Docstoc

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

Document Sample
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN Powered By Docstoc
					                                     Kata Pengantar


       Puji syukur kehadirat Allah SWT, akhirnya kami dapat menyesaikan makalah
Psikologi Perkembangan Peserta Didik yang berjudul Teori-teori perkembangan. Di dalam
makalah ini kami memapar teori-teori perkembangan yang berdasarkan atas teori biologis,
lingkungan dan suasana serta interaksi.

       Dalam penyelesaian makalah ini, tidak terlepas dari kerja sama tim kelompok kami
yang menuangkan pikiran serta dari beberapa buku refrensi. Dari makalah ini kami merasa
masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan maupun paparan dari isi.

       Tegur sapa dari para arif bijaksana, sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah
selanjutnya, dan sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih.

       Kepada Allah SWT kami mohon taufiq dan hidayah-Nya,semoga dalam penyelesaian
makalah ini senantiasa dalam keridhaan-Nya dan bermanfaat bagi kita semua.Amien.




                                                                     Pontianak,11 April 2011




                                                                           penyusun




                                              i
                                      BAB I

                               PENDAHULUAN



A. Latar Belakang


       Teori perkembangan adalah teori yang memfokuskan pada perubahan-perubahan
   dan perkembangan stuktur jasmani ( biologis), perilaku dan fungsi mental manusia
   dalam berbagai tahap kehidupannya, mulai dari konsepsi hingga menjelang
   kematiannya. Mempelajari teori-teori perkembangan tidak hanya berguna bagi orang
   tua dan guru dalam memberikan pelayanan dan pendidikan kepada anak sesuai
   dengan tahap perkembangannya, melainkan juga berguna dalam memahami diri kita
   sendiri dengan cara pendekatan biologis, lingkungan dan suasana serta interaksi. Teori
   perkembangan akan memberikan wawasan dan pemahaman tentang sejarah
   perjalanan hidup kita sendiri ( sebagai bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa atau usia
   lanjut ). Lebih dari itu Teori perkembangan juga sangat berguna bagi pengambilan
   kebijaksanaan dalam merumuskan program dan bantuan bagi anak-anak dan remaja.
       Seiring dengan perkembangan masyarakat            temporer yang ditandai oleh
   perubahan-perubahan yang sangat cepat dalam berbagai dimensi kehidupan individu,
   teori perkembangan semakin dirasakan kegunaannya oleh masyarakat. Masyarakat
   makin menyadari betapa individu ( anak-anak, remaja, dan bahkan orang dewasa )
   yang hidup pada era modern sekarang ini berada pada masa-masa yang sulit.
   Menghadapi individu       yang berada dalam masa-masa sulit demilkian, jelas
   membutuhkan pemahaman tentang teori perkembangan.
       Oleh sebab itu kami dari kelompok 2 ( dua ) megangkat tema tentang teori-teori
   perkembangan di lihat dari segi biologis,lingkungan dan suasana serta interaksi.




                                          1
                                                                               2




B. Masalah


  1. Apa yang dimaksud teori perkembangan ?
  2. Bagaimana teori perkembangan dilihat dari segi biologi ?
  3. Apakah lingkungan dan suasana mempengaruhi teori perkembangan ?
  4. Bagaimana bentuk interaksi dalam teori perkembangan        baik secara individu
       maupun sosial ?


C. Tujuan


  1. Dapat menjelaskan maksud dari teori perkembangan
  2. Dapat memaparkan teori perkembangan dilihat dari segi biologi
  3.   Dapat mejelaskan pengaruh lingkungan dan suasana dalam teori perkembangan
  4.   Dapat memberikan bentuk interaksi dalam teori perkembangan baik secara
       individu maupun sosial
                                     BAB II

