupun tujuan mata pelajaran. d. Tujuan instruksional.

B. PENGERTIAN KORUPSI Istilah korupsi berasal dari bahasa latin “corruption”, “corruption” (Inggris) dan “corruptie” (Belanda), arti harfiahnya menunjuk pada perbuatan yang rusak, busuk, tidak jujur yang dikaitkan dengan keuangan (Sudarto,1976:1). Dalam Black’s Law Dictionary, korupsi adalah perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan suatu keuntungan yang tidak resmi dengan hak-hak dari pihak lain secara salah menggunakan jabatannya atau

4

karakternya untuk mendapatkan suatu keuntungan untuk dirinya sendiri atau orang lain, berlawanan dengan kewajibannya dan hak-hak dari pihak lain (Black,1990). Menurut J. Soewartojo (1988), bentuk dan jenis korupsi yaitu sebagai berikut : 1) Pungutan liar jenis tindak pidana, yaitu korupsi uang Negara, menghindari pajak bea cukai, dll. 2) Pungutan liar jenis pidana yang sulit dibuktikan, yaitu komisi dalam kredit bank, komisi tender proyek, dll. 3) Pungutan liar jenis pungutan tidak sah yang dilakukan oleh Pemda. 4) Penyuapan 5) Pemerasan 6) Pencurian 7) Nepotisme

C. PENDIDIKAN DALAM KAITANNYA DENGAN KORUPSI 1. Tahapan Penyelenggaraan Pendidikan yang Tidak Baik Mengakibatkan Korupsi. Ketika dunia pendidikan mengalami kemajuan luar biasa dengan kemampuan teknologi dan perindustrianya, moralitas kehidupan manusia justru mengalami kebangkrutan yang juga luar biasa. Padahal jika pendidikan difungsikan sebagai jalan menuju tujuan kehidupan manusia, yaitu kehidupan yang berkeadilan , maka krisis seperti itu tidak perlu terjadi. Seperti yang menampak pada fakta kehidupan sehari-hari, dengan teknologi dan perindustrian, dinamika kehidupan didorong secara kuat ke alam persaingan tanpa batas demi mendapatkan keuntungan material secara maksimal. Model penyalahgunaan ilmu, teknologi dan perindustrian seperti di atas biasa terjadi besar kemungkinan karena tahapan kegiatan penyelenggaraan pendidikan yang tidak berjalan secara metodik, sistemik, dan simultan. Sebagai contoh, penyelenggaraan pendidikan sekolah. Pengembangan kecerdasan intelektual dijadikan sasaran dengan tanpa

5

didasarkan pada pengembangan kecerdasan spiritual dan tanpa diarahkan pada pembinaan kecerdasan emosional. Akibatnya, secara spektakuler kegiatan penyelenggaraan pendidikan sekolah menghasilkan kecerdasan intelektual yang justru merusak dunia pendidikan dan eksistensi kehidupan manusia itu sendiri. Bukan hanya dari tahapan penyelenggaraan pendidikan sekolah yang tidak baik bisa menyebabkan korupsi akan tetapi juga pada kehidupan keluarga peserta didik. Penyelenggaraan pendidikan dalam hal membina kecerdasan spiritual dan emosional sudah hampir terlupakan. Sudah langka orang tua yang mendambakan anak-anaknya kelak tumbuh menjadi orang-orang yang saleh dan beriman. Mereka seolah berpendapat bahwa keberhasilan pendidikan diukur hanya dapat diukur dari perolehan kekayaan material, bukan pengembangan kecerdasan spiritual dan kecerdasan moral. Kekayaan material umumnya dikategorikan sebagai persoalan ekonomi. Tetapi, bagian ini hanyalah salah satu konsekuensi dari serentetan sistem kegiatan. Oleh sebab itu, seharusnya yang menjadi nilai hakiki adalah justru seluruh kerja sama secara metodis. Dengan tanpa melalui sistem kerja sama secara metodis, sejumlah besar uang bisa diraih. Misalnya, dengan korupsi, merampok, pencurian dan sebagainya.

