Docstoc

Robot Tentara

Document Sample
Robot Tentara Powered By Docstoc
					            ROBOT TENTARA : MENYELAMATKAN ATAU MEMATIKAN

                                    Oleh Suryo Pranoto

Abstraksi
Kemajuan kecerdasaan buatan meningkat dengan sangat mengagumkan. Dimulai dari lahirnya
Deep Blue yang diciptakan oleh IBM, yang mampu mengalahkan pecatur legendaris Kaskarov.
Serta proyek ambisius negara Jepang untuk menciptakan komputer generasi ke 5 yang berbasis
Artificial                                                                    Intellegence.
Demikian pula kemajuan embedded system khususnya dibidang robotika. Kelahiran P3 yang
menjadi cikal bakal ASIMO sebagai robot humanoid yang telah diterapkan untuk membantu
manusia, telah menunjukkan betapa dahsyatnya perkembangan teknologi embedded khususnya
bidang                                                                            robotika.
Perkembangan robot saat ini ternyata dipandang positif oleh departemen militer Amerika
Serikat. Dimulai dari proyek pesawat tanpa awak yang digunakan pada perang teluk II dan
hingga robot yang mampu mendeteksi arah tembakan sniper. Pengembangan robot yang mampu
menggantikan tentara manusia di medan perang tidak mustahil telah dilakukan oleh negara –
negara maju. Makalah ini berfokus kepada kehadiran robot militer di masa depan, dimana di
satu pihak kehadiran robot ini oleh pengembangnya dipandang dapat menurunkan angka
kematian prajurit. Di pihak yang lain, keberadaannya hanya memperburuk keadaan saat ini.
Modern Military Warfare

1. Sejarah Robot
Robot menurut etimologinya berarti pekerja, yang bekerja keras, atau budak. Robot dapat
diartikan sebagai mechanical creature (makhluk yang berbentuk seperti mesin). Ternyata bentuk
robot atau makhluk yang seperti robot telah ada sebelum jaman masehi. Kita mungkin telah
mengenal beberapa legenda masyarakat eropa tentang Golem (Makhluk seperti manusia yang
terbentuk dari batu atau tanah liat) atau para pembantu Hephaestus yang terbuat dari mesin –
mesin dari Yunani. Tapi tidak hanya berupa imajinasi saja, Ctesibius dari Alexandria (250 SM)
telah berhasil membuat organ (alat musik) otomatis. Lalu sarjawan muslim, Al – Jazari (1136 –
1206 ) yang membuat sebuah rancangan tentang robot yang dapat diprogram.
Keinginan manusia untuk menciptakan sebuah makhluk cerdas yang dapat bekerja tanpa protes
dan patuh telah dilakukan sejak jaman renessaince hingga kini. Mulai dari sekedar rancangan dan
impian lalu kini telah menjadi kenyataan.
Asimo "Humanoid"

2. Perkembangan Robot
Kemajuan perangkat keras khususnya mikroprosessor dan mikrokontroller turut serta mengambil
bagian dalam teknologi robot. Mikroprosessor yang menjadi bagian terpenting dalam teknologi
robot, mengakibatkan robot tidak lagi hanya dapat berjalan, tetapi dapat tersenyum, tertawa,
sedih dengan melihat keadaan sekitar seperti Kismet robot buatan Dr Cynthia. Penemuan ini lalu
mengakibatkan pembuatan robot tidak hanya berkonsentrasi pada gerak, jumlah kaki dan tugas
kerja saja. Keinginan untuk dapat membuat robot yang memiliki perasaan seperti layaknya
manusia dan kecerdasaan seperti manusia pun mulai dilakukan. Mimpi ini mungkin telah
diwakili oleh film – film animasi Jepang seperti Astro Boy atau Doraemon.
Jepang merupakan negara yang menghabiskan dana terbesar dalam riset dan proyek penelitian
robot. Hal ini dapat dilihat dari implementasi robot yang dilakukan oleh negara ini. Mulai dari
robot pelayan yang menyajikan makanan hingga robot yang mampu menggantikan seorang
presenter televisi.
The Future Killer Machine

3. Robot Tentara
Sisi ambisius manusia dalam pengembangan robot ternyata tidak hanya berhenti pada bidang
pelayanan umum. Keinginan membuat sebuah alat perang yang tidak mungkin menolak perintah
dan tidak ragu dalam mengerjakan misi tentunya menjadi impian para petinggi militer di negara
manapun juga.
Prajurit manusia dianggap memiliki banyak sekali kelemahan, seperti moral yang kadang naik
dan turun. Keterlibatan perasaan saat menjalankan misi dan kemampuan untuk membangkang
dari perintah. Hal ini juga tidak terlepas dari kurangnya minat para pemuda di negara maju untuk
menjadi tentara. Sehingga wajib militer pun harus dikeluarkan. Belum lagi biaya yang harus
dikeluarkan oleh pemerintah ketika seorang prajurit gugur di medan perang, kepada keluarga
yang ditinggalkan.
Hal – hal seperti diatas lah yang mengakibatkan sebuah robot yang dapat berperang dan
menggantikan peran tentara di medan perang sangat dibutuhkan.
Bila dilihat dari sisi ekonomis tentunya ini lebih murah dibanding biaya yang harus dikeluarkan
untuk mentraining seorang manusia untuk dapat menjadi tentara yang baik.
Dari sisi delivery, robot tentara lebih unggul dari prajurit manusia. Robot tentara dapat
diproduksi masal. Bisa jadi sebuah pabrik dapat menghasilkan puluhan ribu robot dalam
sebulannya, dibandingkan harus mencari dan merekut pemuda yang berusia 18 – 25 tahun.
Banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh oleh sebuah negara jika mampu mengembangkan
robot tentara ini. Tidak ada lagi prajurit yang harus dikobarkan, dan tidak ada lagi keluarga
prajurit yang harus menangis karena sanak keluarganya tewas di medan pertempuran.
Israel's Tank