                               PEMBAHASAN



A. Pengertian teori perkembangan


        Teori perkembangan adalah teori yang memfokuskan               pada perubahan-
   perubahan dan perkembangan stuktur jasmani ( biologis), perilaku dan fungsi mental
   manusia dalam berbagai tahap kehidupannya, mulai dari konsepsi hingga menjelang
   kematiannya.    Teori    perkembangan sangat mempengaruhi perkembangan diri
   seseorang individu, kalau baik perkembangan baiklah juga individu tersebut. Dengan
   mempelajari perkembangan masa hidup maka kita akan mengetahui bagaimana
   karakteristik   perkembangan     dan persoalan-persoalan     kontemporer         alam
   perkembangan masa hidup kita sebagai manusia. Seperti bagaimana karakteristik
   manusia pada usia anak-anak awal dan persoalan apa sajakan yang berkaitan dengan
   usia anak-anak awal. Perkembangan masa hidup memiliki 2 macam perspektif atau
   pandangan. Pertama, pendekatan tradisional (traditional approach) adalah pendekatan
   yang menekankan perkembangan pada perubahan ekstrim dari lahir hingga masa
   remaja saja. Sedangkan yang kedua, pendekatan masa hidup (the life-span approach)
   adalah pendekatan yang menekankan pada perubahan perkembangan terjadi selama
   masa hidup manusia. Menurut pakar perkembangan masa hidup, Paul Baltes,
   perspektrif perkembangan masa hidup (life-span perspective) mencakup tujuh
   kandungan dasar yaitu: Perkembangan bersifat seumur hidup, multidimensional,
   multidireksional, plastis, melekat secara kesejarahan, multidisiplin, dan kontekstual.
   Berikut adalah penjelasan dari setiap kandungan tersebut.




B. Teori perkembangan dari segi Biologi

          Biologis berkaitan dengan keturunan. Keturunan memiliki peran penting
   dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia lahir di dunia ini membawa berbagai
   macam ragam warisan yang berasal dari kedua orang tuanya atau nenek dan
   kakeknya. Warisan(turunan atau pembawaan) tersebut yang terpenting, antara lain




                                           3
                                                                                4




bentuk tubuh, raut muka, warna kulit,intelegensi, bakat, sifat-sifat atau watak, dan
penyakit.

1. Bentuk tubuh dan warna kulit

       Bentuk tubuh dan warna kulit salah satu warisan yang dibawa oleh anak sejak
   lahir adalah mengenai bentuk tubuh dan warna kulit. Misalnya ada anak yang
   memiliki bentuk tubuh gemuk seperti ibunya, wajah seperti ayahnya rambut
   keriting dan bewarna kuli putih seperti ibunya. Bila anak yang pembawaan gemuk
   seperti ini, bagaimana susah hidupnya nanti, dia sukar menjadi kurus, tetapi
   sebaliknya sedikit ia makan akan mudah menjadi gemuk. demikian juga dengan
   rambut keriting, bagaimanapun berusaha meluruskannya akhirnya akan kembali
   menjadi keriting.

       Cukup besar pengaruh turunan ( pembawaan) terhadap pertumbuhan jasmani
   anak. Bagaimanapun tingginya teknologi untuk mengubah warna kulit seseorang,
   namun factor turunan tidak dapat diabaikan begitu saja.


2. Sifat-sifat
       Sifat-sifat yang dimiliki seseorang adalah salah satu aspek yang diwarisi dari
   ibu, ayah, nenek atau kakek. Bermacam-macam yang dimiliki manusia, misalnya;
   penyabar, pemarah, kikir, pemboros, hemat, dan sebagainya.sifat-sifat tersebut
   dibawa manusia sejak lahir. Ada yang dapat dilihat atau diketahui selagi anak
   masih kecil ada[ula yang diketahui sesudah ia besar. Misalnya sifat keras
   (pelawan atau bandel) sudah dapat dilihat sewaktu berumur kurang dari satu
   tahun, sedangkan sifat pemarah baru dapat diketahui setelah anak lancar bicara
   yaitu sekitar lima tahun.
   Demikian kebiasaan merokok, terlambat bangun pagi, tidur siang, malas dan
   sebagainya. Semuanya dapt diubah dan ditukar dengan kebiasaan yang baik
   seperti; rajin, lincah, cepat bangun, jujur, suka menolong, dan sebagainya
   Sifat dan kebiasaan merupakan corak (warna) dari keperibadiaan seseorang, atau
   suatu suku bangsa. Misalnya suku jawa, memiliki sifat ramah, lucu, lugu, dan
   sebagainya. Kebiasaan memakai kebaya dan kain batikoleh kaum wanitanya. para
   ahli psikologi membagi tipe-tipe berdasarkan sifat yang dimilikinya. Salah satu
   pembagian yang dikemukakan Edward Sparanger adalah:
                                                                                   5




