Makalah Sistem Informasi Database Siswa

Document Sample
Makalah Sistem Informasi Database Siswa Powered By Docstoc
					           UNIVERSITAS INDONESIA



DISTANCE LEARNING DALAM KEPERAWATAN

         Disusun dalam rangka memenuhi tugas
        Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen




                   Disusun Oleh :
            Maria Diah Ciptaning Tyas
               NPM : 0606155700




        MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
   KEKHUSUSAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
        FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
           UNIVERSITAS INDONESIA
                   2008
                 DISTANCE LEARNING DALAM KEPERAWATAN


A. Latar Belakang
Perawat merupakan salah satu anggota tim perawatan kesehatan yang multidisiplin selain
dokter, asistem dokter, ahli terapi fisik, ahli terapi okupasi, farmasi, ahli terapi respirasi,
pekerja sosial, dan rohaniawan. Dalam praktik keperawatan perawat memiliki peran
antara lain sebagai pemberi pelayanan, pendidik, konselor, advocate, kolabolator dan
change agent(Potter, 2005). Untuk menjalankan peran tersebut perawat memerlukan
pengetahuan dan ketrampilan yang selalu terus berkembang. Sesuai dengan salah satu
karateristik utama perawat sebagai suatu profesi yaitu memerlukan pendidikan lanjut dari
anggotanya.
Visi Indonesia Sehat 2010 yang telah dirumuskan oleh Dep.Kes (1999) menyatakan
bahwa, gambaran masyarakat Indonesia dimasa depan yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh
penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat, memiliki
kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan
merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya diseluruh wilayah
Republik Indonesia.
Asuhan keperawatan yang merupakan bagian dari pelayanan kesehatan secara integral
juga tetap harus mengarahkan visi tersebut dimana pelayanan keperawatan sudah
semestinya diarahkan ke aspek preventif dan promotif. Perawat semakin dituntut untuk
professional dan mengedepankan perkembangan tehnologi kesehatan, dimana
pasien/klien yang membutuhkan asuhan keperawatan dapat berasal dari berbagai
kalangan dan dalam “dunia maya” (cybernet), dimana semakin ditandai dengan
tingginya pengguna internet di Indonesia, dan semakin banyaknya website di bidang
kesehatan.
Semakin berkembangnya ilmu teknologi bidang keperawatan yang tidak hanya di
Indonesia saja tetapi di berbagai negara di seluruh dunia maka perawat dituntut untuk
mengikuti perkembangan ilmu keperawatan. Untuk mengikuti perkembangan ilmu di
dalam negeri sendiri saja tidak mudah dengan keterbatasan yang menghambat perawat
untuk bisa mengakses ilmu-ilmu baru untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
ditinjau dari geografis Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan memang
mempunyai tantangan tersendiri dalam mengembangkan sistem pendidikannya. Kendala
yang dihadapi tentulah tidak akan sama dengan negara tetangga seperti Singapura
ataupun Filipina. Indonesia terdiri dari ribuan pulau, dan penduduknya pun juga tersebar
di berbagai pulau. Sebenarnya inilah tantangan terbesar bangsa kita sebagai bangsa dalam
menyampaikan jaminan hak warga negaranya yang bernama pendidikan. Geografis
Indonesia membutuhkan suatu dukungan solusi yang dapat memecahkan permasalahan
jarak ini (Masykur Ramadhani, 2004).
Berdasar kendala tersebut dan sejalan dengan kemajuan teknologi jaringan dan
perkembangan internet, memungkinkan penerapan teknologi ini di berbagai bidang
termasuk di bidang pendidikan atau latihan. Di masa datang penerapan teknologi internet
di bidang pendidikan dan latihan akan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan
dan memeratakan mutu pendidikan, terutama di Indonesia yang wilayahnya tersebar di
berbagai daerah yang sangat berjauhan. Sehingga diperlukan solusi yang tepat dan cepat
dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu pendidikan sekarang.
Dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh (Distance Learning/DL)yang berbasiskan
internet, maka ketergantungan akan jarak dan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan
pendidikan dan latihan akan dapat diatasi, karena semua yang diperlukan akan dapat
disediakan secara online sehingga dapat diakses kapan saja (Hadiana dan Djaelani).
Adanya alternatif peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui pendidikan jarak
jauh bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan perawat dengan mengikuti
Distance Learning (DL). Untuk itu penulis dalam makalah ini akan mengulas mengenai
DL dalam mengembangkan kemampuan perawat.