2. Korupsi Pendidikan Merugikan Bangsa Ade Irawan, Koordinator Pelayanan Publik ICW menemukan 24 kasus korupsi di sektor pendidikan. Korupsi tersebut banyak terjadi di tingkat dinas dan kepala sekolah seluruh Indonesia. Ade menambahkan, korupsi yang dilakukan banyak modusnya. Diantaranya adalah dengan memeras kepala sekolah yang mendapatkan kucuran dana dengan alasan meninjau proyek tersebut. Data ICW menunjukkan, dari 24 kasus tersebut Negara dirugikan sebesar Rp. 388 milliar. Sementara menurut Koordinator Koalisi Pendidikan, Lodi Paat, korupsi di sector pendidikan tidak dapat dilepaskan dari anggaran yang disediakan untuk sektor tersebut. Pada 2006 Depdiknas mendapat alokasi dana sebesar Rp. 36,7 trilliun atau hanya 8,01 % dari total anggaran APBN. Jumlah tersebut jauh dari amanat UUD 1945 yang mewajibkan pemerintah menyediakan anggaran untuk pendidikan sebesar 20 % dari

6

APBN. Namun sayang, anggaran yang jumlahnya sedikit tersebut ternyata tidak dimaksimalkan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Buktinya dari total alokasi sebesar Rp.36,7 trilliun, sekitar 33 %-nya atau Rp. 12 trilliun habis untuk memenuhi kebutuhan di Depdiknas. Selain itu, selama 2006 ada dua kebijakan yang menimbulkan kontriversi karena sarat dengan korupsi, yaitu tentang dana BOS dan Voucher pendidikan. Pada Rakernas Perguruan Tinggi se-Indonesia di Yogyakarta, Menko Kesra, Jusuf Kalla (menjabat Wakil Presiden, sekarang),mengatakan bahwa korupsi terbesar di negeri ini justru dilakukan oleh kalangan pendidikan, yang mana berbentuk pengontrolan nilai dari oknum pendidik untuk meluluskan anaknya. (diambil dari harian Media Indonesia, terbit Sabtu, 29 Maret 2003. Hal 12). Korupsi telah menjadi penyebab utama terpuruknya perekonomian bangsa,dan menjadi penghalang dalam upaya mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran. Korupsi yang meluas membuat kesejahteraan rakyat semakin terhempas. Menjadi pertanyaan kemudian, dari sampai sejauh dan manakah semua ”strong lini political-will hukum dan untuk fullcommitment”

pemerintah

penegak

memberantasnya? Ini harus menjadi perenungan kita bersama.

3. Mengatasi Korupsi melalui Pendidikan Boni Hargens, pengajar FISIP-UI dalam tulisannya mengatakan bahwa tahun 2005, korupsi di Indonesia dinilai masih parah. Hal ini dibuktikan survei the Political and Economic Risk Consultancy Ltd (PERC) Januari - Februari 2005 terhadap 900 ekspatriat di Asia, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara terkorup se-Asia. Adanya survey ini sangat bermanfaat sebagai cermin untuk mengukur diri sekaligus menjadi cambuk bagi pemerintah untuk terus memerangi korupsi. Menurut Boni, ada tiga wilayah yang menjadi akar korupsi, yaitu : wilayah individu, sistem dan irisan (intersection) sistem dan individu. Pada level individu inilah internalisai nilai-nilai moral (anti korupsi) menjadi tanggung jawab institusi keluarga, agama dan pendidikan untuk membentuk personalitas yang resisten terhadap korupsi. Peran institusi pendidikan paling ditekankan di sini karena pendidikan memainkan fungsi sentral pemberdayaan manusia. Bentuknya dapat

7

berupa pelajaran khusus seperti civic education (kewarganegaraan), yang tidak hanya membahas Pancasila dan P4 saja, tetapi juga tentang bagaimana menjadi warga Negara yang baik. Dengan demikian, pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang meletakkan aspek humaniora (memanusiakan manusia) sebagai sasaran utama.