   a) Manusia ekonomi          : memiliki sifat hemat, rajin bekerja, dan sebagainya.
   b) Manusia teori            : suka berpikir, meneliti, dan sebagainya.
   c) Manusia politik          : suka mengguasai dan memerintah.
   d) Manusia social           : suka menderma dan membantu orang lain.
   e) Manusia seni             : suka keindahan dan memiliki perasaan halus.

       Untuk mengetahui sifat atau watak anak secara tepat dapat dilakukan dengan
   melakukan tes kepribadian. Namun, informasi yang diperoleh dari orang tua
   tentang sifat anak-anaknya merupkan bantuan yanh sangat baik bagi
   guru.mengetahui sifat yang mendalam, akan membantu guru untuk mendidiknya.
   Misalnya, anak yang penakut perlu dibangkitkan semngatnya agar menjadi
   beranipat mengemukakan pendapatnya. Demikian pula dengan anak yang merasa
   minder perlu dibangkitkan        rasa harga dirinya agar jiwanya tidak semakin
   tertekan.

3. Intelegensi
       Intelegensi adalah kemampuan yang bersifat umum untuk mengadakan
   penyusuaian terhadap suatu situasi atau masalah. Kemampuan yang bersifat
   umum tersebut meliputi berbagai jenis kemampuan psikis, seperti : Abstrak,
   berpikir mekanis, matematis, memahami,mengingat, berbahasa, dan sebagainya.


4. Bakat
       Bakat adlah kemampuan khusus yang menonjol diantara berbagai jenis
   kemampuan yang dimilki seseorang. Kemampuan khusus itu biasanya terbentuk
   keterampilan atau suatu bidang ilmu, misalnya kemampuan khusus (bakat) dalam
   bidang seni music, suara, olah raga, matematika, bahasa, ekonomi, teknik,
   keguruan, social, agam dan sebagainya.
   Seseorang umumnya memiliki tertentu yang terdiri dari satu atau lebih
   kemampuan khusus yang menonjol dari bidang lainnya.


5. Penyakit atau cacat tubuh
       Penyakit atau cacat tubuh bisa berasal dari turunan seperti penyakit kebutaan,
   saraf, dan luka yanag sulit kering (darah terus keluar ).penyakit yang dibawa sejak
   lahir akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangn jasmani dan rohani
   anak.
                                                                                  6




C. Lingkungan dan Suasana yang mempengaruhi perkembangan


       Teori lingkungan ( Ekologis )memberikan tekanan pada sistem lingkungan.
  Tokoh    utama   teori   ekologi     adalah   Urie   Brofenbrenner.     Dalam   teori
  Ekologisnya,Brofenbrenner mengambarkan empat kondisi lingkungan dimana
  perkembangan terjadi, yaitu Mikrosistem, Mesosistem, Ekosistem, dan Makrosistem.
  Keempat lingkungan yang menjadi landasan perkembangan manusia menurut teori
  Ekologi Brofenbrenner tersebut akan di uraikan dalam pembahasan berikut :


  1. Mikrosistem ( Microsystem ) menunjukan situasi dimana individu hidup dan
     saling berhubungan dengan orang lain. Konteks ini meliputi keluarga, taman
     sebaya, sekolah dan lingkungan social lainnya. Dalam Mikrosistem inilah
     terjadinya interaksi yang paling langsung dengan agen-agen sosial.