B. Tinjauan Teori
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,
termasuk memperoses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam
berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang
relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan
pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan
untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain sesuai dengan kebutuhan,
dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara
global.


Implikasi teknologi Informasi pada Pendidikan Kejuruan
Adanya internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap
sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Tukar menukar informasi atau tanya
jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui internet. Kerjasama antar pakar dan juga
dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih
mudah. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data
melalui internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring.
Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik dio
Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi (Muslim,
2005).

Aplikasi Web
Web merupakan salah satu tekonologi internet yang telah berkembang sejak lama dan
yang paling umum dipakai dalam pelaksanaan pendidikan dan latihan jarak jauh (e-
Learning). Secara umum aplikasi di internet terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai
berikut: Synchronous System, aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh
pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, Video
Conference, dsb; Asynchronous System, aplikasi yang tidak bergantung pada waktu
dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar
mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: BBS, e-mail, dsb.
Dibeberapa negara yang sudah maju dengan kondisi infrastruktur jaringan kecepatan
tinggi akan sangat memungkinkan penerapan teknologi multimedia secara waktu nyata
seperti video conference untuk kepentingan aplikasi e-Learning, tetapi untuk kondisi
umum di Indonesia dimana infrastruktur jaringannya masih relatif terbatas akan
mengalami hambatan dan menjadi tidak efektif. Namun demikian walaupun tanpa
teknologi multimedia tersebut, sebenarnya dengan kondisi jaringan internet yang ada
sekarang di Indonesia sangat memungkinkan, terutama dengan menggunakan sistem
asynchronous ataupun dengan menggunakan sistem synchronous seperti chatting yang
disesuaikan dengan sistem pendukung pendidikan yang akan dikembangkan.

Sistem Pendukung Pendididikan
Dengan adanya sistem ini proses pengembangan pengetahuan tidak hanya terjadi di
dalam ruangan kelas saja dimana secara terpusat guru memberikan pelajaran secara
searah, tetapi dengan bantuan peralatan komputer dan jaringan, para siswa dapat secara
aktif dilibatkan dalam proses belajar-mengajar. Mereka bisa terus berkomunikasi
sesamanya kapan dan dimana saja dengan cara akses ke sistem yang tersedia secara
online. Sistem seperti ini tidak saja akan menambah pengetahuan seluruh siswa, akan
tetapi juga akan turut membantu meringankan beban guru dalam proses belajar-mengajar,
karena dalam sistem ini beberapa fungsi guru dapat diambil alih dalam suatu program
komputer yang dikenal dengan istilah agent [5].
Disamping itu, hasil dari proses dan hasil dari belajar-mengajar bisa disimpan datanya di
dalam bentuk database, yang bisa dimanfaatkan untuk mengulang kembali proses
belajar-mengajar yang lalu sebagai rujukan, sehingga bisa dihasilkan sajian materi
pelajaran yang lebih baik lagi.

Konfigurasi Sistem
Gambar di bawah menunjukkan struktur global dari sistem pendukung untuk e-Learning.
Pemakai sistem dalam hal ini siswa dan guru dapat mengakses ke sistem dengan
menggunakan piranti lunak browser.




Struktur Sistem
Seperti pada gambar di atas, Implementasi client/server untuk sistem penunjang
pendidikan berbasis kolaborasi di internet, pada dasarnya harus memiliki bagian-bagian
sebagai berikut:

       Collaboration, untuk melakukan kerjasama antar siswa dalam pemecahan
        masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kolaborasi ini bisa diwujudkan
        dalam bentuk diskusi atau tanya-jawab dengan memanfaatkan fasilitas internet
        yang umum dipakai misalnya: e-mail, BBS, chatting, dikembangkan sesuai
        dengan kebutuhan aplikasi yang akan dibuat.
       Database, untuk menyimpan materi pelajaran dan record-record yang berkaitan
        dengan proses belajar-mengajar khususnya proses kolaborasi.
       Web Server, merupakan bagian mengatur akses ke sistem dan mengatur tampilan
        yang diperlukan dalam proses pendidikan. Termasuk pula pengaturan keamanan
        sistem. (Hadiana dan Djaelani).