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN Dari pembahasan makalah di atas tentang pendidikan, korupsi, dan kaitannya antara keduanya, maka penyusun dapat mengambil kesimpulan bahwa :

1) Menurut sudut pandang yang luas, pendidikan dapat dipahami sebagai pembudayaan kehidupan manusia.. Jadi, pendidikan adalah suatu sistem enkulturasi untuk menjadikan manusia sebagai manusia yang beradab dan berbudaya. 2) Menurut pendekatan dari sudut pandang sempit, pendidikan merupakan seluruh kegiatan yang direncanakan serta dilaksanakan secara teratur dan terarah di lembaga pendidikan sekolah. 3) Istilah korupsi berasal dari bahasa latin “corruption”, “corruption” (Inggris) dan “corruptie” (Belanda), arti harfiahnya menunjuk pada perbuatan yang rusak, busuk, tidak jujur yang dikaitkan dengan keuangan. 4) Tahapan kegiatan penyelenggaraan pendidikan yang tidak berjalan secara metodik, sistemik, dan simultan, mengakibatkan secara spektakuler kegiatan penyelenggaraan pendidikan sekolah menghasilkan kecerdasan intelektual yang justru merusak dunia pendidikan dan eksistensi kehidupan manusia itu sendiri. 5) Bukan hanya dari tahapan penyelenggaraan pendidikan sekolah yang tidak baik bisa menyebabkan korupsi akan tetapi juga pada kehidupan keluarga peserta didik

8

6) 24 kasus korupsi terjadi di sektor pendidikan. Korupsi tersebut banyak terjadi di tingkat dinas dan kepala sekolah seluruh Indonesia. 7) Peran institusi pendidikan paling ditekankan karena pendidikan memainkan fungsi sentral pemberdayaan manusia. Bentuknya dapat berupa pelajaran khusus seperti civic education (kewarganegaraan), tentang bagaimana menjadi warga Negara yang baik. Dengan demikian, pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang meletakkan aspek humaniora (memanusiakan manusia) sebagai sasaran utama.

B. SARAN Sebaiknya tahapan kegiatan penyelenggaraan pendidikan metodik, sistemik, dan simultan, berjalan secara

kegiatan penyelenggaraan pendidikan sekolah

menghasilkan kecerdasan intelektual yang berkualitas dengan meletakkan aspek humaniora (memanusiakan manusia) sebagai sasaran utama. Di dalamnya, manusia dibentuk menjadi pribadi yang berbobot secara moral. Hanya institusi pendidikan yang demikian bisa mendorong pembangunan masyarakat bebas korupsi.

9

Tugas Individu Membuat Puisi Modern Nama Mahasiswa Nim Kelas Mata Kuliah Nama Dosen : Helda Wahab : 084724665 : A.P 3.4

: Teori dan Apresiasi Sastra : Dra. Hj. Rosdiah Salam, M. Pd

USIA
Karya : Helda Wahab

Hari berganti ke bulan Elakkan waktu di tiap detiknya Langkah hidup mengiringi usia Detak jantung berseling nafas harapan Alur kehidupan menanti di tiap tahunnya

Waktu secepat kilat berlalu Ajarkan arti kahidupan di tiap tepian langkah

Harapan dan mimpi mewarnai hari esok Ajarkan makna hidup di tiap nafas Bentangan usia menanjakkan titian diri yang dewasa

10

Tugas Individu Menterjemahkan Chapter one : I. Introduction to ESP Nama Mahasiswa Nim Kelas Mata Kuliah Nama Dosen : Helda Wahab : 084724665 : A.P 3.4

: Bahasa Inggris II : Widya Karmila Sari S. Pd., M. Pd

I. Pengenalan ESP I.1 Perkembangan ESP

Sejak awal 1960-an, ESP telah tumbuh menjadi salah satu unsure yang paling penting dalam pengajaran EFL sekarang ini. Perkembangan ESP berdampak pada peningkatan jumlah universitas yang menawarkan program gelaran pada ESP (contoh, Universitas Birmingham dan Aston Aston di Inggris) dan jumlah mata kuliah yang ditawarkan kepada mahasiswa luar negeri di Negara yang berbahasa inggris. Sekarang ada jurnal internasional yang sudah mapan membuka ruang diskusi ESP “ bahasa inggris untuk tujuan tertentu : Jurnal Internasional”, dan kelompok ESP SIG untuk IATEFL dan TESOL yang selalu aktif melakukan konferensi nasional. Di Jepang juga, perkembangan ESP nampaknya lamban namun secara pasti menunjukkan peningkatan beberapa tahun terakhir. Secara khusus, peningkatan minat semakin tinggi akibat keputusan Mombusho’s pada tahun 1994 untuk mengalihkan kontrol kurikulum universitas ke universitas mereka sendiri. Hal inilah yang telah memacu peningkatan kursus bahasa inggris yang bertujuan kepada disiplin ilmu tertentu, misalnya bahasa inggris untuk kimia yang menjadi kursus bahasa inggris tradisional. Komunitas ESP di Jepang juga telah tumbuh dengan dibentuknya JACET ESP SIG pada tahun 1996 (dengan 28 anggota) dan JALT N_SIG yang akhirnya dibentuk kemudian. Pada 8 November tahun ini, komunitas ESP berkumpul bersama untuk melaksanakan konferensi ESP di Jepang untuk pertama kalinya, yang diadakan di kampus Universitas Aizu, Prefecture Fukushima.