  2. Mesosistem ( Mesosystem ) Menunjukan hubungan antara dua atau lebih
     hubungan Mikrosistem atau beberapa konteks. Sebagai contoh adalah hubungan
     antara rumah dan sekolah, rumah dan masjid, sekolah dan lingkungan, serta rumah
     dan tempat kerja.


  3. Ekosistem ( Exosystem )         terdiri dari setting sosial dimana individu tidak
     berpartisifasi aktif, tetapi keputusan penting yang diambil mempunyyai dampak
     terhadap orang yang berhungan langsung dengannya. Misalnya, tempat kerja
     orang tua, dewan sekolah, pemerintah lokal dan orang tua kelompok teman
     sebaya.


  4. Makrosistem ( Macrosystem )meliputi cetak biru ( Blueprints ) membentuk sosial
     dan kebudayaan untuk menjelaskan dan mengorganisir institusi kehidupan.
     Makrosistem direfleksikan dalam pola lingkaran dalam mikrosistem, mesosistem,
     dan ekosistem yang dicirikan dari sebuah subkultur,kultur atau konteks social
     lainnya yang lebih luas. Contoh makrosistem meliputi asumsi ideologi, dan sistem
     kepercayaan bersama tentang umat manusia, hubungan sosial dan kualitas
     kehidupan.
                                                                               7




Lingkungan sanagt berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Lingkungan adalah keluarga yang mengasuh dan membesarkan anak, sekolah tempat
mendidik, masyarakat tempat anak yang bergaul juga bermain sehari-hari dan
keadaan alam sekitar dengan iklimnya, flora dan faunanya. Besar kecilnya pengaruh
lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangannya bergantung pada keadaan
lingkungan anak itu sendiri serta jasmani dan rohaninya.


a) Kelurga
       Keluaga adalah tempat anak diasuh dan dibesarkan, berpengaruh besar
   terhadap pertumbuhan dan perkembangannya terutama keadaan ekonomi rumah
   tangga serta tingkat kemampuan orang tua dalam merawat yang sangat besar
   berpengaruh terhadap pertumbuhan jasmani . Sementara tingkat pendidikan orang
   tua juga besar pengaruhnya terhadap perkembangan rohani anak terutama
   kepribadian dan kemajuan pendidikannya.


b) Sekolah
       Sekolah merupakan salah satu factor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
   perkembangan anak terutama untuk kecerdasannya.


c) Masyarakat
       Masyarakat adalah lingkungan tempat tinggal anak mereka juga termasuk
   teman-teman anak diluar sekolah. Kondisi orang-orang didesa juga turut
   mempengaruhi perkembangan jiwanya.


d) Keadaan alam sekitar
       Keadaan alam sekitar tempat anak tinggal juga berpengaruh bagi pertumbuhan
   dan perkembangan anak. Keadaan alam sekitar adalah lokasi tempat anak
   bertempat tinggal.
                                                                                   8