Pergeseran Pandangan Tentang Pembelajaran
 Lingkungan                Berpusat pada guru                Berpusat pada siswa
 Aktivitas kelas           Guru sebagai sentral dan          Siswa sebagai sentral dan bersifat
                           bersifat didaktis                 interaktif
 Peran guru                Menyampaikan fakta-fakta, guru    Kolaboratif, kadang-kadang siswa
                           sebagai ahli                      sebagai ahli
 Penekanan pengajaran      Mengingat fakta-fakta             Hubungan antara informasi dan
                                                             temuan
 Konsep pengetahuan        Akumujlasi     fakta     secara   Transformasi fakta-fakta
                           kuantitas
 Penampilan keberhasilan   Penilaian acuan norma             Kuantitas pemahaman , penilaian
                                                             acuan patokan
 Penilaian                 Soal-soal pilihan berganda        Protofolio, pemecahan masalah,
                                                             dan penampilan
 Penggunaan teknologi      Latihan dan praktek               Komunikasi, akses, kolaborasi,
                                                             ekspresi

Idealnya Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Web Harus Memiliki Unsur-Unsur
Sebagai Berikut:
   Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus
    mampu menjadikan sarana tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat
    menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya
   Interaksi dalam grup; para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk
    mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group
    ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.
   Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi
    mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya.
   Pendalaman materi dan ujian; biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan
    tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta
    melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web
    based distance learning.
   Perpustakaan digital; pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan,
    tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan
    sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.
   Materi online diluar materi kuliah; untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga
    bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat
    langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada
    mahasiswa lainnya lewat web.





                                                                          (Muh. Ulinnuha)
Gambar. Jaringan komputer dalam pembelajaran (Muh. Ulinnuha)