4. Contoh Robot di Militer Saat Ini
Amerika sebagai negara adikuasa tentunya sudah memikirkan masak – masak tentang robot –
robot yang mampu berperang. Kehadiran pesawat tempur tanpa awak dalam perang teluk ke II
sudah menunjukkan keseriusan militer Amerika dalam pengembangan embedded system,
kecerdasaan buatan dan teknologi robot di bidang militer.
Seperti yang telah kita ketahui, internet mulanya adalah proyek Departement of Defense
Amerika Serikat untuk membuat sebuah sistem komunikasi yang tidak akan mudah hancur
karena serangan fisik. Teknologi wireless seperti handphone yang kini telah menjadi kebutuhan
sehari – hari komunikasi di Indonesia, juga tidak terlepas dari kebutuhan militer yang
berkeinginan agar setiap prajurit dapat berkomunikasi dengan pusat komando dengan mudah.
Atau di Indonesia sendiri, penggunaan robot oleh tim Gegana dalam menjinakkan bom juga
termasuk contoh implementasinya.
Israel sendiri sebagai negara yang memiliki hubungan tidak baik dengan para negara tetangganya
juga dikabarkan telah mengembangkan tank – tank wireless yang dapat dikendalikan dari jarak
jauh. Tentunya hal ini sangat luar biasa bila dilihat dari sisi teknologi embedded. Dapat saja
terjadi di masa depan dimana setiap instrumen – instrumen militer dapat digerakkan dari jarak
ribuan kilometer.
War Victim

5. Sebuah Ketakutan Yang Beralasan
Jika tadi kehadiran robot – robot militer dilihat dari sudut pandang yang menguntungkan, tetap
saja robot – robot militer tersebut tetap memiliki tujuan yang sama dengan tentara manusia yaitu
sebagai alat yang digunakan untuk menghancurkan musuh. Tetap saja sasaran – sasaran yang
dihancurkan sama, jika tidak perangkat militer, bangunan pasti manusia. Hal – hal inilah yang
mungkin membuat beberapa peneliti / pengembang tidak setuju penggunaan robot dalam militer.
Robot – robot ataupun instrumen militer yang dibuat tentunya lebih efektif dibandingkan tentara
manusia, mereka tidak ragu dalam menembakan peluru, rudal maupun misil ke arah orang
dewasa maupun anak – anak. Tidak ada perasaan yang dilibatkan hanya perintah dan kode –
kode instruksi yang dijalankan dalam bentuk bit – bit oleh mikroprosessor, 100% efektif.
Manusia pun juga sudah menyadari akan ketakutan tentang kehadiran robot – robot dalam
militer. Hal ini dapat dilihat dari film Terminator yang diproduksi oleh Hollywood. Dimana
robot – robot militer lepas kontrol dan menyerang manusia.




May Peace On Your Heart

6. Kesimpulan
Penggunaan embedded system dan artificial intellegence memberikan kemudahan pada manusia
di berbagai bidang. Implementasi dari embedded system dan artificial intellegence adalah
teknologi robotika. Fungsi robot sangat membantu baik di bidang industri hingga medis. Robot
juga memiliki kemampuan menggantikan manusia dalam mengerjakan pekerjaan yang
berbahaya seperti peran astronot di stasiun antariksa.
Polemik penggunaan teknologi robot dalam bidang militer telah menjadi perdebatan para ahli.
Baik itu keuntungan yang dapat diperoleh serta kerugian yang akan dirasakan. Setiap teknologi
yang diciptakan manusia dapat menjadi pedang bermata dua. Hal ini telah diketahui semenjak
dinamit hingga atom ditemukan.



Daftar Pustaka

Battlefield robot can detect snipers :94 percent effective in first firing range tests available at
http://www.msnbc.msn.com/id/9608603/

History of Robotics available at
http://pages.cpsc.ucalgary.ca/~jaeger/visualMedia/robotHistory.html

Photo in the News: Ultra-Lifelike Robot Debuts in Japan available at
http://news.nationalgeographic.com/news/2005/06/0610_050610_robot.html

Robot available at http://en.wikipedia.org/wiki/Robot

Security & Defense Robotics available at
http://www.roboticstrends.com/security_defense_robotics/8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:138
posted:4/21/2011
language:Indonesian
pages:7
Description: makalah tentang sistem cerdas dalam hal ini teknologi robot