11

KISI-KISI Nama Sekolah Mata Pelajaran : SD Inpres PEMDA : IPA Jumlah Soal Bentuk Penilaian : 2 : Penilaian Kinerja (performance) Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Penyusun :

N o 1

Kompetensi Dasar Melakukan percobaan untuk menyelidiki hubungan antara gaya dan gerak ( model jungkat jungkit, katapel, model traktor sederhana, energi ).

Indikator Menjelaskan berbagai factor yang mempengaruhi gerak benda, misalnya tarikan karet pada katapel.

Tujuan Pembelajaran Melalui percobaan , pengamatan , dan diskusi tentang hubungan gaya dan gerak siswa dapat menjelaskan berbagai factor yang mempengaruhi gerak benda dengan benar.

Kls/ smstr VI/2

Indikator Soal - Mengukur dan menghitung jarak masingmasing lontaran kerikil kecil, sedang, dan besar dengan ketapel. - Mengukur dan menghitung jarak jatuhnya kerikil bila karet ketapel direnggangkan dengan kencang dan bila karet direnggangkan

No. Soal 1

2

12

dengan sedikit dikendurkan.

Soal :
1. Lakukanlah percobaan secara berkelompok, melontarkan kerikil ukuran kecil, sedang, dan besar dengan menggunakan ketapel. Ukurlah dan hitung jarak lontaran masing-masing kerikil!

Alat Dan Bahan  Ketapel.  Kerikil berukuran kecil, sedang, dan besar.  Alat ukur panjang

Penyekoran Bentuk penilaian : penilaian kinerja

No 1 2 3 4 5 6 7

Aspek yang Dinilai 0 Penggunaan bahan dan alat yang tersedia Kerjasama dalam kelompok Mengamati hasil percobaan Mengukur jarak lontaran kerikil Menyimpulkan hasil percobaan Menyampaikan hasil percobaan dlm diskusi Ketelitian/ketekunan Total nilai

Skor 1

Skor nilai antara 0-7 Skor kelulusan = 5

13

2. Lakukanlah percobaan secara berkelompok, melontarkan kerikil dengan ukuran yang sama dengan menggunakan ketapel. Ukurlah dan hitung jarak jatuhnya kerikil bila karet direnggangkan sekencang mungkin dan bila regangan karet lebih dikendurkan.

Alat Dan Bahan  Ketapel.  Kerikil  Alat ukur panjang

Penyekoran Bentuk penilaian : penilaian kinerja. No 1 2 3 4 5 6 7 Aspek yang Dinilai 0 Penggunaan bahan dan alat yang tersedia Kerjasama dalam kelompok Mengamati hasil percobaan Mengukur jarak lontaran kerikil Menyimpulkan hasil percobaan Menyampaikan hasil percobaan dlm diskusi Ketelitian/ketekunan Total nilai Skor 1

Skor nilai antara 0-7 Skor kelulusan = 5

14

KATROL

A. Pengertian Katrol Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Atau dengan kata lain katrol adalah roda beralur di mana seutas tali atau rantai dapat bergerak bolakbolik. Biasanya, katrol digunakan untuk mengangkat benda yang berat. Dengan katrol, benda yang berat dapat diangkat dengan mudah. Hal itu disebabkan katrol dapat mengubah arah gaya yang digunakan untuk mengangkat atau menarik benda. Prinsip katrol sama dengan tuas. Hal itu disebabkan pada katrol juga mempunyai titik tumpu, titik kuasa, dan titik beban.

B. Jenis-jenis Katrol 1. Menurut jumlah katrolnya, katrol dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu katrol tunggal dan katrol ganda atau majemuk. a. Katrol tunggal

15

Katrol tunggal adalah katrol yang terdiri dari satu katrol saja.