C. Pembahasan
   Sistem pendidikan model distance learning memberikan kesempatan yang luas bagi
   perawat untuk bisa mengakses perkembangan-perkembangan ilmu keperawatan yang
   muncul. Beragamnya tingkat pendidikan perawat di Indonesia dan berdasarkan letak
   geografis Indonesia, maka distance learning bisa menjadi alternatif bagi dunia
   keperawatan baik bagi perawat maupun mahasiswa keperawatan untuk secara
   fleksibel, bisa dilakukan kapan saja dan dimanapun.
   Sesuai dengan pendapat Alisjahbana I. (1966) bahwa pendekatan pendidikan dan
   pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)”. Teknik pengajaran
   baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner (Departemen dalam
   Negeri RI, 2006). Dengan model distance learning perkembangan ilmu keperawatan
   terbaru, pembelajaran tindakan keperawatan dapat selalu diikuti dalam arti selalu up
   to date.
   Bagi yang telah melaksanakan distance learning telah mendapatkan beberapa fakta
   yang menguatkan manfaat dari model pembelajaran tersebut. Peneliatian yang
   dilakukan Rr. Tutik Sri Hariyati tahun 2005 pada mahasiswa FIK UI didapatkan hasil
   dari 253 responden dengan deskripsi: 116 mahasiswa reguler, 110 mahasiswa
ekstensi, dan 16 mahasiswa pasca sarjana menunjukan 60,7% mengatakan saat ini
metode pembajaran saat ini masih banyak yang menggunakan ceramah, 61,9%
menyatakan metode aktiv learning lebih menyenangkan, dan 49,2 % menyatakan
lebih menarik apabila diberikan dengan media yang menunggunakan teknologi
informasi. Terkait pelaksanaan distance learning (DL), 50,4% menyatakan setuju
apabila DL diterapkan di FIK dan 54,4% menyatakan DL bisa diterapkan di FIK.
Terkait kesiapan infrastruktur 43,7 % responden mengatakan FIK masih belum siap
untuk pelaksanaan DL.
Dari hasil penelitian di atas menunjukkan model pembelajaran distance learning
menyenangkan karena mahasiswa atau peserta didik bisa secara aktif dan
mengembangkan kemampuan disertai materi yang dilengkapi dengan media
menggunakan teknologi informasi. Keberhasilan model pembelajaran distance
learning terkait dengan kesiapan dari infrastruktur.
Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak
adanya interaksi antara dosen dan mahsisny. Namun demikian, dengan media internet
sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam
bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan
misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video,
dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list,
discussion group, newsgroup, dan bulletin board.
Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan
alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para
mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia
(pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat
menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video.
Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa
dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat
mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based
learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih
singkat, dan 30% biaya lebih murah (Departemen dalam Negeri RI, 2006).
  Dengan perkembangan program distance learning di Indonesia dan luar negeri
  perkembangan ilmu pengetahuan keperawatn dan tindakan keperawatan bisa diakses
  untuk mengembangkan diri.
D. Kesimpulan
  Tuntutan belajar/peningkatan kemampuan diri perawat/ mahasiswa keperawatan di
  masa yang akan datang bersifat terbuka dan dua arah, multi disipliner serta terkait
  pada produktifitas kerja ”saat itu juga” dan kompetitif. Teknologi informasi dan
  telekomunikasi dengan murah dan mudah akan menhilangkan batasan-batasan ruang
  dan waktu yang selama ini membatasi duania pendidikan. Kondisi yang terjadi
  dengan pelaksanaan distance learning antara lain : 1) Perawat/mahasiswa perawat
  dapat dengan mudah mendapatkan pembelajaran/pelatihan dari manapun tanpa
  terbatas pada batasan institusi dan negara, 2) Perawat/mahasiswa perawat dapat
  dengan mudah belajar dari pakar di bidang yang diminati, 3) Pembelajaran dapat
  diakses dari perbagai penjuru dunia. Tentunya pelaksanaan program distance learning
  hendaknya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang akan menunjang kelacaran
  pelaksanaan program.


  REFERENSI


  Departemen Dalam negeri RI. (2006). Perkembangan Teknologi Informasi Di
  Indonesia.http://www.depdagri.go.id/konten.php?nama=Artikel&op=detail_artikel&i
  d=1. diperoleh tanggal 15 Maret 2008.

  Hadiana dan Djaelani. Sistem Pendukung e-Learning di Web. Dalam
  http://www.informatika.lipi.go.id/sistem-pendukung-e-learning-di-web . diperoleh
  tanggal 15 Maret 2008.

  Hariyati, Tutik Sri. (2005). Pengembangan Model Pembelajaran aktif, mandiri dan
  inovatif. Dalam www.fik.ui.ac.id/pkko/files/JUDUL%20PENELITIAN.doc.
  diperoleh tanggal 15 maret 2008.

  Muslim. Teknologi Informasi dalam Pendidikan. Dalam
  http://tutomu.files.wordpress.com/2007/02/ict-dalam-pendidikan.pdf
  diperoleh tanggal 15 Maret 2008.
Perry, Potter. (2000). Buku Ajar : Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan
Praktik.Jakarta. EGC

Purbo, Onno W. Trik Praktis Untuk Belajar Jarak Jauh via Internet. Dalam
www.bogor.net/.../aplikasi/pendidikan/trik-praktis-untuk-belajar-jarak-jauh-via-
internet-05-2001.doc . diperoleh tanggal 15 Maret 2008.

Ramadhani, Masykur. (2006). E-Learning, Alternatif Solusi Edukasi Baru. Dalam
http://penaltila.org/index.php?option=com_content&task=view&id=6&Itemid=2.
diperoleh tanggal 15 Maret 2008.

Ulinnuha, M. Internet sebagai Alternatif Media Pembelajaran. Dalam
images.arrohwany.multiply.com/.../Internet%20sebagai%20Alternatif%20Media%2
0Pembelajaran.doc?nmid=68908712. diperoleh tanggal 15 maret 2008.

				
DOCUMENT INFO
Description: Makalah Sistem Informasi Database Siswa document sample