D. Interaksi dalam teori perkembangan


           Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan
   berinteraksi tersebut, seseorang akan memperoleh skema. Skema berupa kategori
   pengetahuan yang membantu dalam menginterpretasi dan memahami dunia. Skema
   juga menggambarkan tindakan baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam
   memahami atau mengetahui sesuatu. Sehingga dalam pandangan Piaget, skema
   mencakup baik kategori pengetahuan maupun proses perolehan pengetahuan tersebut.
   Seiring dengan pengalamannya mengeksplorasi lingkungan, informasi yang baru
   didapatnya digunakan untuk memodifikasi, menambah, atau mengganti skema yang
   sebelumnya ada. Sebagai contoh, seorang anak mungkin memiliki skema tentang
   sejenis binatang, misalnya dengan burung. Bila pengalaman awal anak berkaitan
   dengan burung kenari, anak kemungkinan beranggapan bahwa semua burung adalah
   kecil, berwarna kuning, dan mencicit. Suatu saat, mungkin anak melihat seekor
   burung unta. Anak akan perlu memodifikasi skema yang ia miliki sebelumnya tentang
   burung untuk memasukkan jenis burung yang baru ini.Asimilasi adalah proses
   menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini bersifat
   subjektif, karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi
   yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya.
   Dalam contoh di atas, melihat burung kenari dan memberinya label "burung" adalah
   contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak. Akomodasi adalah
   bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat
   adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Dalam proses
   ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. Dalam contoh di atas,
   melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya
   label "burung" adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung si
   anak.Melalui kedua proses penyesuaian tersebut, sistem kognisi seseorang berubah
   dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. Proses
   penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan
   equilibrium, yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan
   pengalamannya di lingkungan. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan
   seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di
   atas.
                                     BAB III
                                    PENUTUP



A. Kesimpulan


           Teori perkembangan adalah teori yang memfokuskan pada perubahan-
   perubahan dan perkembangan stuktur jasmani ( biologis), perilaku dan fungsi
   mental manusia dalam berbagai tahap kehidupannya, mulai dari konsepsi hingga
   menjelang kematiannya.          Teori       perkembangan sangat   mempengaruhi
   perkembangan diri seseorang individu, kalau baik perkembangan baiklah juga
   individu tersebut. Teori perkembangan meliputi biologi, lingkungan dan suasana
   serta interaksi. Secara Teori    biologi merupakan studi tentang perkembangan
   perilaku evolusi spesies dalam lingkungan alamiahnya, Teori lingkungan
   ( Ekologis ) memberikan tekanan pada sistem lingkungan, dan berinteraksi dengan
   lingkungan. Dengan adanya berinteraksi tersebut, seseorang akan memperoleh
   skema.     Skema   berupa   kategori    pengetahuan    yang   membantu   dalam
   menginterpretasi dan memahami dunia. Skema juga menggambarkan tindakan
   baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam memahami atau mengetahui
   sesuatu.




B. Saran


    Dengan adanya makalah ini kami menyarankan kepada pembaca agar dapat
mengetahui arti penting dari perkembangan, sehingga dapat mengarahkan
perkembangan yang didasarkan pada perkembangan biologis, lingkungan dan suasana
serta interaksi. Dan kami menyadari bahwa makalah kami ini jauh dari kesempurnaan
karena keterbatasan dari refrensi untuk itu kami memerlukan kritik dan sarannya
untuk kesempurnaan makalah yang akan datang.




                                           9
                                   Daftar pustaka


Mar’at, Samsunuwiyati. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT remaja Rosdakarya.

Agustiani, hendriati. 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Refika Aditama.

Fauzi, ahmad. 2008. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.




                                           10
                                                         DAFTAR ISI



                                                                                                                 Halaman

KATA PENGANTAR .....................................................................................               i

DAFTAR ISI....................................................................................................     ii

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................                  1

     A. LATAR BELAKANG .........................................................................                   1
     B. PERMASALAHAN .............................................................................                 2
     C. TUJUAN ..............................................................................................      2

BAB 2 PEMBAHASAN ..................................................................................                3
  A. PENGERTIAN TEORI PERKEMBANGAN......................................                                           3
  B. TEORI PERKEMBANGAN DARI SEGI BIOLOGI .........................                                                3
  C. LINGKUNGAN DAN SUASANA YANG
      MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ...........................................                                        6
     D. INTERAKSI DALAM TEORI PERKEMBANGAN ..........................                                              8


BAB III PENUTUP .........................................................................................          9
   A. KESIMPULAN ....................................................................................              9
   B. SARAN ................................................................................................       9

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................              10




                                                               ii

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1294
posted:4/20/2011
language:Indonesian
pages:12