Gambar 1.1 Katrol tunggal

b. Katrol ganda atau katrol majemuk

Katrol majemuk merupakan katrol yang terdiri dari lebih satu katrol, yakni paduan atau penggabungan dari dua jenis katrol, yakni katrol tetap dan katrol bebas; yang digabungkan dengan satu tali. Umumnya, beban dikaitkan pada katrol bebas, salah satu ujung tali dikaitkan pada katrol tetap, dan ujung tali yang lain ditarik. Dengan begitu, beban dan katrol bebas dapat terangkat ke atas. Makin banyak jumlah katrol, keuntungan mekanisnya makin besar. Artinya, jika jumlah katrol makin banyak, gaya (kuasa) yang diperlukan makin kecil.

Gambar 1.2. Katrol ganda

2. Menurut letak titik tumpunya, katrol hanya terbagi atas dua katrol yakni : a. Katrol tetap
Katrol tetap adalah katrol yang posisinya tidak berubah. Katrol jenis ini dipasang pada suatu tempat yang tetap dan kukuh. Katrol tetap yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah katrol pada sumur timba, katrol pada tiang bendera, dan katrol pada kerek sarang burung.

16

Pada saat kita menarik timba yang menggunakan katrol, maka kita menarik beban kearah yang sama dengan gravitasi, yaitu ke arah bawah (ke arah pusat bumi). Menarik ke bawah lebih mudah daripada menarik ke atas; menarik ke atas lebih sukar karena melawan gravitasi. Gaya kuasa yang dilakukan untuk mengangkat beban sama besar dengan berat beban. Oleh karena gaya kuasa sama dengan berat

beban, maka dapat ditulis rumus :

FKuasa = FBeban

O

B

A

F W

Katrol tetap mempunyai keterangan sebagai berikut. Titik O sebagai titik tumpu, titik B sebagai titik beban, titik A sebagai titik kuasa, F adalah gaya kuasa, w adalah gaya berat beban. Jarak OA = lengan kuasa, dan jarak OB = lengan beban, keduanya sama panjang karena sama dengan jari-jari katrol. Jadi pada katrol tetap berlaku Lw = Lf Sehingga dalam persamaan F . Lw = w . Lf Berlaku w = F. L w Km = = 1 atau Km = k = 1 Lb F

Apabila gaya

(F)

sama dengan beban

(W), dan lengan beban (lw)

sama dengan lengan kuasa(lf) maka :

W =

F

dan

(lw) = (lf)
w f  1 F w

Keuntungan mekanis 
17

.

b. Katrol bebas
Katrol bebas merupakan katrol yang posisinya selalu berubah. Hal itu disebabkan katrol itu tidak dipasang pada tempat tertentu. Biasanya, katrol bebas diletakkan di atas tali dan beban yang diangkat dikaitkan pada katrol itu. Salah satu ujung tali dikaitkan pada suatu tempat yang tetap dan ujung yang lain ditarik ke atas. Akibatnya, katrol dan beban tertarik naik ke atas. Pada katrol bebas diperlukan kuasa yang lebih kecil daripada berat beban yang diangkat. Beban akan terasa lebig ringan dengan menggunakan katrol bebas ini.

O F Katrol bebas mempunyai keterangan sebagai berikut. Titik O sebagai titik tumpu, titik B sebagai titik beban, titik A sebagai titik kuasa, F adalah gaya kuasa, w adalah gaya berat beban. Jarak OA = lengan kuasa = dua kali jari-jari katrol, dan jarak OB = lengan beban = jari-jari katrol, Jadi pada katrol bebas Lf = 2 Lw Sehingga dalam persamaan F . Lf = w . Lw berlaku 2 F = w.

B

A

W

Keuntungan mekanis menggunakan katrol bebas adalah sebagai berikut :

Keuntungan mekanis 

w f 2   2 F w 1

18

3. Blok katrol Jenis blok katrol merupakan dua katrol yang dipasang secara berdampingan pada satu poros. Blok katrol biasanya digunakan untuk mengangkat beban yang sangat berat. Karena itulah, blok katrol haruslah digerakkan dengan tenaga mesin. Disamping itu, blok katrol juga banyak digunakan bersama-sama dengan katrol majemuk untuk menggerakkan mesin-mesin penggerak.

19

TUGAS INDIVIDU Mata kuliah Dosen : Konsep Dasar IPA II : Drs. Muslimin, M. Ed.,M. Pd

PESAWAT SEDERHANA (KATROL)

Nama Mahasiswa : HELDA WAHAB N I M : 084724665 Kelas : A.P 3.4

PGSD GURU KELAS Lanjutan S1 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

20

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2009
Tugas Individu Memparafrasekan Puisi Modern ke dalam bentuk prosa Nama Mahasiswa Nim Kelas Mata Kuliah Nama Dosen : Helda Wahab : 084724665 : A.P 3.4 : Teori dan Apresiasi Sastra : Dra. Hj. Rosdiah Salam, M. Pd

JANJIMU

Cahaya terpancar dari wajahmu Menggebukan semangat ditiap kata Bujukan megiris empati Di dalam derita keterpurukan Andai kami mampu meraih nasib Engkau adalah wakil rakyat Engkau adalah penentu nasib kami Engkau melukis harapan ditepisan janjimu Akankah engkau melukis sejahtera di kanvas penderitaan Indahnya rangkaian kata yang kau ucapkan Janji memimpin negeri tercinta ini Andai semua itu terwujud Masihkah kau ingin merangkul langkah hidup kami Beribu janji kau torehkan di hati kami Beribu harapan menyambut asahmu Beribu luka kan tersapu kecewa Kami bingung melihat beribu orang sepertimu Kami bingung mendengar semua janji-janjimu Kami bingung memilih mana yang benar Tapi, kami lebih bingung lagi Kenapa semua ini harus terjadi ?

21

JANJIMU Siang itu, di Stadion Mattoangin Makassar berjubel manusia memadati lapangan yang dihiasi ratusan tiang bendera partai. Suara lantang dan menggebu terdengar begitu jelas diantara beribu simpatisan dan pendukung yang ikut menyerukan dukungannya. Nampak dari kejauhan seorang pria yang penuh wibawa dan berpakaian rapi layaknya pejabat, berdiri di atas panggung. Pria itu adalah seorang calon legislatif yang sedang menyampaikan orasinya. Berbagai janji dan harapan disampaikannya dengan penuh semangat. Selain menjanjikan perubahan nasib atas segala keterpurukan yang terjadi di negeri ini. Sebagai wakil rakyat, beliau yang sekarang masih menjabat di kursi DPR RI utusan daerah menjanjikan adanya kemajuan yang lebih baik jika kelak beliau terpilih kembali menjadi wakil rakyat. Segala hasil keputusan dan kebijakan pemerintah yang menurutnya merugikan dan menyengsarakan rakyat, akan direvisi olehnya dengan harapan agar rakyat dapat menikmatikesejahteraan dan mampu hidup secara layak. Beliau pun berjanji akan menggratiskan pendidikan sehingga penderitaan rakyat kecil yang tak mampu menyekolahkan anaknya akan sirna. Janji-janji yang diucapkan oleh Caleg (Calon Legislatif) seolah-olah memberi semangat hidup baru bagi kami. Mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan, sembako murah, BBM, dan lain-lain, menjadi janjinya bila kelak beliau terpilih sebagai wakil suara rakyat di negeri ini. Hanya Tuhanlah yang tahu, apakah semua janjinya itu akan benar terwujud?. Kami tak ingin dibohongi sebagai rakyat kecil, karena janji-janji manis yang beliau serukan. Panasnya terik matahari siang itu tak mengurangi semangat dan harapan kami kepada beliau. Meskipun jaminan untuk hidup sejahtera tak kami pegang, namun janji-janji itu telah tertoreh di hati kami. Harapan yang kami tanamkan agar penderitaan kami dapat beliau perjuangkan di DPR. Entah, akankah mungkin malah kami sebagai rakyat akan terluka dengan kebohongan beliau. Jika demikian, maka akan banyak hati rakyat yang akan kecewa dan terluka oleh janji palsu. Rakyat akan semakin bingung, ditambah lagi partai politik yang jumlah begitu banyak dan Caleg yang juga dating dari berbagai lapisan masyarakat. Kepada siapakah rakyat akan memberikan nasibnya, karena semakin banyaknya korupsi yang terjadi di kalangan legislatif. Kami bingung harus percaya kepada janji siapa. Namun kami harus memilih, karena suara kami adalah penentu nasib bangsa Indonesia.

22

Tugas Individu Membuat Puisi Akrostik Nama Nama Mahasiswa Nim Kelas Mata Kuliah Nama Dosen : Helda Wahab : 084724665 : A.P 3.4 : Teori dan Apresiasi Sastra : Dra. Hj. Rosdiah Salam, M. Pd

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Karya : Helda Wahab

Hembusan anging menyapu helaian rambutmu Elakkan peluh di wajahmu yang lembut Lonceng berbunyi tak menghentikanmu Desah keluh tak terucap dari bibirmu Ajaranmu mencerahkan pagi hari Walau ngantuk masih mengusik Harapanmu adalah masa depan untuk kami Amarahmu adalah cambuk bagi kesalahan kami Budi dan jasamu pantas kami torehkan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa

23

TUGAS INDIVIDU Menterjemahkan Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia

 Nama mahasiswa  Nim  Kelas

: HELDA WAHAB : 084724665 : A.P 3.4

TUJUAN MELANJUTKAN PENDIDIKAN

24

Apa tujuan melanjutkan pendidikan karir ? beberapa orang memikirkan hal tersebut dengan sangat sederhana, tapi kebanyakan orang menyadari bahwa beberapa tujuan pasti dicapai secara bersamaan dan proses melakukan hal ini sulit. Kita bisa mengidentifikasi setidaknya delapan tujuan pendidikan profesi.

Yang pertama adalah dengan menuntut ilmu pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjalani yang dipilihnya secara bertanggung jawab. Coba pikir, contohnya, berapa banyak jenis profesi yang telah munculdalam 10 tahun. Pada awal-awal dekade, kita hanya belajar bagaimana mengirim orang untuk mengelilingi bumi; dan pada akhirnya, kita telah mengirim beberapa orang ke bulan. Pada saat yang sama, para ahli fisika dan bedah mempelajari bagaimana menyelamatkan jiwa yang sudah hampir mati. Pola alokasi sumber daya yang diterapkan oleh administrasi publik berubah sebagai hasil dari doktrin baru. Dan ahli farmasi-mungkin lebih banyak dari beberapa anggota profesi telah mengubah suasana, seperti adanya produk baru dan terapi baru berhasil satu sama lainnya atau memperluas perawatan yang disediakan.

Karir praktis lainnya yang sesuai dengan bidang teoretis pengetahuan adalah Profesi Kesehatan, termasuk Farmasi yang bergantung pada Anatomi, Fisiologi, Biokimia, dan pertanian yang berdasar kepada kandungan kimia tanah. Profesional tidak harus menjadi ahli dalam bidang pengetahuan yang digarisbawahi ini, tapi dia harus mempelajari perkembangan bidang pengetahuan tersebut. Oleh karena itu, tetap mengikuti perubahan pada disiplin dasar ilmu yang relevan dengan tujuan berikutnya.

Tujuan ketiga adalah menguasai ide-ide baru tentang hakikat profesi itu sendiri. Penelitian terkini pada ilmu kedokteran gigi mencatat bahwa “25 tahun atau 30 tahun lalu, praktek gigi terbatas pada penyembuhan bagian yang sakit, sekarang ini berkenaan pengaturan secara menyeluruh pada bagian mulut, muka, dan cedera alat bicara dengan sturuktur dan jaringan mulut karena kesemuanya itu berhubungan

25

dengan kesehatan individu secara menyeluruh”. Pekerjaan yang lain, sangat berubah secara berimbang terjadi dan praktisi modern yang tidak memahami bahwa fakta itu mutlak adanya.

Tujan keempat pendidikan yang berkelanjutan yang berorientasi karir adalah untuk menyiapkan individu terhadap perubahan dalam karirnya. Seseorang bisa saja berpindah dari satu atau lebih tujuan, seperti dari umum ke spesialis dari spesialis ke yang lain, ke jenjang hirarki dari pekerjaan yang kurang tanggung jawab ke yang lebih banyak pada saat yang bersamaan, atau dalam menyempurnakan karir barunya.

26


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:8341
posted:6/26/2009
language:Indonesian
pages:26
Description: korupsi tetap menjamur dalam dunia pendidikan kita, dan tentu saja membawa pengaruh buruk yang sangat besar.